Anda di halaman 1dari 33

BAB II

GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

2.1. Sejarah Perusahaan

PT. Central Proteina Prima merupakan anak perusahaan dari Charoen Pokphand

Overseas Investment Co, Ltd. Hongkong, yang mulai berdiri pada tahun 1953. Pada saat itu

perusahaan ini bernama PT. Charoen Pokphand Indonesia, dan pada tahun 2008 perusahaan ini

berganti nama menjadi PT. Central Proteinaprima. PT. Charoen Pokphand Indonesia berfasilitas

PMA (Penanaman Modal Asing) dan pertama sekali didirikan di Jakarta atas izin Pemerintah

Republik Indonesia dengan Surat Keputusan Menteri Perindustrian Republik Indonesia No.

616/M/XI/1971 tanggal 29 november 1971. perusahaan ini mulai beroperasi secara komersil

pada tahun 1972 dengan kapasitas produksi 20.000 ton per tahun. Perusahaan ini merupakan

industri yang memproduksi pakan ternak udang dan ikan.

Seiring dengan meningkatnya kebutuhan akan pakan ternak, maka PT. Charoen

Pokphand Indonesia semakin memperluas kegiatan usahanya dengan mendirikan pabrik baru di

Surabaya pada tahun 1976. Tiga tahun kemudian pabrik baru juga didirikan di Medan.

Pada tahun 1988, didorong oleh meningkatnya pasaran ekpor udang, maka PT.

Charoen Pokphand Indonesia menambah pakan udang kedalam rangkaian produksi pakan

ternaknya yang sudah demikian berkembang. Untuk ini kemudian didirikan pula sebuah pabrik

baru lagi di Medan yang berlokasi di Jalan

Medan - Tanjung Morawa Km 8,5 RT 04 / RW 02, kelurahan Tumbang Deli, Kecamatan

Medan Amplas. Pabrik dibangun di atas tanah seluas 17.595 m2. Pabrik ini mulai beroperasi

pada tahun 1990, dan pada tahun 2008 berganti nama menjadi PT. Central Proteina Prima.

Adapun kapasitas produksinya mencapai 50.000 ton pakan udang setiap tahunnya.

Universitas Sumatera Utara


Dengan demikian PT. Central Proteinaprima hingga saat ini telah menjadi produsen

pakan ternak terkemuka di Indonesia dengan jaringan pabrik produksi, fasilitas penelitian serta

pusat-pusat pembibitan unggas yang tersebar di Jakarta, Surabaya dan Medan.

2.2. Ruang Lingkup Bidang Usaha

PT. Central Proteinaprima menghasilkan berbagai jenis makanan ternak, yaitu

makanan ayam (unggas), ikan, dan udang. Sistem produksi pada PT. Central Proteinaprima

cabang Medan-Tanjung Morawa di bagi menjadi 2 (dua) divisi, yaitu:

1. Farming Division

Divisi ini membuka usaha perkembangbiakan hewan, pembuatan pakan ternak serta

pemasarannya. Divisi ini berlokasi di Kawasan Industri Medan (KIM) Mabar, Medan.

2. Aqua Culture Division

Divisi ini memproduksi bidang usaha pertambakan udang, pembuatan pakan udang dan

ikan termasuk pemasarannya. Divisi ini yang ditangani oleh PT. Central Proteinaprima

cabang Medan-Tanjung Morawa.

2.3. Lokasi Perusahaan

Pabrik PT. Central Proteinaprima Cabang Medan-Tanjung Morawa terletak di Jalan

Medan - Tanjung Morawa Km 8,5 RT 04/RW 02, Kelurahan Tumbang Deli, Kecamatan Medan

Amplas. Pabrik ini dibangun di atas tanah seluas 17.595 m2.

Lokasi ini sengaja dipilih karena sangat strategis dan berada di tepi jalan Tol Antar

Lintas Sumatera dan tepat di sebelah kanan pintu Tol Medan- Tanjung Morawa. Kecermatan

dalam memilih lokasi ini sangat membantu untuk memudahkan pengiriman barang keluar kota.

Universitas Sumatera Utara


2.4. Daerah Pemasaran

PT. Central Proteinaprima Cabang Medan- Tanjung Morawa tidak hanya

mendistribusikan produk pakan udang dan ikannya untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri

saja, tetapi termasuk ke lintas negara. Daerah pemasaran untuk daerah dalam negeri melingkupi

Sumatera Utara, Aceh, dan Riau dengan kapasitas pemasaran 60%. Sementara 40% untuk untuk

pemasaran keluar negeri dipasarkan ke Negara Malaysia, Jepang, dan Amerika Serikat. Untuk

daerah pemasaran dalam negeri, dibagi atas 4 daerah, yaitu: 1. Daerah I, mencakup:

a. Daerah Langkat I, meliputi daerah Karang Gading, Selotong,

Secanggang, dan Tanjung Ibus.

b. Daerah Langkat II, meliputi daerah Kuala Serapu, Berandan, Pangkalan

Susu, Besitang, dan Gebang.

2. Daerah II, mencakup:

a. Daerah Deli Serdang I, meliputi daerah Batang Pera, Belawan, Percut,

dan Hamparan Perak.

b. Daerah Deli Serdang II, meliputi Pantai Cermin, Sialang Buah,

Perbaungan, dan Pantai Labu

3. Daerah III, mencakup:

a. Daerah Asahan I, meliputi Batu Bara, Bedagai, dan Sei Buah

b. Daerah Asahan II, meliputi daerah bengkalis (Riau), Sibolga, Tanjung

Balai, Tanjung Leidong, dan Kuala Tanjung.

4. Daerah IV, mencakup:

Daerah Propinsi Aceh, yaitu Pidie, Bireun, Langsa, Aceh Timur, Aceh Selatan, Aceh Utara,

Aceh Barat, Aceh Barat Daya, dan Aceh Besar.

