Anda di halaman 1dari 19

Nama : Ira Okmadila

NIM : 1012017029

Prodi/Semester: S1 Farmasi/6

1. Analisa minuman dari segi kandungan kimia, manfaat minuman dalam


pengobatan suatu penyakit.

Rumput gandum dikenal sebagai bahan baku untuk minuman kesehatan karena
mengandung vitamin, zat gizi lainnya dan antioksidan.( Shakya G,dkk.2012) Rumput
gandum (wheatgrass) adalah helai rumput pertama yang berkembang dari tanaman
gandum setelah bijibijian gandum berkecambah. Rumput gandum telah menjadi sumber
penelitian sejak awal 1900-an (Degraff LR.. 2011.). Rumput gandum kaya akan
klorofil, mineral seperti magnesium, selenium, seng, kromium, besi, kalsium, fosfor,
kalium, boron dan molybdenum. Antioksidan seperti beta-karoten (pro-vitamin A),
vitamin E, vitamin C, dan vitamin B kompleks, asam amino seperti seperti asam
aspartat, asam glutamat, arginin, alanin dan serin. Berbagai enzim yang berperan dalam
efek farmakologis seperti protease, amilase, lipase, sitokrom oksidase,
transhydrogenase, superoksida dismutase (SOD). Rumput gandum juga merupakan
sumber yang kaya akan fenolik dan flavonoid. (Tirgar dkk.2011 Padalia S,dkk.2010)
Berdasarkan data yang komprehensif dan beberapa penelitian klinis telah membuktikan
manfaat rumput untuk berbagai penyakit. Terapi rumput gandum dapat menjadi
tindakan preventif dan kuratif untuk masalah kesehatan yang dapat menyebabkan
penyakit serius seperti diabetes mellitus, anemia, arthritis, kanker, thalassemia, asma,
alergi, radang usus, obesitas, tekanan darah tinggi, dislipidemia dan eksim. Selain itu,
rumput gandum berperan dalam detoksifikasi tubuh (Padalia S,dkk.2010. Afroz RD)

Analisa kandungan kimia diperoleh dari analisis laboratorium yang meliputi kandungan
karbohidrat dengan metode Luff Schoorl, kandungan protein dengan metode Khjedahl,
kandungan lemak dengan metode Soxhlet, kandungan energi dengan metode
perhitungan, kandungan vitamin C dengan metode iodometri, dan kandungan mineral
dengan metode Atomic Absorption Spectrofotometry. (Irmayanti,dkk.2015)
(Irmayanti,dkk.2015)

2. Cara menentukan bahwa minuman tersebut mengalami kerusakan, penyebab,


ciri ciri, serta cara analisa minuman yg rusak

Penanganan, penyimpanan dan pengawetan bahan pangan sering menyebabkan


terjadinya perubahan nilai gizinya, yang sebagian besar tidak diinginkan. Zat gizi yang
terkandung dalam bahan pangan akan rusak pada sebagian besar proses pengolahan
karena sensitif terhadap pH, oksigen, sinar dan panas atau kombinasi diantaranya.
(Pengaruh Pengolahan terhadap Nilai Gizi Pangan [Internet].2015)

Hasil penelitian yang dilakukan Aminah dan Supraptini (2005) pada minuman
susu segar dan susu kemasan, membuktikan bahwa susu dalam kemasan kardus, kaleng,
botol kaca dan plastik tidak bebas dari cemaran jamur seperti Aspergillus sp,
Penicillium sp, Geotrichum sp, dan Khamir.
Keberadaan jamur penicillium sp dan Khamir dalam minuman dapat
membahayakan kesehatan konsumen. Hal ini disebabkan karena kuman mereproduksi
toksin yang dapat mengakibatkan keracunan makanan dan minuman. (Nurma, 2015)

(Nurma, 2015) melakukan penelitian ini, melalui pengamatan secara langsung


dan pengujian labolatorium yang telah dilakukan kemudian dibandingkan dengan SNI
nomor 3141.1.2011 tentang Susu Segar dan SNI nomor 7388 tahun 2009 tentang Batas
Maksimum Cemaran Mikroba dalam Pangan.

Hasil penelitian dilihat berdasarkan jenis cemaran jamur Khamir dan


dibandingkan dengan Standart Nasional Indonesia nomor 7388 tahun 2009 tentang
Batas Maksimum Cemaran Mikroba dalam Pangan. Maka batas maksimum cemaran
jamur Khamir pada susu kental manis seharusnya tidak lebih dari 200 koloni/ml (2 x
102). Hasil penelitian menunjukkan bahwa susu kemasan dengan jenis kemasan kaleng
dan plastik sachet tidak memenuhi syarat layak konsumsi.

