Anda di halaman 1dari 14

MAKALAH MANAJEMEN INVESTASI DAN PASAR MODAL

TEORI PORTOFOLIO MARKOWITZ

Dosen Pengampu : Hamdani, S.E., M.Si, Ak, CA

Disusun Oleh :

Nor Maulida Rahmah 1810313120032

Ayu Lestari 1810313120039

Vita Apriyanti 1810313220044

Halida Aulia 1810313220056

PROGRAM STUDI S1 AKUNTANSI

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS

UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT

BANJARMASIN

2020

1
KATA PENGANTAR

Dengan menyebut nama Allah SWT yang Maha Pengasih lagi Maha
Penyayang, Kami panjatkan puji syukur atas kehadirat-Nya, yang telah
melimpahkan rahmat, hidayah, dan inayah-Nya kepada kami, sehingga kami dapat
menyelesaikan Makalah Manajemen Investasi dan Pasar Modal tentang Teori
Portofolio Markowitz.

Makalah ini telah kami susun dengan maksimal dan mendapat bantuan
dari berbagai pihak sehingga dapat memperlancar pembuatan makalah ini. Untuk
itu kami menyampaikan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah
berkontribusi dalam pembuatan makalah ini.

Terlepas dari semua itu, Kami menyadari sepenuhnya bahwa masih ada
kekurangan baik dari segi susunan kalimat maupun tata bahasanya. Oleh karena
itu, dengan tangan terbuka kami menerima segala saran dan kritik dari pembaca
agar kami dapat memperbaiki makalah ini.

Akhir kata Kami berharap semoga makalah Makalah Manajemen Investasi


dan Pasar Modal mengenai Teori Portofolio Markowitz ini dapat memberikan
manfaat maupun inspirasi terhadap pembaca.

Banjarmasin, Maret 2020

Kelompok
3

2
DAFTAR ISI

Kata Pengantar.............................................................................................1

Daftar Isi.......................................................................................................2

BAB I PENDAHULUAN...........................................................................3

1.1 Latar Belakang...........................................................................3


1.2 Rumusan Masalah......................................................................3
1.3 Tujuan Penulisan Makalah.........................................................3

BAB II PEMBAHASAN............................................................................5

2.1 Sejarah Lahirnya Teori Portofolio.............................................5


2.2 Pengertian Portofolio.................................................................7
2.3 Model Portofolio Markowitz......................................................8
2.4 Asumsi-Asumi dalam Teori Markowitz.....................................8
2.5 Diversifikasi Investasi Model Markowitz..................................9
2.6 Asas Teori Portofolio Markowitz.............................................10
2.7 Kelebihan dan Kelemahan Teori Portofolio Markowitz..........10

BAB III PENUTUP..................................................................................12

3.1 Kesimpulan..............................................................................12

Daftar Pustaka................................................................................13

3
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Teori yang dikemukakan oleh Harry Markowitz begitu banyak
memberikan inspirasi baik dalam kalangan akademisi, praktisi maupun
birokrat (pengambil kebijakan). Teori yang dikemukakannya sangat
sederhana yaitu “Don’t put all your eaggs in one baket” (jangan meletakkan
telur pada satu keranjang, tapi letakkan pada lebih dari satu keranjang).
Konsep ini dikenal dengan istilah diversifikasi investasi atau melakukan
investasi yang sifatnya tidak terpusat pada satu bidang saja, tapi lebih dari
satu bidang dan tidak dilakukan searah.
Harry Markowitz adalah salah satu pakar dalam bidang
manajemen investasi. Teorinya mengenai diversifikasi investasi sangat
dikenal, dan hingga saat ini turun menjadi bahan diskusi di berbagai
universitas diseluruh dunia.
Dia mempublikasi jurnal yang berjudul “portofolio selection” pada tahun
1952. Pemikiran yang dikemukakan oleh Markowitz mampu memberikan
masukan kepada kita semua tentang pemeliharaan portofolio, dengan kata
lain Markowitz telah memberi sebuah wacana pemikiran kepada kita semua
tentang bagaimana memahami portofolio pada berbagai instrumen
pendekatan yang dapat dijadikan bahan pertimbangan.

