Anda di halaman 1dari 12

LAPORAN DATA STATISTIK INFERENSIAL PARAMETRIK

DAN NON PARAMETRIK 2 SAMPLE NILAI ULANGAN


PELAJARAN PAI KELAS XII IPA 3
SMA NEGERI 7 GARUT

Diajukan untuk Memenuhi Praktikum 3


Mata Kuliah Statistik Terapan Pendidikan

Dosen Pengampu :
Prof. Dr. Hj. Rahayu Kariadinata, M.Pd
Dr. Elis Ratnawulan, S.Si., MT

Oleh:

Ayi Hadiyat
NIM. 2190040038
Aji Rahmadi
NIM. 2190040035
Asep Hernawan
NIM. 2190040006

PROGRAM PASCA SARJANA


UIN SUNAN GUNUNG DJATI
BANDUNG
2019

Praktikum 3 Statistik Terapan Pendidikan 0


DATA STATISTIK INFERENSIAL PARAMETRIK
DAN NON PARAMETRIK 2 SAMPLE NILAI ULANGAN
PELAJARAN PAI KELAS XII IPA 3
SMA NEGERI 7 GARUT

A. Pendahuluan
Statistika inferensial adalah statistik yang digunakan untuk
menganalisis data sampel, dan hasilnya akan di generalisasikan
( diinferensikan ) untuk populasi dimana sampel tersebut berada ( di ambil ).
Selain itu statistik inferensial juga memberi peluang sejauh mana kebenaran
data sampel terhadap populasi, sehingga peneliti akan menentukan α ( tingkat
signifikansi ).
1. Sampel Mata pelajaran
Laporan data Statistik inferensial kali ini, penulis susun untuk
memberikan informasi tentang hasil penilaian Ulangan Harian mata
pelajaran PAI kelas XII IPA 3 di SMA Negeri 7 Garut dengan 2 buah
sampel yang saling berhubungan sebelum menggunakan model Role
Playing dan sesudah menggunakan role Playing dengan statistik
parametrik jika data terdistribusi dengan normal dan statistik non
parametrik jika data tidak terdistribusi dengan normal.

2. Model Pembelajaran Yang Digunakan


Menurut Jill Hadfield (Basri Syamsu, 2000) model pembelajaran
role playing merupakan salah satu permainan gerak yang didalamnya
terdapat aturan, tujuan dan sekaligus melibatkan unsur bahagia. Dalam
bermain peran siswa mesti diarahkan pada situasi tertentu seakan-akan
berada di luar kelas, meskipun kenyataannya pada saat pembelajaran
berlangsung terjadi di dalam kelas. Selain itu, model pembelajaran role
playing tak jarang dimaksudkan sebagai salah satu bentuk bentuk

Praktikum 3 Statistik Terapan Pendidikan 0


aktifitas dimana peserta didik membayangkan dirinya seakan-akan
berada di luar kelas dan berperan sebagai orang lain.
Pada model pembelajaran bermain peranan, titik fokusnya terletak
pada keterlibatan emosional serta pengamatan indera ke dalam situasi
permasalahan nyata yang dihadapi. Melalui model bermain peran ini,
diharapkan para siswa bisa :
a. mengeksplorasi perasaannya.
b. mendapatkan wawasan tentang nilai, sikap dan persepsinya;
c. mengembangkan sikap serta keterampilan dalam memecahkan
permasalahan yang sedang dihadapi; 
d. mengeksplorasi inti dari masalah yang diperankan melalui berbagai
teknik/cara.
Selain itu ada beberapa hal yang mesti diperhatikan dalam
pemilihan topik masalah (skenario) sehingga akan memadai bagi para
siswa, adapun diantaranya : usia siswa, latar belakang, kerumitan
masalah, sosial budaya, kepekaan topik yang dijadikan sebagai masalah
dan pengalaman siswa dalam bermain peran.
Pada model belajar ini siswa dijadikan sebagai subyek dari
kegiatan pembelajaran, dan mereka secara aktif harus melakukan praktik-
praktik berkomunikasi dengan temannya dalam kondisi tertentu.
Pembelajaran efektif akan dimulai dari lingkungan yang berpusat pada
diri siswa (Departemen Pendidikan Nasional,2002).