Universitas Sumatera Utara


2.5. Dampak Ekonomi, Sosial dan Budaya Terhadap Lingkungan

Keberadaan PT. Central Proteinaprima ditinjau dari aspek ekonominya memberikan

dampak positif terhadap lingkungan sekitar terutama bagi masyarakat. Dimana dengan adanya

PT. Central Proteinaprima, menyediakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitar. Dalam

hal ini, pabrik menyerap tenaga kerja dari lingkungan sekitar dan tentu saja berdampak positif

bagi kesejahteraan masyarakat sekitar. Selain menyerap tenaga kerja, masyarakat sekitar juga

diberi keuntungan dengan membuka warung. Pengaruh berdirinya perusahaan ini terhadap

dampak lingkungan tidak membawa dampak yang negatif yang signifikan, namun adanya

limbah berupa pembuangan asap ke udara. Asap ini akan memberikan dampak buruk terhadap

kondisi udara daerah sekitar dengan memberikan polusi udara.

2.6. Organisasi dan Manajemen

Organisasi adalah struktur dengan bagian-bagian yang saling berhubungan dan saling

mempengaruhi karena adanya hubungan secara keseluruhan. Dipandang dari fungsinya,

organisasi adalah pengelompokan dan pengurutan dari berbagai aktifitas, penunjukkan orang-

orang untuk mengerjakan aktifitas tersebut.

Manajemen adalah suatu proses yang melibatkan perencanaan, pengorganisasian, dan

pengawasan dari sumber daya yang ada untuk mendapatkan suatu tujuan yang diinginkan.

Sumber daya haruslah dapat dikelola dengan baik dalam sistem organisasi yang tepat agar

tercipta kerja sama yang baik dalam mencapai tujuan yang diinginkan.

Struktur organisasi merupakan gambaran skematis tentang hubungan atau kerjasama

orang-orang yang menggerakkan dan berada dalam suatu organisasi. Adanya organisasi akan

mengakibatkan setiap tugas dan kegiatan dapat didistribusikan dan dilakukan oleh setiap

anggota kelompok secara efisien dan efektif sehingga tujuan yang telah ditetapkan dapat

tercapai. Adanya struktur organisasi dan uraian tugas yang telah ditetapkan akan menciptakan

Universitas Sumatera Utara


suasana kerja yang baik karena akan terhindar dari tumpang tindih dalam perintah dan tanggung

jawab.

Perusahaan yang terdiri dari beberapa aktivitas yang berbeda harus dikoordinasikan

sedemikian rupa sehingga target dan sasaran perusahaan dapat dicapai dengan efisien dan

efektifitas yang tinggi. Dengan adanya struktur organisasi, orang-orang yang berbeda dalam

organisasi tersebut dapat diarahkan kepada keadaan yang sedemikian rupa sehingga mereka

dapat melaksanakan aktivitas dengan baik yang mendukung tercapainya sasaran perusahaan di

samping melaksanakan aktivitas masing-masing.

Struktur organisasi perusahaan PT. Central Proteinaprima adalah bentuk lini dan staff

fungsional, dimana pucuk pimpinan dibantu oleh staf pimpinan ahli dengan tugas sebagai

pembantu pucuk pimpinan dalam menjalankan roda organisasi. Pimpinan bagian di tiap bidang

dapat memerintah dan meminta pertanggungjawaban dari semua pimpinan bagian pelaksana

yang ada sepanjang menyangkut bidang kerjanya.

Struktur organisasi PT. Central Proteinaprima Tbk dapat dilihat pada Gambar 2.1.

Universitas Sumatera Utara


GENERAL MANAGER

INTERNAL CONTROL

GENERAL MANAGER EXP - IMPORT PURCHASING FINANCE ACCOUNTING


PRODUCTION MANAGER MANAGER MANAGER MANAGER

MARKETING PRODUCTION PPIC MANITENANCE QCP SAFETY PERSONNEL


MANAGER MANAGER MANAGER MANAGER MANAGER OFFICER & G. AFFAIR

FEED FACTORY MECHANIC QCP PERS & GA


WARE HOUSE ELECTRIC ELECTRIC
PROCESSING ADM SUPERVISOR SECT. HEAD

MARKETING FP SECTION FA SECTION WH SECTION ELECTRIC MECHANIC QCP SECT. HEAD


STORE ROOM SECT. HEAD
SECTION HEAD HEAD HEAD HEAD SECT. HEAD STAFF LEVEL STAFF

FP FA WH SR SECTION
SUPERVISOR SUPERVISOR SUPERVISOR HEAD

-MECHANIC SPV
-Sales Adm. TRUCK SCALE -Un Loading Staff STORE ROOM
OPERATOR -ELECTRIC SPV -MECHANIC SPV KARYAWAN KARYAWAN KARYAWAN KARYAWAN KARYAWAN
- Sales Area OPERATOR -Forklift Operator STAFF
- ELECTRIC STAFF -MAINT STAFF
-MAINT STAFF -FORKLIFT
-BOILLER OPRT -MECHANIC
STAFF

Gambar 2.1. Struktur Organisasi PT. Central Proteina Prima Tbk

Universitas Sumatera Utara


Uraian tugas, wewenang dan tanggung jawab dari masing–masing jabatan

yang ada di PT. Central Proteinaprima adalah sebagai berikut :

1. General Manager

General Manager merupakan pucuk pimpinan tertinggi di dalam perusahaan

yang bertanggung jawab atas semua aktivitas yang ada di perusahaan dan

memegang wewenang dalam memutuskan setiap kebijaksanaan perusahaan.

Maju mundurnya perusahaan tergantung pada sistem kepemimpinan yang

dibawakannya. General Manager bertanggungjawab kepada vice president

yang berkedudukan di pusat (Jakarta).

a. Menetapkan langkah–langkah pokok dalam melaksanakan kebijaksanaan

perusahaan dan sasaran–sasaran perusahaan.

b. Mengambil keputusan–keputusan dan tindakan yang tepat demi

kepentingan dan kelangsungan jalannya perusahaan sehingga segala

aktivitas organisasi menuju tujuan perusahaan.

c. Mengadakan hubungan kerja dengan pihak luar perusahaan, baik pihak

swasta maupun pemerintah.

d. Memimpin dan mengawasi kegiatan perusahaan setiap harinya

e. Menkoordinir tugas–tugas yang didelegasikan kepada tiap–tiap bagian dan

menjalin hubungan kerja yang baik dengan para karyawan perusahaan agar

terbentuk kerjasama yang harmonis.

