Anda di halaman 1dari 17

1.

1 Konsep Keluarga
1.1.1 Defenisi
Defenisis keluarga antara lain :
1. Keluarga merupakan orang yang mempunyai hubungan resmi,
seperti ikatan darah, adopsi, perkawinan atau perwalian, hubungan
social (hidup bersama) dan adanya hubungan psikologi (ikatan
emosiaonal) (Hanson, 2001) dikutip dalam (Widagdo, 2016).
2. Keluarga adalah sekumpulan orang dengan ikatan perkawinan,
kelahiran, dan adopsi yang bertujuan untuk menciptakan,
mempertahankan budaya, dan meningkatkan perkembangan fisik,
mental, emosional, serta dari tiap anggota keluarga (Duwali dan
Logan, 1986) dikutip dalam (Widagdo, 2016).
3. Keluarga merupakan unit terkecil dari masyarakat yang terdiri atas
kepala keluarga dan beberapa orang yang berkumpul serta tinggal di
suatu tempat di bawah satu atap dan saling ketergantungan
(Departemen Kesehatan RI,1988) dikutip dalam (Widagdo, 2016).
1.1.2 Tipe Keluarga
Berbagai tipe keluarga adalah sebagai berikut:
1. Tipe keluarga tradisional, terdiri atas beberapa tipe di bawah ini:
a. The Nuclear family (keluarga inti), yaitu keluarga yang terdiri
atas suami, istri, dan anak, baik anak kandung maupun anak
angkat.
b. The dyad family (keluarga dyad), suatu rumah tangga yang
terdiri atas suami dan istri tanpa anak. Hal yang perlu ketahui,
keluarga ini mungkin belum mempunyai anak atau tidak
mempunyai anak.
c. Single parent, yaitu keluarga yang terdiri atas satu orang tua
dengan anak (kandung atau angkat). Kondisi ini dapat
disebabkan oleh perceraian atau kematian.
d. Single adult, yaitu suatu rumah tangga yang terdiri atas satu
orang dewasa. Tipe ini dapat terjadi pada seorang dewasa yang
tidak menikah atau tidak mempunyai suami.
e. Extended family, keluarga yang terdiri atas keluarga inti
ditambah keluarga lain, seperti paman, bibi, kakek, nenek, dan
sebagainya. Tipe keluarga ini banyak dianut oleh keluarga
Indonesia terutama di daerah pedesaan.
f. Middle-aged or elderly couple, orang tua yang tinggal sendiri di
rumah (baik suami/istri atau keduanya), karena anak-anaknya
sudah membangun karir sendiri atau sudah menikah.
g. Kin-network family, beberapa keluarga yang tinggal bersama
atau saling berdekatan dan menggunakan barang-barang
pelayanan, seperti dapur dan kamar mandi yang sama.
2. Tipe keluarga yang kedua adalah tipe keluarga nontradisional, tipe
keluarga ini tidak lazim ada di Indonesia, terdiri atas beberapa tipe
sebagai berikut:
a. Unmarried parent and child family, yaitu keluarga yang terdiri
atas orang tua dan anak dari hubungan tanpa nikah.
b. Cohabitating couple, orang dewasa yang hidup bersama di luar
ikatan perkawinan karena beberapa alasan tertentu.
c. Gay and lesbian family, seorang yang mempunyai persamaan
jenis kelamin tinggal dalam satu rumah sebagaimana pasangan
suami istri.
d. The nonmarital heterosexual cohabiting family, keluarga yang
hidup bersama berganti-ganti pasangan tanpa melalui
pernikahan.
e. Foster family, keluarga menerima anak yang tidak ada
hubungan keluarga/saudara dalam waktu sementara, pada saat
orang tua anak tersebut perlu mendapatkan bantuan untuk
menyatukan kembali keluarga yang aslinya.
1.1.3 Fungsi Keluarga
Fungsi keluarga ada lima antara lain berikut ini:
1. Fungsi afektif
Fungsi ini meliputi persepsi keluarga tentang pemenuhan kebutuhan
psikososial anggota keluarga. Melalui pemenuhan fungsi ini, maka
keluarga akan dapat mencapai tujuan psikososial yang utama,
membentuk sifat kemanusiaan dalam diri anggota keluarga,
stabilisasi kepribadian dan tingkah laku, kemampuan menjalin
secara lebih akrab, dan harga diri.
2. Fungsi sosialisasi dan penempatan social
Sosialisasi dimulai saat lahir dan hanya diakhiri dengan kematian.
Sosialisasi merupakan suatu proses yang berlangsung seumur hidup,
karena individu secara kontinyu mengubah perilaku mereka sebagai
