Anda di halaman 1dari 39

Operasi Hitung Penjumlahan,Pengurangan,Perkalian Dan Pembagian Bilangan Bulat

Operasi Hitung Bilangan 

Penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat , menjumlahkan bilangan positif, menjumlahkan


bilangan bulat negatif menjumlahkan bilangan bulat postif dan negatif

Menjumlahkan bilangan bulat negatif dengan bilangan positif.

Contoh -6 + 8 = 2, digambarkan pada garis bilangan.

Perkalian Bilangan Bulat

Perkalian adalah penjumlahan berulang sebanyak bilangan yang dikalikan.

Contoh:

2x3–3+3=6

Sifat-sifat perkalian suatu bilangan

a. Perkalian bilangan positif dengan bilangan positif, hasilnya positif.

Contoh:

1) 4 x 5 = 5 + 5 + 5 + 5 = 20

2) 7 x 8 = 56

3) 12 x 15 = 180

b Perkalian bilangan positif dengan bilangan negatif, hasilnya negatif.

   Contoh:

    1) 4 x (-5) = (-5) + (-5) +(-5) +(-5) = -20


    2) 7 x (-8) = -56

    3) 12 x (-15) = -180

c. Perkalian bilangan negatif dengan bilangan positif, hasilnya negatif.

    Contoh:

    1) -4 x 5 = -(5 + 5 + 5 + 5) = -20.

    2) -7 x 8 = -56

    3) -12x 15 = -180

d. Perkalian bilangan negatif dengan bilangan negatif, hasilnya positif.

    Contoh:

    1) -4 x (-5) = -[-5 + (-5) + (-5) + (-5)] = -[-20] = 20

    2) -7 x (-8) = 56

    3) -12 x (-15) = 180

BACA JUGA  Modul Guru Pembelajar Kompetensi A Kelas Awal Profesional dan Pedagogik

Kesimpulan :

1. + X + = +

2. + X –  = –

3. – X  + = –

4. – X  –  = +

Pembagian bilangan bulat

Pembagian merupakan operasi kebalikan dari perkalian

Contoh

12 : 4 = 3, karena 4 x 3 = 12 atau 3 x 4 = 12

42 : 7 = 6, karena 7 x 6 = 42 atau 6 x 7 = 42

Sifat-sifat pembagian bilangan bulat


a. Pembagian bilangan positif dengan bilangan positif, hasilnya positif

    Contoh

    1) 63 : 7 = 9

    2) 143 : 11 = 13

b. Pembagian bilangan positif dengan bilangan negatif, hasilnya negatif

    Contoh:

    1) 63 : (-9) = -7

    2) 72 : (-6) = -12

c. Pembagian bilangan negatif dengan bilangan positif, hasilnya negatif

    Contoh:

    1) -63 : 7 = -9

    2) -120 : 10 = -12

d. Pembagian bilangan negatif dengan bilangan negatif, hasilnya positif.

    Contoh:

    1) -72 : (-8) = 9

    2) -120 : (-12) = 10

Menggunakan Sifat Operasi Hitung Bilangan Bulat

Sifat komutatif

Sifat komutatif (pertukaran) pada penjumlahan dan perkalian.

a+b=b+a

a x b = b x a, berlaku untuk semua bilangan bulat

Contoh:

1) 2 + 4 = 4 + 2 = 6

2) 3 + 5 = 5 + 3 = 8

3) 4 x 2 = 2 x 4 = 8

4) 3 x 2 = 2 x 3 = 6

Sifat asosiatif
Sifat asosiatif (pengelompokan) pada penjumlahan dan perkalian.

(a + b) + c = a + (b+c)

(a x b) x c = a x (bxc), berlaku untuk semua bilangan bulat

Contoh:

1) (2+4) + 6 = 2 + (4+6) = 12

2) (3+6) + 7 = 3 + (6+7) = 16

3) (3×2) x 4 = 3 x (2×4) = 24

4) (3×5) x 2 = 3 x (5×2) = 30

Sifat distributif (penyebaran)

a x (b + c) = (a x b) + (a x c), yang berlaku untuk semua bilangan bulat.

Contoh

1) 4 x (5 + 2) = (4 x 5) + (4 x 2) = 28

2) 5 x (7 + 3) = (5 x 7) + (5 x 3) = 50

Contoh soal

berikut 7 soal materi bilangan bulat dilengkapi kunci jawabannya

1.  Hasil dari  21 : (3 – 10) + 4 × (–2)  = …

A.  –11  C.   5

B.  –5    D.  11

Kunci Jawaban: A

21 : (3 – 10) + 4 × (–2)

= 21 : – 7 – 8

=–3–8

= – 11

2.  Hasil dari  28  +  7 × (–5) adalah ….

A. –175   C. –7
B. –63     D.   7

Kunci Jawaban: C

28  +  7 × (–5)

= 28 – 35

=–7

3.  Hasil dari –12 + 20 × 4 – (–6) : 3 = ...

A.  110  C. 34

B.  70    D. 30

Kunci Jawaban: B

–12 + 20 × 4 – (–6) : 3

= –12 + 80 + 6 : 3

= 68 + 2

= 70

4.  Hasil dari 14 + (18: (–3)) – ((–2)  × 3) adalah….

A.  –4  C. 14

B.  2    D. 42

Kunci Jawaban: C

14 + (18: (–3)) – ((–2) × 3)

= 14 – 6 – (–6)

=8+6

= 14

5.  Nilai n yang memenuhi (12 + 8) + (–3n) = –22 adalah…

A.  14  C. –13

B.  13  D. –14

Kunci Jawaban: A

(12 + 8) + (–3n) = –22

           20 – 3n = – 22
                – 3n = – 22 – 20

               – 3n = – 42

                    n = –3/–42 = 14

6.  72 – (520 : 8) = …

A.  9  C.   7

B.  8  D.  6

Kunci Jawaban: C

72 – (520 : 8) = 72 - 65

=7

7.  Suhu mula-mula suatu ruangan adalah 250° C. Ruangan tersebut akan digunakan untuk
menyimpan ikan sehinga suhunya diturunkan menjadi –30° C. Besar perubahan suhu pada ruangan
tersebut adalah ....

