Anda di halaman 1dari 9

ISSN 1978-3000

Fase Pertumbuhan Isolat Bakteri Asam Laktat (BAL) Tempoyak Asal Jambi
yang Disimpan Pada Suhu Kamar

Growth Phage of Lactic Acid Bacteria Isolate of Tempoyak Originated from Jambi Stored at
Room Temperature

Mardalena

Fakultas Peternakan Universitas Jambi, Kampus Pinang Masak,


Jl. Raya Jambi – Ma. Bulian Km 15 Ma. Jambi 36136 Jambi
E-mail: lenadjamas@yahoo.co.id

ABSTRACT

The purpose of the study is to determine the growth phase of the lactic acid bacteria (LAB) of tempoyak Jambi
origin stored at room temperature. Tempoyak made from durian flesh without the seeds that have been added
salt and stored in an aerobic environment. The research was conducted on the LAB isolation and counting
bacterial colonies , identification of LAB isolates with Gram coloring and growth patterns of isolated LAB at
room temperature. The results showed that the isolated lactic acid bacteria from tempoyak Jambi origin shows
the characteristics of spherical-shaped colonies, milky white color of the colonies, Positive Gram ( + ), negative
catalase reaction, short rod-shaped cell with dark purple color. The LAB isolates were able to grow at room
temperature for 6 hours of storage only.

Key words: Lactic acid bacteria, tempoyak, room temperature

ABSTRAK

Penelitian bertujuan untuk menentukan fase pertumbuhan bakteri asam laktat ( BAL ) dari tempoyak asal Jambi
yang disimpan pada suhu kamar. Tempoyak terbuat dari daging buah durian tanpa biji yang telah ditambahkan
garam dan disimpan dalam lingkungan an aerob selama seminggu. Penelitian dilakukan melalui isolasi bakteri
asam laktat, menghitung koloni bakteri, identifikasi morfologi koloni bakteri asam laktat secara mikrobiologi
dengan pewarnaan gram dan melihat fase pertumbuhan bakteri asam laktat pada suhu kamar. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa bakteri asam laktat yang diisolasi dari tempoyak asal Jambi menunjukkan karakteristik
koloni berbentuk bulat dan berwarna putih susu, gram positif (+), reaksi katalase negatif, isolat bakteri asam
laktat berbentuk batang dan mampu tumbuh pada suhu kamar selama 6 jam penyimpanan saja.

Kata kunci : Bakteri asam laktat, tempoyak, suhu kamar

PENDAHULUAN Pengaruh penggunaan bakteri asam laktat


(BAL) terhadap komposisi kimia silase
Pengolahan pakan secara biologis hijauan pakan dapat dilihat pada Tabel 1.
dapat menggunakan bakteri asam laktat Fermentasi pakan oleh BAL, juga dapat
(BAL) yang memiliki peranan penting meningkatkan aroma pakan, sehingga
dalam kehidupan ternak, baik melalui menambah nafsu makan ternak. BAL
keterlibatannya pada fermentasi makanan selain memiliki sifat antimikroba, beberapa
maupun kemampuannya tumbuh pada jalur spesies BAL memiliki enzim BSH (Bile
intestine. Melalui teknik fermentasi bakteri Salt Hidrolase) yaitu enzim yang berfungsi
asam laktat terhadap pakan ternak, akan mendegredasi lemak jenuh menjadi lemak
dapat meningkatkan mutu pakan dan tak jenuh, sehingga produk ternak yang
memiliki daya simpan yang cukup lama. dihasilkan akan rendah kolesterol (Urnemi.

58 | Fase Pertumbuhan Isolat Bakteri Asam Laktat (BAL) (Mardalena)


ISSN 1978-3000

2012). Salah satu sumber BAL adalah tempoyak.