Kemungkinan masuknya jamur pada susu dapat melalui berbagai celah dimulai
dari proses pemerahan susu sampai berakhir pada proses pengemasan susu itu sendiri.
Kaleng yang berlubang atau terdapat retakan dapat menjadi jalan masuk yang sangat
baik bagi udara serta mikroba patogen dan pembusuk yang juga dapat memicu
perkembangan jamur dalam susu.\

Menurut (Nurma.2015), konsumen seharusnya lebih teliti dalam memilih produk


susu yang ingin dikonsumsi. Selain memperhatikan label tanggal kadaluarsa, konsumen
hendaknya cermat dalam mengamati kondisi kemasan susu tersebut. Kondisi kemasan
susu seperti kaleng penyok, berkarat, mengembung, serta kemasan plastik yang bocor
atau sedikit terbuka sebaiknya tidak dikonsumsi.

3. Minuman kaleng serta cara pengolahan dan analisis kerusakannya


Contoh dari jurnal “Studi Pembuatan Minuman Isotonik Berbahan Baku Air
Kelapa Tua (Cocos Nicifera L) Dan Ekstrak Belimbing Wuluh (Avverhoa
Bilimbi L) Menggunakan Metode Sterilisasi Non-Thermalselama Penyimpanan”

1 Alat
Alat yang digunakan pada penelitian ini yaitu: penyaring mikrofiltrasi, timbangan
analatik, erlenmeyer, bulp, pipet volume, blender, wadah, saringan, botol, sendok, pisau,
dan lemari pendingin.

2 Bahan

Bahan yang digunakan pada praktikum ini yaitu air kelapa tua, belimbing wuluh, air
mineral, gula, aluminium foil, tissue, dan kapas .

3 Prosedur Penelitian

3.1 Preparasi Ekstrak Belimbing Wulu

Preparasi belimbing wuluh dilakukan dengan beberapa tahap, yaitu buah belimbing
sebanyak 800 gr (keseluruhan) yang masih muda disortasi untuk memisahkan buah
yang layak diolah dan yang tidak. Buah belimbing yang sudah disortir dan yang masih
segar dibersihkan menggunakan air yang mengalir. Tahap selanjutnya yaitu pengecilan
ukuran buah dengan pemotongan untuk dapat diolah dan kemudian menyimpannya
kedalam wadah yang bersih. Belimbing yang sudah dipotong-potong kemudian
dimasukkan kedalam blender untuk dihancurkan. Belimbing yang sudah hancur
kemudian disaring menggunakan penyaringan kasar (penyaring tepung) untuk
memperoleh ekstrak belimbing wuluh. Hasil ekstraksi dari belimbing wuluh sebanyak
800 gr dihasilkan ekstrak sebanyak 400 ml. Kandungan yang terkandung dalam buah
belimbing wuluh yaitu flavonoid dan triterpenoid. Penambahan belimbing wuluh
kedalam minuman isotonik befungsi sebagai antioksidan bagi tubuh dan triterpenoid
berfungsi untuk mencegah diabetes dan gangguan kulit akibat iritasi.

3.2 Pembuatan Minuman Isotonik

Pembuatan minuman isotonik dilakukan dengan menggunakan metode sterilisasi non-


thermal secara aseptik. Proses pembuatannya dilakukan dengan beberapa tahap yaitu,
preparasi air kelapa tua kemudian penambahan gula untuk memperoleh campuran 1,
Proses selanjutnya yaitu penambahan ekstrak belimbing wuluh yang sudah dipreparasi
pada tahap sebelumnya, kemudian disterilisasi menggunakan metode nonthermal
dengan penyaringan bertingkat meliapore 0.5-0.1 mikron. Proses akhir dari produk
minuman isotonik ini yaitu pembotolan yang dilakukan secara aseptik untuk
memperoleh minuman isotonik yang aman dari kontaminan bakteri patogen. Adapun
rincian dari proses pembuatan minuman isotonik ini yaitu :

3.2.1 Preparasi Air Kelapa

Air kelapa tua yang digunakan sebanyak 5 Liter (5000 ml) secara keseluruhan yang
dibagi menjadi 1000 ml pada setiap pengujian. Air kelapa ini berasal dari buah kelapa
yang matang optimal. Air kelapa diperoleh dari salah satu pasar tradisional di Makassar.
Preparasi air kelapa dilakukan dengan memisahkan air kelapa dari buahnya kemudian
disimpan kedalam wadah yang bersih dengan tetap menjaga kualitas air kelapa. Air
kelapa yang sudah terpisah kemudian disaring menggunakan penyaringan kasar secara
aseptik.

3.2.2 Penambahan gula kedalam air Kelapa Air kelapa tua yang telah dipreparasi
kemudian ditambahkan gula sesuai dengan standar konsumsi gula sehari-hari menurut
World Health Organization (WHO) sebanyak 6-7% dalam 100 ml (26 kkal/100 ml) atau
10% dari total energi. Gula yang ditambahkan merupakan gula yang digunakan sehari-
hari yang dikenal dalam dunia pangan dengan nama sukrosa. Penambahan gula kedalam
air kelapa tua berfungsi untuk menggantikan gula alami yang hilang akibat umur kelapa.

