Anda di halaman 1dari 5

PERENCANAAN INSTALASI TEGANGAN MENENGAH

Akan dibangun Supermall dan Perumahan dengan GTT sendiri.perencanaaan akan


dilaksanakan di Kota GresikSUPERMALL
Supermall akan dibangun dengan gedung 4 lantai dengan pembagian sebagai berikut
Lantai Dasar : Parki + Tempat menjual makanan dan minuman
Lantai I : Sayuran buah dan bahan bahan pokok
Lantai 2 : Accecorise HP, Fashion dan Royal ATK
Lantai 3 : Bioskop , Hiburan dan bermain anak-anak

A. Daya Terpasang
Kelompok 1 : 220 kVA (Untuk Membebani lantai dasar)
Kelompok 2 : 200 kVA (Untuk membebani lantai 1)
Kelompok 3 : 180 kVA ( Untuk membebani lantai 2)
Kelompok 4 : 170 kVA ( Untuk membebani lantai 3)
Total daya terpasang = 220 kVA + 200 kVA + 180 kVA + 170 kVA
= 770 kVA

B. Faktor Kebutuhan
Nilai faktor kebutuhan departemen store (0,7-0,9). Kota gresik merupakan kota yang cukup
besar dan jam operasional masuk dalam kategori sedang sehingga dipilih FK sebesar 0,8.
Penentuan FK dapat dicari dengan
Daya Maksimal yang digunakan(Tertinggi)
FK¿
Total daya terpasang
Nilai FK biasanya dipengaruhi oleh beban beban yang terpasang dan jam operasional
C. Kapasitas Daya Terpasang
Untuk menentukan daya maksimal dapat dihitung dengan
Kap Daya Max = FK x Daya Terpasang
= 0,8 x 770kVA
= 616kVA
Kapasitas daya maksimal sebesar 616 kVA,dalam perhitungan didapat nilai kapasitas
daya terpasang diharapkan dengan menentukan nilai FK dapat menampung beban dengan
stabil dan untuk penambahan beban baru sewaktu waktu diperlukan cadangan.
D. Cadangan
Cadangan diperlukan apabila ada penambahan beban diluar beban terpasang atau untuk
mengantisipasi pemasangan beban baru untuk tahun tahun berikutnya. Untuk daya
cadangan sangat penting untuk diperhitungkan dan diperkirakan. Contohnya pada gedung
ini akan ditambah beban baru atau terdapat event event yang membutuhkan beban lebih
biasanya terdapat event ketika hampir lebaran ataupun tahun baru. Untuk Kota Gresik
Sendiri merupakan kota yang cukup padat sehingga membutuhkan cadangan 20% dari
total kapasitas daya terpasang.
Dalam menentukan nilai cadangan melihat dari segi
- Masuk kategori bisnis atau Industri
- Seberapa sering terjadi event
- Penambahan jenis beban ( biasanya pada supermall hanya penambahan beban lampu
saja penambhan motor relatif lebih kecil)
Sehingga didapat besar cadangan sebesar: 15% dari Kapasitas daya maksimal
Kapasitas daya total = 20% x 616 kVA
= 123,2 kVA
Jadi total daya yang terpasang = Beban daya yang terpasang+ Cadangan
= 616 kVA 123,2 kVA
= 739,2 kVA

Jadi kebutuhan daya total sebesar 708,4 kVA, dilihat di website PLN sehingga pembelian
daya ke PLN sebesar

E. Kontrak Daya PLN

1. Daya yang dibeli


Karena dari perhitungan daya yang didapat sebesar 619,5kVA maka kontrak ke PLN dilihat
di website PLN maka nilai yang mendekati sebesar 630 kVA

2. Penetapan Golongan tarif.


Berdasarkan peraturan menteri ESDM RI No.27 thn 2016 tentang “ Tarif Tenaga
Listrik yang disediakan PLN masuk dalam golongan tarif
B-3(TM)/630 kVA
3. Biaya Pemasangan
Biaya penyambungan
Peraturan meteri ESDM RI No.27 tahun 2017 biaya penyambungan untuk daya 630
kVA hal 17 no 2 ( sambungan 3 fasa atau tambah daya dengan pembatas daya dan
pengukuran tegangan menengah ) untuk B-3(TM)/630 kVA