Tabel 1. Pengaruh Penggunaan BAL Terhadap Komposisi Kimia Silase Hijauan Pakan
Jenis Hijauan Komposisi Kimia Silase (%)
BK BO PK NDF
1
Rumput Raja 21,9 93,8 15,1 61,5
Rumput Benggala2 28,4 10,6 74,9 49,4
Rumput Gajah3 23,89 76,83 - 69,95
Keterangan : 1Antaribaba et al. (2009), 2 Santoso et al. (2009), 3Ridwan et al. (2005)

Tempoyak adalah istilah dari membunuh bakteri patogen di dalam


durian yang difermentasi dan hasil rumen dan mendesak bakteri patogen
fermentasi dari buah durian memiliki bau keluar dari usus. Hal ini membuat kondisi
khas dan berwarna kuning krem dan usus lebih sehat, dan proses pencernaan
banyak dikonsumsi di Indonesia dan berjalan baik (Purwati et al., 2005).
Malaysia sebagai lauk dan bumbu Beberapa penelitian menunjukkan
(Battcock dan Ali, 1998; Ganjar, 2000). bahwa bakteri asam laktat merupakan
Tempoyak ini berbentuk campuran bubur mikroorganisme yang dominan dalam
durian dengan garam yang difermentasi durian fermentasi (Amiza et al., 2006).
dalam kondisi anaerob dalam wadah Komposisi kimia dari buah durian dengan
tertutup. Fermentasi biasanya kandungan gula 15-20% (Ketsa dan
membutuhkan waktu sekitar 4-7 hari dan Daengkanit, 1998) dapat mendukung
tekstur durian berubah dari bentuk padat pertumbuhan bakteri asam laktat.
menjadi konsistensi semi padat dengan bau Dilaporkan bahwa spesies Lactobacillus
dan rasa asam dominan. Keasaman merupakan bakteri asam laktat yang
tempoyak dilaporkan 2,8-3,6%. Rasa asam diisolasi dari tempoyak asal Indonesia dan
tempoyak dikaitkan dengan asam yang Malaysia. Strain BAL dan mikroorganisme
dihasilkan oleh bakteri asam laktat (BAL) lainnya bervariasi tergantung dari mana
selama fermentasi. (Amin et al., 2004, tempoyak dibuat. L. plantarum, L. brevis,
Leisner et al., 2002). L. mali, L. fermentum ditemukan pada
Melalui proses fermentasi, daging tempoyak asal Malaysia (Leisner et al.,
durian dapat disimpan selama 2 bulan 2001). Leisner et al., (2002) melaporkan
sampai 1 tahun. Sifat awet yang ditunjukan spesies baru Lactobacillus, L. durianis sp.,
oleh tempoyak sangat baik untuk kesehatan terisolasi dari tempoyak Malaysia. BAL
sehingga BAL yang ada pada tempoyak lainnya yang ada pada tempoyak dari
dimungkinkan dapat bersifat sebagai Malaysia adalah Leuconostoc
probiotik. Daging durian mengandung mesenteroides.
karbohidrat yang cukup tinggi yaitu 25,7 % Berdasarkan hal diatas dilakukan
(Hanum et al., 1989), maka akan mampu penelitian tentang daya tahan dan

59 | Fase Pertumbuhan Isolat Bakteri Asam Laktat (BAL) (Mardalena)