A. –280° C  C. 220° C

B.  –220° C  D. 280° C

Kunci Jawaban: C

Perubahan suhu  = 25°C – (–3°C)

= 25°C + 3°C

= 28°C

Soal penalaran

1. Seorang pedagang mempunyai 875 kg terigu yang dimasukan ke dalam 5 karung terigu. Jika
setiap karung berisi terigu yang sama beratnya, berapa kg berat terigu pada setiap karung?
2. Untuk membantu korban bencana alam, panitia akan membagikan 3.375 kg beras kepada
45 kepala keluarga. Berapa kilogram-kah setiap kepala keluarga menerima beras?

3. 14.190 kapur tulis akan dimasukan ke dalam 55 kotak. Jika setiap kotak berisi kapur yang
sama, berapa jumlah kapur tulis pada setiap kotaknya?

4. Di koperasi terdapat 2.688 kg bibit jagung. Bibit jagung tersebut akan dibagkan sama rata
pada 64 kelompok tani. Berapa kg bibit jagung yang akan diterima setiap kelompok tani?

5. Nina menabung di sekolah setiap hari sama banyak. Dalam waktu 65 hari jumlah uang
tabungan Nina 162.500 rupiah. Berapa rupiahkah Nina menabung setiap hari?

6. Sebuah pabrik pakaian menghasilkan 28.500 potong pakaian dalam 75 hari. Hitunglah
berapa potong pakaian yang dihasilkan setiap harinya!

7. Sebanyak 48 murid kelas IV mengumpulkan uang sama besar. Banyak uang yang terkumpul
adlah 84.000 rupiah. Berapa rupiah yang dikumpulkan setiap murid?

8. Kepala sekolah akan membagikan 1.500 buku kepada 125 murid. Setiap murid akan
mendapat buku dengan jumlah yang sama. berapa buku yang diterima setiap murid?

9. Di terminal bus terdapat 3.072 penumpang. Bus yang tersedia 48 buah. Tiap bus
mengangkut penumpang sama banyak. Berapa penumpang yang harus diangkut setiap bus?
10. Pak Dono adalah pedagang jeruk bali. Dalam waktu 45 hari Pak Dono dapat menjual 5.760
jeruk bali. Berapa buah jeruk bali yang terjual setiap harinya?

11. Seorang pedagang buah-buahan memesan 225 kg jeruk. Jeruk  tersebut akan dimasukan ke
dalam 4 keranjang sama banyak. Berapa kg jeruk dalam setiap keranjang dan berapa
sisanya?

12. Di gudang terdapat 358 karung beras yang akan dibagikan secara merata kepada 7 koperasi.
Berapa karung beras yang diterima masing-masing koperasi dan berapa karung sisanya?

13. Pedagang mempunyai 356 kg minyak kelapa. Minyak kelapa tersebut dimasukan ke dalam 9
kaleng. Berapa kg minyak kelapa dalam setiap kaleng dan berapa kg sisanya?

14. Petani memetik 586 jagung yang dimasukan ke dalam 6 karung yang sama besar. Berapa isi
tiap-tiap karung dan berapa buah jagung sisanya?

15. Pembina pramuka mempunyai 765 permen. Permen itu akan dibagikan ke 54 anggota
pramuka. Berapa permen yang didapat masing-masing anggota dan berapa sisanya?

16. Di ketahui suhu udara di sebuah ruangan adalah 6 derajat di bawah nol. Suhu udara di
ruangan tersebut naik Image C setiap jam. Berapa derajat suhu di ruangan tersebut setelah
5,5 jam ?

17. Suhu udara di kota Timika pada siang hari adalah 18Image C. Semakin sore, suhu udara
turun 4Image C setiap setengah jam. Berapa derajat suhu udara tersebut 4 jam kemudian?
18. Seekor siput berada di dasar sumur kering sedalam 6 m. Setiap hari, siput tersebut bergerak
naik sejauh 120 cm. Akan tetapi, tergelincir turun sejauh 50 cm. Setelah barapa hari siput
dapat naik ke permukaan sumur?

19. Dalam sebuah ujian, ditetapkan setiap jawaban benar diberi nilai 4. Setiap jawaban yang
salah diberi nilai -1. Jika tidak di jawab diberi nilai 0. Dari 50 soal, Ani dapat mengerjakan 40
soal. Adapun 10 soal lainnya tidak dikerjakan. Setelah diperiksa, jawaban Ani yang benar ada
25 soal. Berapakah nilai yang diperoleh Ani?

20. Andra memiliki 6 kantong kelereng. Setiap kantong berisi 10 kelereng. Saat bermain, ia kalah
25 kelereng. Jika sisa kelereng Andra ditempatkan ke dalam 7 kantong sama banyak, banyak
kelereng di setiap kantong adalah...

1. Bulat Positif dengan Bilangan Bulat Negatif

2  +  (-8)  =  2 – 8  =  - 6  10  +  (-5)  =  10  -  5  =  5

 (-7)  +  (-15)  =  - (7  +  15)  =  - 22  (-10)  +  7  =  7  -  10  =  - 3

 (-15)  +  20  =  20  -  15  =  5

2.  Konsep Pengurangan Bilangan Bulat Positif dengan Bilangan Bulat Negatif

6  -  3  =  3  3  -  6  =  - 3

 4  -  (-8)  =  4  +  8  =  12  (-5)  -  8  =  - (5  +  8)  =  - 13

 (-4)  -  (-7)  =  (-4)  +  7  =  7  -  4  =  3  (-10)  -  (-5)  =  (-10)  +  5  =  5  -  10  =  - 5

3.  Konsep Hitung Campuran Bilangan Bulat Positif dengan Bilangan Bulat Negatif

(-4)  +  12  -  5  =  (-4)  +  7  =  7  -  4  =  3

 6  -  (-4)  +  15  =  6  +  4  +  15  =  25

 (-50)  -  (-25)  +  45  =  (-50)  +  25  +  45  =  (-50)  +  70  =  70  -  50  =  20

 250  +  (-75)  -  (-125)  =  250  +  (-75)  +  125  =  250  -  75  +  125  =  175  +  125  =  300

Soal – Soal Latihan !


