Anda di halaman 1dari 17

MAKALAH

Organisasi Keperawatan Indonesia dan Internasioal


Kode Etik Profesi Keperawatan
Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Etika dan Hukum Kesehatan
Dosen : Siti Santy Sianipar, S.Kep., M.Kes

Disusun oleh :
Cindy Masdy
NIM : 2019.C.11a.1002

YAYASAN EKA HARAP PALANGKA RAYA


SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN
PRODI S1 KEPERAWATAN
TAHUN 2019/2020
KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Tuhan yang Maha Esa yang telah melimpahkan
rahmat dan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah
Organisasi Keperawatan Indonesia, Internasioal dan Kode Etik Profesi
Keperawatan. Dalam penyusunan makalah mungkin ada sedikit hambatan. Namun
berkat bantuan dan dukungan dari teman-teman serta bimbingan dari dosen
pembimbing. Sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah ini dengan baik.

Dengan adanya makalah ini, diharapkan dapat membantu proses


pembelajaran dan dapat menambah pengetahuan bagi para pembaca. Penulis juga
tidak lupa mengucapkan terima kasih kepada semua pihak atas bantuan, dukungan
dan doanya.
Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi semua pihak yang membaca.
Makalah ini mungkin kurang sempurna untuk itu penulis mengharap kritik dan
saran untuk penyempurnaan makalah ini.

Palangka Raya, 1 April 2020

Penulis

2
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR .......................................................................... i


DAFTAR ISI ......................................................................................... ii
BAB 1 PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang ......................................................................... 1
1.2 Rumusan Masalah .................................................................... 2
1.3 Tujuan ...................................................................................... 2
BAB 2 PEMBAHASAN
2.1 Organisasi Keperawatan Indonesia dan Internasional ............. 3
2.2 Kode Etik Profesi Keperawatan ............................................... 8
BAB 3 PENUTUP
3.1 Kesimpulan ............................................................................... 13
3.2 Saran ......................................................................................... 13
DAFTAR PUSTAKA ........................................................................... 14

3
BAB 1
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Organisasi profesi merupakan organisasi yang anggotanya adalah para
praktisi yang menetapkan diri mereka sebagai profesi dan bergabung bersama
untuk melaksanakan fungsi-fungsi sosial yang tidak dapat mereka laksanakan
dalam kapasitas mereka sebagai individu. Untuk mewujudkan keperawatan
sebagai profesi, berbagai langkah nyata telah dilaksanakan, mencakup:
pengembangan pelayanan/asuhan keperawatan, pendidikan tinggi keperawatan
maupun kehidupan organisasi profesi. Langkah ini dilaksanakan secara terarah,
berencana dan terkendalikan sebagai gerakan profesionalisasi keperawatan.
Didasarkan pada keinginan para perawat agar keperawatan mendapat pengakuan
sebagai profesi dan lebih dari itu yaitu agar keperawatan sebagai profesi dapat
berperan aktif dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.
Praktek keperawatan sebagai suatu pelayanan profesional diberikan
berdasakan ilmu pengetahuan, menggunakan metodelogi keperawatan dan
dilandasi kode etik keperawatan. Kode etik keperawatan mengatur hubungan
antara perawat dan pasien, perawat terhadap petugas, perawat terhadap sesama
anggota tim kesehatan, perawat terhadap profesi dan perawat terhadap
pemerintah, bangsa dan tanah air.
Pada hakikatnya keperawatan sebagai profesi senantiasa mengabdi kepada
kemanusiaan, mendahulukan kepentingan masyarakat diatas kepentingan pribadi,
bentuk pelayanannya bersifat humanistik, menggunakan pendekatan secara
holistik, dilaksanakan berdasarkan pada ilmu dan kiat keperawatan serta
menggunakan kode etik sebagai tuntutan utama dalam melaksanakan pelayanan
atau asuhan keperawatan. Dengan memahami konsep etik, setiap perawat akan
memperoleh arahan dalam melaksanakan asuhan keperawatan yang merupakan
tanggung jawab moralnya dan tidak akan membuat keputusan secara
sembarangan.

