Anda di halaman 1dari 3

A.

Pengertian Indikator
Menurut KBBI, indikator merupakan sesuatu yang dapat memberikan petunjuk
atau keterangan. Secara umum pengertian indikator adalah sesuatu yang dapat digunakan
sebagai petunjuk atau standar dasar sebagai acuan dalam mengukur adanya perubahan
pada suatu kegiatan atau kejadian. Indikator juga bisa diartikan sebagai setiap ciri,
karakteristik atau ukuran yang bisa menunjukkan perubahan yang terjadi pada sebuah
bidang tertentu. Indikator dapat digunakan untuk mengevaluasi keadaan atau
kemungkinan dilakukan pengukuran terhadap perubahan-perubahan yang terjadi dari
waktu ke waktu. (Zakky, 2020)
Agar lebih memahami apa itu indikator, berikut disajikan pengertian indikator
menurut para ahli. (Anggraini, 2019)
1. WHO (1981), indikator merupakan variabel yang bisa membantu kita dalam kegiatan
pengukuran berbagai macam perubahan yang terjadi baik secara langsung ataupun
tidak langsung.
2. Lawrence Green (1992), indikator adalah variabel yang menunjukkan kepada
pengguna tentang kondisi tertentu maka dari itu bisa digunakan untuk memperkirakan
perubahan.
3. Darwin Syah, indikator adalah ciri-ciri atau tanda yang merujuk bahwa peserta didik
yang telah berhasil memenuhi standar kompetensi pendidikan yang berlaku dan telah
ditetapkan.
4. Wilson dan Sapanuchari (1993), indikator ialah ukuran tidak langsung dari suatu
kondisi atau kejadian. Misalnya berat badan bayi berdasarkan umur adalah indikator
bagi status gizi bayi tersebut. (Abror, 2020)
5. Indikator dalam pendidikan menurut Mulyasa (2007) adalah perilaku yang dapat
diukur dan/atau diobservasi untuk menunjukkan ketercapaian kompetensi dasar (KD)
tertentu yang menjadi acuan penilaian mata pelajaran.
Indikator merupakan salah satu unsur dalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran
(RPP). Indikator memiliki beberapa fungsi sebagai berikut.
1. Mengembangkan materi pembelajaran atau bahan ajar
Materi pembelajaran yang dikembangkan harus sesuai dengan indikator yang telah
dirumuskan. Perumusan IPK yang cermat memberikan arah dalam pengembangan
materi pembelajaran yang efektif sesuai karakteristik mata pelajaran, potensi dan
kebutuhan siswa. Sedangkan, Bahan ajar yang dikembangkan oleh guru bertujuan
untuk menunjang pencapaian kompetensi siswa. Pemilihan bahan ajar yang tepat
disesuaikan dengan tuntutan IPK, sehingga dapat meningkatkan pencapaian
kompetensi secara maksimal.
2. Mendesain kegiatan pembelajaran
Desain pembelajaran yang dikembangkan hendaknya sesuai dengan IPK apat
memberikan gambaran kegiatan pembelajaran yang efektif. IPK yang menuntut
kompetensi pada aspek prosedural menunjukkan agar kegiatan pembelajaran
dilakukan dengan strategi discovery-inquiry.
3. Merancang dan melaksanakan penilaian hasil belajar
Indikator menjadi pedoman dalam merancang, melaksanakan, serta mengevaluasi
hasil belajar siswa. Rancangan penilaian memberikan acuan dalam menentukan
bentuk dan jenis penilaian, serta pengembangan indikator penilaian.

B. Kriteria Indikator
Dalam merumuskan indikator yang benar tergantung kepada kemampuan guru
dalam memahami ketentuan dalam merumuskan indikator pencapaian KD. Perumusan
indikator yang benar akan menjadi tolok ukur keberhasilan siswa dalam mencapai
kompetensi yang diharapkan. Indikator Pencapaian Kompetensi (IPK) adalah penanda
pencapaian KD yang ditandai oleh perubahan perilaku yang dapat diukur. Pengembangan
indikator disesuaikan dengan karakteristik siswa, mata pelajaran, satuan pendidikan,
potensi daerah serta dirumuskan menggunakan kata kerja operasional yang terukur.
Dalam merumuskan indikator yang harus diperhatikan adalah:
1) Indikator dirumuskan dari KD.
2) Menggunakan kata kerja operasional (KKO) yang dapat diukur.
3) Indikator dirumuskan dalam kalimat yang simpel, jelas dan mudah dipahami.
4) Tidak menggunakan kata yang bermakna ganda.
5) Hanya mengandung satu tindakan dan satu materi.
6) Memperhatikan karakteristik mata pelajaran, potensi dan kebutuhan siswa, sekolah,
masyarakat dan lingkungan.
Berikut ini langkah-langkah merumuskan indikator.
1) Pertama, menganalisis tingkat kompetensi yang digunakan pada KD
a. Memahami Kata Kerja Operasional dalam Taxonomi Bloom.
b. Menentapkan KD yang akan diturunkan menjadi indikator.
c. Menentukan kata kerja dari Kompetensi Dasar sesuai dengan Taxonomi Bloom.
2) Kedua, menganalisis Indikator berdasarkan tingkat UKRK (Urgensi, Kontinuitas,
Relevansi, Keterpakaian) kompetensi pada KD.
a. UKRK dijadikan kiteria dalam memilih dan memilah ketepatan indikator kunci
atau indikator penunjang.
b. Kategorikan Indikator:
a) Indikator Kunci
Indikator yang sangat memenuhi kriteria UKRK. Kompetensi yang dituntut
adalah kompetensi minimal yang terdapat pada KD. Memiliki sasaran untuk
mengukur ketercapaian standar minimal dari KD. Dinyatakan secara tertulis
dalam pengembangan RPP dan harus teraktualisasi dalam pelaksanaan
proses pembelajaran.
b) Indikator Pendukung atau indikator prasyarat
Membantu peserta didik memahami indikator kunci. Kompetensi yang
sebelumnya telah dikuasai siswa dikaitkan dengan indikator kunci yang
dipelajari.
c) Indikator Pengayaan
Mempunyai tuntutan kompetensi yang melebihi dari tuntutan kompetensi
dari standar minimal. Tidak harus selalu ada. Dirumuskan apabila siswa
berpotensi memiliki kompetensi yang lebih tinggi dan perlu peningkatan dari
standar minimal.
(Mushlihatun, 2019)

DAFTAR PUSTAKA
Abror, bapak. 2020. Pengertian indikator. https://duniapendidikan.co.id. Diakses pada tanggal 25
Februari 2020 pukul
Anggraini, Vita. 2019. Pengertian Indikator, Jenis dan Contohnya. https://dosenpintar.com.
Diakses pada tanggal 25 Februari 2020 pukul
Syarifah, Mushlihatun. 2019. Penetapan Indikator Pencapaian Kompetensi.
https://www.msyarifah.co.id. Diakses pada tanggal 25 Februari 2020 pukul
Zakky. 2020. Pengertian Indikator Menurut Para Ahli dan Secara Umum.
https://www.zonareferensi.com. Diakses pada tanggal 25 Februari 2020 pukul