1.  12  +  7  =

2.  8  +  (-9)  =

3.  (-5)  +  11  =

4.  (-6)  +  (-4)  =

5.  (-10)  +  7  =

6.  9  +  (-11)  =

7.  (-20)  +  (-11)  =

8.  (-35)  +  70  =

9.  81  +  (-25)  =

10.  (-101)  +  80  =

11.  (-2)  -  5  =

12.  2  -  5  =

13.  2  -  (-7)  =

14.  (-5)  -  (-8)  =

15.  20  -  10  =

16.  (-25)  -  12  =

17.  (-66)  -  (-33)  =

18.  215  -  (-321)  =

19.  (-77)  -  45  =

20.  138  -  (-122)  =

Penjumlahan dan Pengurangan Pecahan

1. Penjumlahan pecahan Biasa

Untuk penjumlahan pecahan biasa yang penyebutnya sama, dapat dilakukan dengan menjumlahkan
pembilang-pembilangnya, sementara penyebutnya tetap.

Contoh Soal Penjumlahan Pecahan Biasa

Jumlahkanlah pecahan-pecahan berikut:


Untuk penjumlahan pecahan yang penyebutnya tidak sama dapat dilakukan dengan cara
menyamakan penyebutnya terlebih dahulu, yaitu dengan mencari KPK dari penyebutnya.

Kemudian lakukan penjumlahan terhadap pembilangnya. Untuk lebih jelasnya, perhatikanlah


contoh-contoh berikut:

Sifat-sifat penjumlahan bilangan pecahan sama dengan sifat-sifat penjumlahan pada bilangan bulat,
yaitu

2. Pengurangan Pecahan Biasa

Pengurangan bilangan pecahan yang penyebutnya sama dapat dilakukan dengan cara yang sama
seperti penjumlahan bilangan pecahan, yaitu mengurangkan pembilang-pembilangnya, sementara
penyebutnya tetap.

Secara umum dapat dituliskan


Contoh Soal Pengurangan Pecahan Biasa

Perhatikan contoh berikut ini!

Untuk pecahan-pecahan yang penyebutnya tidak sama dapat dilakukan dengan menyamakan
penyebutnya terlebih dahulu, yaitu dengan mencari KPK dari penyebutnya, kemudian lakukan
pengurangan terhadap pembilang-pembilangnya.

Perhatikan contoh berikut

3. Penjumlahan dan Pengurangan Bilangan Pecahan Campuran

Perhatikan Contoh operasi berikut ini!


Dari contoh di atas dapat disimpulkan bahwa untuk menjumlahkan bilangan pecahan campuran hal
pertama yang harus dilakukan adalah menjumlahkan bagian bilangan bulat dan bagian bilangan
pecahan secara terpisah.

Sama halnya dengan penjumlahan bilangan pecahan campuran, pengurangan juga dapat dilakukan
dengan cara mengurangkan bilangan bagian bilangan bulat dan bagian bilangan pecahannya secara
terpisah terlebih dahulu.

Perkalian Bilangan Pecahan Biasa dan Campuran


Misalkan di rumahmu ada taman, 1/2 bagian dari taman itu ditanami rumput manis, 1/3 bagian yang
tidak ditanami rumput, ditanami kembang.

Apabila taman yang ditanami kembang dibandingkan dengan taman keseluruhan, dapatkah kamu
mengetahui berapa bagian taman yang ditanami kembang? Perhatikan gambar di bawah ini.

Dari gambar di atas terlihat bahwa taman yang ditanami kembang dibandingkan dengan taman
keseluruhan adalah 1/6 bagian.

Secara umum dituliskan:

Contoh Perkalian Pecahan Biasa

Contoh Perkalian Pecahan Campuran

Pada perkalian pecahan jika terdapat pecahan campuran, maka yang harus dilakukan terlebih dahulu
adalah mengubah bentuk pecahan campuran tersebut menjadi bentuk pecahan biasa.

Sifat-sifat perkalian pada bilangan pecahan sama dengan sifat-sifat perkalian pada bilangan bulat,
yaitu:

1. a x b = b x a 
2. (a x b) x c = a x (b x c) 

3. a x (b + c) = (a x b) + (a x c)

Untuk perkalian bilangan pecahan campuran berlaku:

Pembagian Bilangan Pecahan Biasa dan Campuran

Pada operasi hitung bilangan bulat kamu telah mempelajari bahwa operasi pembagian merupakan
kebalikan dari operasi perkalian. Demikian juga bahwa pada pembagian bilangan pecahan.

Contoh Pembagian Pecahan

Perhatikanlah contoh-contoh di bawah ini:

Dari contoh-contoh di atas pembagian bilangan pecahan dapat dirumuskan sebagai berikut
1. Pak Danu membeli pipa untuk membuat saluran air sepanjang 5 1/2 m. Di rumah masih ada sisa
pipa sepanjang 2 1/4 m. Panjang pipa yang dimiliki Pak Danu seluruhnya adalah...