4
1.2 Rumusan Masalah
1. Apa Organisasi Keperawatan Indonesia dan Internasional ?
2. Apa Kode Etik Profesi Keperawatan ?
1.3 Tujuan
1. Mengetahui Organisasi Keperawatan Indonesia dan Internasional
2. Mengetahui Kode Etik Profesi Keperawatan

5
BAB 2
PEMBAHASAN
2.1 Organisasi Keperawatan Indonesia dan Internasional
Organisasi keperawatan tingkat nasional yang merupakan wadah bagi
perawat di Indonesia adalah persatuan perawat nasional Indonesia (PPNI) yang
didirikan pada tanggal 17 Maret 1974 dan merupakan gabungan dari berbagai
organisasi keperawatan saat itu. PPNI pada awalnya terbentuk dari beberapa
penggabungan beberapa organisasi keperawatan seperti IPI (Ikatan Perawat
Indonesia), PPI (Persatuan Perawat Indonesia), IGPI (Ikatan Guru Perawat
Indonesia), IPWI (Ikatan Perawat Wanita Indonesia), dalam penggabungan ini IBI
(Ikatan Bidang Indonesia) tidak ikut serta karena mempuyai anggapan bahwa
bidang adalah profesi sendiri.
Setiap orang yang telah menyelesaikan pendidikan keperawatan yang sah
dapat mendaftarkan diri sebagai anggota PPNI dan semua siswa/mahasiswa
keperawatan yang sedang belajar dapat disebut calon anggota.
Organisasi Keperawatan Internasional
1. International Council of Nurses (ICN)
Merupakan organisasi profesional wanita pertama didunia yang didirikan
tanggal Juli 1899 yang dimotori oleh Mrs. Bedford Fenwick. ICN merupakan
federasi perhimpunan perawat nasional diseluruh dunia. Tujuan pendirian ICN
adalah memperkokoh silaturahmi para perawat diseluruh dunia, memberi
kesempatan bertemu bagi perawat diseluruh dunia untuk membicarakan berbagai
masalah tentang keperawatan, menjunjung tinggi peraturan dalam ICN agar dapat
mencapai kemajuan dalam pelayanan, pendidikan keperawatan berdasarkan dan
kode etik profesi keperawatan.
Kode etik keperawatan menurut ICN (1973) menegaskan bahwa
keperawatan bersifat universal. Keperawatan menjunjung tinggi kehidupan,
martabat dan hak asasi manusia. Keperawatan tidak dibatasi oleh perbedaan
kebangsaan, ras, warna kulit, usia, jenis kelamin, aliran politik, agama, dan status
sosial. ICN mengadakan kongres setiap 4 tahun sekali. Pusatnya di Geneva,
switzerland.

6
2. American Nurses Association (ANA)
ANA adalah organisasi profesi perawat di Amerika Serikat. Didirikan pada
akhir tahun 1800 yang anggotanya terdiri dari organisasi perawat dari negara-
negara bagian. ANA berperan dalam menetapkan standar praktek keperawatan,
melakukan penelitian untuk meningkatkan mutu pelayanan keperawatan serta
menampilkan profil keperawatan profesional dengan pemberlakukan legislasi
keperawatan.
3. Canadian Nurses Association (CNA)
CNA adalah asosiasi perawat nasional di Kanada. Mempunyai tujuan yang
sama dengan ANA yaitu membuat standar praktek keperawatan, mengusahakan
peningkatan standar praktek keperawatan, mendukung peningkatan
profesionalisasi keperawatan dan meningkatkan kesejahteraan perawat. CNA juga
berperan aktif meningkatkan mutu pendidikan keperawatan, pemberian izin bagi
praktek keperawatan mandiri.
4. National League for Nursing (NLN)
NLN adalah suatu organisasi terbuka untuk semua orang yang berkaitan
dengan keperawatan meliputi perawat, non perawat seperti asisten perawat
(pekarya) dan agencies. Didirikan pada tahun 1952. Bertujuan untuk membantu
pengembangan dan peningkatan mutu pelayanan keperawatan dan pendidikan
keperawatan.
5. British Nurses Association (BNA)
BNA adalah asosiasi perawat nasional di Inggris. Didirikan pada tahun 1887
oleh Mrs. Fernwick. Bertujuan untuk memperkuat persatuan dan kesatuan seluruh
perawat di Inggris dan berusaha memperoleh pengakuan terhadap profesi
keperawatan.
a. Fungsi Organisasi Profesi Keperawatan Indonesia
Fungsi umum Organisasi Profesi
 Menentukan,mempertahankan dan meningkatkan standar
 Mempertahankan anggota untuk menggunakan akuntabilitas dalam
melaksanakan standar
 Mendidik masyarakat yang tidak ingin mengikuti standar
 Melindungi anggota profesi

