Anda di halaman 1dari 6

JURNAL KESEHATAN HOLISTIK

Vol 8, No 3, Juli 2014 : 153-158

PERBANDINGAN EFEKTIVITAS TEHNIK DISTRAKSI DAN RELAKSASI TERHADAP


PERUBAHAN INTENSITAS NYERI PASIEN POST OPERASI HERNIA
DI RSUD MENGGALA TAHUN 2013

Madesti Vindora1, Shinta Arini Ayu2, Teguh Pribadi2

ABSTRAK

Nyeri setelah pembedahan merupakan hal yang normal, padahal perawat memiliki lebih banyak kesempatan
dibandingkan tenaga kesehatan lain untuk membantu menghilangkan nyeri dan efeknya yang membahayakan. Banyaknya
jumlah klien yang mengeluh nyeri post bedah mayor di RS Menggala disebabkan karena perawat di sana lebih menekankan
pada pemberian analgetik dan belum melakukan intervensi keperawatan untuk meringankan nyeri secara non farmakologi
yaitu pembelajaran teknik relaksasi atau distraksi. Tujuan dari penelitian ini adalah diketahui efektivitas tehnik distraksi dan
relaksasi terhadap perubahan intensitas nyeri pasien post operasi hernia di Rumah Sakit Umum Daerah Menggala Tahun
2013.
Jenis penelitian adalah kuantitatif dengan pendekatan quasi eksperimen. Populasi penelitian adalah pasien post
operasi hernia dengan usia dewasa dan lansia di RSUD Menggala pada 18 November – 18 Desember 2013 sejumlah 52
orang, sampel adalah total populasi. Pengumpulan data dengan menggunakan lembar observasi. Analisa data yang
digunakan adalah uji t-independent.
Hasil penelitian menunjukkan ada perbedaan efektivitas tehnik distraksi dan relaksasi terhadap perubahan
intensitas nyeri pasien post operasi hernia (p value 0,001). Saran pada petugas kesehatan dalam memberikan asuhan
keperawatan bedah pada pasien post operasi hernia dengan memberikan teknik distraksi untuk mengurangi nyeri pasien
selama dilakukan perawatan luka selama 4 hari.

Kata Kunci : Nyeri, Relaksasi, & Distraksi

PENDAHULUAN pada saat dibedah. Namun setelah operasi selesai dan


pasien mulai sadar, ia akan merasakan nyeri pada bagian
Pembedahan merupakan suatu tindakan tubuh yang mengalami pembedahan. Nyeri yang dirasakan
pengobatan yang menggunakan cara invasif dengan berasal dari luka yang terdapat dari perut (Sjamsuhidayat
membuka dan menampilkan bagian tubuh yang akan & Jong, 2005).
ditangani. Pembukaan bagian tubuh ini umumnya Nyeri adalah pengalaman sensori dan emosi yang
dilakukan dengan membuat sayatan setelah bagian yang tidak menyenangkan akibat dari kerusakan jaringan yang
akan ditangani ditampilkan, dilakukan tindakan perbaikan aktual atau potensial.Tingkat dan keparahan nyeri
yang diakhiri dengan penutupan dan penjahitan luka pascaoperatif terganggu pada fisiologis psikolgis individu
(Sjamsuhidayat & Jong, 2005). Secara garis besar dan toleransi yang ditimbulkan nyeri (Hidayat, 2008).
pembedahan dibedakan menjadi dua yaitu bedah minor Selain hal itu Nyeri post bedah juga dapat
dan bedah mayor. Bedah mayor adalah tindakan bedah menimbulkan peningkatan laju metabolisme dan curah
besar yang menggunakan anastesi umum/general jantung. tidak nafsu makan dan ekspresi tengang (Perry &
anastesi, yang merupakan salah satu bentuk dari Potter, 2006). Pendekatan farmakologi merupakan
pembedahan yang sering dilakukan (Sjamsuhidayat & pendekatan kolaborasi antara dokter dengan perawat yang
Jong, 2005). menekankan pada pemberian obat yang mampu
Tindakan operasi menyebabkan terjadinya menghilangkan sensasi nyeri, kerusakan respon insulin,
perubahan kontinuitas jaringan tubuh (Wall & Jones, peningkatan produksi kortisol. Frustasi dan gelisah yang
2006). Untuk menjaga homeostatis, tubuh melakukan mengakibatkan klien mengalami gangguan tidur, mengeluh
mekanisme untuk segera melakukan pemulihan pada nyeri baik nyeri sedang atau nyeri berat pada post
jaringan tubuh yang mengalami perlukaan. Pada proses bedah.Sedangkan pendekatan non farmakologi
pemulihan inilah terjadi reaksi kimia dalam tubuh sehingga merupakan pendekatan kepada klien untuk menghilangkan
nyeri dirasakan pasien (Fields, 2007). Pada proses operasi sensasi nyeri akibat post operasi (Brunner & Suddart,
digunakan anastesi agar pasien tidak merasakan nyeri 2006).

