Anda di halaman 1dari 23

LAPORAN RESMI PRAKTIKUM BIOLOGI

“ JARINGAN EPIDERMIS, STOMATA, TRIKOMATA, DAN


PARENKIM PADA TUMBUHAN ”

Oleh :

Dyah Nugraheni Putri (XI IPA 3/06)

SMA NEGERI 6 YOGYAKARTA

“The Research School OfJogja”

2015
LEMBAR PENGESAHAN

Laporan praktikum yang berjudul :

“ JARINGAN EPIDERMIS, STOMATA, DAN PARENKIM PADA


TUMBUHAN “

Oleh :
Dyah Nugraheni Putri
(XI IPA 3 / 06)

Telah diperiksa oleh guru pembimbing praktikum biologi Ibu Dra. Riadiani
Tugas tersebut disusun sebagai laporan praktikum biologi kelas XI IPA 3

Disahkan pada :

Hari, Tanggal : Kamis, 7 Mei 2015


Tempat : SMA Negeri 6 Yogyakarta

Yogyakarta, 7 Mei 2015


Mengetahui,
Guru Pembimbing Praktikan

( Dra. Riadiani ) ( Dyah Nugraheni Putri )

LAPORAN PRAKTIKUM BIOLOGI | ii


KATA PENGANTAR

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh


Segala puji dan syukur kami panjatkan kepada Allah S.W.T. yang telah
memberikan rahmat, hidayah dan inayah serta nikmat diantaranya adalah
nikmat sehat, sehingga penulis dapat menyelesaikan tugas laporan praktikum
biologi yang berjudul :

“ JARINGAN EPIDERMIS, STOMATA, TRIKOMATA, DAN


PARENKIM PADA TUMBUHAN “

Pada kesempatan ini penulis mengucapkan banyak berterima kasih


kepada :
1. Bapak Drs. Miftakodin, M.M. selaku Kepala Sekolah SMA Negeri 6
Yogyakarta
2. Ibu Dra. Riadiani selaku pembimbing mata pelajaran biologi di SMA Negeri 6
Yogyakarta
3. Kedua orang tua penulis dan seluruh keluarga
4. Teman-teman serta pihak yang telah membantu
Semoga Allah S.W.T. memberikan balasan kepada pihak-pihak yang telah
memberikan dorongan, arahan, bimbingan dan bantuan sehingga penulis dapat
menyelesaikan tugas laporan hasil praktikum biologi ini dengan baik.
Penulis menyadari bahwa dalam penyusunan laporan ini masih banyak
kekurangan dan sangat jauh dari kata sempurna, oleh karena itu kritik dan saran
yang membangun sangat penulis harapkan.Semoga laporan ini dapat bermanfaat
bagi kita semua.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Yogyakarta, 7 Mei 2015


Praktikan,

( Dyah Nugaraheni Putri )

LAPORAN PRAKTIKUM BIOLOGI | iii


DAFTAR ISI

LEMBAR PENGESAHAN.......................................................................................................ii
KATA PENGANTAR.............................................................................................................iii
DAFTAR ISI.........................................................................................................................iv
LAPORAN PRAKTIKUM “ JARINGAN EPIDERMIS, STOMATA, TRIKOMATA, DAN PARENKIM
PADA TUMBUHAN ”...........................................................................................................1
I. TUJUAN.................................................................................................................1
II. DASAR TEORI.........................................................................................................1
III. ALAT DAN BAHAN..................................................................................................9
IV. CARA KERJA...........................................................................................................9
V. DATA PENGAMATAN...........................................................................................10
VI. DISKUSI DAN PERTANYAAN.................................................................................12
VII. KESIMPULAN.......................................................................................................15
DAFTAR PUSTAKA.............................................................................................................17
LAMPIRAN........................................................................................................................18

LAPORAN PRAKTIKUM BIOLOGI | iv


LAPORAN PRAKTIKUM “ JARINGAN EPIDERMIS, STOMATA,
TRIKOMATA, DAN PARENKIM PADA TUMBUHAN ”

