Anda di halaman 1dari 7

Tugas Kelompok 1

Minggu 3/Sesi 4

Jawablah pertanyaan berikut ini!

1. Ceritakan salah satu pengalaman anda (user experience) dalam mengakses situs berikut:

a. onlinelearning.binus.ac.id
b. binus.ac.id
c. binus.edu
d. ol.binus.ac.id
e. www.mit.edu
f. www.imperial.co.uk
g. www.undip.ac.id

ceritakan pengalaman anda dalam berinteraksi dengan situs tersebut!

2. Jelaskan proses tentang pendekatan waterfall dan prototype pada disain UX dan
sertakan gambar model prosesnya!

Metode Waterfall adalah suatu proses pengembangan perangkat lunak berurutan, di


mana kemajuan dipandangsebagai terus mengalir ke bawah (seperti air terjun) melewati
fase-fase perencanaan, pemodelan, implementasi(konstruksi), dan pengujian.

Tahapan Metode Waterfall :

 Tahap requirement atau spesifikasi kebutuhan sistem adalah analisa kebutuhan


sistem yang dibuat dalam bentuk yang dapat dimengerti oleh klien dan staf
pengembang. Dalam tahap ini klien atau pengguna menjelaskan segala kendala
dan tujuan serta mendefinisikan apa yang diinginkan dari sistem. Setelah

ISYS6509 – User Experience


dokumen spesifikasi disetujui maka dokumen tersebut menjadi kontrak kerja
antara klien dan pihak pengembang.
 Tahap selanjutnya adalah desain, dalam tahap ini pengembang akan
menghasilkan sebuah arsitektur sistem secara keseluruhan, dalam tahap ini
menentukan alur perangkat lunak hingga pada tahapalgoritma yang detil.
 Selanjutnya tahap implementasi, yaitu tahapan dimana keseluruhan desain
diubah menjadi kode-kode program. kode program yang dihasilkan masih
berupa modul-modul yang selanjutnya akan di integrasikanmenjadi sistem yang
lengkap untuk meyakinkan bahwa persyaratan perangkat lunak telah dipenuhi.
 Tahap selanjutnya adalah verifikasi oleh klien, klien menguji apakah sistem
tersebut telah sesuai dengan kontrak yang telah disetujui.
 Tahap akhir adalah pemeliharaan yang termasuk diantaranya instalasi dan
proses perbaikan sistem sesuai kontrak.

Gambar Metode Waterfall :

ISYS6509 – User Experience


Prototyping adalah pengembangan yang cepat dan pengujian terhadap model kerja
(prototipe) dari aplikasi baru melalui proses interaksi dan berulang-ulang yang biasa
digunakan ahli sistem informasi dan ahli bisnis. Prototyping disebut juga desain aplikasi
cepat (rapid application design/RAD) karena menyederhanakan danmempercepat
desain sistem (O’Brien, 2005). Berdasarkan karakteristiknya prototipe sebuah system
dapat berupa low fidelity dan high fidelity. Fidelity mengacu kepada tingkat kerincian
sebuah sistem (Walker et al, 2003).

Tahapan Metodologi Prototipe :

a. Analisa kebutuhan
Di tahap ini pengembang melakukan identifikasi software dan semua kebutuhan sistem
yang akan dibuat.
b. Membangun prototyping
Membangun prototyping dengan membuat perancangan sementara yang berfokus pada
penyajian kepada pelanggan (misalnya dengan membuat input dan format output).
c. Evaluasi prototyping
Evaluasi ini dilakukan untuk mengetahui apakah prototyping sudah sesuai dengan
harapan pelanggan.
d. Mengkodekan sistem
Pada tahap ini prototyping yang sudah disetujui akan diubah ke dalam bahasa
pemrograman.
e. Menguji sistem
Di tahap ini dilakukan untuk menguji sistem perangkat lunak yang sudah dibuat.
Pengujian
f. Evaluasi Sistem
Perangkat lunak yang sudah siap jadi akan dievaluasi oleh pelanggan untuk mengetahui
apakah sistem sesuai dengan yang diharapkan.
g. Menggunakan sistem

ISYS6509 – User Experience


Perangkat lunak yang sudah diuji dan disetujui oleh pelanggan siap digunakan.
Gambar Metode Prototype :

Resource:https://sis.binus.ac.id/2017/05/08/prototype-pada-ux-part-2/
https://medium.com/dot-intern/sdlc-metode-prototype-8f50322b14bf

3. Jelaskan proses yang terjadi pada pembuatan UX!

Tahapan proses pada UX Design Process pada umumnya seperti pada bagan di bawah
ini

a. Product definition
Pada tahapan ini kita menentukan produk seperti apa yang akan dibuat, tujuan dari
produk, siapa yang akan terlibat dalam merancang dan mengembangkan produk,
bagaimana mereka akan bekerja sama dan tetap up-to-date terhadap kemajuan dari
produk. Tahapan ini yaitu :
 Memahami keadaan lingkungan sekitar saat ini ataupun pesaing yang ada.
 Mengumpulkan needs dan ideas dari stakeholders dan potential user.

