Anda di halaman 1dari 3

SURAT EDARAN

Nomor : 200331/SE/DIR/RSGMY/III/2020

TENTANG
PROTOKOLER PENCEGAHAN PENYEBARAN COVID-19
DI RUMAH SAKIT GIGI DAN MULUT YARSI

Bersama ini kami sampaikan Protokoler Pencegahan Penyebaran Covid-19 di


lingkungan Rumah Sakit Gigi dan Mulut YARSI untuk Tenaga Medis, Mahasiswa Profesi
dan Dosen Pendidik Klinik yang memprioritaskan Universal Precautions dengan
maksimal sebagai berikut :
1. Tidak berada di ruangan Klinik Eksekutif dan Klinik Integrasi Rumah Sakit Gigi dan
Mulut YARSI bagi yang tidak sedang bekerja atau tidak ada pasien
2. Melakukan isolasi mandiri/self quarantine jika memiliki salah satu atau lebih dari
gejala demam/batuk/radang tenggorokan serta riwayat perjalanan dari luar
negeri dan atau dalam negeri area terjangkit dalam 14 hari terakhir (bagi
Mahasiswa Profesi wajib menginformasikan kepada Komkordik)
3. Melakukan Etika Batuk dengan benar.
4. Melakukan hand-hygiene dengan baik dan benar:
a) 6 langkah dan 5 momen WHO serta waktu-waktu lain yang diperlukan
b) Lebih efektif melakukan Hand Wash (menggunakan handsoap/sabun dan air
mengalir) daripada Hand Rub (menggunakan Hand Sanitizer)
5. Menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) berupa :
a) Baju disposable
b) Masker
c) Sarung tangan
d) Face shield
6. Memakai dan melepas APD dengan ketentuan:
a) Lakukan hand hygiene terlebih dahulu
b) Perhatikan urutan pemakaian APD: disposable gown, masker, sarung tangan,
face shield
c) Perhatikan urutan melepaskan APD: sarung tangan, face shield, disposable
gown, masker
d) Perhatikan kaidah-kaidah pemakaian dan pelepasan APD agar dapat
melindungi operator secara efektif
e) Letakkan APD yang sudah dipakai ke tempat pembuangan sampah infeksius
atau linen infeksius
f) Lakukan hand hygine setelah melepas APD
7. Sebelum dan sesudah pemeriksaan/perawatan pasien harus melakukan
dekontaminasi (membersihkan dental unit dan alat lain) setiap pergantian
pasien :
a) Semprot dengan alkohol/disinfectant dan lap dengan tissue semua area yang
tersentuh pasien, keluarga, petugas, dan operator
b) Ganti plastic wrap dengan yang baru sebelum digunakan untuk pasien
berikutnya
8. Operator menyediakan obat kumur bagi pasien:
a) Sebelum memulai pemeriksaan/perawatan, pasien harus berkumur Povidine
2% (Betadine) dengan takaran satu tutup botol larutan kumur ditambah air
sedikit di gelas kumur pasien
b) Setelah selesai pemeriksaan/perawatan, pasien harus berkumur dengan
Thymol (Listerine)
9. Menghindari tindakan pasien yang dapat mengeluarkan droplet dari mulut
pasien :
a) Tidak melakukan spray angin dan air di dalam mulut pasien terlalu kencang
sehingga bisa keluar dari mulut
b) Menunda skeling yang tidak diperlukan
c) Tidak melakukan tindakan yang menggunakan handpiece baik high speed
maupun low speed yang dapat menyebakan droplet pasien keluar dari mulut
10. Melakukan Edukasi Hand Hygiene dan Etika Batuk kepada setiap pasien, sebagai
upaya Promotif dalam Pencegahan Penularan Infeksi
11. Membaca Basmalah dan Do’a setiap akan memulai pekerjaan sebagai bentuk
ikhtiar kita agar mendapat keberkahan dalam pekerjaan dan selalu dalam
lindungan Allah SWT

Demikian surat edaran ini disampaikan untuk dapat dipatuhi bersama. Semoga Allah
SWT senantiasa melindungi dan melimpahkan rahmat-Nya kepada kita semua.
Atas perhatian dan kerjasamanya kami ucapkan terima kasih.

Jakarta, 15 Maret 2020