3.2.3 Penambahan Ekstrak Belimbing

Wuluh Secara Aseptik Ekstrak belimbing wuluh yang telah dipreparasi sebanyak 400
ml kemudian ditambahkan kedalam air kelapa tua yang sudah ditambahkan dengan gula
pasir. Penambahan ekstrak belimbing wuluh pada minuman isotonik berfungsi sebagai
penambah nilai gizi. Gizi yang terkandung dalam ekstrak belimbing wuluh yaitu kaya
akan flavonoid dan triterpenoid yang baik untuk kesehatan.

3.2.4 Sterilisasi Dengan Penyaringan

Bertingkat (Microfiltrasi) Meliapore 0.5-0.1 Mikron Produk minuman isotonik


disterilisasi dengan menggunakan penyaringan filtrat meliapore 0,5 mikron ke 0,1
mikron. Penggunaan filtrat meliapore 0,5 berfungsi untuk menghilangkan kotoran
(partikel) yang terdapat pada minuman dan filtrate 0,1 berfungsi untuk menghilangkan
mikroba pathogen yang terdapat pada lingkungan sekitar pembuatan minuman isotonik.
Sterilisasi yang dilakukan merupakan tahap terakhir dari pembuatan minuman isotonik
sebelum dilakukan pembotolan dan pengujian analisa.

3.2.5 Pembotolan

Proses pembotolan dilakukan setelah produk jadi, pembotolan dilakukan secara aseptik
agar produk minuman tidak terkontaminasi dengan mikroba. Botol yang digunakan
sebanyak kurang lebih 10 buah yang terbuat dari plastik yang sudah di sterilisasi
menggunakan alkohol 95% kemudian di keringkan di Laminar Flow agar botol tetap
steril. Pembotolan bertujuan agar tampilan produk lebih menarik dan bertahan lama.
Setelah proses pembotolan maka, produk dilakukan uji sesuai standar minuman
isotonic.

2.3.2 Pengamatan

Pengamatan produk akan dilakukan selama 7 hari dengan melihat beberapa


pertimbangan yaitu, kebersihan alat yang yang digunakan, kepercayaan tempat
(Laboratorium) yang digunakan, serta kondisi dari produk yang akan dihasilkan.
Pengamatan yang dilakukan untuk mengetahui kualitas minuman isotonik dari air
kelapa dan ekstrak belimbing wuluh, pada penelitian ini yaitu dilakukan beberapa
pengujian seperti pengukuran pH, total asam, kadar vitamin C, total padatan terlarut,
pengamatan visual dan uji organoleptik.

4. kegunaan kandungan air dalam minuman dan anlisisnya

Air merupakan kandungan terbesar di dalam carbonated soft drink. Air yang digunakan
harus mempunyai kualitas tinggi, yaitu: jernih, tidak berbau, tidak berwarna, bebas dari
organisme yang hidup dalam air, alkalinitasnya <50 ppm, total padatan terlarut <500
ppm, dan kandungan logam besi dan mangaan <0,1 ppm. Sederet proses diperlukan
untuk mendapatkan kualitas air yang diinginkan, antara lain: klorinasi, penambahan
kapur, koagulasi, sedimentasi, filtrasi pasir, penyaringan dengan karbon aktif, dan
demineralisasi dengan ion exchanger. Karbondioksioda yang digunakan juga harus
semurni mungkin dan tidak berbau. Air berkarbonasi dibuat dengan cara melewatkan es
kering (dry ice) ke dalam air es. (Anonim, 2001). Air yang digunakan harus berkualitas
tinggi, yaitu: jernih, tidak berbau, tidak berwarna, bebas dari organisme yang hidup
dalam air, Alkalinitas < 50ppm, total padatan terlarut < 500ppm, kandungan logam besi
dan mangaan < 0,1ppm. Bahan baku laboratorium air untuk minuman ringan dapat
dilihat pada tabel

5. kegunaan kandungan lemak, karbohidrat, protein dalam minuman dan anlisisnya

Pemasakan karbohidrat diperlukan untuk mendapatkan daya cerna pati yang tepat,
karena karbohidrat merupakan sumber kalori. Pada bahan pangan keberadaan
karbohidrat kadang kala tidak sendiri melainkan berdampingan dengan zat gizi yang
lain seperti protein dan lemak. (Efek Pengolahan Terhadap Zat Gizi Pangan. 2010).

