Anda di halaman 1dari 14

CRITICAL JOURNAL RIVIEW

PROFESI PENDIDIKAN
DOSEN PENGAMPU : Rahmilawati Ritonga, S.Pd,M.Pd

Disusun Oleh:

NAMA : Ega Mawarniyati

NIM : 1191151010

KELAS: Reguler B

PSIKILOGI PENDIDIKAN DAN BIMBINGAN


FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
2020
KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis ucapkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena atas berkat dan
Rahmat-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan tugas Critical Journal Riview mata kuliah
“Profesi kependidikan ”.
Penulis menyadari bahwa Critical Journal Riview ini masih jauh dari kata sempurna
karena masih terdapat banyak kekurangan. Oleh karena itu, penulis dengan segala kerendahan
hati meminta maaf dan mengharapkan kritik serta saran yang membangun guna perbaikan dan
penyempurnaan ke depannya.
            Akhir kata penulis ucapkan terima kasih semoga dapat bermanfaat dan bisa menambah
pengetahuan bagi pembaca.

Medan,Maret 2020

Penulis

i
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR...........................................................................i

DAFTAR ISI..........................................................................................ii

BAB I PENDAHULUAN......................................................................1

A. RASIONALISASI PENTINGNYA CJR....................................1


B. TUJUAN......................................................................................1
C. MANFAAT..................................................................................1
D. IDENTITAS JURNAL ................................................................1

BAB II RINGKASAN ISI JURNAL ..................................................3

A. PENDAHULUAN.......................................................................3
B. DESKRIPSI ISI ............................................................................4

BAB III PEMBAHASAN .....................................................................7

A. PEMBAHASAN ISI JURNAL ....................................................7


B. KELEBIHAN DAN KEKURANGAN JURNAL ........................9

BAB IV PENUTUP...............................................................................10

A. KESIMPULAN.............................................................................10
B. SARAN.........................................................................................10

DAFTAR PUSTAKA .........................................................................11

ii
BAB I

PENDAHULUAN

A. RASIONALISASI CJR
Review jurnal atau hasil dari penelitian termasuk salah satu bentuk penugasan
yang penting dalam kurikulum KKNI. Tujuan dar review jurnal hasil dari penelitian
sendiri adalah untuk mempermudah dalam membahas inti hasil penelitian ataupun jurnal
yang telah ada. Review jurnal atau pun review hasil penelitian yang telah dilakukan.
Oleh sebab itu, setiap mahasiswa khususnya jurusan Bimbingan dan Konseling harus
memiliki kompetensi untuk membaca serta menganalis agar jurnal ataupun hasil
penelitian yang dibahas dapat dipahami sepenuhnya oleh mahasiswa.
B. Tujuan
 Untuk memenuhi salah satu bentuk penugasan KKNI, Critical Journal Review.
 Manambah kemampuan mahasiswa dalam memahami int dari jurnal.
 Meningkatkan kemmapuan mehasiswa dalam menganalisis jurnal.
 Menguatkan kemampuan mahasiswa dalam memahami dan menganalisis.
C. Manfaat
 Terpenuhinnya salah satu bentuk penugasan KKNI, Critical Journal Review
 Bertambahnya kemampuan mahasiswa dalam memahami inti dari suatu jurnal
 Menjadi evaluasi dalam pembuatan suatu jurnal di penerbitan berikutnya.

D. Identitas Jurnal Utama

Judul Jurnal : Pengaruh Etika Profesi, Kecerdasan Intelektual, Kecerdasan Emosional,


Dan Kecerdasan Spiritual Terhadap Opini Auditor (Studi Empiris Pada
Kantor Akuntasi Publik Wilayah Bali)

Nama Jurnal : Jurnal S1 Ak Universitas Pendidikan Ganesha

Penulis : Ni Luh Gede Sukmawati, Nyoman Trisna Herawati, Ni Kadek


Sinarwati

1
Tahun Terbit : 2014

Halaman : 200-221

Volume : 2 No:1

A. Identitas Jurnal Pembanding

Judul Jurnal : Pengaruh Tingkat Pendidikan Formal, Pengalaman Kerja, Tingkat


Kualifikasi Profesi Dan Etika Profesi Terhadap Kualitas Audit
(Studi kasus Inspektorat di Kabupaten Klungkung dan Kabupaten
Gianyar)
Nama Jurnal : Journal Universitas Pendidikan Ganesha Jurusan Akuntasi

