Anda di halaman 1dari 14

CRITICAL BOOK REVIEW

MK. PSIKOLOGI PENDIDIKAN


PRODI S1 PENDIDIKAN
BIOLOGI

Skor Nilai:

“Psikologi Pendidikan”

(Prof. Dr. Sri Milfayetty, S.Psi., MS.Kons., dkk. 2018)

NAMA MAHASISWA : Safira Try Puspita


NIM : 4191141001
DOSEN PENGAMPU : Nindya Ayu Pristanti, S.Pd., M.Pd.
MATA KULIAH : Psikologi Pendidikan

PROGRAM STUDI S1 PENDIDIKAN BIOLOGI


FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
2020
KATA PENGANTAR

Puji syukur saya panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, atas
berkat dan rahmat-Nya, saya dapat menyelesaikan makalah Critical Book
Report Psikologi Pendidikan. Saya menyampaikan rasa terimakasih
kepada Ibu sebagai dosen mata kuliah Psikologi Pendidikan telah
memberikan kepercayaan kepada saya untuk menyelesaikan makalah ini.

Harapan saya semoga makalah ini dapat menambah pengetahuan


tentang tugas Critical Book Review, bagi para pembaca agar mengetahui
kelebihan dan kekurangan buku Psikologi Pendidikan oleh Prof. Dr. Sri
Milfayetty, S.Psi., MS.Kons., dkk.

Saya menyadari bahwa dalam penulisan Critical Book Report ini


masih banyak terdapat kesalahan dan kekurangan di dalamnya. Untuk itu
saya mengharapkan kritik dan saran dari para pembaca supaya dapat
menjadi lebih baik lagi, demikian critical book report ini saya buat, jika
ada kesalahan dan kekurangan saya mohon maaf.

Medan, Maret 2020

Safira Try Puspita


DAFTAR ISI

DAFTAR ISI..........................................................................................

BAB I PENDAHULUAN......................................................................

1.1.......................................................................................................
LATAR BELAKANG...........................................................................

1.2. TUJUAN.........................................................................................

1.3. MANFAAT.....................................................................................

1.4. IDENTITAS BUKU..........................................................................

BAB II RINGKASAN ISI BUKU..............................................................

2.1. BUKU UTAMA................................................................................

2.2. BUKU PEMBANDING.....................................................................

BAB III PEMBAHASAN..........................................................................

3.1. KELEBIHAN BUKU.........................................................................

3.2. KELEMAHAN BUKU.......................................................................

BAB IV PENUTUP.................................................................................

4.1. KESIMPULAN................................................................................

4.2. REKOMENDASI.............................................................................

DAFTAR PUSTAKA...............................................................................
BAB I

PENDAHULUAN
1.1. LATAR BELAKANG
Psikologi pendidikan merupakan bahan ajar yang dapat digunakan
untuk membantu untuk mengembangkan kompetensi pedagogik bagi
para pendidik terutama dalam menguasai konsep. Generasi saat ini
adalah generasi yang bergeser dari Generasi X dan Generasi Y ke
Generasi C atau Gen – C maka dibutuhkan pemahaman psikologi untuk
memahami perilaku dan proses kognitif.
Kompetensi ini dibangun melalui proses belajar dan pembelajaran,
sehingga hasilnya diperoleh berupa pembaruan pengetahuan,
kemampuan untuk mengemas perasaan, pembahasan sikap dan
kecakapan dalam bertindak dan tumbuhnya kesadaran untuk
bertanggung jawab.
Mempertimbangkan beberapa faktor bahwa psikologi pendidikan
adalah perangkat utama untuk kegiatan belajar mengajar. Ilmu
pengetahuan sebagai unsur kebudayaan maka kehadiran dan
perkembangannya sejalan dengan tingkat wujud kerja serta proses ilmu
pengetahuan iu selalu hadir dalam aktivitas sehari – hari manusia.
Psikologi pendidikan ini maka diharapkan dapat membantu pendidik
dalam menerapkannya dalam proses belajar mengajar.