Biaya penyambungan = Rp.631/VA sehingga


Total Penyambungan = 630.000 VA x 631/VA
= Rp. 397.530.000
Untuk pelanggan pascabayar maka dikenakan biaya UJL
Biaya UJL
Menurut keputusan direktur 424K/DIR/2013? Untuk tarif B-3(TM)/ 630 kVA dengan
batas daya >200 kVA nilai Rp/VA 1 oktober 2013 / yaitu Rp.200/VA

Total UJL = Daya yang dibeli x Rp. 200/VA


= 630.000 VA x Rp.200
= Rp. 126.000.000

Biaya Materai = Rp.6000

Total Biaya Pemasangan = Rp. 397.530.000 + Rp. 126.000.000 + Rp.6000


= Rp. 523.536.0000

F. Rekening Minimum
Rekening minimum merupakan biaya minimum yang harus dibayar setiap
bulannya diamana mau daya terpakai atau tidak pelanggang diwajibkan membayar
biaya Rekening Minimum. Menurut penetapan penyesuaian TDL PLN untuk
pelanggan B-3(TM)/630 kVA dikenakan RM sebesar

RM2 = 40 (jam nyala) x Daya tersambung (kVA) x Daya pemakaian


(LWBP)
= 40 x 630x Rp.1035,78
= Rp.2.6082.000

Penentuan Trafo
Total beban terpasang = 630 kVA
Untuk Kota Probolinngo memiliki suhu rata rata 30- 35 C (posisi dekat pantai) namun untuk
keamanan mengacu pada daerah yang memiliki suhu yang cukup tinggi yaitu surabaya untuk
mengantisipasi ketika terjadi suhu berlebih diwaktu yang akan datang maka dipilih suhu 40
C. Menurut IEC 60359 untuk suhu 40 memiliki Load Factor sebesar 0,81
 Jika faktor beban 0,81 (lihat tabel IEC) maka besarnya trafo yg digunakan adalah :
(100/81 x kapasitas daya terpasang)

100
x kapasitas daya te r pasang
81

100
x 630=777 kVA dipilih trafo 800 kVA
81

Sehingga trafo harus memenuhi nilai daya sebesar 800 kVA dengan merek Centrado.

PENENTUAN PENGHANTAR MDP KE SDP DAN TRAFO KE MDP

Arus yang mengalir pada

N
O GRUP S VLINE IN (A)
1 MDP Ke SDP 1 220 kVA 400 317.5
2 MDP Ke SDP 2 200 kVA 400 288,67
3 MDP Ke SDP 3 180 kVA 400 259,8
4 MDP Ke SDP 4 170 kVA 400 245,37
5 MDP Ke Cadangan 80,85 kVA 400 116,7
6 Trafo ke MDP 800 kVA 400 1154,7

Penentuan KHA Minimum MDP ke SDP

No IN (A) 125% KHA


1 317.5 1.25 396,8 A
2 288,67 1.25 360,83
3 259,8 1.25 324,75
4 245,37 1.25 306,7

5 116,7 1.25 145,87

6 1154,7 1.25 1443.37


Penentuan Faktor Koreksi
Nilai KHA dipengaruhi oleh suhu sehingga jika suhu naik maka nilai KHA akan turun,
sehingga diperlukan faktor koreksi untuk temperatur. Di mall ini memiliki suhu sekitar 40 C
sehingga menurut PUIL hal 522 memiliki faktor koreksi sebesar 0.8 untuk insulasi PVC

N KHAminim F KH
Grup
o um Koreksi A
1 MDP Ke SDP 1 396,8 A 0,8 496
2 MDP Ke SDP 2 360,83 0,8 451
405,
3 324,75 0,8
MDP Ke SDP 3 9
383,
4 306,7 0,8
MDP Ke SDP 4 3
182.
5 145,87 0,8
MDP Ke Cadangan 3
1804
6 1443.37 0,8
Trafo ke MDP ,2

Luas Penampang
Luas
No Grup KHA
Penampang
1 MDP Ke SDP 1 496 185
2 MDP Ke SDP 2 451 185
3 MDP Ke SDP 3 405,9 150
4 MDP Ke SDP 4 383,3 150

5 MDP Ke Cadangan 182.3 50

6 Trafo ke MDP 1804,2