Anda di halaman 1dari 64

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Angka kematian ibu (AKI) merupakan salah satu indikator untuk
melihat derajat kesehatan perempuan. Angka kematian ibu juga merupakan
salah satu target yang telah ditentukan dalam tujuan pembangunan
mellenium pada tujuan ke-5 yaitu meningkatkan kesehatan ibu dimana
target yang akan dicapai sampai tahun 2015 adalah mengurangi sampai ¾
resiko jumlah kematian ibu. Dari hasil survei yang dilakukan AKI telah
menunjukkan penurunan dari waktu ke waktu, namun demikian upaya untuk
mewujudkan target tujuan pembangunan millenium masih membutuhkan
komitmen dan usaha keras yang terus menerus.(WHO, 2008).
Data angka kematian ibu di Indonesia dari tahun ke-tahun selalu
terdapat kasus kematian ibu baik disebabkan oleh kehamilan ataupun
persalinan. Hasil Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) 2012
bahwa Angka Kematian Ibu di Indonesia mencapai 359 per 100.000
kelahiran hidup. Meningkat, dibandingkan hasil SDKI 2007 sebesar 228 per
100.000 kelahiran hidup.
Di Provinsi NTB pada tahun 2015 angka kematian ibu (AKI)
sebanyak 95 kasus dan AKI terjadi di semua Kabupaten. AKI terbanyak di
Kabupaten Lombok Timur yaitu 28 kasus dan terendah di Kabupaten
Sumbawa Barat yaitu 1 kasus sedangkan untuk kota mataram terdapat 10
kasus (Profil Dikes NTB, 2015). Sasaran strategis 2009-2013 pemerintah
NTB adalah angka kematian ibu melahirkan dari 320/100.000 menjadi
260/100.000, menurunkan angka kematian bayi dari 72/10.000 menjadi
42/10.000, meningkatkan usia harapan hidup dari 61,2 tahun menjadi 66,18
tahun, menurunkan prevalensi gizi buruk dari 3,4 menjadi 2,5.( SDKI,
2012).

1
Berdasarkan laporan surveilans, untuk kematian ibu tahun 2012
sebanyak 8 orang, tahun 2013 sebanyak 10 ibu mati dan tahun 2014 ini
menurun menjadi 7 ibu.

Menurut laporan maternal dinas kesehatan kabupaten Lombok barat


kasus kematian ibu 3 tahun terakhir mengalammi penurunan. Pada tahun
2014 tercatat jumlah kematian ibu sebanyak 7 orang, dan tahun tahun 2015
menurun menjadi 5 kasus terakhir tahun 2016 julah kasus tetap 5 kasus
factor penyebab kematian adalah kasus perdarahan pre eklansia. Dan banyak
karena perdarahan (HPP)
Menurut Mentri Kesehatan tahun 2016, jumlah AKI sebesar 305 per
100.000 kelahiran hidup, sedangkan AKB 22 per 1.000 kelahiran hidup.
Dari 5.600.000 wanita hamil di Indonesia, sejumlah 27% akan mengalami
komplikasi atau masalah yang berakibat fatal.
Penyebab kematian ibu di Indonesia yang utama adalah perdarahan
(28%), Eklamsia (13%), komplikasi Aborsi (11%), Sepsis ( 10%), dan
Partus Lama (9%). Penyebab itu sebenarnya dapat di cegah dengan
pemeriksaan kehamilan yang memadai dan deteksi dini. Dengan
melaksanakan antenatal care secara teratur pada ibu hamil di harapkan
mampu mengenali secara dini adanya ketidak normalan atau komplikasi
yang mungkin terjadi selama hamil, termasuk riwayat penyakit secara
umum, kebidanan dan pembedahan (Saifuddin, 2012)
Untuk mewujudkan strategi kebijakan pemerintah diatas dibutuhkan
pelayanan ANC yang berkualitas guna mencegah komplikasi dan menjamin
bahwa komplikasi dalam persalinan dapat terdeteksi secara dini serta
ditangani secara benar yaitu pemeriksaan dilakukan 1x pada TM I, 1x pada
TM II dan 2x pada TM III.(Depkes RI)
Dalam pelaksanaan antenatal care, menurut Departemen Kesehatan
ada 10 standar pelayanan Ante Natal Care yang harus di lakukan oleh bidan
atau tenaga kesehatan yang di kenal dengan 10 T, yaitu: timbang berat
badan dan ukur tinggi badan,pemeriksaan tekanan darah,nilai status

2
gizi(ukur lingkar lengan atas). Pemeriksaan tinggi fundus uteri(puncak
rahim), tentukan presentasi janin dan denyut jantung janin (DJJ), Skrining
status imunisasi Tetanus dan berikan imunisasi tetanus toksoid(TT) bila
diperlukan, Pemberian tablet Zat besi minimal 90 tablet selama kehamilan ,
Test laboratorium ( rutin dan khusus), tatalaksana kasus, temu wicara
( bimbingan konseling).
Berdasarkan latar belakang di atas maka penulis mengambil judul
laporan “Asuhan Kebidanan Pada Ny “M” Dengan Kehamilan Normal TM
III Di Puskesmas Gerung Pada Tanggal 21 Mei 2019”

1.2 Tujuan
1.2.1 Tujuan Umum
Agar mahasiswa mampu melakukan asuhan kebidanan pada ibu
kehamilan normal TM III dengan menggunakan 7 langkah varney.
1.2.2 Tujuan Knhusus
a. Mahasiswa mampu melakukan pengkajian data dasar Asuhan Kebidanan
Pada Ny. “M dengan kehamilan normal TM III di Puskesmas Gerung.
b. Mahasiswa mampu melakukan interprestasi data Pada Ny. “M” dengan
kehamilan normal TM III di Puskesmas Gerung.
c. Mahasiswa mampu melakukan identifikasi diagnosa/masalah potensial
Asuhan Kebidanan Pada Ny. “M” dengan kehamilan normal TM III di
Puskesmas Gerung.
d. Mahasiswa mampu melakukan tindakan segera/kolaborasi Asuhan
Kebidanan Pada Ny. “M” dengan kehamilan normal TM III di
Puskesmas Gerung.
e. Mahasiswa mampu melakukan perencanakan tindakan Asuhan
Kebidanan Pada Ny. “M” dengan kehamilan normal TM III di
Puskesmas Gerung.
f. Mahasiswa mampu melakukan tindakan Asuhan Kebidanan sesuai
rencana yang dibuat Pada Ny.“M” dengan kehamilan normal TM III di
Puskesmas Gerung.

3
g. Mahasiswa mampu mengevaluasi Asuhan Kebidanan Pada Ny. “M”
dengan kehamilan normal TM III di Puskesmas Gerung.
1.3 Manfaat
1.3.1 Bagi Pembimbing pendidikan
Pembimbing dapat menambah wacana dan informasi mengenai
asuhan kebidanan pada ibu hamil trimester IIIdengan kehamilan normal,
sebagai bahan kajian terhadap materi asuhan kebidanan kehamilan.

1.3.2 Bagi Lahan Praktek


Puskesmas Gerung berpartisipasi dalam mencetak bidan yang
professional sehingga dapat dijadikan sebagai acuan untuk meningkatkan
dan mempertahankan mutu pelayanan kebidanan secara komprehensif
sesuai standar pelayanan minimal sebagai sumber data untuk meningkatkan
penyuluhan pada ibu hamil, dan menjadikan acuan dalam praktek
selanjutnya.
1.3.3 Bagi Mahasiswa
a. Menambah keterampilan dan pengetahuan mahasiswa dalam
pelayananasuhan kebidan kehamilan normal, terutama dapat
meningkatkan pengetahuan yang di dapat selama perkuliahan serta dapat
mengaplikasikan pada penangan kehamilan normal.
b. Untuk menambah wawasan mahasiswa dalam melakukan praktek
kebidanan.
c. Agar bisa melakukan praktek terutama dalam mengaplikasikan
penangan kehamilan normal sebaik mungkin sesuai dengan prosedur
dan standar asuhan pelayanan kebidanan.
1.3.4 Bagi klien
Klien mendapatkan asuhan kebidanan komprehensif yang sesuai
dengan standar pelayanan kebidan dan sesuai kebutuhan klien, sehingga
klien apabila terdapat komplikas dapat terdeteksi sedini mungkin.

4
BAB II
TINJAUAN TEORI

2.1 Konsep Dasar Teori Kehamilan


2.1.1 Pengertian kehamilan
Kehamilan sebagai fertilasi atau penyatuan dari spermatozoa dan
ovum dan di lanjutkan dengan nidasi atau implantasi, di hitung saat fertilasi
sampai kelahiran bayi yang berlangsung dalam 40 waktu minggu atau 9
bulan menurut kalender internasioanal (FOGI dalam Prawihardjo, 2012).
Menueurut departemen kesehatan RI, 2007, Kehamilan normal
adalah masa kehamilan dimulai dari konsepsi sampai lahirnya
janin.Lamanya hamil normal adalah 280 hari (40 minggu atau 9 bulan 7 har)
di hitung dari hari pertama haid terakhir. Kehamilan di bagi dalam 3
triwulan yaitu triwulan pertama dimulai dari konsepsi sampai 3 bulan,
triwulan ke dua dimulai dari bulan ke 4 sampai 6 bulan, triwulan 3 dimulai
dari bulan ke 7 sampai 9 bulan, (Agustin, dkk, 2012)
Masa kehamilan dimulai dari konsepsi sampai lahir janin yang
lamanya 9 bulan 7 hari dan dibagi menjadi triwulan yaitu triwulan pertama
(dari konsepsi sampai minggu ke-12), triwulan kedua (dari minggu ke-13
sampai minggu ke-28), dan triwulan ketiga (dari minggu ke-28 sampai
minggu ke-40) (Nugraheny, 2010).
Klasifikasi dalam Kehamilan Menurut Prawirohardjo (2010),
kehamilan terbagi dalam tiga (3) trimester yaitu :
1) Trimester kesatu berlangsung dalam 12 minggu
2) Trimester kedua berlangsung dalam 15 minggu (minggu ke-13 hingga
ke-27)
3) Trimester ketiga berlangsung dalam 13 minggu (minggu ke-28 hingga
minggu ke 40)
Kehamilan dibagi menjadi 3 bagian yaitu :

5
a. Kehamilan Matur yaitu kehamilan yang dimulai dari umur kehamilan
37 – 40 minggu atau 280 hari dan tidak lebih dari 300 hari atau 40
minggu janin dalam keadaan hidup
b. Kehamilan post matur yaitu kehamilan yamg usia kehamilan lebih dari
300 hari atau 43 minggu.
c. Kehamilan premature yaitu kehamilan yang dimulai dari usia kehamilan
28 – 36 minggu.
2.1.2 Proses Kehamilan
Bertemunya sel sperma laki-laki dan sel ovum matang dari wanita
yang kemudian terjadi pembuahan, proses inilah yang mengawali suatu
kehamilan.Untuk terjadi suatu kehamilan harus ada sperma, ovum,
pembuahan ovum (konsepsi), implantasi (nidasi)yaitu perlekatan embrio
pada dinding rahim, hingga plasentasi / pembentukan plasenta. Dalam
proses pembuahan, dua unsur (Megasari, dkk, 2015)
Penting yang harus ada yaitu sel telur dan sel sperma. Sel telur
diproduksi oleh indung telur atau ovarium wanita, saat terjadi ovulasi
seorang wanita setiap bulannya akan melepaskan satu sel telur yang sudah
matang, yang kemudian ditangkap oleh rumbai –rumbai (microfilamen
fimbria) dibawa masuk kerahim melalui saluran telur (tuba fallopi), sel ini
dapat bertahan hidup dalamkurun waktu 12-48 jam setelah ovulasi. Berbeda
dengan wanita yang melepaskan satu sel telur setiap bulan, hormon pria
testis dapat terus bekerja untuk menghasilkan sperma. Saat melakukan
senggama (coitus), berjuta-juta sel sperma (spermatozoon) masukkedalam
rongga rahim melalui saluran telur untuk mencari sel telur yang akan di
buahi dan pada akhirnya hanya satu sel sperma terbaik yang bisa membuahi
sel telur (Megasari, dkk, 2015)
a. Sel Telur (ovum)
Sel telur atau ovum merupakan bagian terpenting di dalam indung
telur atau ovarium wanita.Setiap bulannya, 1-2 ovum dilepaskan oleh
indung telur melalui peristiwa yang disebut ovulasi.Ovum dapat dibuahi
apabila sudah melewati proses oogenesis yaitu proses pembentukan dan

6
perkembangan sel telur didalam ovarium dengan waktu hidup 24-48 jam
setelah ovulasi, sedangkan pada pria melalui proses spermatogenesis yaitu
keseluruhan proses dalam memproduksi sperma matang. Sel telur
mempunyai lapisan pelindung berupa sel-sel granulose dan zona pellusida
yang harus di tembus oleh sperma untuk dapat terjadi suatu kehamilan
(Megasari, dkk, 2015).
Ovarium berfungsi mengeluarkan sel telur/ ovum setiap bulan, dan
meghasilkan hormon estrogen dan progesterone.Ovarium terletak di dalam
daerah rongga perut (cavitas peritonealis) pada cekungan kecil di dinding
posterior ligamentum latum/ ligamen yang melekat pada kedua sisi uterus,
dengan ukuran 3cm x 2cm x 1cm dan beratnya 5-8 gram (Megasari, dkk,
2015).
Di dalam ovarium terjadi siklus perkembangan folikel, mulai dari
folikel yang belum matang /folikel primordial menjadi folikel yang sudah
masak/ matang (follicel de graff). Pada siklus haid, folikel yang sudah
matang akan pecah menjadi suatu korpus yang disebut corpus rubrum yang
mengeluarkan hormon esterogen, saat hormon LH (luteinizing hormone)
meningkat sebagai sebagai reaksi tubuh akibat naiknya kadar esterogen
yang disebut dengan corpus luteum / massa jaringan kuning di ovarium
yang akan menghambat kerja hormon FSH (follicel stimulating hormone)
dengan menghasilkan hormon progesteron dan berdegenerasi, jika tidak
terjadi perubahan korpus ini akan merubah menjadi corpus albican/badan
putih dan siklus baru pun akan dimulai (Megasari, dkk, 2015)
b. Sel Sperma (spermatozoa)
Sperma mempunyai bentuk/ susunan yang sempurna yaitu kepala
berbenruk lonjong agak gopeng berisi inti (nucleus), diliputi oleh akrosom
dan membran plasma.Leher sperma menghubungkan kepala dan bagian
tengah sperma.Ekor sperma mempunyai panjang kurang lebih 10 kali
bagian kepala dan dapat bergetar sehingga sperma dapat bergerak dengan
cepat. Sama halnya ovum yang melalui proses pematangan, sperma juga
melalui proses pematangan (spermatogenesis) yang berlangsung di tubulus