respon terhadap situasi yang terpola secara sosial yang mereka
alami. Sosialisasi merupakan proses perkembangan atau perubahan
yang dialami oleh seorang individu sebagai hasil dari interaksi
sosial dan pembelajaran peran-peran sosial.
3. Fungsi reproduksi
Keluarga berfungsi untuk meneruskan keturunan dan menambah
sumber daya manusia.
4. Fungsi ekonomi
Keluarga berfungsi untuk memenuhi kebutuhan keluarga secara
ekonomi dan tempat untuk mengembangkan kemampuan individu
meningkatkan penghasilan untuk memenuhi kebutuhan keluarga.
5. Fungsi perawatan kesehatan
Menyediakan kebutuhan fisik dan perawatan kesehatan. Perawatan
kesehatan dan praktik-praktik sehat (yang memengaruhi status
kesehatan anggota keluarga secara individual) merupakan bagian
yang paling relevan dari fungsi perawatan kesehatan.
a. Kemampuan keluarga mengenal masalah kesehatan keluarga.
b. Kemampuan keluarga membuat keputusan yang tepat bagi
keluarga.
c. Kemampuan keluarga dalam merawat keluarga yang mengalami
gangguan kesehatan.
d. Kemampuan keluarga dalam mempertahankan atau menciptakan
suasana rumah yang sehat.
e. Kemampuan keluarga dalam menggunakan fasilitas.
1.1.4 Tahap Perkembangan Keluarga
Terdapat delapan tahap perkembangan keluarga sebagai berikut:
1. Keluarga baru menikah atau pemula
Tugas perkembangannya adalah:
a. Membangun perkawinan yang saling memuaskan
b. Membina hubungan persaudaraan, teman, dan kelompok social
c. Mendiskusikan rencana memiliki anak
2. Tahap perkembangan keluarga yang kedua adalah keluarga dengan
anak baru lahir
Tugas perkembangannya adalah:
a. Membentuk keluarga muda sebagai sebuah unit yang mantap
mengintegrasikan bayi yang baru lahir ke dalam keluarga
b. Rekonsiliasi tugas-tugas perkembangan yang bertentangan dan
kebutuhan anggota keluarga
c. Mempertahankan hubungan perkawinan yang memuaskan
d. Memperluas persahabatan dengan keluarga besar dengan
menambahkan peran-peran orang tua dan kakek nenek
3. Keluarga dengan anak usia pra sekolah
Tugas perkembangannya adalah:
a. Memenuhi kebutuhan anggota keluarga, seperti rumah, ruang
bermain, privasi, dan keamanan.
b. Mensosialisasikan anak
c. Mengintegrasikan anak yang baru, sementara tetap memenuhi
kebutuhan anak yang lain
d. Mempertahankan hubungan yang sehat dalam keluarga dan di
luar keluarga.
4. Keluarga dengan anak usia sekolah
Tugas perkembangannya adalah:
a. Mensosialisasikan anak-anak, termasuk meningkatkan prestasi
sekolah dan hubungan dengan teman sebaya yang sehat
b. Mempertahankan hubungan perkawinan yang memuaskan
c. Memenuhi kebutuhan kesehatan fisik anggota keluarga
5. Keluarga dengan anak remaja
Tugas perkembangannya adalah:
a. Menyeimbangkan kebebasan dengan tanggung jawab ketika
remaja menjadi dewasa dan semakin mandiri
b. Memfokuskan kembali hubungan perkawinan
c. Berkomunikasi secara terbuka antara orang tua dan anak-anak.
6. Keluarga melepas anak usia dewasa muda
Tugas perkembangannya adalah:
a. Memperluas siklus keluarga dengan memasukkan anggota
keluarga baru yang didapatkan melalui perkawinan anak-anak
b. Melanjutkan untuk memperbaharui dan menyesuaikan kembali
hubungan perkawinan
c. Membantu orangtua lanjut usia dan sakit-sakitan dari suami atau
istri
7. Keluarga dengan usia pertengahan
Tugas perkembangannya adalah:
a. Menyediakan lingkungan yang meningkatkan kesehatan
b. Mempertahankan hubungan yang memuaskan dan penuh arti
dengan para orang tua lansia dan anak-anak
c. Memperkokoh hubungan perkawinan
8. Keluarga dengan usia lanjut
Tugas perkembangannya adalah:
a. Mempertahankan pengaturan hidup yang memuaskan
b. Menyesuaikan terhadap pendapatan yang menurun
c. Mempertahankan hubungan perkawinan
d. Menyesuaikan diri terhadap kehilangan pasangan
e. Mempertahankan ikatan keluarga antargenerasi
f. Meneruskan untuk memahami eksistensi mereka (penelaahan
hidup).