1.2. TUJUAN
1. Menganalisis isi dari buku yang dapat dijadikan seebagai bahan
kajian untuk Critical Book Report
2. Mendeskripsikan kekurangan dan kelebihan dari buku Filsafat
pendidikan
3. Mengembangkan potensi peseta didik agar menjadi manusia yang
mampu berpikir dan mengembangkan potensi diri.
1.3. MANFAAT
a. Bagi Penulis :
1. Untuk memenuhi tugas mata kuliah filsafat pendidikan
2. Melatih kemampuan penulis dalam mengkritisi suatu buku.
3. Menumbuhkan pola pikir kreatif  dalam membandingkan buku
yang satu dengan yang lain.

b. Bagi Pembaca :
1. Untuk menambah pengetahuan dan wawasan mengenai filsafat
pendidikan dan aplikasinya dalam kehidupan sehari-hari
2. Menumbuhkan cara pandang yang positif dan pola pikir yang
luas bagi pembaca

1.4. IDENTITAS BUKU


1.4.1. BUKU UTAMA
Judul buku : Psikologi Pendidikan
No. ISBN : 978 – 602 – 8207 – 18 - 8
Penulis : Prof. Dr. Sri Milfayetty, S.Psi., MS.Kons., dkk
Penerbit : PPs Unimed
Thn.Terbit : 2018
Tebal Buku : 203 Halaman
Kota : Medan

1.4.2. BUKU PEMBANDING


Judul buku : Psikologi Pendidikan
No. ISBN : 979 – 421 – 082 - X
Penulis : Drs. Sumadi Suryabrata, B.A.,M.A.,Ed.S.,Ph.D.
Penerbit : Rajawali Pers
Thn.Terbit : 2011
Tebal Buku : 354 Halaman

Kota : Jakarta
BAB II

RINGKASAN ISI BUKU


2.1. Buku Utama
Belajar adalah mendapatkan sesuatu yang baru, dapat berupa
pemikiran dan pengetahuan yang baru, perasaan yang lebih terkemas,
sikap yang lebih baik serta tumbuhnya kesadaran untuk bertanggung
jawab. belajar tidak sama dengan kematangan, akan tetapi faktor belajar
menstimulasi kematangan dan sebaliknya belajar tidak efektif jika
diberikan tidak sesuai dengan tingkat kematangan yang diperlukan untuk
mempelajari sesuatu.
Penyelenggaraan pendidikan mengacu kepada tahapan dan proses
perkembangan. Domain perkembangan tersebut antara lain adalah
perkembangan fisik motorik, kognitif, psikososial, sosioemosional, dan
moral.
Perkembangan dan belajar
a. Perkembangan kognitif belajar
Perkembangan kognitif adalah proses perubahan perubahan kemampuan
individu dalam berpikir. Tokoh yang paling popular dalam membahas perkembangan kognitif
adalah Piaget. Perkembangan kognitif di dalam teori kognitif Piaget mencakup proses-proses,
yaitu skema, asimilasi, akomodasi, organisasi, dan equiblibrasi.
b. Perkembangan bahasa dan belajar
l.noam Chomsky (1957) mengemukakan bahwa manusia cenderung mempelajari
bahasa pada waktu tertentu dengan cara tertentu. Bukti paling kuat untuk basis biologi dari
bahasa adalah bahwa anak-anak di seluruh dunia mencapai titik penting dalam berbahasa
pada saat yang hampir sama, meskipun ada banyak variasi dalam input bahasa yang mereka
teruma. Perkembamgan bahasa anak dipengaruhi factor biologi dan sosial pada saat mereka
berinteraksi.
c. Perkembangan belajar dan sosial
Perkembangan sosial mengacu kepada perubahan jangka panjang di dalam konteks
membina hubungan, interaksi pribadi, teman sebaya, dan keluarga. Termasuk di dalamnya
cara membina persahabatan dan perubahan yang negatif seperti agressifitas dan kekerasan
d. Perkembangan diri
Konsep diri berkembang melalui evaluasi diri yang konstan pada berbagai macam
situasi. Pada diri remaja proses perkembangan konsep dapat berlangsung pada saat
mempertanyakan hasil kerjanya. Pada usia remaja konsep diri sering dihubungkan dengan
penampilan fisik dan penerimaan sosial maupun prestasi sekolah. Konsep diri sering
dianggap sebagai dasar perkembangan sosial maupun emosional.
e. Perkembangan moral
Perkembangan moral adalah perkembangan yang berhibingan dengan aturan dan
konvensi dari interaksi yang adil antarorang. Perkembangan moral dapat dikaji melalui
domain kognitif behavioral dan emosional. Pada domain kognitif kincinya adalah bagaimana
siswa manalar atau memikirkan aturan untuk perilaku etis. Dalam dimain behavioral
bagaimana murid berperilaku secara aktial, bukan pada moralitas dari pemikiran dan dalam
domain emosional penekanannya pada bagaimana siswa merasakan secara moral.