7
seminiferus testis. Meskipun begitu terdapat perbedaanya yang jelas yaitu
setelah melalui proses penggandaan/ replikasi DNA dan pembelahan sel
dengan jumlah kromosom yang sama (mitosis) serta proses pembelahan sel
dengan pengurangan materi ginetik pada sel anak yang dihasilkan (meiosis)
yaitu untuk satu oogonium diploid menghasilkan satu ovum haploid matur/
matang, sedangkan untuk satu spermatogonium diploid menghasilkan empat
spermatozoa haploid matur. Pada sperma jumlahnya akan berkurang tetapi
tidak habis seperti ovum dan tetap diproduksi meskipun pada lanjut asia.
Sperma juga memiliki enzim hyaluronidase yang akan melunakkan sel-sel
graulosa (sel pelindung ovum) saat berada dituba. Dalam 100 juta sperma
pada setiap mililiter air mani yang dihasilkan, rata-rata 3 cc tiap ejakulasi,
dengan kemampuan fertilisasi selama 2-4 hari, rata-rata 3 hari (Sunarti,
2013).
c. Pembuahan Ovum (Konsepsi)
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia konsepsi yaitu
percampuran inti sel jantan dan inti sel betina, definisi lain konsepsi/
fertilisasi yaitu pertemuan sel ovum dan sel sperma (spermatozoon) dan
membentuk zigot (Sunarti, 2013).
Konsepsi terjadi sebagai dampak beberapa peristiwa kompleks yang
mencakup proses pematangan akhir spermatozoa dan oosit, transpor gamet
didalam saluran genetalia wanita, selanjutnya peleburan gamet pria dan
wanita, pembentukkan jumlah kromosom diploid (Sunarti, dkk. 2013).
Sebelum terjadinya konsepsi dua proses penting juga terjadi, yang pertama
ovulasi (runtuhnya/ lepasnya ovum dari ovarium/ indung telur sebagai hasil
pengeluaran dari folikel dalam ovarium yang telah matang (matur). Ovum
yang sudah dilepaskan selanjutnya masuk kedalam uterus (tuba fallopi)
dibantu oleh rumbai-rumbai (microfilamen fimbria) yang menyapunya
hingga ke tuba. Ovum siap dibuahi setelah 12 jam dan hidup selama 48 jam.
Apabila dalam kurun waktu tersebut gagal bertemu sperma, maka ovum
akan mati dan hancur. Kedua inseminasi yaitu pemasukan sperma (ekspulsi
semen) dari uretra pria kedalam genetalia/ vagina wanita. Berjuta-juta

8
sperma masuk kedalam saluran reproduksi wanita setiap melakukan
ejakulasi semen/ pemancaran cairanmani. Dengan menggerakkan ekor dan
bantuan kontraksi muskular yang ada, sperma terus bergerak menuju tuba
melalui uterus.Dari berjuta-juta sperma yang masuk hanya beberapa ratus
ribu yang dapat meneruskan ke uterus menuju tuba fallopi, dan hanya
beberapa ratus yang hanya sampai pada ampula tuba.(Sunarti, 2013)
d. Fertilisasi
Menurut Kamus Saku Kedokteran Dorlan definisi fertilisasi
(fertilization) yaitu penyatuan gamet jantan dan betina untuk membentuk
zigot yang diploid dan menimbulkan terbentuknya individu baru. Fertilisasi
adalah proses ketika gamet pria dan wanita bersatu, yang berlangsung
selama kurang lebih 24 jam, idealnya proses ini terjadi di ampula tuba yaitu
tabung kecil yang memanjang dari uterus ke ovarium pada sisi yang
samasebagai jalan untuk oosit menuju rongga uterus juga sebagai tempat
fertilisasi Sebelum keduanya bertemu, terdapat tiga fase yang terjadi
diantaranya:

a) Fase Penembusan Korona Radiata


Yaitu dari 200-300 juta hanya sekitar 300-500 yang sampai di
tuba fallopi yang bisa menembus korona radiata karena sudah
mengalami proses kapasitasi,
b) Fase Penembusan Zona Pellusida
Yaitu sebuah perisai glikoprotein di sekeliling ovum yang
mempermudah dan mempertahankan pengikatan sperma dan menginduksi
reaksi akrosom. Spermatozoa yang bisa menempel di zona pellusida, tetapi
hanya satu yang memiliki kualitas terbaik mampu menembus oosit,
c) Fase Penyatuan Oosit dan Membran Sel Sperma
Setelah menyatu maka akan dihasilkan zigot yang mempunyai
kromosom diploid dan terbentuk jenis kelamin baru (Megasari, dkk, 2015).
Zigot yang terdiri atas bahan genetik dari wanita dan pria, pada
manusia terdapat 46 kromosom dengan rincian 44 dalam bentuk autosom

9
(kromosom yang bukan kromosom seks) sedangkan lainya sebagai
kromosom pembawa tanda seks, pada seorang pria satu kromosom X dan
satu kromosom Y. Sedangkan pada wanita dengan tanda seks kromosom X.
Jika spermatozoon kromosom X bertemu, terjadi jenis kelamin wanita dan
sedangkan bila kromosom seks Y bertemu, terjadi jenis kelamin pria,
sehingga yang menentukan jenis kelamin adalah kromosom dari pria/ pihak
suam. Sekitar 24 jam setelah konsepsi, zigot mengalami pembelahan
menjadi 4 sel, 8 sel hingga 16 sel yang disebut blastomer (sel yang
dihasilkan dari pembelahan ovum yang sudah dibuahi). Setelah tiga hari sl-
sel tersebut akan membelah membentuk buah arbei dari 16 sel tersebut atau
disebut dengan moruladalam waktu empat hari. Saat morula masuk kedalam
rongga rahim, cairan mulai menembus zona pellusida lalu masuk kedalam
ruang sel yang ada dimassa sel dalam. Berangsur-angsur ruang antar sel
menyatu dan akhirnya terbentuklah sebuah rongga (blastocoele) biasa
disebut blastokista dalam waktu lima hari. Pada sel bagian dalam disebut
embrioblas danbagian luar disebut trofoblas. Seiring bergulirnya blastula
menuju rongga uterus, zona pellusida/ membran luar blastula akan menipis
dan akhirnya menghilang sehingga trofblas dapat memasuki dinding rahim/
endometrium dan siap berimplantasi di dalam dinding uterus (Sunarti,
2013).
e. Implantasi (nidasi)
Pada hari keenam, lapisan trofoblas blastosis bersentuhan dengan
endometrium uterus, biasanya terjadi di dinding posterior atas dan mulai
berimplantasi.Pada lapisan luar sel (trofoblas), dapat mengeluarkan enzim
proteolitik (enzim yang kaya protein) yang melarutkan sebagian
endometrium.Jaringan endometrium banyak mengandung sel-sel desidua
yaitu sel-sel besar yang banyak mengandung glikogen dan mudah
dihancurkan oleh trofoblas, lalu sel-sel trofoblas (sinsitiotrofoblas)
menyekresi enzim yang mengikis endometrium untuk membantu
penyediaan nutrisi bagi embrio yang tengah berkembang serta membantu
perlekatan embrio pada endometrium. Blastula berisi massa sel dalam

10
(inner cell mass)akan mudah masuk ke dalam desidua, menyebabkan luka
yang kemudian sembuh dan menutup lagi. Saat nidasi terjadi sedikit
perdarahan akibat luka desidua (tanda hartman) (Megasari, dkk. 2015).

2.1.3 Tanda-tanda Kehamilan


Menurut Kusmiyati, dkk (2009), tanda-tanda kehamilan dapat dibagi
dalam 2 kategori besar yaitu tanda tidak pasti dan tanda pasti kehamilan.
Adapaun tanda-tanda tersebut antara lain sebagai berikut:
1) Tanda tidak pasti/tanda kemungkinan kehamilan
Indikator mungkin hamil adalah karakteristik-karakteristik fisik yang
bisa dilihat atau sebaliknya diukur oleh pemeriksa dalam hal perubahan-
perubahan psikologis pada kehamilan. Tanda tersebut antara lain :
a. Amenorrhea, merupakan kondisi dimana terlambat haid pada wanita
dalam masa mampu haid.
b. Mual dan muntah, merupakan gejala umum mulai dari rasa tidak enak
sampai muntah berkepanjangan dan sering kali muncul pada pagi hari
(morning sickness).
c. Mastodinia, merupakan rasa kencang dan sakit pada payudara karena
pembersaran payudara.
d. Quickening, persepsi gerakan janin pertama yang dirasakan ibu
biasanya pada kehamilan 18 sampai 20 minggu.
e. Keluhan sering kencing karena desakan uterus yang membesar
f. Konstipasi terjadi karena pengaruh relaksasi dari progesterone atau juga
perubahan pola makan.
g. Perubahan berat badan, terjadi akibat perubahan pola makan dan juga
masalah mual dan muntah yang menyebabkan ibu kurang mendapatkan
nutrisi.
h. Perubahan temperature basal, terjadi kenaikan temperatur basal lebih
dari 3 minggu biasanya merupakan tanda telah terjadi kehamilan.
h. perubahan warna kulit, pigmentasi kulit terjadi karena pengaruh dari
hormone kostikosteroid plasenta yang merangsang melanofor dan kulit.

11
i. perubahan payudara
j. perubahan pada uterus
2) Tanda pasti kehamilan
Indikator pasti hamil adalah penemuan-penemuan keberadaan janin
secara jelas dan hal ini tidak dapat dijelaskan dengan kondisi kesehatan
yang lain. Tanda pasti kehamilan adalah :
a. Denyut jantung janin (DJJ) Dapat didengar dengan stetoskop pada
minggu 17- 18. Pada orang gemuk lebih lambat. DJJ dapat didengar
lebih awal lagi sekitar minggu ke-12 dengan Doppler.
b. Palpasi Yang harus ditentukan adalah outline janin, biasanya menjadi
jelas setelah minggu ke-22. Gerakan janin bisa dirasakan dengan jelas
setelah minggu ke-24.
c. Gambaran tampak tulang-tulang janin setelah minggu ke-12 sampai
minggu ke 14 pada pemeriksaan rontgen.
2.1.4 Perubahan Anatomi Dan Fisiologi Pada Ibu Hamil Trimester I,
II, III
a. Vagina dan vulva
Trimester I

Pengaruh hormone estrogen, vagina dan vulva mengalmami peningkatan


pembuluh darah sehingga Nampak semakin merah dan kebiru-biruan.
Hormone kehamilan mempersiapkan vagina supaya distensi selama
persalinan dengan memproduksi mukosa vagina yang tebal, jaringan ikat
longgar, hipertropi otot polos dan pemanjangangan vagina. Sel-sel vagina
yang kaya glikogen terjadi akibat stimulasi estrogen. Sel-sel yang tinggal
membentuk rabas vagina yang kental dan berwarna keputihan yang disebut
leukore, selama masa hamil pH sekresi vagina menjadi lebih asam
keasaman berubah dari 4 menjadi 6,5 peningkatan Ph membuat wanita
hamil lebih rentan terhadap infeksi vagina khususnya jamir. Leukore adalah
rabas mukoit berwarna keabuan dan berbau tidak enak. [ CITATION Rom11 \l
1033 ]

12
Trimester II

Karena hormone estrogen dan progesterone terus meningkat dan


terjadi hipervarkularisasi mengakibatkan pembuluh-pembuluh darah alat
genitalia membesar. Hal ini dapat dimengerti karena ogsigensi dan nutrisi
pada alat-alat genetalia tersebut meningkat. Peningktan vaskularisasi vagia
dan visiera panggul lain menyebabkan sensivitas yang menyolok.
Peningkatan sensivitas dapatmeningkatkan keininan dan bangkitan seksual,
khusus na pada trimester kedua kehamilan. Penigkatan kongesti ditambah
relaksasi dinding pembuluh darah dan uterus yang berat dapat menyebabkan
timbulnya edema dan farises vulva , edema dam farises biasanya membalik
selama periode pasca partum. [ CITATION Rom11 \l 1033 ]
Trimester III
Dinding vagina mengalami banyk perubahan yang merupakan
persiapan untuk mengalami peregangan pada waktu persalinan dengan
meningkatnya ketebalan mukosa mengedernya jaringan ikat, dan hiperteropi
sel otot polos, perubahan ini mengakibatkan bertambah panjangnya dinding
vagina. [ CITATION Rom11 \l 1033 ]
b. Serviks uteri
Trimester I
Pada trimester pertama kehamilan, berkas kalogen menjadi kurang
kuat terbungkus. Hal ini terjadi akibat penurnan konsentrasi kalogen secara
keseluruhan dengan sel-sel otot polos dan jaringan elastic, serabut kolagen
berstu dnegan arah pararel dengan arah pararel terhadap sesamanya
sehingga serviks menjadi lunak pada dinding tidak hamil, tetapi mampu
mempertahankan kehamilan. [ CITATION Rom11 \l 1033 ]
Pada saat kehamilan mendekati aterm, terjadi penurunan lebih lanjut
dari konsetrasi kalogen, konsentrasiya menurun secara nyata dari keadaan
yang relative dilusi dalam keadaan menyebar (dispersi) dan teremodel
mejadi serat . dispresi menigkat oleh peningkatan rasio dekorin terhadap

13
kalogen.Karena serabut terdispresi,konsentrasi air meningkat seperti juga
halnya asam haluronat dan glikosaminoglikan. Asam hialuronat
disekresikan oleh fibroblas dan memiliki afnitas yang tinggi terhadap
molekul air, penurunan konsentrasi kalogen lebih lanjut ini secara klinis
terbukti dengan melunknya serviks. [ CITATION Rom11 \l 1033 ]
Trimester II
Konsistensi serviks menjadi lunak dan kelenjar-kelnjarnya iserviks
akan berfungsi lebih dan akan berfungsi lebih dan akan mengeluarkan
sekresi lebih banyak. [ CITATION Rom11 \l 1033 ]
Trimester III
Pada saat kehamilan mendekati aterm, terjadi penurunan lebih lanjut
dari konsnetrasi kalogen, konsentrasinya menurun secara nyata dari keadaan
yangbrelatif dilusi dalamkeadaa meyebar (dispresi). Peroses perbaikan
serviks terjadi setelah persalinan sehingga siklus kehamian yang berikutnya
akan berulang. [ CITATION Rom11 \l 1033 ].
c. Uterus
Trimester I
Pada minggu pertama kehamilan uterus masuk seperti bentuk asliya
seperti buah avokat. Seirig dengan perkembangan kehamilan, daerah fundus
da korpus akan membulat dan akan menajdi bentuk sferis pada usia
kehamila 12 minggu. Panjang uterus akan bertambah lebih cepat
dibandigkan lebarnya sehingga akan berbentuk oval. Ismus uteri pada
minggu pertama mengadakan hipertropi seperti korpus uteri yang
mengakibatkan ismus menjadi lebih panjang dan lunak yang dikelan dengan
tanda hegar. [ CITATION Rom11 \l 1033 ]
Terimester II
Pada kehamilan cukup bulan , ukuran uterus adalah 30x25x20 cm
dengan kapasitas lebih dari 4000 cc. hal ini memungkinkan bagi adekuatnya
akomodasi pertumbuhan janin, pada saat itu rahim membesr akibat
hipertropi dan hiperpiasi otot polos rahim, serabut-serabut kalogennya

