Anda di halaman 1dari 1

Asmadi. (2008).

Konsep dan Aplikasi Kebutuhan Dasar


Klien.. Jakarta :Salemba Medika

Dochterman, J. m & Bulechek, G. M. (2004). Nursing


Interventions Classification. Mosby : Elsevier.

Moorhead, S, Johnson, M, et al. (2004). Nursing Outcomes


Classification. Mosby: Elsevier.
program pembatasan gerak
NANDA International. (2015). Diagnosa Keperawatan : transfer performance (0210)
Definisi dan Klasifikasi 2015-2017. Jakarta: EGC Kedokteran.
selfcare :ADLs (0300) nyeri
Potter, P. A. & Perry, A. G. (2006). Buku Ajar Fundamental
Keperawatan. Jakarta. EGC :Kedokteran.
mobility level (0208)
Tarwoto & Wartonah. (2003). Kebutuhan Dasar Manusia & kurang pengetahuan tentang nilai aktivitas fisik
Proses Keperawatan. Jakarta : Salemba Medika. Kepustakaan joint movement : active (0206)
outcome
kekuatan otot kontraktur
fungsional
tingkat kemampuan aktivitas

rentang gerak intervensi kerusakan integritas struktur tulang

excercise therapy : ambulation (0221)


indeks KATZ/Barthel
kepercayaan budaya tentang aktivitas yang tepat
cara berjalan
Intervensi
Keperawatan keengganan memulai aktivitas
skelet tubuh

tulang belakang kaku sendi


sistem persendian keterbatasan dalam gerakan
pemeriksaan fisik fisik satu atau lebih ekstremitas intoleran aktivitas
sistem otot secara mandiri dan terarah
Pengkajian
Definisi IMT di atas persentil ke-75 sesuai usia
kulit dan sirkulasi perifer Fokus

fisik tidak bugar


abnormalitas (tumor atau penyempitan jalur jaringan lunak
melalui tulang dll) agens farmaseutikal

ansietas
MRI
Faktor yang depresi
kepadatan tulang, tekstur, perubahan sendi berhubungan
disuse
sinar X
Pemeriksaan
Penunjang HAMBATAN MOBILITAS FISIK
gangguan fungsi kognitif
tumor jaringan lunak atau cedera ligamen atau tendon, lokasi
CT-Scan
dan panjangnya patah tulang
gangguan metabolisme

Laboratorium ketidaknyamanan
gangguan neuromuskular

Hb rendah pada trauma, Ca rendah pada imobilisasi lama, kesulitan membolak-balik posisi
alkali fospat meningkat, Kalium rendah, kreatinin dan SGOT gangguan sensoriperseptual
meningkat pada kerusakan otot
Tanda
gerakan tidak terkoordinasi
dan Gejala gaya hidup kurang gerak
perubahan eliminasi
Komplikasi
meningkatkan perhatian pada aktivitas orang lain dipsnea setelah beraktivitas

perubahan sistem muskuloskeletal keterlambatan perkembangan


mengendalikan perilaku
melakukan aktivitas lain sebagai
fokus pada aktivitas sebelum sakit pengganti pergerakan perubahan metabolik
kurang dukungan lingkungan

gangguan sikap berjalan ketidakseimbangan cairan dan elektrolit


malnutrisi
gerakan lambat gangguan perubahan zat gizi

gangguan fungsi gastrointestinal


gerakan spastik penurunan kekuatan otot

perubahan sistem pernapasan


instabilitas postur
penurunan kendali otot
KUSUMAWATI perubahan kardiovaskular
keterbatasan rentang gerak
22020117220118
penurunan kemampuan melakukan keterampilan motorik perubahan sistem integumen penuruna massa otot
Profesi Ners XXXI kasar
Universitas Diponegoro penurunan kemampuan melakukan keterampilan motorik
perubahan perilaku
halus penurunan ketahanan tubuh
Semarang 2018

penurunan waktu reaksi

tremor akibat bergerak