A. 6 ½ B. 6 11/18

C. 7 5/14 D. 7 3/4

2. Ibu membeli 6 5/8 kg jagung di pasar. Ayah membawa 3 3/4 kg jagung yang dipetik dari kebun.
Jika 4 2/3 kg dari jagung-jagung itu digunakan untuk memberi makan burung merpati, sisa jagung
yang masih ada berjumlah....kg

A. 5 17/24 B. 5 16/24

C. 5 13/24 D. 5 22/24

3. Pak Husin memiliki kebun karet seluas 1/4 ha, kebun durian seluas 0,75 ha dan kebun salak seluas
1 3/4 ha. Jika Pak Husin menjual kebunnya 2 ha, maka luas kebun Pak Husin sekarang adalah....

A. 0,25 ha B. 0,75 ha

C. 1,75 ha D. 1,95 ha

4. Ibu membawa 2,5 kg gula pasir, 3/5 kg daging sapi dan 4/10 kg cabai rawit dari pasar. Jumlah
kilogram barang yang dibawa Ibu adalah....

A. 3 1/12 kg B. 3 1/8 kg

C. 3 1/4 kg D. 3 1/2 kg

5. Di dalam kaleng terdapat 12,5 liter minyak tanah. Ibu menggunakan 7,85 liter minyak tanah dari
kaleng tersebut untuk mengisi kompor. Sisa minyak tanah yang ada di dalam kaleng adalah....

A. 5,65 liter B. 5,53 liter

C. 4,65 liter D. 4,35 liter

6. Kakak mempunyai 4 1/2 m pita. Diberikan kepada Yanti 2 1/4 m. Ayah membelikan 1 1/5 pita
untuk kakak. Panjang pita kakak sekarang adalah....

A. 2 1/20 B. 2 2/15
C. 3 9/20 D. 3 1/3

7. Tante membeli 5 5/6 kg gula pasir kemudian membeli lagi 3 1/3 kg. Gula tersebut digunakan untuk
membuat kue sebanyak 6 3/5 kg. Sisa gula adalah....

A. 2 2/13 B. 2 17/30

C. 2 ¾ D. 2 9/14

8.Truk pak Jono mengangkut 15 1/4 kuintal jagung dan 16 1/2 kuintal beras. Berat seluruh muatan
truk pak Jono adalah.....kuintal.

A. 31 1/8 B. 31 2/6

C. 31 1/12 D. 31 ¾

Perkalian dan pembagian pecahan

1. 5 X 1/2  = ….
2. 3 2/3  X 6  = ….
3. 3/12  X   5/6  = ….
4. Ibu menerima gaji dari ayah sebanyak Rp.2.400.000,-. Sebanyak 0,75 bagian digunakan
untuk keperluan sehari-hari, dan  1/6 bagian untuk biaya sekolah anaknya, sisanya ditabung.
Berapa rupiah uang yang ditabung?
5. 2  1/2  x  2 windu = …. Tahun
6. 2/5  x  Rp.35.000,00  =  Rp ….
7. 3  3/5 x 2  2/3 x  7/12  = ….
8. 12 x 0,9  = ….
9. 4,25 x 3,7  = ….
10. 15 : 6  = ….
11. Sebuah bak mandi jika di isi penuh dapat memuat air sebanyak 180 liter. Jika untuk
mengisinya digunakan ember, maka bak itu memerlukan 25 ember. Berapa liter isi satu
ember?
12. Sepotong bambu panjangnya 1 m. Bambu itu dipotong masing-masing panjangnya  5/20 m.
Berapa potong bambu yang diperoleh?
13. 6 : 3 3/5  = ….
14. 6  3/4 : 9  = ….
15. 7/8  : 5/6  = ….
16. 4/9  :  3  1/3  = ….
17. 2  4/5 : 3  1/2  = ….
18. 7  1/2 : 1  5/7 : 3/14  = ….
19. 0,5 : 5 = ….
20. 0,5 : 0,2 = ….
21. 8,64 : 3,6 = ….
22. 0,15 : 3 : 0,2 = ….
23. 5/12 -  3/8 +  2/3 = ….
24. 4/9 : 3/10 x  2/5 = ….
25. 2  1/2 x  3/8 : 1/4 = ….

KUNCI JAWABAN

5 X 1/2  =  (5 x 1)/2 =  5/2 = 2  1/2

3 2/3  X 6  =  11/3 x 6 =  66/3 = 22

3/12  X   5/6  =  (15∶3)/(72:3) =  5/24

Gaji ayah  Rp.2.400.000,-Keperluan keluarga  0,75 =  75/100 x Rp2.400.000,- = Rp1.800.000,-


Keperluan sekolah         =  1/6 x Rp2.400.000,- = Rp400.000,-Jadi sisa gaji ayah = Rp2.400.000 –
Rp1.800.000 – Rp400.000  = Rp200.000,-

2  1/2  x  2 windu =  5/2 x ( 2 x 8 ) =  5/2^1  x 〖16〗^8 =  40  tahun.

2/5^1  x 〖Rp35.000〗^7 =  Rp14.000,-

3  3/5 x 2  2/3 x  7/12  =  〖18〗^6/5 x  8^2/3^1  x  7/〖12〗^3   =   6^2/5 x  2/1 x  7/3^1   =   28/5 =
5  3/5

12  x  0,9 = 10,8

4,25 x 3,7 =15,725

15 : 6 = 2  (3∶3)/(15:3) = 2  1/5

180 : 25 = 7  (5∶5)/(25∶5) = 7  1/5  liter

1 : 5/20 = 1 x  20/5 =  20/5 = 4 potong

6 : 3 3/5  = 6 : 18/5  = 6 x  5/18 =  30/18 = 1 (12∶6)/(18:6) = 1  2/3

6  3/4 : 9  =  27/4 : 9/1 =  27/4 x  1/9 =  (27∶9)/(36∶9) =  3/4

7/8  : 5/6  = 7/8  x 6/5  =  42/40 = 1  (2∶2)/(40∶2) = 1  1/20

4/9  :  3  1/3  =  4/9  :  10/3  =  4/9  x  3/10 =  (12∶6)/(90∶6) =  2/15

2  4/5 : 3  1/2  =  14/5 :  7/2 =  14/5 x  2/7 =  (28∶7)/(35∶7) =  4/5

7  1/2 : 1  5/7 : 3/14  =   15/2 :  12/7 : 3/14  =   〖15〗^3/2^1  x  7/12 x 〖14〗^7/3^1  =  147/12 =
12  (3∶3)/(12∶3) = 12  1/4