I. TUJUAN :
a. Mengetahui berbagai bentuk jaringan epidermis
b. Mengetahui berbagai bentuk dan letak stomata
c. Mengetahui struktur dan fungsi jaringan pada tanaman
d. Mengetahui berbagai bentuk trikomata
e. Mengetahui struktur dan fungsi trikomata

II. DASAR TEORI :


Sel merupakan unit struktural dan fungsional terkecil dari setiap
organisme. Teori tentang sel yang pertama kali dikemukakan pada abad ke-
19 menyatakan bahwa semua organisme tersusun atas satu atau lebih sel. 
Setiap sel berasal dari sebuah sel lainnya.  Seluruh fungsi vital bagi
organisme terjadi di dalam sel. Tubuh tumbuhan terdiri dari sel-sel yang
dilekatkan satu dengan lainnya oleh suatu perekat antar sel. Sekumpulan
sel-sel tersebut dinamakan jaringan.
Jaringan yang secara umum terdiri dari sel-sel yang sama bentuk
dan fungsinya disebut jaringan sederhana. Sedangkan yang terdiri atas
lebih dari satu macam sel namun asalanya sama disebut jaringan komplek
atau majemuk (Hidayat, 1995). Jaringan tumbuhan tingkat rendah seperti
ganggang, jamur dan lumut berupa jaringan semu. Pada ganggang
jaringannya berbentuk koloni atau pseudoparenkim dan pada jamur
berupa hifa yang disebut plektenhim. Jaringan tumbuhan tingkat tinggi,
terbagi menjadi dua golongan yaitu :
A. Jaringan muda (meristem)
Tersusun atas sel-sel  embrional yang mempunyai kemampuan untuk
membelah diri secara terus-menerus atau meristematis. Sel-sel yang
menyusun jaringan ini memiliki membran sel yang tipis, bentuknya teratur
(segi empat/kubus) dan ruang sel (lumen) terisi penuh protoplas serta
memiliki vakuola kecil. Menurut letaknya jaringan meristem terdiri dari tiga
macam:
1. meristem apical
2. meristem lateral

LAPORAN PRAKTIKUM BIOLOGI | 1


3. meristem interkalar
Menurut perkembangannya terbagi atas dua macam:
1. Meristem primer
2. Meristem sekunder
B. Jaringan dewasa
Tersusun atas sel-sel yang tak dapat membelah lagi dan telah terdiferensiasi
serta masing-masing mempunyai fungsi yang khusus yaitu :
1. Jaringan epidermis
Asal kata “epidermis” adalah epi artinya di atas dan derma artinya
kulit yang berasal dari Yunani. Sesuai namanya, jaringan epidermis
dalam tubuh tumbuhan berfungsi sebagai penutup dan pelindung
jaringan lainnya, terutama pada jaringan muda yang masih
memungkinkan mengalami perkembangan dan pertumbuhan. Karena
itu, jaringan epidermis terletak pada lapisan terluar akar, batang, dan
daun. Ciri jaringan epidermis antara lain selnya hidup dan tersusun
rapat, tidak memiliki klorofi l dan berbentuk balok. Amati Gambar 2.4.

Gambar 2.4 Struktur jaringan epidermis


Jaringan epidermis juga mampu melakukan diferensiasi epidermis.
Karena itu, jaringan epidermis pada tumbuhan tertentu memiliki
stomata, sel kipas, sel gabus, sel kersik, trikomata, spina, dan velamen.
Derivatderivat ini dapat ditemukan baik pada akar, batang, maupun
daun.
Stomata adalah celah yang terdapat pada epidermis organ
tumbuhan.Pada semua tumbuhan yang berwarna hijau, lapisan epidermis
mengandung stomata paling banyak pada daun. Stomata terdiri atas
bagian-bagian yaitu sel penutup, bagian celah, sel tetangga, dan ruang
udara dalam. Sel tetangga berperan dalam perubahan osmotik yang
menyebabkan gerakan sel penutup yang mengatur lebar celah. Sel
penutup dapat terletak sama tinggi dengan permukan epidermis
(panerofor) atau lebih rendah dari permukaan epidermis (kriptofor) dan
lebih tinggi dari permukaan epidermis (menonjol).