1.2 konsep penyakit


1.2.1 Definisi       
Diare adalah suatu kondisi dimana seseorang buang air besar
dengan konsistensi lembek atau cair, bahkan dapat berupa air saja dan
frekuensinya lebih sering (biasanya tiga kali atau lebih) dalam satu hari.
Berikut ini adalah beberapa pengertian diare menurut para ahli, yaitu
suatu keadaan dimana :
1. Individu mengalami perubahan dalam kebiasaan BAB yang normal,
ditandai seringnya kehilangan cairan dan feses yang tidak berbentuk .
2. Defekasi encer lebih dari 3 kali sehari dengan atau tanpa darah dan
atau lendir dalam tinja.
3. Bertambahnya jumlah atau berkurangnya konsistensi tinja yang
dikeluarkan.
4. Diare adalah kehilangan cairan dan elektrolit secara berlebihan yang
terjadi karena frekuensi satu kali atau lebih buang air besar dengan
bentuk tinja yang encer atau cair.  
Diare adalah pengeluaran feses yang tidak normal dan cair. Bisa
juga didefinisikan sebagai buang air besar yang tidak normal dan
berbentuk cair dengan frekuensi lebih banyak dari biasanya. Bayi
dikatakan diare bila sudah lebih dari 3 kali buang air besar, sedangkan
neonatus dikatakan diare bila sudah lebih dari 4 kali buang air  besar. Jadi
dapat disimpulkan dari beberapa pengertian tersebut bahwa diare adalah
buang air besar (defekasi) dengan tinja berbentuk cair atau setengah cair
yang dapat disertai lendir atau darah dengan frekuensi defekasi lebih dari
3 kali sehari dimana diare akut berlangsung kurang dari dua minggu dan
diare kronik berlangsung lebih dari dua minggu.
1.2.2 Etiologi
Etiologi diare dapat dibagi dalam beberapa faktor,  yaitu :
1. Faktor infeksi
Proses ini dapat diawali dengan adanya mikroorganisme (kuman)
yang masuk kedalam saluran pencernaan yang kemudian berkembang
dalam usus dan merusak sel mukosa intestinal yang dapat
menurunkan daerah permukaan intestinal sehingga terjadinya
perubahan kapasitas dari intestinal yang akhirnya mengakibatkan
gangguan fungsi intestinal dalam absorbsi cairan dan elektrolit.
Adanya toksin bakteri juga akan menyebabkan sistem transpor
menjadi aktif dalam usus, sehingga sel mukosa mengalami iritasi dan
akhirnya sekresi cairan dan elektrolit akan meningkat.
a. Infeksi enteral yaitu infeksi saluran pencernaan yang merupakan
penyebab utama diare pada anak.
b.  Infeksi bakteri: oleh bakteriVibrio, E.coli, Salmonella, Shigella,
Campylobacter, Yersinia, Aeromonas.
c. Infeksi virus: oleh virus Enterovirus (virus ECHO, Coxsackie,