ISSN 1978-3000

pertumbuhan bakteri asam laktat tempoyak sebanyak ± 15 ml. Menggunakan sendok


asal Jambi yang dibiarkan pada suhu steril dan aluminium foil dadih ditimbang
kamar. sebanyak 1 g, kemudian dilarutkan dengan
9 ml larutan MRS Broth dalam tabung
MATERI DAN METODE reaksi, lalu divortex sampai homogen.
Hasil ini disebut pengenceran 10-1,
Sumber BAL dimasukkan ke dalam anaerob jar,
Pembuatan tempoyak dalam kemudian diinkubasi selama 24 jam dalam
penelitian ini secara tradisional. Buah inkubator dengan suhu 37ºC. Hasil 10-1
durian yang telah matang dikupas dan tersebut diambil 1 ml dimasukkan ke
diambil isinya. Isi buah durian dipisahkan dalam tabung reaksi yang berisi 9 ml
antara daging dan bijinya, kemudian larutan MRS Broth, lalu divortex sampai
daging durian tanpa biji ditambah garam homogen. Hasil pengenceran ini disebut
2% (b/b) dan dimasukkan ke dalam stoples dengan pengencera 10-2, , begitu seterusnya
yang tertutup rapat sehingga tercipta sampai pada pengenceran 10-9 . Dari
suasan an aerob. Stoples dibiarkan pada pengenceran 10-9 , diambil 100 µl sampel
suhu kamar selama satu minggu. Setelah dan ditanam dengan metode spread pada
satu minggu, stoples dibuka dan tempoyak petridish yang telah berisi media MRS
siap diisolasi. Agar, kemudian diratakan dengan hockey
stick yang sebelumnya disteril dengan
Isolasi BAL dan Pewarnaan Gram alkohol dan dibakar dengan bunsen lalu
Semua peralatan yang dibutuhkan diangin anginkan. Inokulum disimpan
seperti: cawan petri, tabung reaksi, dalam anaerob jar kemudian diinkubasi
erlenmeyer, tip pipet mikro, hockey stick, dalam inkubator selama 48 jam pada suhu
disterilkan dalam autoclave pada suhu 37ºC dan dilakukan pengkodean petridish
121ºC selama 15 menit dengan tekanan 15 dengan menandai masing-masing
lbs. Dipersiapkan media enrichment yaitu petridish.
dengan melarutkan 9.87 g MRS Broth Setelah 48 jam, single colony yang
dalam 189 ml aquades kemudian mencirikan BAL yaitu bulat licin berwarna
dipanaskan sambil dihomogenisasi dengan putih kekuningan dipindahkan ke media
hot plate–stirrer pada suhu 100ºC, lalu di MRS Agar untuk pemurnian koloni dengan
autoclave (15 menit, 121 ºC dan tekanan metode streak yaitu dengan menggunakan
15 lbs). Dipersiapkan media MRS Agar jarum ose kenudian diinkubasi selama 24
dengan melarutkan 5.96 g MRS Agar jam pada suhu 37ºC (Purwati et al., 2005).
dalam 90 ml aquades kemudian dipanaskan Koloni yang menciri BAL dilakukan
sambil dihomogenisasi dengan hot plate– pewarnaan gram menurut prosedur
stirrer pada suhu 100ºC, lalu di autoclave, Dwidjoseputro (1994)
setelah agak dingin (± 55ºC) dituang ke
dalam masing-masing cawan petri

60 | Fase Pertumbuhan Isolat Bakteri Asam Laktat (BAL) (Mardalena)


ISSN 1978-3000

Produksi Kultur Bakteri Asam Laktat ul di sebar kedalam media padat MRS petri
Bakteri BAL ditumbuhkan dalam dan diinkubasi selama 24 jam pada suhu
media MRS agar miring selama 24 jam ruang yang berkisar antara 28 – 30º C.
pada suhu ruang . Sebanyak 1 lub bakteri Produksi kultur BAL dapat dihitung dan
diinokulasikan pada 50 ml media MRS cair dibuat kurva pertumbuhan bakteri
dan ditempatkan dalam anaerobik jar yang (Mustopa, 2009).
kemudian diinkubasi pada suhu ruang
selama 24 jam sebagai sub kultur. Setelah HASIL DAN PEMBAHASAN
sub kultur berumur 24 jam kemudian
dikulturkan ke media MRS cair 10 % Total Koloni Bakteri Asam Laktat
dengan cara memipet 10 ml subkultur Hasil isolasi dan inkubasi bakteri
kedalam 90 ml media MRS cair yang baru selama 48 jam, didapatkan total kol;oni
, lalu di sebar umur 0 jam s/d 8 jam dengan bakteri asam laktat yang dihasilkan pada
interfal tiap 1 jam. Penyebaran dilakukan pengenceran 10-4 – 10-9 seperti terlihat
dengan mengenceran serial sebanyak 100 pada Tabel 2.

