Anda di halaman 1dari 8

Nama : Andi Triwahyudi

NRP : 1652254
Kelas : MG - B

Latihan Soal UTS Manajemen Stratejik


Kelas MG – B

2. Mengapa perusahaan perlu mempelajari manajemen stratejik? Jelaskan!


Beberapa alasan utama tentang pentingnya peranan strategi manajemen bagi perusahaan atau
organisasi, yaitu:
 Memberi arah jangka panjang yang akan dituju.
 Membantu perusahaan atau organisasi beradaptasi pada perubahan-perubahan yang
terjadi.
 Membuat suatu perusahaan atau organisasi menjadi lebih aktif.
 Mengidentifikasi keunggulan komparatif suatu perusahaan atau organisasi dalam
lingkungan yang semakin beresiko.
 Aktivitas yang tumpang tindih akan dikurangi.
 Keengganan untuk berubah dari karyawan lama dapat dikurangi.
 Keterlibatan karyawan dalam perubahan strategi akan lebih memotivasi mereka pada
tahap pelaksanaannya.
 Kegiatan pembuatan strategi akan mempertinggi kemampuan perusahaan atau
organisasi tersebut untuk mencegah munculnya masalah di masa mendatang.

3. Jelaskan secara singkat model manajemen stratejik yang Anda ketahui!


Secara umum dijelaskan dalam Umar (2005, p.23), model manajemen strategi dari Fred R.
David dipaparkan seperti berikut ini:
a. Visi dan Misi
Visi yang dimiliki oleh sebuah perusahaan merupakan suatu cita-cita tentang keadaan di
masa dating yang diinginkan untuk terwujud tentang keadaan di masa datang yang
diinginkan untuk terwujud oleh seluruh personel perusahaan, mulai dari jenjang yang
paling atas sampai yang paling bawah, bahkan pesuruh sekalipun. Misi adalah penjabaran
secara tertulis mengenai visi agar visi menjadi mudah dimengerti atau jelas bagi seluruh
staf perusahaan.
b. Analisis Lingkungan Eksternal dan Internal
Realisasi misi perusahaan akan menjadi sulit dilakukan jika perusahaan tidak berinteraksi
dengan lingkungan eksternalnya. Oleh karena itu, tindakan untuk mengetahui dan
menganalisis lingkungan eksternalnya menjadi sangat penting karena pada hakikatnya
kondisi lingkungan eksternal berada di luar kendali organisasi. Selain pemahaman kondisi
lingkungan eksternal, pemahaman kondisi lingkungan internal perusahaan secara luas dan
mendalam juga perlu dilakukan. Oleh karena itu, strategi yang dibuat perlu bersifat
konsisten dan realistis sesuai dengan situasi dan kondisinya. Berdasarkan pemahaman
lingkungan internal ini, hendaknya kelemahan dan juga kekuatan yang dimiliki perusahaan
dapat diketahui. Selain mengetahui kekuatan dan kelemahan, perusahaan perlu
mencermati peluang yang ada dan memanfaatkannya agar perusahaan memiliki
keunggulan kompetitif. Perlu diingat bahwa bila peluang disia-siakan, dapat saja peluang
berbalik menjadi ancaman bagi perusahaan. Logikanya karena peluang yang disia-siakan
tadi dimanfaatkan oleh pesaing.

c. Analisis Pilihan Strategi


Pada dasarnya setiap perusahaan, dalam menjalankan usahanya, mempunyai strategi.
Namun, para pimpinan perusahaan kadang-kadang tidak tahu atau tidak menyadarinya.
Bentuk strategi berbeda-beda antar-industri, antarperusahaan, dan bahkan antar-situasi.
Namun adasejumlah strategi yang sudah umum diketahui, dimana strategi-strategi ini
dapat diterapkan pada berbagai bentuk industri dan ukuran perusahaan. Strategi-strategi ini
dikelompokkan sebagai strategi generic. Dari bermacam-macam strategi dalam kelompok
strategi generic ini akan dipilih salah satu atau kombinasi beberapa strategi induk (grand
strategy) dengan menggunakan cara-cara tertentu.