7
Fungsi Organisasi Profesi antara lain :
1. Bidang kependidikan keperawatan
 Menetapkan standar pendidikan
 Mengembangkan pendidikan keperawatan berjenjang lanjut.
2. Bidang kepelayanan keperawatan
 Menetapkan standar profesi keperawatan.
 Memberikan izin praktik.
 Memberikan registrasi tenaga keperawatan.
 Menyusun dan memerlukan kode keperawatan .
3. Bidang IPTEK
 Merencanakan,melaksanakan dan mengawasi riset keperawatan.
 Merencanakan,melaksanakan dan mengawasi perkembangan IPTEK dan
keperawatan
4. Bidang kehidupan profesi
 Membina,mengawasi organisasi profesi
 Membina kerja sama dengan pemerintah,masyarakat,profesi lain dan antar
anggota.
 Membina kerja sama dengan organisai profesi sejenis dengan tenaga lain.
 Membina, mengupayakan dan mengawasi kesejahteraan anggota.
Menurut Breckon (1989) manfaat organisasi profesi mencakup 4 hal yaitu :
1. Mengembangkan dan mememajukan profesi
2. Menertibkan dan memperluas ruang gerak profesi
3. Menghimpun dan menyatukan pendapat warga profesi
4. Memberikan kesempatan pada semua anggota untuk berkarya dan berperan
aktif dalam megembangkan dan memajukan profesi.
b. Kedudukan dan Peran Organisasi Profesi Keperawatan Indonesia
Kedudukan Organisasi Profesi Indonesia :
 Lama kepengurusan adalah 5 tahun dan dipilih dalam Musyawarah
Nasional atau Musyawarah Daerah yang juga diselenggarakan untuk
- Menyempurnakan AD/ART
- Perumusan program kerja
- Pemilihan Pengurus

8
 PPNI juga menyelenggarakan rapat pimpinan (rapim) dan rapat pimpinan
daerah (rapimda) setiap 2 tahun sekali dalam rangka evaluasi dan
penyempurnaan program kerja berikutnya.
 Selain itu, PPNI juga mengadakan rapat bulanan atau harian sesuai dengan
kebutuhan.
 Keanggotaan PPNI biasanya terdiri dari tenaga perawat. Namun demikian
terdapat juga anggota non perawat yang telah berjasa dibidang
keperawatan dan mereka ini termasuk dalam anggota luar
biasa/kehormatan.
 Sumber dana PPNI : uang pangkal, iuran bulanan dan sumber-sumber lain
yang sah.
Peran Organisasi Profesi
 Sebagai pembina, pengembang dan pengawas terhadap mutu pendidikan
keperawatan
 Sebagai pembina, pengembang dan pengawas terhadap pelayanan
keperawatan
 Sebagai pembina serta pengembang ilmu pengetahuan dan teknologi
keperawatan
 Sebagai pembina, pengembang dan pengawas kehidupan profesi, standar
pendidikan dan pelatihan profesi serta menetapkan kebijakan profesi
Peran PPNI
 Menganjurkan suatu kegiatan sosialisasi profesional.
 Mengusulkan Pola Jenjang Karir tenaga perawat sebagai sistem
pengembangan karir.
 Agar sistem pengembangan karir dapat terlaksana, PPNI bertanggung
jawab terhadap terlaksananya Program Pendidikan Berkelanjutan Bagi
Perawat (PBP/ CNE).
 Menciptakan komunitas profesional, yaitu komunitas perawatan yang ada
di institusi pelayanan kesehatan dan pendidikan dan melaksanakan
pelayanan/ asuhan keperawatan profesional, memiliki sistem nilai dan
tanggung jawab yang sama, merupakan bagian dari masyarakat
keperawatan profesional.