0,5 : 5 =  5/10 : 5/1 =  5/10 x  1/5 =  (5∶5)/(50∶5 ) =  1/10

0,5 : 0,2 =  5/10 : 2/10  =  5/〖10〗^1  x 〖10〗^1/2  =  5/2  = 2  1/2


8,64 : 3,6 =  864/100 : 36/10  =  〖864〗^24/〖100〗^10  x 〖10〗^1/〖36〗^1   =  24/10  = 2 
(4∶2)/(10∶2)  = 2  2/5

0,15 : 3 : 0,2 =  15/100  :  3/1  : 2/10  =  〖15〗^5/100  x  1/3^1   x 〖10〗^5/2^1   =  (25∶5)/(100∶5) 


=  (5∶5)/(20∶5)  =  1/4

5/12 -  3/8 +  2/3 =   (10-9+16)/24  =  17/24

4/9 : 3/10 x  2/5  =   4/9 x 〖10〗^2/3 x  2/5^1   =   (16 )/27

2  1/2 x  3/8 : 1/4  =   5/2 x  3/8  x  4/1  =   60/16  =  3  (12:4)/(16∶4)  = 3  3/4

Materi Skala dan Perbandingan


Berbicara soal skala pasti yang teringat skala peta, bagaimana sih pembacaan skala pada peta ?
perhatikan uraian berikut :

Sebuah desain rumah digambarkan dengan skala 1 : 50, arti dari skala 1 : 50 yaitu setiap jarak satu
centimeter pada gambar mewakili 50 centimeter jarak sesungguhnya. Jika panjang rumah pada
gambar desain ditunjukkan dengan jarak 10 cm maka panjang rumah yang sesungguhnya adalah 10 x
50 cm = 500 cm.

Dari uraian tadi dapat ikita tarik sebuah kesimpulan mengenai pengertian dari skala.

Skala adalah perbandngan antara jarak pada gambar dengan jarak sesungguhnya. Skala biasanya
digunakan pada denah lokasi, peta, dan rancangan benda.

Contoh penulisan skala :

1 : 20.000, 1 : 15.000, dan 1 : 1.750.000

Rumus Skala

Contoh soal skala :

Sebuah peta dengan skala 1 : 25.000, berapakah jarak sesungguhnya jika pada peta ditunjukkan
dengan jarak 4 cm.

jawab :

jarak pada peta 4 cm

jarak sebenarnya adalah 4 x 25.000 cm = 100.000 cm

JAWABLAH PERTANYAAN-PERTANYAAN BERIKUT INI DENGAN BENAR!

1. Jarak kota A dan B pada peta adalah 8 cm. Jika skala peta adalah 1 : 250.000, maka jarak kota
sebenarnya adalah ....

2. Peta desa Tambakromo mempunyai skala 1 : 5000. Di dalam peta Jarak rumah Anam dan rumah
Riko adalah 15 cm. Berapakah jarak sebenarnya rumah Anam dan Riko ?

3. Gambar denah sebuah SD berbentuk persegi panjang mempunyai skala 1 : 2.500. Jika panjang dan
lebar pada peta adalah 8 cm dan 6 cm. Berapakah panjang dan lebar sebenarnya SD itu ?
4. Pak Rudi mempunyai sawah berbentuk persegi. Dalam sertifikat tanah miliknya sawah tersebut
digambar dengan skala 1 : 3000. Jika pada gambar tersebut sawahnya mempunyai sisi sepanjang 15
cm. Berapakah luas sawah Pak Rudi sebenarnya ?

5. Rumah Iwan dalam denah berbentuk persegi panjang dengan panjang dan lebar adalah 15 cm dan
8 cm. Jika skala denah tersebut adalah 1 : 150. Maka luas rumah Iwan sebenarnya adalah ....

6. Jarak desa Kusuma dan desa Tambakrejo adalah 15 km. Jika dalam peta digambar dengan jarak 3
cm. Berapakah skala peta tersebut ?

7. Jarak rumah Rina dan Doni adalah 150 meter. Rina mendapat tugas untuk menggambar jalan
antara rumahnya dan rumah Doni. Jika panjang jalan harus digambar dengan ukuran 10 cm. Maka
skala gambar tersebut adalah ....

8. Sebuah denah bangunan SMP memiliki panjang dan lebar 18 cm dan 6 cm. Jika panjang
sebenarnya adalah 72 m. Maka berapakah skala denah tersebut ?

9. Sebuah lapangan mempunyai bentuk persegi panjang. Panjang sisinya adalah 150 m dan lebar 100
m. Jika lapangan itu itu digambar dengan lebar 25 cm maka berapakah skala pada gambar tersebut?

10. Sebuah taman bermain mempunyai bentuk persegi. Dalam sebuah peta digambarkan taman
tersebut memiliki sisi 16 cm. Jika keliling sebenarnya taman bermain itu adalah  128 m. Berapakah
skala taman bermain tersebut ?

11. Jarak kota A dan B dalam peta digambarkan dengan skala 1 : 700.000 . Jika jarak sebenarnya
antara dua kota A dan B adalah 105 km. Berapakah jarak pada petanya?

12. Rumah Dina dan Roni adalah 275 m. Di dalam sebuah peta desa dengan skala 1 : 2.500,
berapakaj jarak rumah Dina dan Roni ?

13. Sebuah lapangan mempunyai panjang 200 m dan lebar 100 meter. Jika lapangan tersebut
digambarkan dengan skala 1 : 2.000. Berapakah panjang dan lebar dalam gambar ?
14. Sebuah rumah berbentuk persegi mempunyai keliling 48 m. Dalam denah rumah yang
digambarkan dengan skala 1 : 200, berapakah panjang sisi rumah dalam gambar denah tersebut?

