Anda di halaman 1dari 53

PERAN PUSKESMAS DALAM SURVEILANC

COVID 19 (Corona Virus Diseases -2019 )


DAN KOLABORASI DENGAN FKTP LAIN

KEPALA
DINAS KESEHATAN PROVINSI JAWA TENGAH

Kelas Puskesmas, Kamis 2 April 2020

1
OUTLINE

• PENDAHULUAN
I

• PENGUATAN DAN UPAYA PUSKESMAS MENEKAN


II PENYEBARAN PENULARAN VIRUS COVID-19

• PENUTUP
III
•PENDAHULUAN
I
Tantangan dan masalah Puskesmas
di Jawa Tengah

1. Menyangkut kepentingan masyarakat yang merupakan tradisi dan


kewajiban “HARUS MULIH NDISIK/ PULANG RUMAH (MUDIK)
bersilaturrahmi
2. Jumlah pekerja migran Indonesia menuju Kabupaten/Kota di Jawa
Tengah melaksanakan mudik dimasukan sebagai Orang Dalam
Pemantauan (ODP) di karenakan kehabisan biaya di Jakarta akibat
Social Distancing Nasional
3. Berdampak resiko penyebaran penularan virus COVID-19 yang
dibawa dari tempat asal
Upaya Puskesmas menekan penyebaran
penularan virus COVID-19

1. Keputusan Presiden.RI Nomor 11 Tahun 2020 tentang


Penetapan Kedaruratan Kesehatan Masyarakat Corona Virus
Disease 2019 (Covid-19)
2. Peraturan Pemerintah.RI Nomor 21 Tahun 2020 tentang
Pembatasan Sosial Berskala Besar Dalam Rangka Percepatan
Penanganan Covid-19
3. SE BNPB Nomor 13 A Tahun 2020. Antisipasi masa tanggap
darurat Covid 19 diperpanjang, Status Keadaan Tertentu
Darurat Bencana Wabah Penyakit Akibat Virus Corana di
Indonesia, yaitu memperpanjang status darurat Covid 19 dari
tanggal 29 Februari 2020 sampai dengan 29 Mei 2020
Upaya Bidang Kesehatan menekan penyebaran
penularan virus COVID-19………….

4. SE Kemenkes.RI Nomor : HK.02.02/ll/1029/2020 tentang


Pemantauan Pekerja Migran (PMI) secara door to door

5. Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Covid 19 revisi 4


Tahun 2020 : salah satu peran Puskesmas adalah dalam
rangka upa Pencegahan dan Pengendalian preventif
promotif dan pemberdayaan masyarakat. (preventif,
deteksi dan respon)
ARAH KEBIJAKAN RPJMN BIDANG KESEHATAN
2020-2024
Meningkatkan akses dan mutu pelayanan kesehatan menuju cakupan kesehatan semesta dengan
penekanan pada penguatan pelayanan kesehatan dasar (Primary Health Care) dan peningkatan
upaya promotif dan preventif didukung oleh inovasi dan pemanfaatan teknologi

STRATEGI RPJMN 2020-2024

Peningkatan kesehatan Percepatan Peningkatan Penguatan Gerakan Peningkatan pelayanan


ibu, anak KB, dan perbaikan gizi pengendalian Masyarakat Hidup kesehatan dan
kesehatan reproduksi masyarakat penyakit Sehat (Germas) pengawasan obat dan
makanan
Sasaran Strategi Sasaran Strategi Sasaran Strategi Sasaran Strategi Sasaran Strategi
PERAN PELAYANAN KESEHATAN

(HL. Blum)