2.2. Buku Pembanding


PERUBAHAN INDIVIDU KARENA BELAJAR
A.      Pendahuluan
1.      Perlu Dan Pentingnya Masalah Belajar
Setiap orang itu berusaha untuk belajar dan mengajar,  karena itu
adalah hal yang penting bagi kehidupan.
2.      Ahli-Ahli Psikologi Memegang Peran Utama Dalam Mengupas
Masalah Belajar
Masalah dalam belajar terjadi karena dua hal, yaitu karena alasan
historis dan alasan literer. Bagi seorang ahli psikologi teori belajar itu
merupakan hal yang hakiki, karena bermacam-macam tingkah laku
manusia itu, yang oleh si ahli psikologi hendak pahami, adalah hasil
belajar.

B.        Apakah Belajar Itu?


1.      Macam-Macam Aktivitas Yang Disebut Belajar
Banyak aktivitas-aktivitas yang oleh hamper setiap orang dapat
disetujui kalau disebut belajar, seperti mendapatkan perbendaharaan
kata-kata baru, menghafal syair dan sebagainya.
2.      Macam-Macam Definisi
Dapat disimpulkan dari definisi-definisi yang dikemukakan oleh para
ahli sebagai berikut:
a. Bahwa belajar itu membawa perubahan (dalam arti behavioral
changes, actual maupun potensial).
b. Bahwa perubahan itu pada pokoknya adalah didapatkannya
kecakapan baru (dalam arti Kenntnis dan Fertingkeit).
c. Bahwa perubahan itu terjadi karena usaha (dengan sengaja).
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Belajar
1. Factor-faktor nonsosial dalam belajar, misalnya keadaan udara, suhu
udara, cuaca, waktu (pagi, siang atau malam), tempat (letak,
pergedungannya), alat-alat pelajaran.
2. Factor-faktor social dalam belajar, adalah factor manusia(sesama
manusia), baik manusia itu ada (hadir) maupun kehadirannya itu
dapat disimpulkan, jadi tidak langsung hadir.
3. Factor-faktor fisiologis dalam belajar, factor Tonus jasmani pada
umumnya (jasmani segar atau lelah), dan factor keadaan fungsi-
fungsi jasmani tertentu terutama fungsi pancaindera.
4. Factor-faktor psikologi dalam belajar, Maslow (menurut Frandsen,
1961: 234) mengemukakan motif untuk belajar itu, ialah adanya
kebutuhan fisik; rasa aman, bebas dari kekhawatiran; kecintaan dan
penerimaan dalam hubungan dengan orang lain; mendapat
kehormatan dari masyarakat; sesuai dengan sifat untuk
mengemukakan atau mengtengahkan diri. Kebutuhan tersebut
tidaklah lepas satu sama lain, melainkan sebagai suatu keseluruhan
mendorong belajarnya anak.