9
 Untuk menjamin kualitas pelayanan keperawatan yang diterima
masyarakat, maka PPNI telah menetapkan sistem legislasi keperawatan
diawali dengan adanya Keputusan Menteri Kesehatan No. 647 tentang
Registrasi dan Praktik Keperawatan.
c. Pembagian Peran dan Tanggung Jawab PPNI
Pembagian Peran
a). Menganjurkan suatu kegiatan Sosialisasi Profesional
Sosialiasasi profesional sejak dini dimulai pada saat pendidikan dilanjutkan
setelah lulus masuk pada lingkungan kerja. Sosialisasi profesional adalah : suatu
proses dimana peserta didik pendidikan tinggi keperawatan mendapat pengalaman
melaksanakan praktek keperawatan professional, menumbuhkan dan membina
sikap, tingkah laku dan keterampilan profesional yang diperlukan untuk siap
melaksanakan praktek keperawatan ilmiah. Suatu proses transformasi perilaku
dari peserta didik pendidikan tinggi keperawatan menjadi seorang “perawat
profesional”. Sosialisasi praktek keperawatan profesional adalah proses dimana
nilai-nilai dannorma-norma dari profesi keperawatan diinternalisasi kedalam
perilaku perawat itu.
Tanggung Jawab PPNI
Organisasi Profesi memiliki tanggung jawab yang besar dalam memberikan
kepastian hukum dan pengembangan karier dari anggotannya. Dimana Organisasi
Profesi memiliki berbagi informasi yang memperkuat kemampuan perawat untuk
mengadvokasi perawat dan keperawatan. Sebagai asosiasi Organisasi Profesi
harus terus memperkuat struktur pendukung komunikasi profesional kepada
anggota profesi (Matthews, 2012). Di dalam UU No 36 Tahun 2014 Tentang
Tenaga Kesehatan pada Pasal 1 point (16) mengatakan bahwa Organisasi Profesi
adalah wadah untuk berhimpun tenaga kesehatan yang seprofesi, serta pada Pasal
50 Ayat (1) mengatakan bahwa Organisasi Profesi sebagai wadah untuk
meningkatkan dan/atau mengembangkan pengetahuan dan keterampilan, martabat
dan etika profesi tenaga kesehatan.

10
2.2 Kode Etik Profesi Keperawatan
Kode etik merupakan persyaratan profesi yang memberikan penentuan
dalam mempertahankan dan meningkatkan standar profesi. Kode etik menunjukan
bahwa tanggung jawab terhadap kepercayaan masyarakat telah diterima oleh
profesi (Kelly, 1987). Jika anggota profesi melakukan suatu pelanggaran terhadap
kode etik tersebut, maka pihak organisasi berhak memberikan sanksi bahkan bisa
mengeluarkan pihak tersebut dari organisasi tersebut. Dalam keperawatan kode
etik tersebut bertujuan sebagai penghubung antara perawat dengan tenaga medis,
klien, dan tenaga kesehatan lainnya, sehingga tercipta kolaborasi yang maksimal.
Dalam ilmu keperawatan terdapat suatu standar yang akan menjadi
pedoman bagi perawat dalam melakukan tindakan atau praktik keperawatan
profesional. Standar tersebut adalah kode etik keperawatan. Dengan kode etik
tersebut, perawat dapat bertindak sesuai hukum atau aspek legal perawat. Selain
itu, kode etik juga dapat membantu perawat ketika mengalami masalah yang tidak
adil. Karena kode etik adalah pernyataan standar profesional yang digunakan
sebagai pedoman perilaku yang menjadi kerangka kerja dalam membuat
keputusan. Kode etik juga memberikan pemahaman kepada perawat untuk
melakukan tindakan sesuai etika dan moral serta akan menghindarkan dari
tindakan kelalaian yang akan menyebabkan klien tidak nyaman atau bahkan
menyebabkan nyawa klien terancam.
Fungsi Kode Etik Perawat
Kode etik perawat yang berlaku saat ini berfungsi sebagai landasan atau
pedoman bagi status perawat profesional yaitu dengan cara:
1. Menunjukkan kepada masyarakat bahwa perawat diharuskan memahami dan
menerima kepercayaan dan tanggungjawab yang diberikan kepada perawat oleh
masyarakat
2. Menjadi pedoman bagi perawat dalam berperilaku dan menjalin hubungan
keprofesian sebagai landasan dalam penerapan praktek etikal.
3. Menetapkan hubungan-hubungan profesional yang harus dipatuhi yaitu
hubungan perawat dengan pasien/klien sebagai advokator, perawat dengan tenaga
profesional kesehatan lain sebagai teman sejawat, dengan profesi keperawatan