poliomyelitis), Adenovirus, Ratavirus, Astrovirus.
d. Infestasi parasit: oleh cacing (Ascaris, Trichiuris, Oxyuris,
Strongyloides), protozoa (Entamoeba histolytica, Giardia
lamblia, Trichomonas hominis),  jamur (Candida albicans).
e. Infeksi parenteral yaitu infeksi dibagian tubuh lain diluar alat
pencernaan, seperti Otitis media akut (OMA),Tonsilofaringitis,
Bronkopneumonia,Ensifalitis, keadaan ini terutama terdapat pada
bayi dan anak berumur dibawah 2 tahun.
2. Faktor malabsorbsi
Merupakan kegagalan dalam melakukan absorbsi yang
mengakibatkan tekanan osmotik meningkat kemudian akan terjadi
pergeseran air dan elektrolit ke rongga usus yang dapat meningkatkan
isi rongga usus sehingga terjadilah diare.
a. Malabsorbsi karbohidrat: Disakarida (Intoleransi laktosa, maltosa,
dan sukrosa), munosakarida (intoleransi lukosa, fruktosa dan
galaktosa). Pada bayi dan anak yang tersering ialah intoleransi
laktosa.
b. Malabsorbsi lemak
c. Malabsorbsi protein
3. Faktor makanan
Dapat terjadi apabila toksin yang ada tidak mampu diserap dengan
baik dan dapat terjadi peningkatan peristaltik usus yang akhirnya
menyebabkan penurunan kesempatan untuk menyerap makanan
seperti makanan basi, beracun, dan alergi terhadap makanan.
4. Faktor psikologis
Dapat mempengaruhi terjadinya peningkatan peristaltik usus yang
dapat mempengaruhi proses penyerapan makanan seperti : rasa takut
dan cemas.
1.2.3 Patofisiologi
akibat terjadinya diare baik akut maupun kronis adalah :
1. Meningkatnya motilitas dan cepatnya pengosongan pada intestinal
merupakan akibat dari gangguan absorbsi dan ekskresi cairan dan
elektrolit yang berlebihan.
2.  Cairan, sodium, potasium dan bikarbonat berpindah dari rongga
ekstraseluler kedalam tinja, sehingga mengakibatkan dehidrasi
kekurangan elektrolit, dan dapat terjadi asidosis metabolik.
Diare yang terjadi merupakan proses dari transfort aktif akibat rangsangan
toksin terhadap elektrolit kedalam usus halus. Sel dalam mukosa intestinal
mengalami iritasi dan meningkatnya sekresi cairan dan elektrolit.
Mikroorganisme yang masuk akan merusak sel mukosa intestinal sehingga
menurunkan area permukaan intestinal, perubahan kapasitas intestinal dan
terjadi gangguan absorbsi cairan dan elektrolit. Peradangan akan menurunkan
kemampuan intestinal untuk mengabsorbsi cairan dan elektrolit dan bahan-
bahan makanan. Ini terjadi pada sindrom malabsorbsi. Serta meningkatnya
motilitas intestinal dapat mengakibatkan gangguan absorbsi intestinal.