2. Internal Control

Internal control bertugas memeriksa dan mengawasi kegiatan perusahaan

ataupun setiap tindakan yang dilakukan oleh direktur utama maupun para

Universitas Sumatera Utara


manajer. Dalam operasional perusahaan, internal control berfungsi sebagai

staff ahli yang berwenang untuk memberikan saran–saran bagi perkembangan

kemajuan perusahaan. Internal Control ini berkedudukan di pusat (Jakarta)

dan biasanya diterjunkan langsung ke perusahaan berdasarkan instruksi vice

president dari Jakarta, yang biasanya 4 kali dalam setahun.

3. Marketing Manager

Marketing manager perusahaan bertanggung jawab atas kelancaran penjualan

dan tercapainya target penjualan. Selain itu juga marketing manager

bertanggung jawab kepada pemimpin perusahaan untuk melaporkan mengenai

hasil penjualan baik secara lisan maupun tulisan. Adapun tugas-tugas dari

marketing manager adalah sebagai berikut :

a. Merencanakan strategi pemasaran yang baik yaitu mencakup jenis produk,

harga, pendistribusian, dan promosi produk yang telah dipasarkan serta

produk yang akan dipasarkan

b. Mengadakan penelitian pasar untuk mengetahui tingkat kebutuhan

konsumen, marketing share, dan tingkat persaingan sehingga dapat

ditentukan kebijaksanaan atau rencana jumlah penjualan.

c. Meneliti kondisi produk yang berada di pasar.

4. Production Manager bertanggung jawab atas seluruh pelaksanaan kegiatan

produksi.

Tugas-tugas dari Production Manager ini adalah :

a. Mengawasi dan merencanakan produksi agar sesuai dengan spesifikasi dan

standar mutu yang telah ditentukan.

Universitas Sumatera Utara


b. Mengawasi dan mengevaluasi kegiatan produksi untuk mendeteksi

kekurangan dan penyimpangan sehingga dapat dilakukan perbaikan.

5. Export Import Manager

Export import manager bertugas dan bertanggung jawab atas segala aktivitas

pengiriman dan penerimaan barang–barang dari dan keluar negeri dengan

terlebih dahulu memeriksa barang–barang tersebut apakah ada yang rusak atau

hilang.

6. Purchasing Manager

Tugas–tugas dari Purchasing manager adalah :

a. Mengkordinir seluruh aktivitas yang berhubungan dengan pembelian,

penyimpanan, dan pendistribusian bahan–bahan yang dipergunakan oleh

perusahaan.

b. Merencanakan sistem pengadaan dan persediaan bahan.

c. Mempersiapkan permintaan kebutuhan bahan, dan menetapkan harga

standar bahan.

7. Finance Manager

Finance Manager bertugas untuk :

a. Merencanakan dan mengawasi pelaksanaan keuangan perusahaan.

b. Memeriksa dan menganalisa semua transaksi keuangna baik pemasukan

maupun pengeluaran.

c. Memeriksa dan menganalisa semua transaksi keuangan baik pemasukan

maupun pengeluaran.

d. Menerima order dari bagian marketing.

Universitas Sumatera Utara


e. Mengkoordinir pemberian diskon penjualan kepada langganan melalui

kerjasama dengan sales head.

8. Accounting Manager

Tugas – tugas yang dibebankan kepada Accounting Manager adalah :

a. Mengkoordinir seluruh kegiatan pencatatan mengenai pembukuan dan

kekayaan perusahaan, baik keluar maupun kedalam perusahaan.

b. Menyusun dan memeriksa laporan realisasi anggaran bulanan, tri wulan,

tahunan maupun insidentil.

9. Marketing Section Head

Marketing Section Head bertugas untuk :

a. Melakukan riset dan penelitian terhadap kebutuhan konsumen akan jenis

produk yang diminati.

b. Melakukan riset dan penelitian kemungkinan adanya peluang pasar baru di

beberapa lokasi daerah pemasaran.

c. Bertanggung jawab atas distribusi produk ke beberapa daerah pemasaran.

d. Menyusun laporan penjualan produk dari beberapa daerah pemasaran.

10. Quality Control Head

Tugas–tugas yang dibebankan kepada Quality Control Head adalah :

a. Melakukan pengawasan terhadap mutu bahan baku hingga menjadi produk

jadi.

b. Mengendalikan standar penggunaan bahan yang telah ditetapkan.

c. Melakukan analisa dan perbandingan mutu terhadap produk sejenis dari

perusahaan saingan.

Universitas Sumatera Utara


d. Mengadakan riset terhadap proyek–proyek pengembangan mutu produk

dan jenis produk.

11. Production Head

Adapun tugas – tugas dari Production Head adalah sebagai berikut :

a. Mengkordinir dan mengawasi seluruh bagian pengolahan yang ada di

lantai pabrik, agar pelaksanaan kegiatan sesuai dengan rencana.

b. Melakukan perencanaan pekerjaan dan waktu produksi.

c. Mengkordinir pembagian tugas bawahannya.

d. Merencanakan pemakaian bahan baku, bahan tambahan dan bahan

penolong.

e. Memberikan laporan kegiatan produksi secara rutin kepada Production

Manager.

12. Personnel And General Affair (Ga) Head

Personnel And General Affair (Ga) Head adalah kepala administrasi bagian

umum yang mengurus pelaksanaan kerja bagian umum dan personalia.