11
sebagai seorang kontributor dan dengan masyarakat sebagai perwakilan dari
asuhan kesehatan Memberikan sarana pengaturan diri sebagai profesi.
a. Kode Etik Keperawatan Internasional
ICN adalah suatu federasi perhimpunan perawat di seluruh dunia yang
didirikan pada tanggal 1 Juli 1899 oleh Mrs. Bedford Fenwich di Hanover Square,
London dan direvisi pada tahun 1973. Adapun kode etiknya adalah sebagai
berikut :
1. Tanggung jawab utama perawat
Tanggung jawab utama perawat adalah meningkatkan kesehatan, mencegah
timbulnya penyakit, memelihara kesehatan dan mengurangi penderitaan. Untuk
melaksanakan tanggung jawab utama tersebut, perawat harus meyakini bahwa :
a) kebutuhan terhadap pelayanan keperawatan di berbagai tempat adalah
sama.
b) pelaksanaan praktik keperawatan dititik beratkan pada penghargaan
terhadap kehidupan yang bermartabat dan menjunjung tinggi hak asasi
manusia.
c) dalam melaksanakan pelayanan kesehatan dan /atau keperawatan kepada
individu, keluarga, kelompok dan masyarakat, perawat mengikutsertakan
kelompok dan instansi terkait.
2. Perawat, individu, dan anggota kelompok masyarakat.
Tanggung jawab utama perawat adalah melaksanakan asuhan keperawatan
sesuai dengan kebutuhan masyuarakat. Oleh karena itu , dalam menjalankan
tugas, perawat perlu meningkatkan keadaan lingkungan kesehatan dengan
menghargai nilai-nilai yang ada di masyarakat, menghargai aadat kebiasaan serta
kepercayaan individu, keluarga, kelompok dan masyarakat yang menjadi pasien
atau kliennya. Perawat dapat memegang teguh rahasia pribadi (privasi) dan hanya
dapat memberikan keterangan bila diperlukaan oleh pihak yang berkepentingan
atau pengadilan.
3. Perawat dan pelaksanaan praktik keperawatan
Perawat memegang peranan penting dalam menentukan dan melaksanakan
standar praktik keperawatan untuk mencapai kemampuan yang sesuai dengan
standar pendidikan keperawatan. Perawat dapat mengembangkan pengetahuan

