Anda di halaman 1dari 8

Nama : Yolanda Monica Halawa

Nim : 7163343029

Prodi : Pendidikan Bisnis 2016

Mata Kuliah : Bank dan Lembaga Keuangan

UJIAN TENGAH SEMESTER

1. Fungsi perbankan indonesia adalah :


1. Penghimpun Dana
Untuk menjalankan fungsinya sebagai penghimpun dana maka bank memiliki
beberapa sumber yang secara garis besar ada tiga sumber, yaitu:
- Dana yang bersumber dari bank sendiri yang berupa setoran modal waktu
pendirian.
- Dana yang berasal dari masyarakat luas yang dikumpulkan melalui usaha
perbankan (Dana Pihak Ketiga) seperti usaha Tabungan, Giro dan Deposito
- Dana yang bersumber dari Lembaga Keuangan yang diperoleh dari pinjaman
dana yang berupa Kredit Likuiditas dan Call Money (dana yang sewaktu-waktu
dapat ditarik oleh bank yang meminjam)
2. Penyalur/Pemberi Kredit
Bank dalam kegiatannya tidak hanya menyimpan dana yang diperoleh, akan
tetapi untuk pemanfaatannya bank menyalurkan kembali dalam bentuk kredit
kepada masyarakat yang memerlukan dana segar untuk usaha. Tentunya dalam
pelaksanaan fungsi ini diharapkan bank akan mendapatkan sumber pendapatan
berupa bagi hasil atau dalam bentuk pengenaan bunga kredit. Pemberian kredit
akan menimbulkan resiko, oleh sebab itu pemberiannya harus benar-benar teliti
dan memenuhi persyaratan untuk menghindari banyak kredit yang bermasalah
atau macet.
3. Penyalur dana-dana yang terkumpul oleh bank disalurkan kepada masyarakat
dalam bentuk pemberian kredit, pembelian surat-surat berharga, penyertaan,
pemilikan harta tetap
4. Pelayan Jasa Bank dalam mengemban tugas sebagai “Pelayan Lalu Lintas
Pembayaran Uang” melakukan berbagai aktivitas kegiatan antara lain pengiriman
uang, inkaso, cek wisata, kartu kredit dan pelayanan lainnya.