Tabel 2. Rastaan Jumlah Koloni BAL pada Berbagai Tingkat Pengenceran (CFU/g)
No. Tingkat Pengenceran Jumlah Koloni BAL
1 10-4 3,8 x 107
2 10-5 1,0 x 107
3 10-6 1,3 x 107
4 10-7 8,1 x 106
5 10-8 6,0 x 106
6 10-9 6,2 x 106

Jumlah koloni bakteri asam laktat Identifikasi Isolat BAL dengan


yang dihasilkan pada pengenceran 10-4 – Pewarnaan Gram
10-9 berkisar antara 6,0 x 106 - 3,8 x 107 Identifikasi isolat BAL dari
CFU/g. Hasil ini sesuai dengan ketentuan tempoyak dilakukan secara mikroskopis
pangan probiotik menurut FAO/WHO dan makroskopis. Secara makroskopis
bahwa penambahan pangan probiotik harus pengamatan meliputi uji katalase, bentuk
memperhatikan kesehatan inang tempat koloni dan warna koloni, sedangkan secara
bakteri hidup dan konsentrasi itu berkisar mikroskopis berupa pewarnaan gram untuk
antara 106 - 107 CFU/mL dengan tujuan mengamati bentuk sel bakteri (Gambar 1).
agar terjadi keseimbangan mikroflora di
usus (Nur 2005).

Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol. 11 No 1 Januari-Juni 2016 | 61


ISSN 1978-3000

Gambar 1. Isolat Bakteri Berbentuk Batang (Basil)

Semua isolat menunjukkan yaitu Gram positif dan Gram negatif.


karakteristik khusus yang dimiliki bakteri Perbedaan ini disebabkan karena adanya
asam laktat, seperti Gram positif (+), reaksi lapisan dinding sel bakteri yang berbeda.
katalase negative dan tidak membentuk Menurut Sneath et al, (1986) dan
endospora . Identifikasi BAL yang didapat Hayakawa (1992), kelompok bakteri asam
hampir seragam dengan bentuk koloni laktat yang berbentuk batang (rod)
bulat, warna koloni putih susu, sel termasuk juga kokobasili dan batang kurus,
berbentuk batang pendek. Surono (2004) katalasenya negatif maka tergolong
menyatakan bahwa variasi karakteristik Lactobacillus,. sedangkan bakteri yang
bakteri asam laktat normal terjadi, namun berbentuk bulat dengan susunan rantai
yang mutlak adalah sifatnya sebagai panjang maupun pendek termasuk kedalam
bakteri Gram positif. genus Streptococcus (Fardiaz 1992).
Karakteristik koloni dan pengujian Uji katalase merupakan salah satu
gram semuanya menunjukkan hasil uji untuk mengidentifikasi mikroba yang
positif, karena selnya berwarna ungu tua. mampu menghasilkan enzim katalase yang
Hasil ini ditunjang oleh pendapat Urnemi digunakan untuk memecah hydrogen
et al. (2012) yang menyatakan bahwa salah peroksida yang terbentuk dari proses
satu teknik pewarnaan yang paling penting respirasi aerob dan bersifat toksik terhadap
untuk mengidentifikasi bakteri adalah bakteri, menjadi dihidrogenoksida (H2O)
dengan metode Gram atau pewarnaan dan oksigen (O) yang tidak bersifat toksik
Gram. Tujuan identifikasi dengan lagi. Hasil uji katalase isolate penelitian
pewarnaan Gram adalah untuk memperlihatkan semuanya negatif. Djide
mengelompokkan bakteri berdasarkan dan Wahyudin (2008) menjelaskan bahwa
reaksi kimia. Pewarnaan Gram akan reaksi katalase menunjukkan hasil positif
membagi bakteri menjadi dua kelompok

