Anda di halaman 1dari 30

TUGAS LATIHAN SOAL BUKU MANAJEMEN SARANA DAN

PRASARANA PENDIDIKAN”

Latihan soal ini dibuat untuk memenuhi tugas mata kuliah Manajemen Sarana dan
Prasarana Pendidikan

Dosen Pengampu: Dr. Wahyu Sri Ambar Arum, M. A

Disusun Oleh:

Wulandari

1103617042

MP 2017 A

MANAJEMEN PENDIDIKAN

FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA

2018
BAB 7
Pemeliharaan Sarana dan Prasarana Pendidikan
1. Jelaskan apa yang dimaksud dengan barang habis pakai dan barang tidak habis
pakai!
Jawab:
Barang Habis Pakai yaitu barang yang hanya dapat dipergunakan dalam
satu kali pemakaian. Barang Tidak Habis Pakai, yaitu barang yang dapat
digunakan bukan hanya dalam satu kali pemakaian.

2. Jelaskan Hakikat pemeliharaan sarana dan prasarana pendidikan!


Jawab:
Pemeliharaan adalah kegiatan untuk melaksanakan pengurusan dan
pengaturan agar semua barang selalu dalam keadaan baik dan siap untuk
digunakan secara berdaya guna dan berhasil guna. Pemeliharaan merupakan
kegiatan penjagaan atau pencegahan dari kerusakan suatu barang, sehingga
barang tersebut kondisinya baik dan siap digunakan. Pemeliharaan mencakup
segala daya upaya yang terus menerus untuk mengusahakan agar peralatan
tersebut tetap dalam keadaaan baik. Pemeliharaan dimulai dari pemakaian barang,
yaitu dengan cara berhati-hati dalam menggunakannya. Pemeliharaan yang
bersifat khusus harus dilakukan oleh petugas yang mempunyai keahlian sesuai
dengan jenis barang yang dimaksud.

3. Apakah tujuan dan manfaat dari dilaksanakannya kegiatan pemeliharaan barang?


Tujuan adanya Kegiatan Pemeliharaan Barang:
Jawab:
a. Untuk memperpanjang usia kegunaan aset (yaitu setiap bagian dari suatu
tempat kerja, bangunan, dan isinya).
b. Untuk menjamin ketersediaan optimum peralatan yang dipasang untuk
produksi atau jasa.
c. Untuk menjamin kesiapan operasional dari seluruh peralatan yang diperlukan
dalam keadaan darurat setiap waktu.
d. Untuk menjamin keselamatan orang yang menggunakan alat tersebut.
Manfaat adanya Kegiatan Pemeliharaan Barang:
a. Bagi Negara
1) Jika peralatan terpelihara baik umurnya akan awet yang berarti tidak perlu
mengadakan penggantian dalam waktu yang singkat.
2) Pemeliharaan yang baik mengakibatkan jarang kerusakan yang berarti
biaya perbaikan dapat ditekan seminim mungkin.
3) Dengan adanya pemeliharaan yang baik, maka akan lebih terkontrol
sehingga menghindari kehilangan.
4) Dengan adanya pemeliharaan yang baik, akan enak dilihat dan dipandang.
5) Pemeliharaan yang baik memberikan hasil pekerjaan yang baik.
b. Bagi pegawai, yaitu memudahkan pekerjaan yang dibebankan kepadanya.

4. Bagaimana proses pemeliharaa barang inventaris?


Jawab:
a. Berdasarkan kurun waktu
1) Pemeliharaan sehari-hari
Pemeliharaan ini dapat dilakukan setiap hari (setiap akan/sesudah
memakai). Dilaksanakan oleh pegawai yang menggunakan barang tersebut
dan bertanggung jawab atas barang itu.
2) Pemeliharaan berkala
Misalnya 2 atau 3 bulan sekali dan sebagainya atau setelah jarak tempuh
tertentu atau jam pakai tertentu dapat dilakukan sendiri oleh pemegangnya
penanggung jawabnya atau memanggil ahli untuk melakukannya.
b. Umur penggunaan barang pada instansi dapat dilihat dari 2 aspek:
1) Usia barang secara fisik
Untuk peralatan dan mesin kondisi usang sangat realative, karena itu perlu
disepakati batas-batasnya kalau sebuah mesin kapasitasnya dikatakan 100
%.
2) Usia barang secara administratif
Biasanya barang dalam kondisi yang kapasitasnya lebih kurang dari 50 %
sudah diusulkan untuk dihapuskan karena hanya akan mempersempit
ruangan saja dan biaya perawatannya juga akan lebih besar.
3) Pemeliharaan dalam aspek hukum
a) Pengurusan sertifikat kepemilikan tanah.
b) Surat izin mendirikan dan penggunaan bangunan.
c) Pengurusan STNK dan BPKB pada kendaraan bermotor dan surat-
surat lainnya.
c. Pemeliharaan dari segi penggunaan
Barang yang digunakan harus sesuai dengan fungsinya sehingga dapat
mengurangi kerusakan pada barang tersebut.
d. Pemeliharaan menurut keadaan barang
1) Pemeliharaan barang habis pakai
Pemeliharaan ini merupakan penyimpanan sebelum barang tersebut
dipergunakan.
2) Pemeliharaan barang tahan lama.

5. Bagaimana penggolongan pekerjaan pemeliharaan?


Jawab:
Penggolongan pekerjaan pemeliharaan dapat dibedakan sebagai berikut:
a. Perawatan terus-menerus (teratur, rutin)
1) Pembersihan saluran drainase dari sampah dan kotoran
2) Pembersihan ruangan-ruangan dan halaman dari sampah dan kotoran
3) Pembersihan terhadap kaca, jendela, kursi, meja, lemari, dll.
4) Pembabatan rumput dan tanaman semak yang tidak teratur
5) Pembersihan dan penyiraman kamar mandi/WC untuk menjaga kesehatan.
b. Perawatan berkala
1) Perbaikan atau pengecatan kusen-kusen, pintu, tembok dan komponen
bangunan lainnya yang sudah terlihat kusam
2) Perbaikan mebeulair (lemari, kursi, meja dll) serta pengecatan ulang
3) Pengecatan terhadap keamanan sarana bermain atau tempat upacara
4) Perbaikan genteng rusak/pecah sehingga terjadi kebocoran
5) Pelapisan plesteran pada tembok yang retak atau terkelupas
6) Pembersihan dan pengeringan lantai halaman atau selasar yang terkena air
hujan/air tergenang.