d. Sasaran Jangka Panjang


Upaya pencapaian tujuan perusahaan merupakan suatu proses berkesinambungan yang
memerlukan pentahapan. Untuk menentukan apakah suatu tahapan sudah dicapai atu
belum diperlukan suatu tolak ukur, misalnya kurun waktu dan hasil yang ingin dicapai
dirumuskan secara jelas, yaitu dengan angka-angka kuantitatif. Pembuatan sasaran jangka
panjang ini mengacu kepada strategi induk yang telah ditetapkan sebelumnya.
e. Strategi Fungsional
Langkah penting implementasi strategi induk dilakukan dengan membagi-baginya ke
dalam berbagai sasaran jangka pendek, misalnya dalam jangka waktu tahunan, secara
berkesinambungan dengan memperhatikan skala prioritas serta dapat diukur. Sasaran
jangka pendek ini hendaknya mengacu pada strategi fungisonal yang sifatnya operasional.
Strategi fungsional yang sifatnya lebih operasional ini mengarah berbagai bidang
fungsional dalam perusahaan untuk memperjelas hubungan makna strategi utama dengan
identifikasi rincian yang sifatnya spesifik. Strategi fungsional ini menjadi penuntun dalam
melakukan berbagai aktivitas agar konsisten bukan hanya dengan strategi utamanyan saja,
melainkan juga dengan strategi bidang fungsional lainnya. Di dalam organisasi perusahaan
yang konvesional, bidang-bidang fungsional utamanya adalah bidang keuangan, sumber
daya manusia, produksi dan operasi, serta bidang pemasaran.

f. Program, Pelaksanaan, Pengendalian dan Evaluasi


Agar sasaran yang ingin diraih dapat direalisasikan dengan strategi yang telah ditetapkan,
strategi perlu ditindaklanjuti dengan pelaksanaan (action). Pelaksanaan tidak efektif bila
tidak didahului dengan perencanaan. Perencanaan yang baik minimal mengandung asas-
asas untuk mencapai tujuan, realistis dan wajar, efisien serta merupakan cerminan dari
strategi dan kebijakan perusahaan. Perencanaan yang masih dalam bentuk global
hendaknya dibuat dalam bentuk lebih detail, misalnya dalam bentuk program-program
kerja, jika program kerja telah disiapkan berikut sumber daya yang dibutuhkan, maka
pelaksanaan kerja sudah dapat dimulai. Pengendalian atau pengawasan dimaksudkan
untuk lebih menjamin bahwa semua kegiatan yang diselenggarakan oleh perusahaan
hendaknya didasarkan pada rencana yang telah disepakati, sehingga sasaran tidak
menyimpang atau keluar dari batas-batas toleransi. Jika hasil evaluasi pekerjaan diketahui
bahwa ada faktor X yang mengakibatkan terjadinya penyimpangan kerja dari rencana yang
ada, dan memang disebabkan salah asumsi atau oleh hal-hal lain yang sifatnya
uncontrollable, maka rencana perlu direvisi ulang

4. Jelaskan pengertian Visi dan Misi menurut Vincent Gazparez!


Vincent Gaspersz (2012: 3) menjabarkan visi sebagai berikut:
1. Suatu pernyataan menyeluruh tentang gambaran ideal yang ingin dicapai oleh
organisasi di masa yang akan datang.
2. Suatu penyataan komitmen bersama antara manajemen puncak (top management)
dan semua tingkat dari organisasi yang akan merupakan rencana-rencana strategik untuk
mencapai visi dari organisasi itu.
3. Suatu penggabungan nilai-nilai dari setiap orang dalam organisasi untuk menjadi
bagian dari visi organisasi.
Vincent Gaspersz (2012) mengemukakan bahwa misi merupakan:
1. Suatu pernyataan singkat dan menyeluruh tentang manfaat dari suatu organisasi.
2. Suatu alat yang sangat bernilai dalam mengarahkan, merencanakan, dan menerapkan
usaha-usaha dari organisasi.
3. Bagian dari identitas organisasi, mencakup semua dan jarang berubah, serta menjadi
rasional untuk keberadaan atau kehadiran dari organisasi.

5. Jelaskan proses pembuatan suatu Visi!


Menurut Vincent Gaspersz (2012) proses visi didesain untuk memberikan struktur penciptaan
visi, yang pada dasarnya terdiri dari delapan langkah berikut:
1. Mengumpulkan Input
2. Melakukan Brainstorming
3. Menyeleksi ide-ide yang terkumpul
4. Mengembangkan Draft tentang pernyataan
5. Memperbaiki Pernyataan Visi Perusahaan
6. Menguji Kriteria
7. Memperoleh Persetujuan Organisasi melalui Manajemen Puncak
8. Mengkomunikasikan dan Melakukan Upacara Penetapan Visi Organisasi

