Anda di halaman 1dari 10

CRITICAL JOURNAL REVIEW

TAKSONOMI ORGANISME TINGKAT RENDAH

Eksplorasi Liken di Sepanjang Jalan Diponegoro Kota Blitar Jawa Timur

Dosen Pengampu :

Dr. Ashar Hasairin, M.Si.

DISUSUN OLEH :

Chyntia Hairiyah Nasution (4192441001)

Maria Gregoryance Purba (4192441012)

Natasya Ningtyas Nurhadi (4192141001)

Safira Try Puspita (4191141001)

PRODI PENDIDIKAN BIOLOGI

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGATUHAN ALAM

UNIVERSITAS NEGERI MEDAN

2020
KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan ke hadirat Allah SWT. yang telah memberikan rahmat,
karunia, serta taufik dan hidayah-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan tugas Critical Journal
Review tentang liken (lumut kerak) dengan tepat waktu meskipun masih banyak terdapat
kekurangan. Kami mengucapkan banyak terima kasih kepada semua pihak yang berperan dalam
membuat Critical Journal Review ini.

Kami sadar bahwa tugas yang kami selesaikan ini masih banyak kekurangan dan jauh
dari kata sempurna, baik dari segi penulisan maupun dari segi materi yang dituangkan pada tugas
ini, karena keterbatasan ilmu yang kami miliki, kami memohon maaf atas segala kekurangan dari
tugas yang kami perbuat ini.

Kami berharap mudah–mudahan dengan adanya pembuatan tugas ini dapat memberikan
manfaat berupa ilmu pengetahuan yang bermanfaat bagi kami sebagai penulis maupun bagi
pembaca.

Medan, 16 Maret 2020

Penulis

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Lichenes atau lumut kerak sering disebut sebagai tumbuhan perintis. Lichen sebagai
tumbuhan pioneer memiliki peranan yang sangat penting dalam kehidupan. Jenis ini menjadi
tumbuhan perintis pada daerah-daerah yang keras dan kering sehingga pada akhirnya dapat
mendukung pertumbuhan organisme lainnya. Saat ini Lichen telah banyak dimanfaatkan oleh
sebagian masyarakat, beberapa jenis Asolichen telah dimanfaatkan dan dapat pula dikonsumsi,
oleh karena itu perlu dijelaskan mengenai Lichen tersebut khusunya pada pemanfaatan Lichen
bagi kehidupan.

Penelitian mengenai liken dan polusi udara sudah banyak tercatat di berbagai negara
terutama di Eropa dan Amerika, namun penelitian mengenai liken di Asia masih belum setara
dengan kedua benua tersebut. Negara di kawasan Asia Tenggara yang telah banyak
mempublikasikan biodiversitas liken adalah Thailand seperti katalog jenis liken di Thailand. Di
Indonesia, penelitian tentang liken lebih banyak mengkaji kandungan metabolit liken. Penelitian
ini diharapkan menambah catatan jenis liken di Indonesia dan manfaatnya terhadap lingkungan.
Antropogenic resources (aktivitas manusia) dapat menimbulkan dampak negatif bagi lingkungan,
salah satunya pencemaran udara. Kualitas udara dipengaruhi oleh pencemaran udara, yaitu
masuknya zat-zat pencemar (berbentuk gas-gas dan partikel kecil/aerosol) ke dalam udara.

B.Tujuan

Adapun tujuan kami dalam membuat CJR ini adalah

1. Untuk menambah wawasan tentang penelitian liken


2. Untuk mengetahui dan memahami bagaimana cara mengkritik dan menyajikan hasil
kritik jurnal
3. Untuk mengetahui identitas jurnal

C. Manfaat
Dalam melakukan Critical Journal Review, diharapkan dapat memberikan manfaat bagi
semua pembaca, khusunya pada mahiswa. Selain itu, CJR ini juga dapat bermanfaat sebagai
bahan referensi untuk berdiskusi
BAB II

RINGKASAN JURNAL

A. Identitas Jurnal

Judul Jurnal : Eksplorasi Liken di Sepanjang Jalan Diponegoro Kota Blitar Jawa Timur