Penulis : Putu Gede Jurnaedi, Lucy Sri Musmini, 2Anantawikrama Tungga


Atmadja

Tahun Terbit : 2014

Halaman : 247-255

Volume : 2 No. 1

Issn :-

2
BAB II
RINGKASAN JURNAL

A. Pendahuluan
Jurnal Utama
Dalam era globalisasi ini, semakin berkembangnya dunia bisnis dengan
prakteknya yang sering sekali menyimpang jauh dari aktivitas moral. Padahal
pertimbangan etika sangatlah penting bagi status profesional dalam menjalankan
aktivitasnya. Salah satu profesi yang ada di dalam lingkungan bisnis yang eksistensinya
dari waktu ke waktu semakin diakui oleh masyarakat bisnis itu sendiri adalah profesi
auditor. Mengingat peranan auditor sangatlah dibutuhkan oleh kalangan dunia usaha,
maka mendorong para auditor untuk memahami pelaksanaan etika yang berlaku dalam
menjalankan profesinya. Etika profesi merupakan faktor organisasional yang akan
mempengaruhi kinerja seorang auditor. Ada beberapa elemen penting yang harus dimiliki
oleh auditor, yaitu: (1) keahlian dan pemahaman tentang standar akuntansi atau standar
penyusunan laporan keuangan, (2) standar pemeriksaan/auditing, (3) etika profesi, (4)
pemahaman terhadap lingkungan bisnis yang diaudit. Sehingga syarat utama yang harus
dimiliki oleh seorang auditor adalah wajib memegang teguh aturan etika profesi yang
berlaku. Maka dari itu, etika profesi merupakan sarana pengaturan diri yang sangat
menentukan bagi pelaksanaan profesi sebagaimana diharapkan oleh masyarakat.

Seorang auditor selain wajib memegang teguh aturan etika profesi yang berlaku,
di dalam bekerja hingga menentukan opini audit seorang auditor juga dituntut untuk
menggunakan kecerdasan emosional dan kecerdasan spiritualnya, tidak hanya intelektual
saja.

Seorang auditor yang memiliki pemahaman atau kecerdasan emosi dan


kecerdasan spiritual yang tinggi, akan mampu bertindak atau berperilaku dengan etis
dalam profesinya dan organisasi. Apabila seorang auditor tidak memiliki kemampuan
spiritual yang tinggi, maka seorang auditor tersebut bisa saja melakukan hal yang
menyimpang misalnya saja tidak jujur.

3
Jurnal Pembanding
Sesuai dengan konsep otonomi daerah yang tercantum dalam Undang-Undang Nomor
22 Tahun 1999 terjadi perubahan yang cukup fundamental dalam mekanisme
penyelenggaraan pemerintah. Hal ini menyebabkan perubahan terhadap pengelolaan
keuangan (fiskal) negara sehubungan dengan penyerahan kewenangan dari pemerintah pusat
kepada pemerintah daerah sehingga pemerintah daerah mengatur sendiri mengenai
pengelolaan keuangan daerahnya. Dalam mengelola keuangan daerahnya demi terciptnya
pemerintah yang baik (good governance) harus ada yang mengawasi dan memeriksa
pengelolaan keuangan daerah yang dilakukan. Disinilah tugas inspektorat untuk melakukan
pengawasan dan pemeriksaan pengelolaan keuangan yang dilakukan oleh pemerintah daerah.
inspektorat daerah mempunyai tugas menyelenggarakan kegiatan pengawasan umum
pemerintah daerah dan tugas lain yang diberikan kepala daerah, sehingga dalam tugasnya
inspektorat sama dengan auditor internal Falah (2005) dalam Efendy (2010:3).
Dalam pasal 4 Peraturan Menteri Dalam Negeri No 64 Tahun 2007 dinyatakan bahwa
dalam melaksanakan tugas pengawasan urusan pemerintahan, Inspektorat Provinsi,
Kabupaten/Kota mempunyai fungsi sebagai berikut: pertama, perencanaan program
pengawasan; kedua, perumusan kebijakan dan fasilitas pengawasan; dan ketiga, pemeriksaan,
pengusutan, pengujian, dan penilaian tugas pengawasan. Selain itu adapun tugas pokok
Inspektorat adalah untuk: pertama, merumuskan kebijaksanaan teknis di bidang pengawasan;
kedua, menyusun rencana dan program di bidang pengawasan; ketiga, melaksanakan
pengendalian teknis operasional pengawasan; dan keempat, melaksanakan koordinasi
pengawasan dan tindak lanjut hasil pengawasan.