Peran Bank Indonesia


1. Penjaga Stabilitas Moneter
Tetap terjaganya stabilitas moneter adalah salah satu tugas Bank Indonesia.
Tujuannya adalah agar jumlah uang yang beredar di masyarakat tetap terjamin sesuai
dengan kebutuhan. Dengan terkendalinya jumlah peredaran uang di masyarakat maka
ekonomi akan bertumbuh tanpa berakibat pada tingginya inflasi.
2. Pengatur dan Pengawas Perbankan
Pengaturan dan pengawasan yang dilakukan oleh Bank Indonesia bertujuan agar
perbankan memiliki kinerja yang lebih sehat. Pengaturan dan pengawasan perbankan
ini dilakukan melalui :
- Kebijakan tentang kewajiban bank untuk menyampaikan laporan;
- Pemeriksaan terhadap bank secara berkala bila diperlukan;
- Penegakan hukum;
- Penerapan kebijakan yang efektif;
- Melalui kewenangannya menerapkan disiplin pasar;
- Pemberian dan pencabutan izin usaha bank;
- Diberikannya izin untuk membuka, menutup, dan pemindahan kantor Bank;
- Diberikannya persetujuan dalam hal-hal yang terkait dengan  kepemilikan;
- Diberikannya izin kepada Bank untuk menjalankan usaha tertentu.
3. Pengatur dan Penyelenggara Sistem Pembayaran
Bank Indonesia mengatur mekanisme sistem pembayaran yang dilakukan oleh
lembaga-lembaga keuangan lainnya. Hal-hal yang diatur menyangkut media yang
digunakan, siapa saja yang terlibat dan lain sebagianya. Ada 4 prinsip yang dipegang
oleh Bank Indonesia dalam mengatur mekanisme pembayaran ini yaitu aman, efisien,
kesamarataan akses, dan perlindungan konsumen. Guna melaksanakan perannya
sebagai pengatur dan penjaga sistem pembayaran hal-hal yang dilakukan Bank
Indonesia
4. Peneliti dan Pemantau.
Guna mendukung tugas-tugasnya, Bank Indonesia melakukan survei atau riset secara
berkala, baik mikro maupun makro. Selain itu, Bank Indonesia juga melakukan
pemantauan secara macroprudential dengan cara terus memperhatikan kerentanan
sektor keuangan dan memindai potensi yang berdampak pada stabilitas sistem
keuangan.
5. Pemberi Pinjaman kepada Bank Bermasalah
Dikenal dengan istilah The Lender of the Last Resort, adalah fungsi yang dimiliki
oleh Bank Indonesia merupakan sebagai upaya preventif terjadinya ketidakstabilan
sistem keuangan mencakup penyediaan likuiditas baik dalam kondisi normal ataupun
krisis.
6. Membantu pembiayaan APBN melalui penerbitan Surat Utang Negara
Guna kelancaran pembangunan yang telah direncanakan oleh pemerintah, maka Bank
Indonesia dapat membantu pembiayaan APBN melalui penerbitan Surat Utang
Negara. Penerbitan Surat Utang Negara ini harus mendapat persetujuan DPR saat
APBN disahkan.  
7. Pengurus rekening Pemerintah di Bank Indonesia
Sebagai negara yang memiliki tujuan untuk mensejahterakan rakyatnya, pemerintah
memerlukan simpanan dana pembangunan di bank. Namun, untuk keperluan ini
bukanlah bank umum yang digunakan untuk memarkir dana pembangunan,
melainkan Bank Indonesia. Untuk itu, Bank Indonesia berperan sebagai pemegang
kas negara.
8. Untuk dan atas nama Pemerintah melakukan pinjaman luar negeri
Kaitannya sebagai pemegang kas negara seperti yang disebutkan sebelumnya, maka
Bank Indonesia dapat menerima pinjaman luar negeri.
9. Memberikan sumbang saran tentang perbankan, ekonomi, dan keuangan kepada
Pemerintah
Sebagai lembaga negara, baik pemerintah maupun Bank Indonesia memiliki
ketergantungan satu sama lain dalam kaitannya dengan berbagai kebijakan mengenai
perbankan, ekonomi dan keuangan melalui konsultasi dan koordinasi.
10. Memberikan sumbang saran tentang RAPBN dan kebijakan lain yang terkait dengan
tugas dan kewenangannya
Bank Indonesia juga dapat memberikan sumbang saran tentang RAPBN dan
kebijakan lain yang terkait dengan tugas dan kewenangannya.
11. Atas nama sendiri atau atas nama Pemerintah melakukan kerjasama dengan bank
sentral Negara lain serta lembaga internasional lainnya 
Untuk menunjang perannya tersebut, Bank Indonesia terlibat dan berperan aktif
dalam berbagai organisasi keuangan internasional baik atas nama sendiri maupun
mewakili Negara. Keterlibatan Bank Indonesia dalam berbagai organisasi keuangan
internasional merupakan wujud dari politik luar negeri Indonesia yang dianut.