1.2.4 Pemeriksaan Penunjang


       Pemeriksaan laboratorium penting dalam menegakkan diagnosis (kausal)
yang tepat, sehingga dapat memnerikan terapi yang tepat pula (Suharyono,
2004). Pemeriksaan yang perlu dilakukan pada anak dengan diare, yaitu:
1. Pemeriksaan tinja, baik secara makroskopi maupun mikroskopi dengan
kultur.
2. Test malabsorbsi yang meliputi karbohidrat (pH, Clini test), lemak, dan
kultur urine.
1.2.5 Komplikasi
akibat diare dan kehilangan cairan serta elektrolit secara mendadak dapat
terjadi berbagai komplikasi sebagai berikut:
1. Dehidrasi (ringan, sedang, berat, hipotonik, isotonik, atau hipertonik).
2. Syok hipovolemik.
3. Hipokalemia (gejala meteorismus, hipotoni otot lemah, dan bradikardi)
4.  Intoleransi sekunder akibat kerusakan vili mukosa usus dan
defisiensi enzim laktose.
5. Kejang terjadi pada dehidrasi hipertonik.
6. Malnutrisi energi protein (akibat muntah dan diare yang berlangsung
lama)

1.3 Konsep Tindakan Keperawatan yang Diberikan

Dx.1 Gangguan pertukaran gas berhubungan dengan perubahan membrane


alveolar-kapiler

Noc : - Respiratory status

-Vital sign status

Kriteria hasil : - Mendemonstrasikan peningkatan ventilasi dan oksigenasi


yang adekuat

- Memelihara kebersihan paru-paru dan bebas dari tanda –


tanda distress pernapasan
Nic : - Buka jalan nafas, gunakan teknik chin lift atau jaw trust bila perlu

- Posisikan pasien untuk memaksimalkan ventilasi


- Identifikasi pasien perlunya pemasangan alat jalan nafas buatan

Dx. 2 Diare berhubungan dengan proses infeksi

Noc : - Bowel elimination

- Fluid balance

Kriteria hasil : - Feses berbentuk, BAB sehari sekali – tiga hari

- Menjaga daerah sekitar rectal dari iritasi

Nic : - Evaluasi efek samping pengobatan terhadap gastrointestinal

- Ajarkan asien untuk mengggunakan obat antidiare


- Monitor tanda dan gejala diare

Dx. 3 kekurangan volume cairan berhubungan dengan kehilangan cairan aktif

Nic : - Fluid balance

- Hydration

Kriteria hasil : - Mempertahankan urineoutput sesuai dengan usia dan BB

- Tekanan darah, nadi, suhu tubuh dalam batas normal

Noc : - Timbang popok / pembalut jika diperlukan

- Pertahankan catatanintake dan output yang akurat


- Monitor vital sign
PENGKAJIAN KEPERAWATAN KELUARGA

Fasilitas Yankes Puskesmas No.Register


Nama Perawat yang mengkaji Nur asrani Tanggal 06 Juli 2019
Pengkajian
1. DATA KELUARGA

Nama kepala keluarga Tn. R Bahasa sehari- Bugis


hari
Alamat rumah & Telp Kampung Cangkoe, RK Jarak yankes < 1 km
02 Rt 1, Dusun Kampung terdekat
Baru Desa Taraweang,
Kecamatan Labbakang,
Kabupaten Pangkep
Agama & suku Islam & Bugis Alat Transportasi Motor pribadi
DATA ANGGOTA KELUARGA

No Nama Hub Umu J Suku Pend Pekerjaan Status TTV( Status Alat
dgn r K Tera Saat Ini Gizi TD,N, Imunisasi bantu/
KK khir (TB,B S,P) Dasar protes
B,BMI a
)
1. Ny. S Istri 27 P Bugi SD IRT 156 TD:12 - -
thn s cm, 45 0/90
Kg, mmHg
18.5 N:
68x/i
S:36,8
ºc
P:22x/
i
2. An. K Anak 3 thn P Bugi Belu - 90 cm N :  Hepatitis B -
s m 12 kg 100x/i (hb-0)
seko 14.8 RR :  BCG dan
lah 22x/i Polio 1
S:  DPT-HB-
36,7ᵒc Hib 1 dan
Poilo 2
 DPT-HB-
Hib 2 dan
Poilo 3
 DPT-HB-
Hib 3 dan
Poilo 4 dan
IPV atau
Polio Suntik
 Campak
atau MR
Lanjutan

No Nama Penampilan Umum Status Riwayat Analisis Masalah


Kesehatan Penyakit/Alergi Kesehatan
Saat Ini Individu
1. Tn. R Baik Sehat Tidak ada Sehat
2. Ny. S Baik Sehat Tidak ada Sehat
3. An. K Baik Sakit Tidak ada Diare