1.2 Rumusan Masalah


1. Bagaimana Sejarah terlahirnya teori Portofolio?
2. Apa itu Portofolio?
3. Bagaimana Model Portofolio Markowitz?
4. Apa saja asumsi-asumsi dalam Teori Markowitz?
5. Apa itu Diversifikasi Investasi Model Markowitz?
6. Apa saja asas Teori Portofolio Markowitz?
7. Apa saja kelemahan dan kelebihan Teori Portofolio Markowitz?

1.3 Tujuan Penulisan Makalah


1. Untuk mengetahui bagaimana lahirnya sejarah teori Portofolio

4
2. Untuk mengetahui pengertian teori Portofolio
3. Untuk mengetahui bagaimana model Protofolio Markowitz
4. Untuk mengetahui asumsi-asumsi yang ada dalam Teori Markowitz
5. Untuk mengetahui Diversifikasi Investasi Model Markowitz
6. Untuk mengetahui asas Teori Portofolio Markowitz
7. Untuk mengetahui apa saja kelebihan dan kekurangan Teori Portofolio
Markowitz

5
BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Sejarah Lahirnya Teori Portofolio


Teori Portofolio (portfolio) lahir dari seseorang yang bernama
Harry Markowitz. Dasar pemikiran dibentuknya portofolio seperti yang
dikatakan Markowitz yaitu: “do not put all eggs in one basket” (janganlah
menaruh semua telur ke dalam satu keranjang), karena jika keranjang
tersebut jatuh, maka semua telur yang ada dalam keranjang tersebut akan
pecah. Begitu pula dengan investasi yang dilakukan, jangan menanamkan
seluruh dana dalam satu bentuk investasi, karena ketika investasi tersebut
gagal, maka seluruh dana yang tertanam kemungkinan tidak akan kembali.
Teori portofolio yang diperkenalkan oleh Markowitz (yang di kalangan
ahli manajemen keuangan disebut sebagai the father of modern portfolio
theory) ini telah mengajarkan konsep diversifikasi portofolio secara
kuantitatif.
Diversifikasi dilakukan untuk mengurangi risiko portofolio, yaitu
dengan cara mengkombinasi atau dengan menambah investasi
(asset/aktiva/sekuritas) yang memiliki korelasi negatif atau positif rendah
sehingga variabilitas dari pengembalian atau risiko dapat dikurangi.
Portofolio yang demikian juga, berkontribusi sebagai titik awal aplikasi
saintifik dalam manajemen portofolio, asas studi-studi selanjutnya seperti
CAPM/Capital Asset Pricing Model, mempermudah pemahaman
hubungan return dengan risiko. Aplikasi filsafat teori berarti suatu
penerapan untuk memahami konsep atau pengetahuan ilmiah yang
mencakup penjelasan tentang sektor tertentu dari suatu disiplin
keilmuan dimana penjelasan tersebut menyatakan hubungan antara dua
atau lebih variabel dalam suatu kaitan sebab akibat. Dan portofolio
diartikan sebagai serangkaian investasi sekuritas yang diinvestasikan dan
dipegang oleh investor, baik individu maupun entitas. Kombinasi
aktiva/asset tersebut bisa berupa aktiva riil, aktiva finansial ataupun
keduanya. Jadi aplikasi filsafat teori portofolio disini berarti suatu upaya
penerapan untuk memahami serangkaian sekuritas yang dimiliki dalam