14
menjadi higroskopik dan endometrium menjadi desidua. [ CITATION Rom11 \l
1033 ]
Terimester III
Pada akhir kehamilan uterus akan terus membesar dalamrongga pelvis
dan seiring perkembangannya uteus akan menyentuh dinding abomen,
mendorong usus kesamping dan keatas, terus tumbuh hingga menyentuh
hati, pada saat pertumbuhan uterus berotasi kearah kanan dekstorotasi Ini
disebabkan oleh adanya rektosigmoid di daerah kiri pelvis. [ CITATION Rom11
\l 1033 ]
d. Ovarium
Terimseter I
Pada permulaan kehamilan masih terdapat korpus luteum gravidarum,
korpus luteum graviditatis berdiameter kira-kira 3 cm. kemudian korpus
luteum mengecil setelah plasenta terbentuk .korpus luteum ini
mengeluarkan hormone estrogen an progesterone. Peroses ovulasi selama
kehamilan akan terhenti da kematangan volikel baru ditunda, hanya satu
korpus luteum yang dapat ditemukan di ovarium.
Volikel ini akan berfungsi maksimal 6-7 minggu awal kehamilan dan
setelah itu akan berperan sebagai peghasil progesterone dalam jumlah yang
relative minimal dengan terjdinya kehamilan, idung telur yang mengandung
korpus luteum gravidarum akan meneruskan fungsinya sampai terbentuknya
plasenta yang sempurna pada umur 16 minggu. [ CITATION Rom11 \l 1033 ]
1) Trimester II
Pada usia kehamilan 16 minggu, plasenta mulai terbentuk dan
menggantikan fungsi korpus luteum gravidarum.
Trimester ke III
Pada trimester ke III kopus luteum sudah tidak berfungsi lagi karena
telah digantikan oleh plasenta yang telah terbentuk. [ CITATION Rom11 \l 1033
]
e. Sistem payudara
Trimester I

15
Payudara akan membesar dan tegang akibat hormone
somatomamotropi, estrogen dan progesterone, akan tetapi belum
mengeluarkan ASI. Estrogen menimbulkan hipertropik sistem
saluran,sedangkan progesterone menambah sel-sel asinus pada payudara.
Somamotropin mempengaruhi pertumbuhan sel-sel asinus dan
menimbulkan perubahan dalam sel-sl sehingg terjadi pembuatan ksien.
Dengan demikian payudar di persiapkan untuklaktas. Dismping itu
perubahn progesterone dan somatomamotropin terbentuklemak isekitar
alveolus, sehingga payudara menjadi besar. Papilla mamae akan membesar,
lebih tegang dan tambah lebih hitam, seperti seluruh areola mammae karena
hiperpigmentasi. Lemak yang muncul di areola primer disebut
lemaktuberkel Montgomery. Grandula Montgomery tampak lebih jelas
menonjol dipermukaan areola mammae. [ CITATION Rom11 \l 1033 ]
Rasa penuh peningkatan sensifitas, rasa gelid an rasa berat dipayudara
mulai timbulsejak minggu ke 6 gestasi. Perubahan payudara ini adalah tanda
mungkin hamil. Sensitifitas payudara beparisi dari rasa geli rigan sampai
nyeri tajam.
Peningkatan suplei darah membuat pembuluh darah di bawah kulit
berdilatasi.pembuluh darah yang sebelumnya terlihat, sekarang terlihat,
seringkali tampak sebagai jalinan jaringan biru dibawah permukaan kulit.
[ CITATION Rom11 \l 1033 ]
Trimester II
Pada kehamilan setelah 12 minggu, dari putting susu dapat
mengeluarkan cairan berwarna putih agak jernih disebut colostrums.
Colostrums ini berasl dari asinus yang mulai bersekresi. Selama trimester
kedua dan ketiga, pertumbuhan kelenjar mammae membuat ukuran
payudara meningkat secara progresif. Kadar hormone luteal dan plasenta
pada masa hamil meningkatkan proliferasi ductus laktiferus dan jaringan
lobules alveolus sehigga pada palpasi payudara teraba penyebaran nodul
kasar peningkatan jaringan glandular menggantikan jaringan ikat, akibatnya
jaringan menjadi lebih luak dan lebih jarang. [ CITATION Rom11 \l 1033 ]

16
Trimester III
Pada trimester III pertumbuhan kelenjar mammae membuat ukuran
payudara semakin meningkat.pada kehamilan 32 minggu warna cairan agak
putih seperti air susu yang sangat encer. Dari kehamilan 32 minggu sampai
anak lahir, cairan yang keluar lebih kental, berwarna kuning, dan banyak
mengandung lemak. Cairan ini disebut kolostrum. [ CITATION Rom11 \l 1033 ]
f. Sistem endokrin
Trimester I
Perubahan besar pada sistem endokrin yang penting terjadi untuk
mempertahankan kehamilan, pertumbuhan normal janin, dan nifas. Tes
HCG positif dan kadar HCG meningkat cepat menjadi duakali lipat setiap
48 jam sampai kehamilan 6 minggu. Perubahan-perubahan hormonal selama
kehamilan terutama akibat reproduksi estrogen dan progesterone plasenta
dan juga hormone-hormon yag dikeluarkan oleh janin. [ CITATION Rom11 \l
1033 ]
Trimester II
Adanya peningkatan hormone estrogen dan progesterone serta
terhambatnya pembentukan FSH dan LH.
Trimester III
Kelenjar tiroid akan mengalami perbesaran hingga 15,0 ml pada saat
persalinan akibat dari hyperplasia kelenjar dan peningkatan vaskularisasi.
Pengaturan magnesium, fosfat, hormone pada tiroid, vitamin D dan kalsium.
Adanya gangguan pada salah satu factor itu akan menyebabkan perubahan
pada yang lainnya. Konsentrasi plasma hormone pada tiroid akan menurun
pada trimester pertama dan kemudian akan meningkat secara progresif. Aksi
penting dari hormone paratiroid ini adalah untuk memasuki janin dengan
dengan kalsium yang adekuat . selain itu, juga diketahui mempunyai peran
dalam produksi peptide pada janin ,plasenta, dan ibu. [ CITATION Rom11 \l
1033 ]
g. Sistem perkemihan
Terimester I

17
Pada bulan pertama kehamilan kandung kencing tertekn sehingga sering
timbul kencing keadaan ini hiang dega tuanya kehehamilan bila uterus
gravidus keluar dari rongga panggul dan ginjal wanita harus
mengakomodasi tututan metabolism dan sikulasi tubuh ibu yang meningkat
dan juga mengakresi produk sampah janin fungsi ginjal berubah karena
adanya hormone kehamilan, peningkatan volume darah, postur wanita,
aktivitas fisik dan asupan makanan sejak minggu ke 10 gestasi topik ginjal
dan ureter berilatasi ginjal pada kehamilan seikit bertambah besar pajang
bertambah 1-5 cm, volume real meningkat 60 ml dari 10 ml pada wanita
yang tidak hamil. Protein urin secara normal disekresikan 200-300 mg/hari,
bila melebihi 300 mg/hari maka harus diwaspadai terjadi komplikasi.
[ CITATION Rom11 \l 1033 ]
Trimester II
Kandung kencig tertekan oleh uterus yang membesar mulai
berkurang, karena uterus sudah mulai keluar dari uterus. Pada trimester
kedua, kandung kemih tertarik keatas dan keluar dari panggul sejati kearah
abdomen. Uretra memanjang sampai 7,5 cm karea kandung kemih bergeser
kearah atas. Kongesti panggul pada masa hamilditujukan oleh hyperemia
kandung kemih uretra. Peningkata vaskularisasi ini membuat mukosa
kandung kemih dapat menurun. Hal memungkikan distensi kandung kemih
sampai sekitar 1500 ml. Pada saat yang sama , pembesaran uterus menekan
kadung kemih, menimbulkan rasa ingin berkemih walaupun kandung kemih
hanya berisi sedikit urin. [ CITATION Rom11 \l 1033 ]
Trimester III
Pada kehamilan kepala janin mulai turun ke pintu atas panggul
keluhan sering kencing timbul lagi karea kandung kencing akan mulai
tertekan kembali. Pada kehamilan tahap lanjut pelvis kiri akibat pergeseran
uterus yang berat kanan. Perubahan-perubahan ini membuat pelvis dan
ureter mampu meampung urin dalam volume yang lebih besar dan juga
memperlambat laju aliran urin. [ CITATION Rom11 \l 1033 ]
h. Sistem pencernaan

18
Trimester I
Perubahan yang nyata akan terjadi pada penurunan motilitas otot
polos pada traktus digestuvus dan penurunan sekresi asam hidroklorid dan
peptin dilambung sehingga akan menimbulkan gejala berupa pyrosis yang
disebabkan oleh refleks asam lambung ke esophagus bawah sebagai akibat
perubahan posisi laambung dan menurunnya tonus sfingter esophagus
bagian bawah. Mual terjadi akibat peurunan asam hidroklorid dan
penurunan motilitas, serta konstipasi sebagai akibat penurunan motilitas
usus besar. Mual yang sering terjadi pada pagi hari disebut “morning
sickness”. [ CITATION Rom11 \l 1033 ]
Hipersalivasi sering terjadi sebagai kompenisasi dari mual dan mutah
yang terjadi, pada beberapa wanita ditemukan adanya (ngidam makanan)
yang mungkin berkaitan dengan persepei individu wanita tersebut mengenai
apa yang bisa mengurangi rasa mual dan muntah.
Epulis selama kehamilan akan muncul, tetapi setelah persalinan akan
berkurang secara spontan. Hemoerid juga merupakan satu hal yang sering
terjadi sebagai akibat konstipasi dan peningkatan tekanan vena pada bagian
bawah karena pembesaran uterus. [ CITATION Rom11 \l 1033 ]
Trimester II
Biasanya terjadi konstipasi karena pengaruh hormone progesterone
yang meningkat. Selain itu perut kembung juga terjadi karena adanya
tekanan uterus yang membesar dalam rongga perut yang mendesak organ-
organ dalam perut khususnya saluran pencernaan, usus besar, kearah atas
dan lateral. Wasir cukup sering pada kehamilan sebagian besar akibat
konstipasi dan naiknya tekanan vena-vena dibawah uterus termasuk
hemorrhoid. Panas perut terjadi karena terjadinya aliran balik asam gas
kedalam esophagus bagian bawah. [ CITATION Rom11 \l 1033 ].
Trimester III
Biasanya terjadi konstipasi karena pengaruh hormone progesterone
yang meningkat. Selain itu perut kembung juga terjadi karena adanya
tekanan uterus yang membesar dalam rongga perut yang mendesak organ-

19
organ dalam perut khususnya saluran pencernaan, usus besar, kearah atas
dan lateral. [ CITATION Rom11 \l 1033 ]
i. Sistem musculoskeletal
Trimester I
Pada trimester pertama tidak banyak perubahan pada musculoskeletal.
Akibat peningkatan kadar hormone estrogen dan progesterone, terjadi
relaksasi dari jaringan ikat, kartilago, dan ligament juga meningkatkan
jumlah cairan synovial. [ CITATION Rom11 \l 1033 ]
Keseimbangan kadar kalsium selama kehamilan biasa normal apabila
asupan nutrisinya khususnya produk susu terpenuhi, karena ppengaruh
hormone estrogen dan progesterone, terjadi relaksasi dari ligament-ligament
dalam tubuh menyebabkan peningkatan mobilitas dari sambungan/otot
terutama otot pada pelvic. Perubahan-perubahan tersebut dapat
meningkatkan ketidaknyamanan dan rasa sakit bagian belakang yang
tambah sering degan penambahan umur kehamilan. [ CITATION Rom11 \l 1033
]
Akibat kompensansi dari pembesaran uterus ke posisi anterior,
lordosis menggeser pusat daya berat kebelakang kearah dua tungkai,
sendisakroilliaka, sakrokoksigis dan pubis akan meningkat mobilitasnya
yang diperkirakan karena pengaruh hormonal. Mobilitas tersebut dapat
meningkatkan perubahan sikap ibu dan pada akhirnya menyebabkan
perasaan tidak enak pada bagian bawah punggung terutama pada akhitt
kehamilan .
Trimester II
Selama trimester kedua mobilitas persendian akan berkurang terutama
pada persendian siku dan pergelangan tagan dengan meningkatnya retensi
cairan pada jaringan konektif/jaringan yang berhubungan disekitarnya.
[ CITATION Rom11 \l 1033 ].
Trimester III
Sendi pelvic pada saat kehamilan sedikit bergerak. Perubahan tubuh
secara bertahan dan peningkatan berat wanita hamil menyebabkan postur

20
dan cara berjalan wanita hamil menyebabkan postur dan cara berjalan
wanita berubah secara menyolok. Penigkatan distensi abdomen yag
membuat panggul miring ke depa, penurua tonus otot dan peningkatan
bbeban berat badan pada akhir kehamilan membutuhkan penyesuaian ulang.
Pusat gravitasi wanita bergeser ke depan. [ CITATION Rom11 \l 1033 ]

j. Sistem kardiovaskuler
Trimester I
Sirkulasi darah ibu dalam kehamilan dipengaruhi oleh adanya
sirkulasi pada plasenta, uterus yang membesar dengan pembuluh-pembuluh
darah yang membesar pula mamae dan alat lain yang memang berfungsi
berlebihan dalam kehamilan. Volume plasma maternal mulai meningkat
pada saat usia kehamilan 10 minggu.
Perubahan rata-rata volume plasma maternal berkisar antara 20-
100%,selain itu pada minggu ke-5 kardio output akan meningkat dan
perubahan ini terjadi untuk mengurangi resistensi vaskuler sistemik. Antara
minggu ke-10 dan 20 terjadi peningkatan preload.
Pada akhir trimester I terjadi palpitasi karena pembesaran ukuran
serta bertambahnya cardiac output. [ CITATION Rom11 \l 1033 ]
Trimester II
Pada usia kehamilan ke 16 minggu, mulai jelas kelihatan terjadi
proses hemodilusi, setelah 24 minggu tekanan darah sedikit demi sedikit
naik kembali pada tekanan darah sebelum aterm. Perubahan auskultasi
mengiringi perubahan ukuran dan posisi jantung. Peningkatan volume darah
dan curah jantung juga menimbulkan perubhan hasil auskultasi yang umum
terjadi selama masa hamil. [ CITATION Rom11 \l 1033 ]
1) Trimester III
Selama kehamilan jumlah leokosit akan meningkat yakni berkisar
antara 5000-12000 dan mencapai puncaknya pada saat persalinan dan masa
nifas berkisar 14000-16000. Penyebab peningkatan ini belum diketahui.