2. Jawab

No Perbeda Keterangan Bank Bank Syaria’ah


Konvensional
1. Sumber Hukum Hukum perdana dan Dasar hukumnya
pidata yang berlaku sesuai dengan syariat
di Indonesia Islam bersumber dari
Qur’an, Hadist dan
Fatwa Ulama (MUI)
2. Cara Memperoleh sistem bunga untuk Mendapatkan
Keuntungan memperoleh keuntungan dari
keuntungan. menerapkan system
bagi hasil dan
melarang
pemberlakuan riba
karena diharamkan
dalam islam.
3. Sifat Cicilan Cicilannya berlaku Bersifat tetap, jelas
pada periode dan transparan karena
tertentu dimana sesuai dengan akad
akan mengalami yang disepakati pada
fluktuasi ke awal perjanjian antara
depannya dan pihak bank dan
seringkali lebih nasabah.
menguntungkan
pihak bank daripada
nasabah.
4. Lembaga Pengawas Otoritas jasa Otoritas jasa
keuangan dan Bank keuangan Bank
Indonesia. Indonesia dan posisi
DPS.
5. Relasi Bank dengan Nasabah Membangun Hubungan mitra atau
hubungan debitur rekan kerja dimana
dan kreditur. timbal balik antara
nasabah dan pihak
bank yang saling
menguntungkan.
6. Penyelesaian Sengketa Melalui jalur hokum Melalui musyawarah
pengadilan negeri. terlebih dahulu lalu
melalui pengadilan
agama jika belum
mecapai musyawarah
mufakat.
7. Akad Akad perjanjian Wadibah (akad
berdasarkan hukum penitipan
positif. barang/uang),
mudharabah (akad
kerja sama dana dan
pengelola dana),
musyarakah (akad
kerja usaha dengan
porsi dana masing-
masing), murabah
(akada pembiayaan
barang dan membeli
barang sesuai yang
disepakati.

3. Menurut saya sudah sesuai karena BI akan terus berkoordinasi secara erat dalam
melakukan langkah tersebut bersama Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK),
termasuk memperkuat Protokol Manajemen Krisis (PMK). BI akan terus memperkuat
koordinasi ini dengan Pemerintah dan OJK untuk memonitor secara cermat dinamika
penyebaran COVID-19 dan dampaknya terhadap perekonomian Indonesia dari waktu
ke waktu, serta langkah-langkah koordinasi kebijakan lanjutan yang perlu ditempuh
untuk menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan, serta menopang
pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap baik dan berdaya tahan.
4. Bunga Tunggal
M5 = M0 (1 + i5)
= 1.250.000 (1 + (5 x 0,8 %)
= 1.250.000 (0,04)
= Rp. 50.000
Bunga Majemuk
M5 = Mo (1 + i)5
= 1.250.000 (1 + 0,8 %)5
= 1.250.000 (1,040)
= Rp. 1.300.000
5. a. berikut adalah produk-produk perbankkan, yaitu:
1) Kredit Pasif
Kredit pasif adalah aliran dana dari masyarakat yang masuk ke bank.
 Giro, yaitu simpanan atau tabungan dari nasabah di bank yang dapat
digunakan sebagai alat pembayaran.
 Tabungan Berjangka (deposito berjangka), yaitu sejumlah uang yang
disimpan oleh nasabah di bank dengan jangka waktu penarikan yang telah
ditentukan.
 Sertifikat Deposito, yaitu bukti bahwa nasabah telah mendepositokan uang
di bank. Sertifikat deposito dapat diperjualbelikan.
 Tabungan, yaitu simpanan nasabah di bank yang penarikan dananya dapat
dilakukan setiap saat, sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan.
 Deposit on call, yaitu jenis tabungan tetap yang dapat diambl setelah ada
pemberitahuan terlebi dahulu dari si penabung.
 Deposit automatic roll over, yaitu jenis deposito yang jika uangnya tidak
diambil sampai waktu jatuh tempo, deposito langsung diperpanjang dan
bunganya langsung dihitung secara otomatis.
2) Kredit Aktif
Kredit aktif adalah dana yang digunakan masyarakat untuk kegiatan produktif.
 Kredit rekening koran (R/K), yaitu kredit yang diberikan sesuai kebutuhan.
Jaminan dari kredit ini dapat berupa surat-surat berharga, barang-barang yang
ada pada gudang peminjam, barang-barang bergerak seperti mobit atau harta
tetap.
 Kredit reimburs (Letter of Credit) adalah pinjaman yang diberikan suatu bank
kepada nasabah dengan cara membayar harga pembelian suatu barang.
 Kredit aksep, yaitu kredit yang diberikan oleh bank dengan cara
menandatangani aksep yang ditarik oleh nasabah.
 Kredit dokumenter, yaitu kredit yang diberikan oleh bank kepada nasabah atas
jaminan dokumen yang diserahkan ke bank.
 Kredit dengan jaminan surat-surat berharga, yaitu kredit yang diberikan oleh
bank kepada pelanggan untuk membeli surat-surat berharga.