6. Dalam melakukan pemeliharaan barang sering sekali dilakukan pemeliharaan


darurat dan pemeliharaan korektif. Apakah maksudnya, jelaskan!
Jawab:
Pemeliharaan darurat adalah pemeliharaan yang tidak terencana karena
mengabaikan pemeliharaan pencegahan. Contoh: genteng sekolah yang tidak
pernah diperiksa atau dibiarkan bocorm ketika tiba-tiba hujan datang maka
ruangan tidak dapat dipakai sehingga harus dibetulkan mendadak, kalau tidak
maka akan dapat merusak benda lainnya;
Pemeliharaan korektif dimana dilakukan sesuai dengan usia alat, contoh:
suatu alat hanya dapat dipakai selama 2 tahun ketika masanya tiba alat tersebut
sudah harus diperbaharui.

7. Apa saja yang termasuk halaman sekolah dan bagaimana cara pemeliharaannya?
Yang termasuk halaman sekolah:
Jawab:
a. Pagar sekolah
Pagar sekolah diusahakan sedemikian rupa sehingga tidak membahayakan
anak-anak dan jangan dijadikan tempat memanjat, melompat dan sebagainya,
pagar besi adalah baik asalkan tidak terlalu runcing, tingginya kurang lebih
110-140 cm.
b. Taman sekolah
Taman sekolah sebaiknya direncanakan sedemikian rupa, jika halaman
sekolah memungkinkan penanaman dan pengaturan pohon, rumput dan
bunga-bungaan disesuaikan dengan lokasi yang tersedia. Kepala sekolah
dapat juga meminta bantuan atau petunjuk dinas pertamanan setempat
mengenai pembinaan taman sekolah.
c. Tempat upacara
Lapangan tempat upacara sebaiknya dikeraskan dengan semen/aspal agar
pada waktu musim hujan tidak becek dan pada musim panas tidak berdebu
yang dapat mengganggu kesehatan.
d. Lapangan Olahraga
Lapangan untuk senam, basket, volley ball, badminton perlu diperhatikan
pemeliharaan dan pengaturan pemakainya secara bergantian sebaiknya
dibuatkan jadwal pemakaian lapangan olahraga.

8. Agar kegiatan pemeliharaan barang dapat berjalan dengan baik maka dalam
melaksanakan kegiatan pemeliharaan tersebut harus memperhatikan beberapa hal
yang sekiranya penting. Hal-hal apa sajakah yang perlu kita diperhatikan dalam
melakukan pemeliharaan sarana dan prasarana?
Jawab:
a. Tenaga kerja/tenaga sukarela
1) Guru dan murid
2) Tenaga gotong royong/swadaya masyarakat
3) Pekerja harian lepas/musiman
4) Pekerja harian tetap, antara lain: penjaga sekolah
b. Alat dan bahan
1) Alat: lap untuk pembersih, sapu lantai dan sapu lidi, peralatan kayu,
ember, peralatan tembok/batu, kuas, cat, amplas dll.
2) Bahan: batu bata, pasir, semen, air, cat, genteng, paku, pelitur, seng dll.
c. Akibat pemeliharaan yang buruk
1) Kondisi bangunan akan merosot/cepat rusak
2) Fungsi dari bangunan serta kegiatan sekolah akan terganggu
3) Berbahaya untuk keamanan murid-murid
4) Diperlukan biaya rehabilitasi yang lebih mahal
5) Kamar mandi/WC akan menjadi tidak sehat dan menimbulkan;
6) Penyakit.
d. Usia/umur penggunaan barang
Usia penggunaan barang pada instansi dapat dilihat dari dua aspek, yaitu:
1) Usia barang secara fisik
Setiap barang terutama barang elektronik atau mesin mempunyai batas
waktu tertentu dalam penggunaannya. Untuk peralatan dan mesin kondisi
using itu sangat relative, oleh karena itu perlu disepakati batas-batasnya.
Kalau sebuah mesin kapasitasnya dikatakan 100% pada waktu baru, maka
pada kondisi usang kapasitas total adalah 0%.
2) Usia barang secara administrative
Dalam pelaksaan kegiatan sehari-hari pada suatu organisasi jarang ditemui
barang yang keadaannya secara fisik telah usang (0%), karena kalau
terjadi hal demikian akan mengganggu kelancaran kegiatan organisasi.
Oleh karena itu biasanya barang dalam kondisi yang kapasitasnya kurang
lebih 50% sudah diusulkan untuk dihapuskan karena hanya akan
mempersempit ruangan saja dan biaya perawatannya juga akan lebih
besar.
BAB VIII
Penataan Sarana dan Prasarana Pendidikan

1. Sebutkan sarana yang ada dilingkungan sekolahmu !


Jawab :
a. Meja Siswa
b. Kursi Siswa
c. Meja Guru
d. Papan Tulis
e. LCD/Proyektor
f. Lambang Negara
g. Foto Presiden
h. AC
i. Jam
j. Struktur Kelas
k. Alat Kebersihan (Sapu, Kain Pel, dsb.)
l. Alat tulis (Pulpen, Pensil, Penghapus, Spidol, Stabilo, dsb.)
m. Perabot (Lemari, Rak Buku, dsb.)
n. Mesin kantor (Komputer, Laptop, Mesin TIK, Mesin Foto Copy, Mesin
Printer, dsb.)