B. Deskripsi Isi
Jurnal Utama

Menurut Goleman (dalam Uno, 2010: 69), makin kompleks pekerjaan, makin
penting kecerdasan emosi. Emosi yang lepas kendali dapat membuat orang pandai
menjadi bodoh. Tanpa kecerdasan emosi, seseorang tidak akan mampu menggunakan
kemampuan kognitif mereka sesuai dengan potensi yang maksimum. Widagdo (2001)
dalam Kusuma (2011) menyatakan seseorang dengan kecerdasan emosional yang
berkembang dengan baik, kemungkinan besar akan berhasil dalam kehidupannya karena

4
mampu menguasai kebiasaan berfikir yang mendorong produktivitas. Demikian halnya
sebagai seorang auditor kecerdasan emosional diperlukan untuk membantu auditor di
dalam melakukan pemeriksaan guna mendeteksi kebenaran atas laporan keuangan yang
disajikan klien. Sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Wijayanti (2012), yang
menyatakan bahwa kecerdasan emosional akan mempermudah seorang auditor untuk
melakukan pemeriksaan, memiliki motivasi yang kuat, mengontrol diri/emosi, rasa
empati serta keterampilan dalam bersosialisasi akan membantu auditor dalam menelusuri
bukti-bukti audit serta informasi terkait Seorang auditor yang memiliki pemahaman atau
kecerdasan emosi dan kecerdasan spiritual yang tinggi, akan mampu bertindak atau
berperilaku dengan etis dalam profesinya dan organisasi. Apabila seorang auditor tidak
memiliki kemampuan spiritual yang tinggi, maka seorang auditor tersebut bisa saja
melakukan hal yang menyimpang misalnya saja tidak jujur. Dalam profesi akuntan,
seorang auditor dituntut integritas, dan kejujuran agar obyektif. Seorang auditor bisa saja
tidak jujur karena mendapat honor lebih dari klien. Oleh karena itu Sprititual Quotient
(SQ) merupakan landasan yang diperlukan untuk memfungsikan Intelligence Quotient
(IQ) dan Emotional Quotient (EQ) secara efektif. Secara singkat kecerdasan spiritual
mampu mengintegrasikan dua kemampuan lain yang sebelumnya telah disebutkan yaitu
kecerdasan intelektual dan kecerdasan emosional (Idrus 2002 dalam Choiriah 2013).

Jurnal Pembanding
Menurut De Anggelo (1981) dalam Badjuri (2012:123) mendefinisikan bahwa
kualitas audit merupakan probabilitas dimana seorang auditor menemukan dan
melaporkan tentang adanya suatu pelanggaran dalam sistem akuntansi kliennya. Adapun
pelanggaran yang dimaksud adalah adanya ketidaksesuaian antara pernyataan tentang
kejadian ekonomi klien dengan kriteria yang telah ditetapkan. Faktor sumber daya
manusia instansi pemerintahan khususnya di Inspektorat merupakan salah satu hal
penting yang akan menunjang kualitas audit yang berkualitas.
Faktor pertama yang mungkin mempengaruhi kualitas audit seorang auditor
adalah tingkat pendidikan formal auditor tersebut. Tingkat pendidikan formal merupakan
dalah satu faktor yang sangat penting dalam menunjang kompetensi seorang auditor
dalam melaksanakan tugasnya. Dengan memiliki pendidikan formal yang baik dapat