b. Peran perbankkan dalam pembangunan Indonesia

Peranan Perbankan dalam Perekonomian Nasional, menghadapi krisis kepercayaan,


upaya yang ditempuh oleh Pemerintah dan Bank Indonesia pada waktu itu adalah
bagaimana menata kembali kinerja perbankan nasional melalui berbagai upaya
restrukturisasi dan penyehatan Negara Kita bersyukur bahwa kita telah dapat melalui
tahapan tersebut dengan baik. Posisi perbankan sendiri di dalam perekonomian bangsa
sangatlah strategis. Kontribusi perbankan dalam industri keuangan juga sangat
signifikan. Pentingnya peranan bank dalam perekonomian dan besarnya tingkat
kepercayaan masyarakat yang harus dijaga dalam industri ini menyebabkan perbankan
menjadi industri yang paling banyak dan ketat diatur (heavily regulated). Setiap
ketentuan yang dibuat di industri perbankan pada akhirnya akan bermuara pada satu
tujuan, yakni menghasilkan sistem perbankan yang sehat, kuat dan stabil. Dengan
demikian bank dapat menjalankan fungsi financial intermediary dengan optimal. Untuk
mencapai tujuan ini, disamping melakukan pengawasan dan pemeriksaan terhadap
perbankan secara konsisten, Bank Indonesia sejak awal tahun ini juga menentukan arah
hendak kemana perbankan kita menuju. Arah itu tertuang dalam apa yang dinamakan
Arsitektur Perbankan Indonesia(API). API adalah suatu kerangka dasar sistem
perbankan Indonesia yang bersifat menyeluruh dan memberikan arah, bentuk dan tatanan
bagi industri perbankan untuk rentang waktu lima sampai sepuluh tahun ke depan.
Dengan kata lain, API adalah sebuah direction bagi perbankan dan juga bagi masyarakat
dalam melihat posisi perbankan kita di masa depan. Untuk mempermudah pencapaian
visinya ditetapkan sasaran yang ingin dicapai:
1. Menciptakan struktur perbankan domestik yang sehat dan mampu memenuhi
kebutuhan masyarakat serta mendorong pembangunan ekonomi nasional yang
berkesinambungan.
2. Menciptakan sistem pengaturan dan pengawasan bank yang efektif dan mengacu
pada standar internasional.
3. Menciptakan industri perbankan yang kuat dan memiliki daya saing tinggi serta
memiliki ketahanan dalam menghadapi risiko.
4. Menciptakan tata kelola yang baik (good corporate governance) dalam
memperkuat kondisi internal perbankan nasional
5. Mewujudkan infrastruktur yang lengkap untuk mendukung industri perbankan
yang sehat.
6. Mewujudkan pemberdayaan dan perlindungan konsumen jasa perbankan.

Enam pilar tersebut diperlukan untuk mewujudkan perbankan Indonesia yang lebih kukuh


dalam menjawab tantangan-tantangan yang dihadapi beberapa tahun ini. Beberapa tantangan
tersebut antara lain kapasitas pertumbuhan kredit perbankan yang masih rendah. Untuk
mencapai pertumbuhan ekonomi yang tinggi dalam lima tahun ke depan perlu pertumbuhan
kredit perbankan yang besar Sementara itu, kemampuan permodalan
perbankan Indonesia saat ini mengindikasikan pertumbuhan kredit yang relatif tinggi sulit
dicapai bila tidak memperbaiki permodalannya. Selain hambatan dalam permodalan,
penyaluran kredit dalam banyak hal terhambat oleh keengganan sebagian bank menyalurkan
karena kemampuan manajemen risiko dan core banking skills yang belum baik serta biaya
operasional tinggi.