Anda di halaman 1dari 6

LAPORAN KIMIA ORGANIK

EKSTRAKSI MINYAK ATSIRI DARI BUNGA LAVENDER

________________________________________________________________

 Nama : Bimo Surya Lesmana


 Kelas : XI – Analis Kimia A
 Kelompok : 1 ( Satu )
 Tanggal : 1 November 2019
 Tempat : Laboratorium Analis Dasar
 Tujuan : 1. Untuk mengetahaui karakteristik minyak atsiri
bunga lavender
2. Siswa dapat mengetahui proses destilasi yang
benar.
 Dasar Teori :
Destilasi secara umum adalah pemisahan campuran 2
komponen atau lebih berdasarkan perbedaan titik didih senyawa.
Secara sederhana destilasi dapat diartikan sebagai proses
penguapan cairan kemudian mengkondensasikannya ke dalam
suatu wadah dengan senyawa yang tidak larut dalam air, dengan
cara mengalirkan uap air ke dalam campuran sehingga bagian
yang didapat menguap berubah menjadi uap pada temperature
yang lebih rendah
Tanaman lavender (Lavandula angustifolia sinonim Lavandula
officinalis Chaix) termasuk dalam keluarga Labiatae (Lamiacae)
berasal dari wilayah meditrania utara, kemudian dibudidayakan di
daerah Eropa bagian selatan, Bulgaria, Federasi Rusia, Amerika
serikat dan Yugoslavia. Lavender berasal dari bahasa latin yang
diambil dari kata, “Lavo” atau “Lavare” yang berarti sarana untuk
mencuci atau membersihkan.
Minyak atsiri dikenal dengan nama minyak eteris atau
minyak terbang merupakan bahan yang bersifat mudah menguap
(volatile), mempunyai rasa getir dan bau mirip tanaman asalnya
yang diambil dari bagian bagian tanaman seperti daun, buah, biji,
bunga, akar, rimpang, kulit kayu, bahkan seluruh bagian tanaman.
Minyak atsiri selain dihasilkan oleh tanaman, dapat juga sebagai
bentuk dari hasil degradasi oleh enzim atau dibuat secara sintetis.
Tanaman lavender ditemukan dalam bentuk semak aromatic
setinggi 1-2 meter, memiliki cabang berwarna abu sampai coklat
tua. Bunga lavender berwarna ungu tua hingga biru tua dengan
tinggi 25-35 cm. Jumlah bunga dalam satu batang ,mecapai 6-10
buah atau bahkan lebih. Daun mengelompok pada bagian tunas
daun, memiliki jarak yang cukup lebar pada tunas yang berbunga,
tangkai daun sangat pendek, bentuk tangkai daun linier-lanset
hingga linier dengan panjang 17 mm dan lebar 2mm.
Bunga lavender mengandung minyak atsiri lavender yang
digunakan sebagai aromaterapi untuk menangani kecemasan,
nervous, stress mental, insomnia dan kelelahan. Minyak bunga
lavender juga merupakan antiseptic dan dapat digunakan untuk
desinfeksi luka. Hal ini juga berguna dalam pengobatan alopeisa
areata, infeksi jamur, jerawat dan eksim. Minyak bunga lavender
memiliki manfaat sebagi antibakteri, antijamur, karminatif, obat
penenang, antidepresan, efektif untuk luka bakar, dan gigitan
serangga. Minyak bunga lavender merupakan tanaman yang
digunakan sebagai insektisida alami, karena efektif untuk
pengendalian serangga (termasuk nyamuk).

 Alat :- Alat destilasi uap - Selang -


Klem statif
- Blender - Pompa air
- Erlenmeyer - Termometer
- Piknometer

 Bahan : - Alkohol - Vaselin


- Air
- Bunga lavender
- Es Batu
 Bagan kerja :

Dicuci
Bunga lavender hingga bersih.

Dihaluska
n Bunga lavender tadi yang sudah dibersihkan
menggunakan
blender.
Dimasukka
n

Kedalam labu destilasi bunga lavender tadi


yang sudah halus.

Di bubuhi
Bunga lavender tadi dengan alkohol hingga
daun serai sedikit tenggelam dengan alkohol.
Di rangkai
Pompa dan Alat destilasi dengan thermometer
berada dalam labu destilasi dengan tujuan
mengatur suhu.
Di
tambahkan

Tambahkan es batu pada air yang berada di


dalam ember berisi pompa agar mempercepat
proses destilasi.
Di nyalakan

Pompa dan alat destilasi.

Di atur

Suhu dari pemanas , usahakan tidak melebihi


90ºC.

