Anda di halaman 1dari 7

ASUAHAN KEPERAWATAN JIWA PADA TN “A” DENGAN DIAGNOSA

KEPERAWATAN HALUSINASI PENGELIHATAN DI RUANG


KENANGA RUMAH SAKIT JIWA MUTIARA SUKMA

A. Pengkajian
1. Data pasien
Nama : Tn”A”
Tanggal Lahir : 18-04-1999
Umur : 21 Tahun
Jenis Kelamin : Laki-Laki
Agama : Islam
Suku : Bugis
Pekerjaan : -
2. Data keluarga
Nama : Ny”S”
Umur : 50 Tahun
Jenis Kelamin : Perempuan
Alamat : Parraddo, Bima
Agama : Islam
Suku : Bugis
Pendidikan : SD
Hub. Dengan klien : Ibu klien
3. Alasan masuk
a. Alasan masuk
Ibu klien mengatakan anaknya pernah putus obat selama 4
bulan, merokok terus menerus, sulit tidur dan muncul lagi
halusinasinya yaitu sering melihat bayangan hitam
MK : Halusinasi penglihatan
b. Keluhan saat dikaji
Klien mengatakan sering melihat bayangan hitampada siang
dan malam hari, klien mengatakan gelisah dan ada sedikit rasa
marah, klien terlihat gelisah dan mondar-mandir dan tegang, tidak
mau diajak ngomong selain ibunya dan selalu menghindar, kontak
mata kurang dan selalu mengepalkan tangan
MK : Halusinasi Pengelihatan dan Resiko prilaku kekerasan
4. Factor Predisposisi
a. Peyakit yang pernah dialami
Kurang lebih 6 tahun dari tahun 2016 klien pernah mengalami
gangguan jiwa dan penyakit klien kambuh karena klien putus obat
selama 4 bulan.
b. Pengobatan sebelumnya
Ibu klien mengatakan pengobatan sebelumnya berhasil, akan
tetapi penyakit klien kambuh karena putus obat 4 bulan
c. Aniaya fisik
Ibu klien mengatakan klien tidak pernah melakukan kekerasan
baik terhadap dirinya maupun orang lain.
d. Adakah anggota keluarga yang mengalami gangguan jiwa
Ibu klien mengatakan keluarganya tidak ada yang mengalami
gangguan jiwa hanyak si klien saja
e. Pengalaman masa lalu yang tidak menyenangkan
Ibu klien mengatakan masa lalu yang tidak menyenangkan
ketika anaknya olok-olok oleh temannya.
5. Fisik
a. TTV
TD : 110/70 mmHg
Nadi : 82 x/menit
Suhu : 36.5oC
Respirasi : 20 x/menit
b. Ukur
TB : 167 Cm
BB : 38,9 Kg
c. Keluhan fisik
Klien tidak memiliki keluhan fisik
6. Psikososial
a. Genogram

