Anda di halaman 1dari 17

TUGAS RUTIN

“FUNGSI PERENCANAAN DALAM MANAJEMEN”

Disusun Untuk Memenuhi Tugas Terstruktur


Dalam Mata Kuliah Manajemen Pembelajaran Fisika

Dosen Pengampu:
IRFANDI, S.Pd., M.Si.

NAMA MAHASISWA : TAMARA NISYA ADINDA


NIM : 4172121034
MATA KULIAH : MANAJEMEN PEMBELAJARAN
FISIKA

PROGRAM STUDI S1 PENDIDIKAN FISIKA


JURUSAN FISIKA
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
MEDAN, 2020.
KATA PENGANTAR

Segala Puji Syukur penulis haturkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, yang
telah melimpahkan rahmat dan karunia-Nya, sehingga penulis mampu menyelesaikan
Tugas Rutin mata kuliah Manajemen Pembelajaran Fisika tepat pada waktu yang
telah ditentukan. Adapun penulisan makalah ini merupakan bentuk dari pemenuhan
salah satu tugas kkni mata kuliah Manajemen Pembelajaran Fisika.
Penulis mengucapkan terimakasih kepada Dosen pengampu mata kuliah,
Bapak Irfandi, S.Pd., M.Si. yang telah memberikan dukungan serta memberikan
kepercayaan kepada penulis. Dimana dengan adanya pemberian tugas ini penulis
dapat memahami dan memperdalam pengetahuan tentang Fungsi Perencanaan dalam
Manajemen. Terimakasih juga kepada orang tua yang telah membantu penulis
menyelesaikan tugas ini melalui doa dan materi yang penulis butuhkan. Dan kepada
rekan-rekan mahasiswa yang telah memberikan masukan dan kritik sehingga penulis
dapat menyelesaikan makalah ini dengan baik.
Penulis menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kesempurnaan. Kritik
dan saran yang bersifat membangun penulis harapkan, untuk perbaikan di masa yang
akan datang. Semoga tugas ini berguna serta bermanfaat dalam meningkatkan
pengetahuan sekaligus wawasan terkait manajemen pembelajaran.

Medan, 20 Maret 2020

Penulis

i
DAFTAR ISI

Kata Pengantar.....................................................................................................i
Daftar Isi..............................................................................................................ii
BAB I PENGANTAR
1.1 Latar Belakang...............................................................................................1
1.2 Rumusan Masalah.........................................................................................2
1.3 Tujuan............................................................................................................2
BAB II PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Manajemen..................................................................................3
2.2 Pengertian Fungsi Perencanaan dalam Manajemen......................................4
2.3 Asas dan Sifat Perencanaan...........................................................................5
2.4 Tahapan dalam Perencanaan.........................................................................8
2.5 Tujuan dan Manfaat Perencanaan.................................................................9
2.6 Jenis Perencanaan........................................................................................10
BAB III PENUTUP
3.1 Kesimpulan..................................................................................................13
3.2 Saran............................................................................................................13

DAFTAR PUSTAKA

ii
BAB I
PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang


Sebuah sekolah adalah organisasi yang kompleks dan unik. Dikatakan
kompleks karena di dalamnya terdapat beberapa elemen yang satu sama lain saling
berpengaruh dan saling menentukan. Dikatakan unik karena di sekolah terdapat
transfer of knowledge dan transfer of value yang tidak dijumpai pada organsasi lain
selain sekolah sehingga memerlukan tingkat koordinasi yang tinggi. Oleh sebab itu
kepala sekolah yang berhasil, yaitu tercapainya tujuan sekolah, dan tujuan dari setiap
individu yang ada didalam lingkungan sekolah, harus memahami dan menguasai
peranan organisasi dan hubungan kerjasama antar individu. Individu – individu disini
adalah guru dan tenaga kelembaga keagamaan yang melakukan kegiatan dalam
rangka mensukseskan proses pembelajaran sebagai bagian dari kegiatan lembaga
keagamaan.
Kegiatan pembelajaran yang berlangsung di sekolah bersifat formal, disengaja,
direncanakan, dengan bimbingan guru. Apa yang hendak dicapai dan dikuasai oleh
peserta didik dituangkan dalam tujuan belajar, dipersiapkan bahan yang harus
dipelajari, dipersiapkan juga metode pembelajaran yang bervariasi yang, dan
melakukan evaluasi pembelajaran untuk mengetahui kemajuan belajar peserta didik.
Kegiatan ini merupakan suatu bentuk perencanaan pembelajaran sebagai bagian
integral dari proses pembelajaran yang mengacu pada kurikulum yang berlaku.
Melalui perencanaan yang matang, proses embelajaran akan berlangsung efektif dan
efisien sehingga guru terhindar dari ketidakpastian dalam menyampaikan bahan
pembelajaran.
Konsep menejemen apabila diterjemahkan pada pembelajaran, dapat diartikan
sebagai usaha dan tindakan kepala sekolah sebagai pemimpin intruksional di sekolah
dan usaha maupuntindakan guru sebagai pemimpin pembelajaran di kelas yang
dilaksanakan sedemikian rupa untuk memperoleh hasil dalam rangka mencapai tujuan