LAPORAN PRAKTIKUM BIOLOGI | 2


Pada tumbuhan dikotil, sel penutup biasanya berbentuk seperti
ginjal bila dilihat dari atas. Sedangkan pada tumbuhan rumput-rumputan
memiliki struktur khusus dan seragam dengan sel penutup berbentuk
seperti halter dan dua sel tetangga terdapat masing-masing di samping
sebuah sel penutup.  Fungsi stomata adalah sebagai tempat terjadinya
respirasi (pertukaran gas) dan juga transpirasi (proses penguapan air).
Agar dapat mengetahui bentuk stomata dengan tepat, cermatilah
Gambar 2.5.

Gambar 2.5 Stomata yang diapit sel penjaga pada lapisan epidermis
Salah satu bentuk diferensiasi epidermis yang lain adalah sel kipas.
Sel kipas terdapat pada epidermis atas daun rumput-rumputan
(Gramineae atau Cyperaceae). Sebagai contoh, sel kipas pada rumput
teki dan daun bambu. Sel kipas bentuknya lebih besar dibanding sel
epidermis, dinding sel tipis dan bisa mengempis. Daun rumput teki,
bambu, dan sejenisnya dapat menggulung untuk mengurangi
penguapan. Untuk lebih jelasnya, perhatikan Gambar 2.6.

Gambar 2.6 (a) Daun bambu, (b) Daun rumput teki


Sel epidermis daun atas juga mengalami diferensiasi. Lapisan
kutikula (senyawa lemak), misalnya, merupakan zat kutin yang
mengalami penebalan, contohnya daun pohon nangka. Sementara
lapisan lilin dapat ditemukan pada epidermis bawah daun. Misalnya
saja, lapisan lilin pada daun pisang.
Bentuk diferensiasi epidermis lainnya adalah trikoma (jamak
disebut trikomata). Trikoma ialah bentuk modifikasi sel epidermis yang

LAPORAN PRAKTIKUM BIOLOGI | 3


berupa rambut-rambut. Trikoma biasanya terletak pada akar, daun,
batang, bunga, buah, maupun biji.
Pada sel epidermis, trikoma muncul dari epidermis atas. Jumlah
selnya bisa tunggal atau banyak. Ada trikoma yang mempunyai kelenjar
sekretori dan ada juga yang tidak. Adapun bentuk trikoma pada batang
dapat kalian cermati pada Gambar 2.7 berikut.

Gambar 2.7 Trikoma pada batang


Trikoma memiliki beragam fungsi, antara lain mengurangi
penguapan, mengurangi gangguan hewan, dan membantu penyerbukan
bunga. Trikoma juga berfungsi menyerap air dan garam mineral dari
tanah, misalnya trikoma pada akar. Selain itu, trikoma mampu
meneruskan rangsang dari luar dan membantu penyebaran biji.
Trikoma dibedakan menjadi dua, yaitu :
1. Trikoma glanduler
Trikoma glanduler merupakan trikoma yang dapat menghasilkan
sekret. Trikoma glanduler dapat bersel satu atau banyak. Tumbuhan
yang memiliki trikoma glanduler, contohnya, tembakau (Nicotiana
tabacum) yang terletak pada daunnya. Macam-macam trikoma
glanduler antara lain:
a. Trikoma hidatoda, terdiri atas sel tangkai dan beberapa sel kepala
dan mengeluarkan larutan yang berisi asam organik.
b. Kelenjar madu, berupa rambut bersel satu atau lebih dengan
plasma yang kental dan mampu mengeluarkan madu ke permukaan
sel permukaan sel.
c. Kelenjar garam terdiri atas sebuah sel kelenjar besar dengan tangkai
yang pendek.
d. Rambut gatal, berupa sel tunggal dengan pangkal berbentuk
kantong dan ujung runcing. Isi sel menyebabkan rasa gatal.
2. Trikoma Nonglanduler
Trikoma ini tidak menghasilkan sekret. Macam-macam Trikoma
nonglanduler, antara lain:

LAPORAN PRAKTIKUM BIOLOGI | 4


a. rambut sisik, misalnya pada daun durian
b. rambut bercabang, misalnya pada daun waru
c. rambut akar
Kemudian, bentuk diferensiasi epidermis yang lain adalah duri
pada batang atau cabang tumbuhan. Duri (spina) merupakan modifi kasi
sel epidermis yang terdapat pada tumbuhan tertentu. Duri tumbuhan
terbagi dalam dua jenis, yakni duri asli dan duri palsu. Duri asli dibentuk
oleh jaringan di dalam stele batang. Misalnya, duri pada tanaman bunga
kertas Bougainvillea). Sedangkan duri palsu dibentuk oleh jaringan di
bawah epidermis yaitu jaringan korteks batang. Contohnya, duri pada
batang tumbuhan mawar. Perhatikan Gambar 2.8.

Gambar 2.8 Duri (spina) pada bunga mawar dan bunga kertas
Bila melihat tanaman anggrek, maka kalian akan menemukan
velamen. Velamen merupakan modifi kasi sel epidermis yang terdapat
pada akar udara tanaman anggrek. Epidermis dan akar anggrek disebut
epidermis ganda atau multipel epidermis.Velamen berfungsi sebagai
tempat menyimpan air. Velamen pada tanaman anggrek dapat kalian
cermati pada Gambar 2.9.

Gambar 2.9: Velamen tanaman anggrek


Berikutnya adalah sel kersik. Sel kersik merupakan hasil
modifikasi sel epidermis pada batang Graminae. Sel kersik mengandung

LAPORAN PRAKTIKUM BIOLOGI | 5


zat kersik atau silika (SiO2). Batang tebu adalah tanaman yang banyak
mengandung sel ini. Karenanya, permukaan batang tebu menjadi keras.
2. Jaringan parenkim (jaringan dasar)
Jaringan parenkim merupakan bentuk lain dari jaringan dewasa.
Jaringan parenkim menyusun tubuh tumbuhan setelah jaringan
epidermis. Jaringan parenkim disebut juga jaringan dasar. Alasannya,
jaringan dasar bisa ditemukan pada semua organ tumbuhan, seperti
akar, batang, dan daun. Pada batang, jaringan dasar ditemukan pada
korteks dan empulur batang. Sedangkan pada daun, jaringan dasar
berdiferensiasi menjadi jaringan bunga karang. Kemudian juga pada
selubung berkas pengangkut. Untuk lebih jelasnya, perhatikan Gambar
2.10.

Gambar 2.10: Jaringan parenkim


Adapun ciri-ciri jaringan parenkim antara lain ukuran sel besar dan
hidup, dinding sel tipis, banyak terdapat vakuola, sel berbentuk segi
enam, dan banyak memiliki ruang antar sel. Selain itu, jaringan
parenkim mampu membelah, baik secara embrional maupun
meristematik.
Berdasarkan fungsinya, jaringan parenkim terbagi menjadi
beberapa jaringan, yaitu parenkim air, parenkim pengangkut, parenkim
penyimpan udara, parenkim asimilasi, parenkim penimbun, dan
parenkim penutup luka. Parenkim air adalah parenkim yang berperan
dalam penyimpan air. Sebagai contoh, parenkim air pada tumbuhan
kaktus. Parenkim pengangkut merupakan salah satu jaringan yang
menyusun xilem dan fl oem.
Xilem berfungsi mengangkut air dan garam mineral, sedangkan
floem berfungsi mengangkut hasil asimilasi yang kemudian diedarkan ke
seluruh tubuh. Jenis parenkim lainnya adalah parenkim penyimpan
udara (aerenkim). Seperti namanya, fungsi parenkim ini sebagai
penyimpan udara pada ruang antarsel. Contohnya, parenkim penyimpan