1. Rumah Sakit Umum Daerah Menggala


2. Program Studi Ilmu Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati
154 Madesti Vindora, Shinta Arini Ayu, Teguh Pribadi

Namun sayangnya belum banyak yang diketahui pasien pada hal-hal lain sehingga pasien akan lupa
dan belum dikelola dengan baik, namun meskipun terhadap nyeri yang dialami. Dasar teori distraksi adalah
demikian nyeri merupakan salah satu keluhan yang paling teori gate control (Cummings, 2006). Teori ini menjelaskan
ditakuti oleh klien post bedah. Sensasi nyeri mulai terasa bahwa pada spina cord, sel-sel reseptor yang menerima
sebelum kesadaran klien kembali penuh yang semakin stimulasi nyeri periferal dihambat oleh stimulasi dari
meningkat seiring dengan berkurangnya pengaruh. Nyeri serabut-serabut saraf yang lain. Jika seseorang menerima
setelah pembedahan merupakan hal yang normal, padahal input sensori yang berlebihan dapat menyebabkan
perawat memiliki lebih banyak kesempatan dibandingkan terhambatnya impuls nyerike otak (nyeri berkurang atau
tenaga kesehatan lain untuk membantu menghilangkan dirasakan oleh klien). Stimulasi yang menyenangkan dari
nyeri dan efeknya yang membahayakan (Brunner & luar juga dapat merangsang sekresi endorfin, sehingga
Suddart, 2006). Perawat dengan menggunakan stimulasi nyeri yang dirasakan oleh klien menjadi
pengetahuannya dapat mengatasi masalah nyeri post berkurang (Priharjo, 2003).
bedah baik secara mandiri maupun secara kolaboratif Salah satu tehnik distraksi adalah dengan terapi
dengan menggunakan dua pendekatan yaitu pendekatan musik bertujuan untuk menurunkan nyeri pada post
farmakologi dan pendekatan non farmakologi. Bentuk nyeri operasi (Priharjo, 2003). Musik sebagai terapi telah dikenal
yang dialami oleh klien post bedah mayor adalah nyeri sejak 550 tahun Masehi, dan ini dikembangkan oleh
akut yang terjadi karena adanya luka insisi bekas Pythagoras dari Yunani. Berdasarkan penelitian di State
pembedahan (Perry & Potter, 2006). University of New York di Buffalo, sejak mereka
Nyeri akut yang dirasakan oleh klien Post bedah menggunakan terapi musik kebutuhan akan obat
mayor merupakan penyebab stress.napas lambat penenang pun turun dratis hingga 50%. Musik juga
(menahan inspirasi secara maksimal) dan bagaimana merangsang pelepasan hormon endorfin, hormon tubuh
menghembuskan napas secara perlahan. Teknik relaksasi yang memberikan perasaan senang yang berperan dalam
napas dalam merupakan intervensi mandiri keperawatan penurunan nyeri sehingga musik dapat digunakan untuk
dimana perawat mengajarkan kepada klien bagaimana mengalihkan rasa nyeri sehingga pasien merasa nyeri nya
cara melakukan napas dalam. Selain dapat menurunkan berkurang (Salampessy, 2004).
intensitas nyeri. Relaksasi merupakan tehnik relaksasi bernafas
Banyaknya jumlah klien yang mengeluh nyeri post yakni tehnik pereda nyeri yang banyak memberikan