Nama Jurnal : Jurnal Pendidikan

Penulis : Marinda Sari Sofiyana, Maratus Sholihah

Tahun Terbit : 2019

ISBN : 978-602-99975-3-8

Halaman : 1-6

B. Ringkasan Jurnal

PENDAHULUAN

Liken merupakan organisme simbiotik yang tersusun atas mikroorganisme fotosintetik


dan hifa fungi (Campbell et al 2010). Liken diketahui sensitif terhadap perubahan lingkungan
(Van & Ter 1999; Loppi & Ivanov 2002; Bolshunova et al. 2014). Penelitian mengenai liken dan
polusi udara sudah banyak tercatat di berbagai negara terutama di Eropa dan Amerika (Bates
2002), namun penelitian mengenai liken di Asia masih belum setara dengan kedua benua
tersebut. Negara di kawasan Asia Tenggara yang telah banyak mempublikasikan biodiversitas
liken adalah Thailand seperti katalog jenis liken di Thailand (Wolseley et al. 2002). Di
Indonesia, penelitian tentang liken lebih banyak mengkaji kandungan metabolit liken
(Maulidiyah et al. 2015). Penelitian ini diharapkan menambah catatan jenis liken di Indonesia
dan manfaatnya terhadap lingkungan.

TUJUAN PENELITIAN
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman liken yang ada di Kota Blitar.
Penelitian dilakukan di Kota Blitar dipertimbangkan karena belum ada catatan diversitas liken.

SUBJEK PENELITIAN
Subjek penelitian dari jurnal yang ditulis ini adalah Eksplorasi Liken di Sepanjang Jalan
Diponegoro Kota Blitar Jawa Timur.

METODE PENELITIAN

Metode pengamatan dilakukan dengan metode analisis deskriptif. Teknik pengumpulan


data liken dilakukan dengan teknik jelajah menyusuri daerah pengamatan. Keanekaragaman
liken epifit pada kulit pohon (corticolous) dicatat di sepanjang daerah pengamatan. Daerah
pengamatan liken berada di sepanjang Jalan Diponegoro Kota Blitar. Pengamatan dilakukan
pada Bulan Maret-April 2019.
Keanekaragaman liken diamati di pohon yang banyak tertutup liken. Pengamatan liken
pada pohon contoh dimulai dari permukaan tanah sampai 30 cm di atas permukaan tanah dan di
bagian atas sekitar 100 m dari permukaan tanah. Hal ini dikarenakan pohon di sepanjang jalan
dilapisi cat dengan jarak 30-100 cm dari permukaan tanah.
Liken yang dijumpai dicatat ciri-ciri morfologisnya kemudian difoto dan dikoleksi
dengan cara dibuat herbarium kering. Identifikasi dilakukan di Laboratorium Taksonomi
Tumbuhan, Departemen Biologi FMIPA Universitas Padjajaran. Suhu udara dan kelembaban
wilayah dicatat saat pengambilan sampel.

HASIL DAN PEMBAHASAN

Hasil pengamatan dan koleksi yang telah dilakukan di sepanjang Jalan Diponegoro
ditemukan 23 jenis liken yang termasuk ke dalam 10 suku. Sepuluh suku tersebut meliputi
Arthoniaceae, Coenogoniaceae, Gomphilaceae, Graphidaceae, Peltulaceae, Physciaceae,
Pilocarpaceae, Rocellaceae, Stereocaulaceae, dan Teloschistaceae. Keanekaragaman liken di
lokasi pengamatan dipengaruhi oleh faktor lingkungan, termasuk faktor biotik. Faktor biotik
terdiri dari substrat liken. Jenis-jenis liken yang ditemukan mampu beradaptasi dan cocok hidup
pada lingkungan tersebut, ini menunjukkan bahwa jenis tersebut mempunyai kisaran toleransi
yang cukup luas terhadap faktor lingkungan. Menurut Pratiwi (2006), pertumbuhan liken juga
ditentukan oleh faktor iklim (40%). Sifat liken yaitu memiliki ketahanan terhadap suhu dan
kelembaban yang ekstrim.
Suku Graphidaceae dengan 7 marga dan 10 jenis dijumpai mendominasi daerah pengamatan.
Jenis-jenis tersebut antara lain Graphina antillarum (Vain.) Zahlbr, Platygramme jambosae
Zahlbr, Graphis antillarum Vain, Platygramme jambosae Zahlbr, Sarcographa heteroclita
(Mont) Zahlbr, Acanthothecia dialeuca (Kremp.) Staiger & Kalb, Platythecium dimorphodes
(Nyl.) Staiger, Platygramme discurrens (Nyl.) Staiger, Sarcographa heteroclita (Mont.) Zahlbr,
dan Phaeographis brasilliensis (A. Massal.) Kalb & Matthes-Leicht.
BAB III
PEMBAHASAN