5
meningkatkan sumber daya manusia dan akan berpengaruh pada hasil audit. Menurut
Cheng et al. (2009) Pebryanto (2013 : 2), menyarankan bahwa capaian pendidikan pada
auditor dapat meningkatkan kualitas dari audit pemerintahan, serta pencapaian
pendidikan menjamin kualitas tenaga kerja.
Faktor kedua yang mungkin dapat mempengaruhi kualitas audit adalah
pengalaman kerja auditor tersebut. Pengalaman kerja sebagai auditor adalah pembelajaran
dengan waktu yang cukup lama sehingga mampu mematangkan dan memaksimalkan
sikap dan prilaku auditor dalam melaksanakan tugasnya. Selain itu seorang auditor harus
memiliki pengalaman dalam praktek audit, karena auditor yang tidak berpengalaman
cenderung akan melakukan keselahan dalam melaksanakan tugasnya dibandingkan
dengan auditor yang sudah memiliki banyak pengalaman dalam mengaudit.
Faktor ketiga yang mungkin dapat mempengaruhi kualitas audit adalah Tingkat
Kualifikasi Profesi. Tingkat kualifikasi profesi atau biasa disebut Pendidikan Profesi
Akuntansi (PPA) merupakan program pendidikan lanjutan bagi para lulusan fakultas
ekonomi program studi akuntansi. Menurut Cheng et al. (2009) dalam Pebryanto (2013 :
3) menyatakan bahwa di samping pencapaian pendidikan dan pengalaman kerja pada
auditor, tingkat kualifikasi juga dapat mempengaruhi kualitas auditor agar lebih baik.
Faktor terkahir yang mungkin berpengaruh terhadap kualitas audit adalah
pemahaman auditor tersebut terhadap etika profesi yang telah ditetapkan dalam standar
audit. Seorang auditor harus mampu berprilaku sesuai dengan moral dan nilai yang ada
dan serta bersikap profesional dalam melaksanakan tugasnya sebagai auditor. Sikap
profesionalisme dari seorang auditor sangat penting untuk dapat mengadapi tekanan-
tekanan dari pihak-pihak yang mungkin memiliki kepentingan dalam proses auditnya.

6
BAB III

PEMBAHASAN

A. Pembahasan Isi Jurnal


Jurnal Pertama
Pada jurnal pertama membahas tentang kecerdasan emosional dimana menurut
Goleman (dalam Uno, 2010: 69), makin kompleks pekerjaan, makin penting
kecerdasan emosi. Emosi yang lepas kendali dapat membuat orang pandai menjadi
bodoh. Tanpa kecerdasan emosi, seseorang tidak akan mampu menggunakan
kemampuan kognitif mereka sesuai dengan potensi yang maksimum. Widagdo (2001)
dalam Kusuma (2011) menyatakan seseorang dengan kecerdasan emosional yang
berkembang dengan baik, kemungkinan besar akan berhasil dalam kehidupannya
karena mampu menguasai kebiasaan berfikir yang mendorong produktivitas.
Demikian halnya sebagai seorang auditor kecerdasan emosional diperlukan untuk
membantu auditor di dalam melakukan pemeriksaan guna mendeteksi kebenaran atas
laporan keuangan yang disajikan klien. Sejalan dengan penelitian yang dilakukan
oleh Wijayanti (2012), yang menyatakan bahwa kecerdasan emosional akan
mempermudah seorang auditor untuk melakukan pemeriksaan, memiliki motivasi
yang kuat, mengontrol diri/emosi, rasa empati serta keterampilan dalam bersosialisasi
akan membantu auditor dalam menelusuri bukti-bukti audit serta informasi terkait.
Kemudian jurnal ini membahas tentang Kecerdasan intelektual menueut hasil
penelitian Rubiyanto (2010) menunjukkan bahwa kecerdasan intelektual berpengaruh
terhadap profesi seorang auditor karena dalam melakukan pemeriksaan auditor harus
memiliki kecakapan dan keahlian profesional yang memadai. Kecakapan profesional
auditor dapat diukur dengan kecerdasan intelektual auditor itu sendiri. Kemudian
menurut Wijayanti (2012) yang menyatakan bahwa seorang auditor selain dituntut
untuk menggunakan independensinya, di dalam bekerja juga dituntut untuk
menggunakan kecerdasan spiritualnya.