2. Jelaskan apa yang dimaksud dengan:


a. Penataan Barang Bergerak
b. Penataan Barang Tidak Bergerak
c. Penataan Barang Bergerak Habis Pakai
d. Penataan Barang Bergerak Tidak Habis Pakai
Jawab :
a. Penataan Barang Bergerak
Penataan Barang Bergerak merupakan kegiatan menata barang-barang yang
dapat dipindahkan dari penempatan sebelumnya. Misalnya perabot kantor:
Meja, Kursi, Bangku, Lemari, Komputer, dll.
b. Penataan Barang Tidak Bergerak
Penataan Barang Tidak Bergerak merupakan kegiatan menata barang yang
tidak dapat dipindah-pindahkan serta menyesuaikan dengan tata letak dan luas
yang tersedia seperti Tanah, Halaman, Gedung, Lapangan Olahraga, dll.
c. Penataan Barang Bergerak Habis Pakai
Penataan Barang Bergerak Habis Pakai merupakan kegiatan menata barang-
barang yang dapat dipindahkan dari penempatan sebelumya namun bersifat
tidak tahan lama dan mudah habis setelah digunakan atau dipakai. Contoh:
Kertas, Karbon, Kapur, Spidol, Penghapus, dsb.
d. Penataan Barang Bergerak Tidak Habis Pakai
Penataan Barang Bergerak Tidak Habis Pakai merupakan kegiatan menata
barang-barang yang dapat dipindahkan dari penempatan sebelumnya dimana
barang tersebut bersifat tahan lama dan dapat digunakan dalam jangka waktu
yang lama. Contoh: Kursi, Meja, Lemari, Komputer, dsb.

3. Jelaskan mengapa gedung sekolah yang didirikan hendaknya harus mendukung


kegiatan belajar mengajar!
Jawab :
Gedung sekolah yang didirikan hendaknya harus mendukung kegiatan
belajar mengajar karena gedung sekolah merupakan penunjang utama
terselenggaranya proses pendidikan. Dengan adanya gedung sekolah yang baik
maka proses pendidikan tentu dapat berjalan dengan lancar. Gedung sekolah
haruslah didirikan dan ditata dengan sebaik mungkin agar suasana belajar
mengajar dapat maksimal dan tujuan pendidikan dapat tercapai. Oleh karena itu,
gedung sekolah yang mendukung kegiatan belajar mengajar tentu harus
ditempatkan di tempat yang jauh dari keramaian, jauh dari tempat yang berbahaya
serta berada di lingkungan yang aman dan kondusif.

4. Setelah kebutuhan sarana dan prasarana pendidikan dapat terpenuhi dan tertata
sesuai dengan pemakaiannya, maka perlu diadakan pengaturan bagi pengguna
sarana dan prasarana tersebut, bagaimana caranya?
Jawab:
a. Alat pelajaran diangkut ke kelas yang membutuhkan dan saat dikembalikan
harus berjumlah sama.
b. Alat pelajaran di simpan di suatu tempat. Bila siswa ingin menggunakannya,
siswa perlu mengajak guru yang mengajar untuk membawa barang tersebut.
Untuk menjamin kelancaran pengaturan sarana dan prasarana pendidikan,
maka sangat penting dipenuhi beberapa hal, yaitu:
a. Sekolah mempunyai guru yang betul-betul konsern terhadap keberadaan
barang yang ada di sekolahnya demi kemajuan pendidikan.
b. Pihak sekolah benar-benar taat azas dan disiplin dalam melaksanakan
ketentuan manajemen sarana dan prasarana, hal ini diharapkan dapat menekan
sekecil mungkin kesalahan baik yang disengaja maupun yang tidak disengaja.
c. Kepala sekolah hendaknya selalu mencek keberadaan barang inventaris,
apakah sesuai dengan yang ada pada KIR (Kartu Inventaris Ruangan), serta
memberikan tanggung jawab penuh pengawasan keberadaan barang yang
berada dalam ruangan tersebut pada guru yang bersangkutan.
d. Kepala sekolah hendaknya memberikan pembagian tugas selain pengurus
barang, hendaknya ada petugas khusus yang bertanggung jawab atas ruangan-
ruangan khusus seperti ruang Lab, ruang perpustakaan, ruang UKS, dll.
e. Untuk mengatasi apabila tidak ada gudang, maka kepala sekolah dapat
menugaskan kepada penjaga sekolah untuk membuatkan ruang sementara
yang dapat digunakan untuk menyimpan barang-barang.

5. Sarana dan prasarana pendidikan hendaklah ditata sedemikian rupa sehingga


memudahkan untuk melakukan inventaris dan penggunaan serta indah dilihat.
Bagaimana cara penataan ruang kepala sekolah dan guru yang baik! Jelaskan!\
Jawab:
a. Ruang Kepala Sekolah
Ruang kepala sekolah hendaknya ditata rapi
1) Dinding bersih dan tidak retak
2) Langit-langit bersih dan tidak ada gangguan binatang yang ada di
sekitar
3) Ruangan mempunyai sirkulasi udara yang cukup
4) Komponen ruangan (pintu, jendela) berfungsi dengan baik
5) Ventilasi dalam keadaan baik
6) Penataan perabot baik, rapi, dan enak dipandang
Dalam ruangan kepala sekolah terdapat:
1) Meja kerja kepala sekolah
2) Kursi kerja
3) Kursi tamu (sofa)
4) Lemari besi, brankas
5) Tempat penyimpanan barang berharga dan surat-surat penting lainnya,
yaitu: check, ijazah, dll
6) Lambang Garuda Pancasila
7) Bendera merah putiih
Lambang garuda pancasila dan gambar presiden dan wakil presiden
diletakkan pada dinding diantara tempat duduk kepala sekolah. Bendera
Merah Putih diletakkan di samping kanan tempat duduk kepala sekolah.
Di samping itu, pada dinding ruangan juga terpasang:
1) Lambang Garuda Pancasila
2) Gambar Presiden dan Wakil Presiden
3) Bendera Merah Putih
4) Satya Prasetia KOPRI
5) Teks Pancasila
6) Pembukaan UUD 1945
7) Struktur organisasi sekolah
8) Statistik guru, siswa, dan tenaga kependidikan lainnya
9) Denah sekolah
10) Program kerja sekolah
11) Grafik nilai
12) Pengurus OSIS
13) Ventilasi yang baik
14) Grafik hasil KBM/perkembangan siswa
b. Ruang Guru
Di ruang guru hendaknya:
1) Kondisi bangunan baik dan bersih
2) Luas bangunan sesuai standard
3) Meja kursi guru cukup memadai
4) Papan pengumuman
5) Papan jadwal pelajaran
6) Kalender pendidikan
7) Struktur organisasi
8) Daftar pembagian tugas guru
9) Denah lokasi
10) Lambang KOPRI
11) Lambang Tut Wuri Handayani
12) 36 butir pengamalan Pancasila
13) 6K
14) Loker dan lemari
15) TV
16) Gambar Presiden dan Wakil Presiden.

