Anda di halaman 1dari 14

LAPORAN PRAKTIKUM

KIMIA ORGANIK II

Pemisahan Senyawa Organik Ekstraksi Isolasi Kafein dari Daun Teh

Laporan ini dibuat untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah praktikum kimia organik II

Dosen Pengampu : Irah Namirah M.Si

Disusun Oleh :

Andini (2282180002)

JURUSAN PENDIDIKAN KIMIA

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA

2020
Pemisahan Senyawa Organik Ekstraksi Isolasi Kafein dari Daun Teh

A. Tujuan

1. Mahasiswa dapat mengetahui prinsip ekstraksi

2. Mahasiswa dapat mengetahui lapisan yang ada pada corong pisah

3. Mahasiswa dapat mengetahui fungsi alat dan bahan ekstraksi

4. Mahasiswa dapat mengetahui ke larutan suatu zat terhadap pelarut

5. Mahasiswa dapat memisahkan kafein dari daun teh melalui ekstraksi

B. Dasar Teori

Ekstraksi adalah metode pemisahan yang melibatkan proses pemindahan satu atau
lebih senyawa dari satu fase ke yang lain berdasarkan prinsip kelarutan. Kelarutan senyawa
dalam suatu pelarut dinyatakan sebagai jumlah gram zat terlarut dalam 100 ml pelarut pada
suhu 25°C. Kelarutan suatu senyawa bergantung pada sifat kepolarannya. Pelarut polar akan
melarutkan senyawa polar dan sebaliknya. Prinsip kelarutan inilah yang menjadi dasar
pemilihan pelarut pada proses ekstraksi (Namirah, 2020)

Tujuan Ekstraksi adalah untuk menarik semua komponen kimia yang dalam
simplisia. Ekstraksi ini didasarkan pada perpindahan massa komponen zat padat kedalam
pelarut dimana perpindahan mulai terjadi pada lapisan antar muka kemudian berdifusi
masuk kedalam pelarut (Mediafarma, 2010)

Eksraksi pelarut suatu ekstraksi air merupakan metode pemisahan yang paling baik
dan populer. Alasan utamanya adalah bahwa pemisahan ini dilakukan baik dalam tingkat
makro maupun mikro. Prinsip metode ini didasarkan pada distribusi zat terlarut dengan
perbandingan tertentu antara mdua pelarut yang tidak saling bercampur, seperti benzena,
karbon tetraklorida atau kloroform. Batasannya adalah zat terlarut dapat ditransfer pada
jumlah yang berbeda dalam kedua fase pelarut. Teknik ini dapat dipergunakan untuk hal
pemurnian, memperkaya pemisahan serta analisis pada semua skala kerja. (Khopkar : 1990 :
85)

Kafein merupakan jenis alkaloid yang secara alamiah terdapat dalam biji kopi, daun
teh, daun mete, biji kola, biji coklat dan beberapa minuman penyegar. Kafein memiliki berat
molekul 194,19 gram/mol. Dengan rumus kimia C8H10N8O2 dan ph 6,9 (larutan kafein 1%
dalam air). Secara ilmiah, efek kafein terhadap kesehatan sebetulnya tidak ada, tetapi yang
ada adalah efek tak langsungnya seperti menstimulasi pernafasan dan jantung, serta
memberikan efek samping berupa rasa gelisah (nevroses), tidak dapat tidur ( insomnia), dan
denyut jantung tak beraturan (tachycardia). Kopi dan teh banyak mengandung kafein
dibandingkan jenis tanaman lain, karena tanaman kopi dan teh menghasilkan biji kopi dan
daun teh yang sangat cepat, sementara penghancurannya sangat lambat. (Hermanto, 2007 :
1)

Kromotografi merupakan metode analisis campuran atau larutan senyawa kimia


dengan adsorpsi memilih pada zat penyerap zat cair dibiarkan mengalir melalui kolom zat
penyerap ( puspasari, 2010)

C. Alat dan Bahan

Alat

1) Neraca analitik 5) Kaca arloji

2) Gelas kimia 6) Batang pengaduk

3) Stopwatch 7) Labu Erlenmeyer 50 ml

4) Hotplate 8) Corong pisah 125 ml


9) Destilator 11) Klem cincin

10) Batu didih 12) Statif

Bahan

1) 2 kantong the 5) Diklorometana

2) 30 ml Aquades 6) Kalsium klorida 0,5 gram

3) 2 gram na2 co3 anhidrat 7) Kertas saring

4) Air panas 10 ml

D. Bagan Alir

2 kantong Teh

-Disiapkan

-Dikeluarkan isi teh tanpa merobek kantong dan ditimbang

-Dimasukkan kembali ke kantong teh ditutup kantong dengan strapless

-Dimasukkan kantong Teh ke dalam gelas kimia 150 ML dan ditambahkan 30 ml air
aquades

-Ditambahkan 2 gram na2co 3 anhidrat

-Dipanaskan sampai mendidih dengan waktu 20 menit

-Ditempatkan kaca arloji di atas gelas kimia saat mendidih

-Didorong kantong Teh ke dalam waktu-waktu

-Dicuci kantong teh dengan 10 ml air panas

-Dikeluarkan ekstrak dalam kantong teh dan diambil kedua kantong teh
-Dipindahkan larutan ke dalam corong pisah 125 ml yang ditopang dengan batang
penyangga klem cincin