Memberikan Pelayanan
Kesehatan

Meningkatkan kemampuan Melaksanakan rujukan


petugas

Menata dan menjaga sarana dan Meningkatkan mutu


• Memasyarakatkan prasarana pelayanan
BUDAYA HIDUP SEHAT
• Melibatkan peran Salah satu tolak ukurnya Integrasi dalam memberikan
LINTAS SEKTOR melalui Perubahan IKS pelayanan kesehatan 8
LATAR BELAKANG
PP 18/2016 tentang
Perangkat Daerah
Harmonisasi
dengan
regulasi baru PP 2/2018 tentang
terkait Standar Pelayanan
Permenkes Minimal (SPM)
Permenkes
75/2014
Inpres 2/2017 tentang 43/2019
Germas
Penyesuaian dengan kebijakan
pemerintah untuk:
• memperkuat fungsi dalam
menyelenggarakan UKM dan UKP, Permenkes 39/2016
terutama dalam hal promotif preventif tentang Pedoman
• Memperkuat peran Puskesmas Penyelenggaraan PIS-PK
sebagai penanggung jawab wilayah
PUSAT KESEHATAN MASYARAKAT
Permenkes no.43/2019

Upaya Kesehatan Masyarakat


Upaya Kesehatan Perseorangan

Promotif, Preventif
Kuratif, Rehabilitif
Tingkat Primer

Melaksanakan kebijakan kesehatan untuk


mencapai tujuan pembangunan kesehatan
di wilayah kerjanya

10.134 Puskesmas
Data Pusdatin per 31 Des 2019
PENGUATAN UPAYA KESEHATAN MASYARAKAT DAN
UPAYA PROMOTIF-PREVENTIF
KETENAGAAN KEWENANGAN DALAM UKM
• Tenaga promosi kesehatan dan ilmu
• Pembinaan teknis
perilaku
• Perencanaan kebutuhan dan
• Tenaga sanitasi lingkungan
kompetensi SDM
• Nutrisionis
• Pemantauan pembangunan kesehatan
• Pelayanan Kesehatan berorientasi
PRINSIP PENYELENGGARAAN pada keluarga, kelompok dan
masyarakat
• Paradigma sehat
• Rekomendasi terkait masalah
 Pencegahan dan pengurangan risiko
kesehatan masyarakat kepada dinkes
kesehatan melalui GERMAS
kab/kota,
• Pelaksanaan sistem kewaspadaan dini
PENDANAAN dan respon penanggulangan penyakit
• Kolaborasi dengan jejaring
mengutamakan penyelenggaraan UKM
PUSKESMAS RAWAT INAP
• Adalah Puskesmas yang menyediakan tempat tidur
• Puskesmas kawasan perdesaan, terpencil, sangat terpencil
• Menyediakan tempat tidur untuk pelayanan persalinan normal, perawatan,
penanganan awal pasien sebelum dirujuk ke fasyankes sesuai kebutuhan pelayanan
• Puskesmas kawasan perkotaan
• Puskesmas rawat inap sebelum diundangkan Permenkes 43/2019 masih dapat
memberikan pelayanan persalinan normal, perawatan, penanganan awal pasien
sebelum dirujuk ke fasyankes sesuai kebutuhan pelayanan dan sesuai masa transisi
• Pelayanan
• Maksimal 5 hari perawatan, waktu pelayanan 24 jam x 7 hari
• Jumlah bed paling banyak 10 (anak-anak, dewasa pria dan dewasa wanita)
PENGUATAN PUSKESMAS SEBAGAI
PENANGGUNG JAWAB WILAYAH
Jejaring Puskesmas PENDEKATAN
WILAYAH
PUSKESMAS
Rumah Sakit
Lab
Apotek
Lintas sektor lainnya Dinkes
Puskesmas Kab/Kota
FKTP
praktik praktik Jaringan Puskesmas
mandiri bidan mandiri dr/drg Klinik

Pustu Praktik
Pustu
UKBM Bidan Desa
POS UKK POSKESDES

Pembinaan Rujukan UKM


POSKESTREN POSYANDU POSBINDU
Koordinasi Rujukan UKP
PENGUATAN PUSKESMAS DALAM PENCAPAIAN
SPM MELALUI PENDEKATAN KELUARGA

KECAMATAN
Sumber Daya Sarana, Prasarana, Alat, Tenaga, Teknologi Informasi, Uang
(SPATTU)
SEHAT