1
program sekolah dan juga tujuan pembelajaran. Artinya bahwa manajemen
pembelajaran di sekolah merupakan pengelolaan pada unit pekerjaan oleh seorang
guru yang diberi wewenang untuk pekerjaan itu yang bermuara pada suksesnya
proses pembelajaran. Perencanaan yang baik dalam pembelajaran memainkan
peranan yang penting bagi guru sebagai tugas profesionalnya, karena hal ini
merupakan langkah awal sebelum pembelajaran berlangsung. Perencanaan juga
membimbing guru untuk melaksanakan proses pembelajaran.
Kegiatan pengorganisasian bagi guru dalam pembelajaran dimaksudkan untuk
menentukan siapa yang akan melaksanakan tugas sesuai dengan prinsip
pengorganisasian, dengan membagi tanggung jawab setiap personil sekolah dengan
jelas sesuai bidang, mata pelajaran, tanggung jawabnya.

1.2. Rumusan Masalah


Adapun rumusan masalah dari penulisan makalah ini adalah:
1. Apakah Pengertian Manajemen ?
2. Apakah pengertian dari Fungsi Perencanaan dalam Manajemen?
3. Bagaimana Asas dan Sifat Perencanaan?
4. Bagaimana Tahapan dalam Perencanaan?
5. Apa Tujuan dan Manfaat dari perencanaan?
6. Apa Saja yang Termasuk dalam Jenis Perencanaan?

1.3 Tujuan
1. Untuk mengetahui pengertian dari manajemen.
2. Untuk mengetahui definisi dari fungsi perencanaan dalam manajemen.
3. Untuk mengetahuiasas dan sifat perencanaan serta tahapan dalam proses
perencanaaan.
4. Untuk mengetahui tujuan dan manfaat dalam perencanaan.
5. Untuk mengetahui jenis-jenis perencanaan dalam manajemen
6. Untuk menyelesaiakan tugas rutin dari mata kuliah Manajemen Pembelajaran
Fisika.

2
BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Manajemen


Istilah manajemen berasal dari kata to manage yang berarti mengurus,
mengatur, melaksanakan, mengelolah. Pengaturan ini dilakukan dengan tahap- tahap
tertentu melalui proses yang teratur untuk mencapai tujuan yang diinginkan yang
telah ditetapkan sebelumnya. Istilah manajemen (management) juga telah diartkan
oleh berbagai kalangan dari berbagai perspektif yang berbeda-beda. Ada yang
mengartikan pengelolaan, pembinaan, pengurusan, ketatalaksanaan, kepemimpinan,
ketatapengurusan, administrasi dan sebagainya. Pemahaman dan pemaknaan ini bisa
terjadi karena pemikiran mereka dipengaruhi oleh beberapa hal; latar belakang
profesi dan pendidikannya yang berbeda- beda. Akan tetapi sebenarnya antara arti
yang satu dengan arti yang lainnya mempunya perbedaan penafsiran.
Beberapa pakar manajemen berpendapat, sebagaimana yang dikutip oleh B.
Siswanto:
a. John D. Millett, Management is the process of directing and facilitating the
work of people organized in formal groups to achive a desired goal
(Manajemen adalah suatu proses pengarahan dan pemberian fasilita kerja
kepada orang yang di organisasikan dalam kelompok formal untuk mencapai
tujuan).
b. James A.F. Stonner dan Charles Wankel, management is the process of
planning, organizing, leading, and controlling the efforts of organizational
resources to achive stated organizational goals ( Manajemen adalah proses,
perencanaan, pengorganisasian, kepemimpinan, dan pengendalian upaya
anggota organisasi dan penggunaan seluruh sumber daya organisasi lainnya
demi terwujudnya tujuan organisasi).
c. Paul Hersey dan Kenneth H. Blanchard, Management is working with
and through individuals and groups to accomplish organizational goals