-Ditambahkan 5 ml diklorometana dalam corong pisah dengan hati-hati

-Diambil corong Pemisah

-Dikocok pelan-pelan dan dibuka keran stopcock dilakukan berulang

-Ditempatkan corong pemisah ke batang penyangga dan dilepaskan penyumbat

-Didiamkan sampai terbentuk lapisan

-Ditimbang gelas kimia kosong

-Disiapkan Gelas kimia dibawah corong pemisah sebagai penampung

-Dibuka stopcock dan diturunkan diklorometana

-Diulangi dengan ditambah 5 ml diklorometana

-Ditimbang Gelas kimia yang berisi kafein dan diklorometana

-Ditimbang Kafein yang dihasilkan

-Dibiarkan menguap

Hasil
E. Hasil Pengamatan dan Pembahasan

Hasil Pengamatan

Massa kantong the 1, 93 gram dan 1.92 gram

= 2,85 gram

2 gram
Massa Na2CO3 anhidrat
Larut
Na2CO3 + aquades
Berwarna merah kecoklatan

Lapisan atas hitam pekat


Air+teh+NO2CO3dipanaskan
Lapisan tengah coklat pekat

Warna larutan dalam corong pemisah Lapisan bawah tidak berwarna

62,6 gram

71, 6 gram

Berat Gelas kimia kosong 9 gram

Berat kafein = (berat gelas kimia+kafein)-


berat gelas kimia = 039 gram
Berat gelas kimia berisi kafein dan
diklorometana

Berat kafein + diklorometana


Berat kafein

Pembahasan

Pada percobaan kali ini bertujuan untuk mengetahui prinsip ekstraksi mengetahui lapisan
yang ada pada corong pisah mengetahui fungsi alat dan bahan ekstraksi mengetahui ke larutan
suatu zat terhadap pelarut dan dapat memisahkan kafein dari daun teh melalui proses ekstraksi

Prinsip ekstraksi Yaitu mengambil zat yang diinginkan melalui kelarutan suatu zat yang
berbeda untuk diekstraksi. Campuran zat yang akan diekstraksi dilarutkan ke dalam pelarut.
Pelarut ini akan melarutkan zat yang dinginkan. Contohnya yaitu pada praktikum kali ini zat
yang akan dipisahkan yaitu kafein dari daun teh campuran daun teh yang sudah di dilarutkan
dengan air ditambahkan pelarut organik yang dapat melarutkan kafein sehingga kafein akan
terpisah dari campuran dan bergabung dengan pelarut organik ( diklorometana). Dalam corong
pemisah senyawa yang memiliki densitas besar akan berada pada lapisan bawah.

Untuk mengekstrak kafein dari daun teh memerlukan berat 2 kantong teh yaitu 3, 85
gram berat Natrium karbonat 2 gram. Menghasilkan kafein sebanyak 0,39 gram. Penambahan air
ke dalam 2 kantong teh bertujuan untuk mengeluarkan ekstrak teh dari kantong teh. Kemudian
penambahan Natrium karbonat agar kandungan tanin dapat terserap dan bereaksi masuk kedalam
fase cair dengan reaksi:

ArOH + Na2CO3 ArONa+ NaHCO3

Yang menghasilkan garam tanin atau anion fenolik.campuran dipanaskan untuk memisahkan
kafein dengan zat yang lain. Campuran dimasukan kedalam corong pisah kemudian ditambahkan
diklorometana sebagai pelarut organik yang akan mengikat kafein. Pengocokan pada corong
pisah ini bertujuan untuk mempercepat pencampuran kafein dengan pelarut diklorometana.
Pembuangan gas atau pembukaan stopcock dari corong pisah saat pengocokan agar gas-gas CO2
yang dihasilkan tidak terakumulasi didalam yang dapat merusak dan mendorong corong pisah
akibat adanya tekanan. Setelah pengocokan selesai, dengan ditandai tidak adanya gas yang
keluar dari stopcock. Didiamkan untuk terjadinnya pemisahan atau lapisan. Di dalam corong
pemisah terbentuk 3 spesi yaitu: Spesi kafein, tidak berwarna yang berada dibawah, spesi
campuran termasuk tanin dan air, berwarna hitam tepat berada diatas dan spesi emulsi yang
berada ditengah antara air dan kafein
Spesi kafein atau berada fase diklorometana dapat terpisah dari senyawa lainnya (tanin) karena
kafein merupakan senyawa non polar yang dapat larut kedalam pelarut non polar organic
diklorometana. Sedangkan tanin senyawa polar hanya dapat larut dalam pelarut polar yaitu air.
Terbentuknya emulsi karena tanin dalam bentuk garam dapat mengakibatkan zat dalam sampel
yaitu diklorometana dapat membentuk emulsi dengan air. Garam tanin ini berfungsi sebagai
sufaktan anion yang dapat mengakibatkan terjadinya emulsi jika dikocok terlalu keras, maka dari
itu pengocokan dalam corong pisah tidak boleh terlalu keras agar emulsi tidak terbentuk terlalu
banyak dan dianjurkan ke satu arah. Pengocokan dilakukan secara horizontal untuk mencegah
keluarnya cairan dari corong pisah.