ISYS6509 – User Experience


 Menyatukan ide
 Memprioritaskan persyaratan berdasarkan tujuan dari proyek
b. Research
Banyak yang dapat dilakukan pada tahapan Research seperti secondary research,
competitive analysis, dan user research.
 Anda dapat melakukan secondary research, setelah pada tahap product
definition memahami keadaan lingkungan sekitar dan mendapatkan ide maka
dapat mencari literature yang dapat mendukung ide tersebut dan apakah ide
tersebut sudah pernah diimplementasikan di negara lain. Anda bisa
mendapatkan proyeksi dari proyek yang akan dijalankan akan seperti apa.
 Setelah itu, dapat dilakukan competitive analysis yaitu dengan membandingkan
ide atau proyek yang ingin dijalankan dengan solusi yang sudah ada. Dapat
membandingkan strong dan weakness dari masing – masing solusi. Kemudian,
mendapatkan keunggulan dari proyek yang akan dijalankan dibandingkan
dengan solusi yang sudah ada.
 Kita juga dapat melakukan user research untuk mengetahui tanggapan dari calon
user. Tahapan dasar dalam melakukan user research :
c. Analysis
Pada tahapan ini dilakukan analisis terhadap apa yang sudah didapatkan pada tahap
research , terutama terhadap user research. Dari hasil wawancara,survei, atau teknik
pengambilan data lainnya akan digunakan untuk menentukan persona. Persona adalah
dokumen yang mendeskripsikan target user yang khas, dapat dikatakan sebagai
representasi dari responden dalam pengumpulan data. Persona dapat membantu untuk
fokus terhadap user yang lebih spesifik.
d. Pada tahapan ini, kita melakukan desain prototype . Hasil dari desain ini akan diujikan
kepada calon user bagaimana tanggapan mereka terhadap desain yang diusulkan dan
mendapatkan masukan dari calon user. Sebuah prototype adalah versi draft situs atau

ISYS6509 – User Experience


produk yang akan membawa Anda sedekat mungkin dengan representasi yang baik dari
website dan user interface-nya sebelum coding dimulai.
Dengan menggunakan prototipe, tim UX mampu melihat bagaimana sistem akan
bekerjasama secara bersamaan. Dengan membangun sebuah prototipe dari desain
Anda sebelum pengembangan lebih lanjut, tim UX membuat sejumlah penghematan,
baik dari segi biaya dan waktu. Untuk melakukan desain dapat dilakukan dengan
berbagai cara mulai dari sketsa di kertas, wireframe , ataupun menggunakan aplikasi
pembuatan prototype seperti Axure.
e. Implementation
Setelah semuanya dilakukan dan dipastikan selesai maka akan dilakukan implementasi.
Ada 2 tahapan yaitu Beta dan Live Product. Tahapan Beta untuk memastikan bahwa
standar dipenuhi , spesifikasi dapat digunakan dan jaminan kualitas sebelum Live
release. Pada saat Live release, dipastikan sistem telah dapat digunakan secara massal
dan jika terdapat masalah maka akan dilakukan pemeliharaan ( maintenance ) secara
berkala.

Resource : https://sis.binus.ac.id/2016/07/29/user-experience-design-process/

4. Jelaskan faktor yang mempengaruhi nilai baik buruknya suatu desain UX!

5. Tugas utama dari UX designer adalah memaksimalkan perasaan positif pengguna saat
berinteraksi dengan web/aplikasi tersebut. Sebutkan faktor mendasar user experience
yang harus diperhatikan ketika mengembangkan sebuah system!

Case study
Anda adalah seorang designer UX. Saat ini anda diminta untuk melakukan analisis terkait salah
satu situs migas.esdm.go.id. Lakukan analisis terkait situs tersebut dengan mengacu kepada
ketentuan disain UX yang baik. Dan jelaskan untuk setiap tahapan langkah yang dilakukan!

ISYS6509 – User Experience


---oOo---

ISYS6509 – User Experience

Anda mungkin juga menyukai