3
(Manajemen adalah suatu usaha yang dilakukan dengan dan bersama
individu atau kelompok untuk mencapai tujuan).
Dari beberapa pendapat pakar diatas, dapat diambil kesimpulan bahwa
menejemen itu ilmu dan seni mengatur proses pemanfaatan sumber daya manusia dan
sumber-sumber lain secara efektif dan efesien untuk mencapai satu tujuan.
Manajemen merupakan sebuah proses kerjasama untuk mencapai tujuan bersama.
Hal- hal yang pasti ada dalam menejemen adalah;
a. Manajemen ada tujuan yang akan dicapai bersama
b. Manajemen merupakan perpaduan antara ilmu dan seni
c. Manajemen merupakan proses yang sistematis, terkoordinasi, dan
terintegrasi dalam memanfaatkan unsur- unsur manajemen yang disingkat 6
M, yakni men, money, methods, materials, machines, and market
d. Manajemen dapat diterapkan dalam suatu kegiatan apabila ada dua orang
atau lebih yang melakukan kerja sama dalam suatu organisasi.
e. Manajemen menerapkan pembagian tugas dan tanggung jawab untuk
masing- masing kegiatan
f. Manajemen terdiri dari berbagai fungsi yang saling mendukung dan
melengkapi
g. Manajemen merupakan alat untuk mencapai tujuan sebuah organisasi.
Dengan demikian, manajemen sebagai bentuk pengaturan kerja sama
merupakan suatu aktivitas yang membutuhkan perangkat yang memadai dengan
orientasi pada tujuan yang telah ditetapkan bersama oleh suatu organisasi.

2.2. Pengertian Fungsi Perencanaan dalam Manajemen


Malayu, S.P. Hasibuan berpendapat bahwa tujuan adanya pembagian fungsi
manajemen adalah:
1. Supaya sistematika urutan pembahasan suatu kegiatan organisasi lebih
teratur,
2. Supaya analisis pembahasannya lebih mudah dan mendalam sehingga
arahannya jelas dan lebih terinci,

4
3. Supaya bisa menjadi pedoman pelaksanaan manajemen bagi manajer.
Aneka ragam klasifikasi fungsi manajemen yang ada harus dipandang sebagai
hal yang positif dalam arti dapat memperkaya pengetahuan dan pemahaman yang
lebih mendalam tentang apa saja yang harus dilakukan oleh para manajer agar
kemampuan organisasi mencapai tujuan dan berbagai sasarannya semakin
meningkat. Secara sederhana perencanaan dapat dirumuskan sebagai penentuan
serangkaian tindakan untuk mencapai sesuatu hasil yang diinginkan.
Dalam pembelajaran aktif, kreatif, efektif dan menyenangkan (PAKEM)
perencanaan berkaitan dengan tujuan pembelajaran sesuai dengan visi dan misi
madrasah khususnya pembelajaran aktif, kreatif, efektif dan menyenangkan
(PAKEM). Perencanaan adalah memikirkan apa yang akan dikerjakan dengan
sumber yang dimiliki. Perencanaan dilakukan untuk menentukan tujuan perusahaan
secara keseluruhan dan cara terbaik untuk memenuhi tujuan itu. Manajer
mengevaluasi berbagai rencana alternatif sebelum mengambil tindakan dan
kemudian melihat apakah rencana yang dipilih cocok dan dapat digunakan untuk
memenuhi tujuan perusahaan. Perencanaan merupakan proses terpenting dari semua
fungsi manajemen karena tanpa perencanaan, fungsi-fungsi lainnya tak dapat
berjalan. Perencanaan merupakan langkah awal sebelum melaksanakan fungsi-
fungsi manajemen lainnya adalah menetapkan pekerjaan yang harus di laksanakan
oleh sekelompok orang untuk mencapai tujuan yang digariskan oleh lembaga/
organisasi.