Kandungan lemak yang terdapat dalam semua bahan makanan dan minuman.
(Mahan, 2008)Pada dasarnya, semua lemak itu baik karena lemak dibutuhkan untuk
menjaga kelangsungan hidup manusia. Peran lemak adalah menyediakan energi sebesar
9 kalori/gram, melarutkan vitamin A, D, E, K, dan menyediakan asam lemak esensial
bagi tubuh manusia. Lemak mulai dianggap berbahaya bagi kesehatan setelah adanya
suatu penelitian yang menunjukkan hubungan antara kematian akibat penyakit jantung
koroner dengan banyaknya konsumsi lemak dan kadar lemak di dalam darah.( The
American Journal of Clinical Nutrition)

Kebanyakan protein merupakan enzim atau subunit enzim. Jenis protein lain
berperan dalam fungsi struktural atau mekanis, seperti misalnya protein yang
membentuk batang dan sendi sitoskeleton. Protein terlibat dalam sistem kekebalan
(imun) sebagai antibodi, sistem kendali dalam bentuk hormon, sebagai komponen
penyimpanan (dalam biji) dan juga dalam transportasi hara. Sebagai salah satu sumber
gizi, protein berperan sebagai sumber asam amino bagi organisme yang tidak mampu
membentuk asam amino tersebut (heterotrof). (The American Journal of Clinical
Nutrition)

Analisa karbohidrat dengan metode Luff Schoorl, kandungan protein dengan


metode Khjedahl, kandungan lemak dengan metode Soxhlet, kandungan energi dengan
metode perhitungan, kandungan vitamin C dengan metode iodometri, dan kandungan
mineral dengan metode Atomic Absorption Spectrofotometry. (Irmayanti,dkk.2015)

6. kegunaan kandungan vitamin dan mineral dalam minuman dan anlisisnya

Vitamin

Vitamin dibutuhkan oleh tubuh untuk bertumbuh dan berkembang secara normal.
Vitamin dapat dibedakan menjadi beberapa macam dan setiap vitamin memiliki fungsi
tertentu dan beberapa vitamin dapat membantu mencegah terjadinya masalah pada
kesehatan. berikut beberapa macam vitamin (American Journal of Clinical Nutrition,
Harvard Chan School of Public Health. Medline Plus. Vitamins) :

Vitamin A

Vitamin A memiliki fungsi untuk menjaga kesehatan mata, pertumbuhan tulang, organ
reproduksi, fungsi sel, dan sistem kekebalan tubuh. Vitamin A dapat berasal dari buah-
buahan, sayuran, hati, dan susu. Berikut kebutuhan vitamin A berdasarkan usia
(American Journal of Clinical Nutrition, Harvard Chan School of Public Health.
Medline Plus. Vitamins. A) :

- Usia 0-6 bulan : 400 micrograms/ hari (mcg/hari)

- Usia 7-12 bulan : 500 mcg/hari

- Usia 1-3 tahun : 300 mcg/hari

- Usia 4-8 tahun : 400 mcg/hari


- Usia 9-13 tahun : 600 mcg/hari

- Laki-laki berusia diatas 14 tahun : 900 mcg/hari

- Perempuan berusia diatas 14 tahun : 700 mcg/hari (selama masa kehamilan


770 mcg/hari dan selama masa menyusui 1300 mcg/hari)

Vitamin B

Vitamin B terdiri dari tiamin (B1), riboflavin (B2), niacin (B3), B6, B12, dan folat.
Vitamin B membantu tubuh untuk membentuk energi dari makanan yang dikonsumsi,
membentuk sel darah merah, berperan penting dalam metabolisme tubuh, menjaga
kesehatan jantung dan sistem saraf. Vitamin B dapat ditemukan pada ikan, unggas,
daging sapi, telur, produk susu, sayuran berdaun hijau, kacang-kacangan, dan kacang
polong. Asam folat juga merupakan termasuk dlama vitamin B. Asam folat membantu
tubuh untuk proses pembentukan sel-sel baru. Pada wanita hamil asam folat sangat
penting untuk mencegah terjadinya cacat lahir terutama pada otak atau tulang belakang.
Asam folat dapat ditemukan dalam sayuran berdaun hijau, buah-buahan, kacang-
kacangan, biji-bijian, roti, dan sereal. Berikut vitamin B yang diperlukan tubuh
berdasarkan klasifikasi usia (Medline Plus. Vitamins.B and Folic acid) :

- Bayi dibawah usia 1 tahun : 0,5mg/hari

- Bayi dibawah usia 5 tahun : 0,9mg/hari

- Usia 4-8 tahun : 1,2mg/hari

- Usia 9-13 tahun : 1,8mg/hari

- Remaja diatas usia 14 tahun : 2,4mg/hari

Vitamin C

Vitamin C memiliki fungsi untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh,


membantu tubuh menyerap zat besi, menjaga kesehatan kulit, tulang, dan jaringan
ikat. Vitamin C berasal dari jeruk, paprika merah dan hijau, tomat, brokoli, dan
sayuran. Berikut kebutuhan vitamin C berdasarkan klasifikasi usia ((Medline Plus.
Vitamins C):
- Usia 0-6 bulan : 40 miligram/ hari (mg/hari)