 Data pengamatan:

Massa daun sereh 37 gram


Saat alat dinyalakan Pukul 09:55
Menit tetesan pertama Pukul 10:20
Saat dihentikan Pukul 20.30
- Massa jenis minyak atsiri
1) Massa piknometer kosong = 16,4824 gram
2) Massa piknometer kosong + sampel = 26,4804 gram
3) Massa sampel = 9,9980 gram
4) Volume sampel 10 ml

Perhitungan :
m
ρ= v

9,9980 g
ρ= 10
= 0,9998 g/ml

 Dokumentasi praktikum

(a)Penimbangan pikno (b)Tetesan pertama

(c)Penimbangan bunga (d)Alat destilasi

 Pembahasan :
Dalam praktikum kali ini dilakukan destilasi dengan
sampel daun bunga lavender, dimana dari bunga lavender ini akan
dihasilkan minyak atsiri melalui destilasi uap, Daun serai yang
digunakan sebanyak 37 gram, dihaluskan dan diberi alkohol
sebagai pelarut dimasukkan kedalam labu destilasi kemudian
dipanaskan dan menghasilkan uap.
Untuk menghasilkan panas agar uap air dari daun serai
keluar, daun serai harus “dipancing” panasnya terlebih dahulu di
suhu ±90ºC tidak boleh melebihi 100ºC setelah menguap barulah
diatur suhu nya menjadi ±80ºC. Setelah proses destilasi
berlangsung beberapa tetesan yang keluar dari kondensor yang
berasal dari bunga lavender yang diuapkan. Warna dari tetesan
cairan tersebut yaitu beningkuning . Destilasi ini berlangsung ±6
jam disuhu kira kira 80ºC - 90ºC
Destilasi uap kali ini digunakan prinsip reaksi yaitu “
Semakin kecil luas permukaan suatu sampel semakin cepat
bereaksi”. Pada saat memblender bunga lavender , sari yang ada
pada hasil blender itu jangan dibuang / disaring karena pada saat
proses destilasi , destilat yang dihasilkan bukanlah atsiri dari
bunga lavender melainkan adalah alkohol teknis.
Pada saat proses destilasi berlangsung, diharuskan
menutup mulut dari labu destilasi agar uap yang dihasilkan tidak
keluar begitu saja, melainkan terperangkap di dalam labu destilasi
dan menghasilkan uap air yang berisikan atsiri dari bunga
lavender, hal ini digunakan berdasarkan teori penguapan.
Pada proses destilasi minyak atsiri bunga lavender kali ini ,
terjadi tetesan pertama pada pukul 10:20.

1.1 tetesan pertama 1.2 mengukur massa jenis

Alat destilasi dimatikan pada pukul 20.30 , setelah alat dimatikan ,


hasil dari destilasi tersebut diukur massa jenis nya menggunakan
piknometer 10 ml , dimana massa jenis minyak atsiri bunga
lavender berkisar dari 0.876 – 0.892 dan didapatkan massa jenis
bunga lavender pada praktikum kali ini adalah 0,9998 yang berarti
praktik kali ini dikatakan tidak berhasil, dikarenakan kesalahan
pada proses destilasi pada praktik kali ini , kelebihan massa jenis
yang dihasilkan merupakan destilat alkohol yang ikut masuk
bersama minyak atsiri bunga lavender yang dihasilkan.

Proses destilasi kali ini digunakan juga air es sebagai air


pendingin di dalam kondensor, digunakan air es agar uap dari
bunga lavender itu yang awalnya bersuhu ±80ºC cepat berubah
menjadi zat cair yang akan menghasilkan atsiri dari bunga
lavender.

Pada proses pendestilasian, bisa dihasilkan uap minyak


atsiri dan udara
secara bersamaan, meskipun minyak dan udara memiliki
perbedaan titik didih yang tinggi. Hal ini terjadi karena berlakunya
“HUKUM DALTON”. Jadi pada praktikum kali ini dapat diketahui
factor factor yang mempengaruhi berhasil atau tidaknya destilasi
ini yaitu :
 Harus mengontrol suhu terus agar tetap stabil
 Menggunakan teori penguapan
 Menggunakan prinsip reaksi
 Air dingin yang digunakan dihubungkan dengan suhu agar
proses pada saat cairan menguap mudah menjadi zat cair
kembali
 Hukum Dalton
 Kesimpulan :
Simpulan dari praktikum kali ini diperoleh massa jenis minyak
atsiri sebesar 0,9998 g/mL dan diperoleh karakteristik minyak atsiri
lavender yaitu bening kekuningan dan berbau menyengat dari
lavender itu sendiri.
 Daftar pustaka : https://eprints.umm.ac.id/42984/3/jiptummpp-
gdl-wulanmegas-51070.pdf

Bontang ,15 November 2019


Pembina
Praktikan

[ Wahyu Juli Hastuti, M.Pd]


[Bimo Surya Lesmana]