2.3. Asas dan Sifat Perencanaan


Perencanaan merupakan proses awal untuk menyusun dan menetapkan tujuan
organisasi yang akan dilaksanakan pada waktu yang akan dtang. Sehingga esensi
perencanaan sebagai fungsi manajemen adalah pengambilan keputusan dengan
memilih alternatif kegiatan yang akan atau tidak dilaksaakan agar usaha untuk
menempuh tujuan organisasi berlangsung dengan efektif dan efisien. Prinsip-prinsip
perencanaan merupakan asumsi dasar yang harus dipertimbangkan pada setiap

5
kegiatan perencanaan di buat supaya perencanaan bisa menjadi rencana yg akan dan
dapat terlaksana dengan baik.
1. Principle of contribution to objective, setiap perencanaan dan segala
perubahannya harus ditunjukan kepada pencapaian tujuan
2. Principle of ficiency of planning, suatu perencanaan efisien, jika
perencanaan itu dalam pelaksanaannya dapat mencapai tujuan dengan
biaya sekecil-kecilnya.
3. Principle of primacy of planning, perencanaan adalah keperluan utama
pemimpin dan fungsi-fungsi lainnya, organizing, staffing, directing,dan
controlling.
4. Principle of pervasivennes of planning, akses pemerataan perencanaan
memegang peran penting mengingat pemimpin pada tingkat tinggi banyak
mengerjakan perencanaan dan bertanggung jawab atas berhasinya
perencanaan itu
5. Principle of planning prenise, patokan-patokan perencanaan sangat berguna
bagi ramalan, sebab premis-premis perencanaan dapat menunjukan
kejadian-kejadian yang akan datang
6. Principle of policy flame work, kebijakan ini mewujudkan pola kerja,
prosedur-prosedur kerja, dan program-program kerja tersusun
7. Principle of timing,adalah perencanaan waktu yang relatif singkat dan tepat
8. Principle of planning communication, perencanaan dapat disusun dan di
koordinasikan dengan baik, jika setiap orang bertanggung jawab dengan
baik, terhadap pekerjaaannya dan memperoleh penjelasan- penjelasan yang
memadai mengenai bidang yang akan dilaksanakannya
9. Principle of alternative, alternatif ada pada setiap rangkaian kerja dan
perencanaan meliputi pemilihan rangkaian alternatif dalam pelaksanaan
pekerjaan, sehingga tercapai tujuan yang telah ditetapkan
10. Principle of limiting factor,dalam pemilihan alternatif- alternatif pertama-
tama harus ditujukan pada faktor-faktor strategis dan dapat membantu

6
pemecahan masalah. Asas alternatif dan pembatasan faktor merupakan
syarat mutlak dalam menetapkan keputusan
11. Principle of commitment,perencanaan harus mempertimbangkan jangka
waktu keterikatan yang diperlukan untuk pelaksanaan pekerjaan
12. Principle of flexibility,perencanaan yang efektif memerlukan fleksibilitas,
tetapi tidak berarti mengubah tujuan yang telah ditetapkan oleh manajemen
pada waktu penetapan perencanaan
13. Principle of navigation change,perencanaan yang efektif memerlukan
pengamatan yang terus menerus terhadap kejadian-kejadian yang timbul
dalam pelaksanaannya untuk mempertahankan tujuan
14. Principle of strategic planning,perencanaan memerlukan tindakan seorang
manajer memilih tindakan-tindakan yang diperlukan untuk menjamin
pelaksanaan rencana agar tujuan tercapai dengan efektif.
Perencanaan berdasarkan prinsip-prinsip yang telah disebutkan diatas
merupakan fungsi utama manajer dalam melaksanakan menejemen yang tergantung
pada baik buruknya sebuah rencana yang telah diruuskan sebelumnya. Perencanaan
yang matang menjadi tolak ukur dalam menentukan kebijakan menejemen untuk
melangkah lebih pasti.
Perencanaan memiliki sifat-sifat sebagai berikut:
a. Kontribusi terhadap tujuan (contribution of objective). Bhawa setiap
perencanaan dilakukan untuk mewujudkan tujuan yang akan dicapai.
b. Kedudukan yang istimewa dari satu perencanaan (primacy of planning).
Bahwa setiap perencanaan selalu harus ditempatkan pada kedudukan
pertama dari sutau proses manajemen. Perencanaan dapat memberi arah bagi
pelaksanaan proses manajemen erikutnya.
c. Kemampuan pengisian dari planning (pervasiveness of planning). Sutu
rencana merupakan dasar manajemen yang berisi tujuan dan cara
pencapaiannya. Suatu rencana dilaksanakan oleh semua level manajer, tetapi
penekannya dan cakupannya berbeda, tergantung dari wewenang yang
dimiliki dan batasan dari atas.