UPAYA KESEHATAN
UKM UKM
UKP
ESENSIAL PENGEMBANGAN
•MANAJEMEN PUSKESMAS PUSKESMAS
• PERKESMAS
• KUNJUNGAN KELUARGA
• PELAYANAN KEFARMASIAN
• PELAYANAN LABORATORIUM
Integrasi Dukungan Lintas Kemandirian KAB./KOTA
Program Sektor Masyarakat SEHAT
• PENGUATAN DAN UPAYA PUSKESMAS MENEKAN
I PENYEBARAN PENULARAN VIRUS COVID-19
TRANSFORMASI UKM PUSKESMAS  PROMOTIF-PREVENTIF

 Man : SDM 
Beberapa kreatifitas &
Transformasi UKP ke
Inovasi Komunitas (Mis. Perawat
ke Perawat Komunitas),
PERKESMAS Perkuat tenaga Promkes +
Motivator.
 Money : Alokasikan
Anggaran yang lebih
PRO PRE PUSKES banyak untuk UKM, kurngi

MOTIF VENTIF MAS


beban untuk UKP.
 Material : Perkuat Sarpras
untuk UKM, khususnya
sarpras Promkes &
Entry Point – Faktor Kunci  Agent of Pemberdayaan Masy.
 Method : Gunakan
Change pendekatan tenologi terkini,
Kelurga PIS-PK PERKESMAS transformasikan tekonologi
Anak Sekolah UKS Maksimalkan Peran lama dng baru
Sekolah
Kelompok REMAJ Pendekatan Perilaku &
Millenial A Kebiasaan
TRANSFORMASI UKM PUSKESMAS 
PROMOTIF-PREVENTIF MELALUI KEPERAWATAN KESEHATAN
MASYARAKAT (PERKESMAS) DALAM KONDISI KLB
Kontak by Telpon dilakukan petugas Puskesmas kepada keluarga
Kontak by Telpon dilakukan petugas kepada Kader untuk memantau kondisi keluarga
Kontak by hotline dengan Lintas Sektor/LS, terkait :
1. Sistem Rujukan
2. Kebutuhan logistic --- LS kontak Gugus Tugas (yang isinya lintas OPD yg
memiliki SPM) Tk.Kabupaten/Kota (SEBAGAI PENGENDALI ADALAH BPBD),
untuk tingkat Desa GUGUS TUGAS (yang isinya perangkat Desa,Bidan Desa,
anggota BPD, Ketua RT-RW, Toma,Toga, Ormas/Karantaruna, dg bermitra
Babinkamtibnas, Babinsa dan pendamping yg bertugas di Desa

Keterangan : Dalam kondisi biasa, Puskesmas melaksanakan program seperti biasa


17
KETENAGAAN

Jenis Kompetensi
• Dokter dan/atau dokter • Sesuai SPO, etika dan
layanan primer standar profesi
• Dokter gigi KETENAGAAN • Menghormati hak pasien,
• Tenaga kesehatan mengutamakan kepentingan
• Perawat dan keselamatan pasien
• Bidan Tenaga promosi
kesehatan dan ilmu perilaku dengan memperhatikan
• Tenaga sanitasi lingkungan keselamatan dan kesehatan
• Nutrisionis Kebutuhan Ideal dirinya
• Tenaga apoteker dan/atau
teknis kefarmasian
• Memiliki SIP sesuai ketentuan
• Ahli teknologi lab medik • Melalui Analisis Beban Kerja • Memiliki kewenangan yang
• Tenaga Non Kesehatan dan Peta Jabatan diperoleh melalui kredensial
ORGANISASI PUSKESMAS
• Puskesmas merupakan unit organisasi yg bersifat FUNGSIONAL dan unit layanan yg bekerja
PROFESIONAL.
• Puskesmas berkedudukan sebagai unit pelaksana teknis yang berada di bawah dan bertanggung
jawab kepada kadinkes kabupaten/kota sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

• Diangkat dan diberhentikan oleh bupati/WK


Kepala • Persyaratan: ASN; Pendidikan minimal S-1 atau D-4;
Pendidikan min. D-3,
Puskesmas pernah menduduki jabfung nakes jenjang ahli pertama
Memahami adminsitrasi minimal 2 tahun; memiliki kemampuan manajemen di
keuangan dan sistem bidang kesehatan masyarakat; masa kerja di Puskesmas
Kepala Tata minimal 2 tahun; telah mengikuti Manajemen Puskesmas
informasi kesehatan
Usaha • Diberikan tunjangan dan fasilitas sesuai ketentuan