bedah mayor di RS Menggala disebabkan karena perawat masukan terbesar karena tehnik relaksasi adalah tehnik
di sana lebih menekankan pada pemberian analgetik dan untuk mencapai kondisi rileks (Findley, 2004). Tehnik
belum melakukan intervensi keperawatan untuk relaksasi pernafasan dapat menghilangkan nyeri post
meringankan nyeri secara non farmakologi yaitu operasi, karena aktivitas-aktivitas di serat besar
pembelajaran teknik relaksasi atau distraksi, teknik dirangsang oleh tindakan ini, sehingga gerbang untuk
relaksasi napas dalam juga dapat meningkatkkan ventilasi aktifitas serat berdiameter kecil (nyeri) tertutup (Smeltzer &
paru dan meningkatkan oksigenasi darah, dan tehnik Bare, 2007).
distraksi seperti pengalihan rasa nyeri klien terhadap hal- Rumah Sakit Umum Daerah Menggala
hal yang menyenangkan (Burnner & Suddart, 2006). merupakan rumah sakit rujukan yang ada di Kabupaten
Relaksasi, tehnik distraksi, massage, hidroterapi, Tulang Bawang, berdasarkan catatan rekam medis
terapi panas/dingin,quided imagery, akupresur, diketahui bahwa jumlah pasien hernia pada tahun 2012
aromaterapi merupakan beberapa tehnik nonfarmakologi sebanyak 106 orang, pada tiga bulan terakhir yaitu bulan
yang dapat menurunkan intensitas nyeri (Arifin, 2008). Juni hingga Agustus 2013 jumlah pasien hernia sebanyak
Saat ini banyak dilakukan tehnik untuk menanggulangi 53 orang, dan pada enam bulan terakhir yaitu pada bulan
nyeri pada post operasi. Salah satu tehnik tersebut adalah April-September jumlah pasien hernia adalah 85 pasien.
manajemen nyeri dengan cara nonfarmakologiyang dapat Hasil presurvey yang dilakukan pada 10 pasien,
dilakukan dengan tehnik distraksi dan relaksasi. Tehnik menunjukkan sebanyak 2 pasien (20%) dengan nyeri skala
distraksi dan relaksasi adalah merupakan bagian dari ringan, 5 pasien (50%) dengan nyeri skala sedang dan 3
metode nonfarmakologi hal ini dikarenakan kedua metode pasien (30%) dengan nyeri skala berat. Hasil wawancara
ini mengendalikan nyeri dengan melakukan aktivitas- diperoleh sebanyak 5 pasien tidak dapat mengerti cara
aktivitas tertentu dan membuat pasien yang mengalami tehnik relaksasi nafas dalam dan 5 pasien dapat
nyeri dapat mengendalikan rasa nyeri yang dialaminya. Hal mempraktekkan tehnik relaksasi nafas dalam. Dari uraian
ini tentu sangat berguna dalam proses penyembuhan dan diatas maka peneliti tertarik untuk mengadakan penelitian
perhilangan terhadap rasa nyeri, cemas dan perilaku tentang efektivitas tehnik distraksi dan relaksasi terhadap
menyimpang yang dapat merugikan pasien itu sendiri perubahan intensitas nyeri pasien post operasi hernia di
(Stewart, 2006). Rumah Sakit Umum Daerah Menggala Tahun 2013.
Tehnik distraksi merupakan metode untuk Adapun tujuan dari penelitia ini adalah diketahui efektivitas
menghilangkan nyeri dengan cara mengalihkan perhatian tehnik distraksi dan relaksasi terhadap perubahan