6
hubungan return dan risk dari sekuritas tersebut, dengan menggunakan
suatu model pengukuran yang diperkenalkan oleh William F.Sharpe
sebagai CAPM/Capital Asset Pricing Model.
Dalam proses disertasi tersebutlah Sharpe menjelajahi beberapa
aspek analisis portofolio berdasarkan model pertama kali yang diusulkan
oleh Markowitz. Pada saat itu dinyatakan sebagai "model indeks tunggal",
meskipun sekarang umumnya disebut sebagai "faktor model satu".
Kuncinya  adalah asumsi yang mengembalikan keamanan terkait satu
sama lain yang hanya melalui tanggapan untuk satu faktor umum. Dalam
disertasi Sharpe tersebut, ditujukan baik dan hasil positif normatif. Bab
terakhir, A Theory Positif Keamanan Pasar Perilaku, termasuk hasil yang
serupa dengan yang sekarang disebut Security Market Line dari Capital
Asset Pricing Model (CAPM), tapi diperoleh di lingkungan terbatas di
mana imbalan yang dihasilkan oleh faktor model satu ini yang dapat
dijabarkan lebih luas dengan menggunakan single linier programming atau
regresi linier tunggal.
Beberapa disiplin ilmu mengembangkan “postulat” yaitu asumsi
dasar yang kebenarannya diterima tanpa dituntut pembuktiannya.
Meskipun demikian perumusan postulat harus didasarkan pada alasan yang
“kuat”. Asumsi adalah merupakan pernyataan yang kebenarannya dapat
diuji secara empirik. Salah satu disiplin ilmu tersebut berlaku pula pada
teori portofolio modern yang menggunakan valuasi pengukuran return dan
risk yaitu Capital Asset Pricing Model.
Charnley (1965 : 22.30) mengungkapkan kunci standardisasi
bahasa penulisan yang memakai pendekatan ketepatan pelaporan
faktualisasi peristiwa, yaitu akurat, seimbang, obyektif, jelas dan singkat
serta mengandung waktu kekinian. Hal-hal ini merupakan tolok ukur
dari Capital Asset Pricing Model  yang dibangun dengan menggunakan
pendekatan. Pertama, kita menganggap semacam memaksimalkan perilaku
investor dalam pasar, maka dengan menyelidiki kondisi kesetimbangan
dimana pasar tersebut akan terlihat jelas.

7
Sejak Markowitz telah memberikan model dalam memaksimalkan
perilaku yang diperlukan, maka tidak mengherankan bahwa Sharpe tidak
sendirian dalam mengeksplorasi implikasi untuk keseimbangan pasar,
Beberapa tahun 1963 Sharpe menerima makalah yang tidak dipublikasikan
dari Jack Treynor berisi kesimpulan agak mirip. Pada tahun 1965, John
Lintner menerbitkan makalah penting dengan hasil yang sangat mirip,
Kemudian Jan Mossin menerbitkan sebuah versi yang diperoleh hubungan
yang sama dalam suatu pengaturan yang lebih umum.

2.2 Pengertian Portofolio


Portofolio berarti sekumpulan investasi. Portofolio juga diartikan
sebagai kumpulan dari instrumen investasi yang dibentuk untuk memenuhi
suatu sasaran umum investasi. Sasaran dari portofolio investasi tentunya
sangat bergantung pada individu masing-masing investor. Portofolio
dimaksudkan sebagai strategi memaksimalkan tingkat keuntungan yang
diharapkan dan meminimalisir risiko yang dihadapi. Portofolio asset dalam
bentuk portofolio saham dimaksudkan untuk mengurangi risiko
yang unsystematic, yaitu risiko yang berhubungan dengan masing-masing
instrumen investasi.
Dari beberapa pengertian lain, portofolio adalah sebuah bidang
ilmu yang secara khusus mengkaji tentang upaya yang dilakukan oleh
investor untuk menurunkan risiko dalam berinvestasi seminimal mungkin,
termasuk dalam menganekaragamkan risiko tersebut.
Portofolio model Markowitz adalah portofolio efisien yang
dibentuk dengan tujuan untuk meminimumkan standar deviasi yang
merupakan ukuran risiko dari suatu portofolio. Bentuk umum penyelesaian
portofolio model Markowitz dapat diselesaikan dengan pendekatan Two-
Fund Theorem.
Keputusan investor dalam mengambil keputusan sangat
dipengaruhi oleh perilaku pasar yang terjadi serta karakteristik psikologis
yang dimiliki oleh investor tersebut, apakah ia seorang yang lebih
menyukai risiko (risk seeker), menghindari risiko ( risk adverse), atau
seorang yang netral terhadap risiko (risk indifference).

