Anda di halaman 1dari 5

PENGKAJIAN DALAM PROSES KEPERAWATAN SEBAGAI DASAR

TINDAKAN PERAWATAN PASIEN

Minda Ihsaniah Nasution / 181101038

mindainasution@gmail.com

Abstrak

Pengkajian mungkin adalah langkah paling kritis dalam proses keperawatan. Bila langkah ini tidak
diselesaikan dalam cara berpusat-klien, perawat akan kehilangan kendalı rerhadap langkah proses
keperawatan selanjutnya. Tanpa pengkajian keperawatan yang tepat, tidak akan ada diagnosis
keperawatan berpusat-klien, dan tanpa diagnosis keperawatan yang tepat, tidak akan ada intervensi
keperawatan yang berdasar-bukti, berpusat-klien, dan mandiri. Pengkajian tidak boleh dilakukan
untuk hanya mengisi ruang kosong dari sebuah form atau layar computer.

Kata Kunci : perawat, keperawatan, pengkajian

Latar Belakang Untuk mengetahui pengkajian dalam


proses keperawatan.
Pengkajian adalah upaya mengumpulkan
data secara lengkap dan sistematis
untukdikaji dan dianalisis sehingga
Metode
masalah kesehatan dan keperawatan yang
di hadapipasien baik fsik, mental, sosial Metode yang saya gunakan adalah
maupun spiritual dapat ditentukan.tahap literature review dimana dilakukan
inimencakup tiga kegiatan,yaitu dengan cara menganalisis kajian dan
pengumpulan data, analisis data dan eksplorasi jurnal, text book, maupun e-
penentuan masalah kesehatan serta book yang relevan.
keperawatan.

Tujuan
Hasil dikelola berdasarkan pola atau kategori
data terkait. Dasar dari diagnosis
Setelah melakukan analisis literature,
keperawatan adalah penalaran klinis.
didapatkan hasil bahwa pengkajian dalam
Penalaran klinis mencakup penggunaan
proses keperawatan sebagai dasar
penilaian klinis untuk memutuskan apa
tindakan perawatan pasien.
yang salah dengan pasien, dan pembuatan
keputusan klinis untuk memutuskan apa
yang perlu dilakukan (Levett-Jones et al,
Pembahasan 2010). Penilaian klinis adalah

Pengkajian mencakup pengumpulan "interpretasi atau kesimpulan tentang

informasi subjektif dan objektif (mis., kebutuhan pasien, kekhawatiran, atau

tanda vital, wawancara pasien/keluarga, masalah kesehatan, dan/atau keputusan

pemeriksaan fisik) dan peninjauan untuk mengambil tindakan (atau tidak)"

informasi riwayat pasien yang diberikan (Tanner, 2006, hal. 204). Masalah utama,

oleh pasien/keluarga, atau ditemukan atau fokus diagnostik, mungkin jelas di

dalam rekam medik. Perawat juga awal penilaian (mis., kerusakan integritas

mengumpulkan informasi tentang kulit, kesepian) dan memungkinkan

kekuatan pasien/keluarga (untuk perawat untuk memulai proses diagnostik.

mengidentifikasi peluang promosi Sebagai contoh, pasien dapat melaporkan

kesehatan) dan risiko (untuk mencegah rasa sakit dan/atau menunjukkan agitasi

atau menunda potensi masalah). sambil memegang bagian tubuh. Perawat

Pengkajian dapat didasarkan pada teori akan mengenali ketidaknyamanan klien

keperawatan tertentu seperti yang berdasarkan laporan klien dan/atau

dikembangkan oleh Florence Nightingale, perilaku sakit. Perawat ahli dapat dengan

Wanda Horta, atau Sr. Callista Roy, atau cepat mengidentifikasi kelompok

pada kerangka pengkajian standar seperti petunjuk klinis dari data pengkajian dan

Pola Kesehatan Fungsional Menurut dengan mulus maju ke diagnosis

Marjory Gordon. Kerangka ini keperawatan. Perawat pemula mengambil

menyediakan cara mengategorikan data proses yang lebih berurutan dalam

dalam jumlah besar ke dalam jumlah yang


menentukan diagnosis keperawatan yang tersebut menjadi informasi perawat
tepat. melalui observasi.