Jurnal Kesehatan Holistik Volome 8, Nomor 3, Juli 2014


Perbandingan Efektivitas Tehnik Distraksi Dan Relaksasi Terhadap Perubahan 155
Intensitas Nyeri Pasien Post Operasi Hernia Di RSUD Menggala Tahun 2013

intensitas nyeri pasien post operasi hernia di Rumah Sakit penelitian ini yang menjadi populasi adalah pasien post
Umum Daerah Menggala Tahun 2013. operasi hernia dengan usia dewasa di RSUD Menggala
pada bulan November Tahun 2013 sejumlah 52 orang.
METODEI PENELITIAN Sampel adalah sebagian yang diambil dari
keseluruhan objek yang diteliti yang dianggap mewakili
Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian seluruh populasi (Notoadmodjo, 2010). Pada penelitian ini
ini adalah kuantitatif yaitu jenis penelitian untuk sampel yang digunakan adalah total populasi sejumlah 52
mendapatkan gambaran yang akurat dari sebuah orang. Kriteria sampel sebagai berikut
karakteristik masalah yang berbentuk mengklasifikasi a. Pasien Dewasa (usia > 12 Tahun)
suatu data. Waktu penelitian ini dilakukan selama 1 bulan b. Pasien Post Op hernia
(18 November – 18 Desember 2013). Penelitian ini c. Tingkat Kesadaran Composmentis
dilaksanakan di Rumah Sakit Umum Daerah Menggala. d. Dapat diajak berkomunikasi
Penelitian ini merupakan penelitian tindakan e. Bersedia menjadi responden
Quasy Experiment karena bentuk penelitian ini banyak Tehnik sampling yang digunakan adalah
digunakan dibidang ilmu pendidikan atau penelitian lain consecutive sampling yaitu setiap responden yang sesuai
dengan subjek yang diteliti adalah manusia. Dengan dengan kriteria yang ditemukan pada saat rentang waktu
penelitian “Quasy Experiment” penelitian dapat membagi pengumpulan data. Sampel dibagi menjadi 2 kelompok,
grup yang ada tanpa membedakan antara control dan grup kelompok A diberi therapi Distraksi dan kelompok B diberi
secara nyata dengan tetap mengacu pada bentuk alami tehnik relaksasi. Adapun analisis data yang digunakan
yang sudah ada. dalam penelitian ini adalah menggunakan uji t
Populasi adalah keseluruhan objek penelitian independent, untuk melihat pengaruh perbedaan akibat
sebagai sumber data yang menilai karakteristik tertentu perlakuan yang diberikan.
dalam sebuah penelitian (Notoadmodjo, 2010). Dalam

HASIL & PEMBAHASAN

a. Intensitas Nyeri Sebelum Tehnik Distraksi


Tabel 1
Rata-rata Intensitas Nyeri Sebelum Tehnik Distraksi
di RSUD Menggala Kabupaten Tulang Bawang Tahun 2013

Variabel Mean SD Min-Mak 95% CI


Intensitas Nyeri Sebelum
5,11 0,908 4-7 4,74-5,48
Tehnik Distraksi

Hasil analisis didapatkan rata-rata intensitas nyeri dapat disimpulkan bahwa 95% diyakini bahwa intensitas
sebelum tehnik distraksi 5,11 dengan standar deviasi 0,908. nyeri sebelum tehnik distraksi sebelum penyuluhan adalah
Nyeri terendah 4 dan tertinggi 7. Hasil estimasi interval antara 4,74-5,48.

b. Intensitas Nyeri Sebelum Tehnik Relaksasi


Tabel 2
Rata-rata Intensitas Nyeri Sebelum Tehnik Relaksasi
di RSUD Menggala Kabupaten Tulang Bawang Tahun 2013

Variabel Mean SD Min-Mak 95% CI


Intensitas Nyeri Sebelum
5,38 0,852 4-7 5,04-5,73
Tehnik Relaksasi

Hasil analisis didapatkan rata-rata intensitas nyeri interval dapat disimpulkan bahwa 95% diyakini bahwa
sebelum tehnik relaksasi 5,38 dengan standar deviasi intensitas nyeri sebelum tehnik relaksasi sebelum
0,852. Nyeri terendah 4 dan tertinggi 7. Hasil estimasi penyuluhan adalah antara 5,04-5,73.