D.      Bagaimanakah Belejar Itu Terjadi?


Beberapa Konsepsi Atau Teori Belajar
Hilgard (1984 menunjukkan lima macam perbedaan
antara molecural dan molar, yaitu:
1) Teori-teori molecular environmentalistis, teori-teori molar nativistis.
2) Teori molecular mementingkan bagian-bagian,
teori molar mementingkan keseluruhan.
3) Teori molecular mementingkan reaksi, teori molar memntingkan
kognisi.
4) Teori molecular mementingkan mekanisme,
teori molar mementingkan dynamic aquilibrium.
5) Teori molecular bertinjau historis, teori molar bertinjau kekinian.

1. Konsepsi-konsepsi yang disusun atas dasar pemikiran spekulatif


a. Belajar menurut ahli-ahli golongan skolastik, belajar itu pada
hakikatnya ialah mengulang-ulang bahan yang harus dipelajari
(ulangan).
b. Belajar menurut golongan kotrareformasi, mereka menganggap
sebagai inti belajar itu adalah ulangan.
c. Belajar menurut konsepsi ahli-ahli psikologi daya, pada
hakikatnya itu belajar itu juga ulangan.
d. Pendapat Herbart, menurut teori ini tanggapan adalah inti belajar,
di samping pemberian tanggapan yang sejelas mungkin, ialah
ulangan; ulangan untuk memasukan tanggapan sesering mungkin
ke dalam tanggapan.

2. Ebbinghaus merintis cara pendekatan  ekperimental


Dalam konsepsi ini inti daripada belajar itu tidak lain dan tidak bukan
juga ulangan.

3. Teori Thorndike: koneksionisme atau Bond-psychology


Thorndike berpendapat bahwa yang menjadi dasar belajar itu ialah
asosiasi antara kesan pancaindera dengan impuls untuk bertindak. Proses
belajar pada manusia berlangsung menurut tiga hukum belajar pokok,
yaitu:
a. Low of readiness, pelajar cenderung untuk mendapatkan kepuasan
atau ketidakpuasan, menerima atau menolak sesuatu.
b. Low of exercise, hukum ini mengandung dua hal, yaitu low of
use (hubungan atau koneksi menjadi bertambah bila dilatih), low of
disuse itu sebaliknya.
c. Low of effect, menunjukkan kepada makin kuat atau makin lemahnya
hubungan sebagai akibat daripada respons yang dilakukan.

4. Pavlovianisme; classical conditioning


Secara psikologis refleks bersyarat itu merupakan reaksi sebagai
hasil belajar. Tetapi Pavlov tidak tertarik pada masalah ini, melainkan
lebih tertarik pada masalahfungsi otak.

5. Behaviorisme
Tokoh utama aliran ini adalah J.B. Watson. Dasar-dasar pendapat
Watson ialah:
a. Masalah objek psikologi, objek adalah tingkah laku, lebih tegasnya
lagi adalah tingkah laku positif, yaitu tingkah laku yang dapat
diobservasi.
b. Masalah metode, Watson tidak setuju dengan metode introspektif.
Metode yang pokok ialah observasi.
c. Bagian-bagian teori Watson yang terpenting,
1) Teori sarbon (stimulasus and response bond theory)
2) Pengamatan dan kesan (sensation and perception)
3) Perasaan, tingkah laku afektif
4) Tentang teori berpikir
5) Pengaruh lingkungan (pendidikan, belajar, pengalaman) dalam
perkembangan individu
6. Teori Skinner: operant conditioning
Focus teori Skinner adalah pada respons atau jenis tingkah laku yang
kedua ini (respondent response dan operant response); soalnya ialah
bagaimana menimbulkan, mengembangkan, dan memodifikasi tingkah
laku tersebut.

7. Teori Gestalt
Tokoh utama yang merumuskan transfer dari pengamatan ke belajar
ialah Koffka. Belajar adalah asumsi bahwa hukum-hukum organisasi
dalam pengamatan itu berlaku bagi belajar. Pada kenyataannya bahwa
belajar pokok yang terpenting adalah mendapat respon yang tepat.
Berikut adalah hukum-hukum pengamatan, yaitu: Hukum Prȁgnanz
(memuat), dan hukum-hukum tambahan. Jadi inti dari belajar itu adalah
mengerti dan mendapatkan insight (pencerahan/pemecahan problem).