7
d. Efesiensi dari perencanaan (efficiency of planning). Suatu rencana akan
menyebabkan usaha pencapaian tujuan dapat dilakukan secara efisien.
Efisiensi dari perencanaan dapat diukur dengan membandingkan jumlah
sumbangannya terhadap tujuan dengan biaya atau konsekuensi lain yang
diperluakn dalam merumuskan dan melaksanakan rencana (rasio input-
output).

2.4. Tahapan dalam Perencanaan


Semua kegiatan perencanaan pada dasarnya melalui empat tahap, antara lain:
1. Menetapkan tujuan.
Perencanaan dimulai dengan keputusan-keputusan tentang kegiatan atau
kebutuhan organisasi atau kelompok kerja. Tanpa rumusan tujuan yang jelas,
organisasi akan menggunakan sumber daya-sumber dayanya secara tidak
efektif.
2. Merumuskan keadaan sekarang.
Pemahaman akan posisi suatu lembaga sekarang dari tujuan yang hendak
dicapai atau sumber daya-sumber dayanya yang tersedia untuk pencapaian
tujuan, adalah sangat penting, karena tujuan dan rencana menyangkut waktu
yang akan datang.
3. Mengidentifikasi kemudahan-kemudahan dan hambatan-hambatan.
Segala kekuatan dan kelemahan serta kemudahan dan hambatan perlu
diidentifikasi untuk mengukur kemampuan organisasi dalam mencapai
tujuan. Oleh karena itu perlu diketahui faktor-faktor lingkungan intern dan
ekstern yang dapat membantu organisasi mencapai tujuannya, atau yang
mungkin menimbulkan masalah.
4. Mengembangkan rencana atau serangkaian kegiatan untuk pencapaian
tujuan.
Tahap terakhir dalam proses perencanaan meliputi pengembangan berbagai
alternatif kegiatan untuk pencapaian tujuan, penilaian alternatif-alternatif

8
tersebut dan pemilihan alternatif terbaik (paling memuaskan) di antara
berbagai alternatif yang ada.

2.5. Tujuan dan Manfaat Perencanaan


Adapun tujuan diadakan perencanaan adalah;
a. Standar pengawasan, yaitu dengan mencocokkan pelaksanaan dengan
perencanaannya.
b. Mengetahui kapan pelaksanaan dan selesainya suatu kegiatan yang telah
direncanakan
c. Mengetahui siapa saja yang terlibat (struktur organisasinya), baik
kualifikasinya maupun kuantitasnya
d. Mendapatkan kegiatan yang sistematis termasuk biaya dan kualitas
pekerjaan yang telah dipersiapkan sebelumnya.
e. Meminimalkan kegiatan-kegiatan yang tidak produktif dan menghemat
biaya, tenaga, dan waktu
f. Memberikan gambaran yang menyeluruh mengenai kegiatan pekerjaan
g. Menyerasikan dan memadukan beberapa sub-kegiatan
h. Mendeteksi hambatan kesulitan yang bakal ditemui
i. Mengarahkan pada pencapaian tujuan.
Malayu S.P. Hasibuan berpendapat bahwa tujuan dilaksanakan perencanaan adalah
a. Perencanaan bertujuan untuk menetukan tujuan, kebijakankebijakan,
prosedur, dan program serta memberikan pedoman cara-cara
pelaksanaanyang efektif dalam mencapai tujuan
b. Perencanaan bertujuan untuk menjadikan tindakan ekonomis, karena semua
potensi yang dimiliki terarah dengan baik kepada tujuan
c. Perencanaan adalah satu usaha untuk memperkecil resiko yang dihadapi
pada masa yang akan datang
d. Perencanaan menyebabkan kegiatan-kegiatan yang dilakukan secara teratur
dan bertujuan