BAB IX

PENGGUNAAN DAN PEMBUATAN SARANA FISIK

1. a. Beberapa ahli telah mendefinisikan media secara berbeda-beda, diantaranya

yaitu National Education Assosiation (NEA) apa yang dimaksud dengan


media

menurut ahli?

Jawaban:

1) Menurut Asosiasi Teknologi Komunikasi Pendidikan (Assosiation of


Education Technology/AECT) membatasi media sebagai segala bentuk
saluran yang digunakan orang untuk menyalurkan pesan/informasi yang
disajikan dengan peralatan-peralatan,.
2) Menurut Briggs (1970) berpendapat bahwa media adalah segala alat fisik
yang dapat menyajikan pesan serta merangsang siswa untuk belajar.
3) Menurut Schramn (1977) media berarti teknologi pembawa pesan yang
dimanfaatkan untuk keperluan instruksional. Dalam konteks ini media
tidak lain merupakan perluasan dari guru.
b. Jelaskan manfaat mempelajari media pendidikan?
Jawab:
1) Seorang guru dapat mengetahui media pembelajaran apa saja yang ada
dan cocok untuk diterapkan dalam proses pembelajaran anak di sekolah,
agar anak tersebut dapat mengetahui secara pasti bagaimana bentuk dari
sarana dan prasarana tersebut.
2) Guru dapat menyeragamkan materi pelajaran. Setiap siswa yang melihat
atau mendengar uraian tentang suatu ilmu melalui media yang sama akan
menerima informasi yang sama persis seperti yang diterima teman-
temannya.
3) Guru dapat membuat proses pembelajaran menjadi lebih menarik. Media
yang digunakan dapat membantu guru menghidupkan suasana kelas dan
menghindarkan suasana monoton atau membosankan.
4) Guru dapat membuat proses pembelajaran menjadi lebih interaktif.
Dengan menggunakan media para guru dapat mengatur kelas mereka
sehingga bukan hanya mereka sendiri yang aktif, tetapi juga siswa mereka.
5) Guru dapat mengurangi jumlah waktu belajar mengajar di kelas. Dengan
adanya media, guru tidak perlu menghambur-hamburkan waktu yang
banyak untuk menjelaskan materi. Guru dapat menghemat jam belajar
mengajar di kelas jika memanfaatkan media pembelajaran dengan baik.
6) Guru dapat meningkatkan kualitas pembelajaran. Penggunaan media tidak
hanya membuat proses pembelajaran lebih eisien, tetapi juga membantu
siswa menyerap materi perkuliahan secara lebih mendalam dan utuh.
7) Proses pembelajaran dapat terjadi di mana saja dan kapan saja. Media
pembelajaran dapat dirancang sedemikian rupa sehingga siswa dapat
belajar dimana saja dan kapan saja, tanpa tergantung pada keberadaan
seorang guru.
8) Sikap positif siswa terhadap belajar maupun terhadap proses belajar itu
sendiri dapat ditingkatkan. Dengan media, proses pembelajaran menjadi
lebih menarik. Dan hal ini dapat meningkatkan kecintaan dan apresisasi
siswa terhadap ilmu pengetahuan dan proses pencarian ilmu itu sendiri.
9) Peran guru dapat berubah kearah yang lebih baik. Guru tidak perlu
mengulang-ulang penjelasan mereka bila menggunakan media dalam
pembelajaran, guru dapat memberi perhatian lebih banyak kepada aspek-
aspek lain dari pembelajaran seperti motivasi siswa, dan peran guru tidak
lagi menjadi sekadar “pengajar” tetapi juga konsultan, penasihat, atau
manajer pembelajaran.

2. Jelaskan menururt pendapat anda, media apa yang tepat untuk digunakan pada
mata kuliah Manajemen Sarana dan Prasarana Pendidikan?
Jawab:
Menurut saya, media yang tepat untuk digunakan pada mata kuliah
manajemen sarana dan prasarana pendidikan adalah media audiovisual, karena
dengan adanya media tersebut kita dapat melihat dengan jelas serta
mendengarkan penjelasan mengenai sarana dan prasarana yang ada di sekolah,
kantor, dan lingkungan sekitar. Kita juga dapat mengetahui bagaimana bentuk
dari sarana dan prasarana tersebut melalui gambar/foto, sketsa, dan lain-lain.

3. Mengapa saluran baik tercetak maupun audio visual dapat menyajikan pesan serta
merangsang siswa untuk belajar?
Jawab:
Saluran baik tercetak maupun audio visual dapat menyajikan pesan serta
merangsang siswa untuk belajar, karena saluran baik cetak maupun audio visual,
dapat menyampaikan informasi yang dapat didengar (audio) maupun dilihat
(visual), sehingga dapat mendeskripsikan suatu masalah, konsep, maupun proses
menjadi lebih jelas dan lengkap. Media tersebut dapat membangkitkan
keingintahuan siswa, dan merangsang mereka untuk bereaksi terhadap
pembelajaran. Dengan media, proses pembelajaran menjadi lebih menarik. Dan
hal ini dapat meningkatkan keinginan siswa untuk memperoleh ilmu pengetahuan.

4. Pada dasarnya pembuatan OHT adalah teknik mengubah materi pelajaran berupa
tulisan verbal yang bersifat lebih kongkrit. Bagaimana proses pembuatan OHT
Jawab:
proses pembuatan OHT, yaitu:
a. Transparansi bentuk tunggal dan bentuk yang sangat sederhana dan hanya
memerlukan satu lembar transparansi film saja.
b. Transparansi bentuk tumpang tindih (overlay) bentuk yang lebih kompleks
biasa digunakan untuk menjelaskan tentang sekuen, alur cerita, atau prosedur
daru suatu hal
c. Transparansi bentuk masking (tutup buka) bentuknya hampir sama dengan
bentuk tunggal hanya saja ditambah penutup dari kertas, biasanya digunakan
untuk menjelaskan tahapan-tahapan dari suatu hal.
d. Transparansi bentuk billboarding, bentuknya sama dengan bentuk tunggal,
hanya transparansi dilapisi oleh transparansi berwarna, pada bagian tertentu
yang perlu penekanan, transparansi lapisan digunting.