Apa bedanya data subjektif dan


objektif? nyeri Perawat mengumpulkan
Langkah kedua dalam proses adalah
dan mendokumentasikan dua jenis data
mengonversi data informasi. Tujuannya
yang berhubungan dengan pasien: data
untuk membantu kita mempertimbangkan
subjektif dan objektif. Sementara dokter
data apa yang kita kumpulkan dalam
menilai data objektif atas subjektif untuk
pengkajian skrining mungkin berarti, atau
diagnosis medis, perawat menilai kedua
untuk membantu mengidentifikasi data
jenis data untuk diagnosis keperawatan
tambahan yang perlu dikumpulkan. Istilah
(Gordon, 2008). Apa perbedaan antara
"informasi" dan "data" kadang-kadang
data subjektif dan objektif? Cambridge
digunakan secara bergantian, tetapi
Dictionary On-Line (2017)
karakteristik aktual data dan informasi
mendefinisikan subjektif sebagai
sangat berbeda. Dalam rangka memiliki
“dipengaruhi atau berdasarkan perasaan
pemahaman yang lebih baik dari
atau keyakinan bukan fakta"; objektif
pengkajian dan diagnosis keperawatan,
adalah “tidak dipengaruhi oleh keyakinan
sangat berguna untuk mengambil waktu
dan perasaan seseorang; adil atau nyata."
sejenak untuk membedakan data dari
Satu hal yang harus berhati-hati di sini
informasi.
adalah ketika istilah ini digunakan dalam
konteks pengkajian keperawatan, mereka
memiliki makna yang sedikit berbeda dari
Data adalah fakta-fakta mentah yang
definisi kamus umum ini. Meskipun ide
dikumpulkan oleh dan dari data subjektif
dasar tetap sama, “subjektif" tidak berarti
yang diberikan oleh klien/keluarga.
keyakinan perawat, tetapi subjek asuhan
Perawat mengumpulkan data dari pasien
keperawatan: pasien/keluarga/ kelompok/
(atau keluarga/kelompok/masyarakat) dan
komunitas. Selain itu, "objektif"
kemudian menggunakan pengetahuan
menandakan fakta-fakta yang diamati
keperawatan, kemudian mengubah data
oleh perawat atau profesional kesehatan
lainnya. Dengan kata lain, data subjektif menggunakan sentuhan. Selain itu,
berasal dari laporan lisan pasien perawat menggunakan berbagai
mengenai persepsi dan pemikiran tentang instrumen dan alat-alat pada pasien untuk
kesehatannya, kehidupan sehari-hari, mengumpulkan data numerik (mis., berat
kenyamanan, hubungan, dan sebagainya. badan, tekanan darah, saturasi oksigen,
tingkar nyeri). Untuk mendapatkan data
yang objektif yang dapat diandalkan dan
Perawat mengumpulkan data-data akurar. perawat harus memiliki
subjektif melalui proses pengambilan pengetahuan dan keterampilan yang
riwayat sakit atau wawancara. sesuai untuk melakukan pengkajian fisik
Pengambilan riwayat sakit pasien tidak dan menggunakan alat-alat standar atau
hanya meminta pasien satu per satu perangkat pemantauan.
dengan menggunakan format rutin. Untuk
mendapatkan data yang akurat dari
pasien, perawat harus menggunakan Penutup
keterampilan mendengarkan secara aktif,
Pengkajian merupakan tahap pertama
dan menggunakan pertanyaan terbuka
dalam pelaksanaan asuhan keperawatan
sebanyak mungkin, terutama pertanyaan
kemudian diikuti 3 tahapan selanjutnya
lanjutan ketika teridentifikasi data
yaitu diagnosa keperawatan, perencanaan
abnormal yang potensial. Data objektif
hingga evaluasi. Agar pelaksanaan asuhan
adalah hal-hal yang perawat amati tentang
keperawatan dapat berjalan dengan baik
pasien. Data objektif yang dikumpulkan
tahapan tersebut harus dilaksanakan
melalui pemeriksaan fisik dan hasil tes
dengan sistematis. Agar semua tahapan
diagnostik. Di sini, "mengamati" tidak
sistematis maka tahapan pertama yaitu
hanya berarti penggunaan penglihatan:
pengkajian keperawatan harus dipahami
memerlukan penggunaan semua indra.
dengan baik dan dilaksanakan dengan
Sebagai contoh, perawat melihat
baik pula, untuk itu kami disini coba
penampilan umum pasien, mendengarkan
membahas tentang apa itu pengkajian
suara paru, mungkin bau drainase luka
keperawatan dan bagaimana tahapan nya
busuk, dan merasakan suhu kulit
yang baik dan benar, agar proses asuhan 2018-2020, Penerbit Buku Kedokteran:
keperawatan dapat dilakukan dengan baik EGC

pula. Rahmawati, A. 2015. Hubungan Regimen


Terapeutik dengan Kejadian Kebutaan.
Artikel Jurnal program S1 Keperawatan
UMJ
Referensi Simamora, R.H. (2008). Peran Manajer
dalam Pembinaan Etika Perawat
Bararah, Taqiyyah. 2013. Asuhan
Pelaksana dalam Peningkatan Kualitas
Keperawatan Panduan Lengkap Menjadi
Pelayanan Asuhan Keperawatan. Jurnal
Perawat Profesional Jilid 1. Jakarta:
IKESMA, Vol. 4, No. 2
Prestasi Pustaka.
Simamora, R. H. (2009). Dokumentasi
Barbara Fundamentals Conepts, Process,
Proses Keperawatan. Jember University
and Practice. Seventh Edition New Press
Jersey: (2004). of mursing et.al.
Simamora, R. H. (2010). Komunikasi
PEARSON dalam Keperawatan. Jember University
Press
Dinarti, Ariyani R.,Heni N.,Reni C..
2009. Dokumentasi Keperawatan. Ulpa, D. 2012. Keperawatan Klinis.
Jakarta: Trans Info Media Jurnal Keperawatan Klinis vol 2 no 1.

Haryanto. (2007). Konsep Dasar Wardani, I. Y. 2012. Dukungan Keluarga:


Factor Penyebab Ketidak Patuhan Klien
Keperawatan dengan Pemetaan Konsep.
Menjalani Pengobatan. Jurnal
Jakarta: Salemba Medika Keperawatan Indonesia Vol 15 no 1.

Hidayat, A. A. A. (2002). Pengantar


Dokumentasi Proses Keperawatan.
Jakarta:EGC Kozier.

Nasir, A & Muhith,A. 2011. Dasar-


Dasar Keperawatan Jiwa. Jakarta:
Selemba Medika

Nanda International, 2018. Nursing


Diagnosa: Defenition & classification