Anda di halaman 1dari 3

TUGAS AUDIT MINGGU KE-10

1. Jelaskan pentingnya auditor melakukan penaksiran terhadap resiko pengendalian?


Jawab:
Penakiran risiko pengendalian merupakan suatu proses evaluasi efektivitas desain
dan operasi kebijakan dan prosedur struktur pengendalian intern entitas. Pentingnya
konsep penaksiran risiko pengendalian yakni dalam rangka pencegahan atau
pendeteksian salah saji material di dalam laporan keuangan.
Definisi Penakiran risiko pengendalian mengharuskan seorang auditor agar
mengetahu dengan jelas tahap-tahap yang ditempuh oleh auditor dalam menaksir risiko
dan desain pengujian yang bersangkutan.Oleh karena itu pentingnya Penakiran risiko dan
Desain Pengujian, guna memeperlancar tugas seorang auditor.

2. Sebut dan jelaskan tahap-tahap penaksiran resiko pengendalian.


Jawab:
Tahap-tahap penaksiran risiko pengendalian :
a. Petimbangkan pengetahuan yang diperoleh dari pemahaman atas pengendalian
intern.
Cara yang dapat dilakukan dalam mendokumentasikan pemahamannya atas
pengendalian intern kliennya : kuesioner pengendalian intern, bagan alir, uraian tertulis.
Pemahaman pengendalian intern digunakan untuk (1) mengidentifikasi salah saji
potensial dan (2) mempertimbangkan faktor-faktor yang berdampak terhadap risiko
pengendalian.
b. Lakukan identifikasi salah saji potensial yang dapat terjadi dalam asersi entitas.
Identifikasi salah saji potensial dilakukan berdasarkan hasil dokumentasi atas
pemahaman pengendalian intern, identifikasi setiap akun-akun signifikan.
c. Lakukan identifikasi pengendalian yang diperlukan untuk mencegah atau
mendeteksi salah saji.
Dalam melakukan identifikasi pengendalian, diperlukan pertimbangan atas unsur-
unsur pengendalian (1) lingkungan pengendalian, (2) penaksiran risiko, (3) informasi dan
komunikasi, (4) aktivitas pengendalian, (5) pemantauan.
d. Lakukan pengujian pengendalian terhadap pengendalian yang diperlukan untuk
menentukan efektivitas desain dan operasi pengendalian intern.
Untuk mengevaluasi desain dan operasi pengendalian intern klien, auditor
kemudian mengembangkan pengujian pengendalian terhadap setiap pengendalian yang
diperlukan untuk setiap asersi. Tujuan pengujian pengendalian ini adalah untuk
menentukan efektivitas desain dan operasi pengendalian intern,
e. Lakukan evaluasi terhadap bukti dan buat taksiran risiko pengendalian.
Dalam mengevaluasi bukti, harus dilakukan dengan pertimbangan kuantitatif
maupun kualitatif. Jika berbagai tipe bukti mendukung kesimpulan mengenai keefektifan
suatu pengendalian, tingkat keyakinan yang dapat diberikan meningkat, sedangkan jika
bukti yang dikumpulkan tidak mendukung berbagai kesimpulan, tingkat keyakinan yang
diberikan menjadi berkurang.

3. Jelaskan apa yang dimaksud dengan pengujian pengendalian!


Jawab:
Pengujian pengendalian adalah prosedur audit yang dilaksanakan untuk
menentukan efektivitas desain dan/atau operasi pengendalian intern. 

4. Jelaskan beda antara pengujian pengendalian dengan pengujian substantiv!


Jawab:
Pembeda Pengujian pengendalian Pengujian substantive
Tujuan Untuk menguji keefektifan Untuk menguji salah satu moneter yang secara
pengendalian (kebijakan langsung mempengaruhi kebenaran saldp pada
dan operasi) dalam laporan keuangan,
mendukung pengurangan
resiko pengendalian yang
ditetapkan
Program 1. mengidentifikasi 1. melakukan prosedur analitis yaitu
pemeriksaan masalah kunci mengidentifikasi risiko bisnis klien
2. membuat penilaian yang signifikan untuk menentukan
pendahuluan atas resiko salah saji yang material dalam
resiko pengendalian laporan keuangan.
3. meminta keterangan 2. memtuskan resiko audit yang diterima
dari personil 3. menetapkan salah saji yang dapat
4. memeriksa ditoleransi dan menilai resiko inheren
dokumen, catatan, 4. merancang dan melaksanakan prosedur
dan laporan. analitis
5. mengamati aktivitas 5. merancang pengujian rincian saldo.
yang berkaitan
dengan
pengendalian.

Jenis 1. Bersamaan 1. Prosedur Analitik


(concurrent) 2. Pengujian terhadap transaksi rinci
2. tambahan 3. Pengujian terhadap akun rinci
Sifat Frekuensi penyimpangan Kekeliruan rupiah dalam transaksi dan saldo
pengukuran dari pengendalian intern akun
pengujian
Prosedur audit Permintaan keterangan. Sama dengan pengujian pengendalian ditambah
yang dapat Inspeksi, pelaksanaan dengan prosedur
ditetapkan kembali, dan teknik audit analitik,perhitungan,konfirmasi,pengusutan,dan
berbantuan computer pemeriksaan bukti
Saat Terutama pada pekerjaan Terutama pada atau mendekati tanggal neraca
pelaksanaan intern
Komponen Resiko pengendalian Resiko deteksi
resiko audit
Standar Kedua, Ketiga,
pekerjaan ” Tak hanya “Bukti audit yang kompeten harus
lapangan memperhatikan standar diperoleh melalui inspeksi pengamatan,
pokok auditing saja, pemahaman permintaan keterangan dan konfirmasi
yang memadai atas sebagai dasar yang memadai untuk dapat
pengendalin intern sangat memberikan pernyataan pendapat atas
dibutuhkan untuk laporan keuangan yang diaudit”.
merencanakan audit dan
menentukan sifat”.
Diharuskan Tidak Ya
oleh standar
auditing