Anda di halaman 1dari 5

BAB I

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Menurut Cliffrod Gertz, apabila bangsa Indonesia tidak pandai-pandai memanajemen


keanekaragaman etnik, budaya, dan solidaritas etnik, maka Indonesia akan pecah menjadi
negara-negara kecil. Bila ketidakpuasan ekonomi, kelas, atau intelektual menjurus pada
revolusi yang mendorong pergantian tatanan ekonomi dan politik negara-bangsa. Maka akan
muncul sikap disintegrasi bangsa. Perpecahan dalam masyarakat majemuk korbannya bukan
individu, kelompok, atau kelas tertentu, tapi negara-bangsa itu sendiri yang akan tercerai-
berai.

Hal ini ditambah dengan pandangan yang menimbulkan watak etnosentrisme dan
primordialisme sempit. Etnosentrisme adalah suatu pandangan yang melekat pada diri
seseorang (masyarakat) yang menilai kebudayaan-kebudayaan lain, selalu diukur dengan nilai
kebudayaannya. Primordialisme adalah pemikiran yang mengutamakan atau menempatkan
pada tempat yang pertama kepentingan suatu kelompok atau komunitas masyarakat.

Pemupukan sifat seperti ini yang tanpa batas, pada akhirnya akan melahirkan
gerakan-gerakan separatisme. Gerakan-gerakan separatisme dapat kalian lihat dari
perlawanan Fretillin di Timor Timur.Sejak mereka bergabung dengan NKRI tahun 1976,
yang akhirnya berhasil membentuk negara sendiri (Timor Laste) tahun 1998. Sentimen
primordial kesukuan ini dihidupkan menjadi basis utama artikulasi kepentingan secara
politik, karena tersumbatnya komunikasi politik melalui saluran yang ada sehingga gerakan
ini mengartikulasikan kepentingan poilitik dengan berbagai cara. Maka dengan demikian,
penyusun tertarik untuk membahas tentang faktor pendorong dan penghambat pesatuan dan
kesatuan bangsa Indonesia. Terlebih makalah ini merupakan tugas dari mata pelajaran
Pendidikan Kewarganegaraan.

1.2. Rumusan Masalah

1. Apa saja faktor internal pengahambat dalam pesatuan dan kesatuan bangsa Indonesia?

2. Apa saja faktor eksternal pengahambat dalam pesatuan dan kesatuan bangsa
Indonesia?

1
BAB II

PEMBAHASAN

2.1. Pengertian Persatuan dan Kesatuan

Persatuan dan kesatuan berasal dari kata "satu" yang memiliki arti utuh atau tidak
terpecah-belah. Kata Persatuan sendiri bisa diartikan sebagai perkumpulan dari berbagai
komponen yang membentuk menjadi satu. Sedangkan Kesatuan merupakan hasil
perkumpulan tersebut yang telah menjadi satu dan utuh. Sehingga kesatuan erat hubungannya
dengan keutuhan. Dengan demikian persatuan dan kesatuan memiliki makna "bersatunya
berbagai macam corak yang beraneka ragam menjadi satu kebulatan yang utuh dan serasi".
Persatuan dan kesatuan Bangsa Indonesia dapat diartikan sebagai persatuan bangsa / negara
yang menduduki wilayah Indonesia. Persatuan itu didorong untuk mencapai kehidupan yang
bebas dalam wadah negara yang merdeka dan berdaulat.

2.2. Makna Persatuan dan Kesatuan

Di dalam persatuan dan kesatuan Bangsa Indonesia, terdapat 3 makna penting di


dalamnya, yaitu:

1) Menjalin rasa kekeluargaan, persahabatan dan sikap saling tolong menolong antar
sesama.

2) Menjalin rasa kemanusiaan memiliki sikap saling toleransi

3) Rasa persatuan dan kesatuan menjalin rasa kebersamaan dan saling melengkapi satu
sama lain..