Meliputi UKM, UKP, Perkesmas,


Penanggung Penanggung Penanggung kefarmasian, laboratorium, jaringan
Jawab Jawab Jawab dan jejaring Puskesmas, bangunan,
prasarana dan peralatan, mutu
PEMBINAAN DAN PENGAWASAN
DINKES KAB/KOTA DINKES PROVINSI KEMENTERIAN KESEHATAN
• Menjamin kesinambungan • Pembinaan dan pengawasan • Penyusunan dan penetapan standar
ketersediaan sumber daya pelaksanaan standa dan pedoman dan pedoman terkait Puskesmas
• Memastikan kesinambungan terkait Puskesmas • Koordinasi lintas sektor tingkat pusat
ketersediaan dana operasional dan • Koordinasi lintas sektor tingkat • Sosialisasi dan advokasi
pemeliharaan SPA provinsi • Peningkatan kompetensi tenaga di
• Peningkatan kompetensi tenaga • Sosialisasi dan advokasi dinkes provinsi
• Kredensial dan rekredensial nakes • Peningkatan kompetensi tenaga di • Memberikan dukungan bagi dinkes
• Monitoring dan evaluasi kinerja dinkes kab/kota provinsi/kab/kota dalam
Puskesmas • Memberikan bantuan teknis atas penyelenggaraan dan pelaksanaan
• Bimtek terintegrasi ketidakmampuan yang dihadapi fungsi Puskesmas
• Memberikan solusi masalah dinkes kab/kota dalam mendukung
penyelenggaraan dan pelaksanaan
• Mendukung pengembangan upaya
fungsi Puskesmas
kesehatan
• Menyampaikan laporan kegiatan,
• Regulasi peningkatan akses dan
data dan masalah kesehatan
mutu pelayanan
prioritas kepada pemerintah pusat
• Fasilitasi integrasi lintas program
• Menyampaikan laporan kegiatan,
data dan masalah kesehatan
prioritas kepada dinkes provinsi.
• PENGUATAN DAN UPAYA PUSKESMAS MENEKAN
I PENYEBARAN PENULARAN VIRUS COVID-19
MEDIA CETAK COVID-19

DICETAK SEBANYAK 1000 BUAH DAN DIBAGI KE SELURUH


UPT SERTA OPD KAB/KOTA
PENAYANAGAN ILM COVID 19 VIDEOTRON

DI JALAN
Videotron PAHLAWAN
Jl. Pahlawan 125 x/hari VideotronDITugu
TUGU MUDA
Muda 125 x/hari
selama 2 bulan selama 2 bulan
MEDIA SOSIAL
PEMBUATAN IKLAN LAYANAN MASYARAKAT (VIDEO)
SOSIALISASI DI KAB/KOTA
(sudah terbentuk GUGUS TUGAS di masing-masing Desa)
Penyuluhan di pasar
Penyuluhan di ponpes Desinfeksi
tradisional

Desinfeksi Membagikan Hand Sarling


Sanitizer
PROTOKOL PENCEGAHAN COVID-19
DI DINKES PROV JATENG

PENGUKURAN SUHU TUBUH KARYAWAN PENGGUNAAN ANTISEPTIK SEBELUM


MEMASUKI LINGKUNGAN KERJA
MASALAH SDM KESEHATAN DI PUSKESMAS
PROVINSI JAWA TENGAH
JUMLAH SDM KESEHATAN DI PUSKESMAS
Jumlah Puskesmas yang Memenuhi 9 Nakes Strategis
Berdasarkan Standar Ketenagaan Minimal
Di Provinsi Jawa Tengah Tahun 2019
JUMLAH DOKTER UMUM DI PUSKESMAS
PROVINSI JAWA TENGAH
JUMLAH DOKTER GIGI DI PUSKESMAS
PROVINSI JAWA TENGAH
JUMLAH PERAWAT DI PUSKESMAS PROVINSI
JAWA TENGAH
JUMLAH BIDAN DI PUSKESMAS PROVINSI JAWA
TENGAH
JUMLAH TENAGA FARMASI DI PUSKESMAS
PROVINSI JAWA TENGAH
JUMLAH TENAGA KESMAS DI PUSKESMAS
PROVINSI JAWA TENGAH
JUMLAH TENAGA KESLING DI PUSKESMAS
PROVINSI JAWA TENGAH
JUMLAH TENAGA GIZI DI PUSKESMAS PROVINSI
JAWA TENGAH
JUMLAH TENAGA ATLM DI PUSKESMAS
PROVINSI JAWA TENGAH
PERAN ORGANISASI PROFESI KESEHATAN