7
Jurnal Pembanding

Jurnal ini membahas tentang Pengalaman kerja seseorang auditor akan


menunjukkan jenis-jenis pekerjaan yang pernah dilakukan auditor tersebut dan
memberikan peluang yang lebih besar bagi auditor tersebut untuk melakukan pekerjaan
yang lebih baik, sehingga kualitas audit yang dilakukan akan semakin membaik. Selain
itu dengan pengalaman yang dimiliki maka auditor akan lebih mudah mendeteksi
kecurangan yang dilakukan oleh klien. Penelitian ini sejalan dengan penelitian yang
dilakukan oleh Pebryanto (2013) yang menyatakan bahwa pengalaman kerja berpengaruh
secara signifikan terhadap kualitas audit yang dilakukan oleh auditor. Melati (2010) juga
menyatakan bahwa secara parsial pengalaman kerja mempengaruhi kaulitas auditor
secara parsial yang nantinya akan mempengaruhi kualitas audit yang dilakukan oleh
auditor tersebut.
Dalam kode etik profesi seorang auditor diatur berbagai masalah, baik masalah
prinsip yang harus dianut oleh auditor maupun standar teknis yang harus diikuti oleh
auditor. Apabila semua kode etik tersebut diikuti maka secara tidak langsung akan
mempengaruhi kualitas audit yang dilakukan auditor tersebut. Hasil peneiltian ini sejalan
dengan penelitian yang dilakukan oleh Najib (2013) yang menyatakan bahwa etika
memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kualitas audit. Ini berarti bahwa dalam
menjalankan tugasnya sebagai penyedia informasi, maka jika auditor tersebut
menjunjung tinggi kode etik profesi yang dimilikinya maka akan menghasilkan hasil
audit yang baik pula. Hasil penelitian pada kantor akuntan publik di Bali ini menunjukkan
bahwa semakin tinggi kecerdasan spiritual seorang auditor akan semakin memengaruhi
pertimbangan pemberian opini auditor itu sendiri. tingkat pendidikan formal, pengalaman
kerja, tingkat kualifikasi profesi dan etika profesi berpengaruh secara simultan terhadap
kualitas audit

8
B. Kelebihan dan kekurangan jurnal

KELEBIHAN JURNAL UTAMA


Jurnal ini memiliki volume, serta nomor dan tahun. Jurnal ini memiliki banyak
pembahasan, serta didalam pembahasan jurnal terdapat tabel. Dari hasil penelitian jurnal
ini menunjukkan etika profesi, kecerdasan intelektual, kecerdasan emosional, kecerdasan
spiritual berpengaruh positif terhadap signifikan opini auditor.

KEKURANGAN JURNAL UTAMA


Identitas jurnal ini tidak lengkap karena tidak memiliki ISSN,
Dalam metode penelitian terdapat banyak bahasa baku sehingga sulit untuk dimengerti.
Referensi jurnal ini sangat sedikit.

KELEBIHAN JURNAL PEMBANDING


Jurnal ini memiliki abstrak yang terdapat dua bahasa yaitu, Indonesia dan bahasa inggris.
Jurnal ini terdapat banyak memiliki referensi, dan di dalam jurnal juga ada beberapa tabel
yang menjelaskan pembahasan dalam jurnal. Jurnal ini juga memiliki volume, nomor, serta
halaman.

KEKURANGAN JURNAL PEMBANDING


Pembahasan jurnal ini sangat sedikit, bahasa yang digunakan sangat baku.

9
BAB IV
PENUTUPAN

A. Kesimpulan
Dari hasil kritik diatas dapat kita simpulkan bahwa jurnal ini sudah masuk dalam
kategori jurnal yang baik meskipun hanya orang-orang tertentu yang dapat memahaminya
karena memang jurnal ini ditujukan kepada orang-orang yang mengerti tentang bidang
yang diteliti. Jurnal ini layak untuk dipelajari dan memang penyampaiannya baik, namun
setiap ada kelebihan pasti ada kekurangan sama halnya sperti jurnal ini, dalam setiap
pekerjaan pasti ada satu atau dua kesalahan yang perlu ditelaah lebih dalam lagi sehingga
dapat menjadi lebih baik lagi.

B. Saran
Besar harapan saya akan menjadi lengkapnya jurnal ini dikemudian hari maka
dari itu penulis diharapkan mampu menerima kritik dan saran dari pembaca. Saran saya
adalah penulis diharapkan dapat mengembangkan jurnal ini menjadi lebih baik sehingga
lebih menarik minat pembaca. Kekurangan yang telah disampaikan kiranya dapat
diminimalisir sehingga jurnal ini menajdi lebih baik.

10
DAFTAR PUSTAKA
Ni Luh Gede Sukmawati, N. T. (2014). Pengaruh Etika Profesi, Kecerdasan Intelektual,
Kecerdasan Emosional, Dan Kecerdasan Spiritual Terhadap Opini Auditor (Studi Empiris Pada
Kantor Akuntasi Publik Wilayah Bali). Journal S1 Ak Universitas Pendidikan Ganesha Jurusan
Akutansi, 211-121.

Sukmawati Ni Luh Gede, d. (2014). Pengaruh Etika Profesi. Kecerdasan Intelektual, Kecerdasan
Emosional, dan Kecerdasan Spritual Terhadap Opini Auditor (Studi Empiris Pada Kantor
Akuntasi Publik Wilayah Bali). Jurnal S1 Ak Universitas Pendidikan Ganesha, 200-221.

11