LAPORAN PRAKTIKUM BIOLOGI | 6


udara pada tumbuhan air yang mempunyai ruang antarsel dengan
jumlah banyak dan ukuran yang besar.
Jenis berikutnya adalah parenkim asimilasi. Fungsi parenkim
asimilasi adalah tempat pembuatan zat makanan pada proses
fotosintesis. Parenkim ini banyak terdapat pada bagian tumbuhan yang
berwarna hijau. Selain jenis parenkim tersebut, ada pula parenkim
penimbun. Peran parenkim ini yaitu menyimpan cadangan makanan.
Cadangan makanan tersebut berada pada vakuola. Contohnya umbi,
rimpang, dan biji. Sementara itu, jaringan parenkim penutup luka
disebut kambium gabus (felogen). Jaringan ini mampu beregenerasi
menjadi jaring embrional (meristematik) adalah fungsinya.
3. Jaringan Penguat
Tumbuhan bisa berdiri tegak karena adanya jaringan penguat.
Selain itu, jaringan penguat berfungsi menyokong bagian-bagian
tumbuhan, misalnya daun dan batang. Jaringan penguat dibedakan
menjadi :
a. Kolenkim
Kolenkim tersusun atas sel-sel hidup yang bentuknya memanjang
dengan penebalan dinding sel yang tidak merata dan bersifat plastis,
artinya mampu membentang, tetapi tidak dapat kembali seperti semula
bila organnya tumbuh. Kolenkim terdapat pada batang, daun, bagian-
bagian bunga, buah, dan akar. Sel – sel kolenkim dindingnya mengalami
penebalan dan berupa sel hidup. Kolenkim pada akar biasanya terdapat
di daerah korteks langsung di bawah epidermis. Pada batang kolenkim
tersusun menjadi berkas yang memanjang sejajar sumbu batang.
Sedangkan pada daun, kolenkim terdapat di kedua sisi tulang daun
utama.

b. Sklerenkim
Jaringan sklerenkim merupakan jaringan yang fungsi utamanya
adalah juga sebagai jaringan penguat tumbuhan (jaringan mekanik).

LAPORAN PRAKTIKUM BIOLOGI | 7


Jaringan sklerenkim hanya terdapat pada organ tumbuhan yang tidak
lagi mengadakan pertumbuhan dan perkembangan. Tersusun dari sel
mati. Umumnya terdiri atas fiber atau serat-serat sklerenkim, dan
sklereid atau sel-sel batu.

4. Jaringan pengangkut
Jaringan pengangkut berfungsi untuk mengangkut air, mineral,
dan zat-zat makanan hasil fotosintesis. Jaringan pengangkut terdiri atas :
a. Xilem
Xilem merupakan jaringan kompleks yang tersusun atas dua tipe sel,
yaitu trakeid dan unsur pembuluh(vessel element). Keduanya memiliki
dinding sel yang mengandung lignin. Trakeid merupakan sel yang
panjang dan tipis dengan ujung yang runcing. Unsur pembuluh adalah
sel yang lebar dan pendek dengan ujung tidak terlalu runcing.Berfungsi
mengalirkan air dari akar menuju batang dan daun.

b. Floem
Pada prinsipnya, floem merupakan jaringan parenkim. Tersusun
atas beberapa tipe sel yang berbeda, yaitu pembuluh tapis, sel
pengiring, parenkim, serabut, dan sklerenkim. Floem juga dikenal
sebagai pembuluh tapis, yang membentuk kulit kayu pada batang.
Unsur penyusun pembuluh floem terdiri atas dua bentuk, yaitu: sel tapis
(sieve plate) berupa sel tunggal dan bentuknya memanjang dan buluh
tapis (sieve tubes) yang serupa pipa. Dengan bentuk seperti ini
pembuluh tapis dapat menyalurkan gula, asam amino serta hasil
fotosintesis lainnya dari daun ke seluruh bagian tumbuhan.