Adapun tugas–tugasnya adalah sebagai berikut :

a. Mengawasi rencana dan pelaksanaan program pelayanan umum dan

pemeliharaan lokasi pabrik, meliputi perencanaan dan pembangunan

bangunan baru, rehabilitasi dan sarana lain, perawatan taman, lingkungan

serta kebersihan kantor dan pelayanan.

b. Mengawasi tugas–tugas penyelesaian izin dan rekomendasi dari instansi

pemerintah yang berwenang yang wajib dimiliki perusahaan

Universitas Sumatera Utara


c. Mengawasi aktivitas sehari-hari yang berhubungan dengan fungsi

administrasi personalia, hubungan dengan tamu.

d. Menangani dan menyelesaikan masalah yang berhubungan dengan

kepersonaliaan baik intern maupun ekstern serta mempersiapkan data–data

dan formulir-formulir yang dibutuhkan untuk memproses hal–hal yang

berkaitan dengan kepersonaliaan baik informatif maupun administratif.

e. Menyusun, menyimpan, dan menjaga data–data karyawan dari semua

departemen agar kerahasiaannya dapat terjamin.

f. Menyiapkan surat–surat dan dokumen yang diperlukan sehubungan

dengan tugas–tugas personalia dan membuat agendanya serta

mengirimkannya ke alamat yang dituju.

g. Menyelesaian administrasi dalam hubungannya dengan

prosedurpenerimaan karyawan, promosi, pengalihan tugas, penilaian

prestasi kerja, memberhentian karyawan, serta kontrak kerja karyawan.

h. Melaksanakan program kerja Jamsostek serta membuat laporan

administrasi lainnya yang berkaitan dengan semua masalah Astek

termasuk Claim kepada Perum Astek.

i. Menjalankan kebijaksanaan dan prosedur serta mengerjakan dan

merapikan data Personal Information system yang telah ditetapkan oleh

Human Resources Departemen Kantor Pusat Jakarta.

j. Membuat laporan perhitungan gaji, upah lembur, tunjangan karyawan dan

semua yang berhubungan dengan pendapat karyawan dan hak karyawan.

Universitas Sumatera Utara


k. Memelihara dan menjaga hubungan baik dengan semua departemen serta

instansi dan serikat kerja.

13. Material and Analysis Section Head

Tugas–tugasnya adalah:

a. Melakukan pengujian laboratorium terhadap bahan baku, bahan setengah

jadi, dan produk jadi.

b. Melakukan analisa dan kontrol terhadapa bahan baku, bahan setengah jadi

dan produk jadi.

c. Menyusun laporan hasil analisa bahan baku, bahan setengah jadi, dan

produk Quality Control Head.

14. Production Supervisor

Production Supervisor bertugas :

a. Mengendalikan persediaan bahan baku, bahan tambahan, bahan penolong.

b. Mengendalikan persediaan barang jadi.

c. Menentukan jenis produk yang akan diproduksi setiap hari.

15. Maintenance Supervisor

Maintenance Supervisor bertugas:

a. Menjamin kelancaran operasi mesin secara keseluruhan.

b. Melakukan pemeriksaan dan perawatan mesin–mesin produksi.

c. Memperbaiki dan bertanggung jawab atas kerusakan mesin–mesin

produksi.

16. Factory Administration Supervisor

Tugas–tugas yang dibebankan kepadanya adalah sebagai berikut:

Universitas Sumatera Utara


a. Mengawasi dan mencatat kegiatan pemasukan dan pengeluaran barang

dari dan ke gudang. Barang–barang ini termasuk bahan baku, bahan

tambahan, bahan penolong serta produk jadi.

b. Mengontrol keadaan bahan baku, bahan tambahan, bahan penolong serta

produk jadi.

c. Bertanggung jawab atas kerusakan bahan baku, bahan tambahan, bahan

penolong serta produk jadi.

d. Membuat laporan persediaan bahan baku, bahan tambahan, bahan

penolong serta produk jadi.

17. Section Hed Level Staff

Section Hed Level Staff (SHLS) membantu tugas–tugas yang dibebankan

kepada Personel and GA Head antara lain adalah:

a. Melakukan pengaturan dan pengawasan terhadap sistem kerja supir, baik

untuk kerja rutin mengantar dan menjemput karyawan maupun tugas–

tugas untuk GA serta Departemen lainnya.

b. Melaksanakan tugas bagian umum yang berkaitan dengan pelayanan

kepada semua departemen seperti perbaikan lampu, air, AC, meja, kursi,

kebersihan ruangan dan lain–lain.

c. Memeriksa dan meneliti jam kerja lembur supir serta mengoreksi melalui

catatan absensi setiap bulannya.

d. Melakukan pengaturan serta pengawasan terhadap kerja office boy dalam

tugasnya sehari–hari.

Universitas Sumatera Utara


e. Mengumpulkan kartu absensi dan membagikannya kepada semua

departemen setiap awal bulannya.

f. Pengurusan kenderaan, misalnya reparasi.

g. Membuat laporan telepon untuk setiap bulannya.

18. Sales Administration

Sales Administration bertugas untuk:

a. Mencatat data–data penjualan produk dari setiap daerah pemasaran

dan menyusun laporan hasil penjualan produk setiap bulannya.

b. Mencatat jumlah produk yang didistribusikan ke setiap daerahpemasaran,

serta menyusun laporan mengenai total jumlah produk yang telah

didistribusikan ke setiap daerah pemasaran setiap bulannya.`

19. Sales Area I

Tugas dari Sales Area I adalah melakukan kegiatan daerah pemasaran (riset

pasar, melakuakn promosi, dan lain–lain) untuk pemasaran Area I.

20. Sales Area II

Tugas dari Sales Area II adalah melakukan kegiatan pemasaran untuk

pemasaran Area II.

21. Sales Area III

Tugas dari Sales Area III adalah melakukan kegiatan pemasaran untuk

pemasaran Area III.

23. Karyawan

Karyawan merupakan pelaksana harian kegiatan–kegiatan perusahaan sesuai

dengan pengarahan atasannya dan sesuai dengan bidangnya masing–masing.

Universitas Sumatera Utara


2.7. Proses Produksi

Proses produksi adalah serangkaian kegiatan berupa cara, metode dan teknik

untuk menciptakan atau meningkatkan nilai tambah suatu barang atau jasa dengan

menggunakan sumber-sumber daya berupa tenaga kerja, mesin, bahan baku dan modal

yang ada.

Berdasarkan jumlah produk yang dihasilkan, proses produksi dapat dibedakan

menjadi tiga tipe. Adapun ketiga tipe tersebut adalah:

1. Tipe Job Shop

Ukuran pemesanan produk dengan tipe ini adalah ukuran pemesanan kecil. Dimana

produknya bertipe diskrit, aliran produksinya dapat berbeda untuk tiap produk, setup

tinggi sehingga ongkos produksi tinggi, mesin-mesin bertipe general purpose, beban

kerja tiap stasiun kerja berbeda, dan keahlian pekerja dituntut tinggi. Job shop

merupakan proses produksi yang bekerja berdasarkan pesanan.