- Usia 7-12 bulan : 50 mg/hari

- Usia 1-3 tahun : 15 mg/hari

- Usia 4-8 tahun : 25 mg/hari

- Usia 9-13 tahun : 45 mg/hari

- Perempuan usia 14-18 tahun : 65 mg/hari

- Laki-laki usia 14-18 tahun : 75 mg/hari

Vitamin D

Vitamin D merupakan zat yang dibutuhkan oleh tubuh untuk menyerap kalsium.
Kekurangan vitamin D dapat menyebabkan penyakit tulang seperti osteoporosis.
Vitamin D juga memiliki peran dalam saraf, otot, dan sistem kekebalan tubuh.
Vitamin D dapat ditemukan melalui kulit, makanan, dan suplemen. Tubuh akan
secara alami membentuk vitamin D ketika terkena paparan matahari. Makanan yang
memiliki kandungan kaya akan vitamin D adalah kuning telur, ikan laut, dan hati,
susu, dan sereal. Berikut kebutuhan vitamin D pada anak berdasrkan usia ((Medline
Plus. Vitamins D):

- Usia 0-12 bulan : 400 IU (10 mcg/hari)

- Diatas usia 1 tahun : 600 IU (15 mcg/hari)

Vitamin E

Vitamin E merupakan antioksidan dan berfungsi untuk membantu sistem


kekebalan tubuh dan proses metabolisme. Makanan yang merupakan sumber dari
vitamin E adalah minyak nabati, margarine, kacang-kacangan, biji-bijian, dan
sayuran berdaun hijau. Berikut vitamin E yang dibutuhkan berdasarkan klasifikasi
usia ((Medline Plus. Vitamins E) :

- Usia 1-3 tahun : 9 IU/hari

- Usia 4-8 tahun : 10,4 IU/hari


- Usia 9-13 tahun : 16,4 IU/hari

- Usia diatas 13 tahun : 22 IU/hari

Vitamin K

Vitamin K membantu tubuh dengan membentuk protein untuk menjaga


kesehatan tulang dan jaringan. Protein yang terbentuk juga dimanfaatkan untuk
proses pembekuan darah. Makanan yang merupakan sumber dari vitamin K adalah
sayuran hijau dan buah yang berwarna gelap. Bakteri dalam usus juga dapat
menghasilkan vitamin K. Berikut kebutuhan vitamin K berdasarkan usia ((Medline
Plus. Vitamins k) :

- Usia 0-6 bulan : 2 micrograms/ hari (mcg/hari)

- Usia 7-12 bulan : 2,5 mcg/hari

- Usia 1-3 tahun : 30 mcg/hari

- Usia 4-8 tahun : 55 mcg/hari

- Usia 9-13 tahu : 60 mcg/hari

- Usia 14-18 tahun : 75 mcg/hari

Mineral

Mineral digunakan oleh tubuh untuk beberapa fungsi seperti menjaga kesehatan
tulang, otot, jantung, dan otak agar tetap bekerja dengan baik. Mineral juga penting
untuk pembuatan enzim dan hormon. Terdapat dua jenis mineral, yaitu (WebMD.
(2013, 15 April). 6 Vitamins and Minerals Your Kids Need):

Makromineral : kalsium, fosfor, magnesium, natrium, kalium, klorida, dan


sulfur.

Mikromineral : besi, mangan, tembaga, yodium, zink, kobalt, fluoride, dan


selenium.

Kalsium memiliki fungsi untuk membantu pembentukan dan menjaga kesehatan


tulang dan gigi. Makanan yang merupakan sumber dari kalsium adalah makanan
yang berasal dari susu, ikan salmon, sayuran berdaun hijau gelap. Berikut kalsium
yang dibutuhkan sesuai dengan klasifikasi umur :

Usia 1-3 tahun : 700mg/hari

Usia 4-8 tahun : 1000mg/hari

Usia 9-18 tahun : 1300mg/hari

Zat besi dibutuhkan oleh tubuh untuk membantu sel darah merah untuk
mendistribusikan oksigen ke seluruh tubuh. Anak-anak dibawah usia 14 tahun
membutuhkan zat besi kira-kira antara 7-10mg/hari. Remaja pria berusia diatas 14
tahun membutuhkan zat besi kira-kira 11mg/hari dan remaja perempuan yang sudah
mendapatkan menstruasi membutuhkan zat besi kira-kira 15mg/hari. Makanan yang
memiliki kandungan zat besi tinggi adalah daging merah, produk hewani yang
memiliki kandungan zat besi tinggi, sayuran berdaun hijau gelap (bayam), dan
kacang-kacangan.