5. Kenalilah bahan-bahan yang tersedia di lingkungan sekolah anda. Pelajarilah cara


membuat media, gunakanlah bahan-bahan yang ada untuk membuat media yang
sederhana dengan seixin pemimpin/ dosen/ guru.
Jawab:
Salah satu contoh media pembelajaran yang bisa dibuat dengan bahan-
bahan sederhana adalah dengan pemanfaatan kertas untuk membuat gambar
poster pembelajaran. Poster bisa dibuat oleh setiap peserta didik mengenai mata
pelajaran yang didapatnya. Pembuatan poster ini sangat bermanfaat agar
pembelajaran bisa lebih interaktif dan siswa lebih paham dan lebih tertarik dengan
materi pelajaran.

BAB X

PENGHAPUSAN BARANG

II. Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan jelas dan benar!


1. a. Jelaskanlah tujuan dari dilakukannya penghapusan barang?
Jawab:
1) Mencegah dan membatasi kerugian ataupun pemborosan biaya
pemeliharaan.
2) Meringankan beban kerja pelaksana inventaris.
3) Membebaskan ruang dari penumpukan barang.
4) Membebaskan barang dan tanggung jawab pengurusan kerja.
b. Jelaskan apakah yang dimaksud dengan penghapusan sebagai salah satu
fungsi sarana pendidikan!
1) Mencegah kerugian pemborosan biaya untuk keperluan
pemeliharaan/perbaikan.
2) Meringankan beban kerja dan tanggung jawab pelaksanaan inventaris.
3) Membebaskan ruangan dari penumpukan barang yang tidak berguna.

2. Dalam melaksanakan penghapusan kita harus mengetahui jenis-jenis dari


kegiatan penghapusan barang tersebut, yaitu melalui Ielang dan pemusnahan.
Jelaskan proses penghapusan Jenis barang tersebut!
Jawab:
Dalam melaksanakan penghapusan dikenal dua jenis, yaitu
penghapusan melalui lelang dan penghapusan melalui pemusnahan.
a. Penghapusan barang inventaris dengan Lelang.
1) Pembentukan panitia penjualan oleh pimpinan unit utama (rektor,
kopertis, kakanwil).
2) Melaksanakan sesuai prosedur lelang.
3) Mengikuti acara pelelangan.
4) Pembuatan “risalah lelang” oleh kantor lelang dengan menyebutkan
banyaknya nama barang, keadaan barang yang di lelang.
5) Pembayaran uang lelang yang disetorkan ke kas Negara selambat-
lambatnya 3 hari.
6) Biaya lelang dan lainnya di bebankan kepada pembeli.
7) Dengan perantara panitia lelang melaksanakan penjualan melalui
kantor lelang Negara dan menyetorkan hasilnya ke kas Negara
setempat , kemudian menyampaikan hasilnya ke kas Negara
setempat, kemudian menyampaikan.
b. Penghapusan barang inventaris dengan pemusnahan.
Penghapusan barang inventaris dilakukan dengan
memperhitungkan faktor-faktor pemusnahan ditinjau dari segi uang. Oleh
karena itu penghapusan dibuat dengan perencanaan yang matang dan
dibuat surat pemberitahuan kepada atasan dengan menyebutkan barang-
barang apa yang hendak disingkirkan. Prosesnya adalah sbb:
1) Pembentukan panitia peghapusan oleh pimpinan unit utama missal
(rektor, kopertis, kakanwil).
2) Sebelum barang dihapuskan perlu dilakukan pemilihan barang yang
dilakukan tiap tahun bersamaan dengan waktu memperkirakan
kebutuhan.
3) Panitia melakukan penelitian barang yang akan di hapus.
4) Panitia membuat berita acara.
5) Setelah mengadakan penelitian secukupnya barang-barang yang
diusulkan untuk dihapus sesuai surat keputusan dengan disaksikan
oleh pejabat pemerintah daerah setempat dan atau kepolisian,
pemusnahannya dilakukan oleh unit kerja yang bersangkutan, tata
cara pemusnahan yaitu dengan cara di bakar, dikubur, dsb.
6) Menyampaikan berita acara ke atasan/menteri sehingga dikeluarkan
keputusan penghapusan.
7) Jika barang itu dimusnahkan pimpinan unit
utam/rektor/kopertis/kakanwil membentuk dan menugaskan panitia
untuk melaksanakan pemusnahan yang harus disaksikan oleh
pemda/kepolisian setempat.
8) Unit yang bersangkutan selanjutnya menghapuskan barang tersebut
dari buku induk dan buku golongan inventaris dengan menyebutkan
No dan tanggal SK penghapusannya.