2. Batch Production

Merupakan proses produksi yang bekerja berdasarkan keinginan atau kebutuhan

konsumen. Pada proses produksi seperti ini, suatu pabrik memiliki kemampuan untuk

menghasilkan produk pada laju produksi dalam suatu jumlah tertentu yang

memungkinkan untuk mengadakan persediaan, dan kemudian merubah proses

produksi untuk menghasilkan macam produk yang lain. Mesin atau peralatan

dirancang mengarah pada tipe general purpose machine tetapi untuk produksi dengan

laju yang tinggi.

3. Mass Production

Mass production dilakukan untuk menghasilkan produk dalam jumlah yang besar

tetapi relatif sejenis. Mesin dan peralatan yang digunakan dirancang untuk mampu

menghasilkan produk dengan produksi tinggi yaitu dengan tipe special purpose.

Universitas Sumatera Utara


Disisi lain, keterampilan berproduksi dari manusia dialihkan ke mesin sehingga tidak

terlalu membutuhkan skill yang tinggi dari operator. Jenis proses produksi PT.

Central Proteinaprima adalah tipe batch production, karena proses produksi

dilakukan berdasarkan keinginan dan kebutuhan konsumen dimana volume dan laju

produksinya tinggi.

2.7.1. Standar Mutu Bahan/ Produk

Pengecekan dan pengawasan oleh bagian Quality Control dilakukan mulai dari

bahan baku sampai produk jadi sehingga kualitasnya tetap terjaga.

PT. Central Proteinprima mengeluarkan standar mutu bagi pakan udang dari

segi ukuran, kandungan protein, lemak, kadar air dan serat.

2.7.2. Bahan yang Digunakan

Ikan dan udang merupakan hewan yang sangat menguntungkan untuk

diternakkan, karena merupakan makanan yang bergizi tinggi sehingga selalu di cari

sebagai bahan untuk laukpauk. Untuk memproduksi pakan ini, perusahaan mengolah

berbagai bahan baku serta bahan-bahan tambahan lainnya sehingga menghasilkan

makanan yang berkualitas.

Bahan-bahan yang digunakan dalam pembuatan makanan ini harus senantiasa

di jaga agar jangan sampai rusak dan perlu pengawasan yang cermat, sehingga tidak akan

mengecewakan pembelinya. Adapun bahan-bahan yang diperlukan diperoleh dari dalam

dan luar negeri.

Universitas Sumatera Utara


2.7.2.1. Bahan Baku

Bahan baku adalah bahan utama yang digunakan dalam proses produksi dan

berperan penting dalam penentuan mutu produk dengan komposisi persentase yang tinggi

dan merupakan bahan yang membentuk bagian integral dari suatu produk jadi. Bahan

baku yang digunakan adalah:

1. Jagung

Jagung atau Corn Yellow merupakan sumber energi yang baik karena mengandung

zat karbohidrat dengan persentase yang tinggi dan zat protein. Jenis jagung yang

digunakan pada PT. Central Proteinaprima dibedakan atas jagung lokal dan juga

jagung impor.

2. Dedak

Dedak yang digunakan dibedakan atas dua jenis yaitu dedak beras dan dedak

gandum. Dedak beras dibedakan atas dua jenis yaitu dedak halus dan dedak kasar.

Dedak halus merupakan kulit ari beras yang diperoleh dari proses penyosohan beras.

Sedangkan dedak kasar merupakan hasil hancuran padi. Pada dedak gandum yang

digunakan adalah whaet pollard, yaitu dedak yang berasal dari kulit ari gandum.

3. Bungkil Kacang Kedelai Disebut juga Soya Bean Meal (SBM). SBM mengandung

nilai protein yang tinggi, karena didalamnya terkandung asam amino lisin, yaitu asam

amino yang paling essensial diantara asam-asam amino yang lainnya.

4. Tepung Ikan

Tepung ikan merupakan hasil dari pengolahan ikan yang diolah menjadi tepung.

Kandungan tepung ikan meliputi protein, lemak dan juga kalsium.

5. Tepung Daging dan Tulang Disebut juga Meat Bone Meal (MBM). MBM merupakan

hasil pengolahan dari daging yang diolah menjadi tepung. MBM ini mengandung

protein, lemak dan juga kalsium.

Universitas Sumatera Utara


6. Tepung Terigu Digunakan sebagai sumber

karbohidrat bagi udang.

7. Tepung cumi-cumi Merupakan sumber protein dan lemak, serta pembangkit selera

makan udang.

2.7.2.2. Bahan Tambahan

Bahan tambahan adalah bahan yang dibutuhkan guna menyelesaikan suatu

produk, tetapi pemakaiannya sangat sedikit atau cukup kompleks yang dapat

mempengaruhi kualitas produk. Adapun bahan tambahan yang digunakan adalah:

1. Garam dan mineral, seperti sodium, pig minera, dan poultry mineral

2. Vitamin, seperti lysine, luprosi, dan finase

3. Minyak nabati, seperti canola oil, dan palm oil

4. Zat aditif, seperti tapioca

5. Bahan liquid, seperti rhodimet dan choline Cl

2.7.2.3. Bahan Penolong

Bahan penolong adalah bahan yang tidak tampak dalam produk jadi. Tetapi

hanya menolong proses produksi agar berjalan dengan lancar dan digunakan sebagai

pelengkap produk saja. Adapun bahan penolong yang digunakan adalah:

1. Solar sebagai bahan bakar.

2. Air.

3. Karung plastik sebagai pembungkus produk

4. Benang jahit digunakan untuk menjahit karung

Digunakan sebagai pengikat/penutup karung palstik setelah diisi dengan pakan

ternak.

Universitas Sumatera Utara


5. Stiker atau cap pabrik.

2.7.3. Uraian Proses Produksi

Proses Pembuatan makanan udang oleh PT. Central Proteinaprima dilkukan

dengan dua line produksi. Adapun tahapan-tahan proses dalam memproduksi makanan

udang adalah:

1. Penuangan

Penuangan bahan dilakukan secara manual melalui intake I dan intake II.