2.3. Prinsip Persatuan dan Kesatuan

Jika dikaji lebih jauh, dari arti dan makna persatuan dan kesatuan terdapat beberapa
prinsip persatuan dan kesatuan dari keberagaman di Indonesia yang juga harus kita hayati:

1) Prinsip Nasionalisme Indonesia

Kita harus mencintai bangsa Indonesia. Kita tidak bisa memaksakan kehendak kita
kepada negara lain karena pandangan seperti itu akan mencelakakan sebuah bangsa. karena
sikap tersebut bertentangan dengan sila kedua "Kemanusiaan yang adil dan beradab".

2) Prinsip Bhinneka Tunggal Ika

Prinsip ini mengharuskan kita mengakui bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yang
terdiri dari berbagai agama, suku, adat istiadat dan bahasa yang majemuk. Hal itu
mewajibkan kita untuk saling menghargai dan bersatu sebagai bangsa Indonesia.

3) Prinsip Kebebasan yang Bertanggung jawab

2
Sebagai makhluk ciptaan Tuhan YME. kita memiliki kebebasan dan tanggung jawab
tertentu terhadap diri kita sendiri, terhadap sesama manusia, dan tanggung jawab dalam
hubungannya dengan Tuhan YME

4) Prinsip Persatuan Pembangunan untuk Mewujudkan Cita-cita Reformasi

Dengan semangat persatuan Indonesia, kita harus dapat mengisi kemerdekaan serta
melanjutkan pembangunan menuju masyarakat yang lebih sejahtera, adil dan makmur.
Karena Persatuan merupakan modal dasar pembangunan nasional.

5) Prinsip Wawasan Nusantara

Melalui wawasan nusantara, kedudukan masyarakat Indonesia diletakkan dalam


kerangka kesatuan politik, budaya, ekonomi, sosial serta pertahanan keamanan. Dengan
wawasan ini, manusia Indonesia merasa satu, sebangsa senasib sepenanggungan, dan setanah
air, serta memiliki satu tekad dalam mewujudkan cita-cita pembangunan nasional.

Tahap-tahap utama pembina persatuan bangsa Indonesia:

1. Perasaan senasib

2. Kebangkitan Nasional

3. Sumpah Pemuda

4. Proklamasi Kemerdekaan

2.4. Faktor Faktor Pendorong dan Penghambat

1) Faktor Faktor Pendorong

Faktor faktor yang menjadi pendorong terjadinya integrasi nasional adalah:

a) Faktor sejarah yang membuat masyarakat memiliki rasa seperjuangan dan senasib sejak
dahulu.

b) Masyarakat memiliki keinginan untuk bersatu sebagai bangsa Indonesia sesuai isi
dalam sumpah pemuda pada tanggal 28 oktober 1928.

c) Rasa cinta tanah air yang timbul di kalangan rakyat Indonesia yang telah dibuktikan
dengan perjuangan cukup panjang untuk menegakkan, merebut dan mengisi kemerdekaan
bangsa Indonesia.

d) Faktor rasa rela berkorban demi kepentingan bangsa serta negara. Hal ini telah
dibuktikan oleh banyaknya pahlawan pahlawan bangsa yang telah gugur di medan perang.

e) Kesepakatan nasional yang telah diwujudkan dalam proklamasi kemerdekaan republik


Indonesia, Undang Undang dasar 1945 (UUD 1945), Pancasila, Bendera merah putih sebagai
bendera negara, lagu Indonesia Raya sebagai lagu kebangsaan, dan bahasa Indonesia sebagai
bahasa kesatuan.

3
f) Terdapat simbol dan dasar negara yakni Garuda Pancasila dengan menganut semboyan
Bhinneka Tunggal Ika.

g) Dikembangkannya budaya saling tolong menolong dan gotong royong sebagai ciri khas
bangsa Indonesia sejak dahulu kala. Gotong royong inilah yang menjadi ciri khas masyarakat
Indonesia dan secara tidak langsung juga menjadi salah satu faktor pendorong inegrasi
nasional yang saat ini terjadi.