3. Penghapusan barang inventaris dilakukan dengan memperhitungkan faktor-


faktor pemusnahan ditinjau dari segi uang. Oleh karena itu pengliapusan
dibuat dengan perencanaan yang matang dan dibuat surat pemberitahuan
kepada atasan dengan menyebutkan barang-barang apa yang hendak
disingkirkan. Bagaimanakah tata caranya,jelaskan!
Jawab:
Tata Cara atau prosedur Pembuatan Surat Penghapusan barang adalah
sebagai berikut :
a. Pejabat yang mengurus dan menyimpan Barang Milik Negara
menyampaikan usul penghapusan Barang Milik Negara yang berada
dalam pengurusannya kepada Kuasa Pengguna Barang, dengan dilengkapi
data pendukung sebagai berikut :
1) Alasan penghapusan, yang mencerminkan dipenuhinya persyaratan
penghapusan dengan tindak lanjut untuk dimusnahkan yang didukung
dengan surat pernyataan dari pejabat yang mengurus barang dan/atau
surat keterangan dari pejabat yang berwenang;
2) Data Barang Milik Negara yang diusulkan untuk dihapuskan,
termasuk keterangan tentang kondisi, lokasi, harga
perolehan/perkiraan nilai barang, fotokopi dokumen kepemilikan
disertai asli/fotokopi surat keputusan penetapan status penggunaan
(untuk bangunan), kartu identitas barang, serta foto/gambar atas
Barang Milik Negara dimaksud.
b. Kuasa Pengguna Barang mengajukan usul penghapusan kepada Pengguna
Barang disertai dengan penjelasan tindak lanjut penghapusan berupa
pemusnahan.
c. Pengguna Barang menyampaikan usul penghapusan barang kepada
Pengelola Barang dengan tindak lanjut pemusnahan.
d. Pengelola melakukan penelitian usul penghapusan untuk menyetujui atau
tidaknya usul penghapusan barang dari Pengguna Barang;
e. Dalam hal usul penghapusan tidak disetujui, Pengelola Barang
memberitahukan kepada Pengguna Barang disertai dengan alasannya;
f. Dalam hal usul penghapusan disetujui, Pengelola Barang menerbitkan
surat persetujuan penghapusan dengan tindak lanjut pemusnahan;
g. Berdasarkan persetujuan dari Pengelola Barang, Pengguna Barang
menerbitkan keputusan penghapusan barang paling lama 1 (satu) bulan
sejak tanggal persetujuan penghapusan ditandatangani;
h. Berdasarkan keputusan penghapusan, Pengguna Barang dan/atau Kuasa
Pengguna Barang menghapus Barang Milik Negara tersebut dari Daftar
Barang Pengguna dan/atau Daftar Barang Kuasa Pengguna dan melakukan
pemusnahan atas Barang Milik Negara yang dituangkan dalam berita
acara pemusnahan;

4. Jelaskan landasan hukum penghapusan sarana dan prasarana pendidikan!


Jawab:
Dalam pelaksanaan penghapusan barang-barang inventaris harus
berlandaskan hukum berwujud sebagai keputusan Prasiden, Keputusan
Menteri, Instruksi presiden, Peraturan Pemerintah, Surat edaran
menteri/dewan Pengawas Keuangan, Undang-undang Perbendaharaan
Indonesia.
a. Perubahan Status Hukum
Yang dimaksud perubahan status hukum barang adalah setiap tindakan
hukum dari pemerintah daerah yang mengakibatkan terjadinya perubahan
status hukum pemilikan atas barang. Perubahan status hukum barang
disebabkan oleh tiga hal yaitu:
1) Penghapusan barang,
2) Penjualan barang, dan
3) Tukar menukar (Ruislag).
b. Perubahan status hukum terhadap barang milik Negara/daerah
pelaksanaannya dilakukan berdasarkan peraturan yang berlaku. Pada
prinsipnya penjualan barang berdasarkan atas Peraturan Pemerintah tukar
menukar barang (ruilslag) pada prinsipnya dapat dilaksanakan dengan
dasar peraturan Menteri .

BAB XI
PENGAWAWASAN DAN PENGENDALIAN SARANA DAN
PRASARANA PENDIDIKAN
1. Jelaskan apa yang dimaksud dengan pengawasan dan juga pengendalian
sarana dan prasarana Pendidikan! 170 180
Jawab:
Pengawasan adalah suatu proses dimana pimpinan ingin mengetahui
apakah hasil pelaksanaan pekerjaan yang dilakukakan oleh bawahannya
sesuai dengan rencana, perintah, tujuan atau kebijaksanaan yang telah
ditentukan. Pengawasan bukan hanya mencari kesalahan saja, tetapi juga
mencari kesalahan saja, tetapi juga mencari hal-hal yang sudah baik untuk
dikembangkan lebih lanjut.
Pengendalian adalah mengatur, melaksanakan, mengembangkan,
membimbing untuk mencapai tujuan. Pengendalian sarana dan prasarana
Pendidikan adalah proses mengatur, melaksanakan, mengembangkan sarana
dan prasarana Pendidikan sehingga tercapai tujuan Pendidikan.

2. Jelaskan tujuan dan sasaran pengawasan dan pengendalian sarana Pendidikan?


171 172
Jawab:
Tujuan pengawasan adalah agar hasil pekerjaan diperoleh secara berdaya guna
(efisien) yaitu hasil yang sesuai dan tepat dengan pengeluaran yang seminimal
mungkin dan (efektif) sesuai dengan rencana yang telah ditentukan
sebelumnya.
Sasaran pengawasan adalah:
a. Unit satuan kerja
b. Bidang yang meliputi delapan bidang yaitu:
1) Bidang organisasi
2) Bidang kepegawaian
3) Bidang keuangan
4) Bidang proyek pembangunan
5) Bidang Pendidikan dasar dan menengah
6) Bidang Pendidikan tinggi
7) Bidang Pendidikan luar sekolah
8) Bidang kebudayaan
3. Dalam melakukan kegiatan pengawasan sarana dan prasarana Pendidikan
terdapat empat jenis pengawasan, sebutkan dan jelaskan! 171
Jawab:
a. Pengawasan dari dalam, yaitu pengawasan yang dilakukan oleh
apparat/unit pengawasan yang dibentuk didalam organisasi itu sendiri.
b. Pengawasan dari luar, yaitu pengawasan yang dilakukan oleh apparat/unit
pengawasan dari luar organisasi itu.
c. Pengawasan preventif, yaitu pengawasan yang dilakukan sebelum rencana
itu dilakukan.
d. Pengawasan represif, yaitu pengawasan yang dilakukan setelah adanya
pelaksanaan pekerjaan.

4. Jelaskan syarat-syarat umum pengawasan serta sebutkan dan jelaskan lima


metode pengawasan sarana dan prasarana Pendidikan! 172 176
Jawab:
Syarat-syarat umum pengawassan yaitu:
a. Menentukan standar pengawasan yang baik dan dapat dilaksanakan.
b. Menhindari adanya tekanan, paksaan yang menyebabkan penyimpangan
dari tujuan pengawasan itu sendiri.
c. Melaksanakan koreksi rencana yang dapat digunakan untuk mengadakan
perbaikan serta penyempurnaan rencana yang akan datang.
Metode-metode pengawasan sarana dan prasarana Pendidikan terdiri dari:
a. Pengawasan langsung, yaitu pengawasan yang dilakukan secara langsung
pada tempat pelaksanaan pekerjaan, baik dengan sistem inspektif,
verifikatif maupun dengan sistem investigative sesuai dengan renaca
kegiatan dan peraturan perundangan yang berlaku.
b. Pengawasan tidak langsung, yaitu pengawasan yang secara formal
dilakukan oleh aparat pengawasan yang bertindak atas nama pimpinan
organisasinya.
c. Pengawasan informal, yaitu pengawasan yang tidak melalui saluran
formal atau prosedur yang telah ditentukan.
d. Pengawasan administrative, yaitu pengawasan yang meliputi bidang
keuangan, kepegawaian, dan material.
e. Pengawasan teknis, yaitu pengawasan terhadap hal-hal yang bersifat fisik.

