Anda di halaman 1dari 4

Nama : Wida Sukmawati

NIM : 108117037

1. Kondisi Covid 19 yang terkait saat sudah masuk kategori pandemi... mengapa
demikian?
Jawab :
" Pandemi virus corona adalah masalah kesehatan, komando ada pada
Menkes. Tapi karena ini juga penyakit zoonomic, yang berasal dari binatang,
maka juga perlu lintas sektor," ujar Nafsiah dalam diskusi bertajuk Menghadapi
Covid-19 Coronavirus di Indonesia, Sabtu (14/3/2020). Ketika H1N1 dinyatakan
sebagai pandemi, Menkes saat itu langsung melakukan pendekatan public
health, sehingga standar operasional penanganan wabah ini dapat segera
tersusun.
Nafsiah menilai upaya Indonesia menghadapi pandemi virus corona
dengan menunjuk Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sudah
menjadi langkah yang cukup tepat.
"Tetapi (wabah Covid-19) dianggap sebagai bencana seluruh Indonesia,
harus dipersiapkan dengan baik, seperti saat menghadapi pandemi flu burung,"
jelas dia. Intinya, kata alumni Public Health Harvard University ini, untuk
menghadapi pandemi virus corona yang sebabkan penyakit Covid-19 adalah
dengan pendekatan kesehatan masyarakat terpusat.
2. Mengapa di Italia kasus Corona meningkat dengan cepat dan memakan korban
jiwa
Jawab :
Karena banyaknya populasi orang tua. Virus corona diketahui lebih
rentan mengancam orang tua atau orang – orang dengan kondisi kesehatan yang
lemah. Dan juga mobilisasi tinggi warga italia yang lebih mudah cenderung
memiliki interaksi tinggi dengan orang tua mereka, orang – orang muda yang
bekerja dan berinteraksi di kota – kota mungkin tertular virus corona disana dan
membawanya pulang kerumah.
3. Mengapa Gubernur DKI dalam penanganan Corona virus berkonsultasi dengan
ahli epidemiologi?
Jawab :
"Konsultasi kita banyak dengan ahli epidemiologi yang menguasai
wabah. Menurut Anies, ini harus jadi perhatian. Seringkali kita bicara Covid-19,
cara penyembuhannnya memang betul tapi karena ini kejadiannya serempak.
Health care system kemampuannya terlampaui yang harus ditangani. Apa yang
dilakukan banyak tempat? Bergerak di awal mencegah perluasan jika ada kasus
atau lebih rileks membiarkan tumbuh ketika menanjak [baru] dilakukan langkah
cepat," lanjutnya.
Langkah yang diambil oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta
adalah dengan memonitor harian perkembangan pasien positif corona di Jakarta.
Melihat lonjakan data pasien positif corona yang sangat tajam, Anies Baswedan
memutuskan untuk menerapkan limit movement.
4. Apa tujuan dilakukan Sosial Distance..
Jawab :
Dilansir dari Washington State Department of Health, social distancing
secara sederhana diartikan sebagai memberikan jarak antara diri sendiri dengan
orang lain. Hal ini dilakukan untuk mencegah penularan penyakit tertentu antar
individu.
Lebih lanjut, masyarakat diimbau untuk tidak berada dalam kerumunan,
karena bisa menimbulkan kontak dekat yang berpotensi besar menyebarkan
virus. Pakar kesehatan menyatakan, saat melakukan social distancing, penting
bagi masyarakat untuk memberi jarak minimal 1 meter dengan orang lain.
Tidak heran, pemerintah saat ini mengimbau warga untuk bekerja dan
belajar dari rumah untuk mengurangi kontak dekat antar individu. Namun dalam
social distancing tidak ada pembatasan suatu wilayah. Orang masih
diperbolehkan masuk di satu wilayah meski di daerah tersebut sudah terdeteksi
ada yang positif terkena virus.
5. Apa saja peran kita dalam situasi saat ini sebagai perawat di RS, di Puskesmas
dan di Masyarakat.. di wilayah zona merah dan di luar zona merah...
Jawab :
Di RS : Dalam pelayanan kesehatan, terutama dalam kondisi wabah
Covid-19 saat ini, perawat mempunyai beberapa peran, yaitu sebagai care giver
yang merupakan peran utama dimana perawat akan terlibat aktif selama 24 jam
dalam memberikan asuhan keperawatan ditatanan layanan klinis seperti di
rumah sakit. Selain itu, perawat juga mempunyai peran sebagai edukator,
dimana berperan sebagai tim pendidik yang memberikan edukasi kepada pasien,
keluarga dan masyarakat. Perawat berperan dalam memperkuat pemahaman
masyarakat terakit dengan apa dan bagaimana covid-19, pencegahan dan
penularan, serta bagaimana meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang
tanda dan gejala.
Di puskesmas : peran kita dipuskesmas ajarkan masyarakat agar selalu
menjaga kebersihan diri dan beri penjelasan agar dirumah saja agar tidak keluar
rumah untuk hal – hal yang kurang bermanfaat.
Di masyarakat : pertama, keprihatinan mendalam atas situasi yang terjadi.
Kedua, mendorong pemerintah untuk memperkuat peran promotif dan preventif
puskesmas untuk secara aktif melakukan kegiatan edukasi, pemantuan dan
penanganan covid-19 yang berbasis komunitas (community based). Ketiga
mengajak para pengurus daerah beserta ahli kesehatan masyarakat seindonesia
untuk memonitor dan mengevaluasi kebijakan pemerintah terkait kasus ini;
melaksanakan berbagai kegiatan edukasi dan penyebarluasan informasi
pencegahan covid-19 ke masyarakat; menyediakan informasi terkini, ilmiah,
berbasis bukti mengani covid-19 serta meluruskan berbagai hoax terkait yang
beredar di tengah masyarakat. Keempat erus menghimbau kepada masyarakat
untuk mengikuti rekomendasi terkait pencegahan covid-19. Tindakan
kewaspadaan masyarakat antara lain : mencuci tangan pakai sabundengan air
mengalir selama sedikitnya 20 detik, jika tidak tersedia sabun dan air dapat
menggunakan pembersih tangan berbasis alkohol.
Di zona meran dan diluar zona merah : peran kita harus selalu berhati –
hati terhadap virus yang menyebar saat ini, budayakan selalu menjaga
kebersihan, lakukan sosial distance, kurangi aktivitas diluar rumah, dan hindari
berkumpul ditempat yang ramai agar tidak menyebabkan penyebaran virus
bertambah.
6. Diagnosa keperawatan apa yang muncul untuk masyarakat yang berada di zona
merah, dekat zona merah dan jauh dari zona merah..
Jawab :
1. Untuk daerah yang zona merah..
Defisiensi kesehatan (karena sudah ada kasus)
Perilaku berisiko
2. Untuk zona kuning
Perilaku berisiko (banyaknya orang yang tidak melakukan sosial distancing)
3. Zona jijau
Kurang pengetahuan..
7. Apa saja terapi modalitas yang bisa dimanfaatkan pada pencegahan primer,
sekunder dan tersier
Jawab :
Pencegahan primer : health education dan penkes tentang cara cuci tangan yang
benar dan etika batuk
Pencegahan sekunder (fase awal atau gejala awal) : tarik nafas dalam saat
bangun tidur di pagi hari, terapi peregangan otot
Pencegahan tersier : dengan berdzikir dan berdoa lebih mendekatkan diri kepada
allah swt serta rehabilitasi