A. Kelebihan Jurnal
Konsep yang dicantumkan di dalam jurnal bisa dijadikan sebagai bahan pembantu untuk
memahami lebih jelas tujuan penulisan yang dilakukan. Hal itu juga membantu kita untuk
menganalisis jurnal yang bersangkutan. Penulis jurnal juga menggunakan Bahasa yang sopan
dan seyudianya muda dimengerti oleh para pembaca, sehingga hal ini juga dapat membantu para
pembaca untuk lebih bisa cepat untuk memahami maksud dan tujuan dari si penulis dalam
menulis serta mempublikasikan jurnal tersebut. Tata cara penulisan dan isi abstrak sudah baik
karena penulis dapat memberikan gambaran menyeluruh mengenai kegiatan penelitian tentang
Keanekaragaman Liken Pulau Tunda Banten Sebagai Konten Pembelajaran Keanekaragaman
Hayati Berbasis Potensi Lokal serta menjelaskan latar belakang jurnal penelitan yang dibuat
secara ringkas, tepat dan jelas.

B. Kelemahan Jurnal
Isi pada jurnal yang ditampilkan tidak lengkap. Dengan demikian, kita tidak dapat
mengetahui beberapa isi penting dalam jurnal. Sumber yang dicantumkan dalam penulisan jurnal
ini tidak jelas, sehingga kita tidak dapat menambah wawasan kita dari sumber tersebut. Terdapat
kekurangan dari segi penjelasan materi yang seharusnya lebih dikembangkan, namun hanya
dijelaskan secara sepintas saja.
BAB IV

PENUTUP

A. Kesimpulan

Hasil identifikasi liken yang diambil di Jalan Diponegoro Kota Blitar ditemukan 23 jenis
liken yang termasuk ke dalam 10 suku, yaitu Arthoniaceae, Coenogoniaceae, Gomphillaceae,
Graphidaceae, Peltulaceae, Physciaceae, Pilocarpaceae, Rocellaceae, Stereocaulaceae, dan
Teloschistaceae. Liken yang ditemukan didominasi dari suku Graphidaceae (7 marga, 10 jenis).
Jenis-jenis tersebut antara lain Graphina antillarum (Vain.) Zahlbr, Platygramme jambosae
Zahlbr, Graphis antillarum Vain, Platygramme jambosae Zahlbr, Sarcographa heteroclita
(Mont) Zahlbr, Acanthothecia dialeuca (Kremp.) Staiger & Kalb, Platythecium dimorphodes
(Nyl.) Staiger, Platygramme discurrens (Nyl.) Staiger, Sarcographa heteroclita (Mont.) Zahlbr,
dan Phaeographis brasilliensis (A. Massal.) Kalb & Matthes-Leicht.

B.Saran

Eksplorasi liken di wilayah lain di Kota Blitar penting dilakukan untuk menambah
catatan jenis liken di Kota Blitar. Perlu adanya analisis kimiawi dalam proses identifikasi liken
DAFTAR PUSTAKA

Safiyana, Marinda Sari. Sholiha, Maratus. (2019). Eksplorasi Liken di Sepanjang Jalan
Diponegoro Kota Blitar Jawa Timur. Jurnal Pendidikan. Vol 3 (2).