Anda di halaman 1dari 4

Usaha untu membayar utang-utangnya yang jatuh tempoh masih sangat baik.

Ketidakseimbangan ini mungkin saja tidak terjadi karena dana jangka pendeknya berupa dari
likuiditas dipakai utuk membayar uang yang telah jatuh tempo. Salah satu analisa pihak
manajemen adalah memindahkan sementara dana likuiditas daripada nama baik perusahaan di
perbankan turun bahkan lebih jauh memungkinkan agunan perusahaan diambil oleh bank karena
faktor tidak lagi mampu membayar utang-utang tersebut.

d. lliquid dan insolvable

Kondisi perusahaan yang illiquid dan insolvable adalah kondisi perusahaan yang berada
dalam kondisi menuju kepada kebangkrutan (bankcrupty). Kondisi bankcrupty terjadi pada saat
sebuah perusahaan tidk mampu lagi melunasi kewajiban jangka pendek atau short term liquidity-
nya dan utang-utangnya yang ada diberbagai tempat yang jatuh tempo atau kewajiban
solvabilitasnya. Jika tidak cepat diatasi maka perusahaan ini memungkinkan akan mengalami
kondisi untuk diakuisisi oleh perusahaan lain, atau melakukan kebijakan merger. Akuisis adalah
pengambilan suatu perusahaan oleh perusahaan lain, dan merger adalah penggabungan suatu
perusahaan dengan perusahaan lainnya.

6. Rasio Likuiditas

a. Definisi Rasio

Rasio dapat dipahami sdebagi bentuk dari hubungan dari suatu jumlah yang dapat
diperkirakan dengan jumlah lainnya, dengan didasarkan pada data-data yang tersdedia. Menurut
Joel G. Siegel dan Jae K. Shim merupakan hubungan antara satu jumlah dengan jumlah lainnya.
Dimana Agnes Sawir menambahkan perbandingan tersebut dapat memberikan gambaran relative
tentang kondisi keuangan dan prestasi perusahaan.

b. Definisi Rasio Keuangan

Rasio keuangan atau financial ratio ini sangat penting gunanya untuk melakukan analisa
terhadap kondisi keuangan perusahaan. Bagi investor jangka pendek dan menengah pada
umumnya lebih banyak tertarik kepada kondisi keuangan jangka pendek dan kemampuan
perusahaan untuk membayar dividen yang memadai. Informasi tersebut dapat diketahui dengan
cara yang lebih sederhana yaitu dengan menghitung rasio-rasio keuangan yang sesuai dengan
keinginan. Analisis rasio keuangan sendiri dimulai dengan laporan keuangan dasar yaiutu dari
neraca, perhitungan rugi laba, dan laporan arus kas. Perhitungan rasio keuangan akan lebih jelas
jika dihubungkan antara lain dengan menggunkan polo historis perusahaan tersebut, yang dilihat
perhitungan pada sejumlah tahun guna menentukan apakah perusahaan membaik atau
memburuk, atau melakukan perbandingan dengan perusahaan lain dalam industry yang sama.

Menurut Warsidi dan Bambang analisis rasio keuangan merupakan instrument analisis
prestasi perusahaan yang menjelaskan berbagai hubungan dan indicator keuangan, yang
ditujukan untuk menunjukan perubahan dalam kondisi keuangan atau prestasi operasi dimasa
lalu dan membantu menggambarkan tren pola perubahan tersebut, untuk kemudian menunjukan
risiko dan peluang yang melekat pada perusahaan yang bersangkutan.

Rasio keuangan ada banyak jumlahnya dan setiap rasio itu mempunyai
kegunaannya masing-masing. Bagi investor ia akan melihat rasio dengan penggunaan yang
paling sesuai dengan analisis yang ia lakukan. Jika rasio tersebut tidak mempresentasikan tujuan
dari analisis yang akan ia lakukan maka rasio tersebut tidak akan dipergunakan, karena dalam
konsep keuangan dikenal dengan namanya fleksibelitas, artinya rumus atau berbagai bentuk
formula yang dipergunakan haruslah disesuaikan dengan kasus yang diteliti. Karena kita tidak
bisa menggeneralisasikan seluruh rumus yang ada pada semua kasus yang diteliti. Atau dalam
istilah pakar keuangan pasar adalah laboratorium yang paling bagus untuk menguji segala
kemampuan dan analisa yang dimiliki, maka segala kepemilikan formula dan berbagai pemikiran
yang kita miliki akan terbukti pada saat kita menguji pasar, seperti profit atau rugikah yang akan
terjadi nantinya.