Jurnal Kesehatan Holistik Volome 8, Nomor 3, Juli 2014


156 Madesti Vindora, Shinta Arini Ayu, Teguh Pribadi

c. Intensitas Nyeri Sesudah Tehnik Distraksi


Tabel 3
Rata-rata Intensitas Nyeri Sesudah Tehnik Distraksi
di RSUD Menggala Kabupaten Tulang Bawang Tahun 2013

Variabel Mean SD Min-Mak 95% CI


Intensitas Nyeri Sesudah
3.11 0,908 2-5 2,74-3,48
Tehnik Distraksi

Hasil analisis didapatkan rata-rata intensitas nyeri dapat disimpulkan bahwa 95% diyakini bahwa intensitas
sesudah tehnik distraksi 3,11 dengan standar deviasi 0,908. nyeri sesudah tehnik distraksi sesudah penyuluhan adalah
Nyeri terendah 2 dan tertinggi 5. Hasil estimasi interval antara 2,74-3,48.

d. Intensitas Nyeri Sesudah Tehnik Relaksasi


Tabel 4
Rata-rata Intensitas Nyeri Sesudah Tehnik Relaksasi
di RSUD Menggala Kabupaten Tulang Bawang Tahun 2013

Variabel Mean SD Min-Mak 95% CI


Intensitas Nyeri Sesudah
4,192 0,895 3-6 3,83-4,55
Tehnik Relaksasi

Hasil analisis didapatkan rata-rata intensitas nyeri interval dapat disimpulkan bahwa 95% diyakini bahwa
sesudah tehnik relaksasi 4,192 dengan standar deviasi intensitas nyeri sesudah tehnik relaksasi sesudah
0,895. Nyeri terendah 3 dan tertinggi 6. Hasil estimasi penyuluhan adalah antara 3,83-4,55.

Tabel 5
Perbedaan Efektivitas Tehnik Distraksi Dan Relaksasi Terhadap Perubahan Intensitas Nyeri Pasien
Post Operasi Hernia di Rumah Sakit Umum Daerah Menggala Tahun 2013.

Intensitas Nyeri Mean SD SE ρ Value N


Tehnik Distraksi 2,000 0,848 0,166 0,001 26
Tehnik Relaksasi 1,192 0,749 0,146 26

Hasil penelitian didapatkan bahwa rata-rata nyeri sesudah tehnik distraksi sesudah penyuluhan adalah
penurunan intensitas nyeri pada responden yang diberi tehnik antara 2,74-3,48.
distraksi yaitu sebanyak 2 dengan standar deviasi 0,848. Menurut Hartanti (2005) distraksi adalah metode
Sedangkan penurunan intensitas nyeri pada responden yang untuk mengalihkan perhatian pasien pada hal-hal yang lain
diberi tehnik relaksasi yaitu sebanyak 1,192 dengan standar sehingga pasien akan lupa terhadap yang dialami, salah
deviasi 0,749, sehingga dapat disimpulkan bahwa ada satunya dengan cara mendengarkan musik. Musik
perbedaan rata-rata penurunan intensitas nyeri antara merupakan salah satu teknik distraksi yang dapat
responden yang diberi tehnik distraksi dengan relaksasi. Hasil menjadikan nyaman dan tenang, memiliki tempo 60-80
uji statistik didapatkan nilai ρ = 0,000 (p hitung < α), artinya beats per menit dan sangat tepat digunakan karena
pada α = 5% dapat diartikan ada perbedaan efektivitas selaras dengan detak jantung manusia yaitu musik klasik
tehnik distraksi dan relaksasi terhadap perubahan (Suherman 2010).
intensitas nyeri pasien post operasi hernia di Rumah Sakit Musik juga merangsang pelepasan hormon
Umum Daerah Menggala Tahun 2013. endorfin, hormon tubuh yang memberikan perasaan
senang yang berperan dalam penurunan nyeri sehingga
Pembahasan musik dapat digunakan untuk mengalihkan rasa nyeri
a. Intensitas Nyeri Sesudah Tehnik Distraksi sehingga pasien merasa nyeri nya berkurang
Hasil analisis didapatkan rata-rata intensitas nyeri (Salampessy, 2004).
sesudah tehnik distraksi 3,11 dengan standar deviasi 0,908. Distraksi diduga dapat menurunkan persepsi nyeri
Nyeri terendah 2 dan tertinggi 5. Hasil estimasi interval dengan menstimulasi sistem kontrol desenden, yang
dapat disimpulkan bahwa 95% diyakini bahwa intensitas mengakibatkan lebih sedikit stimuli nyeri yang
ditransmisikan ke otak begitu juga dengan teknik relaksasi