2. DATA PENGKAJIAN INDIVIDU YANG SAKIT (terlampir)

Nama individu yang sakit : An. K Diagnosa medis : diare


Sumber dana kesehatan : Rujukan dokter/rumah sakit
Keadaan umum Sirkulasi/cairan perkemihan Pernapasan
Kesadaran : ▫ tidak ada oedem ▫ pola BAK : 6-7x ▫ sianosis : tidak ada
composmentis ▫ bunyi jantung : regular perhari ▫ sekret : tidak ada
P : 22x/i ▫ asites : tidak ada ▫ nyeri BAK : tidak ada ▫ alat bantu nafas : tidak
S : 37,5ᵒc ▫ akral dingin : tidak ▫ kemapuan BAK : ada
N : 100x/i ▫ tanda pendarahan : mandiri ▫ dipsnes, sesak, stidor,
Takikardi tidak ▫ alat bantu : tidak ada krepirasi : tidak ada
Tubuh teraba hangat ▫ tanda anemia : ▫ kemampuan BAB :
konjungtiva pucat mandiri
▫ tanda dehidrasi : turgor ▫ alat bantu : tidak ada
kulit berkurang
▫ pengisian kapiler : < 2
detik
Pencernaan Muskuloskeletal Neurosensori
▫ mual muntah : tidak ▫ kontraktur : tidak ada Fungsi pengelihatan : baik
ada ▫ fraktur : tidak ada Fungsi pendengaran : baik
▫ nafsu makan : kurang ▫ nyeri otot/tulang :
Fungsi peraba : baik
▫ kesulitan menelan : tidak ada
tidak ada ▫ tremor : tidak ada Fungsi perasa : kurang baik
▫ bau nafas : tidak ▫ malaise : tidak ada Fungsi penciuman : baik
▫ kerusakan ▫ atropi : tidak ada
gigi/gusi/lidah/ ▫ kekuatn otot : 5
geraham : tidak ada ekstremitas ata, 5
▫ distensi abdomen : ekstremitas bawah Kulit
tidak ada ▫ berdiri : mandiri ▫ Jaringan parut, memar, laserasi dll : tidak ada
▫ diare : 5x sehari ▫ berjalan : mandiri
▫ Luka bakar : tidak ada
▫ hemoroid : tidak ada ▫ alat bantu :tidak ada
▫ konsistensi : cair ▫ nyeri : tidak ada ▫ decubitus: tidak ada
▫ diet khusus :tidak ada
▫ kebiasaan Tidur dan istrahat
makan/minum : makan ▫ susah tidur : tidak
3x sehari, minum 4-5 ▫ waktu tidur : kurang lebih 8 jam perhari
kali sehari ▫ bantuan obat : tidak
▫ alergi
makanan/minuman :
tidak ada
▫ alat bantu : tidak ada
Mental Komunikasi dan Kebersihan diri Perawatan diri
budaya
▫ cemas, takut, putus asa ▫ gigi dan mulut :kotor ▫ mandi : 2 kali sehari,
denial, marah, ▫ interaksi dengan ▫ mata : bersih dibantu
depresi : tidak ada keluarga : baik ▫ kulit : bersih ▫ berpakaian : rapi /
▫ berkomunikasi : baik
▫ respon pasca trauma : ▫ perineal/genital : tidak dibantu
tidak ada dilakukan pengakajian ▫ menyisir : dibantu
▫ tidak mau melihat ▫ hidung : bersih
bagian tubuh yang ▫ kuku : kotor
rusak : tidak ada ▫ telinga : bersih
bagian tubuh yang ▫ rambut : bersih
rusak
Keterangan tambahan dari individu yang sakit :

Diagnosa keperawatan individu yang sakit :