• IAKMI , PERSAKMI  MENGEMBANGKAN


SISTEM SURVEILLANCE DAN PENDAMPINGAN
ODP
• IPK  MEMBUKA KONSULTASI PSIKOLOGI BAGI
MASYARAKAT DAMPAK COVID 19
PERAN PUSKESMAS
PADA KEGIATAN SURVEILANS DAN RESPON

1. PREVENT
1. Sosialisasi tentangcovid-19
2. Sosialisasi phbs khususnya CPTS
3. Penggunaan hand sanitaser
4. Sosialisasi germas Gizi seimbang
5. Sosial distancing (Jaga jarak)
6. Sosialisasi Etika Batuk
7. Pemakaian masker
8. Pemantauan isolasi mandiri pada ODP
9. Prinsip Pencegahan Infeksi dan Strategi Pengendalian
Berkaitan dengan Pelayanan Kesehatan
a. Pengendalian administratif (penyediaan
infrastruktur di Pusk, SOP, surveilans ISPA,dll)
b. Pengendalian Lingkungan (ventilasi lingkungan)
c. Alat Pelindung Diri (Rasional dan konsisten
menggunakan APD )
10. Kewaspadaan Pencegahan dan Pengendalian Infeksi
11. Perawatan di Rumah (Isolasi Diri) Orang dalam
Pemantauan
12. Pemulasaran Jenazah
2. DETEKSI
1. Meningkatkan surveilans Influenza Like Illness (ILI)
dan pneumonia
2. Melakukan surveilans aktif/pemantauan terhadap
pelaku perjalanan dari wilayah/negara terjangkit
selama 14 hari sejak kedatangan ke wilayah
berdasarkan informasi dari Dinkes setempat
3. Mengidentifikasi kasus, faktor risiko, kontak erat
yang berasal dari masyarakat maupun petugas
kesehatan
3. RESPON
1. Melakukan pemantauan terhadap kasus dan kontak erat minimal
satu kali masa inkubasi terpanjang. Pencatatan pemantauan kontak
menggunakan form (lampiran 2 dan 3)
2. Penyelidikan epidemiologi (kontak tresing): verifikasi , investigasi
dan notifikasi
3. Melaporkan KLBW-1
4. Rapid test pada ODP/Kontak erat
4. Melakukan tatalaksana sesuai dengan kondisi pasien dan merujuk
ke RS rujukan sesuai dengan SOP (Standar Prosedur Operasional)
dengan memperhatikan prinsip-prinsip PPI
5. Surveilans ketat probabel dan konfirmasi
6. Melaporkan kasus dalam waktu 1x24 jam ke Dinkes Kab/Kota
7. Melakukan komunikasi risiko terhadap masyarakat
8. Meningkatkan jejaring kerja dengan pemangku kewenangan, lintas
sektor dan tokoh masyarakat setempat
9. Pemantauan pasien dalam pelaksanaan isolasi diri di rumah
berkoordinasi dengan Dinkes setempat
10. Melaporkan dalam waktu ≤ 24 jam ke Dinkes Kab/Kota setempat.
ALUR DETEKSI
DINI DAN
RESPON DI
PINTU MASUK
DAN WILAYAH