5. Sebutkan dan jelaskan beberapa organisasi pengawasan sarana dan prasarana


Pendidikan!
Jawab:
a. Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan
1) Mempersiapkan perumusan kebijaksanaan pengawasan keuangan dan
pengawasan pembangunan
2) Menyelenggarakan pengawasan pembangunan
b. Inspektorat Jenderal
Pengawasan terhadap setiap unsur atau instansi di lingkungan
departemen yang dipandang perlu meliputi bidang administrasi umum,
administrasi keuangan, hasil-hasil fisik dari pelaksanaan proyek-proyek
pembangunan, dan lain-lain. Pengujian serta penilaian atas hasil-hasil
laporan berkala atau sewaktu-waktu dari setiap unsur atau instansi di
lingkungan departemen atas petunjuk Menteri. Pengusutan mengenai
kebenaran laporan atau pengaduan tentang hambatan, penyimpangan atau
penyalahgunaan wewenang di bidang administrasi atau keuangan yang
dilakukan oleh unsur atau instansi di lingkungan departemen.
c. Inspektorat Wilayah Propinsi (Itwilprop)
Inspektorat Wilayah Propinsi adalah perangkat pengawasan umum
yang langsung berada dibawah dan bertanggung jawab kepada gubernur
kepala daerah tingkat I dalam kedudukannya selaku kepala wilayah
propinsi.
d. Pengawasan oleh Kekuasaan Kehakiman
Pengawasan tersebut akan selalu berbentuk pengawasan yang
bersifat represif, maksudnya pengawasan tersebut dilakukan setelah ada
perbuatan konkrit dari aparat pemerintah yang dianggap merugikan pihak
lawan berbuat.
e. Tindak Lanjut
Hasil temuan pengawasan harus diikuti dengan tindak lanjut
sebagai bahan pertimbangan dalam langkah-langkah yang dipandang
perlu, baik untuk penyempurnaan dan penerbitan.

6. Ada beberapa prosedur pengawasan, jelaskan!


Jawab:
Prosedur Pengawasan
a. Observasi. Digunakan untuk mengadakan penilaian atau evaluasi baik
terhadap pimpinan atau bawahannya. Digunakan untuk audit dan review
terhadap apa yang telah dilakukan.
b. Pemberian Contoh. Apa yang dikerjakan oleh pimpinan seharusnya juga
dikerjakan pula oleh bawahannya dan sebaliknya pimpinan akan segan
menindak terhadap bawahannya kalau ia sendiri tidak dapat
mengerjakannya.
c. Pencatatan pelaporan. Suatu alat pembuktian, dapat berupa catatan atau
laporan.
d. Pembatasan wewenang. Untuk menjaga agar seseorang tidak melakukan
hal yang melebihi wewenangnya serta untuk menghindari penyimpangan.
e. Menentukan peraturan perintah prosedur.
1) Peraturan pada umumnya melarang bentuk tingkah laku yang khusus
atau jika diizinkan akan dapat mengganggu usaha-usaha serta
membahayakan organisasi.
2) Prosedur mengatur kegiatan yang harus dilakukan yang merupakan
suatu rangkaian kegiatan melalui anggota-anggota suatu organisasi
untuk melayani dan menerima dalam suatu situasi tertentu.
f. Sensor. Tindakan pengamanan agar kesalahan-kesalahan yang akan timbul
segera dapat dicegah atau diperbaiki dan tindakan pembetulan sebelum
terlambat.
g. Anggaran Alat dari pimpinan untuk dilaksanakan. Suatu petunjuk untuk
mengembangkan dan memajukan organisasi, penilai suksesnya suatu
rencana.

7. Ada beberapa macam standar pengawasan, jelaskan!


Jawab:
a. Standar Fisik
1) Berhubungan denganukuranyang bukan bersifat moneter.
2) Terdapat pada tingkat operasional.
3) Dapat bersifat kuantitatif dan kualitatif.
b. Standar Biaya
1) Berhubungan dengan ukuran uang.
2) Dipergunakan pada tingkat operasional yang berkaitan erat dengan
nilai uang terhadap biaya daripada kegiatan.
c. Standar Modal
1) Timbul dari penerapan ukuran uang terhadap fisiknya.
2) Berhubungan dengan investasi modal.
3) Dapat menunjukkan kemunduran atau kemajuan perusahaan.
d. Standar Pendapatan
1) Timbul karena hubungan nilai antara nilai uang dengan penjualan.
2) Digunakan untuk menentukan besarnya pendapan yang diperoleh.
e. Standar Program.
Suatu standar yang secara formal mengikuti perkembangan hasil
produksi atau suatu program untuk memperbaiki mutu suatu barang.
f. Standan yang tidak dapat diraba.
Digunakan pada pendekatan yang bersifat hubungan pribadi antar
manusia.
g. Standar Sasaran.
Digunakan pada pendekatan tercapainya suatu sasaran, dapat
bersifat kuantitatif.

