Anda di halaman 1dari 16

Unit Tanggap Darurat

HSE Training
19 April 2018
PT. Aetra Air Tangerang WTP Sepatan
Unit Tanggap Darurat

Gawat dan darurat, apa itu?


Bedanya apa?
Unit Tanggap Darurat

Dalam istilah medis :


Gawat : mengancam nyawa namun tidak
memerlukan penanganan yang segera
Misalnya…..

Darurat : sifatnya memerlukan penanganan yang


segera, belum tentu mengancam nyawa
Misalnya…..

gawat dan darurat bisa bersamaan : orang gagal


jantung, kebakaran, gempa bumi dll
Unit Tanggap Darurat

Keadaan darurat adalah setiap peristiwa atau


kejadian pada bangunan dan lingkungan
sekelilingnya yang memaksa
dilakukannya suatu tindakan segera. Dengan
perkataan lain, keadaan darurat adalah suatu
situasi yang terjadi mendadak dan tidak dikehendaki
yang mengandung ancaman terhadap
kehidupan, aset dan operasi perusahaan, serta
lingkungan, dan oleh karena itu memerlukan
tindakan segera untuk mengatasinya
Unit Tanggap Darurat

Keadaan Darurat  keadaan yang tidak diduga


dan direncanakan yang memerlukan penanganan
segera supaya tidak terjadi kecelakaan/kefatalan

Unit Tanggap Darurat  unit kerja yang dibentuk


secara khusus untuk menanggulangi keadaaan
darurat di tempat kerja
Unit Tanggap Darurat
Berdasarkan penyebabnya, keadaan darurat
digolongkan menjadi dua, yaitu:
1. Bencana alam (natural emergency): keadaan darurat
yang disebabkan oleh kondisi alam dan diluar kendali
manusia, seperti banjir, gempa bumi, tsunami, dll.
2. Kesalahan manusia (technological emergency):
akibat dari kegagalan upaya Keselamatan dan
Kesehatan Kerja (K3) di lingkungan kerja. Misalnya
kebakaran gedung, kebocoran bahan kimia
berbahaya, tumpahan bahan-bahan beracun,
kebocoran nuklir dan bencana akibat tindakan
terorisme
Unit Tanggap Darurat
Fungsi Unit Tanggap Darurat

Unit kerja tersebut dibentuk dengan tujuan untuk


memenuhi persyaratan OHSAS 18001:2007
Tugas dan fungsi unit tanggap darurat :
1. Menentukan dan menanggulangi keadaan darurat
Perusahaan
2. Melaksanakan latihan tanggap darurat bersama serta
melibatkan seluruh karyawan secara berkala
3. Melaksanakan pertemuan rutin/non-rutin kinerja Unit
Tanggap Darurat.
Unit Tanggap Darurat
Unit Tanggap Darurat
1. Koordinator Tanggap Darurat
– Bertanggung jawab seluruh kegiatan pada saat terjadi
kebakaran ataupun keadaan darurat yang lain
– Meminta bantuan ke Sudin Kebakaran dan Polisi
– Melakukan rujukan ke Rumah Sakit terdekat
– Menjawab pertanyaan dari Instansi terkait dan
wartawan
– Memimpin tugas-tugas tim dan memberikan instruksi
yang dianggap perlu
– Hubungan komunikasi dengan Pimpinan perusahaan
tentang perkembangan situasi
Unit Tanggap Darurat
2. Tim HSE
– Menginventarisasi, mempersiapkan dan
menginformasikan kelengkapan dan kondisi alat safety
di perusahaan
– Membuat laporan kronologis kejadian
– Melakukan investigasi
Unit Tanggap Darurat
3. Tim Maintenance (MTC)
– Mengamankan sumber energi (listrik, fuel, dll)
– Melaksanakan pemadaman kebakaran menggunakan
semua sarana pemadam api di lingkungan Perusahaan
secara aman, selamat dan efektif
– Melaporkan segala kekurangan/kerusakan sarana dan
prasarana pemadam api di lingkungan perusahaan
kepada koordinator unit tanggap darurat
– Menangani kerusakan yang ditimbulkan dari keadaan
darurat
Unit Tanggap Darurat
4. Tim Floor Warden
– Mengatur dan menunjukkan rute untuk evakuasi, dari
ruang-ruang disetiap lantai ke daerah tempat berkumpul
– Memberi peringatan-peringatan terhadap semua orang
agar tidak menimbulkan bencana lebih buruk (misal jgn naik
lift, jgn bawa barang berat dll)
– Menyelamatkan, memindahkan barang berharga /
dokumen penting
– Memeriksa dan menyisir ruangan kantor bila kemungkinan
ada personil yang masih tertinggal
– Menghitung berapa jumlah korban (sakit, pingsan,
meninggal) dan melakukan evakuasi (menggunakan mobil,
tandu dll)
Unit Tanggap Darurat
5. Tim P3K
– Memantau semua karyawan yang sedang dievakuasi di
tempat berkumpul
– Memberikan pertolongan / pengobatan bila ada
karyawan / pekerja yang luka.
– Melaporkan kepada Koordinator ataupun wakil Unit
Tanggap Darurat jika terdapat korban yang
memerlukan tindakan medis lanjut pihak ke tiga di luar
Perusahaan
Unit Tanggap Darurat
6. Tim Transportasi
– Mengakomodasi sarana transportasi darurat dari
dalam/luar lingkungan Perusahaan
– Mengakomodasi kebutuhan umum tanggap darurat
(makanan, minuman, pakaian, dsb)
7. Tim Komunikasi
– Memantau perkembangan penanganan kondisi darurat dan
menjembatani komunikasi antar regu Unit Tanggap Darurat
– Memantau seluruh informasi internal dan mengakomodasi
informasi/pemberitaan untuk pihak luar
– Menghubungi pihak eksternal terkait untuk kepentingan
tanggap darurat (Kepolisian/Warga) atas perintah
koordinator tanggap darurat
Unit Tanggap Darurat
Tahap Pemulihan
1. Apabila kondisi darurat sudah teratasi maka Unit
Tanggap Darurat akan menentukan apakah lokasi
kejadian sudah aman untuk dimasuki kembali dengan
mempertimbangkan hasil pemeriksaan pihak yang
berwajib dengan memberikan pengumuman
2. Membentuk tim untuk mendata semua kerugian /
korban yang ada dan mengambil langkah-langkah
untuk mengaktifkan kembali kegiatan perusahaan
3. Melakukan Investigasi terhadap dampak yang
ditimbulkan dari kejadian keadaan darurat dan
melaporkannya
TERIMA KASIH