c. Manfaat Analisa Rasio Keuangan

Adapun manfaat yang bisa diambil dengan dipergunakannya rasio keuangan, yaitu:

1. Analisa keuangan sangat bermanfaat bagi manajemen untuk perencanaan dan


pengevaluasian prestasi atau kinerja perusahaan bila dibandingkan dengan rata-rata
industry.
2. Analisa keuangan juga bermanfaat bagi para kreditor dapat digunakan untuk
memperkirakan potensi risiko yang akan dihadapi dikaitkan dengan adanya jaminan
kelangsungan pembayaran bunga dan pengambilan pokok pinjaman.

d. Keunggulan Analisa Rasio Keuangan

Menurut Sofyan Safri Harahap, analisa rasio mempunyai keunggulan sebagai berikut:

1. Rasio merupakan angka-angka atau ikhtisar statistik yang lebih mudah dibaca dan
ditafsirkan
2. Merupakan pengganti yang lebih sederhana dari informasi yang disajikan laporan
keuangan yang sangat rinci dan rumit
3. Mengetahui posisi perusahaan ditengah industry lain.
4. Sangat bermanfaat untuk bahan dalam mengisi model-model pengambilan keputusan dan
modal prediksi
5. Menstandarisir size perusahaan
6. Lebih mudah membandingkan perusahaan dengan perusahaan lain atau melihat
perkembangan perusahaan secara periodic atau time series
7. Lebih mudah melihat tren perusahaan serta melakukan prediksi di masa mendatang.
e. Kelemahan Analisa Rasio Keuangan

Ada beberapa kelemahan dengan dipergunakannya analisa secara rasio keuangan yaitu:

1. Penggunaan rasio keuangan akan memberikan pengukuran yang relative terhadap kondisi
suatu perusahaan. Pada kenyataannya, analisis rasio keuangan hanyalah satu titik awal
dalam analisis keuangan perusahaan
2. Analisis rasio keuangan hanya dapat dijadikan sebagai peringatan awal dan bukan
kesimpulan akhir.
3. Setiap data yang diperoleh dan dipergunakan dalam menganalisis bersumber dari laporan
keuangan perusahaan. Maka sangat memungkinkan data yang diperoleh tersebut adalah
data yang angka-angka yang tidak memiliki tingkat keakuratan yang tinggi, dengan
alasan mungkin saja data-data tersebut diubah dan disesuaikan berdasarkan kebutuhan.
4. Pengukuran rasio keuangan banyak yang bersifat artifisial. Artifisial di sini artinya
perhitungan rasio keuangan tersebut dilakukan oleh manusia, dan setiap pihak memilki
pandangan yang berbeda-beda dalam menempatkan ukuran dan terutama justifikasi
dipergunakannya rasio-rasio tersebut. Di mana kadang kala justifikasi penggunaan rasio
tersebut sering tidak mampu secara maksimal menjawab kasus-kasus yang dianalisis.

f. Solusi dalam Mengatasi Kelemahan Rasio Keuangan

Bagi seorang manajer keuangan diperlukan pemahaman yang mendalam serta sifat
kehati-hatian dalam proses pengambilan keputusannya. Bila analisis yang dilakukan adalah
memberikan suatu gambaran di mana pola perusahaan yang menyimpang dari norma industry,
maka hal ini merupakan gejala adanya masalah dan perlu adanya analisis dan penelitian lebih
lanjut.secara sederhana ini seperti jika suatu rasio perputaran persediaan yang tinggi bisa
menunjukan adanya kekurangan persediaan yang serius dan besar kemungkinan terjadi
kehabisan persediaan.

g. Rumus Rasio Likuiditas dan Solvabilitas

Rasio likuiditas ada dua yaitu current ratio dan quick ratio

Rumus Current Ratio adalah :

Current Assets
Current Liabilities

Keterangan :

 Current Assets = Aset Lancar


 Current Liabilities = Utang Lancar
Rumus Quick Ratio adalah :

Current Assets – Inventories


Current Liabilities

Keterangan :

 Inventories = Persediaan

Beri Nilai