Langkah-langkah model pembelajaran role playing


Model pembelajaran role playing dilakukan dengan mengikuti
step-stepnya dibawah :
a. Guru menyusun serta menyiapkan scenario
b. Menunjuk beberapa peserta didik untuk mempelajari skenario
beberapa hari sebelum kegiatan berlangsung
c. Guru membuat kelompok yang berisikan 5 orang siswa
d. Menjelaskan kompetensi yang hendak dicapai

Praktikum 3 Statistik Terapan Pendidikan 0


e. Memanggil peserta didik untuk menjalankan scenario
f. Setiap peserta didik berada dikelompoknya sembari melihat
peragaan kelompok lain.
g. Setelah semua sudah selesai dilakukan, setiap peserta didik diberi
lembar kerja untuk melakukan penilaian atas penampilan tiap-tiap
kelompok.
h. Setiap kelompok menyampaikan kesimpulan
i. Pendidik memberikan kesimpulan secara umum
j. Evaluasi

Kelebihan Model Pembelajaran Role Playing


a. Memberikan kesan yang kuat dan lama terhadap ingatan peserta
didik. 
b. Menarik bagi peserta didik, sehingga menjadikan kelas menjadi
antusias dan dinamis.
c. Membangkitkan semangat dalam diri peserta didik serta
menumbuhkan kebersamaan.
d. Peserta didik bisa terjun langsung dalam memerankan sesuatu yang
hendak di bahas dalam kegiatan belajar.

Kekurangan Model Pembelajaran Role Playing


a. Membutuhkan waktu yang lama dalam kegiatan skenario
b. Peserta didik sering mengalami kesulitan dalam memainkan peran
c. Kegiatan bermain peran tidak akan maksimal jika suasana kelas
tidak memadai
d. Jika peserta didik tidak dipersiapkan dengan sungguh-sungguh maka
skenario tidak akan berjalan dengan baik
e. Tidak semua konsep pembelajaran bisa menggunakan model ini

Praktikum 3 Statistik Terapan Pendidikan 0


B. Data Nilai Mata PAI Sebelum Model dan Sesudah Model Role Playing
Pengolahan data statistik inferensial dilakukan terhadap data penilaian
Ulangan Harian untuk mata pelajaran PAI yang dilaksanakan pada hari senin,
24 April 2020 sebelum menggunkana model role playing dan pada hari senin,
8 Maret 2020 sesudah menggunakan model role playing dengan hasil
sebagaimana terlihat pada tabel di bawah ini.

Tabel 1
Nilai PTS Mata Pelajaran PAI Kelas XII IPA 3
SMA Negeri 7 Garut
Nilai Nilai
No NIS Nama Siswa JK Sebelum Sesudah
RP RP
1718.10.00
1 7 AGAM GALYA GIMNASTIAR L 79 80
1718.10.01
2 9 ALDI BERKAH SYAHBANA L 80 82
1718.10.02
3 6 ANDI IRGI ARYANTO GOPAR S L 78 79
1718.10.04
4 1 AZMI BINTANG ADHARA L 80 80
1718.10.04
5 8 DEA TARISA P 77 78
1718.10.04
6 9 DEBI CANDRA NUGRAHA L 78 80
1718.10.05
7 5 DENA ROSALINA P 76 77
1718.10.05
8 9 DEVINA PEBRIYANTI P 76 78
1718.10.06
9 4 DIKA PERMANA L 78 82
1718.10.07
10 3 EGA GUNTUR RAHAYU L 77 79
1718.10.07
11 8
EMBYE PUTRI RAHAYU P 80 81
1718.10.08
12 1 ERICK HUSNI MUBAROK L 76 79
1718.10.09
13 5 GISSA FARIKHA JULIANI P 77 79
1718.10.13
14 2 LUTHFI FAUZAN L 76 78
1718.10.13
15 7 MILNA AULIA MUSLIMAT P 77 79
1718.10.14
16 5 NACKEU RATNA NINGRUM P 78 82
17 1718.10.14 NADIA NUR APRILIANI P 79 81

Praktikum 3 Statistik Terapan Pendidikan 0


6
1718.10.15
18 9 POEJA MAWARNI P 78 79
1718.10.17
19 3 REPI APIANTI P 80 80
1718.10.17
20 5 RESA SAGITA P 81 81
1718.10.17
21 8 REZA MUHAMAD AROPAT L 77 78
1718.10.18
22 3 RIKI FAUZI L 77 77
1718.10.20
23 0 SANDIKA L 76 79
1718.10.20
24 1 SANIA RANTIKA P 79 80
1718.10.21
25 4 SINDI YULIA ARIANTI P 78 81
1718.10.22
26 0 SITI NURJANAH P 76 78
1718.10.23
30 5
SYLVIA ARYA RAIPANCA P 76 79
1718.10.24
27 9 UCI NURHAKIM P 77 80
1718.10.25
28 0 YESI YUSMAN P 78 81
1718.10.25
29 1 YETI ROSALINA P 79 80