15. Sawah Bu Eni berbentuk persegi panjang dengan panjang dan lebarnya adalah 259 m 56 m. Jika
sawah tersebut digambar dengan skala 1 : 350. Berapakah panjang dan lebar dalam gambar?

KUNCI JAWABAN SOAL ULANGAN HARIAN KELAS 6 SD


MATEMATIKA BAB SKALA

1. Diketahui :

JP = 8 cm

Skala = 1 : 250.000

JS = JP : Skala

  = 8 cm : (1 : 250.000)

  = 8 cm x (250.000 : 1)

  = 8 cm x 250.000

  = 2.000.000 cm = 20 Km

2. Diketahui :

Skala = 1 : 5000

JP = 15 cm

JS = JP : Skala

  = 15 cm : (1 : 500)

  = 15 cm x (500 : 1)

  = 15 cm x 500

  = 6.500 cm = 65 m

3. Diketahui :

Skala = 1 : 2.500

Panjang pada peta = 8 cm

Lebar pada peta = 6 cm

Panjang sebenarnya = 8 cm : ( 1 : 2.500)

  = 8 cm x ( 2.500 : 1 )

  = 8 cm x 2.500

  = 20.000 cm = 200 m
Lebar sebenarnya = 6 cm : ( 1 : 2.500)

  = 6 cm x ( 2.500 : 1 )

  = 6 cm x 2.500

  = 15.000 cm = 150 m

4. Diketahui :

Skala = 1 : 3000.

Sisi pada peta = 15 cm

Sisi sebenarnya = 15 cm : ( 1 : 3000 )

  = 15 cm x ( 3000 : 1)

  = 15 cm x 3000

  = 45.000 cm = 450 m

 Luas sebenarnnya = s x s

  = 450 m x 450 m

  = 202.500 m2

5. Diketahui :

Panjang pada peta = 15 cm

Lebar pada peta = 8 cm

Skala = 1 : 150

Panjang sebenarnya = 15 cm : ( 1 : 150)

  = 15 cm x ( 150 : 1 )

  = 15 cm x 150

  = 2250 cm = 22,5 m

Lebar sebenarnya = 8 cm : ( 1 : 150)

  = 8 cm x ( 150 : 1 )

  = 8 cm x 150
  = 1.200 cm = 12 m

Luas sebenarnya = p x l

  = 22, 5 m x 12 m

  = 270 m2

6. Diketahui :

JS = 15 km

JP = 3 cm

Skala = JP : JS

  = 3 cm : 15 km

  = 3 cm : 1.500.000 cm (dibagi 3 cm)

  = 1 : 500.000

7. Diketahui :

JS = 150 m

JP = 10 cm

Skala =  JP : JS

  = 10 cm : 150 m

  = 10 cm : 15.000 cm (dibagi 10 cm)

  = 1 : 1.500

8. Diketahui :

Panjang pada peta = 18 cm

Lebar pada peta = 6 cm

Panjang sebenarnya = 72 m
Skala = Panjang pada peta : Penjang sebenarnya

  = 18 cm : 72 m

  = 18 cm : 7.200 cm (dibagi 18 cm)

  = 1 : 400

9. Diketahui :

Panjang sebenarnya = 150 m

Lebar sebenarnya = 100 m

Lebar pada peta = 25 cm

Skala = Lebar pada peta : lebar sebenarnya

  = 25 cm : 100 m

  = 25 cm : 10.000 cm (dibagi 25 cm)

  = 1 : 400

10. Diketahui :

Sisi pada peta = 16 cm

Keliling sebenarnya = 72 m

Sisi sebenarny a = Keliling : 4

  = 128 m : 4

  = 32 m

Skala = sisi pada peta : sisi sebenarnya

  = 16 cm : 32 m

  = 16 cm : 3.200 cm (dibagi 16 cm)

  = 1 : 200

(jika ingin mendownload soal ini, berikut linknya : Link Download Soal Matematika Kelas 6 SD Bab
Skala Dan Kunci Jawaban)
11. Diketahui :

Skala = 1 : 700.000

JS = 105 km

JP = JS x S

  = 105 km x 1 : 700.000

  = 10.500.000 cm x 1 : 700.000

  = 10.500.000 cm : 700.000

  = 15 cm

12. Diketahui :

JS = 275 m

Skala = 1 : 2.500

JP = JS x S

  = 275 m x 1 : 2.500

  = 27.500 cm x 1 : 2.500

  = 27.500 cm : 2.500

  = 11 cm

13. Diketahui :

Panjang sebenarnnya = 200 m

Lebar sebenarnya = 100 m

Skala = 1 : 2.000

Panjang dalam gambar = 200 m x 1 : 2.000

  = 20.000 cm x 1 : 2.000

  = 20.000 cm : 2.000

  = 10 cm

Lebar dalam gambar = 100 m x 1 : 2.000

= 10.000 cm x 1 : 2.000
  = 10.000 cm : 2.000

                          = 5 cm

14. Diketahui ;

Keliling sebenarnya = 48 m

Skala = 1 : 200

Panjang sisi sebenarnya = keliling : 4

  = 48 m : 4

  = 12 m

Panjang sisi dalam gambar = 12 m x 1 : 200

  = 1.200 cm : 200

  = 6 cm

15. Diketahui :

Panjang sebenarnya = 259 m

Lebar sebenarnya = 56 m

Skala = 1 : 350

Panjang dalam gambar = 259 m x 1 : 350

  = 25.900 cm x 1 : 350

  = 25.900 cm : 350

  = 74 cm

Lebar dalam gambar = 56 m x 1 : 350

  = 5.600 cm x 1 : 350

  = 5.600 cm : 350

= 16 cm
Bab KPK dan FPB
Untuk menentukan bilangan KPK dan FPB, ada dua hal yang perlu kalian ketahui terlebih dahulu
yaitu bilangan prima dan konsep faktorisasi prima. Bilangan prima merupakan bilangan asli yang
hanya mempunyai dua faktor yaitu bilangan itu sendiri dan 1. Yang termasuk bilangan prima
{2,3,5,7,11,....}. Sedangkan Faktorisasi prima merupakan penguraian bilangan menjadi perkalian
faktor-faktor bilangan prima.