8
Sebagian besar teori risk management menjelaskan bahwa keputusan
investasi yang terbaik adalah dengan kondisi risiko yang rendah dan
keuntungan yang tinggi.
Markowitz menyatakan bahwa jika risiko dianggap sebagai suatu
masalah yang tidak disukai oleh investor, maka pemilihan portofolio yang
hanya didasarkan pada sekuritas yang hanya dinilai rendah merupakan satu
metode pemilihan portofolio yang kurang baik. Pemilihan ini dilakukan
tanpa mempertimbangkan diversifikasi portofolio terhadap risiko.
Dalam kasus ini Markowitz menyarankan bahwa portofolio
effesien sangat perlu diterapkan. Portofolio efisien yang dimaksud adalah
melihat pada tingkat imbal hasil (return) paling tinggi yang mampu untuk
dikembalikan.
Tingkat kemampuan yang mampu dikembalikan ini yang disebut
oleh Markowitz disebut sebagai imbal hasil yang diharapkan atau expected
return (E(Ri)). Imbal hasil yang diharapkan tersebut dapat ditingkatkan
dan difokuskan pada saat seorang investor melakukan pemilihan
berdasarkan tingkat keuntungan yang diharapkan serta melihat risiko
portofolio secara tepat.
Markowitz menekankan bahwa portofolio yang paling baik adalah
yang dikelola dengan cara paling optimal. Optimalitas tersebut dapat
diperoleh dengan cara mempertimbangkan dalam setiap trade off  antara
risiko dan imbal hasil yang akan diperloleh nantinya.

2.3 Model Portofolio Markowitz


Dasar dari model portofolio Markowitz adalah memberi bahan
masukan kepada para investor untuk menghindari resiko dan memberikan
keuntungan yang maksimal pada setiap keputusan investasi. Investasi
terbaik adalah investasi yang jauh dari resiko, dan Markowitz
menganjurkan dengan melakukan diversifikasi investasi.

2.4 Asumsi-asumsi dalam Teori Markowitz


Menurut Jogianto model Markowitz menggunakan asumsi-asumsi
sebagai berikut:
1. Waktu yang diberikan hanya satu periode.

9
2. Tidak ada biaya transaksi.
3. Preferensi investor hanya berdasarkan pada ekspektasi imbal hasil dan
risiko dari portofolio.
4. Tidak ada pinjaman dan simpanan bebas risiko.
Pada asumsi nomor 3, Jogianto lebih menegaskan bahwa asumsi
tersebut terjadi karena model Markowitz tidak mempertimbangkan asset
risiko dan hanya mempertimbangkan ekspektasi imbal hasil dan risiko
saja.
Oleh sebab itu, model ini juga disebut dengan Mean-variance
Model. Mean = ekspektasi imbal hasil yang banyak dihitung dengan cara
rata-rata. Varience = adalah pengukur risiko yang digunakan.
2.5 Diversifikasi Investasi Model Markowitz
Teori portofolio model Markowitz mengajarkan berinvestasi
dengan cara memecah dana yang diinvestasikan, kemudian meletakkannya
di jalur yang berbeda-beda, bukan berfokus pada satu jalur saja. Peletakan
dana secara terpisah tersebut dimaksudkan untuk mengurangi risiko yang
akan timbul ke depannya.
Keputusan untuk mendiversifikasikan investasi tersebut akan
menyebabkan terbentuknya kondisi safety financial  atau lebih tepatnya
terjadinya pembentukan portofolio yang optimal.
Namun demikian, perlu diakui bahwa sisi normatif dalam
berinvestasi tetap terjadi karena hal tersebut dipengaruhi oleh keputusan
pribadi masing-masing pelaku investasi tersebut, sebagaimana dikatakan
oleh Tandelilin, “Meskipun demikian teori portofolio masih merupakan
teori normatif yang menekan pada bagaimana seharusnya investor
melakukan diversifikasi secara optimal.”
Selanjutnya dia menjelaskan bahwa pada dasarnya teori portofolio
model Markowitz didasari oleh tiga asumsi berikut :
1. Periode investasi tunggal, misalnya satu tahun.
2. Tidak ada biaya transaksi.
3. Preferensi investor hanya berdasarkan pada ekspektsi imbal hasil dan
risiko dari portofolio.

10
2.6 Asas Teori Portofolio Markowitz
Jika seorang investor ingin memaksimalkan expected return dari
portofolio ia akan meletakkan dananya dalam sekuritas yang mempunyai
harapan imbal hasil maksimum.
Oleh karena ada rekomendasi yang menganjurkan agar investor
melakukan diversifikasi dan perlu memaksimalkan keuntungan yang
diharapkan, peraturan atau rekomendasi ini menganjurkan agar investor
mendiversifikasi dananya kepada semua sekuritas yang mempunyai
harapan keuntungan maksimum.
Berdasarkan penjelasan tersebut kita bisa mengambil kesimpulan
bahwa studi yang dilakukan Markowitz berasaskan dua masalah, yaitu :
1. expected return (E(Ri)) atau imbal hasil yang diharapkan dari suatu
sekuritas.
2. Varians atau suatu ukuran penyerapan dari penyebaran peluang
(probability).

