Anda di halaman 1dari 3

63

Lampiran 3. Lembar Kerja Siswa


Lembar Kerja Siswa
(Reaksi Oksidasi-Reduksi)
I. Standar Kompetensi :
3. Memahami sifat-sifat larutan non-elektrolit dan elekrolit, serta reaksi osidasi-
reduksi
II. Kompetensi Dasar:
3.2. Menjelaskan perkembangan konsep reaksi oksidasi-reduksi dan
hubungannya dengan tata nama senyawa serta penerapannya.
III. Tujuan
1. Siswa dapat membedakan konsep oksidasi-reduksi ditinjau dari penggabungan
dan pelepasan oksigen serta pelepasan dan penerimaan elektron.
2. Siswa dapat menentukan reduktor dan oksidator dalam reaksi redoks.
IV. Materi Pelajaran
REAKSI OKSIDASI REDUKSI
Salah satu reaksi kimia yang terpenting adalah reaksi oksidasi-reduksi. Reaksi
ini tidak dapat dibahas satu per satu, sebab keduanya tidak dapat dipisahkan. Jika
terjadi reaksi oksidasi selalu disertai reaksi reduksi.

A. Oksidasi-Reduksi sebagai Reaksi Pengikatan dan Pelepasan Oksigen


Oksidasi adalah reaksi pengikatan oksigen oleh suatu zat. Sumber oksigen pada
reaksi oksidasi disebut oksidator. Reduksi adalah pelepasan oksigen dari senyawa
yang mengandung oksigen. Pada reaksi reduksi zat reduktor mengalami oksidasi.
Contoh lain dari reaksi redoks yang ditinjau dari pengikatan dan pelepasan
oksigen adalah reaksi antara logam seng dan tembaga(II) oksida dengan persamaan
reaksi sebagai berikut:
Zn(s) + CuO(aq) ⟶ ZnO(aq) + Cu(s)
Tembaga(II) oksida mengalami reduksi, seng mengalami oksidasi. Seng disebut
reduktor, sedangkan tembaga (II) oksida adalah oksidator.
64

B. Oksidasi-Reduksi sebagai Reaksi Serah Terima Elektron


Reaksi redoks adalah reaksi yang terjadi di mana reaksi oksidasi dan reduksi
terjadi bersama-sama.
2Na(s) + S(s) ⟶ Na2S(s)
Reaksi di atas dapat ditulis menjadi 2 tahap yaitu:
Reaksi oksidasi : 2Na(s) ⟶ 2Na+(aq) + 2e-
Reaksi reduksi : S(s) + 2e- ⟶ S2-(aq)
Reaksi redoks : 2Na(s) + S(s) ⟶ Na2S(s)
Reaksi di atas menunjukkan bahwa Na mengalami reaksi oksidasi dan
menyebabkan S tereduksi. Zat seperti Na ini disebut reduktor. Sedangkan S disebut
oksidator karena menyebabkan Na teroksidasi, dan dia sendiri mengalami reaksi
reduksi.

Selesaikan soal – soal berikut dengan teliti, jujur, dan bertanggungjawab!


1. Tentukan zat yang mengalami oksidasi, reduksi, sebagai oksidator, dan sebagai
reduktor dari reaksi-reaksi berikut:
a. PbO(s) + H2(g) ⟶ Pb(s) + H2O(l)
b. Cr2O3(l) + 2Al(s) ⟶ Al2O3(l) + 2Cr(s)
Jawab:
……………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………
2. Tentukan setengah reaksi dari reaksi-reaksi berikut. Tunjukkan zat oksidator dan
reduktor.
a. F2(g) + 2KCl(aq) ⟶ 2KF(aq) + Cl2(g)
b. 2FeCl3(aq) + H2S(aq) ⟶ 2FeCl2(aq) + 2HCl(aq) + S(s)
Jawab:
……………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………
65

KUNCI LKS SMA

1. Reaksi redoks ditinjau dari berdasarkan pengikatan dan pelepasan oksigen


a. PbO(s) + H2(g) ⟶ Pb(s) + H2O(l)
PbO mengoksidasi H2 berarti mengalami reduksi, disebut oksidator. H2
mereduksi PbO berarti mengalami oksidasi, disebut reduktor.
b. Cr2O3(l) + 2Al(s) ⟶ Al2O3(l) + 2Cr(s)
Cr2O3 mengalami reduksi, disebut oksidator. Al mengalami oksidasi, disebut
reduktor.
2. Reaksi redoks berdasarkan serah terima elektron
a. F2(g) + 2KCl(aq) ⟶ 2KF(aq) + Cl2(g)
Reaksi oksidasi : 2Cl-(aq) ⟶ Cl2(g) + 2e-
Reaksi reduksi : F2(g) + 2e- ⟶ 2F-(aq)
Reaksi redoks : F2(g) + 2Cl-(aq) ⟶ 2F-(aq) + Cl2(g)
Oksidator : F2; Reduktor : KCl

b. 2FeCl3(aq) + H2S(aq) ⟶ 2FeCl2(aq) + 2HCl(aq) + S(s)


Reaksi oksidasi : S2-(aq) ⟶ S(s) + 2e-
Reaksi reduksi : 2Fe3+(aq) + 2e- ⟶ 2Fe2+(aq)
Reaksi redoks : S2-(aq) + 2Fe3+(aq) ⟶ S(s) + 2Fe2+(aq)
Oksidator : FeCl3; Reduktor : H2S

Pedoman Penskoran
skor yang diperoleh
Nilai = x 100%
skor total