1. Gangguan keseimbangan cairan berhubungan dengan konsistensi BAB cair

2. Defisit pengetahuan berhubungan dengan ketidakmampuan keluarga mengenal masalah kesehatan

3. DATA PENUNJANG KELUARGA

Rumah dan Sanitasi Lingkungan PHBS Di Rumah Tangga


 Kondisi Rumah : Rumah keluarga Tn.R merupakan Jika ada Bunifas, Persalinan ditolong oleh
rumah panggung dinding papan untuk lantai 2, tenaga kesehatan : Ya
sedangkan lantai dasarnya tanah dengan luas 12 x 8 Jika ada bayi, Memberi ASI ekslusif : Ya
M² terdapat 2 kamar tidur lantai 1, dan, 2 kamar tidur jika ada balita, Menimbang balita tiap bln ::
dilantai 2, ruang tamu sekaligus ruang keluarga, Ya
dapur sekaligus ruang makan. Kondisi rumah secara Menggunakan air bersih untuk makan &
keseluruhan dengan lantai kurang bersih, perabotan minum: Ya
berdebu dan kurang rapi. Menggunakan air bersih untuk kebersihan
 Ventilasi : diri: Ya
Cukup: setiap rumah memiliki jendela, dan terdapat Mencuci tangan dengan air bersih & sabun :
juga ventilasi kamar mandi sehingga sirkulasi Tidak*
udaranya cukup baik Melakukan pembuangan sampah pada
 Pencahayaan Rumah : tempatnya : Ya
Baik: cahaya matahari dapat masuk ke rumah pada Menjaga lingkungan rumah tampak bersih :
pagi, siang,dan sore hari Tidak
 Saluran Buang Limbah : Mengkonsumsi lauk dan pauk tiap hari : Ya
Kurang: pembuangan limbah keluarga Tn. R di sawah Menggunakan jamban sehat : Ya
 Sumber Air Bersih : Memberantas jentik di rumah sekali seminggu
Sehat : sumber air yang digunakan keluarga adalah : Tidak
sumur bor yang ditampung dalam penampungan air Makan buah dan sayur setiap hari : Ya
 Jamban Memenuhi Syarat : Melakukan aktivitas fisik setiap hari : Tidak
Ya: keluarga Tn.M memiliki kamar mandi sendiri dan Tidak merokok di dalam rumah : Tidak
WC leher angsa.
 Tempat Sampah:
Tidak : keluarga tidak mempunyai tempat
pembuangan sampah sendiri. sampah yang ada
ditampung di belakang rumah dan jika ada waktu
luang Tn. R membakar sampah tersebut
 Rasio Luas Bangunan Rumah dengan Jumlah
Anggota Keluarga
8m2/orang : ya

4. KEMAMPUAN KELUARGA MELAKUKAN TUGAS


PEMELIHARAAN KESEHATAN ANGGOTA KELUARGA

1) Adakah perhatian keluarga kepada anggotanya yang menderita sakit: Ada


2) Apakah keluarga mengetahui masalah kesehatan yang dialami anggota dalam keluarganya : Ya
3) Apakah keluarga mengetahui penyebab masalah kesehatan yang dialami anggota dalam keluarganya:
Tidak
4) Apakah keluarga mengetahui tanda dan gejala masalah kesehatan yang dialami anggota dalam
keluarganya : Tidak
5) Apakah keluarga mengetahui akibat masalah kesehatan yang dialami anggota dalam keluarganya bila
tidak diobati/dirawat : Tidak
6) Pada siapa keluarga biasa menggali informasi tentang masalah kesehatan yang dialami anggota
keluarganya: Keluarga dan tetangga
7) Keyakinan keluarga tentang masalah kesehatan yang dialami anggota keluarganya: Perlu berobat ke
fasilitas yankes
8) Apakah keluarga melakukan upaya peningkatan kesehatan yang dialami anggota keluarganya secara
aktif : Tidak, karena keluarga kurang tau tentang upaya peningkatan kesehatan yang dialami oleh
anggota keluarganya
9 Apakah keluarga mengetahui kebutuhan pengobatan masalah kesehatan yang dialami anggota
keluarganya : Tidak
10) Apakah keluarga dapat melakukan cara merawat anggota keluarga dengan masalah kesehatan yang
dialaminya: Ya
11) Apakah keluarga dapat melakukan pencegahan masalah kesehatan yang dialami anggota
keluarganya: Tidak
12) Apakah keluarga mampu memelihara atau memodifikasi lingkungan yang mendukung kesehatan
anggota keluarga yang mengalami masalah kesehatan : Tidak, karena tn R tidak mengetahui cara
penanganan penyakit daire dan anak dari Tn. R sudah 3 kali mengali penyakit diare
13) Apakah keluarga mampu menggali dan memanfaatkan sumber di masyarakat untuk mengatasi
masalah kesehatan anggota keluarganya : Tidak, karena Tn. R jarang dirumah, dan Ny. S juga
mengurus ibunya yang sakit sehingga Ny. S jarang keluar dan bersosialisasi dengan lingkungan
sekitarnya