21
Respon yang sama diketahui terjadi selama dan setelah melakukan latihan
yang berat. Ditribusi tipe sel juga akan mrngalami perubahan. Pada
kehamilan, terutama trimester ke-3, terjadi peningkatan jumlah granulosit
dan limfosit dan secara bersamaan limfosit dan monosit. [ CITATION Rom11 \l
1033 ]

k. Sistem Integumen
Trimester I
Perubahan keseimbangan hormon dan pereganggan mekanis
menyebabkan timbulnya beberapa perubahan dalam sistem integumen
selama masa kehamilan. Perubahan yang umum terjadi adalah peningkatan
ketebalan kulit dan lemak subdermal , hiperpigmentas, pertumbuhan rambut
dan kuku percepatan aktifitas. Jaringan elastic kulit mudah pecah,
menyebabkan strie-gravidarum, atau tanda regangan. [ CITATION Rom11 \l
1033 ]
Trimester II
Akibat peningkatan kadar hormone estrogen dan progesteron, kadar
MSH pun meningkat. Hiperfigmentasi karena pengaruh MSH dan pengaruh
kelenjar suprarenalis. Hiperpigmentasi ini terjadi pada striae gravidarum
livide atau alba, areola mammae,papilla mammae,linea nigra,pipih
(chloasma gravidarum). Setelah persalinan hiperpigmentasi ini akan
meghilang. [ CITATION Rom11 \l 1033 ]
Trimester III
Pada kulit dinding perut akan terjadi perubahan warna mejadi
kemerahan , kusam dan kadand-kadang juga akan mengenai faerah payudara
dan paha perubahan ini dikenal dengan striae gravidarum .
Pada multipara selain striae kemerahan itu sering kali ditemukan garis
berwarna perak berkilau yang merupakan sikatrik dari striae sebelumnya.
Pada kebanyakan perempuan kulit bergaris pertengahan perut akan berubah

22
menjadi hitam kecoklatan yang disebut dengan linea nigra. Kadang-kadang
muncul dalam ukuran yang variasi pada wajah dan leher yang disebut
dengan chloasma atau melasma gravidrum, selain itu pada areola dan daerah
genetalia juga akan terlihat pigmentasi yang berlebihan.Pigmentasi yang
berlebihan biasanya akan hilang setelah persalinan. [ CITATION Rom11 \l
1033 ]
l. Sistem metabolisme
Sistem metabolisme adalah istilah untuk menunjukkan perubahan-
perubahan kimiawi yang terjadi didalam tubuh untuk melaksanakan
berbagai fungsi vitalnya. Dengan terjadinya kehamilan, metabolisme tubuh
mengalami perubahan yang mendasar, dimana kebutuhan nutrisi makin
tinggi untuk pertumbuhan. [ CITATION Rom11 \l 1033 ]
Timester I-III
Pada wanita hamil basal metabolic rate (BMR) meninggi. BMR
meningkatkan hinggah 15-20%yang umumnya terjadi pada triwulan trakhir.
Akan tetapi bila dibutuhkan dipakailah lemak ibu untuk mendapatkan kalori
dalam pekerjaan sehari-hari. BMR kembali setelah hari ke-5 atau ke-6 pasca
partum. Peningkatan BMR mencerminkan kebutuhan oksigen pada janin,
plasenta,utrus serta peningkatan konsumsi oksigen akibat peningkatan kerja
jantung ibu. Pada kehamilan tahap awal banyak wanita mengeluh merasa
lemah dan letih setelah melakukan aktifitas ringan.
Dengan terjadinya kehamilan, metabolisme tubuh mengalami
perubahan yang mendasar, dimana kebutuhan nutrisi makin tinggi untuk
pertumbuhan janin dan persiapan memberikan ASI. Perubahan metabolisme
adalah metabolisme basal naik sebesar 15% sampai 20% dari semula
terutama pada trimester ke-III
1) Keseimbangan asam basa mengalami penurunan dari 155mEq perliter
menjadi 145mEq perliter disebabkan hemodulasi darah dan kebutuhan
mineral yang dibutuhkan janin.
2) Kebutuhan protein wanita hamil makin tinggi untuk pertumbuhan dan
perkembangan janin, perkembangan organ kehamilan janin dan persiapan

23
laktasi. Dalam makanan diperlukan protein tinggi ½ 2 gr/kg BB atau
sebutir telit ayam sehari.
3) Kebutuhan kalori didapat dari karbohidrat, lemak dan protein.
4) Kebutuhan zat mineral untuk ibu hamil meliputi :
a. Um 1,5 gr setiap hari, 30-40 gr untuk pembentukan tulang janin.
b. Fostor rata-rata 2gr dalam sehari
c. Zat besi, 800 mgrbatau 30-50 mgr sehari air, ibu hamil memerlukan air
cukup banyak dan dapat terjadi retensi air.
5) Sistem Berat Badan dan Indeks Masa Tubuh [ CITATION Rom11 \l 1033 ]
6)
Trimester I
Pada dua bulan pertama kenaikan berat badan belum terlihat,tetapi baru
Nampak dalam bulan ke tiga
Trimester II
Kenaikan berat badan sekitar 5,5 kg dan sampai akhir kehamilan 11-12
kg. Cara yang dipakai untuk menentukan berat badan menurut tinggi adalah
dengan menggunakan indeks masa tubuh yaitu dengan rumus berat badan
dibagi tinggi badan pangkat 2.
Contohnya : wanita dengan berat badan sebelum hamil 51kg dan tinggi
badan 1,57m. maka IMT-nya adalah 51/(1,57]=20,7. Pertambahan berat
badan ibu hamil mrngambarkan status gizi ibu hamil, oleh karena itu perlu
dipantausetiap bulan. Jika terdapat keterlambatan dalam penambahan berat
badan ibu, ini dapt mengindikasikan adanya malnittrisi sehingga dapat
menyebabkan gangguan pertumbuan janin intra uteri. [ CITATION Rom11 \l
1033 ]
m.Sistem persyarafan
a. Trimester I-III
Perubahan fungsi sistem neurologi selama masa hamil, selain
perubahan-perubahan neurohormonal hipotalai-hipofisis. Perubahan
fisiologik spesifik akibat kehamilan dapat terjadi timbulnya gejala
neuromuscular berikut:

24
1. Kompersi saraf panggul atau statis vascular akibat pembesaran uterus
dapat menyebabkan perubahan sensori ditungkai bawah
2. Lordosis dorsolumbal dapat menyebabkan nyeri akibat tarikan pada saraf
atau kompresi akar saraf
3. Edema yang melibatkan saraf periver dapat menyebabkan carpal tunnel
syndrome selama trimester akhir kehamilan. Edema menekan saraf
median bagian bawah ligamentum karpalis pergelangan tangan. Sinrom
ini ditandai oleh parestesia (sensasi abnormal seperti rasa terbakar atau
gatal akibat gangguan pada sistem saraf sensoreik). Dan nyeri pada
tangan yang menjelar kesiku.
Akroestasia (gatal ditangan) Yang timbul akibat posisi bahu yang
membungkuk, dirasakan pada beberapa wanita selama hamil. Keadaan ini
berkaitan dengan taeikan pada sigmen fleksus drakialis. [ CITATION Rom11 \l
1033 ]
n. Sistem Pernafasan
Trimester I
Kebutuhan oksigen ibu meningkat sebagai respon terhadap
percepatan laju metabolic dan peningkatan kebutuhan oksigen jaringan
uterus dan payudara. Janin membutuhkan oksigen dan suatu cara untuk
membuang karbin oksida. [ CITATION Rom11 \l 1033 ]
Trimester II
Karena adanya penurunan tekanan CO2 biasanya seorang wanita
hamil sering mengeluhkan sesak nafas sehingga meningkatkan usaha
bernafas.
Trimester III
Pada 32 minggu keatas karena usus-usus tertekan uterus yang
membesar kearah diafragma sehingga diafragma kurang leluasa bergerak
mengakibatkan wanita hamil derajat kesulitan bernafas. [ CITATION Rom11 \l
1033 ]
2.1.5 Perubahan Psikologis dalam Masa Kehamilan
1. Trimester I

25
Kehamilan mengakibatkan banyak perubahan dan adaptasi pada ibu
hamil dan pasangan.Trimester pertama sering dianggap sebagai periode
penyesuaian, penyesuaian seorang ibu hamil terhadap kenyataan bahwa dia
sedang hamil.Fase ini sebagian ibu hamil merasa sedih dan ambivalen.Ibu
hamil mengalami kekecewaan, penolakan, kecemasan, dan depresi teruma
hal itu serign kali terjadi pada ibu hamil dengan kehamilan yang tidak
direncanakan.Namun, berbeda dengan ibu hamil yang hamil dengan
direncanakan dia akan merasa senang dengan kehamilannya. Masalah hasrat
seksual ditrimester pertam setiap wanita memiliki hasrat yang berbeda-beda,
karena banyak ibu hamil merasa kebutuhan kasih sayang besar dan cinta
tanpa seks.

2. Trimester II
Menurut Ramadani & Sudarmiati (2013), Trimester kedua sering
dikenal dengan periode kesehatan yang baik, yakni ketika ibu hamil merasa
nyaman dan bebas dari segala ketidaknyamanan. Di trimester kedua ini ibu
hamil akan mengalami dua fase, yaitu fase pra-quickening dan pasca-
quickening. Di masa fase pra-quickening ibu hamil akan mengalami lagi dan
mengevaluasi kembali semua aspek hubungan yang dia alami dengan
ibunya sendiri. Di trimester kedua sebagian ibu hamil akan mengalami
kemajuan dalam hubungan seksual. Hal itu disebabkan di trimester kedua
relatif terbebas dari segala ketidaknyamanan fisik, kecemasan, kekhawatiran
yang sebelumnya menimbulkan ambivalensi pada ibu hamil kini mulai
mereda dan menuntut kasisayang dari pasangan maupun daeudari
keluarganya (Rustikayanti, 2016).
3. Trimester III
Kehamilan pada trimester ketiga sering disebut sebagai fase
penantian dengan penuh kewaspadaan.Pada periode ini ibu hamil mulai
menyadari kehadiran bayi sebagai mahluk yang terpisah sehingga dia
menjadi tidak sabar dengan kehadiran seorang bayi.Ibu hamil kembali
merasakan ketidaknyamanan fisik karena merasa canggung, merasa dirinya

26
tidak menarik lagi.Sehingga dukungan dari pasangan sangat
dibutuhkan.Peningkatan hasrat seksual yang pada trimester kedua menjadi
menurun karena abdomen yang semakin membesar menjadi halangan dalam
berhubungan (Rustikayanti, 2016).
2.1.6 Kebutuhan Dasar Pada Ibu Hamil
Agar janin dapat berkembang secara optimal, maka dalam proses
pertumbuhan dan perkembanganya perlu dipenuhi oleh zat gizi yang
lengkap, baik berupa vitamin ,mineral, kalsium, karbohidrat, lemak, protein
dan mineral. Oleh karena itu selama proses kehamilan seorang ibu hamil
perlu mengjonsumsi makanan dengan kualitas gizi yang sehatdan seimbang,
karena pada dasarnya selama kehamilan berbagai zat gizi yang kita
konsumsi akan berdampak langsung pada kesehatan dan perkembangan
janin ibu sendiri. Selain gizi yang cukup, kebutuhan dasar selama ibu hamil
juga harus diperhatikan, karena hal ini sangat berpengaruh terhadap kondisi
ibu baik fisik maupun psikologisnya mengingat reaksi terhadap perubahan
selama masa kehamilan antara satu dengan ibu hamil lainya dalam
penerimaanya tidaklah sama.
Menurut Romauli (2011) kebutuhan dasar ibu hamil diantaranya:
1. Kebutuhan Ibu Hamil Trimester I
a. Diet dalam kehamilan
Ibu dianjurkan untuk makan makanan yang mudah dicerna dan
makan makanan yang bergizi untuk menghindari adanya rasa mual dan
muntah begitu pula nafsu makan yang menurun. Pasien dianjurkan untuk
mengkonsumsi makanan yang mengandung zat besi (150 mg besi sulfat,
300 mg besi glukonat), asam folat (0,4 - 0,8 mg/hari), kalori ibu hamil umur
23-50 tahun perlu kalori sekitar 23000 kkal), protein (74 gr/hari), vitamin
dan garam mineral (kalsium, fosfor, magnesium, seng, yodium). Makan
dengan porsi sedikit namun sering dengan frekuensi sedang.Ibu hamil juga
harus cukup minum minimal 8 gelas perhari.
b. Pergerakan dan gerakan badan

27
Selain menyehatkan badan, dengan bergerak secara tidak langsung
hal ini meminimakan rasa malas pada ibu untuk melakukan aktivitas-
aktivitas yang tidak terlalu berat bagi ibu selama hamil, bergerak juga
mendukung sistem kerja tubuh ibu selama hamil sehingga ibu yang
memiliki nafsu makan yang tinggi dan berat badan yang lebih dapat
terkontrol dan meminimalkan terjadi nya obesitas/ kegemukan selama
hamil. Pergerakan badan ibu sebagai bentuk olahraga tubuh juga bermanfaat
melatih otot-otot dalam ibu menjadi lebih fleksibel/ lentur sehingga
memudahkan jalan untuk calon bayi ibu saat memasuki proses persalinan.
c. Hygiene dalam kehamilan
Ibu hamil boleh mengerjakan pekerjaan sehari-hari akan tetapi
jangan terlalu lelah sehingga harus di selingi dengan istirahat. Istirahat yang
dibutuhkan ibu 8 jam pada malam hari dan 1 jam pada siang hari. Ibu
dianjurkan untuk menjaga kebersihan badan untuk mengurangi
kemungkinan infeksi, setidaknya ibu mandi 2-3 kali perhari, kebersihan gigi
juga harus dijaga kebersihannya untuk menjamin perencanaan yang
sempurna.
d. Koitus
Pada umumnya koitus diperbolehkan pada masa kehamilannya jika
dilakukan dengan hati-hati.Pada akhir kehamilan, sebaiknya dihentikan
karena dapat menimbulkan perasaan sakit dan perdarahan.Pada ibu yang
mempunyai riwayat abortus, ibu dianjurkan untuk koitusnya di tunda
sampai dengan 16 minggu karena pada waktu itu plasenta telah
berbentuk.Pola seksual pada trimester III saat persalinan semakin dekat,
umumnya hasrat libido kembali menurun, bahkan lebih drastis dibandingkan
dengan saat trimester pertama.Perut yang makin membuncit membatasi
gerakandan posisi nyaman saat berhubungan intim.Pegal dipunggung dan
pinggul, tubuh bertambah berat dengan cepat, nafas lebih sesak (karena
besarnya janin mendesak dada dan lambung).Selain hal fisik, turunnya
libido juga berkaitan dengan kecemasan dan kekhawatiran yang meningkat
menjelang persalinan.Sebenarnya tidak ada yang perlu dirisaukan jika