Keterangan = : laki - laki

: perempuan

: garisperkawinan

: pasien

b. Konsep diri
1) Citra tubuh
Ibu klien mengatakan klien suka dengan semua nggota
tubuhnya.
2) Indentitas diri
Klien dapat menyebutkan nama, tanggal lahir, dan
mengakui umurnya 21 tahun
3) Peran
Klien sebagai anak pertama dan klien belum mampu
membantu orang tua dalam kegiatan dirumah
4) Ideal diri
Klien ingin kembali normal dan klien ingin pulang
kerumahnya dan bertemu dengan keluarga dan temannya.
5) Harga diri
Klien terlihat mau bergaul dengan temannya diruangan
tempatnya dirawat dan terlihat baik sama temannya.
c. Hubungan social
1) Orang yang berarti
Orang yang berarti dalam diri klien ibunya, karena ketika
ibunya datang klien terlihat gembira dan mau berbicara.
2) Peran serta dalam kegiatan kelompok/masyarakat
Dalam kegiatan kelompok masyarakat klien belum bisa
melakukan hanya klien dapat berintraksi dengan teman sekitar.
3) Hambatan dalam berhubungan dengan orang lain
Klien terlihat mau bergaul tetapi klien terlihat masih
gelisah dan mondar-mandir atau tidak tenang
d. Spiritual
1) Nilai dan keyakinan
Ibu klien mengatakan klien beragama islam
2) Kegiatan ibadah
Klien terlihat terkadang mau mengerjkan shalat ketiak
diajak oleh temannya
7. Status mental
a. Penampilan
Klien terlihat belum rapi dalam berpakaian, klien belum
mampu dalam berhias diri seperti menyisir rambut, dan belum bisa
meeawat dirinya
MK : Deficit perawatan diri
b. Pembicaraan
Saat dilakukan wawancara bicara klien pelan
MK : Halusinasi
c. Aktivitas motorik
Saat pengkajian klien klien tampak tegang, agitasi (gerakan
motorik yang menujukan ketegangan) dan mondar mandir
MK : Resiko perilaku kekerasan
d. Alam perasaan
Saat pengkajian klien merasa khawatir karena sering melihat
bayangan hitam
MK : Halusinasi pengelihatan
e. Afek
Klien terlihat emosional klien terlihat tumpul dan labil, emosi
berubah secara cepat.
MK : Resiko prilaku kekerasan dan Halusinasi
f. Interaksi selama wawancara
Saat dilakukan wawancara kontak mata klien kurang
MK : Resiko prilaku kekerasan dan halusinasi
g. Persepsi
Ibu klien mengatakan halusinasi penglihatan terkadang muncul
saat klien didalam kamar pada malam siang dan malam hari.
MK : Halusinasi penglihatan
h. Proses fikir
Saat dilakukan wawancara pembicaraan terhenti secara tiba-
tiba tanpa gangguan
i. Isi pikir
Saat dilakukan wawancara klien sering khawatir karena
bayangan hitam selalu muncul yang menyebabkan pikiran klien
tidak beraturan
MK : Halusinasi penglihatan
j. Tingkat kesadaran
Saat dilakukan wawancara klien tampak bingung, mondar-
mandir
MK : Resiko prilaku kekerasan dan Halusinasi
k. Memori
1) Jangka panjang
Klien mengatakan masih ingat dimana sekolah dulu waktu SMA
2) Jangka pendek
Klien mengatakan masih ingat dengan nama perawat yang
datang kepadanya
3) Saat ini
Klien mengatakan masih nama perawat saat berkenalan
dan menyebutkan langsung
l. Tingkat konsentrasi dan berhitung
Saat dilakukan wawancara klien tidak mampu berhitung dan
mengurangi atau menjumlahkan angka
m. Kemampuan penilaian
Saat pengkajian klien mampu meilih mandi dulu sebelum
makan atau makan dulu sebelum mandi (gangguan kemampuan
penilaian ringan)
n. Daya tilik diri
Saat dilakukan wawancara klien mampu dan tahu kalau dirinya
saat mengalami sakit.
8. Kebutuhan persiapan pulang
a. Makan
Klien mampu makan secara mandiri
b. BAB/BAK
Klien mampu BAB/BAk secara mandiri
c. Mandi
Klien mampu mandi secara mandiri 3 kali sehari
d. Berpakaian
Klien mampu berpakian secara mandiri
e. Istirahat tidur
Klien mampu tidur dan istirahat secara teratur
f. Penggunaat obat
Klien mampu minum obat secara mandiri ketika sudah masuk
jadwal minum obat
9. Kurang pengetahuan tentang
Klien mengatakan mengerti dengan penyakit yang dialaminya saat
ini dan ibu klien selalu memotivasi dan menyemangati klien
10. Aspek medic
a. Diagnose medik : Skyzo Paranoid
b. Therapy medik :
1) Haloperidol 2 x 5 mg
2) Arkine 2 x 2 mg
c. Daftar masalah keperawatan
1) Halusinasi pengelihatan
2) Resiko prilaku kekerasan
3) Deficit perawatan diri
11. Analisa data
No Data Masalah keperawatan
1 DS : Halusinasi pengelihatan
Klien mengatakan sering melihat bayangan
hitampada siang dan malam hari
DO :
1. Kontak mata kurang
2. Klien tampak tegang
3. Klien terlihat emosional klien terlihat
tumpul dan labil, emosi berubah secara
cepat.
4. Klien terlihat gelisah dan mondar-mandir
dan tegang, tidak mau diajak ngomong
selain ibunya dan selalu menghindar, kontak
mata kurang dan selalu mengepalkan tangan
2 DS : Resiko prilaku
1. Klien mengtakan gelisah, sedikit rasa marah kekerasan
DO :
1. Klien terlihat gelisah dan mondar-mandir
dan tegang, tidak mau diajak ngomong
selain ibunya dan selalu menghindar, kontak
mata kurang dan selalu mengepalkan tangan
2. klien tampak tegang, agitasi (gerakan
motorik yang menujukan ketegangan) dan
mondar mandir
3. Klien terlihat emosional klien terlihat
tumpul dan labil, emosi berubah secara
cepat.
3 DS : Deficit perawatan diri
Ibu klien mengatakan anaknya belum bisa sisir
rambut sendiri
DO :
Klien terlihat belum rapi dalam berpakaian,
klien belum mampu dalam berhias diri seperti
menyisir rambut, dan belum bisa merawat
dirinya

12. Pohon masalah


Resiko perilaku kekerasan
(Diri sendiri, Orang lain, Lingkungan dan verbal)

Gangguan Persepsi Sensori : Halusinasi DPD

Isolasi Sosial
B. Diagnosa Keperawatan
1. Halusinasi pengelihatan
2. Resiko prilaku kekerasan
3. Deficit perawatan diri