C. Analisis Data
Berdasarkan data 2 nilai hasil ulangan harian untuk mata pelajaran
PAI di kelas XII IPA 3 SMA Negeri 7 Garut tersebut di atas sebelum dan
sesudah menggunakan model role playing, penulis mencoba mengolah data
tersebut dengan menggunakan SPSS versi 26 untuk mengetahui normalitas
data dengan menggunkan t-Test.
1. Pengujian Normalitas Data
Dalam uji normalitas data dengan menggunakan SPSS versi 26 ada dua
metode yaitu Kolmogorov-Smirnov dan Shapiro-Wilk. Hasil uji
normalitas data dapat kita lihat sebagai berikut :

Case Processing Summary


Cases
Valid Missing Total

Praktikum 3 Statistik Terapan Pendidikan 0


N Percent N Percent N Percent
Sebelum_RP 30 100.0% 0 0.0% 30 100.0%
Sesudah_RP 30 100.0% 0 0.0% 30 100.0%

Gambar 1 : Case Processing Summary

Tests of Normality
Kolmogorov-Smirnova Shapiro-Wilk
Statistic df Sig. Statistic df Sig.
Sebelum_RP .173 30 .022 .909 30 .014
Sesudah_RP .156 30 .059 .943 30 .109
a. Lilliefors Significance Correction

Gambar 2 : Test of Normality


Nilai Sig sebelum model Role Playing pada Kolmogorov-Smirnov
adalah 0,022 itu berarti lebih kecil ( < ) dari 0,05, dan pada Shapiro-
Wilk adalah 0.14. Itu berarti lebih besar ( > ) dari 0,05.
Sedangkan nilai sig sesudah menggunkan model Role Playing pada
Kolmogorov-Smirnov adalah 0,059 itu berarti lebih besar ( > ) dari
0,05, dan pada Shapiro-Wilk adalah 0.109. Itu berarti lebih besar ( > )
dari 0,05.
Berdasarkan pedoman pengambilan keputusan :
a. Jika nilai sig ( signifikansi/nilai probabilitas) < 0,05, maka distribusi
tidak normal.
b. Jika nilai sig (signifikansi/nilai probabilitas) > 0,05, maka distribusi
normal.
Maka penyusun menyatakan bahwa data skor nilai ulangan harian PAI
Kelas XII IPA 3 SMA Negeri 7 Garut sebelum dan sesudah
menggunakan Model Role Playing adalah “Berdistribusi Normal”.

Untuk lebih menguatkan maka mari kita lihat tampilan Normal Q-Q Plot
Skor Nilai Ulangan Harian Sebelum dan Sesudah Model role Playing di
bawah ini :

Praktikum 3 Statistik Terapan Pendidikan 0


Gambar 3 :
Normal Q-Q Plot of Skor Sebelum Role Playing

Gambar 4 :
Normal Q-Q Plot of Skor Sesudah Role Playing

Dari tampilan Normal Q-Q Plot sebelum dan sesudah model role Playing
terlihat bahwa data (titik-titik) kebanyakan berkumpul atau mendekati
pada garis lurus, hal ini menunjukan bahwa data skor Nilai Ulangan
Harian “Berdistribusi Dengan Normal”.

2. Perumusan Hipotesis

Praktikum 3 Statistik Terapan Pendidikan 0


Margono (2004: 80) menyatakan bahwa hipotesis berasal dari perkataan
hipo (hypo) dan tesis (thesis). Hipo berarti kurang dari, sedangkan tesis
berarti pendapat1. Jadi hipotesis adalah suatu pendapat atau kesimpulan
yang sifatnya masih sementara. Hipotesis merupakan suatu kemungkinan
jawaban dari masalah yang diajukan. Hipotesis timbul sebagai dugaan
yang bijaksana dari peneliti atau diturunkan (deduced) dari teori yang
telah ada.
Berdasarkan pengertian di atas maka penyusun mencoba menentukan
hipotesis sebagai berikut :

Ho : Tidak terdapat perbedaan kemampuan pemahaman PAI siswa


sebelum dan sesudah mengikuti pembelajaran dengan model
Role Playing.
H1 : Terdapat perbedaan kemampuan pemahaman PAI siswa
sebelum dan sesudah mengikuti pembelajaran dengan model
Role Playing.