9
e. Perencanaan memberikan gambaran yang jelas dan lengkap tentang seluruh
pekerjaan
f. Perencanaan membantu penggunaan suatu alat pengukuran hasil kerja
g. Perencanaan menjadi suatu landasan untuk pengendalian
h. Perencanaan merupakan usaha untuk menghindari mismanagement dalam
penempatan karyawan
i. Perencanaan membantu peningkatan daya guna dan hasil guna organisasi.
Baik Husain maupun Malayu sepakat bahwa perencanaan bertujuan agar
pelaksanaan suatu kegiatan organisasi berjalan dengan tertib sesuai dengan tujuan
yang telah disepakati bersama, sehingga dapat meminimalkan gangguan-ganguan
yang akan menghambat tercapainya tujuan.
Adapun manfaat dari perencanaan adalah
a. Standar pelaksanaan dan pengawasan
b. Pemilihan berbagai alternatif terbaik
c. Penyusunan skala prioritas, baik sasaran maupun kegiatan
d. Menghemat pemanfaatan sumber daya organisasi
e. Membantu menejer menyesuaikan diri dengan perubahan lingkungan
f. Alat memudahkan dalam berkoordinasi dengan pihak terkait dan
g. Alat meminimalkan pekerjaan yang tidak pasti.
Manfaat perencanaan diatas bernilai besar bagi terselenggaranya kegiatan
organisasi dengan menerapkan skala prioritas kegiatan yang lebih mendesak.
Kegiatan yang dianggap belum mendesak tidak dilaksanakan dulu.

2.6. Jenis Perencanaan


Dalam setiap organisasi, baik organisasi profit maupun nonprofit, perencanaan
disusun dalam suatu hierarki yang sejajar dengan struktur organisasi.
a. Rencana strategis (strategic plan)
Perencanaan strategis adalah proses pemilihan tujuan organisasi, penentuan
kebijakan dan program yang perlu untuk mencapai sasaran dan tujuan
tertentu, serta menetapkan metode yang perlu untuk menjamin agar

10
kebijakan dan program strategis itu dilaksanakan. T.Hani Handoko
berpendapat, perencanaan strategis adalah proses pemilihan tujuan-tujuan
organisasi, penentuan strategi, kebijaksanaan dan programprogram strategis
yang diperlukan untuk tujuan-tujuan tersebut; dan penetapan metode-metode
yang diperlukan untuk menjamin bahwa strategis dan pelaksanaan telah
diimplementasikan. Perencanaan strategi adalah proses perencanaan jangka
panjang yang formal untuk menentukan dan mencapai tujuan organisasi.
Rencana strategis dirancang untuk mencapai tujuan organisasi yang luas,
yaitu umtuk melaksanakan misi yang merupakan satu-satunya alasan
kehadiran organisasi.
b. Rencana operasional (operational plan)
Perencanaan operasional mempunnyai fokus yang lebih sempit, jangka
waktu yang lebih pendek, dan melibatkan manajemen tingkat bawah.
Perencanaan operasional memusatkan perhatian apa yang akan dikerjakan
pada tingkat pelaksanaan dilapangan. Perencanaan ini bersifat spesifik dan
berfungsi memberi petunjuk konkrit tentang pelaksanaan suatu proyek atau
program, baik tentang aturan, prosedur, dan ketentuan-ketentuan lain yang
telah ditetapkan.
c. Rencana Taktis
Rencana taktis merupakan rencana yang menjabarkan rencana strategik
menjadi rencana dengan target-target spesifik yang harus dicapai oleh setiap
divisi. Oleh karenanya memuat tentang apa yang harus dilakukan,
bagaimana cara melakukannya dan siapa yang bertanggungjawab untuk
mengidentifikasikan tindakan-tindakan taktis spesifik yang harus disusun
dalam rencana taktis ini adalah manajer tingkat menengah yang membawahi
divisi-divisi spesifik.
d. Rencana Kontijensi
Rencana ini adalah rencana yang dikembangan sebagai antisipasi jika
rencana semula yang telah dibuat ternyata gagal mencapai tujuan atau
bahkan tidak dapat dilaksanakan karena berbagai sebab. Organisasi-