Jurnal Kesehatan Holistik Volome 8, Nomor 3, Juli 2014


Perbandingan Efektivitas Tehnik Distraksi Dan Relaksasi Terhadap Perubahan 157
Intensitas Nyeri Pasien Post Operasi Hernia Di RSUD Menggala Tahun 2013

dipercaya dapat menurunkan intensitas nyeri dengan c. Perbedaan Efektivitas Tehnik Distraksi Dan
merilekskan ketegangan otot yang menunjang nyeri Relaksasi Terhadap Perubahan Intensitas Nyeri
(Smeltzer and Bare, 2002). Pasien Post Operasi Hernia
Hasil penelitian menunjukkan ada perbedaan
b. Intensitas Nyeri Sesudah Tehnik Relaksasi efektivitas tehnik distraksi dan relaksasi terhadap
Hasil analisis didapatkan rata-rata intensitas nyeri perubahan intensitas nyeri pasien post operasi hernia di
sesudah tehnik relaksasi 4,192 dengan standar deviasi Rumah Sakit Umum Daerah Menggala Tahun 2013 (p
0,895. Nyeri terendah 3 dan tertinggi 6. Hasil estimasi value 0,001).
interval dapat disimpulkan bahwa 95% diyakini bahwa Nyeri merupakan suatu kondisi perasaan yang
intensitas nyeri sesudah tehnik relaksasi sesudah tidak nyaman disebabkan oleh stimulus tertentu. Stimulus
penyuluhan adalah antara 3,83-4,55. nyeri dapat berupa stimulus yang bersifat fisik, maupun
Menurut Potter dan Perry (2006), teknik relaksasi mental. Nyeri bersifat subjektif, sehingga respon setiap
(relaxation) adalah kebebasan mental dan fisik dari orang tidak sama saat merasakan nyeri. Nyeri tidak dapat
ketegangan dan stres. Relaksasi nafas dalam merupakan diukur secara objektif, misalnya dengan menggunakan
teknik relaksasi termudah dan paling sederhana, dengan pemeriksaan darah.Orang yang merasakan nyeri yang
bernafas yang pelan, sadar dan dalam serta dapat dapat mengukur tingkatan nyeri yang dialaminya (Potter &
dilakukan secara normal tanpa perlu berfikir atau merasa Perry, 2006).
ragu (Widyastuti 2003,). Menurut Perry & Potter (2006) tehnik distraksi
Ada banyak bukti bahwa relaksasi efektif dalam adalah pengalihan perhatian dari hal yang menyebabkan
meredakan nyeri punggung. Teknik relaksasi, juga nyeri, contoh: menyanyi, berdoa, menceritakan gambar
tindakan pereda nyeri non invasife lainnya, mungkin atau foto dengan kertas, mendengar musik dan bermain
memerlukan latihan sebelumnya pasien menjadi terampil satu permainan. Sedangkan relaksasi merupakan teknik
menggunakannya (Smeltzer and Bare, 2002). Hampir pengendoran atau pelepasan ketegangan, contoh: nafas
semua orang dengan nyeri kronis mendapatkan manfaat dalam dan pelan.
dari metode-metode relaksasi. Periode relaksasi yang Hasil penelitian ini didukung oleh penelitian