5. ANALISA DATA

No Data Etiologi Masalah


1 DS : - Ny. S mengatakan anaknya Diare Gangguan keseimbangan
BAB encer mulai 2 hari yang volume cairan
lalu Frekuensi BAB meningkat
- Ny. S mengatakan suka
memberikan anaknya Hilang cairan&elektrolit
jajanan diluar berlebihan
DO : - An. K Nampak lemas
- Mata An. K anemis Gangguan keseimbangan volume
- Turgor kulit menurun cairan
- An. K BAB encer 2 hari
yang lalu
- P :22x/i
S : 37,5ᵒc
N : 100x/i
2 DS : - Ny. S mengatakan tidak tau ketidakmampuan keluarga Defisit pengetahuan
mengenai penanganan mengenal masalah kesehatan berhubungan
khusus diare
- Ny. S mengatakan tidak
pernah mendapatkan
penyuluhan tentang diare
dan cara penanganannya

DO : - kemampuan keluarga Tn. R


dalam mengambil keputusan
terbatas karena keluarga
tidak mengetahui masalah
diare
6. INTERVENSI KEPERAWATAN

No Diagnosa Kriteria hasil Intervensi


1 Gangguan 1. An. K minum dalam jumlah 1. Bujuk An. K untuk minum
keseimbangan cairan yang banyak banyak
berhubungan dengan 2. Berikan cairan oralit
konsistensi BAB cair 3. Observasi jumlah cairan yang
masuk
2 Defisit pengetahuan 1. Keluarga pasien dapat paham 1. Anjurkan ibu klien untuk tidak
berhubungan dengan tenyang penyakit dan kondisi memberikan anaknya makanan
ketidakmampuan pasien sembarangann
keluarga mengenal 2. Berikan pemahaman tentang
masalah kesehatan penyakit yang di derita klien.

7. IMPLEMENTASI DAN EVALUASI

No Hari/tgl IMPLEMENTASI Hari/tgl EVALUASI


.dx
1 Selasa 1. Membujuk An. K untuk minum banyak Selasa S : Ny. S mengatakan BAB
9/7/19 Hasil : An. K tidak mau minum banyak 9/7/19 anaknya sudah berampas
air tetapi, BAB masih kurang
2. Memberikan cairan oralit lebih 4 kali sehari.
Hasil : An. K hanya meminum sedikit O : klien Nampak minum air
cairan oralit yang diberikan putih banyak
3. mengobservasi jumlah cairan yang masuk A : masalah belum teratasi
hasil : An. K hanya meminum 4-5 gelas P : lanjutkan intervensi
air setiap harinya
2 Selasa 1. Menganjurkan ibu klien untuk tidak Selasa S : Ny. S mengatakan bahwa
9/7/19 memberikan anaknya makanan 9/7/19 dia tidak memberikan lagi
sembarangan. jajanan sembarangan kepada
Hasil : Ny. S melarang anaknya untuk anaknya
membeli jajanan diluar O : Klien mulai mengerti
2. Memberikan pemahaman tentang dengan materi yang
penyakit yang di derita klien. diberikan
Hasil : Ny. S memperhatikan materi yang A : masalah belum teratasi
diberikan. P : lanjutkan intervensi

No Hari/tgl IMPLEMENTASI Hari/tgl EVALUASI


.dx
1 Rabu 1. Membujuk An. K untuk minum banyak Rabu S : Ny. S mengatakan BAB
10/7/19 Hasil : An. K sudah mulai meminum 10/7/19 anaknya sudah berampas
banyak air dan, BAB anaknya mulai
2. Memberikan cairan oralit berkurang.
Hasil : An. K meminum sedikit cairan O : klien Nampak lebih banyak
oralit yang diberikan beraktivitas daripada
3. mengobservasi jumlah cairan yang masuk sebelumnya
hasil : An. K hanya meminum 6-7 gelas A : masalah belum teratasi
air setiap harinya P : lanjutkan intervensi
2 Rabu 1. Menganjurkan ibu klien untuk tidak Rabu S : Ny. S mengatakan bahwa
10/7/19 memberikan anaknya makanan 10/7/19 dia tidak memberikan lagi
sembarangan. jajanan sembarangan kepada
Hasil : Ny. S melarang anaknya untuk anaknya
membeli jajanan diluar O : Ny. S sudah mengetahui
2. Memberikan pemahaman tentang tentang penyakit yang di
penyakit yang di derita klien. derita oleh anaknya
Hasil : Ny. S memperhatikan materi yang A : masalah teratasi
diberikan. P : lanjutkan intervensi