7. Bagaimana cara mengembangkan pernyataan visi dan misi? Jelaskan!


Penting untuk melibatkan sebanyak mungkin manajer dalam proses pengembangan
duapernyataan ini, sebab melalui partisipasilah orang menjadi komit terhadap suatu
organisasi.Cara untuk mengembangkan pernyataan visi dan misi adalah dengan pertama-tama
memilihbeberapa artikel mengenai pernyataan ini dan meminta semua manajer untuk
membacanyasebagai informasi latar. Kemudian, mintalah para manajer tersebut untuk
membuat sendiripernyataan visi dan misi bagi organisasi. Lalu dewan manajer puncak
menyatukan semuapernyataan-pernyataan tersebut kedalam sebuah dokumen dan kembali
membagikannyakepada semua manajer untuk kemudian di teliti kembali. Dokumen tersebut
akan direvisiapabila ada perubahan, penambahan atau penghapusan. Begitu semua manajer
telah mendukung dokumen final, organisasi dapat dengan mudah memperoleh dukungan
manajer untuk aktivitas perumusan, penerapan, dan pengevaluasian strategi

9. Jelaskan perbedaan antara benchmarking dan intilijen kompetitif!


Benchmarking merupakan kiat untuk mengetahui tentang bagimana dan mengapa suatu
perusahaan yang memimpin dalam suatu industri dapat melaksanakan tugas-tugasnya secara
lebih baik dibandingkan dengan yang lainnya. Sementara intelijen kompetitif didefinisikan
sebagai program sistematik untuk mengumpulkan dan menganalisa informasi tentang
kegiatan para pesaing dan kecenderungan-kecenderungan bisnis umum untuk mewujudkan
tujuan perusahaan. Proses intelijen kompetitif memiliki elemen elemen. Elemen elemen
tersebut adalah :
A. Memfokuskan pada industri dan membuat profil pesaing.
B. Pengumpulan data menjadi intelijen, diorganisasi dan dievaluasi
C. Untuk menyediakan pandangan baru terhadap kompetisi.
D. Setiap anggota organisasi adalah bagian dari intelijen kompetitif, sebagai antena,
meskipun tidak diberi tanggung jawab secara formal.
E. Merupakan proses dari mer.gumpulkan, menganalisa dan menggunakan data umum
(publik) yang tersedia yang dzperoleh dengan legal dan etis dan bukan merupakan
spionase industri.

11. Jelaskan secara singkat faktor-faktor pemasaran apa saja yang digunakan
dalam menganalisis kekuatan dan kelemahan perusahaan!
1. Kondisi dan Kemampuan Dari Pemasar Untuk Menjual.
Untuk maksud tersebut maka para penjual harus bisa memahami beberapa masalah
penting yang sangat berkaitan erat dengan penjualan yaitu :
 Jenis dan Karakteristik dari barang yang akan ditawarkan.
 Harga dari barang yang akan dipasarkan.
 Syarat penjualan seperti : pembayaran, pengantaran, pelayanan purna jual dan lain
sebagainya.

2. Kondisi Pasar Sasaran Dari Produk Yang Akan Dipasarkan.


Pasar sebagai kelompok pembeli atau pihak yang menjadi sasaran utama dalam penjualan
dapat pula sanat mempengaruhi dari kegiatan penjualan.
Adapun faktor-faktor dari kondisi pasar yang perlu untuk diperhatikan adalah sebagai
berikut :
 Jenis pasarnya, apakah pasar konsumen, pasar penjual, pasar industri, atau pasar
pemerintah/pasar internasional.
 Kelompok para pembeli atau dari segmen pasarnya.
 Seberapa besar daya belinya.
 Frekuensi skala pembeliannya.
 Keinginan dan kebutuhan mereka.

3. Modal Pemasaran.
Akan jauh lebih sulit bagi para penjual untuk dapat menjual barangnya apabila barang
yang dijual tersebut sama sekali belum dikenal oleh para pembeli atau apabila lokasi dari
para pembeli sanat jauh dari tempat penjual dalam keadaan seperti ini, para penjual harus
memperkenalkan terlebih dahulu/membawa sample barangnya ketempat para pembeli.
Untuk dapat melaksanakan maksud tersebut maka diperlukan adanya suatu saran serta
usaha tersebut seperti halnya alat transportasi. Tempat peraga baik yang berada diluar
maupun didalam perusahaan. Usaha promosi dan lain sebagainya, semua ini hanya dapat
dilakukan apabila para penjual telah memiliki sejumlah modal yang diperlukan oleh
perusahaan.