62 | Fase Pertumbuhan Isolat Bakteri Asam Laktat (BAL) (Mardalena)


ISSN 1978-3000

bila terbentuk gelembung udara yang garam, suhu, pH dan tersedianya


mengindikasikan terbentuknya gas O2 dan karbohidrat sebagai sumber makanan
hasil negatif jika tidak menunjukkan (Pelczar dan Chan, 2005). Untuk
adanya gelembung gas. pertumbuhan yang ideal bagi bakteri asam
laktat perlu dibuat suatu kondisi yang
Pertumbuhan Isolat BAL Tempoyak optimal. Untuk mengetahui kurva tumbuh
pada Suhu Ruang kultur atau isolat di inkubasi selama 24
Proses fermentasi sangat jam pada suhu kamar. Pertumbuhan isolat
dipengaruhi oleh adanya pertumbuhan bakteri asam laktat diuji cobakan pada
bakteri asam laktat. Beberapa faktor suhu kamar dan didapatkan hasilnya
lingkungan yang mempengaruhi seperti terlihat pada Tabel 3.
pertumbuhan asam laktat adalah kadar

Tabel 3. Pertumbuhan BAL Penelitian (CFU/g) Berdasarkan Waktu Inkubasi


Pada Suhu Kamar
Waktu Jumlah Bakteri
Inkubasi Isolat BAL 1 Isolat BAL 2 Rata-rata
(jam)
0 62 x 106 60 x 106 61 x 106
1 46 x 106 47 x 106 46 x 106
2 50 x 106 52 x 106 51 x 106
3 152 x 106 145 x 106 148 x 106
4 582 x 106 594 x 106 588 x 106
5 273 x 106 266 x 106 269 x 106
6 612 x 106 610 x 106 611 x 106
24 20 x 106 16 x 106 18 x 106

Tabel 3. menunjukan bahwa dan 6 jam penyimpanan kemudian sampel


pertumbuhan BAL mencapai titik optimum tersebut dapat disimpan pada suhu -5 ºC
pada penyimpanan 4 jam kemudian terjadi (refrigerator) untuk menghidari kematian
penurunan pada jam ke 5 kemudian secara BAL secara bertahap setelah 6 jam
perlahan naik lagi pada 6 jam berikutnya penyimpanan. Hasil penelitian ini berbeda
dan selanjutnya terus turun sampai pada dengan hasil Mardalena et al., (2015)
penyimpanan 24 jam. Pada penyimpanan 6 bahwa pertumbuhan BAL kulit nenas
jam, rata-rata jumlah BAL yang didapat mencapai titik optimum pada penyimpanan
adalah 612 x 106 CFU/g. Hal ini 6 jam kemudian terjadi penurunan secara
menunjukkan bahwa sampel yang berisi drastis. Pada penyimpanan 6 jam, rata-rata
isolat BAL mampu berkembang dan jumlah BAL yang didapat adalah 102 x 108
dibiarkan pada suhu ruang sampai 4 jam CFU/g.

Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol. 11 No 1 Januari-Juni 2016 | 63