Bahan baku yang halus seperti tepung terigu dan remix (dust) yang merupakan sisa hasil

pengayakan pellet yang undersize dituang pada intake I, sedangkan bahan baku yang

kasar seperti tepung ikan, bungkil kacang kedelai, tepung kepala udang, dan tepung cumi-

cumi dituang pada intake II.

Bahan baku yang digunakan pada intake II di bawa ke bucket elevator setinggi

28,8 meter dengan chain conveyor. Dari bucket elevator dengan menggunakan pipa

gravitasi, bahan baku ini masuk kedalam drum siever untuk dibersihkan kotoran-kotoran,

kemudian masuk ke spout magnet yang berguna untuk menangkap besi dan logam-logam

lain yang tercampur kedalam bahan. Bahan baku ini kemudian dibawa ke rotary

distributor dengan screw conveyor untuk selanjutnya diisikan pada bin penampungan

bahan baku.

Bahan baku yang dituangkan pada intake I langsung dibawa ke bucket elevator

setinggi 17,5 meter dengan chain conveyor dan kemudian masuk kedalam spout magnet

dengan menggunakan pipa gravitasi. Bahan baku ini dibawa ke rotary distributor dengan

screw conveyor lalu diisikan ke bin penampungan.

Bin penampungan bahan baku ada 12 buah dengan kapasitas masing-masing 4

ton. Masing-masing bahan baku yang terdapat pada bin penampungan ditimbang secara

Universitas Sumatera Utara


otomatis sampai menunjukkan berat dua ton. Kemudian campuran bahan baku yang

ditimbang dibawa dengan screw conveyor ke bin vertical mixer untuk selanjutnya

dilakukan proses pengadukan. Tenaga kerja pada bagian aktivitas penuangan berjumlah

12 orang.

2. Pengadukan I

Campuran bahan baku seberat dua ton diaduk pada vertical mixer, yang berguna

untuk mencampur bahan dari kedua intake agar tercampur rata. Waktu pengadukan

dilakukan selama 10 menit. Setelah 10 menit, slide bin mixer dibuka dan hasil

pengadukan dibawa melalui screw conveyor, bucket elevator, pipa gravitasi ke hammer

mill untuk selanjutnya dilakukan proses penggilangan.

3. Penggilingan

Proses penggilingan dilakukan dengan hammer mill. Hasil penggilingan dibawa

ke bucket elevator setinggi 17,5 meter dengan pipa gravitasi kemudian dimasukkan ke

automixer untuk dilakukan proses penghalusan lebih lanjut. Tenaga kerja pada bagian

penggilingan berjumlah 6 orang.

4. Penghalusan

Hasil penggilingan kemudian dihaluskan lagi dengan automixer, yang berguna

untuk membuat hasil gilingan lebih homogen dan lebih halus lagi sehingga bisa melewati

ayakan 60 mesh. Hasil penghalusan ini selanjutnya dibawa ke pengayakan dengan bucket

elevator.

5. Pengayakan

Pada proses pengayakan adonan campuran bahan baku diayak dengan

menggunakan mesh 60. Hasil ayakan tersebut dimasukkakan ke bin mixer horizontal,

sedangkan sisa ayakan (oversizer) di bawa ke hammer mill untuk dilakukan proses

penggilingan kembali (regerinding) sampai melewati ayakan 60 mesh. Hasil ayakan

Universitas Sumatera Utara


dibawa ke bin mixer horizontal untuk diaduk. Tenaga kerja pada bagian pengayakan

berjumlah 6 orang.

6. Pengadukan II

Pada bin mixer selanjutnya dituangkan bahan-bahan tambahan seperti minyak

ikan, ikan segar, (ikan giling), obat-obatan serta vitamin dan mineral yang sudah

ditimbang terlebih dahulu dilaboratorium dengan ketentuan-ketentuan menurut komposisi

yang telah ditetapkan. Selanjutnya, campuran ini di aduk sampain rata dengan horizontal

mixer selama 15 menit. Kemudian pintu slide di buka dan hasil adonan ditampung pada

hopper (penampungan sementara), kemudian adonan dibawa ke bucket elevator setinggi

27,5 meter adonan masuk ke bin pellet untuk dilakukan pembutiran melalui pipa

gravitasi.

7. Pembutiran

Adonan campuran yang berada pada bin pellet di bawa ke conditioner dengan

screw feeder untuk dipanaskan dengan steam dari boiler. Pemanasan ini bertujuan untuk

memudahkan proses pembutiran. Steam yang dimasukkan kedalam conditioner suhunya

berkisar antara 70-800C. Tekanan steam diatur dengan regulator system yang berkisar

antara 4-5,2 kg/m2. Adonan kemudian dimasukkan ke pellet mill melalui screw feeder

untuk menghasilkan pellet. Tenaga kerja bagian pembutiran berjumlah 6 orang

8. Pematangan

Pellet yang dihasilkan dari mesin pellet mill selanjutnya dibawa ke holding bin

dengan screw conveyor untuk dilakukan proses pematangan lebih lanjut. Proses ini

dilakukan dengan suhu 800C selama ± 45 menit. Tujuan proses pematangan ini adalah

agar butiran pellet yang dihasilkan matang sampai kedalam (bahan sekedar matang

dipinggirannya saja) serta agar kadar air pellet yang berkisar 15%. Selanjutnya pellet ini

akan dimasukkan ke dryer dengan conveyor untuk dilakukan proses pengeringan.

Universitas Sumatera Utara


9. Pengeringan

Pellet yang keluar dengan kadar air 15 % masuk ke pengeringan melalui rotary

yang diputar oleh electromotor. Proses pengeringan dilakukan dengan dua tingkat, yaitu

drier A dan B. Steam dialirkan dari boiler dengan tekanan berkisar 5 kg/m2, suhu

maksimum drier 1250C. Udara panas dalam drier dihisap dengan menggunakan blower.

Setelah melewati drier A, pellet dimasukkan ke drier B dengan rotary feeder,

yang mana proses dalam drier B sama dengan drier A. Jumlah kadar air yang berkurang

mencapai 6 - 8 % setiap kali pengeringan dengan lama waktu berkisar antara 20 - 25

menit. Selanjutnya pellet yang telah dikeringkan dibawa ke mesin pendingin (cooler)

dengan mengunakan screw conveyor. Tenaga kerja bagian pengeringan berjumlah 6

orang.