2) Faktor Faktor Penghambat

Selain memiliki faktor pendorong terjadinya integrasi nasional yang berfungsi untuk
memperkuat integrasi yang terjadi, tentunya akan ada faktor faktor yang dapat menghambat
terjadi inegrasi tersebut. Adapun faktor faktor penghambat tersebut telah saya rangkum dalam
faktor penghambat integrasi nasional dibawah ini.

Faktor faktor penghambat :

a) Masyarakat Indonesia memiliki bersifat heterogen atau beraneka ragam jika ditinjau
dari faktor faktor setiap suku bangsa memiliki budaya, agama, bahasa daerah, ras yang
berbeda beda.

b) Indonesia memiliki wilayah yang begitu luas dan terdiri dari ribuan pulau yang
dikelilingi oleh wilayah perairann laut.

c) Besarnya kemungkinan terjadinya tantangan, hambatan, gangguan, dan ancaman yang


berasal darid alam negeri maupun luar negeri dan dapat mengganggu keutuhan bangsa.

d) Masih sangat besarnya ketidakmerataan infrastruktur pembangunan dan hasil hasil alam
yang akhirnya menimbulkan perbedaan kepuasaan.

e) Munculnya paham tentang suku bangsa yang seolah menonjolkan kelebihan kelebihan
di berbagai bidang seperti kebudayaan dan memandang rendah pada kebudayaan suku bangsa
lainnya.

f) Semakin melemahnya nilai nilai budaya bangsa yang diakibatkan oleh kuatnya
pengaruh kebudayaan asing yang akhirnya merubah kepribadian bangsa baik melalui kontak
langsung maupun tudak langsung.

4
BAB III

PENUTUP

3.1.Kesimpulan

Persatuan dan kesatuan Bangsa Indonesia berarti persatuan bangsa yang mendiami
wilayah Indonesia. Persatuan itu didorong untuk mencapai kehidupan yang bebas dalam
wadah negara yang merdeka dan berdaulat. Makna dan pentingnya persatuan dan kesatuan
bangsa dapat mewujudkan sifat kekeluargaan, jiwa gotong-royong, musyawarah dan lain
sebagainya.

Yang menjadi faktor pengahambat dalam menjaga persatuan dan kesatuan di


Indonesia terbagi atas dua yaitu faktor internal dan eksternal.Yang menjadi faktor internal
yang menghambat terwujudnya integrasi nasional di Indonesia adalah Masyarakat Indonesia
yang heterogen (beraneka ragam) dalam faktor-faktor kesukubangsaan dengan masing-
masing kebudayaan daerahnya, bahasa daerah, agama yang dianut, ras dan
sebagainya.Wilayah negara yang begitu luas.Kurangnya kesadaran di dalam diri masing-
masing rakyat Indonesia terhadap segala ancaman dan gangguan yang mucul dari luar. Dan
lemahnya nila-nilai budaya bangsa akibat kuatnya pengaruh budaya asing yang tidak sesuai
dengan kepribadian bangsa. Adapun yang menjadi faktor eksternal penghambat terwujudnya
integrasi nasional di Indonesia adalah Kurangnya penghargaan terhadap kemajemukan yang
memiliki sifat heterogen. Masih besarnya ketimpangan dan ketidakmerataan pembangunan
dan hasil-hasil pembangunan. Pembauran Bangsa.Kerukunan Antar Umat Beragama. Dan
perubahan Nilai-nilai.

3.2.Saran

Di Indonesia ternyata masih banyak permasalahan mengenai persatuan dan kesatuan


sehingga perlu diadakannya pembahasan yang lebih lanjut agar informasi yang diperoleh
lebih lengkap dan dapat diterima dengan baik bagi pengembangan ilmu pengetahuan.