Contoh :

Faktor prima dari 210 dan 180

A. KELIPATAN PERSEKUTUAN TERKECIL (KPK)

Kelipatan Persekutuan Terkecil atau KPK merupakan bilangan bulat positif yang paling kecil dan yang
habis dibagi dengan kedua bilangan tersebut. Dalam mencari KPK ada beberapa metode yang bisa
dilakukan, yaitu :

1. Dengan menggunakan kelipatan persekutuan

KPK dapat diambil dari kelipatan persekutuan antara dua bilangan atau lebih.

Contoh :

Tentukan KPK dari 5 dan 7

Penyelesaian :

Kelipatan 5 = {5, 10, 15, 20, 25, 30, 35, 40, 45, 50, 55, 60, 65, 70, 75....}

Kelipatan 7 = {7, 14, 21, 28, 35, 42, 49, 56, 63, 70....}

Kelipatan yang sama yang terkecil dari kedua bilangan tersebut adalah 35, maka KPK dari 5 dan 7
adalah 35.

2. Dengan menggunakan faktorisasi prima


Dalam mencari KPK menggunakan faktorisasi prima yaitu mengalikan semua bilangan faktor prima
dan mengambil pangkat yang terbesar apabila faktor ada yang sama tetapi pangkat berbeda maka
ambil pangkat yang paling besar.

Contoh :

Tentukan KPK dari 24, 72, dan 84 !

Dari pohon faktor tersebut kita memperoleh :

24 = 2 x 2 x 2 x 3 = 23 x 3 72 = 2 x 2 x 2 x 3 x 3 = 23 x 32

84 = 2 x 2 x 3 x 7 = 22 x 3 x 7

Untuk menentukan KPK gunakanlah faktor prima yang berbeda dan memiliki pangkat terbesar.

KPK = 23 x 32 x 7 = 504 maka KPK dari 24, 72, dan 84 yaitu 504.

B. FAKTOR PERSEKUTUAN TERBESAR (FPB)

Faktor Persekutuan Terbesar atau FPB merupakan bilangan bulat positif yang memiliki nilai paling
besar yang bisa membagi ke dua bilangan tersebut.

Ada beberapa metode unuk mencari FPB, yaitu :

1. Dengan menggunakan faktor persekutuan

Faktor persekutuan adalah bilangan faktor yang sama dari kedua bilangan atau lebih.

FPB diambil dari faktor yang terbesar.

Contoh :

Carilah FPB dari 6, 9, dan 12 !

Penyelesaian :

Faktor dari 6 adalah = {1, 2, 3, 6} Faktor dari 9 adalah = {1, 3, 9}

Faktor dari 12 adalah = {1, 2, 3, 4, 6, 12}

Faktor persekutuan dari bilangan 6, 9, dan 12 adalah 1, 2, 3, 6


Nilai terbesar adalah 6, jadi FPBnya adalah 6

2. Dengan Menggunakan Faktorisasi Prima

Cara ini kita menuliskan bilangan ke dalam bentuk perkalian faktor prima kemudian mengambil
faktor yang sama dari bilangan-bilangan tersebut. Jika faktor yang sama memiliki pangkat berbeda,
maka kita ambil faktor yang memiliki pangkat terkecil.

Contoh :

1. Carilah FPB dari 20 dan 30 !

Penyelesaian :

2. Tentukan FPB dari 18, 30, dan 36

JAWABLAH PERTANYAAN BERIKUT INI DENGAN BENAR DAN TELITI!


1. Tentukan faktorisasi prima dari angka dibawah ini :

a. 10

b. 15

c. 20

d. 36

e. 100

2. Tentukan KPK dari angka-angka berikut ini :

a. 10 dan 15

b. 9 dan 36

c. 8 dan 25

d. 12, 15 dan 18

e. 4, 15 dan 20

3. Tentukan FPB dari angka-angka berikut ini :

a. 15 dan 25

b. 20 dan 100

c. 36 dan 45

d. 50, 60 dan 75

e. 40, 64 dan 100

4. Adi berkunjung ke perpustakaan 3 hari sekali, Rina 5 hari sekali dan Riko 6 hari sekali. Jika mereka
terkahir kali bersama-sama berkunjung pada tanggal 12 April 2017. Maka mereka akan berkunjung
bersama-sama lagi pada tanggal ....

5. Jam dinding di ruang makan berbunyi setiap 15 menit. Sedangkan Jam di ruang makan berbunyi
setiap 20 menit. Kedua jam berbunyi bersamaan pertama kali pukul 12.30. Kedua jam berbunyi
bersamaan lagi untuk kedua kali pada pukul ....
6. Roni pergi berenang 12 hari sekali, Anton 15 hari sekali dan Dino renang 20 hari sekali. Jika
mereka bertiga terakhir kali berenang bersama pada tanggal 1 April 2016. Maka mereka akan
berenang bersama kembali pada tanggal ....

7. Pak Tani baru memanen buah-buahan di kebunnya. Ia memanen 50 buah apel, 40 buah mangga
dan 75 buah jeruk. Pak Tani ingin memasukkan buah itu kedalam kotak dengan jumlah sama rata.
Berapakah kotak buah yang dibutuhkan Pak Tani?

8. Ali mempunyai 60 bola kasti hijau, 15 bola kasti biru dan 30 bola kasti merah. Bola-bola tersebut
akan dimasukkan ke dalam keranjang. Tiap keranjang berisi sama banyak. Berapakah keranjang yang
dibutuhkan Ali?