Pada umumnya kebutuhan mineral tubuh dapat terpenuhi melalui berbagai


macam makanan yang dikonsumsi. Pada beberapa kasus dokter akan
merekomendasikan untuk mengkonsumsi supleme

Analisa karbohidrat dengan metode Luff Schoorl, kandungan protein dengan


metode Khjedahl, kandungan lemak dengan metode Soxhlet, kandungan energi
dengan metode perhitungan, kandungan vitamin C dengan metode iodometri, dan
kandungan mineral dengan metode Atomic Absorption Spectrofotometry.
(Irmayanti,dkk.2015

7. kegunaan bahan tambahan minuman dalam minuman dan anlisisnya

Penggunaan bahan kimia sebagai salah satu bahan tambahan pada makanan dan
minuman saat ini sering ditemui. Bahan tambahan merupakan bahan yang sengaja
ditambahkan kedalam makanan dan minuman untuk mendapatkan kualitas yang lebih
baik. Bahan tambahan yang dikenal dengan zat adiktif pada makanan atau minuman
dapat berupa pewarna, penyedap rasa dan aroma, pemantap, antioksidan, pengawet,
pengemulsi, pemucat, pengental dan pemanis (Wibowotomo, 2008).
Kegunaan masing-masing bahan tambahan:

1. Zat pewarna
2. Zat penyedap rasa dan aroma
3. Pemantap
4. Antioksidan
5. Pengawet
6. Pengemulsi
7. Pemucat
8. Pengental
9. Pemanis

Bahan pengawet (Natrium Benzoat) bahan ini digunakan untuk pengawet makanan atau
minuman yang amin dibandingkan borak. Bahan ini berfungsi untuk membuat makanan
atau minuman bebas dari mikroorganisme, baik bersifat pathogen maupun non
pathogen, dapat menghambat proses fermentasi, pengasaman dan penguraian yang
disebabkan oleh mikroba. Tujuannya digunakan untuk makanan dan minuman untuk
memperlama daya simpan. Natrium benzoate dapat diuji mengunakan uji kuantitatif
melalui tahap persiapan sempel, ekstraksi, distilasi dan titrasi.

Bahan Pemanis (Siklamat) termasuk bahan tambahan pangan yang sering digunakan,
jurnal rujukan membahas tentang pemanis buatan sakarin melalui uji kuantitatif secara
KCKT / HPLC. Bahan pemanis buatan merupakan bahan pangan yang dapat
menyebabkan rasa manis pada pangan tetapi tidak memiliki nilai gizi. Pemanis buatan
dapat dianalisis mengunakan analisa Kulitatif dengan penambahan larutan NaOH,
BaCl2, HCl (Terbentuk endapan putih) dan Kuantitatif sampel ditambah dengan HCl
pekat BaCl2 didiamkan sampai mengendap, disaring, ditambahkan NaNO2, dipanaskan,
dan ditimbang. Kandungan siklamat juga dapat diidentifikasi dengan mengunakan
metode Kromatografi Cair Kinerja Tinggi.

Bahan Pewarna (Rodamin B) Bahan pewarna ini adalah bahan yang sering disalah
gunakan oleh masyarakat. Bahan pewarna ini biasanya digunakan untuk pewarna tekstil
tapi sekarang ini pewarna ini biasanya digunakan dalam pewarna makanan atau
minuman. Teknik analisis dapat digunakan dengan 2 cara yaitu: teknik canggih
mengnakan spektrofotometerdan teknik analisis sederhana seperti kromatografi kertas.
Ada zat pewarna lain kini yang sering disalahgunakan seperti tatrazin yang termasuk
pewarna ilegal dan auramin pewarna yang lebih beracun karena dapat mengakibatkan
gangguan pernapasan. Bahanpewarna ini dapat dianalisis mengunakan KCKT
(Kromatografi Cair Kerja Tinggi) dan Spektroskopi FTIR yang dikombinasi dengan
kalibrasi multivariate partial least square (PLS).

8. kegunaan macam-macam jenis bahan tambahan dalam minuman dan anlisisnya

Bahan pengawet (Natrium Benzoat) bahan ini digunakan untuk pengawet


makanan atau minuman yang amin dibandingkan borak. Bahan ini berfungsi untuk
membuat makanan atau minuman bebas dari mikroorganisme, baik bersifat
pathogen maupun non pathogen, dapat menghambat proses fermentasi, pengasaman
dan penguraian yang disebabkan oleh mikroba. Tujuannya digunakan untuk
makanan dan minuman untuk memperlama daya simpan. Natrium benzoate dapat
diuji mengunakan uji kuantitatif melalui tahap persiapan sempel, ekstraksi, distilasi
dan titrasi.