ISSN 1978-3000

Gambar 2. Kurva Pertumbuhan Kultur BAL

Grafik pada Gambar 2 diatas dalam media dan cadangan energi mulai
terlihat bahwa fase pertumbuhan BAL menipis.
terdiri dari 4 fase yaitu fase lag, fase
eksponensial, fase stasioner dan fase KESIMPULAN
kematian (Urnemi et al, 2012). Pada fase Isolat bakteri asam laktat tempoyak
lag peningkatan jumlah bakteri asal Jambi menunjukkan karakteristik
berlangsung lambat hal ini disebabkan khusus yang dimiliki bakteri asam laktat
dengan bentuk koloni bulat, warna koloni
bakteri sedang melakukan proses putih susu, Gram positif (+), reaksi
aklimatisasi terhadap kondisi lingkungan katalase negatif, sel berbentuk batang
(pH, suhu dan nutrisi). Fase lag pendek dan selnya berwarna ungu tua.
Isolat BAL mampu dibiarkan pada suhu
pada BAL potensial penelitian terjadi
kamar hanya selama 6 jam penyimpanan.
selama jam ke-0 sampai jam ke-4. Fase
selanjutnya adalah fase eksponensial yang UCAPAN TERIMA KASIH
merupakan fase dimana pertumbuhan
bakteri berlangsung sangat cepat. Pada Penulis mengucapkan terima kasih
pertumbuhan isolat BAL penelitian, fase kepada Direktorat Jenderal Penelitian dan
eksponensial terjadi pada jam ke 4 sampai Pengabdian kepada Masyarakat,
jam ke 7. Fase berikutnya adalah fase Kementerian Riset dan Tekhnologi yang
stasioner pada fase ini tidak terjadi telah menyediakan dana program
penambahan bakteri karena jumlah sel penelitian Hibah Bersaing Tahun pertama
yang tumbuh sama dengan jumlah sel yang dengan Nomor Kontrak:
mati. Fase pertumbuhan stasioner terjadi 107/UN21/PL/2014 Tanggal 10 Maret
mulai jam ke-8 sampai jam ke-24. 2014
Penurunan ini disebabkan karena nutrien

64 | Fase Pertumbuhan Isolat Bakteri Asam Laktat (BAL) (Mardalena)


ISSN 1978-3000

DAFTAR PUSTAKA Hanum, S. 1989. Tinjauan Awal pada


Komposisi Kimia tempoyak yang
Amin, M.A., J. Zakiah, and Ng.L. Khim. Beredar di Pasar Kotamadya
2004. Effect of salt on tempoyak Palembang. Laporan Penelitian
fermentation and sensory Universitas Sriwijaya, Palembang
evaluation. Journal of Biology Hayakawa, K. 1992. Classification and
Science, 4: 650-653. Actions of Food Microorganism
Amiza, M.A., J. Zakiah, Ng.L. Khim, and with Particular Reference to
K.W. Lay. 2006. Fermentation of Fermented Foods and Lactic Acid
tempoyak using isolated tempoyak Bacteria. dalam Yuji Nakazawa and
culture Research Journal of Akiyoshi Hosono (Ed.). Functions
Microbiology, 1: 243-254. of Fermented Milk: Challenges for
Antarababa, M.A., N.K. Tero, T.J. Hariadi the Health Sciences. London:
dan B. Santoso. 2009. Pengaruh Elsevier Science Publishers, Ltd.
taraf iInokulum bakteri asam laktat Ketsa, S. and T. Daengkanit. 1998.
dari ekstrak rumput terfermentasi Physiological changes during
terhadap kualitas fermentasi silase postharvest ripening of durian fruit
rumput raja. JITV. 14 (4) : 278- (Durio zibethinus Murray), The
283. Journal of Horticultural Science
Battcock, M. and S.A. Ali. 1998. and Biotechnology, 73: 575-577.
Fermented fruits and vegetables, a Leisner, J.J., M. Vancanneyt, G. Rusul, B.
globalperspective FAO Agricultural Pot, K. Lefebvre, A. Fresi, and L.K.
Services Bulletin No 134, Rome, Tee. 2001. Identification of lactic
Italy. acid bacteria constituting the
Djide, M.N dan E. Wahyuddin. 2008. predominating microflora in acid-
Isolasi Bakteri Asam Laktat dari fermented condiment (tempoyak)
Air Susu Ibu dan Potensinya dalam popular in Malaysia. International
Penurunan Kadar Kolesterol Secara Journal of Food Microbiology, 63:
In-vitro. Majalah Farmasi dan 149-157.
Farmakologi, 12 (3). Leisner, J.J., M.Vancanneyt, K. Lefebvre,
Dwidjoseputro, D. 1994. Dasar-Dasar K. Vandemeulebroecke, B. Hoste,
Mikrobiologi. Jakarta: Djambatan N.E. Vilalta, G. Rusul, and J.
Fardiaz, S., 1992. Mikrobiologi Pangan I. Swings. 2002. Lactobacillus
Gramedia Pustaka Utama, Jakarta durianis sp.nov., isolated from an
Gandjar, I. 2000. Fermentations of the far acid-fermented condiment
east. In RK Robinson,.C.A. Batt (tempoyak) in Malaysia.
P.D. Patel, (eds). Encyclopedia of International Journal of. Systematic
Food Microbiology. New York: and Evolutionary Microbiology. 52:
Academic Press. 767-773. 927-931.

Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol. 11 No 1 Januari-Juni 2016 | 65


ISSN 1978-3000

Mardalena, S. Syarif dan S. Erina. 2015. Santoso, B., B. J.T. Hariadi, H.Manik dan
Karakteristik dan Identifikasi H. Abubakar. 2009. Pengaruh
Molekuler Bakteri Asam Laktat penambahan bakteri asam laktat
Limbah Nenas sebagai Kandidat yang dipreparasi dari ekstrak
Probiotik untuk Ternak rumput terfermnetasi terhadap
Ruminansia. Laporan Penelitian kualitas silase rumput raja dan
Hibah Bersaing Tahun 2015. LPPM benggala. Seminar Nasional
Universitas Jambi. Teknologi Peternakan dan
Mustopa, A. 2009. Koleksi Protokol Veteriner.
Laboratorium Virologi Molekuler. Sneath, P.H.A., N.S. Mair, M.E. Sharpe,
Pusat Penelitian Bioteknologi. M.E., Holt, J.G. (ed.) 1986.
Lembaga Ilmu Pengetahuan Bergey's Manual of Systematic
Indonesia, Bogor. Bacteriology, Vol. 2. Williams and
Nur, H. S., 2005. Pembentukan asam Wilkins, Baltimore, MD.
organik oleh isolat bakteri asam Surono, I.S. 2004. Probiotik, Susu
laktat pada media ekstrak daging Fermentasi dan Kesehatan. PT
buah durian (Durio zibethinus Zitri. Cipta Karya, Jakarta.
Murr.). Bioscientiae, 2 (1): 15-24. Urnemi. 2012. Isolasi, penentuan
Pelczar, M.J., E.C.S. Chan Jr, and N. R. antimikrobial dan karakterisasi
Krieg. 1993. Microbiology. 5th ed. molekuler bakteri asam laktat dari
New Delhi (India): Tata McGraw- fermnetasi biji kakao (Theobroma
Hill. cacao Lin) asal Sumatera Barat dan
Purwati, E., S. Syukur dan Z. Hidayat. aplikasinya untuk menunjang
2005. Lactobacillus sp. Isolasi dari kesehatan masyarakat. Disertasi
Biovicophitomega sebagai Universitas Andalas Padang.
Probiotik. Di dalam Prooceding Urnemi, S. Syukur, E. Purwati, I. Sanusi,
LIPI, Jakarta. Jamsari. 2012. Potensi bakteri asam
Ridwan, R., S. Ratnakomala, G. Kartina laktat sebagai kandidat probiotik
dan Y. Widyastuti. 2005. Pengaruh penghasil bakteriosin terhadap
penambahan dedak padi dan mikroba pathogen asal fermentasi
Lactobacillus plantarum lBL-2 kakao varietas Criollo. Jurnal Riset
dalam pembuatan silase rumput teknologi Industri (LIPI). 6 (13).
gajah (Pennisetum purpureum).
Media Peternakan. Hal : I l7-123.

66 | Fase Pertumbuhan Isolat Bakteri Asam Laktat (BAL) (Mardalena)