teratur dapat membantu untuk melawan keletihan dan Alfarini dan Sukasari (2012) yang berjudul perbedaan
ketegangan otot yang terjadi dengan nyeri kronis dan yang efektivitas penggunaan teknik distraksi (musik klasik) dan
meningkatkan nyeri (Smeltzer and Bare, 2002). relaksasi (nafas dalam) terhadap penurunan tingkat
Penelitian Alfarini dan Sukasari (2012) telah kecemasan pada pasien dengan perawatan luka post
menunjukkan bahwa relaksasi efektif dalam menurunkan operasi fraktur ekstremitas bawah di RSUD Kota dan
nyeri pascaoperasi. Ini mungkin karena relatif kecilnya Kabupaten Pekalongan, menunjukkan ada perbedaan
peran otot-otot skeletal dalam nyeri pasca-operatif atau efektivitas penggunaan teknik distraksi (musik klasik) dan
kebutuhan pasien untuk melakukan teknik relaksasi relaksasi (nafas dalam) terhadap penurunan tingkat
tersebut agar efektif. Teknik tersebut tidak mungkin kecemasan pada pasien dengan perawatan luka post
dipraktikkan bila hanya diajarkan sekali, segera sebelum operasi fraktur ekstremitas bawah di RSUD Kota dan
operasi. Pasien yang sudah mengetahui tentang teknik Kabupaten Pekalongan (p value 0,008).
relaksasi mungkin hanya perlu diingatkan untuk Distraksi yang memfokuskan perhatian pasien
menggunakan teknik tersebut untuk menurunkan atau pada sesuatu selain pada nyeri, dapat menjadi strategi
mencegah meningkatnya nyeri. Keefektifan distraksi yang sangat berhasil dan mungkin merupakan mekanisme
tergantung pada kemampuan pasien untuk menerima dan terhadap teknik kognitif efektif lainnya. Distraksi diduga
membangkitkan input sensori selain nyeri. dapat menurunkan persepsi nyeri dengan menstimulasi
Berdasarkan penelitian yang dilakukan responden system kontrol desenden, yang mengakibatkan lebih
mengalami perubahan skala nyeri setelah dilakukan sedikit stimuli nyeri yang ditransmisikan ke otak. Teknik
relaksasi karena responden merasa otot otot tubuh relaksasi dipercaya dapat menurunkan intensitas nyeri
menjadi rileks dan nyaman apalagi setelah nafas dalam dengan merilekskan ketegangan otot yang menunjang
nyeri semakin berkurang. Dengan demikian dapat nyeri.
disimpulkan bahwa dengan teknik relaksasi, nyeri pasien
pasien post operasi dapat berkurang. Pemberian distraksi
diberikan tidak hanya sekali tetapi berkali-kali hingga SIMPULAN & SARAN
responden merasa nyeri berkurang.
Adapun kesimpulan yang dapat diambil adalah
sebagai berikut:
1. Rata-rata intensitas nyeri sebelum tehnik distraksi
yaitu dalam nyeri sedang/moderate (NRS 5,11)
sedangkan rata-rata intensitas nyeri sebelum tehnik