12
yang dimilikinya secara aktif untuk menopang perannya dalam situasi tertentu.
Perawat sebagai anggota profesi, setiap saat dapat mempertahankan sikap sesuai
dengan standar profesi keperawatan.
4. Perawat dan lingkungan masyarakat
Perawat dapat memprakarsai pembaharuan, tanggap, mempunyai inisiatif,
dan dapat berperan serta secara aktif dalam menentukan masalah kesehatan dan
masalah sosial yang terjadi di masyarakat.
5. Perawat dan sejawat
Perawat dapat menopang hubungan kerja sama dengan teman kerja, baik
tenaga keperawatan maupun tenaga profesi lain di keperawatan. Perawat dapat
melindungi dan menjamin seseorang, bila dalam masa perawatannya merasa
terancam.
6. Perawat dan profesi keperawatan
Perawat memainkan peran yang besar dalam menentukan pelaksanaan
standar praktik keperawatan dan pendidikan keperawatan. Perawat diharapkan
ikut aktif dalam mengembangkan pengetahuan dalam menopang pelaksanaan
perawatan secara profesional. Perawat sebagai anggota profesi berpartisipasi
dalam memelihara kestabilan sosial dan ekonomi sesuai dengan kondisi
pelaksanaan praktik keperawatan.
b. Kode Etik Keperawatan Indonesia
Dalam profesi perawat, seorang perawat harus mampu memahami dan
menerapkan berbagai kode etik yang menjadi dasar mereka bertindak khususnya
dalam tindakan asuhan keperawatan. Beberapa kode etik yang ada di Indonesia
yang harus di miliki oleh seorang perawat profesional yaitu:
1.Tanggungjawab Perawat terhadap Individu, Keluarga, dan Masyarakat
Perawat berpedoman kepada tanggungjawab dari kebutuhan akan
keperawatan individu, keluarga dan masyarakat. Perawat memelihara suasana
lingkungan yang menghormati nilai-nilai budaya, adat-istiadat, dan kelangsungan
hidup beragama dari individu, keluarga, dan masyarakat. Perawat senantiasa
dilandasi dengan rasa tulus ikhlas sesuai dengan martabat dan tradisi luhur
keperawatan. Menjalin hubungan kerja sama dengan individu, keluarga, dan
masyarakat dalam mengambil prakarsa dan mengadakan upaya kesehatan.

13
2. Tanggungjawab terhadap Tugas
Memelihara mutu pelayanan keperawatan yang tinggi disertai kejujuran
profesional dalam menerapkan pengetahuan serta ketrampilan keperawatan sesuai
dengan kebutuhan individu, keluarga dan masyarakat. Perawat wajib
merahasiakan segala sesuatu yang diketahui sehubungan dengan tugas yang
dipercayakan kepadanya kecuali jika diperlukan oleh yang berwenang sesuai
dengan ketentuan hukum yang berlaku. Perawat tidak akan menggunakan
pengetahuan dan keterampilan keperawatan untuk tujuan yang bertentangan
dengan norma-norma kemanusiaan.
Perawat dalam menunaikan tugas dan kewajibannya senantiasa berusaha
dengan penuh kesadaran agar tidak terpengaruh oleh pertimbangan kebangsaan,
kesukuan, warna kulit, umur, jenis kelamin, aliran politik, dan agama yang dianut
serta kedudukan sosial. Perawat senantiasa mengutamakan perlindungan dan
keselamatan klien dalam melaksanakan tugas keperawatan serta matang dalam
mempertimbangkan kemampuan jika menerima atau mengalihtugaskan
tanggungjawab yang ada hubungannya dengan keperawatan.
3. Tanggungjawab terhadap Sesama Perawat dan Profesi Kesehatan Lainnya
Perawat senantiasa memelihara hubungan baik antara sesama perawat dan
dengan tenaga kesehatan lainnya, baik dalam memelihara kerahasiaan suasana
lingkungan kerja maupun dalam mencapai tujuan pelayanan kesehatan secara
menyeluruh. Perawat senantiasa menyebarluaskan pengetahuan, keterampilan, dan
pengalamannya kepada sesama perawat serta menerima pengetahuan dan
pengalaman dari profesi lain dalam rangka meningkatkan kemampuannya.
4. Tanggungjawab terhadap Profesi Keperawatan
Perawat senantiasa berupaya meningkatkan kemampuan profesional secara
mandiri dan bersama-sama dengan jalan menambah ilmu pengetahuan,
keterampilan, dan pengalaman yang bermanfaat bagi perkembangan keperawatan.
Perawat senantiasa menjunjung tinggi nama baik profesi keperawatan dengan
menunjukkan perilaku dan sifat pribadi yang luhur. Perawat senantiasa berperan
dalam menentukan pembakuan pendidikan dan pelayanan keperawatan serta
menerapkan dalam kegiatan dan pendidikan keperawatan. Perawat secara