10. Pendinginan

Proses pendinginan dilakukan dengan menghembuskan udara panas dan

dihisap oleh blower melalui double cyclone dan air lock. Didalam cooler ditempakaan

blower pada setiap tingkat untuk mnyemprotkan udara dingin. Pellet yang keluar dari

cooler diangkat kepengayakan melalui bucket elevator setinggi 25 meter, dengan pipa

gravitasi dimasukkan ke pengayakan.

11. Pengayakan pellet

Proses pengayakan ini digunakan untuk memisahkan pellet yang oversize

dengan yang berukuran undersize (terlalu kecil). Disesuaikan dengan ukuran yang

diinginkan. Pellet yang oversize dibawa kemesin penghancuran (crumble) sedangkan

yang undersize ditampung didalam goni sebagai remix (digun/akan sebagai bahan baku

lagi).

Pellet hasil pengayakan dibawa ke bin packing melalui pipa gravitasi. Apabila

bin packing telah penuh, slide terbuka secara otomatis, kenmudian pellet masuk ke dust

Universitas Sumatera Utara


seperator untuk dibersihkan dari abu. Udara dihembuskan dari blower yang

mengakibatkan pellet turun ke bawah (kedalam bin timbangan) sedangkan abu naik

dihisap blower melalui double cyclone. Tenaga kerja bagian pengayakan pellet berjumlah

6 orang.

12. Penghancuran (crumbeling)

Sisa ayakan yang oversize dibawa ke bin crumble dengan bucket elevator

setinggi 24 meter. Proses penghancuran ini hanya dilakukan pada line dua. Dari bin

crumbler, dengan menggunakan rotary distributor, sisa ayakan dibawa kemesin

crumbler. Pellet hasil ayakan yang oversize dihancurkan dengan mesin penghancur

(crumble machine) yang berguan untuk membuat makanan udang yang kecil yang

disesuaikan dengan nomor pakan yang diinginkan.

Crumble hasil pengayakan dibawa dengan chain conveyor dan bucket elevator

ke pengayakan untuk memisahkan crumbler dengan tepung yang terjadi akibat proses

penghancuran. Bentuk tepung ini kemudian dibawa kembali ke proses pembutiran dengan

menggunakan bucket elevator.

Jenis crumbler dicurahkan ke bin packing melalui pipa gravbitasi untuk

dilakukan proses pengarungan (pengemasan). Apabila bin packing telah penuh, slide

terbuka otomatis, lalu crumbler masuk masuk ke dust separator untuk dibersihkan dari

abu. Udara dihembuskan dari blower yang menagkibatkan crumbler turun kebawah (ke

dalam bin timbangan) sedangkan abu dihisap naik oleh blower melalui double cyclone.

13. Pengemasan

Produk jadi crumbler dan pellet yang berada dalam bin timbangan dicurahkan

kedalam karung palstik sambil ditimbang secara otomatis, dengan berat netto 25 kg.

Setelah pengarungan, produk jadi dibawa ke penjahitan karung melalui belt conveyor.

Penjahitan karung dilakukan dengan mesin jahit karung (sewing machine). Selanjutnya

Universitas Sumatera Utara


produk jadi yang telah selesai dijahit diangkut ke gudang produk jadi dengan

menggunakan forklift. Tenaga kerja pada bagian pengemasan berjumlah 12 orang.

2.8. Mesin dan Peralatan

2.8.1. Mesin

Mesin yang digunakan pada PT. Central Proteina Prima dapat dilihat sebagai

berikut:

1. Mesin Penuangan (Intake)

Fungsi : Sebagai penuangan bahan baku ke bin penampungan

Jumlah : 2 unit

Merek : TECO AEV BEC

Putaran : 1460 rpm

Daya : 7,5 HP

Tegangan : 380 Volt

Faktor Kerja : 0,72

Kuat arus : 12A

Kapasitas : 14 ton/jam

2. Mesin Pengaduk Vertikal (Vertical Mixer)

Fungsi : Mengaduk campuran bahan baku dari kedua intake

Jumlah : 2 unit

Merek : STROMBERG 1505 - M

Putaran : 1455 rpm

Daya : 15 HP

Tegangan : 380 Volt

Universitas Sumatera Utara


Faktor Kerja : 0,72

Kuat arus : 23,6A

Kapasitas : 4,6 ton/jam

3. Mesin Penggiling I (Hammer Mill I)

Fungsi : Menggiling bahan baku yang kasar dari vertical mixer

Jumlah : 2 unit

Merek : IDAH

Putaran : 2975 rpm

Daya : 152 HP

Tegangan : 380 Volt

Faktor Kerja : 0,81

Kuat arus : 209,8A

Kapasitas : 4 ton/jam

4. Mesin Penghalusan (Atomizer)

Fungsi : Memperhalus hasil gilingan cam

Jumlah : 2 unit

Merek : COUNTERFLOW MATADOR

Putaran : 1470 rpm

Daya : 150 HP

Tegangan : 380 Volt

Faktor Kerja : 0,81

Kuat arus : 209,8A

Kapasitas : 3 ton/jam

Universitas Sumatera Utara


5. Mesin Pengayakan Bahan Baku

Fungsi : Mengayak adonan campuran bahan baku

Jumlah : 2 unit

Merek :ROTEX

Putaran : 1450 rpm

Daya : 5,5 HP

6. Mesin Conditioner (Conditioner Machine)

Fungsi : Menambah kadar air pada campuran bahan

Jumlah : 4 unit

Merek : ROC 55 831EC

Putaran : 1450 rpm

Daya : 20 HP

Tegangan : 380 Volt

Faktor Kerja : 0,74

Kuat arus : 30,6A

Kapasitas : 3,6 ton/jam

7. Mesin Pembutiran (Pellet Mill Machine)

Fungsi : Membentuk adonan campuran bahan menjadi pellet

Jumlah : 4 unit

Merek : IDAH MACHINERY TAIWAN/PM SIL

Putaran : 1450 rpm

Daya : 125 HP

Tegangan : 380 Volt

Universitas Sumatera Utara


Faktor Kerja : 0,84

Kuat arus : 168,6A

Kapasitas : 3,5 ton/jam

8. Mesin Pematangan (Holding Bin Machine)

Fungsi : Mematangkan pellet sampai ke dalam

Jumlah : 4 unit

Merek : CPM 3000

Putaran : 1450 rpm

Daya : 125 HP

Tegangan : 380 Volt

Faktor Kerja : 0,84

Kuat arus : 168,6A

Kapasitas : 3,5 ton/jam

9. Mesin Pengering (Dryer)

Fungsi : Mengeringkan/menurunkan kadar air

Jumlah : 8 unit

Merek : YAMALOKE – HOREYWEL

Putaran : 1445 rpm

Daya : 10 HP

Tegangan : 380 Volt

Faktor Kerja : 0,7

Kuat arus : 16,2A

Kapasitas : 3 ton/jam

Universitas Sumatera Utara


10. Mesin Pendinginan (Cooler Machine)

Fungsi : Mendinginkan pellet yang keluar dari mesin pengering

Jumlah : 2 unit

Merek : CPM COOLER VERTICAL

Putaran : 1450 rpm

Daya : 12 HP

Tegangan : 380 Volt

Faktor Kerja : 0,84

Kuat arus : 168,6A

Kapasitas : 2,8 ton/jam

11. Mesin Pengayakan Pellet

Fungsi : Menyaring pellet sesuai dengan ukuran yang diinginkan

Jumlah : 4 unit

Merek : SIEMEN TEC 909

Putaran : 1490 rpm

Daya : 2,0 HP

Tegangan : 380 Volt

Faktor Kerja : 0,79

Kuat arus : 2,9A

Kapasitas : 3,5 ton/jam

12. Mesin Penghancur (Crumble Machine)

Fungsi : Menghancurkan sisa pellet yang oversize menjadi crumble

Jumlah : 1 unit

Universitas Sumatera Utara


Merek : CPM CRUMBLE

Putaran : 1450 rpm

Daya : 125 HP

Tegangan : 380 Volt

Faktor Kerja : 0,84

Kuat arus : 168A

Kapasitas : 4 ton/jam

13. Mesin Pengayakan Crumble

Fungsi : Menyaring crumble sesuai ukuran yang diinginkan

Jumlah : 1 unit

Merek : SIEMEN TEC 909

Putaran : 1490 rpm

Daya : 2,0 HP

Tegangan : 380 Volt

Faktor Kerja : 0,7

Kuat arus : 2,9A

Kapasitas : 3,5 ton/jam

14. Mesin Pengarungan Pellet

Fungsi : Menimbang dan mengisi pellet ke dalam karung

Jumlah : 2 unit

Merek : ROTEX

Putaran : 1400 rpm

Daya : 0,5 HP

Universitas Sumatera Utara


Tegangan : 380 Volt

Faktor Kerja : 0,93

Kuat arus : 0,6A

Kapasitas : 3,6 ton/jam

15. Mesin Pengarungan Crumble

Fungsi : Menimbang dan mengisi crumble ke dalam karung

Jumlah : 1 unit

Merek : CRONOS RICHARDON A - 10

Putaran : 1400 rpm

Daya : 0,5 HP

Tegangan : 380 Volt

Faktor Kerja : 0,93

Kuat arus : 0,6A

Kapasitas : 3,6 ton/jam

16. Mesin Penjahit Karung

Fungsi : Menjahit karung plastik menjadi kemasan produk jadi

Jumlah : 3 unit

Merek : NEW LONG

Daya : 200 watt

Tegangan : 220 Volt

Faktor Kerja : 0,9

Kuat arus : 1A

Universitas Sumatera Utara


2.8.2. Peralatan

Peralatan yang digunakan untuk mendukung kelancaran proses produksi adalah

sebagai berikut:

1. Alat transportasi, yaitu peralatan yang digunakan untuk mengangkut bahan baku

maupun produk yang sudah menjadi makanan ternak. Adapun alat transportasi yang

digunakan adalah :

a. Chain Conveyor

Merk : Van Aarsen

Type : 280.330.70

Kapasitas : 80 m3/jam

Daya : 5,5 HP

b. Bucket Elevator

Merk : Van Aarsen

Type : 260x260

Kapasitas : 70 m3/jam

Daya : 5,5 HP

c. Screw Conveyor

Merk : Van Aarsen

Kapasitas : 50 m3/jam

Daya : 4,5 HP

d. Forklift

Kapasitas : 2500 kg

Tegangan : 220 – 240 Volt

e. Belt Conveyor

Universitas Sumatera Utara


Digunakan untuk mengangkut hasil produksi yang telah dikarungkan ke mesin

jahit.

f. Kereta Sorong

Digunakan untuk mengangkut bahan secara manual.

2.9. Jam Kerja

Untuk mencapai kinerja yang baik, maka perusahaan harus mengatur jam kerja

bagi para karyawannya. Jumlah jam kerja pada PT. Central Proteina Prima adalah lima

hari kerja dalam seminggu (senin s/d jumat) untuk bagian produksi dan non produksi,

sedangkan untuk bagian keamanan bekerja setiap hari (senin s/d minggu). Ketentuan jam

kerja karyawan pada PT. Central Proteina Prima dibagi atas:

1. Satu shift untuk bagian non produksi (8 jam sehari), dengan perincian:

a. Pukul 08.00 - 12.00 WIB Kerja Aktif

b. Pukul 12.00 - 13.00 WIB Istirahat

c. Pukul 13.00 - 17.00 WIB Kerja Aktif

2. Tiga shift untuk bagian produksi (24 jam sehari) dimana satu shift adalah 8

jam kerja dengan perincian:

a. Shift I : Pukul 08.00 - 16.00 WIB (1 jam istirahat)

b. Shift II : Pukul 16.00 - 00.00 WIB (1 jam istirahat)

c. Shift III : Pukul 00.00 - 08.00 WIB (1 jam istirahat)

3. Bagian keamanan (satpam) dibagi menjadi tiga kelompok dengan anggota tiap

kelompok berjumlah 3 orang dan dilakukan pergantian setiap 7 jam

Universitas Sumatera Utara