2.7 Kelebihan dan Kelemahan Teori Portofolio Markowitz


a. Kelebihan
1. Kajian yang dilakukan Markowitz merupakan suatu titik
awal dalam kajian pemilihan portofolio yang mempergunakan analisis
alamiah dan modern, kemudian mulai dikembangkan oleh sebagian
peneliti lainnya termasuk oleh Stephen Ross (1974).
2. Markowitz memberikan suatu kemudahan dalam memahami
kedekatan hubungan antara imbal hasil yang diharapkan dari risiko
portofolio, serta tidak mengesampingkan analisis dari segi portofolio
efisien. Kemudian ini tergambarkan dalam rumus-rumus yang
dikemukakan dan akhir-akhir ini telah dijabarkan oleh banyak pihak.
3. Riset serta publikasi tulisan dan penjelasan lisan yang
dikemukakan oleh Markowitz telah meletakkan asas dasar  bagi
pengkajian teori portofolio selajutnya seperti CAPM, APT, risiko dan
imbal hasil, serta nilai saham dan obligasi.

11
b. Kelemahan
1. Permasalahan klasik dari sudut pandang menejemen
keuangan yang selalu muncul, yaitu pada saat data yang digunakan
dalam kajian adalah data masa lalu. Dan masa lalu tersebut tidak hanya
memberikan suatu jawaban yang sulit untuk dijadikan suatu estimasi
kedepan, tetapi juga diragukan keakuratan datanya.
Bisa saja data-data keuangan yang dihasilkan tersebut merupakan data
yang telah diubah oleh manejemen perusahaan atau yang kita kenal
sebagai tindakan manejemen laba (earning manajement), sehingga
dapat menimbulkan permasalahan dikemudian hari.
2. Studi yang dilakukan Markowitz tidak menjelaskan bahwa waktu,
yaitu berapa lama waktu yang tepat untuk memperhitungkan
diversifikasi tersebut. Dengan demikian, analisis tersebut menjadi
tidak meyakinkan.
3. Data yang diambil (pada saat dianalisis) menggunakan varians dan
berbagai alat lainnya sulit untuk dipahami dan diprediksi karena
merupakan data masa lalu.

12
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Teori portofolio model Markowitz mengajarkan
berinvestasi dengan cara memecah dana yang diinvestasikan,
kemudian meletakkannya di jalur yang berbeda-beda, bukan
berfokus pada satu jalur saja. Peletakan dana secara terpisah
tersebut dimaksudkan untuk mengurangi risiko yang akan timbul
ke depan.
Portofolio model Markowitz adalah portofolio efisien yang
dibentuk dengan tujuan untuk meminimumkan standar deviasi
yang merupakan ukuran risiko dari suatu portofolio. Bentuk umum
penyelesaian portofolio model Markowitz dapat diselesaikan
dengan pendekatan Two-Fund Theorem.
Markowitz menekankan bahwa porofolio yang paling baik
adalah yang dikelola dengan cara paling optimal. Optimalitas
tersebut dapat diperoleh dengan cara mempertimbangkan dalam
setiap trade off antara risiko dan imbal hasil yang akan diperloleh
nantinya.

13
DAFTAR PUSTAKA
1. Fahmi, Irham. 2015. Manajemen Investasi Teori dan Soal Jawab Edisi 2.

Salemba Empat.
2. Artikelku99.blogspot.com. Filsafat Teori Portofolio Modern. Maret 2013.

http://artikelku99.blogspot.com/2013/03/filsafat-teori-portofolio-
modern.html
3. Jurnal.untan.ac.id.
http://jurnal.untan.ac.id/index.php/jbmstr/article/view/1537
4. ReferensiMakalah.com. Pengertian Portofolio dalam Investasi. Februari

2013. https://www.referensimakalah.com/2013/02/pengertian-portofolio-
dalam-investasi.html
5. Ilmuekonomi.net. Teori Manajemen Portofolio Investasi Harry

Markowitz. Februari 2016. http://www.ilmuekonomi.net/2016/02/teori-


manajemen-portofolio-investasi-Harry-Makowitz.html
6. https://www.slideshare.net/AnnisaParamitha1/teori-markowitz-ppt

14