8. Dalam melakukan pengawasan dan pengendalian sarana pendidikan kita harus


dapat memperhatikan prinsip-prinsip pengawasan dan pengendalian sarana
pendidikan tersebut. Jelaskan prinsip-prinsip tersebut!
Jawab:
Prinsip pengawasan adalah landasan atau acuan dalam melakukan
kegiatan pengawasan agar pengawasan tersebut dapat terarah sesuai dengan
yang diharapkan. Pelaksanaan pengawasan menggunakan prinsip-prinsip
pengawasan diantaranya mencakup:
a. Pengawasan berpedoman pada kebijaksanaan yang berlaku.
Untuk dapat mengetahui dan menilai ada tidaknya kesalahan-
kesalahan dan penyimpangan, pengawasan harus berpangkal tolak dari
keputusan pimpinan yang tercantum dalam tujuan, sasaran, pedoman yang
telah ditetapkan.
b. Pengawasan Bukan Tujuan Utama.
Pengawasan hendaknya tidak dijadikan tujuan utama, tetapi sarana
untuk menjamin dan meningkatkan efisiensi dan efektivitas pencapaian
tujuan organisasi.
c. Prinsip Organisasi.
Fungsi pengawasan adalah untuk memudahkan jalannya
organisasi, oleh karena itu pengawasan ada pada setiap pimpinan atau
satuan kerja dan atasan menurut fungsi masing-masing.
d. Prinsip penyesuaian kebutuhan.
Pengawasan hendaknya disesuaikan dengan sifat dan kebutuhan
organisasi.
e. Prinsip Penemuan fakta.
Pengawasan hendaknya didasarkan pada penemuan fakta tentang
pelaksanaan tugas/pekerjaan dan berbagai faktor yang mempengaruhinya.
f. Prinsip Pencegahan.
Kegiatan pengawasan hendaknya mampu melihat jauh ke depan
sehingga secara dini dapat menghindarkan kemungkinan terjadinya
penyimpangan atau penyelewengan dan terjadinya kesalahan-kesalahan
berkembang dan terulang.
g. Prinsip Pengendalian.
Kegiatan pengawasan harus mampu memberikan bimbingan teknik
operasional, teknik administrasi dan bantuan pemecahan masalah untuk
kelancaran pelaksanaan tugas.
h. Prinsip Perbaikan dan Pengembangan.
Kegiatan pengawasan berusaha mencari dan menemukan apa yang
salah dan sifat kesalahan dan menemukan penyebab kesalahan, serta cara
bagaimana memperbaiki untuk tercapainya hasil yang lebih baik dan
dikembangkan sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan. Pengawasan
bukan hanya mencari kesalahan saja, tetapi juga mencari hal-hal yang
sudah baik untuk dikembangkan lebih lanjut.
i. Prinsip Komunikasi.
Kegiatan pengawasan berfungsi sebagai sarana hubungan antara
pusat dan daerah, antara pimpinan dengan bawahan sehingga tercapai
pendekatan secara pribadi untuk memupuk hubungan kerja yang lebih
baik.
j. Prinsip Pemahaman.
Kegiatan pengawasan hendaknya dipahami oleh semua pihak, baik
oleh pemerintah, lembaga pendidikan maupun masyarakat.
k. Prinsip Obyektivitas.
Kegiatan pengawasan harus berdasarkan kepribadian yang
dilandasi unsur jujur, nurani, bijaksana dan tanggung jawab sehingga
menimbulkan kepercayaan dan rasa hormat.
l. Prinsip Koordinasi.
Kegiatan pengawasan harus dapat melaksanakan pengaturan
kerjasama yang baik, sehingga dapat mewujudkan kegiatan yang terpadu
dan selaras dalam mencapai tujuan yang ditetapkan.
m. Prinsip Protektif.
Kegiatan pengawasan harus berusaha menghindarkan timbulnya
kerugian pada pihak yang ternyata tidak bersalah.
n. Prinsip efektif dan efisien.
Kegiatan pengawasan harus dapat dilaksanakan secara tepat
sasaran dan sesuai dengan tujuan pengawasan, bukan justru menghambat
efisiensi pelaksanaan pekerjaan tetapi untuk hemat tenaga, waktu dan
biaya, sehingga hasil pengawasan dapat tepat guna dan berhasil guna.

9. Kegiatan pengawasan berfungsi sebagai sarana hubungan antara pusat dan


daerah, antara pimpinan dengan bawahan sehingga tercapai pendekatan secara
pribadi utuk memupuk hubungan kerja yang lebih baik. Apa yang dimaksud
dari pertanyaan diatas, jelaskan!
Jawab:
Peranan pimpinan dalam proses pengawasan merupakan bagian yang
fundamental. Hal tersebut bukan berarti mendominasi (menguasai)
bawahannya, tetapi dalam arti memberikan bimbingan dan pengawasan
terhadap usaha-usaha dari bawahannya untuk mencapai hasil yang telah
ditetapkan, dalam rencana maupun pelaksanaan pengawasan dilakukan oleh
setiap unit organisasi, baik di pusat maupun daerah, agar terciptanya kesatuan
bahasa dan tindakan, guna menghindarkan adanya tumpang tindih dan jarak
pemisah, inspektur Jenderal mengkoordinasikan kegiatan pengawasan interen
baik administrative, maupun teknis operasional di semua unit Depdiknas.

10. Di dalam Manajemen Berbasis Sekolah seorang kepala sekolah dan guru
memiliki peran yang cukup besar dalam mengelola komponen Pendidikan
yang ada di sekolah termasuk sarana dan prasarana. Jelaskan sejauh mana
peran seorang kepala sekolah dan guru dalam melakukan pengawasan dan
pengendalian sarana dan prasarana Pendidikan!
Jawab:
Kepala Sekolah bertanggung jawab terhadap pengawasan dan
pengendalian sarana dan prasarana pendidikan, adapun salah satu tujuannya
adalah untuk menghindari adanya penyelewengan. Tanggung jawab kepala
sekolah untuk melakukan pengawasan dan koreksi terhadap kondisi sarana
dan prasarana termasuk ruangan sekolah dan ruang lainnya dan halaman serta
perlengkapannya harus dilaksanakan terus menerus dan teratur. Dalam
melaksanakan tugas tersebut perlu diadakan pertemuan dengan penjaga
kebersihan sekolah mengenai masalah-masalah dan kekurangan-kekurangan
yang harus diatasi Pengawasan harus dilaksanakan sedemikian rupa sehingga
hal-hal yang sekecil-kecilnya pun tidak lepas dari tanggungjawabnya. Salah
satu tujuan yang akan dicapai dalam pengawasan adalah menciptakan kondisi
lingkungan yang sehat dan membudayakan bersih kepada murid-murid.