28
kehamilan tidak disertai faktor penyulit.Hubungan seks sebaiknya lebih
diutamaka menjaga kedekatan emosional dari pada rekreasi fisik karena
pada trimester terakhir ini, dapat terjadi kontraksi kuat pada wanita hamil
yang diakibatkan karena orgasme.Hal tersebut dapat berlangsung biasanya
sekitar 30 menit hingga terasa tidak nyaman.Jika kontraksi berlangsung
lebih lama, menyakitkan, menjadi lebih kuat, atau ada indikasi lain yang
menandakan bahwa proses kelahiran akan mulai.
e. Ibu diberi imnisasi TT1 dan TT2 (Sartika, Nita. 2016).
2. Kebutuhan ibu hamil trimester II
a. Pakaian
Selama kehamilan Ibu dianjurkan untuk mengenakan pakaian yang
nyaman digunakan dan yang berbahan katun untuk mempermudah
penyerapan keringat.Menganjurkan ibu untuk tidak menggunakan sandal
atau sepatu yang berhak tinggi karena dapat menyebabkan nyeri pada
pinggang
b. Pola Makan
Nafsu makan meningkat dan pertumbuhan yang pesat makan ibu
dianjurkan untuk mengkonsumsi protein, vitamin, juga zat besi.saat hamil
kebutuhan zat besi sangat meningkat. Ibu hamil dianjurkan mengkonsumsi
90 tablet Fe selama hamil. Besarnya angka kejadian anemia ibu hamil
disebabkan karena kurangnya mengkonsumsi tablet Fe. Efek samping tablet
Fe adalah kadang terjadi mual karena bau tablet tersebut, muntah, perut
tidak enak, susah buang air besar, tinja berwarna hitam, namun hal ini tidak
berbahaya. Waktu yang dianjurkan minum tablet Fe adalah pada pada
malam hari menjelang tidur, hal ini untuk mengurangi rasa mual yang
timbul setelah ibu meminumnya.
c. Ibu diberi imunisasi TT3.
3. Kebutuhan ibu hamil trimester III
a. Nutrisi
Kecukupan gizi ibu hamil di ukur berdasarkan kenaikan berat
badan.Kalori ibu hamil 300-500 kalori lebih banyak dari sebelumnya.

29
Kenaikan berat badan juga bertambah pada trimester ini antara 0,3-
0,kg/minggu. Kebutuhan protein juga 30 gram lebih banyak dari biasanya.
b. Seksual
Hubungan seksual pada trimester 3 tidak berbahaya kecuali ada
beberapa riwayat berikut yaitu:
1) Pernah mengalami arbotus sebelumnya
2) Riwayat perdarahan pervaginam sebelumnya,
3) Terdapat tanda infeksi dengan adanya pengeluaran cairan disertai rasa
nyeri dan panas pada jalan lahir walaupun ada beberapa indikasi tentang
bahaya jika melakukan hubungan seksual pada trimester III bagi ibu
hamil, namun faktor lain yang lebih dominan yaitu turunnya rangsangan
libido pada trimester ini yang membuat kebanyakan ibu hamil tidak
tertarik untuk berhubungan intim dengan pasanganya, rasa nyama yang
sudah jauh berkurang disertai ketidaknyamanan seperti pegal/ nyeri di
daerah punggung bahkan terkadang ada yang merasakan adanya kembali
rasa mual seperti sebelumnya, hal inilah yang mempengaruhi psikologis
ibu trimester III.
c. Istirahat Cukup
Istirahat dan tidur yang teratur dapat meningkatkan kesehatan
jasmani, rohani, untuk kepentingan kesehatan ibu sendiri dan tumbuh
kembang janinya di dalam kandungan.Kebutuhan tidur yang efektif yaitu 8
jam/ hari.
d. Kebersihan Diri (Personal Hygiene)
Penting bagi ibu menjaga kebersihan dirinya selama hamil, hal ini
dapat mempengaruhi fisik dan psikologis ibu.kebersihan lain yang juga
penting di Jagayaitu persiapan laktsi, serta penggunaan bra yang longgar
dan menyangga membantu memberikan kenyamanan dan keamanan bagi
ibu.
e. Mempersiapkan kelahiran dan kemingkinan darurat
Bekerja samadengan ibu, keluarganya, serta masyarakat untuk
mempersiapkan rencana kelahiran, termasuk mengindentifikasi penolong

30
dan tempat persalinan, serta perencanaan tabungan untuk mempersiapkan
biaya persalinan. Bekerja sama dengan ibu, keluarganya dan masyarakat
untuk mempersiapkan rencana jika terjadi komplikasi, termasuk:
Mengidentifikasi kemana harus pergi dan transportasi untuk mencapai
tempat tersebut, Mempersiapkan donor darah, Mengadakan persiapan
financial, Mengidentifikasi pembuat keputusan kedua jika pembuat
keputusan pertama tidak ada ditempat.
f. Memberikan konseling tentang tanda-tanda persalinan
Beberapa tanda-tanda persalinan yang harusdi ketahui oleh ibu hamil
diantaranya:
1) Rasa sakit oleh adanya his yang datang lebih kuat, sering dan teratur.
2) Keluar lendir bercampur darah (show) yang lebih banyak karena
robekan-robekan kecil pada servik.
3) Kadang-kadang ketuban pecah dengan sendirinya.
4) Pada pemeriksaan dalam servik mendatar dan pembukaan telah ada
2.1.7 Tanda bahaya pada trimester I, II, dan III

a. Trimester I
Hiperemesis gravidarum
a) Definisi
Mual muntah adalah gejala yang wajar dan sering kedapatan pada
kehamilan trimester I. mual biasanya terjadi pada pagi hari, tetapi dapat pula
timbul setiap saat dan malam hari. Perasaan mual ini disebabkan oleh
karena meningkatnya kadar hormone estrogen dan HCG dalam serum.
Pengaruh fisiologi kenaikan hormone ini belum jelas, mungkin karena
sistem saraf pusat atau pengosongan lambung yang berkurang. Pada
umumnya wanita dapat menyesuaikan dengan keadaan ini, meskipun
demikian gejala mual dan muntah yang berat dapat berlangsung sampai 4
bulan.[ CITATION Sar07 \l 1033 ]
b) Patofisiologi

31
Perasaan mual adalah akibat dari meningkatnya kadar estrogen, oleh
karena keluhan ini terjadi pada trimester I. hipermesis gravidarum yang
merupakan komplikasi mual dan muntah pada hamil muda, bila terjadi
terus-menerus dapat menyebabkan dehidrasi dan tidak imbangnya elektrolit
dengan alkalosis hipokloremik. Hipermesis gravidarum ini dapat
mengakibatkan cadangan karbohidrat dan lemak habis terpakai untuk
keperluan energy. Kekurangan cairan yang diminum dan kehilangan cairan
karena muntah menyebabkan dehidrasi, sehingga cairan ekstraseluler dan
plasma berkurang. Disamping dehidrasi dan terganggunya keseimbangan
elektrolit, dapat terjadi robekan dari selaput lendir esophagus dan lambung,
dengan akibat perdarahan gastrointestinal.[ CITATION Sar07 \l 1033 ]
c) Gejala dan tanda
Hipermesis gravidarum, menurut berat ringannya gejala dapat dibagi
kedalam tiga tingkatan.
Tingkatan 1. Muntah terus menerus yang mempengaruhi keadaan umum
penderita, ibu merasa lemah, nafsu makan tidak ada, berat badan menurun
dan merasa nyeri pada epigastrium. Nadi meningkat sekitar 100/menit,
tekanan darah sistolik menurun, turgor kulit mengurang, lidah mengering
dan mata cekung.
Tingkat 2. Penderita tampak lebih lemah dan apatis, turgor kulit lebih
mengurang, lidah mengering dan nampak kotor, nadi kecil dan cepat, suhu
kadang-kadang naik dan matas sedikit ikteris. Berat badan turun dan mata
menjadi cekung, tensi turun, oligoria dan konstipasi.
Tingkat 3. Keadaan umum yang lebih parah, muntah berhenti, kesadaran
menurun dari somnolen samapi koma, nadi kecil dan cepat, suhu meningkat
dan tensi menurun.[ CITATION Sar07 \l 1033 ]
b. Trimester II
1. Kehamilan ektopik terganggu
a. Definisi
Kehamilan ektopik adalah kehamilan yang terjadi diluar rahim (uterus).
Hampir 95% kehamilan ektopik terjadi diberbagai segmen tuba palofi,

32
dengan 5% sisanya terdapat di ovarium, rongga peritoneum atau didalam
serviks. Apabila terjadi ruptur dilokasi implantasi kehamilan, maka akan
terjadi keadaan perdarahan dan nyeri abdomen aktif yang disebut kehamilan
ektopik terganggu (Kemenkes RI, 2013)
b. Diagnosis
(1) `perdarahan pervaginam dari bercak hingga berjumlah sedang
(2) Kesadaran menurun
(3) Pucat
(4) Hipotensi dan hipoglikemia
(5) Nyeri abdomen
c. Faktor perdisposisi
(1) Riwyat kehamilan ektopik sebelumnya
(2) Riwayat operasi didaerah tuba dan tubektomi
(3) Riwayat penggunaan AKDR
(4) Infertilitas
(5) Merokok
(6) Riwayat abortus sebelumnya
2. Plasenta previa
1. Definisi
Plasenta yang letaknya abnormal, yaitu pada segmen bawah uterus
sehingga dapat menutupi sebagian atau seluruh pembukaan jalan lahir pada
keadaan normal plasenta terletak di bagian atas uterus. Disebut plasenta
previa totalis apabila seluruh pembukaan tertutup oleh jaringan plasenta,
plasenta previa parsialis apabila sebagian pembukaan tertup oleh jaringan
plasnta dan plasenta previa marjinalis apabila pinggir plasenta brada tepat
pada pinggir pembukan. [ CITATION Sar07 \l 1033 ]
2. Etiologi
Bahwasanya vaskulrisasi yang berkurang, atau perubahan atrofi pada
desidua akibat persalinan yang lampau dapat menyebabkan plasenta previa,
tidaklah selalu benar, karena tidak nyata dengan jelas bahwa plasenta previa

33
didapati untuk sebagian besar pada penderita ringan paritas tinggi.
[ CITATION Sar07 \l 1033 ]
c. Trimester III
1. Solusio plasenta
a) Definisi
Terlepasnya plasenta yang letaknya normal pada korpus uteri sebelum
janin lahir, biasanya terjadi dalam trimester III, walaupun dapat pula terjadi
setiap saat dalam kehamilan. Solusio plasenta totalis plasenta dapat terlepas
seluruhnya, solusio plasenta parsialis terlepas seluruh atau sebagian, ruktura
sinus marginalis hanya sebagian kecil pinggir plasenta. [ CITATION Sar07 \l
1033 ].

b) Etiologi
Beberapa keadaan tertentu dapat menyertainya seperti umur ibu yang
tua,multiparitas, penyakit hipertensi menahun, preeklamsia trauma, talipusat
yang pendek, tekanan pada vena kapa enperior, dan devesiensi asam polik.
[ CITATION Sar07 \l 1033 ]
2. Keluar cairan pervaginam [ CITATION Rom11 \l 1033 ].
a) Batasan
1) Keluarnya cairan berupa air-air dari vagina pada trimester III.
2) Ketuban dinyatakan pecah dini jika terjadi sebelum proses persalinan
berlangsung
3) Pecahnya selaput ketuban dapat terjadi pada kehamilan preterm (sebelum
kehamilan 37 minggu) maupun pada kehamilan aterm
4) Normalnya selaput ketuban pecah pada akhir kala I atau awal kala II
b) Deteksi dini
Strategi pada prawatan antenatal
1. Deteksi faktor risiko

34
2. Deteksi infeksi secara dini
3. USG : biometri dan funelisasi
Trimester I : deteksi factor risiko, aktifitas seksual, pH vagina,
USG , pemeriksaan gram, darah rutin, urine.
Trimester 2 dan 3 : hati-hati bila ada keluhan nyeri abdomen, punggung,
kram di daerah pelvis, perdarahan pervaginam, diare, rasa menekan di
pelvis.
a. Pengumpulan data
Konfirmasi usia kehamilan, kalau ada dengan USG
b. Pemeriksaan
1) Dengan pemeriksaan inspekulo untuk menilai cairan yang keluar
(jumlah, warna, dan bau) dan membedakanya dengan urine.
2) Nilai apakah cairan keluar melalui ostium uteri atau terkumpul di forniks
posterior

3) Tentukan ada tidaknya infeksi


4) Tentukan tanda-tanda inpartu
c. Konfirmasi diagnose
1) Bau cairan yang khas
2) Jika keluarnya cairan sedikit-sedikit, tampung cairan yang keluar dan
nilai 1 jam kemudian. (Prawirohardjo, 2007).
2.1.8 Pertumbuhan dan Perkembangan Janin
Tabel Perkembangan Organ Fetus sesuai usia kehamilan
Umur
Panjang fetus Pembentukan Organ
kehamilan
4 Minggu 7,5 – 10 mm Rudimental mata,telinga dan hidung
8 minggu 2,5 cm Hidung, kuping, jari jemari mulai
dari bentuk kepala menekuk ke dada
12 minggu 9 cm Daun telinga lebih jelas, kelopak
mata melekat, leher mulai terbentuk,
namun belum berdiperensiasi
16 minggu 16 – 18 cm Genitalia eksterna terbentuk dan
dapat dikenal, kulit tipis dan warna
merah