14
bersama-sama membina dan memelihara mutu organisasi profesi keperawatan
sebagai sarana pengabdiannya.
5. Tanggungjawab terhadap Pemerintah, Bangsa, dan Negara
Perawat senantiasa melaksanakan ketentuan-ketentuan sebagai
kebijaksanaan yang diharuskan oleh pemerintah dalam bidang kesehatan dan
keperawatan.
Perawat senantiasa berperan secara aktif dalam menyumbangkan pikiran
kepada pemerintah dalam meningkatkan pelayanan kesehatan dan keperawatan
kepada masyarakat. Secara umum, tujuan kode etik keperawatan adalah sebagai
berikut (kozier, Erb. 1990) :
 Sebagai aturan dasar terhadap hubungan perawat dengan perawat, pasien,
dan anggota tenaga kesehatan lainnya.
 Sebagai standar dasar untuk mengeluarkan perawat jika terdapat perawat
yang melakukan pelanggaran berkaitan kode etik dan untuk membantu
perawat yang tertuduh suatu permasalahan secara tidak adil.
 Sebagai dasar pengembangan kurikulum pendidikan keperawatan dan
untuk mengorientasikan lulusan keperawatan dalam memasuki jajaran
praktik keperawatan profesional.
 Membantu masyarakat dalam memahami perilaku keperawatan
profesional.

15
BAB 3
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Organisasi profesi merupakan organisasi yang anggotanya adalah para
praktisi yang menetapkan diri mereka sebagai profesi dan bergabung bersama
untuk melaksanakan fungsi-fungsi sosial yang tidak dapat mereka laksanakan
dalam kapasitas mereka seagai individu. Umumnya untuk satu profesi hanya
terdapat satu organisasi profesi yang para anggotanya berasal dari satu profesi,
dalam arti telah menyelesaikan pendidikan dengan dasar ilmu yang sama. Misi
utama organisasi profesi adalah untuk merumuskan kode etik dan kompetensi
profesi serta memperjuangkan otonomi profesi. Organisasi keperawatan tingkat
nasional yang merupakan wadah bagi perawat di Indonesia adalah Persatuan
Perawat Nasional Indonesia (PPNI) yang didirikan pada tanggal 17 Maret 1974
dan merupakan gabungan dari berbagai organisasi keperawatan saat itu.
Keperawatan sebagai suatu profesi bertanggung jawab dan
bertanggunggugat atas pelayanan/asuhan keperawatan yang diberikan. Oleh sebab
itu pemberian pelayanan/asuhan keperawatan harus berdasarkan pada landasan
hukum dan etika keperawatan. Standar asuhan keperawatan di Indonesia sangat
diperlukan untuk melaksanakan praktek keperawatan, sedangkan etika
keperawatan telah diatur oleh organisasi profesi, hanya saja kode etik yang dibuat
masih sulit dilaksanakan di lapangan karena bentuk kode etik yang ada masih
belum dijabarkan secara terinci dan lengkap dalam bentuk petunjuk teknisnya.

3.2 Saran
Langkah yang terlihat nyata adalah terbentuknya sistem pendidikan tinggi
keperawatan, diharapkan dengan lulusan perawat dari pendidikan tinggi
keperawatan maupun memberikan pelayanan/asuhan keperawatan professional.
Kode etik di Indonesia yang sudah ada perlu didukung dengan adanya
perangkat-perangkat aturan yang jelas agar dapat dilaksanakan secara baik
dilapangan. Pentingnya membuat standar praktek keperawatan yang jelas dan
dapat dipertanggungjawabkan.

16
DAFTAR PUSTAKA

Ismani, Nila.2001. Etika Keperawatan.Jakarta:Widya Medika


Suhaemi, Emi,Mimin.2004.ETIKA KEPERAWATAN.Jakarta:EGC
Sudrajat, D.A.(2014). Aspek Hukum Praktik Keperawatan. Jurnal Kesehatan
Kartika Stikes A. Yani
Nursalam, dkk. 2008. Pendidikan Dalam keperawatan. Jakarta : salemba medika.
Widyawati, Sukma N. 2012. Konsep Dasar Keperawatan. Jakarta: Prestasi
Pustaka

17