11
organisasi besar biasanya memiliki rencana kontijensi, karena bagaimanapun
telitinya seorang manajer dalam mempertimbangkan berbagai aspek dalam
perencanaannya, situasi lingkungan bisa berubah.
e. Contuinuining or Ongoing Plans.
Merupakan bentuk rencana yang dibuat untuk kepentingan beberapa tahun
dengan kemungkinan revisi atau pembaruan secara periodik.
f. Kebijakan
Merupakan arahan umum yang harus diikuti oleh para manajer manakal
menangani masalah yang berkaitan dengan wilayah-wilayah penting dalam
pembuatan keputusan (misalnya kebijakan kepegawaian dan pengelolaan
sumber daya manusia, dsb).
g. Prosedur
Merupakan petunjuk langlah demi langkah yang menjelaskan bagaimana
suatu aktivitas harus dilakukan. Prosedur memberikan standarisasi
penanganan untuk aktivitas-aktivitas yang dilakukan secara berulang
(misalnya tentang prosedur penilaian kerja, prosedur pembuatan laporan
keuangan, prosedur pemesanan barang, dll).
h. Aturan
Aturan merupakan pernyataan yang secara explicit memberikan batasan
pada karyawan tentang apa yang boleh atau tidak boleh mereka lakukan saat
bekerja (misalnya larangan absen atau bahkan datang terlambat, dll, aturan
yang secara explicit juga dicantumkan pada saat menandatangani kontrak
kerja).

12
BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
Bahwa manajemen sangat penting untuk mengatur semua kegiatan, baik
kegiatan yang bersifat formal maupun nonformal. Kegiatan dalam rumah tangga,
sekolah, perusahaan, organisasi, masyarakat, yayasan, pondok pesantren dan lain
sebagainya demi terwujudnya kegiatan yang telah direncanakan sebelumnya. Karena
manajemen merpakan aktivitas kerja sama maka partisipasi anggota organisasi
menjadi sangat penting. Sebuah organisasi/lembaga tidak akan berjalan dengan terib
dan lancar apabila masing-masing anggota tidak saling melakukan kerja sama yang
baik.
Fungsi-fungsi manajemen adalah serangkaian kegiatan yang dijalankan dalam
manajemen berdasarkan fungsinya masing-masing dan mengikuti suatu tahapan-
tahapan tertentu dalam pelaksanaannya. Sebuah organisasi, apakah dia profit ataupun
nonprofit, semuanya bertolak dari kemampuan manajer memahami fungsi-fungsi
manajemen, sehingga mampu menjalankan kegiatan organisasi secara efektif dan
efisien. Tanpa memahami fungsi-fungsi manajemen yang baik,seorang manajer tidak
akan mampu membawa sebuah organisasi menjadi organisasi yang berhasil.

3.2 Saran
Kita sebagai calon pendidik, perlu mengetahui bagaimana perencanaan dalam
manajemen sekolah serta pembelajaran di dalam kelas. Jika ada kekurangan,
penyusunan penulis memohon maaf dan menerima kritik serta saran untuk perbaikan
makalah di masa yang akan datang.

13
DAFTAR PUSTAKA

Arsyad, Azhar. Pokok-pokok Manajemen. Yogyakarta: Pustaka Pelajar,2003.


Hamalik, Oemar.2007. Proses Belajar Mengajar , Cet. VI; Jakarta: Bumi Aksara.
Hasibuan Malayu S.P.2007.Manajemen Dasar, pengertian, dan masalah.Cet. VI.
Jakarta: Bumi
Aksar.
Majid, Abdul. 2008. Perencanaan Pembelajaran: Mengembangkan Standar
Kompetensi
Guru,Cet IV. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Wilujeng, Sri. 2007. Pengantar Manajemen. Yogyakarta:Graha Ilmu.

14

Anda mungkin juga menyukai