Anda di halaman 1dari 10

MAKALAH

Ilustrasi Akuntansi Biaya


Dengan Metode ABC

Penulisan tugas ini sebagai salah satu tugas untuk menempuh


Mata Kuliah Manajemen Biaya
Yang diampu oleh Wasti Reviandani, S.E, M.M.

Disusun Oleh:
Tarisa Eka Syafitri (180301141)
Vivi Putri Purnamasari (180301109)
Ajeng Al Maidatut Diniyah (180301127)
Syakirah Darayani Labibah (180301118)
Desy Retno Aryanti (180301086)
Anang Nur Rahman (180301134)
Ustraliuw Nur Kurnia Esa (180301098)
Kelas : IV.Manajemen B/Pagi

PROGRAM STUDI MANAJEMEN


FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH GRESIK
Ilustrasi Akuntansi Biaya Dengan Metode ABC

A. Pengertian Metode ABC


ABC (Activity Based Costing) sebagai suatu sistem pendekatan
perhitungan biaya yang dilakukan berdasarkan aktivitas-aktivitas yang ada di
perusahaan. Sistem ABC ini dilakukan dengan dasar pemikiran bahwa penyebab
timbulnya biaya adalah aktivitas yang dilakukan dalam suatu perusahaan,
sehingga wajar bila pengalokasian biaya-biaya tidak langsung dilakukan
berdasarkan aktivitas tersebut.
Activity Based Costing (ABC) pada dasarnya mencari suatu metode atau
cara untuk menghasilkan informasi biaya yang lebih akurat dengan melakukan
identifikasi atas berbagai aktivitas Activity Based Costing (ABC) lebih berfokus
pada biaya pada produk yang bersumber dari proses selama produksi berlangsung.
Metode Activity Based Costing ini sudah banyak diterapkan di
perusahaan-perusahaan dunia. Dengan menggunakan metode ABC, perusahaan
bisa mengurangi distorsi harga yang disebabkan oleh penentuan harga yang masih
dilakukan secara tradisional, sehingga harga produk yang dikeluarkan bisa akurat
bukan hanya asal-asalan.

B. Ilustrasi Penerapan Metode Activity Based Costing System (ABC)


1. Ilstrasi 1
PT. Sentosa Jaya Tbk adalah perusahaan yang menghasilkan dan menjual produk
dalam 2 jenis berbeda yaitu Jenis AB dan BC. Data Keuangan yang terhimpun
untuk kedua jenis produk tersebut adalah sebagai berikut :

Keterangan Produk Produk


AB BC
Volume Produksi 5.000 20.000
(unit)
Harga Jual ( Rp ) 6.000 3.000
Biaya Utama ( Rp ) 3.000 1.500
Jam Kerja Langsung 2.500 5.000
Dan akuntan manajemen mengidentifikasikan aktivitas cost pool yang
dianggarkan dan Aktivitas sebagai berikut :

Aktivitas Anggaran Cost Pool Aktivitas

Rekayasa Rp 150.000 Jam


Setup 500.000 Jam

Perputaran Mesin 1.500.000 Jam

Pengemasan 100.000 Jumlah

Dan berikut ini aktivitas yang sesungguhnya untuk kedua jenis produk :

Aktivitas Konsumsi / Realisasi Total


AB BC
Rekayasa 6.000 9.000 15.000

Setup 400 600 1.000

Perputaran 50.000 100.000 150.000


Mesin
Perputaran 5.000 20.000 25.000
Mesin

Diminta :

a. Hitunglah biaya per unit produk AB dan BC dengan sistem ABC ?


Jawab :
Sistem ABC ( Activity Based Costing )
Aktivitas Total Biaya Konsumsi Tarif Aktivitas
Aktivitas
Rekayasa 150.000 15.000 Rp 10

Setup 500.000 1.000 Rp 500

Perputaran 1.500.000 150.000 Rp 10


Mesin
Pengemasan 100.000 25.000 Rp 4

Biaya Overhead yang dibebankan ke masing – masing produk sebagai berikut :


1. Produk AB

Aktivitas Tarif Jumlah B0 Total BO/Unit


Rekayasa Rp 10 6.000 60.000 Rp 10
Setup Rp 500 400 200.000 Rp 500
Perputaran Rp 10 50.000 500.000 Rp 10
Mesin
Pengemasan Rp 4 5.000 20.000 Rp 4
780.000

2.Produk BC

Aktivitas Tarif Jumlah B0 Total BO/Unit


Rekayasa Rp 10 9.000 90.000 Rp 10
Setup Rp 500 600 300.000 Rp 500
Perputaran Rp 10 100.000 1000.000 Rp 10
Mesin
Pengemasan Rp 4 20.000 80.000 Rp 4
1.470.000 Rp 524

Menghitung biaya per unit menggunakan metode ABC :


Keterangan Produk AB Produk BC

Biaya Utama 15.000.000 30.000.000


Biaya Overhead 2.620.000 10.480.000

Total Biaya 17.620.000 40.480.000

Unit diproduksi 5.000 20.000

Biaya / Unit 3.524 2.024

2. Ilustrasi 2
PT. KFC membuat 2 jenis produk, yang diberi kode KF dan FC. Taksiran biaya
yang berkaitan dengan proses produksi kedua produk tersebut adalah sebagai
berikut:

Biaya overhead menurut kelompok aktivitas dan pemicu biaya aktivitas (cost
driver acticity) pada periode tersebut adalah sebagai berikut:

a. Kalkulasi ABC System


Dengan perhitungan tersebut, besarnya biaya produksi per unit produk dengan
metode biaya ABC adalah:

3. Ilustrasi 3
PT Baju memproduksi 2 produk yaitu produk polos dan produk bercorak. Produk
PT Baju yang bercorak diproduksi dalam jumlah yang sama dan biaya yang sama
dengan produk polos. Kedua-duanya bervolume tinggi. PT Baju melakukan :
a. 40 persiapan untuk setiap produk dan mengeluarkan biaya persiapan sebesar
Rp. 900.000 dengan rata-rata sebesar Rp 22.500/persiapan
b. 20 perubahan desain untuk setiap produk dan menegluarkan biaya perubahan
desain sebesar Rp.700.000 dengan rata-rata sebesar Rp.35.000
c. Menggunakan 160.000 jam tenaga kerja langsung dan mengeluarkan biaya
overhead lain-lain sebesar Rp.3.200.000 dengan rata-rata sebesar 20 jam tenaga
kerja langsung.
Jawab :
Data produksi terakhir PT Baju :

PT BAJU
Ikhtisar dari Produksi Tahun Terakhir

Polos Bercorak Total


Unit yang diproduksi 100.000 50.000
Biaya bahan baku langsung
Per Unit Rp 10 Rp 15
Total Rp 1.000.000 Rp 750.000 Rp 1.750.000
Tenaga Kerja Langsung
Jam Per unit 1 2
Total Jam 80.000 80.000
Total Biaya Rp. 1.600.000 Rp 1.600.000 Rp 1.750.000
Persiapan 20 20
Perubahan desain 10 10
Overhead
Biaya Tingkat Batch Rp. 900.000
Biaya Tingkat Produk Rp.700.000
Overhead lain-lain Rp. 3.200.000
Total Overhead Rp. 4.800.000
Rp. 9.750.000
Berdasarkan data diatas, direktur PT Baju meminta manajer akuntansinya untuk
menghitung berapa biaya per unit berdasarkan perhitungan system ABC
Perhitungan Biaya Produk Berdasarkan Aktivitas ABC sebagai berikut :

PT BAJU
PERHITUNGAN BIAYA PRODUK BERDASARKAN AKTIVITAS
Tarif Overhead:
Biaya persiapan tingkat batch                
Rp. 900.000:40=Rp. 22.500/persiapan
Biaya per kali perubahan-tingkat produk         
Rp. 700.000:20=Rp. 35.000/perubahan
Overhead lain-lain                                         
Rp. 3.200.000:160.000=Rp. 20/jam TKL

Polos Bercorak Total


Bahan baku langsung Rp. 1000.000 Rp. 750.000 Rp. 1.750.000
Tenaga Kerja Langsung 1.600.000 1.600.000 3.200.000
Overhead :
Persiapan : Rp.22.500 x 20 450.000
Persiapan: Rp.22.500 x 20 450.000 900.000
Perubahandesain 350.000
Rp.35.000x10
Perubahandesain Rp35.000x10 350.000 700.000
TKL Rp.20 x 80.000 jam 1.600.000
TKL Rp.20 x 80.000 jam 1.600.000 3.200.000
Total biaya Rp. 5.000.000 Rp. 4.750.000 Rp. 9.750.000
Unit yang diproduksi 100.000 50.000
Biaya per unit Rp. 50 Rp. 95

Pabrik sepatu maya menghasilkan produk, nike dan adidas dan menggunakan
sitem penetapan biaya dimana semua biaya tidak langsung dikumpulkan di dalam
suatu poll biaya dan dialokasikan berdasarkan pada jam mesin. Manajemen
blaine memutuskan untuk menetapkan ABC karena studi tentang biaya
mengungkapkan bahwa biaya umum berhubungan dengan aktivitas set up dan
aktivitas desain, banyaknya set up dan banyaknya jam mesin desain merupakan
pendorong aktivitas untuk kedua biaya tersebut dan jam mesin selanjutnya
digunakan sebagai dasar untuk mengalokasikan biaya tidak langsung. Berikut ini
informasi operasi tahun sekarang dari pabrik sepatu maya :
Nike Adidas Total
Unit yang diproduksi 800 17.000 17.800
Biaya bahan langsung
Per unit Rp.250 Rp.50
Total Rp.200.000 Rp.850.000 Rp.1.050.000
Biaya upah langsung Rp.80.000 Rp.425.000 Rp.505.000
Jam desain 9.600 4.400 14.000
Setup 120 80 200
Jam mesin 5.000 45.000 50.000
Overhead
Desain Rp.350.000
Setup Rp.250.000
Lain-lain Rp.1.200.000
Total overhead Rp.1.450.000

Direktur pabrik sepatu maya meminta kepada bagian akuntansi untuk menghitung
total biaya dan biaya per unit yang dilaporkan untuk kedua produk dengan sisttem
perhitungan harga pokok ABC.
Perhitungan biaya produksi berdasarkan Sistem ABC sebagai berikut :

Pabrik sepatu ARHAN


Biaya produksi dengan sistem ABC
Tarif Overhead :
Desain : Rp.350.000 : 14.000 jam desain = Rp25/jam
Setup : Rp.250.000 : 200 Setup = 1.250 setup
Overhead lainnya : Rp.1.200.000 : 58.000 jam mesin = Rp 24 per jam mesin

Nike Adidas Total


Bahan Baku Rp.200.000
Upah Langsung Rp.80.000
Overhead :
Rp25x9600 jam desain 240.000
Rp25x4400 jam desain 110.000 350.000
Biaya setup
Rp.1.250x120 setup 150.000
RP.1.250x80 setup 100.000 250.000
Biaya lainnya
Rp 24x5000 jam mesin 120.000
Rp24x45.000 jam mesin 1.080.000 1.200.000
Total biaya Rp.790.000 Rp.2.565.000 Rp.3.355.000
Unit yang diproduksi 800 17.000
Biaya per unit Rp.987,50 Rp.150,88

Anda mungkin juga menyukai