Jurnal Kesehatan Holistik Volome 8, Nomor 3, Juli 2014


158 Madesti Vindora, Shinta Arini Ayu, Teguh Pribadi

relaksasi yaitu dalam nyeri sedang/moderate (NRS Bobak, M. I, et al. (2005). Buku ajar keperawatan
5,38). maternitas (ed. 4). Jakarta: EGC.
2. Rata-rata intensitas nyeri sesudah tehnik distraksi Cunningham, G. F, et.al. (2005). Obstetri william, (ed. 21).
yaitu dalam nyeri sedang/moderate namun mengalami Jakarta : EGC.
penurunan skala (NRS 3,11) sedangkan rata-rata Cummings, T.G. & Worley, C.G. (2005), Organisation
intensitas nyeri sesudah tehnik relaksasi yaitu dalam Development & Change, 8th edition, Thomson
nyeri sedang/moderate namun mengalami penurunan South-Western College Publishing, Cincinnati,
skala (NRS 4,192). Ohio.
3. Ada perbedaan efektivitas tehnik distraksi dan Datak, G. (2008). Perbedaan Rileksasi Benson Terhadap
relaksasi terhadap perubahan intensitas nyeri pasien Nyeri Pasca Bedah Pada Pasien Transurethal
post operasi hernia di Rumah Sakit Umum Daerah Resection Of The Prostate Di Rumah Sakit Umum
Menggala Tahun 2013 (p value 0,001). Pusat Fatmawati. Thesis, Universitas Indonesia
Sedangkan saran yang dapat direkomnedasikan Hidayat. (2008). Metode Penelitian Keperawatan dan
dari hasil penelitian ini adalah sebagai berikut Teknik Analisis. Data. Salemba medika: Jakarta.
1. Bagi Tenaga Kesehatan Isselbacher, K.J. (Ed.), et al., 2000, Harrison Prinsip-
Memberikan asuhan keperawatan bedah pada pasien Prinsip Ilmu Penyakit Dalam, Edisi 13, Volume 3,
post operasi hernia dengan memberikan teknik Penerbit Buku Kedokteran EGC
distraksi untuk mengurangi nyeri pasien selama Mansjoer (2010), Kapita Selekta Kedokteran, edisi 4,
dilakukan perawatan luka yaitu selama 4 hari yaitu Jakarta : Media Aesculapius. FKUI.
dengan menganjurkan pasien mendengarkan musik. Notoatmodjo. (2005). Metodologi penelitian kesehatan.
2. Bagi Penelitian Selanjutnya Jakarta: Rineka Cipta.
Diharapkan untuk melakukan penelitian terkait dengan Potter & Perry (2006) Buku Ajar Fundamental
tehnik distraksi cara lain sehingga diketahui jenis yang Keperawatan : Konsep, Proses &. Praktek. Edisi
paling efektif untuk digunakan dalam menurunkan 4. Jakarta: EGC
nyeri pasien post operasi. Priharjo, R. (2003). Perawatan Nyeri. (Pemenuhan.
Aktivitas. Istirahat Pasien). Jakarta: EGC.
Salampessy (2004) Terapi Musik, Interaksara, Batam
DAFTAR PUSTAKA Setiyohadi, I. Alwi, M. Simadibrata. K., dan S. Setiati,
editors. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam Jilid I
Alimul Aziz, H. (2008). Pengantar Konsep Dasar Edisi IV. Jakarta : FKUI; 2007
Keperawatan. Edisi 2. Jakarta: Salemba Medika. Smeltzer & Bare. (2007). Buku Ajar Keperawatan Medikal
Anggorowati, dkk. (2007). Efektifitas pemberian intervensi Bedah. Edisi 8, volume 2. Jakarta:EGC.
spiritual “spirit ibu” terhadap nyeri post sectio Sjamsuhidayat R, Win de Jong (2005). Buku Ajar Bedah
caesarean (SC) pada RS Sultan Agung dan RS edisi 2.EGC, Jakarta,
Roemani Semarang. Journal Media Ners,1 (1). Stewart dan Sylvia, Moss. (2006), Human Communication :
Arifin (2008). Konsep dan aplikasi kebutuhan dasar klien. Prinsip-Prinsip Dasar. Pengantar: Deddy
Jakarta: Selemba Medika Mulyana, Bandung : Remaja Rosdakarya
Arikunto, S. (2010). Prosedur Penelitian Suatu pendekatan Wall & Jones. (2006). Defeating Pain. New York: Plenum
praktik. Jakarta: PT. Rineka Cipta. Publishing. Corporation.
Brunner & Suddarth. (2006). Buku Ajar Keperawatan Wong, Donna L (2003). Pedoman Klinis Keperawatan
Medikal Bedah. Edisi 8, volume 2. Jakarta:EGC. Pediatrik. .EGC, Jakarta,

Jurnal Kesehatan Holistik Volome 8, Nomor 3, Juli 2014