Bahan Pemanis (Siklamat) termasuk bahan tambahan pangan yang sering


digunakan, jurnal rujukan membahas tentang pemanis buatan sakarin melalui uji
kuantitatif secara KCKT / HPLC. Bahan pemanis buatan merupakan bahan pangan
yang dapat menyebabkan rasa manis pada pangan tetapi tidak memiliki nilai gizi.
Pemanis buatan dapat dianalisis mengunakan analisa Kulitatif dengan penambahan
larutan NaOH, BaCl2, HCl (Terbentuk endapan putih) dan Kuantitatif sampel
ditambah dengan HCl pekat BaCl2 didiamkan sampai mengendap, disaring,
ditambahkan NaNO2, dipanaskan, dan ditimbang. Kandungan siklamat juga dapat
diidentifikasi dengan mengunakan metode Kromatografi Cair Kinerja Tinggi.

Bahan Pewarna (Rodamin B) Bahan pewarna ini adalah bahan yang sering disalah
gunakan oleh masyarakat. Bahan pewarna ini biasanya digunakan untuk pewarna tekstil
tapi sekarang ini pewarna ini biasanya digunakan dalam pewarna makanan atau
minuman. Teknik analisis dapat digunakan dengan 2 cara yaitu: teknik canggih
mengnakan spektrofotometerdan teknik analisis sederhana seperti kromatografi kertas.
Ada zat pewarna lain kini yang sering disalahgunakan seperti tatrazin yang termasuk
pewarna ilegal dan auramin pewarna yang lebih beracun karena dapat mengakibatkan
gangguan pernapasan. Bahanpewarna ini dapat dianalisis mengunakan KCKT
(Kromatografi Cair Kerja Tinggi) dan Spektroskopi FTIR yang dikombinasi dengan
kalibrasi multivariate partial least square (PLS)

9. racun yang terdapat pada bahan baku minuman, dan analisisnya

Arsen dan sianida adalah salah satu racunyang terdapat pada bahan baku
minumann(Hamiza,2018). sampel dilakukan pengujian logam Arsen dan Sianida di PT.
Laboratorium Sucofindo Batam yang didasarkan pada standar yang digunakan oleh PT
Sucofindo Batam yaitu Metode Standar Air dan Air Limbah dari American Public
Health Association, edisi ke-22 tahun 2012. (Hazimahdan Nurlinda Ayu Triwuri.
Analisis Kandungan Arsenik (As) Dan Cianida (Cn) Depot Air Minum Isi Ulang Di
Kota Batam. Volume 3. No.2 Mei 2018 ISSN (print) 2477-2089 (online) 2621-1262).

Hasil analisis yang dilakukan di laboratorium PT. Sucopindo Batam menunjukkan


bahwa kandungan Arsen dan Sianida yang diperoleh di setiap depot pengisian air ulang
tidak ada yang melebihi dari nilai ambang batas yang ditetapkan oleh KEPMENKESRI
No. 907/MENKES /SK/ VII/2002. Menurut standar KEMENKES RI 2002 kandungan
arsen dan sianida untuk semua depot air minum isi ulang berturut-turut yakni <0,0001
dan <0,008. Arsenik (As) merupakan unsur toxic metalloid yang ada di udara, air dan
tanah. Arsenik anorganik cenderung lebih beracun daripada arsenik organik (Jomova et
al., 2011) dan sianida bersifat toksik berbentuk HCN (hidrogen sianida) dapat
menyebabkan kematian yang sangat cepat jika dihirup dalam konsentrasi tertentu.
ASTDR (2006) mencatat bahwa konsentrasi HCN yang fatal bagi manusia jika dihirup
selama 10 menit adalah 546 ppm. Beberapa gangguan pada sistem pernapasan, jantung,
sistem pencernaan dan sistem peredaran darah berhubungan dengan paparan terhadap
sianida pada manusia dalam konsentrasi tertentu telah terdeteksi (Pitoi, 2015)

10. Contoh keracunan minuman dan penyebabnya serta analisisnya

Kasus kematian Wayan Mirna Solihin yang diduga tewas akibat racun sianida
setelah meminum es kopi vietnam di salah satu kafe di Jakarta . Penyebab dari
keracunannya dikarenakan dalam es kopi vietnam tersebut terkandungan bahan
berbahaya berupa sianida. Analisis yang digunakan ntuk mengetahui kandungan
sianida dalam kopi tersebut ialah dengan menggunakan metode destilasi dan
spektovotometri.(ahmad lutvi,2011)
DAFTAR PUSTAKA

Shakya G, Goud C, Pajaniradje S, Rajagopalan R. Protective Role of Wheatgrass on


Oxidative Stress in Streptozotocin Induced Type 2 Diabetic Rats. International Journal
of Pharmacy and Pharmaceutical Sciences. 2012;4(3):415-23)

Degraff LR. The Complete Guide to Growing and Using Wheatgrass. Florida: Atlantic
Publishing Group; 2011

Tirgar PR, Shah KV, Thumber BL, Desai TR. Investigation Into Therapeutic Role Of
Triticum Aestivum (Wheat) Grass In Busulfan Induce Thrombocytopenia. International
Journal of Universal Pharmacy and Life Sciences. 2011;1(1):85-97.