9. Ibu membeli 24 buah mangga, 30 buah apel dan 54 jeruk. Ibu ingin menyajikannya di ruang makan
di atas piring. Berapa jumlah piring yang dibutuhkan jika ibu ingin membaginya dalam jumlah yang
sama?

10. Pak Guru telah membeli 60 buku pelajaran, 50 buku cerita dan 80 buku bergambar. Buku itu
ingin dibuatkan rak buku. Pak guru nanti ingin meletakkan buku itu sama rata jumlahnya pada setiap
rak.

a. Berapakah rak buku yang dibutuhkan Pak Guru?

b. Berapakah jumlah masing-masing buku dalam setiap rak?


(Jika ingin mendownload soal ini, berikut linknya : Link Download Soal KPK dan FPB Kelas 5 dan 6 SD
Dilengkapi Kunci Jawaban)

KUNCI JAWABAN SOAL ULANGAN HARIAN KELAS 5 / 6 SD

MATEMATIKA BAB KPK DAN FPB

1. Faktorisasi prima dari angka :

a. 10 = 2 x 5

b. 15 = 3 x 5

c. 20 = 2 x 2 x 5

d. 36 = 2 x 2 x 3 x 3

e. 100 = 2 x 2 x 5 x 5

2. KPK dari angka-angka berikut ini :

a. 10 dan 15

    10 = 2 x 5

    15 = 3 x 5

    KPK = 2 x 3 x 5 = 30

b. 9 dan 36

  9=3x3

    36 = 2 x 2 x 3 x 3

    KPK = 2 x 2 x 3 x 3 = 36

c. 8 dan 25

  8=2x2x2

    25 = 5 x 5

    KPK = 2 x 2 x 2 x 5 x 5 = 200
d. 12, 15 dan 18

    12 = 2 x 2 x 3

    15 = 3 x 5

    18 = 2 x 3 x 3

    KPK = 2 x 2 x 3 x 3 x 5 = 180

e. 4, 15 dan 20

  4=2x2

    15 = 3 x 5

    20 = 2 x 2 x 5

    KPK = 2 x 2 x 3 x 5 = 60

3. FPB dari angka-angka berikut ini :

a. 15 dan 25

    15 = 3 x 5

    25 = 5 x 5

    FPB = 5

b. 20 dan 100

    20 = 2 x 2 x 5

    100 = 2 x 2 x 5 x 5

    FPB = 2 x 2 x 5 = 20

c. 36 dan 45

    36 = 2 x 2 x 3 x 3
     45 = 3 x 3 x 5

     FPB = 3 x 3 = 9

d. 50, 60 dan 75

    50 = 2 x 5 x 5

    60 = 2 x 2 x 3 x 5

    75 = 3 x 5 x 5

    FPB = 5

e. 40, 64 dan 100

    40 =  2 x 2 x 2 x 5

    64 = 2 x 2 x 2 x 2 x 2 x 2

    100 = 2 x 2 x 5 x 5

    FPB = 2 x 2 = 4

4. Diketahui =

Adi   = 3 hari sekali = 3

Rina  = 5 hari sekal  = 5

Riko  = 6 hari sekali = 2 x 3

KPK = 2 x 3 x 5 = 30 hari

Jadi mereka akan berkunjung bersama-sama pada tanggal =

12 April 2017 + 30 hari = 12 Mei 2017

5. Diketahui =

Jam dinding = 15 menit = 3 x 5

Jam ruang makan = 20 menit = 2 x 2 x 5

KPK = 2 x 2 x 3 x 5 = 60 menit
jadi Kedua jam berbunyi bersamaan lagi untuk kedua kali pada pukul =

Pukul 12.30 + 60 menit = Pukul 13.30

6. Diketahui =

Roni = 12 hari sekali = 2 x 2 x 3

Anton = 15 hari sekali = 3 x 5

Dino = 20 hari sekali = 2 x 2 x 5

KPK = 2 x 2 x 3 x 5 = 60 hari

Maka mereka akan berenang bersama kembali pada tanggal =

1 April 2017 + 60 hari = 31 Mei 2016

(Jika ingin mendownload soal ini, berikut linknya : Link Download Soal KPK dan FPB Kelas 5 dan 6 SD
Dilengkapi Kunci Jawaban)

7. Diketahui =

Buah apel = 50 = 2 x 5 x 5

Buah mangga = 40 = 2 x 2 x 2 x 5

Buah jeruk = 75 = 3 x 5 x 5

FPB = 5

Jadi kotak buah yang dibutuhkan Pak Tani adalah 5 buah kotak

8. Diketahui =

Bola kasti hijau = 60 = 2 x 2 x 3 x 5

Bola kasti biru = 15 = 3 x 5

Bola kasti merah = 30 = 2 x 3 x 5


FPB = 3 x 5 = 15

Jadi keranjang yang dibutuhkan Ali adalah 15 keranjang

9. Diketahui =

Buah mangga = 24 = 2 x 2 x 2 x 3

Buah apel = 30 = 2 x 3 x 5

Buah jeruk = 54 = 2 x 3 x 3 x 3

FPB = 2 x 3 = 6

Jadi jumlah piring yang dibutuhkan ibu adalah 6 piring

10 Diketahui =

Buku pelajaran = 60 = 2 x 2 x 3 x 5

Buku cerita = 50 = 2 x 5 x 5

Buku bergambar = 80 = 2 x 2 x 2 x 2 x 5

FPB = 2 x 5 = 10

a. Jadi rak buku yang dibutuhkan Pak Guru adalah 10 rak.

b. jadi jumlah masing-masing buku dalam setiap rak adalah =

Buku pelajaran        = 60 : 10 = 6

Buku cerita = 50 : 10 = 5

Buku bergambar = 80 : 10 = 8