35
20 minggu 25 cm Kulit lebih tebal, rambut mulai
ntumbuh dikepala, dan rambut halus
(lanugo) tumbuh di kulit
24 minggu 30 – 32 cm Ke dua kelopak mata tumbuh alis
dan bulu mata serta kuli keriput,
kepala besar, bila lahir dapat
bernafas tapi hanya beberapa jam
saja
28 minggu 35 cm Kulit warna merah ditutupi verniks
kaseosa, bila lahir dapat bernafas,
menangis pelan dan lemah
32 minggu 40 – 43 cm Kuklit merah dan keriput. Bila lahir,
kelihatan seperti orang tua dan kecil
36 minggu 46 cm Muka berseri tidak keriput, bayi
premature
40 minggu 50 – 55 cm Bayi cukup bulan. Kulit licin,
verniks kaseosa banyak, rambut
kepala tumbuh baik, organ – organ
baik
(Synopsis obstetric, 2015 )

1. Perkembangan janin usia 4 minggu

2. Perkembangan janin usia 8 minggu

36
3. Perkembangan janin usia 12 minggu

4. Perkembangan janin usia 16 minggu

37
5. Perkembangan janin usia 20 minggu

6. Perkembangan janin usia 24 minggu

38
7. Perkembangan janin usia 28 minggu

8. Perkembangan janin usia 32 minggu

39
9. Perkembangan janin usia 36 minggu

10. Perkembangan janin usia 40 minggu

40
2.1.9 Asuhan Kehamilan (Antenatal Care )
1. Pengertian
Pengawasan Ante Natal adalah pengawasan sebelum persalinan
terutama ditujukan pada pertumbuhan dan pertumbuhan janin dalam
rahim.Pemereiksaan Ante Natal adalah pemeriksaan kehamilan yang
dilakukan untuk memeriksa keadaan ibu dan janin secara berkala, yang
diikuti dengan upaya koreksi terhadap penyimpngan yang ditemukan.
(Manuba 2002)
2. Tujuan
a. Mempromosikan dan menjaga kesehatan fisik dan mental ibu dan bayi
dengan pendidikan nutrisi, kebersihan diri serta proses kelahiran bayi
b. Mendeteksi dan melaksanakan komplikasi medis, bedah atau obstetric
selama kehamilan
c. Memantau kemajuan kehamilan, memastikan kesejahteraan ibu dan
tumbuh kembang janin
d. Mengembangkan persiapan persalinan serta kesiapan menghadapi
komplikasi
e. Membantu menyiapkan ibu untuk menyusui dengan sukses,
menjalankan nifas normal, serta merawat anak secara fisik, fsikologis
dan social

41
f. Memperiapkan ibu dan Keluarga dapat berperan dengan baik dalam
memelihara dan bayi agar dapat tumbuh dan berkembang dengan
normal. (Nurul Jannah, 2012)
3. Standar Pelayanan Ante Natal Care
Dalam melaksakan pelayanan Ante Natal Care ada 10 standar
pelayanan yang harus dilakukan oleh bidan atau tenaga kesehatan yang
dikenal dengan 10 T yaitu:
a. Timbang berat badan dan ukur tinggi badan, diukur sekali pada saat ibu
datang pertama untuk mendeteksi resiko bila hasil pengukuran < 145
cm. kenaikan berat badan normal ibu hamil rata – rata 6,5 – 16 kg
b. Pemeriksaan tekanan darah, normalnya <140 kali/menit
c. Nilai status gizi (ukur lingkar lengan atas ) normalnya 23-26 cm
d. Pemeriksaan puncak rahim (tinggi fundus uteri)
Leopold I
Tujuan : untuk menentukan usia kehamilan dan bagian tubuh janin yang
berada pada fundus uteri.
Cara pemeriksaan:
a) Kedua telapak tangan bersih diletakkan pada fundus uteri
b) Melakukan pengukuran tinggi fundus uteri dari simfisis pubis
menggunakan jari atau metlin
c) Bidan atau dokter akan merasakan bagian tubuh janin yang berada pada
bagian fundus apakah bokong, kepala atau kosong.
Leopold II
Tujuan : untuk menentukan batas samping rahim dan letak punggung janin.
Cara pemeriksaan:
a) Kedua telapak tangan pemeriksa bergeser turun kebawah sampai
disamping kiri dan kanan umblikus
b) Tentukan bagian punggung janinguna menentukan lokasi aulkustasi
denyut jantung janin
c) Tentukan bagian-bagian kecil janin
Leopold III

42
Tujuan : untuk menentukan apakah bagian tubuh janin yang berada di
bagian bawah rahim.
Cara pemeriksaa:
a) Dokter atau bidan menghadap ke kiri pasien
b) Kedua telapak tangan diletakkan pada sisi kiri dan kanan bagian
terendah janin
Leopold IV
Tujuan : untuk menentukkan bagian terendah janin dan berapa bagian
kepala janin yang sudah masuk panggul ibu.
Cara pemeriksaan:
a) Bagian terendah janin dicekap di antara ibu jari dan telunjuk tangan
kanan
b) Tentukkan apa yang menjadi bagian terendah janin
c) Tentukkan apakah bagian tubuh janin sudah masuk panggul atau belum
e. Tentukan presentasi janin dan denyut jantung janin (DJJ)
f. Imunisasi Tetanus Toksoid (TT) minimal 2 kali selama hamil dengan
intervel 4 minggu diberikan sebanyak 0,5 cc/im
g. Pemberian tablet zat besi minimal 90 tablet selama kehamilan
h. Tes Laboratorium (HB, Glukosa urin, protein urin, PMS)
i. Tata laksana kasus
j. Temu wicara (konseling) termasuk perencanaan persalinan dan
pencegahan komplikasi (P4K) serta KB pasca persalinan
4. Jadwal Kunjungan
1) 1 kali pada TM I (usia kehamilan 0-13 minggu)
2) 1 kali pada TM II (usia kehamilan 14-27 minggu)
3) 2 kali pada TM III (usia kehamilan 28-40 minggu)

2.2 Manajemen Konsep Dasar Asuhan Kebidanan (Varney)


Manajemenen kebidanan adalah proses pemecahan masalah yang
digunakan sebagai metode untuk mengorganisasiakan pikiran dan tindakan
berdasarkan teori ilmiah, penemuan-penemuan, keterampilan dalam

43
rangkaian yang logis unruk pengambilan suatu keputusan yang berfokus
pada klien. ( Hellen varney, 2010).
Langkah- langkah Manajemen Kebidanan
Langkah I (Pertama) : Tahap Pengumpulan Data Dasar
Untuk memperoleh data dilakukan dengan cara :
a. Anamnesa :
Biodata, Riwayat Menstruasi, Riwayat Kesehatan, Riwayat kehamilan,
persalinan, Biopsikososiospritual, Pengetahuan klien
b. Pemeriksaan fisik sesuai dengan kebutuhan dan pemeriksaan tand-tanda
vital
c. Pemeriksaan khusus :
Inspeksi, Palpasi, Auskultasi, Perkusi
d. Pemeriksaan penunjang
Laboratorium
Langkah II (Kedua) : Interpretasi Data Dasar
Langkah III (Ketiga) : Mengidentifikasi Diagnosa atau Masalah Potensial
dan Mengantisipasi Penanganannya
Langkah IV (Keempat) : Menetapkan Kebutuhan Terhadap Tindakan
Segera, benar-benar dibutuhkan.
Langkah V (Kelima) : Menyusun Rencana Asuhan yang Menyeluruh
Langkah VI (Keenam) : Pelaksanaan Asuhan secara langsung
Pada langkah VI ini langkah V dilaksanakan dengan efisien dan aman.
Pelaksanaan ini biasa dilakukan seluruhnya oleh bidan atau sebagian lagi
oleh klien, atau anggota tim kesehatan lainnya. Walau bidan tidak
melakukan sendiri ia tetap memikul tanggung jawab untuk mengarahkan
pelaksanaannya.
Langkah VII (Ketujuh) :Evaluasi
BAB III
TINJAUAN KASUS
ASUHAN KEBIDANAN PADA NY “M” DENGAN KEHAMILAN
NORMAL TRIMESTER III

44
DI PUSKESMAS GERUNG
23 MEI 2019

3.1 PENGKAJIAN DATA DASAR


Hari/ tanggal pengkajian : Kamis, 23 Mei 2019
Pukul : 10.50 Wita
Tempat Pengkajian : Ruang KIA Pukesmas Gerung
1. DATA SUBYEKTIF
A. Identitas
Nama : Ny. “M” Nama : Tn. “A”
Umur : 26Tahun Umur : 30Tahun
Suku :Sasak Suku : Sasak
Agama : Islam Agama : Islam
Pendidikan : SMA Pendidika : SMA
Pekerjaan : IRT n : Swasta
Alamat : Montong Sari Pekerjaan :Montong Sari
Alamat
B. Keluhan Utama
Ibu mengatakan ingin memeriksakan kehamilan Riwayat Keluhan
Utama
Ibu mengatakan hamil anak ke 2, usia kehamilan 9 bulan, ingin
memeriksakan kehamilan, ibu mengeluh susah tidur sejak 3 hari yang lalu.
C. Riwayat Menstruasi
1. Menerche : 12 Tahun Disminore : tidak pernah
2. Siklus Haid : tidak teratur Flour Albus : normal (warna
jernih, bau khas, keluar 2 minggu sebelum menstruasi)
3. Lama haid : 3-12 hari HPHT : 25 Agustus
2018
D. Status Perkawinan
Berapa kali menikah : 1 (satu) kali
Umur pertama kali menikah

45
Suami : 26 tahun Istri : 22 tahun
Lama : 4 tahun
E. Riwayat kehamilan, persalianan, nifas, anak yang lalu

Perk Keh
Pen Penyulit
a a Temp
UK JP olon BB JK Usia Ket
wina mila at
g
n no n no H B N
1 In 9 N/sp Polind Bida - - 3,50 L 3
bul ntan es n Mual 0 thn H
an ,pusi gra
ng m
ini - - - - - - - -
- - -
-

F. Riwayat Kontrasepsi
Jenis kontrasepsi : Suntuik 3 bulan
Lama : 2 tahun
Mulai KB : 2016
Kapan berhenti : 2018
Keluhan : Ibu mengeluh mens tidak teratur
Alasan berhenti :Ibu mengatakan ingin mempunyai anak lagi
Riwayat kehamilan sekarang
Usia Kehamilan : 9 bulan
Gerakan Janin : Ibu sudah merasakan gerakkan janin sejak
usia kehamilan 5 bulan
ANC : 8kali di Puskesmas Gerung
Tanda bahaya/penyulit : Tidak ada
Obat /jamu yang dikonsumsi :camabion x (2x1), asam folat x (2x1), B.
kompeks x (3x1), fe x(1x1) /tidak ada jamu
Imunisasi TT : TT3 (9 Desember2018)
Perawatan payudara : mengompres dengan air hangat dan
membersihkan dengan air bersih

46
Senam hamil : Tidak pernah Kekhawatiran khusus: tidak
ada
Kepercayaan selama hamil : Tidak ada
Rencana KB : Belum di rencanakan
G. Riwayat kesehatan keluarga
Riwayat keturunan kembar : ada/(tidak)
Penyakit menular/keturunan : Diabetes melitus, hepatitis, penyakit jantung
koroner, tifoid, hipertensi, TB (tidak)
H. Riwayat kesehatan yang lalu
Penyakit menular/keturunan : DM, hepatitis, penyakit jantung
koroner, tifoid, hipertensi, TB dan lain-lain (tidak)
I. Riwayat biologis
a) Pola nutrisi (sebelum dan selama hamil)
Makanan Sebelum hamil Selama hamil
Komposisi Nasi,ikan, sayur, Nasi, ikan, cumi, ayam,
plecing, tahu, tempe sayur, buah
Frekuensi 3x/hari 3-4x/hari
Makanan pantangan Tidak ada Tidak ada
Masalah Tidak ada Tidak ada
Minum
Jenis Air putih, kopi, the Air putih, teh, susu
Frekuensi 9 gelas/hari 11-12 gelas/hari
Tidak ada Tidaka ada

b) Pola eliminasi (sebelum dan selama hamil)


BAK Sebelum hamil Selama hamil
Warna Kuning Bening
Frekuensi 8x/hari 9-10x/hari
Masalah Tidak ada Tidak ada
BAB
Konsisten warna Padat, lunak/kuning Lembek/kuning
Frekuensi 1x/hari 1-2x/hari
Masalah Tidak ada Tidak ada

c) Pola istraahat
Istrahat Sebelum hamil Selama hamil
Siang 2 jam 1 jam

47
Malam 8 jam 6-7 jam
Masalah Tidak ada Susah tidur

d) Personal hygiene
Personal hygiene Sebelum hamil Selama hamil
Mandi 1x/hari 2-3x/hari
Keramas 1x/2 hari 1x/hari
Gosok gigi 2x/hari 2-3x/hari
Ganti pakaian 2x/hari 2-3x/hari
Ganti pakaian dalam 2x/hari 2-3x/hari

J. Riwayat psikosial dan spiritual


Komunikasi
Verbal : bahsa Indonesia
Keadaan emosional : kooperatif
Hubungan dengan keluarga : akrab
Hubungan dengan orang lain : biasa
Proses berfikir : terarah
Ibadah spiritual : patuh
Respon ibu dan keluarga terhadap kehamilan : Ibu dan keluarga senang
menerima kehamilan.
Dukungan keluarga : sangat mendukung
Pengambilan keputusan dalam keluarg : suami
Beban kerja dan kegiatan sehari-hari : melakukan pekerjaan
IRT
Tempat dan petugas yang di inginka nuntuk bersalin: puskesmas dan bidan

2. DATA OBYEKTIF
A. Pemeriksaan umum
1. Keadaan umum : Baik
2. Kesadaran : composmentis
3. Tanda-tanda vital
Tekanan darah : 110/70 mmHg

48
Nadi : 84x/m
Pernafasan : 22x/m
Suhu : 36,5 C
4. Berat badan saat ini : 48kg
5. Berat badan sebelum hamil : 40kg
6. Tinggi badan : 150 cm
Lila : 25 cm
HPL : 2 juni 2019
B. Pemeriksaan fisik
1. Kepala
Inspeksi : Rambut Bersih, tidak ada ketombe, hitam, tidak rontok
Palpasi : Tidak ada masa/benjolan, tidak ada nyeri.
2. Wajah
Inspeksi : simetris, tidak pucat, tidak odema, ada cloasma gravidarum
Palpasi : tidaka da benjolan, tidakada nyeri
3. Mata
Inspeksi : Konjungtiva merah muda, Sklera tidak ikterus.
Palpasi : Tidaka da benjolan, tidak ada nyeri
4. Telinga
Inspeksi : Simetris, tidak ada perdarahan, tidak ada
Pengeluaran cairan, fungsi pendengan normal
Palpasi :tidak ada benjolan, tidak nyeri