8. Belajar menurut teori medan


a. Belajar sebagai perubahan dalam struktur kognitif,
b. Hadiah dan hukum menurut interprestasi Kurt Lewin. Ahli-ahli
yang emngikuti law of effect dan law of
reinforcement menganalisis keadaan yang mendorong pelajar
untuk mendekati hadiah dan menjauhi hukuman. Kurt Lwein
menggambarkan situasi yang mengandung hadiah atau
hukuman itu sebagai situasi yang mengandung konflik.
c. Masalah berhasil dan gagal
d. Sukses membawa mobilisasi energy cadangan, sehingga
kemampuan individu untuk memecahkan problem bertambah,
meningkat.

9. Pendirian Eklektik
Berdasarkan atas pendirian eklektik hendaklah digunakan hukum-
hukum belajar yang setepat mungkin supaya usaha belajar lebih berhasil.
BAB III

PEMBAHASAN

A. Kelebihan dan Kekurangan Buku Utama

1. Dilihat dari aspek tampilan buku, buku yang diriview dan buku pembanding Buku
utama; dilihat dari tampilan cover buku utama lebih menarik karena memiliki
warna yang netral dan tidak norak.
2. Dilihat dari tata tulis, termasuk penggunaan font ukuran tulisan buku sudah pas,
karena tidak terlalu kecil dan tidak terlalu besar. Ukuran font mudah untuk dibaca
oleh pembaca.
3. Dari aspek tata bahasa ; tata bahasa yang ada didalam buku utama sudah bagus,
letak kanan kirinya sudah sejajar. Pembahasan yang ada di dalam Bab tersebut
mudah dipahami oleh pembaca.

B. Buku Pembanding

1. Dilihat dari tampilan cover; buku pembanding juga bewarna, akan tetapi
warnanya begitu kurang bagus. Buku pembanding ini memiliki bahan buku yang
tebal daripada buku utama. Ia memiliki jumlah halaman yang begitu lebih banyak.
2. Dilihat dari tata tulis. Tulisan yang ada dibuku pembanding ada yang kurang jelas
kemudian bahasa yang digunakan di dalam buku tersebut menggunakan bahasa
yang tidak baku sehingga, tidak mudah untuk dipahami oleh pembaca.
3. Penggunaan ukuran font sudah pas dan mudah untuk dibaca.
BAB IV

PENUTUP

A. Kesimpulan

Pada hakekatnya intinya persoalan psikologi pendidikan terletak pada anak didik,
sebab pendidikan adalah perlakuan terhadap anak didik yang secara psikologis pelakuan
tersebut harus selaras dengan keadaan anak didik. Dengan demikian permasalahan psikologis
yang berperan dalam proses pendidikan anak dapat terjawab apabila pendidik dapat
memberikan bantuan terhadap anak didik agar berkembang secara wajar melalui bimbingan
dan konseling, pemberian bahan pelajaran yang berstruktur dan berkualitas. Kemampuan
pendidik tersebut atas medesak untuk dimiliki oleh pendidik, selain kemampuan pendidik
dalam memahami hukum-hukum psikologi mengenai anak pada umumnya.

B. Saran

Dalam penulisan makalah Critical Book Report dapat disimpulkan bahwa kedua buku
memiliki kelebihan dan kelemahan masing - masing. Dalam buku utama menjelaskan
mengenai masalah pengertian belajar, dan pengembangan dalam proses belajar. Sedangkan
dalam buku pembanding menjelaska pengertian belajar, teori dan konsep belajar. Oleh
karena itu, kedua buku dapat dijadikan suatu referensi.

Buku utama akan lebih komplit apabila juga menerangkan masalah teori dan konsep
belajar, begitu pula dengan buku pembanding akan lebih baik bila menjelaskan mengenai
pengembangan proses belajar.
Works Cited
Milfayetty, S. (2018). Psikologi Pendidikan. Medan : PPs UNIMED.

Suryabrata, S. (2011). Psikologi Pendidikan. Jakarta: Rajawali Pers.