4. Kondisi Organisasi Perusahaan


Pada perusahaan besar biasanya masalah penjualan ini akan ditangani oleh bagian
penjualan sendiri yang dipegang oleh orang-orang tertentu/ahli dalam bidang penjualan
lain halnya dengan perusahaan kecil, maka masalah-masalah yang berhubungan dengan
penjualan akan ditangani oleh orang-orang yang juga telah melakukan fungsi lain. Hal ini
disebabkan oleh adanya tenaga kerja yang lebih sedikit. Sistem organisasi juga terbilang
lebih sederhana. Dan masalah-masalah yang dihadapinya juga sama sekali tidak
sekompleks seperti perusahaan besar yang biasanya masalah perusahaan ini akan ditangani
secara khusus oleh perusahaan dan tidak akan diberikan kepada pihak lainnya.

5. Faktor Lain-Lain.
Faktor-faktor yang biasanya sering mempengaruhi penjualan yaitu : perikalanan, peragaan,
kampanye,dan pemberian hadiah terhadap para pelanggan. Namun untuk dapat
melaksanakannya diperlukan dana yang juga tidak sedikit. Bagi perusahaan yang memiliki
modal yang cukup kuat kegiatan ini akan secara rutin dapat dilaksanakan, dan sebaliknya
bagi perusahaan kecil akan sangat jarang untuk melakukannya karena keterbatasan modal
yang dimiliki.

12. Mengapa SIM sangat penting dalam suatu perusahaan? Jelaskan!


Sistem informasi manajemen bisa membantu atau paling tidak meringankan tugas
manajemen dengan memberikan informasi yang dibutuhkan manajemen. Informasi yang
diberikan bisa dijadikan dasar dalam pengambilan keputusan manajemen, baik keputusan
dalam perencanaan, pengawasan dan pengendalian atau tujuan yang lain.

14. Jelaskan apa yang dimaksud dengan tujuan keuangan dan tujuan strategis!
Tujuan keuangan mencakup hal-hal yang berkaitan dengan pertumbuhan pendapatan,
pertumbuhan laba, dividen yang lebih tinggi, margin laba yang lebih besar, laba per saham
yang lebih tinggi, harga saham yang meningkat, pengembalian atas investasi (ROI) yang
lebih besar, laba persaham yang lebih tinggi, harga saham yang meningkat, arus kas yang
membaik, dan seterusnya. Sementara tujuan strategis mencakup hal-hal seperti pasar yang
lebih besar, waktu pengiriman yang lebih cepat dibandingkan pesaing, biaya yang
dibandingkan pesaing, memperoleh sertifikasi ISO 14001, menjadi pemimpin teknologi,
secara kkonsisten menghasilkan produk yang baru atau lebih baik mendahului pesaing.

17. Jelaskan perbedaan antara matriks IE dan matriks BCG!


Terdapat perbedaan antara matriks BCG dan matriks IE yaitu pertama, sumbunya tidak
sama. Selain itu matriks IE membutuhkan lebih banyak informasi mengenai divisidaripada
matriks BCG. Selain itu implikasi strategis dari setiap matriks berbeda.Matriks IE didasarkan
pada dua dimensi kunci yaitu skor bobot IFE total padasumbu x dan skor bobot EFE total
pada sumbu y. skor bobot total yang diperoleh daridivisi-divisi tersebut memungkinkan
susunan matriks IE di tingkat perusahaan.Pertama, ketentuan untuk divisi-divisi yang masuk
dalam sel I, II, atau IV dapatdigambarkan sebagai tumbuh dan membangun. Strategi yang
intensif (penetrasi pasar,pengembangan pasar, dan pengembangan produk) atau integratif
(integrasi kebelakang, integrasi ke depan dan integrasi horizontal) bisa menjadi pilihan yang
palingtepat bagi divisi-divisi ini. Kedua, divisi yang masuk dalam sel III, V, atau VII
dapatditangani dengan baik melalui strategi menjaga dan mempertahankan; penetrasi
pasardan pengembangan produk adalah dua strategi yang paling banyak digunakan
dalamjenis divisi ini. Ketiga, ketentuan umum untuk divisi yang masuk dalam sel VI, VIII,
danIX adalah panen atau divestasi. Organisasi yang berhasil, mampu mencapai portfolio
bisnis yang masuk atau berada di seputar sel I dalam Matriks IE