5. Hidung
Inspeksi : Simetris, bersih tidak ada sumbatan (polip), tidak
adaperdarahan
Palpasi : Tidak ada benjolan, tidak ada nyeri
6. Mulut
Inspeksi : Bibir tidak kering , tidak pucat, gigi bersih, tidak karies,
tidak berlubang, tidak ada perdarahan
7. Leher

49
Inspeksi : Tidak ada pembesaran kelenjar limfe,tidak ada bendungan
vena jugularis
Palpasi :Tidak ada pembesaran kelenjar tiroid, tidak ada
benjolan,tidak ada nyeri
8. Payudara
Inpeksi : Bentuk simetris,puting susus meneonjol, ada pengeluaran
kolostrum
Palpasi : Tidak ada massa/benjolan, tidak adanyeri
9. Abdomen
Inspeksi : ada linea nigra, ada striae albikan, Tidak ada luka
bekasoperasi Palpasi
Leopod I : TFU 30 cm, teraba bulat, lunak, tidak melenting (bokong
janin) Leopod II : kiri teraba datar, ada tahanan keras, panjang seperti
papan (punggung janin) PUKI, kanan teraba bagian-bagian kecil
(ekstrimitas) PUKA
Leopod III :bagian bawah teraba bulat, keras, tidak melenting (kepala
janin)
Leopod IV : bagian bawah janin sudah tidak bisa di goyang
(sudahmasuk PAP) 4/5 bagian TBJ :2.790 gram Auskultasi :
DJJ (+) irama 12-12-11, frekuensi 140x/m
10. Ekstremitas Atas : Tidak ada oedema pada kedua tangan, kuku tangan
tidak Pucat
11. Ekstremitas bawah : Tidak ada oedema pada kedua kaki,kuku
kakitidak pucat,varices (-/-), reflek patella (+/+).
12. genetalia : Tidak dilakukan pemeriksaan

C. Pemeriksaan Penunjang
Laboratorium :HB: 11,8 gr %, HBsAg : NR, PU (-), GDS: 87 (23 Mei
2019)
Radiologi :janin:T/H/IU preskep, jk: p, BB 2.250 gram, Uasia Kehamilan
32-34, plasenta: fundus, AFI: cukup, TP: 10 juni 2019 (22 April 2019)

50
3.2 INTERPRESTASI DATA DASAR
A. Diagnosa kebidanan
Ibu : Ny. “M” G2P1A0H1, Umur Kehamilan 38-39 minggu
keadaan umum baik
Janin : T/H/IU preskep keadaan umum janin baik
Data dasar
DS :
1. Ibu mengatakan ini kehamilannya yang ke 2
2. Ibu mengatakan usia kehamilan 9 bulan
3. Ibu mengtakan belum pernah keguguran
4. Ibu mengatakan susah tidur sejak 3 hari yang lalu
5. Ibu mengatakan hari pertama haid terakhir tanggal 25 Agustus 2018
DO :
1. Keadaan umu : baik
2. Kesadaran : composmentis
3. TTV
TD : 110/70 mmHg
Nadi : 84x/ menit
Pernafasan : 23x/m
Suhu : 36,5 C

4. Pemeriksaan Leopold
Leopold I : TFU 30 cm, teraba bulat, lunak, tidak melenting
( bokong janin)
Leopold II : PUKI teraba ada tahan keras, panjang seperti papan
( punggung janin) PUKA teraba bagian kecil janin (ekstermitas )
Lepold III : bagian bawah teraba bulat, keras, tidak melenting
( kepala janin)
Leopold IV : bagian bawah janin sudah tidak bias di goyang
(sudah masuk PAP ) 4/5 bagian

51
5. Auskultasi : DJJ (+), irama 12-12-11, frekuensi 140x/m
B. Kebutuhan : menganjurkan ibu banyak istrahat, memberikan ibu
fe x
(1x1) dan B. kompleks x ( 2x1)
3.3 Mengindentifikas Masalah Atau Diagnosa Potensial :
Tidak ada
3.4 Mengindentifikasi Terhadap Kebutuhan Tindakan Segera: tidak
ada
3.5 Rencana Asuhan (Planning)
1. beritahu ibu hasil pemeriksaan
2. anjurkan ibu banyak istrahat
3. anjurkan ibu miring dulu sebelum bangun dari tempat tidur
4. anjurkan ibu untuk tetap mencukupi nutrisi serta cairan
5. berikan ibu fe dan vitamin
6. anjurkan ibu untuk perawatan payudra dan mengajarkannya
7. anjurkan ibu untuk persiapan persalinan
8. beritahu ibu tanda bahaya kehamilan TM III
9. beritahu ibu tanda-tanda persalinan
10. beritahu ibu tentang fisiologis kehamilan TM III
11. anjurkan ibu untuk kunjujngan ulang

3.6 Penatalaksanaan asuhan (implementasi )


Tanggal : 23 mei 2019
Jam : 11.10 wita
1. Memberitahu ibu hasil pemeriksaan keadaan umu ibu baik, TTV: TD:
110/70 mmHg Nadi : 84x/ menit, Pernafasan : 22x/m, Suhu: 36,5 C, lila
26, usia kehamilan 38-39 minggu, lila 25, padaPemeriksaan abdomen saat
dilakukan inspeksi tidak ada bekas luka operasi, janin : T/H/IU lengkap,
tinggi fundus uteri 30 cm, TBJ: 2.790,. hasil pemeriksaan Leopold I
teraba bokong, Leopold II pada bagian puki teraba punggung janin puka

52
teraba bagian kecil janin (ekstermitas), Leopold III teraba kepala,
leopold IV teraba kepala kepala janin, sudah masuk PAP 4/5 bagian, DJJ
(+) irama 12-12-11, frekuensi 140x/m, kepala sudah masuk pintu atas
panggul, keadaan umum janin baik, Laboratorium :HB: 9,8 gr %,
HBsAg : NR, PU (-), GDS: 8,7,
2. Menganjurkan ibu banyak istrahat tidur siang minimal 1 jam, tidur
malam minimal 8 jam
3. Menganjurkan ibu miring dulu sebelum bangun dari tempat tidur supaya
tidak pusing
4. Menganjurkan ibu untuk tetap mencukupi nutrisi serta caiaran seperti
minum minimal 8 gelas/hari, minum susu, makan nasi, telur, ikan,
daging dll
5. Memberikan ibu Fe x (1x1) dan B. komplek x (2x1) dan memberitahu
ibu cara minumnya
6. Menganjurkan ibu untuk perawatan payudra dan mengajarkannya
supaya dapat mempersiapkan pengeluaran ASI
7. Menganjurkan ibu untuk persiapan persalinan seperti uang, kendaraan,
pakaian bayi, tempat, penolong, pendamping, pendonor dll
8. Memberitahu ibu tanda bahaya kehamilan seperti perdarahan, pusing
yang berlebihan, keluar air sebelum waktunya, tidak nafsu makan
berkepanjangan dll
9. Memberitahu ibu tanda-tanda perslainan seperti keluar darah campur
lender, rasa sakit yang semakin teratur dll
10. Memberitahu ibu tentang fisiologis kehamilan TM III seperti susah
tidur, susah BAB, sesak dan pendek napas
11. Menganjurkan ibu untuk kunjujngan ulang 1 minggu lagi
3.7 EVALUASI HASIL KEGIATAN
Tanggal : 23 mei 2019
Jam : 11.13 wita
1. ibu sudah mengetahui hasil pemeriksaan dan mengerti keadaannyan
serta keadaan janinnya

53
2. ibu sudah bersedia untuk banyak istrahat
3. ibu sudah mengerti harus miring dulu sebelum bangun dari tempat tidur
4. ibu sudah mengerti tentang mencukupi nutrisi serta cairan minimal 8
gelas/hari, minum susu, makan nasi, telur, ikan, daging dll
5. ibu bersedia mengkonsumsi fe x (1x1) dan B. komplek x (2x1) dan sudah
mengerti cara minumnya
6. ibu bersedia untuk melakukan perawatan payudara
8. ibu sudah mempersiapkan untuk persalinan seperti uang, kendraan
sendiri, pakaian bayi, tempat di polindes, pendamping suami dll
9. ibu sudah mengetahui tanda bahaya kehamilan TM III seperti perdarahan,
pusing yang berlebihan, tidak nafsu makan berkepanjangan, keluar air dari
jalan lahir sebelum waktunya, dll
10. ibu sudah mengetahui tanda-tanda perslainan seperti keluar darah
campur lender, rasa sakit yang semakin teratur dll
11.ibu sudah bersedia untuk kunjujngan ulang 1 minggu lagi

BAB IV
PEMBAHASAN

4.1 Pengkajian Data Dasar


Pengkajian di lakukan dengan mencari dan dikumpulkan fakta, baik
berasal dari pasien, keluraga maupun kesehatan lainnya dan hasil
pemeriksaan yang dilakukan oleh bidan sendiri.Pengumpulan data ini
mencakup data subjektif dan objektif (Yulianti, 2010).
Pada data subyektif pada Ny. “M” usia 26 tahunkehamilan TM III,di
dapatkan data bahwa Ibu mengatakan hamil anak pertama, usia kehamilan 9

54
bulan, hari pertama haid terakhir tanggal 25 agustus, ingin cek lab dan
mengontrol, mengeluh susah tidur sejak 3 hari yang lalu karena perut
semakin membesar. Berdasarkan teori Kehamilan normal adalah masa
kehamilan dimulai dari konsepsi sampai lahirnya janin .Lamanya hamil
normal adalah 280 hari (40 minggu atau 9 bulan 7 har) di hitung dari hari
pertama haid terakhir. Kehamilan di bagi dalam 3 triwulan yaitu triwulan
pertama dimulai dari konsepsi sampai 3 bulan, triwulan ke dua dimulai dari
bulan ke 4 sampai 6 bulan, triwulan 3 dimulai dari bulan ke 7 sampai 9
bulan, (Saifudin, 2015) Dari anamnese yang dilakukan tidak terdapat
kesenjangan antara tinjauan teori dan tinjauan kasus.
Pada pengkajian data obyektif pada Ny. “M” usia 26 tahun, di dapatkan
hasil keadaan umum baik, bayi tunggal, hidup, intra uterin, bahwa
TD:110/70 mmHg, Nadi:84 ×/menit, Respirasi: 22, ×/menit Suhu : 36,5 oC,
lila 25 cm, pada Pemeriksaan abdomen saat dilakukan inspeksi tidak ada bekas
luka operasi, hasil auskultasi DDJ (+) irama 12-12-11, frekuensi 140x/m, bayi
tunggal, hidup, intra uterin, tinggi fundus uteri 30 cm, TBJ: 2.790 gr. hasil
pemeriksaan Leopold I teraba bokong, Leopold II pada bagian puki teraba
punggung janin puka teraba bagian kecil janin (ekstermitas), Leopold III
teraba kepala, leopold IV teraba kepala kepala janin, sudah masuk PAP 4/5
bagian. Berdasarkan teori dengan adanya perubahan fisik pada ibu hamil,
salah satunya berat pada perut sehingga terjadi perubahan sikap tubuh, tidak
jarang ibu akan mengalami kelelahan, oleh karena itu istirahat dan tidur
sangat penting untuk ibu hamil. Pada trimester akhir kehamilan sering
diiringi dengan bertambahnya ukuran janin, sehingga terkadang ibu
kesulitan untuk menentukan posisi yang paling baik dan nyaman untuk
tidur. Posisi tidur yang dianjurkan pada ibu hamil adalah miring ke kiri, kaki
kiri lurus, kaki kanan sedikit menekuk dan di ganjal dengan bantal, dan
untuk mengurangirasa nyeri pada perut, ganjal dengan bantal pada perut
bawah sebelah kiri (Saminem, 2008). Berdasarkan data obyektif tersebut
tidak terdapat kesenjangan antara teori dan tinjauan kasus.

55
4.2 INTERPRETASI DATADASAR
Pada langkah ini melakukan identifikasi diagnose atau masalah
berdasarkan interprestasi yang benar di atas data yang telah di kumpulkan
yaitu dengan diagnose kebidanan. Diagnose kebidanan adalah diagnose
yang di tegakkan bidan dalam ruang lingkup kebidanan dan memenuhi
standar nomenklatur diagnose kebidanan. Masalah adalah hal-hal yang
berkaitan dengan pengalaman klien yang di temukkan dari hasi pengkajian
menyertai diagnose ( Salmah, 2006 ).
Berdasarkan data yang di peroleh saat melakukan pengkajian dapat
ditegakkan diagnosa kebidanan pada Ny “M“ G2P1A0H1 usia kehamilan
38-39 minggu keadaan umum ibu baik, janin: T/H/IU preskep keadaan
umum janin baik, dengan data subyektifnya di dapatkan bahwa ibu
mengatakan hamil anak pertama, usia kehamilan 9 bulan, ingin cek lab dan
mengontrol, mengeluh susah tidur. menuurut departemen kesehatan RI,
2007, kehamilan normal adalah masa kehamilan dimulai dari konsepsi
sampai lahirnya janin.lamanya hamil normal adalah 280 hari (40 minggu
atau 9 bulan 7 har) di hitung dari hari pertama haid terakhir. Kehamilan di
bagi dalam 3 triwulan yaitu triwulan pertama dimulai dari konsepsi sampai
3 bulan, triwulan ke dua dimulai dari bulan ke 4 sampai 6 bulan, triwulan 3
dimulai dari bulan ke 7 sampai 9 bulan, (Agustin, dkk, 2012). Dari
anamnese yang dilakukan tidak terdapat kesenjangan antara tinjauan teori
dan tinjauan kasus.
Berdasarkan data obyektif pada Ny. “M” di dapatkan hasil bahwa
keadaan umum baik, bayi tunggal, hidup, intra uterin, bahwa TD:110/70
mmHg, Nadi:84 ×/menit, Respirasi: 22, ×/menitSuhu : 36,5 oC, lila 25 cm,
padaPemeriksaan abdomen saat dilakukan inspeksi tidak ada bekas luka operasi,
hasil auskultasi DDJ (+) irama 12-12-11, frekuensi 140x/m, TBJ 2.790 gram, bayi
tunggal, hidup, intra uterin, tinggi fundus uteri 30 cm. hasil pemeriksaan
Leopold I teraba bokong, Leopold II pada bagian puki teraba punggung
janin puka teraba bagian kecil janin (ekstermitas), Leopold III teraba kepala,
leopold IV teraba kepala kepala janin, sudah masuk PAP 4/5 bagian.