Untuk menguji hipotesis data ini penyusun menggunakan Uji t untuk dua
sampel saling berhubungan/berpasangan ( Paired Sample Test ) dengan
membandingkan dua mean dari dua sampel yang berpasangan karena
data berdistribusi dengan normal, sehingga di hasilkan data statistik
sebagai berikut :

Paired Samples Statistics


Mean N Std. Deviation Std. Error Mean
Pair 1 Sebelum_RP 77.8000 30 1.47157 .26867
Sesudah_RP 79.5667 30 1.40647 .25679

Gambar 5 :
Paired samples Statistic

1
Margono. 2004. Metodologi Penelitian Pendidika. Jakarta: Rineka Cipta

Praktikum 3 Statistik Terapan Pendidikan 0


Terlihat ringkasan statistic dari kedua sampel untuk skor sebelum dan
sesudah penerapan model Role Playing. Untuk skor sebelum diterapkan
Model Role Playing ( mean ) rata-ratanya adalah 77,8000 dan skor
sesudah diterapkannya Model Role Playing adalah 79,5667.

Paired Samples Correlations


N Correlation Sig.
Pair 1 Sebelum_RP & Sesudah_RP 30 .690 .000

Gambar 5 :
Paired samples Correlation
Berdasarkan hasil korelasi antara kedua variable menghasilkan nilai sig
sebesar 0,000 ( sig < 0,05 ) hal ini menunjukkan bahwa antara kedua
variable tersebut terdapat hubungan, untuk melihat kuatnya hubungan
tersebut dari nilai korelasi yaitu 0,690 kita bandingkan nilai korelasi
tersebut dengan rentang di bawah ini :

Koefisien Kekuatan Hubungan


0,00 Tidak ada hubungan
0,01 - 0,09 Hubungan kurang berarti
0,10 – 0,29 Hubungan lemah
0,30 – 0,49 Hubungan moderat
0,50 – 0,69 Hubungan kuat
0,70 – 0,89 Hubungan sangat kuat
. > 0,90 Hubungan mendekati sempurna

Memperhatikan rentang nilai tersebut, maka kuatnya hubungan dari nilai


korelasi yaitu 0,690. Nilai 0,069 berada pada rentang 0,50 – 0,69 berarti
mengandung pengertian korelasi antara skor kemampuan pemahaman
PAI sebelum dan sesudah di terapkan Model Role Playing adalah
memiliki “hubungan kuat”.

Praktikum 3 Statistik Terapan Pendidikan 0


Dan untuk melihat perbedaan skor sebelum dan sesudah diterapkannya
model Role Playing dapat di lihat dari gambar berikut ini :

Paired Samples Test


Sig. (2-
Paired Differences t df tailed)
95% Confidence
Std. Interval of the
Std. Error Difference
Mean Deviation Mean Lower Upper
Pair Sebelum_RP - -1.76667 1.13512 .20724 -2.19053 -1.34280 -8.525 29 .000
1 Sesudah_RP

Gambar 6 :
Paired samples Test
Berdasarkan data gambar di atas maka untuk menentukan hipotesis
mengacu kepada :
a. Jika Nilai Sig > 0,05 maka Ho di terima
b. Jika Nilai Sig < 0,05 maka Ho di tolak

3. Kesimpulan Dari Hasil Pengujian Hipotesis


Berdasarkan tampilan output Paired Samples Test terlihat bahwa Nilai
Sig adalah 0,000. Karena nilai Sig < 0,05, maka Ho ditolak dan H1
diterima, sehingga dapat di tarik kesimpulan bahwa :
a. Terdapat kenaikan nilai rata-rata ( mean ) sebelum dan sesudah di
terapkan model Role Playing
b. Terdapat perbedaan kemampuan pemahaman PAI siswa sebelum
dan sesudah mengikuti pembelajaran dengan menggunakan model
Role Playing
c. Kemampuan pemahaman PAI siswa sebelum dan sesudah di
terapkannya model Role Playing berbeda secara signifikan.

D. Penutup
Demikianlah penyajian data statistik inferensial nilai ulangan harian
mata pelajaran PAI Kelas XII IPA 3 SMA Negeri 7 Garut ini kami sajikan

Praktikum 3 Statistik Terapan Pendidikan 0


sebagai bahan latihan praktikum 3 untuk mata kuliah Statistik Terapan
Pendidikan yang di ampu oleh Ibu Prof. Dr. Hj. Rahayu Kariadinata, M.Pd
dan Ibu Dr. Elis Ratnawulan, S.Si., MT.
Semoga Allah SWT memberikan kemudahan kepada penulis
khususnya umumnya kepada siapapun yang membaca mini laporan ini, untuk
dapat bekerja lebih baik berdasarkan data yang valid.

Bandung, 31 Maret 2020


Mahasiswa,

Ayi Hadiyat, Aji Rahmadi, Asep Hernawan


NIM. 2190040038, NIM. 2190040035 NIM. 2190040006

Praktikum 3 Statistik Terapan Pendidikan 0