Kafein adalah alkaloid (senyawa nitrogen yang terdapat pada tanamanyang bersifat basa
atau basa lemah) putih dengan rumus senyawa kimia C8H10N4O2 dengan struktur Sebagai berikut:
O CH3
H3C N
N

O N N

CH3
1,3,7-trimethyl-3,7-dihydro-1H-purine-2,6-dione

Tanin adalah senyawa polifenol yang memiliki berat molekul besar yang terdiri dari gugus
hidroksoi (-OH) dan Karboksil (-COOH).

Sumber : Struktur tanin


Senyawa Diklorometana
Cl
Cl
dichloromethane

Pada praktikum kali ini menggunkan alat ekstraksi corong pemisah karena bahan yang
digunakan merupakan bahan cairan. Fungsi dari alat corong pisah yaitu untuk memisahkan
larutan yang memiliki densitas yang berbeda, densitas yang besar akan berada dibawah. Seperti
kafein berada dibawah karena densitasnya yang besar dari pada air dan tanin. Dalam alat corong
pisah terdapat beberapa bagian yang memiliki fungsi yang berbeda-beda.

sumber:
https://greatminds2.files.wordpress.com/2012/11/31.jpg

Fungsi bagian-bagian corong pemisah:


1. Tutup : untuk menutup agar cairan tidak keluar saat dikocok
2. Corong bagian labu: untuk menampung campuran yang akan dipisahkan
3. Stopcock : untuk mengeluarkan gas dan cairan hasil ekstraksi
4. Corong bagian bawah : untuk mengalirkan cairan hasil ekstraksi
5. Penampung (gelas kimia): untuk menampung hasil ekstraksi

Senyawa kafein terlarut kedalam pelarut diklorometana terjadi gaya london karena keduanya
merupakan senyawa organic non polar. Sedangkan tanin terlarut kedalam pelarut air terjadi
ikatan Hidrogen karena keduanya merupakan senyawa organic polar.

ik a ta n H id r o g e n
O H- - - - - - - - - O
O------ H H

HR3C
a ir
ta n in

Gaya London ikatan Hidrogen


F. Pertanyaan

1. Kalkulasikan jumlah teh yang dibutuhkan untuk menghasilkan 500 G kafein dan biaya
yang dibutuhkan

Jawab:

Diketahui:
Berat the 1 =3,85 gram
Berat kafein 1 =0,093 gram
Berat kafein 2 = 500 gram
Ditanya:
Berat The 2
Jawab:
Berat Teh1 = Berat Kafein1
Berat Teh2 Berat Kafein2
Berat teh2 = Berat Teh1 x Berat Kafein2
Berat Kafein1
Berat teh2 = 3,85 gram x 500 gram
0,093 gram
= 20.698,92 gram
40 gram teh ber harga Rp. 2000 maka

20.698,92 gram berapa dana yang dibutuhkan?

Dana yang dibutuhkan = 20.698,92 gram x Rp. 2000


40 gram

= Rp. 1.034.946 ,-
G. Kesimpulan

Setelah melakukan percobaan dapat disimpulkan bahwa:

1. Prinsip ekstraksi yaitu mengambil zat yang diingikan melalui kelarutan suatu zat yang
berbeda. Zat yang akan diambil ditambahkan pelarut yang dapat melarutkannya.

2. campuran yang dihasilkan terdapat 3 lapisan: Lapisan bawah yaitu senyawa kafein,
Lapisan tengah yaitu emulsi air dan klorofom dan Lapisan atas yaitu air dan tanin

3. fungsi corong pemisah yaitu untuk memisahkan komponen yang diinginkan dari suatu
campuran ditandai dengan terbentuknya lapisan-lapisan sesuai densitasnya. Fungsi
Ca2CO3 agar kandungan tanin dapat terserap dan bereaksi masuk kedalam fase cair,
fungsi diklorometana yaitu untuk mengikat kafein agar tidak bercampur dengan air dan
tanin.

4. tanin dapat larut dalam air sedangkan kafein dapat larut dalam Diklorometana sesuai
dengan prinsip This Of Like

5. kafein yang didapat dari proses pemisahan dari daun the yaitu sebanyak 0,93 gram
DAFTAR PUSTAKA

Hermanto,2007. Kafein, Senyawa Bermanfaat atau Beracun. Jakarta:UI-Press

Khopkar, 2008. Dasar-Dasar Kimia Analitik. Jakarta: UI-Press

Namirah, Irah. 2020. Penuntun Praktikum Kimia Organik II. Serang: UNTIRTA

Medicafarma. 2010. Prinsip Ekstraksi. http://www.medicafarma.com/2008/11/ekstraksi.html.


Diakses pada tanggal 17 maret 2020

Puspasari,2010.Kamus Lengkap Kimia.Jakarta: Dwi Media Press


Dokumentasi

Anda mungkin juga menyukai