LAPORAN PRAKTIKUM BIOLOGI | 8


III. ALAT DAN BAHAN :

A. Mikroskop I. Daun eceng gondok


B. Obyek glass J. Pelepah eceng gondok
C. Deck glass K. Kapas
D. Silet L. Pisang
E. Pinset M. Puring
F. Pipet N. Tanduk rusa
G. Tissue/flanel O. Daun Sawo kecik
H. Daun Rhodescolor

IV. CARA KERJA :


A. Jaringan epidermis dan stomata :
a. Sayatlah permukaan atas daun Rhodescolor bagian atas, taruh pada
obyek glass, tetesi air, tutup dengan deck glass, amati di bawah
mikroskop dengan perbesaran kecil, gambar dan dengan perbesaran
kuat gambar, berilah keterangan.
b. Sayatlah permukaan bawah daun Rhodescolor, taruh pada obyek
glass, tetesi air, tutup dengan deck glass, amati di bawah mikroskop
dengan perbesaran kecil, gambar dan dengan perbesaran kuat
gambar, berilah keterangan.
c. Lakukan cara yang sama untuk daun eceng gondok seperti kegiatan a
dan b.
d. Lakukan cara yang sama untuk puring seperti kegiatan a dan b.
B. Trikomata :
a. Ambil mikroskop dan perlengkapannya kemudian bersihkan dengan
tissue.

LAPORAN PRAKTIKUM BIOLOGI | 9


b. Ambil tanduk rusa, sayat permukaan bawah yang berbulu, letakkan
pada kaca obyek, tetesi air amati dibawah mikroskop, gambar dan
beri keterangan.
c. Lakukan cara yang sama untuk kapas seperti kegiatan a dan b.
d. Lakukan cara yang sama untuk sawo kecik seperti kegiatan a dan b
C. Jaringan Parenkim :
a. Sayatlah melintang pelepah eceng gondok, taruh pada obyek glass,
tetesi air, tutup dengan deck glass, amati di bawah mikroskop dengan
perbesaran kecil, gambar dan dengan perbesaran kuat gambar,
berilah keterangan
b. Sayatlah pisang setipis mungkin, taruh pada obyek glass, tetesi air,
tutup dengan deck glass, amati di bawah mikroskop
denganperbesaran kecil, gambar dan denganperbesaran kuat
gambar, berilah keterangan.

V. DATA PENGAMATAN

A. Gambar preparat : Eceng gondok

B. Gambar preparat : Kapas

C. Gambar preparat : Pisang

LAPORAN PRAKTIKUM BIOLOGI | 10


D. Gambar preparat : Puring

E. Gambar preparat : Rhodescolor (atas)

F. Gambar preparat : Rhodescolor (bawah)

LAPORAN PRAKTIKUM BIOLOGI | 11


G. Gambar preparat : Tanduk rusa

H. Gambar preparat : Sawo kecik

VI. DISKUSI DAN PERTANYAAN :


A. Jaringan epidermis, stomata, dan parenkim :
1. Dari hasil pengamatan bagaimana bentuk jaringan epidermis?

LAPORAN PRAKTIKUM BIOLOGI | 12


Bentuk jaringan epidermis adalah pipih selapis yang berderet
rapat tanpa ruang antar sel.
2. Dari hasil pengamatan dimana letak jaringan epidermis dan apa
fungsinya?
Berdasarkan hasil pengamatan, letak jaringan epidermis terletak
pada permukaan atas dan bawah daun. Pada permukaan atas daun,
jaringan epidermis berfungsi untuk melindungi jaringan / bagian
dalam organ tumbuhan. Pada bagian bawah daun, jaringanm
epidermis bermodifikasi menjadi stomata yang berfungsi sebagai
jalan masuk CO2 dari udara dan keluarnya O2 hasil fotosintesis, jalan
traspirasi, dan jalan respirasi.
3. Apa persamaan dan perbedaan antara jaringan permukaan atas
dibandingkan dengan jaringan permukaan bawah daun?
a. Persamaan : Pada jaringan permukaan atas dan bawah daun
terdapat jaringan epidermis yang berfungsi untuk melindungi
jaringan yang ada di sebelah dalamnya.
b. Perbedaan :
- Pada jaringan permukaan atas atas, jaringan epidermis
berfungsi sebagai pelindung terhadap hilangnya air karena
penguapan, kerusakan mekanik, perubahan suhu, dan
hilangnya zat-zat makanan.
- Pada jaringan permukaan bawah, jaringan epidermis telah
mengalami modifikasi. Misalnya membentuk stomata
seperti yang tampak pada hasil pengamatan.
4. Bagaimana bentuk dan letak jaringan parenkim?
Pada umumnya, jaringan parenkim berbentuk polihedral,
berukuran besar dan tipis, memiliki ruang antar sel yang banyak
sehingga letaknya tidak rapat. Jaringan parenkim merupakan jaringan
dasar yang hampir ditemukan di semua organ tumbuhan seperti akar,
batang, dan daun.
5. Dari hasil pengamatan anda apa fungsi jaringan parenkim pada
pisang dan pada pelepah eceng gondok?
a. Fungsi jaringan parenkim pada pisang : Menyimpan cadangan
makanan dan berupa butir-butir tepung.
b. Fungsi jaringan parenkim pada pelepah eceng gondok : Sebagai
aerasi (pertukaran udara).
6. Jelaskan fungsi lain dari jaringan parenkim, carilah dari sumber
pustaka!