PUSK
•PENUTUP
III
UPAYA DAN PENGUATAN PERAN OLEH DINAS KESEHATAN
PROVINSI JAWA TENGAH :
1. Dalam rangka memfasilitasi pekerja migran yang masuk di Jawa Tengah,
sedang disusun kebijakan dalam bentuk Protokol yang mengatur tentang
para pekerja migran yang masuk ke Jawa Tengah dikategorikan sebagai
Orang Dalam Pengawasan (ODP).
2. Melalui Gugus Tugas Provinsi, untuk lebih mengaktifkan Gugus Tugas
Kabupaten/Kota melalui Tusi masing-masing Organisasi Perangkat Daerah
(OPD)
3. Bentuk kegiatan adalah pemantauan kondisi kesehatan pada terminal,
stasiun KA, bandara , pelabuhan, Desa dll dalam konsep promotif,
preventif dan social distancing dengan mengedepankan promotif dan
preventif yang dilaksanakan Lintas Sektor.

48
UPAYA DAN PENGUATAN PERAN OLEH DINAS KESEHATAN
PROVINSI JAWA TENGAH :…………..

4. Protokol rujukan :
dalam upaya meminimalkan kontak berisiko atau kontak penularan maka
perlu ditetapkan :
a. Rujukan mandiri oleh masyarakat bila mengalami pemburukan kondisi
dan komunikasi dengan baik s.d tingkat Desa & Puskesmas ke Faskes
rujukan sebagai PDP.
b. Rujukan Darurat lewat 119 sesuai standar yang di mobilisasi oleh
Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota /Faskes Rujukan atau Puskesmas atas
komunikasi masyarakat dan perangkat Desa/Kelurahan yaitu
menjemput pasien PDP ke Fasyankes rujukan

49
UPAYA DAN PENGUATAN PERAN OLEH DINAS KESEHATAN
KABUPATEN/ KOTA :

1. Melaksanakan kegiatan melalui pembinaan dan koordinasi


dalam memobilisasi sumber daya yang ada. Termasuk upaya
dan kegiatan yang di laksanakan oleh Puskesmas/FKTP.

2. Menjamin ketersediaan Alat Pelindung Diri (APD) bagi petugas


kesehatan Puskesmas dalam melaksanakan tugas penanganan
Covid 19

50
UPAYA DAN PENGUATAN PERAN OLEH PUSKESMAS
(FKTP) :
1. Berkoordinasi dengan Lintas Sektor untuk mengidentifikasi para
pekerja/masyarakat yang kembali ke daerah (Kecamatan dan Desa s.d
tingkat RT - RW)
2. Melaksanakan pemantauan tanda dan gejala Covid 19 secara sosialisasi
pemantauan yaitu termasuk :
Observasi mandiri di rumah
Menghindari kontak dengan anggota keluarga lainnya
Tidak melakukan aktivitas diluar rumah selama 14 hari sejak
kedatangan
3. Melaksanakan kegiatan pemantauan berkolaborasi dengan lintas sector di
Kecamatan dan Desa serta memperkuat peran serta / memberdayakan
masyarakat yaitu dengan prinsip Pencegahan dan Pengendalian Infeksi /PPI
secara tepat 51
TRANSFORMASI UKM PUSKESMAS 
PROMOTIF-PREVENTIF MELALUI KEPERAWATAN KESEHATAN
MASYARAKAT (PERKESMAS) DALAM KONDISI KLB

Kontak by Telpon dilakukan petugas Puskesmas kepada keluarga


Kontak by Telpon dilakukan petugas kepada Kader untuk memantau kondisi keluarga
Kontak by hotline dengan Lintas Sektor/LS, terkait :
1. Sistem Rujukan
2. Kebutuhan logistic --- lewat Gugus Tugas
3. Sudah terbentuk GUGUS TUGAS (yang isinya lintas OPD yg memiliki SPM)
GUGUS TUGAS (yang isinya perangkat Desa,Bidan Desa, anggota BPD, Ketua
RT-RW, Toma,Toga, Ormas/Karang taruna, dg bermitra Babinkamtibnas,
Babinsa dan ptk.Kabupaten/Kota (SEBAGAI PENGENDALI ADALAH BPBD),
untuk tingkat Desa pendamping yg bertugas di Desa
Keterangan : Dalam kondisi biasa, Puskesmas melaksanakan program seperti biasa
52
TERIMAKASIH

TERIMA KASIH