56
Berdasarkan teori dengan adanya perubahan fisik pada ibu hamil,
salah satunya berat pada perut sehingga terjadi perubahan sikap tubuh, tidak
jarang ibu akan mengalami kelelahan, oleh karena itu istirahat dan tidur
sangat penting untuk ibu hamil. Pada trimester akhir kehamilan sering
diiringi dengan bertambahnya ukuran janin, sehingga terkadang ibu
kesulitan untuk menentukan posisi yang paling baik dan nyaman untuk
tidur. Posisi tidur yang dianjurkan pada ibu hamil adalah miring ke kiri, kaki
kiri lurus, kaki kanan sedikit menekuk dan di ganjal dengan bantal, dan
untuk mengurangirasa nyeri pada perut, ganjal dengan bantal pada perut
bawah sebelah kiri (Saminem, 2008). Berdasarkan data obyektif tersebut
tidak terdapat kesenjangan antara teori dan tinjauan kasus
4.3 MENGIDENTIFIKASI DIAGNOSA ATAU MASALAH
POTENSIAL
Diagnose potensial merupakan langkah ketika bidan melakukan
identifikasi diagnose atau masalah potensial dan mengantisipasi
penanganannya ( Salamah, 2006 ).
Pada kasus tidak ada diagnose atau masalah potensial.

4.4 IDENTITAS KEBUTUHAN TERHADAP TINDAKAN SEGERA


Pada tahap ini bidan menetapkan kebutuhan terhadap tindakan
segera, melakukan konsultasi, kolaborasi dengan tenaga kesehatan lain,
berdasarkan kondisi klien ( Salmah, 2006 ).
Pada kasus tidak ada tindakan segera.
4.5 RENCANA ASUHAN
Menyusun rencana asuhan yang menyeluruh, mengacu pada
diagnosa, maslaha asuhan, serta kebutuhan yang telah sesuai dengan kondisi
klien satat diberi asuhan (Salmah, 2006 ).
Rencana asuhan yang menyeluruh yang dilakukan pada Ny.”M”
yaitu beritahu ibu hasil pemeriksaan, anjurkan ibu banyak istrahat, anjurkan

57
ibu miring dulu sebelum bangun dari tempat tidur, anjurkan ibu untuk tetap
mencukupi nutrisi serta cairan berikan ibu fe dan B.kompleks, anjurkan ibu
untuk perawatan payudra dan mengajarkannya, anjurkan ibu untuk
persiapan persalinan, beritahu ibu tanda bahaya kehamilan TM III, beritahu
ibu tanda-tanda perslainan, beritahu ibu tentang fisiologis kehamulan TM
III, anjurkan ibu untuk kunjujngan ulang 1 minggu lagi. Berdasarkan teori
dengan adanya perubahan fisik pada ibu hamil, salah satunya berat pada
perut sehingga terjadi perubahan sikap tubuh, tidak jarang ibu akan
mengalami kelelahan, oleh karena itu istirahat dan tidur sangat penting
untuk ibu hamil. Pada trimester akhir kehamilan sering diiringi dengan
bertambahnya ukuran janin, sehingga terkadang ibu kesulitan untuk
menentukan posisi yang paling baik dan nyaman untuk tidur. Posisi tidur
yang dianjurkan pada ibu hamil adalah miring ke kiri, kaki kiri lurus, kaki
kanan sedikit menekuk dan di ganjal dengan bantal, dan untuk
mengurangirasa nyeri pada perut, ganjal dengan bantal pada perut bawah
sebelah kiri (Saminem, 2008). Jadi pada tinjauan teori dan tinjauan kasus
tidak terdapat kesenjangan karena sesuai dengan teori.

4.6 PELAKSANAAN ASUHAN


Pada langkah ini di lakukakn pelaksanaan asuhan langsung secara
efisien dan aman. Rencana asuhan yang menyeluruh seperti apa yang di
rencanakan, di lakukan secara efisien dan aman biasanya di laksanakan oleh
bidan, sebagian lagi oleh klien, atau oleh anggota tim kesehatan lain
( Salmah, 2006 ).
Pada langkah ini tindakan yang di berikan sesuai dengan rencana
yang sudah di tentukan yaitu memberitahu ibu hasil pemeriksaan keadaan
umumibu baik, TTV: TD: 110/70 mmHg Nadi : 84x/ menit, Pernafasan :
22x/m, Suhu: 36,5 C, lila 25, usia kehamilan 38-39 minggu, pada
Pemeriksaan abdomen saat dilakukan inspeksi tidak ada bekas luka operasi, janin :

58
T/H/IU preskep, tinggi fundus uteri 30 cm TBJ: 2.790 gr,. hasil pemeriksaan
Leopold I teraba bokong, Leopold II pada bagian puki teraba punggung
janin puka teraba bagian kecil janin (ekstermitas), Leopold III teraba kepala,
leopold IV teraba kepala kepala janin, sudah masuk PAP 4/5 bagiantafsiran
berat badan janin :2.480 gram, DJJ (+) irama 12-12-11, frekuensi 140x/m,
kepala sudah masuk pintu atas panggul, keadaan umum janin baik,
Laboratorium :HB: 9,8 gr %, HBsAg : NR, PU (-), GDS: 87, menganjurkan
ibu banyak istrahat tidur siang minimal 1 jam, tidur malam minimal 8 jam,
menganjurkan ibu miring dulu sebelum bangun dari tempat tidur supaya
tidak pusing, menganjurkan ibu untuk tetap mencukupi nutrisi serta caiaran
seperti minum minimal 8 gelas/hari, minum susu, makan nasi, telur, ikan,
daging dll, memberikan ibu fe x (1x1) dan B. komplek x (2x1) dan
memberitahu ibu cara minumnya yaitu dengan, menganjurkan ibu untuk
perawatan payudra dan mengajarkannya seperti mengompres hangat 2
menit, mengompres dingin 1 menit, membersihkan dengan menggunakan
baby oil, menganjurkan ibu untuk persiapan persalinan seperti uang,
kendaraan, pakaian bayi, memberi tahu ibu tanda bahaya kehamilan seperti
perdarahan, pusing yang berlebihan, tidak nafsu makan berkepanjangan,
keluar air sebelum waktunya dll, memberi tahu ibu tanda-tanda perslainan
seperti keluar darah campur lender, rasa sakit yang semakin teratur dll,
selanjutnya memberitahu ibu tentang fisiologis kehamilan TM III seperti
susah tidur, sulit BAB, sesak dan napas pendek, serta menganjurkan ibu
untuk kunjujngan ulang 1 minggu lagi. Jadi pada tinjauan teori dan tinjauan
kasus tidak terdapat kesenjangan karena sudah sesuai dengan teori.
4.7 EVALUASI HASIL KEGIATAN
Pada langkah ini di lakukan evaluasi keefektifan asuhan yang sudah
diberika. Hal di evaluasi meliputi apakah kebutuhan telah terpenuhi dan mengatasi
diagnose dan masalah yang teridentifikas ( Salmah, 2006).
Selanjutnya mengevaluasi tindakan yang telah bidan berikan pada ibu, di dapatkan
hasil bahwa ibu sudah mengetahui hasil pemeriksaan dan mengerti
keadaannyan serta keadaan janinnya, ibu sudah bersedia untuk banyak

59
istrahat, ibu sudah mengerti harus miring dulu sebelum bangun dari tempat
tidur, ibu sudah mengerti tentang mencukupi nutrisi serta cairan minimal 8
gelas/hari, minum susu, makan nasi, telur, ikan, daging dll, ibu bersedia
mengkonsumsi fe 1x1 dan B. komplek 2x1 dan sudah mengerti cara
minumnya, ibu bersedia untuk melakukan perawatan payudara, ibu sudah
mempersiapkan untuk persalinan seperti uang, kendraan sendiri, pakaian
bayi dll, ibu sudah mengetahui tanda bahaya kehamilan TM III seperti
perdarahan, pusing yang berlebihan, tidak nafsu makan berkepanjangan,
keluar air dari jalan lahir sebelum waktunya dll, ibu sudah mengetahui
tanda-tanda perslainan seperti keluar darah campur lender, rasa sakit yang
semakin teratur dll, ibu sudah mengerti tantang fisiologis kehamilan TM III
ibu sudah bersedia untuk kunjujngan ulang 1 minggu lagi. Berdasarkan
tinjauan teori dan tinjauan kasus tidak di dapatkan kesenjangan antara teori
dan kasus.

BAB V
PENUTUP
Setelah menyelesaikan pembahasan dengan mengembangkan
tinjauan kasus dengan asuhan kebidanan pada Ny “M” dengan kehamilan
normal TM III di Puskesmas Gerung pada tanggal 23 mei 2019, penulis
menarik kesimpulan melalui pendokumentasian 7 langkah Varney :
5.1 KESIMPULAN
1. Mahasiswa telah mampu melakukan pengkajian Asuhan Kebidanan
Pada Ny. “M” dengan kehamilan normal TM III di Puskesmas Gerung.
2. Mahasiswa telah mampu melakukan interprestasi data Pada Ny. “ M”
dengan kehamilan normal TM III di Puskesmas Gerung.

60
3. Mahasiswa telah mampu melakukan identifikasi diagnosa/masalah
potensial Asuhan Kebidanan Pada Ny. “M” dengan kehamilan normal
TM III di Puskesmas Gerung.
4. Mahasiswa telah mampu melakukan tindakan segera/kolaborasi Asuhan
Kebidanan Pada Ny. “M” dengan kehamilan normal di Puskesmas
Gerung.
5. Mahasiswa telah mampu melakukan merencanakan tindakan Asuhan
Kebidanan Pada Ny. “M” dengan kehamilan normal TM III di
Puskesmas Gerung.
6. Mahasiswa telah mampu melakukan tindakan Asuhan Kebidanan sesuai
rencana yang dibuat Pada Ny. “M” dengan kehamilan normal TM III di
Puskesmas Gerung.
7. Mahasiswa telah mampu mengevaluasi Asuhan Kebidanan Pada Ny.
“M” dengan kehamilan Normal TM III di Puskesmas gerung,.

5.2 Saran
Dengan adanya kesimpulan di atas maka penulis dapat memberikan
saran sebagai berikut :
1. Bagi Pembimbing pendidikan
Di harapkan Pembimbing dapat menambah wacana dan informasi
mengenai asuhan kebidanan pada ibu hamil trimester IIIdengan kehamilan
normal, sebagai bahan kajian terhadap materi asuhan kebidanan kehamilan.
2. Bagi Lahan Praktek
Di harapkan Puskesmas Gerung berpartisipasi dalam mencetak bidan
yang professional sehingga dapat dijadikan sebagai acuan untuk
meningkatkan dan mempertahankan mutu pelayanan kebidanan secara

61
komprehensif sesuai standar pelayanan minimal sebagai sumber data untuk
meningkatkan penyuluhan pada ibu hamil, dan menjadikan acuan dalam
praktek selanjutnya.
3. Bagi Mahasiswa
a. Di harapkan dapat menambah keterampilan dan pengetahuan mahasiswa
dalam pelayanan asuhan kebidan kehamilan normal, terutama dapat
meningkatkan pengetahuan yang di dapat selama perkuliahan serta dapat
mengaplikasikan pada penangan kehamilan normal.
b. Di harapkan dapat menambah wawasan mahasiswa dalam melakukan
praktek kebidanan.
c. Di harapkan agar bisa melakukan praktek terutama dalam
mengaplikasikan penangan kehamilan normal sebaik mungkin sesuai
dengan prosedur dan standar asuhan pelayanan kebidanan.
4. bagi klien
Di harapkan klien mendapatkan asuhan kebidanan komprehensif
yang sesuai dengan standar pelayanan kebidanan dan sesuai kebutuhan
klien, dengan kunjungan minimal IV kali selama kehamilan, sehingga klien
apabila terdapat komplikas dapat terdeteksi sedini mungkin.

DAFTAR PUSTAKA

Agustin, dkk. 2012 Motivasi dan Kepatuhan Kunjungan Antenatal Care


(ANC) Pada Ibu Hamil Trimester III V olume 3 Jurnal
Keperawatan, ISSN:2086-3037.

Departemen Kesehatan RI 2008. Pedoman Pelayanan Antenatal di Pingkat


pelayanan Dasar Puskesmas. Jakarta: Pusdiknakes.
Dinas Kesehtan. Profil Kesehatan NTB. 2015

Frofil Kesehtan. Kabupaten Lombok barat. 2016

Kusmiyati, Yuni, dkk. 2009. Perawatan Ibu Hamil. Yogyakarta:


Fitramaya.

62
Manuaba, 2010.Ilmu Kebidanan, Penyakit Kandungan dan KB. Jakarta:
Buku Kebidanan. EGC

Megasari, Miranti, dkk. 2015. Panduan Asuhan Kebidana 1. Eds


1Yogyakarta: Deepubish.

Nugraheny, E. 2010. Asuhan Kebidana Patologi. Yogyakarta: Pustaka


Rihama.

Prawiroharjo, S. 2012. Ilmu Kebidana. Jakarta : Yayasan Bina Sarwono


Prawihardjo

Prawihardjo, S. 2010. Buku Acuan Pelayanan Kesehatan Materna dan


Neonatal. Jakarta: PT Bina Pustaka Sarwono Prawihardjo.

Prawiroharjo, S. 2007 dan 2008. Ilmu Kebidana. Jakarta : Yayasan Bina


Sarwono Prawihardjo
Romauli, 2011.Asuhan Kebidan Konsep Dadar Asuahn Kehamilan.
Yogyakarta: Nuha Medika.

Rustikayanti, 2016.Korelasi Perubahan Psikologis Ibu Hamil Dengan


Tinggi Kepuasan Seksual Suami Jurnal Bidan, “ Midwife
Journal’ Volume 2, No 1, Januari 2016 pISSN 2477-3441.Pustaka.

Synopsis,Obstertic.2015.Buku asuhan kebidanan.Jakarta:PT Bina Pustaka


Sarwono Prawirohardjo.

Saifuddin 2012, Metode Penelitian. Yogysksrts: Pustaka Pelajar.

Saninem, 2008.Kehamilan Normal. Jakarta: EGC.

Salamah, 2006.Asuhan Kebidanan Antenatal. Jakarta: Buku Kedokteran


EGC.

Sartika, Nita. 2016. Asuhan Kebidanan Fisiologi. Jakarta.

Sunarti, 2013.Asuhan Kebidanan. Jakarta: In Medika.

SDKI, 2012 dan 2014.Survei Demografi danKesehtan Indonesia.ICF


Internasioanal.

Varney, Hellen. 2007. Buku Ajar Asuhan Kebidanan. Jakarta: EGC

Varney, Hellen.2010. Buku Ajar Asuhan Kebidanan Edisi 4.Jakarta : EGC

63
WHO.Milennium Development Goals (MGDs). Jakarta: United Nation.
2008

64