LAPORAN PRAKTIKUM BIOLOGI | 13


a. Parenkim Asimilasi : Jaringan parenkim tempat zat-zat makanan
melalui fotosintesis.
b. Parenkim Penimbun : Jaringan yang menyimpan cadangan
makan karena memiliki vakuola yang besar.
c. Parenkim Air : Jaringan yang mampu menyimpan air, khususnya
bagi tumbuhan xerofit yang memiliki sel besat berdinding tipis
dengan vakuola besar di tengah yang berisi air.
d. Parenkim Pengangkut : Jaringan parenkim yang terdapat di
sekitar xilem yang mengangkut air dan unsur hara, serta di
sekitar floem mengedarkan zat-zat makanan hasil fotosintesis.
e. Parenkim Penutup Luka : Jaringan parenkim yang mempunyai
kemampuan regenerasi (pemulihan diri) dengan cara embrional
(meristematik) kembali.
7. Apa aplikasi dari pengamatan kegiatan ini? Jeaskan!
Aplikasi dari pengamatan kegiatan ini yaitu kita dapat
membedakan  bentuk dan fungsi jaringan epidermis dan jaringan
parenkim yang terdapat pada tumbuh. Selain itu berbagai bentuk
jaringan epidermis pada setiap tanaman, membuat kita menjadi lebih
tahu karakter dari tanaman. Ada pula jaringan parenkim yang
memiliki fungsi khusus yang berbeda pada setiap tumbuhan. Hal itu
bisa disesuaikan dengan karakter tumbuhan tersebut.
B. Trikomata :
1. Jelaskan bentuk trikomata!
Bentuk trikomata yaitu berbentuk tonjolan-tonjolan atau rambut-
rambut, seperti bintang, sisik
2. Jelaskan fungsi trikomata !
Fungsi trikomata yaitu :
a. Mengurangi penguapan
b. Mengurangi gangguan hewan
c. Membantu penyerbukan bunga
d. Menyerap air dan garam mineral dari tanah
e. Mampu meneruskan rangsang dari luar dan membantu
penyebaran biji
3. Apa fungsi trikomata bagi manusia !
Fungsi trikomata bagi manusia yaitu :
a. Rambut biji kapas (Gossypium sp): bahan penting untuk tekstil
b. Rambut buah kapok (Ceiba pentandra): bahan kasur

LAPORAN PRAKTIKUM BIOLOGI | 14


c. Rambut kelenjar daun Mentha piperita : bahan obat
mengandung minyak permen
d. Rambut kelenjar daun teh (Camellia sinensis): aroma pada air
teh
4. Jika kita terkena trikomata ada yang menyebabkan gatal dan ada
yang tidak gatal jelaskan !
Hal tersebut terjadi di trikomata glanduler karena terdapat rambut
gatal, berupa sel tunggal dengan pangkal berbentuk kantong dan
ujung runcing. Isi sel menyebabkan rasa gatal.