Padalia S, Drabu S, Raheja I, Gupta A, Dhamija M. Multitude potential of wheatgrass


juice (Green Blood): An overview. Chronicles of Young Scientists. 2010;1(2):23-8.)

Afroz RD, Nurunnabi ASM, Khan MI, Jahan T. Effect of Wheatgrass (Triticum
aestivum) Juice on High Density Lipoprotein (HDL) Level in Experimentally Induced
Dyslipidaemic Male Long Evans Rat. Delta Med Col J.3(1):18-24.

(Pengaruh Pengolahan terhadap Nilai Gizi Pangan [Internet]. Departemen Ilmu &
Teknologi Pangan-Fateta-IPB. 2007 [cited 27 Juni 2015]. Available from:
http://xa.yimg. com/kq/groups/20875559/2110434976/.)

Efek Pengolahan Terhadap Zat Gizi Pangan. [Online]. Universitas Negeri Yogyakarta.
2010 [cited 27 Juni 2015].

Aminah, Nunik Siti & Supraptini., 2005. Pengamatan Jenis-Jenis Jamur yang
Ditemukan Pada Minuman Susu Segar dan Susu Kemasan. Ejournal Litbang Depkes
[15 :3].

Nurma dkk,2015 Analisis Jamur Penicillium Dan Jamur Khamir Pada Minuman Susu
Kemasan Dan Susu Segar Yang Beredar Di Kota Medan Tahun 2015

Mahan LK & Escott-Stump S. 2008. Krause’s Food & Nutrition Therapy, Edition 12.
Canada: Saunders Elsevier. Page 50-59

The American Journal of Clinical Nutrition, Harvard Chan School of Public Health.
Medline Plus. Vitamins. Diperoleh 3 maret 2020 dari :
https://medlineplus.gov/vitamins.html

Medline Plus. Vitamin A. Diperoleh 3 maret 2020 dari :


https://medlineplus.gov/vitamina.html

Medline Plus. B Vitamins. Diperoleh 3 maret 2020 dari :


https://medlineplus.gov/bvitamins.html

Medline Plus. Folic Acid. Diperoleh 3 maret 2020 dari :


https://medlineplus.gov/folicacid.html

Medline Plus. Vitamin C. Diperoleh 3 maret 2020 dari :


https://medlineplus.gov/vitaminc.html

Medline Plus. Vitamin D. Diperoleh 3 maret 2020 dari :


https://medlineplus.gov/vitamind.html

Medline Plus. Vitamin E. Diperoleh 3 maret 2020 dari :


https://medlineplus.gov/vitamine.html

Medline Plus. Vitamin K. Diperoleh 3 maret 2020 dari :


https://medlineplus.gov/vitamink.html

Medline Plus. (2015, 02 Februari). Vitamin A. Diperoleh 3 maret 2020 dari :


https://medlineplus.gov/ency/article/002400.htm

Medline Plus. (2015, 02 Februari). Vitamin C. Diperoleh 3 maret 2020 dari :


https://medlineplus.gov/ency/article/002404.htm

Medline Plus. (2015, 02 Februari). Vitamin K. Diperoleh 3 maret 2020 dari :


https://medlineplus.gov/ency/article/002407.htm

WebMD. (2013, 15 April). 6 Vitamins and Minerals Your Kids Need. Diperoleh 3
maret 2020 dari : http://www.webmd.com/health-insurance/features/family-vitamins#3
Hazimahdan Nurlinda Ayu Triwuri. Analisis Kandungan Arsenik (As) Dan Cianida
(Cn) Depot Air Minum Isi Ulang Di Kota Batam. Volume 3. No.2 Mei 2018 ISSN
(print) 2477-2089 (online) 2621-1262

Jomova, K., Jenisova, Z., Feszterova, M., Baros, S., Liska, J., Hudecova, D., … Valko,
M. (2011). Arsenic: Toxicity, oxidative stress and human disease. Journal of Applied
Toxicology, 31(2), 95–107. http://doi.org/10.1002/jat.1649

Pitoi, M. M. (2015). Sianida: Klasifikasi, Toksisitas, Degradasi, Analisis (Studi


Pustaka). Jurnal Mipa Unsrat Online, (Vol 4, No 1 (2015)), 1–4. Retrieved from
http://ejournal.unsrat.ac.id/index.php/jmuo/ article/view/6893

,Ahmad Luthfi, A. Wijaya, dan D. Murwono. 2012. Penghilangan Racun Asam


Sianida (HCN) dalam Umbi Gadung dengan Menggunakan Bahan Penyerap Abu.
Jurnal Teknologi Kimia dan Industri Vol. 1 No.1 p. 14-20

Anbuselvi, S. dan T. Balumuragan. 2014. Phytochemical and Antinutrient


Constituents of Cassava and Sweet Potato. World Journal of Pharmacy and
Pharmaceutical Sciences. Volume 3, Issue 3, 1440-1449