VII. KESIMPULAN :
A. Jaringan epidermis, stomata, dan parenkim :
1. Bentuk jaringan epidermis yaitu berbentuk persegi panjang. Sel-sel
epidermis rapat dan tidak memiliki ruang antar sel. Jaringan
epidermis berfungsi untuk melindungi bagian jaringan tumbuhan
yang ada di sebelah dalam
2. Jaringan epidermis pada tanaman mengalami modifikasi menjadi
bulu akar, sel penutup stomata, trikomata, sisik, dan duri. Pada
bagian bawah daun, jaringan epidermis bermodifikasi menjadi
stomata sebagai jalan masuk CO2 dari udara dan keluarnya O2 hasil
fotosintesis, jalan transpirasi, dan jalan respirasi. Bentuk stomata oval
seperti bibir.
3. Bentuk jaringan parenkim yaitu Jaringan parenkim berbentuk segi
banyak atau segi enam pada umumnya, berukuran besar dan tipis,
memiliki ruang antar sel yang banyak sehingga letaknya tidak rapat.
Jaringan parenkim memiliki fungsi-fungsi khusus pada setiap
tumbuhan. Misalnya airenkim (penyimpanan
udara),klorenkim (berklorofil untuk fotosintesis), hydrokim (tempat
penyimpanan air), dan amilokim (tempat penyimpanan amilum).
4. Struktur dan fungsi jaringan pada tanaman yaitu :
a. Jaringan epidermis : persegi panjang. Sel-sel epidermis rapat dan
tidak memiliki ruang antar sel. Berfungsi untuk melindungi
bagian jaringan tumbuhan yang ada di sebelah dalam
b. Jaringan parenkim : berbentuk segi banyak atau segi enam pada
umumnya, berukuran besar dan tipis, memiliki ruang antar sel
yang banyak sehingga letaknya tidak rapat. Jaringan parenkim
memiliki fungsi-fungsi khusus pada setiap tumbuhan.
Misalnya airenkim (penyimpanan udara), klorenkim (berklorofil

LAPORAN PRAKTIKUM BIOLOGI | 15


untuk fotosintesis), hydrokim (tempat penyimpanan air),
dan amilokim (tempat penyimpanan amilum).
B. Trikomata :
1. Bentuk trikomata yaitu :
a. Trikomata glanduler :
- Trikoma hidatoda, terdiri atas sel tangkai dan beberapa sel
kepala dan mengeluarkan larutan yang berisi asam organik.
- Kelenjar madu, berupa rambut bersel satu atau lebih dengan
plasma yang kental dan mampu mengeluarkan madu ke
permukaan sel permukaan sel.
- Kelenjar garam terdiri atas sebuah sel kelenjar besar dengan
tangkai yang pendek.
- Rambut gatal, berupa sel tunggal dengan pangkal berbentuk
kantong dan ujung runcing. Isi sel menyebabkan rasa gatal.
b. Trikomata nonglanduler :
- rambut sisik, misalnya pada daun durian
- rambut bercabang, misalnya pada daun waru
- rambut akar
2. Fungsi trikomata yaitu :
a. Mengurangi penguapan
b. Mengurangi gangguan hewan
c. Membantu penyerbukan bunga
d. Menyerap air dan garam mineral dari tanah
e. Mampu meneruskan rangsang dari luar dan membantu
penyebaran biji

LAPORAN PRAKTIKUM BIOLOGI | 16


DAFTAR PUSTAKA

1. http://www.pintarbiologi.com/2014/11/jaringan-permanen-pada-
tumbuhan.html
2. Siti Nur Rochah Dkk, 2009. BSE Biologi SMA/MA Kelas XI. Pusat Perbukuan
Depdiknas. Jakarta
3. http://marhaeni-ds.blogspot.com
4. http://erly365.blogspot.com
5. http://desighasabayota14.blogspot.com
6. https://andreparera.wordpress.com

LAPORAN PRAKTIKUM BIOLOGI | 17


LAMPIRAN

LAPORAN PRAKTIKUM BIOLOGI | 18


LAPORAN PRAKTIKUM BIOLOGI | 19

Anda mungkin juga menyukai