Anda di halaman 1dari 17

BAB I

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang


Terselenggaranya merupakan prasyarat bagi setiap organisasi untuk
mewujudkan aspirasi masyarakat dan tuntutan masyarakat dalam rangka mencapai
tujuan serta cita cita berbangsa dan bernegara. Dalam rangka itu diperlukan
pengembangan dan penerapan sistem pertanggungjawaban yang tepat, jelas,
terukur, dan sehingga penyelenggaraan pelayanan kesehatan dapat berlangsung
secara berdayaguna, berhasilguna, bersih dan bertanggungjawab serta bebas dari
kurupsi, kolusi dan nepotisme. yang dimaksud adalah merupakan proses
penyelenggaraan dalam melaksanakan penyediaan, sedangkan praktek terbaik di
komitmen dan keterlibatan semua pihak yaitu RS. Royal Prima Medan dan
pelanggan. Terselenggaranya merupakan prasyarat utama untuk mewujudkan
aspirasi masyarakat dalam mencapai tujuan dan cita-cita RS. Royal Prima Medan.
Untuk penyelenggaraannya diperlukan pengembangan dan penerapan Laporan
Akuntabilitas Kinerja RS. Royal Prima Medan dengan sistem
pertanggungjawaban yang tepat, jelas dan nyata sehingga pelayanan kesehatan
dapat menerima pelayanan yag konprehensif dengan sumber daya dapat
berdayaguna, berhasil guna dan dapat memberikan kepuasan bersih serta
bertanggungjawab serta bebas KKN. Konsep dasar akuntabilitas didasarkan pada
klasifikasi resposibilitas managerial pada tiap lingkungan dalam organisasi yang
bertujuan untuk pelaksanaan kegiatan pada tiap bagian. Masing-masing individu
pada setiap unit kerja bertanggungjawab atas kegiatan yang dilaksanakan pada
bagiannya.
Konsep inilah yang membedakan adanya kegiatan terkendali dan kegiatan
yang tak terkendali. Kegiatan yang terkendali merupakan kegiatan yang secara
nyata dapat dikendalikan oleh seseorang atau suatu pihak. yang berarti bahwa
kegiatan tersebut benar-benar direncanakan, dilaksanakan dan dinilai hasilnya
oleh pihak berwenang dan tidak sebaliknya. Akuntabilitas didefinisikan sebagai
sesuatu perwujudan kewajiban untuk dipertanggungjawabkan keberhasilan atau

1
kegagalan misi organisasi dalam mencapai tujuan dan sasaran yang telah
ditetapkan melalui media birokrasi.
Sebagai perwujudan kewajiban suatu organisasi untuk
mempertanggungjawabkan keberhasilan atau kegagalan pelaksanaan misi agar
organisasi dalam mencapai tujuan-tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan
melalui alat pertanggungjawaban secara periodik setiap akhir anggaran. Laporan
Akuntabilitas Kinerja RS. Royal Prima Medan dibuat dalam rangka perwujudan
pertanggungjawaban pelaksanaan tugas pokok dan fungsi serta pengelolaan
sumber daya dan pelaksanaan kebijaksanaan yang dipercayakan kepada setiap
organisasi, berdasarkan suatu sistem akuntabiilitas yang memadai. Laporan
Akuntabilitas Kinerja RS. Royal Prima Medan juga berperan sebagai alat kendali,
alat penilaian Kineraja dan alat pendorong terwujudnya . Dalam persfektif yang
lebih luas, maka Laporan Akuntabilitas Kinerja RS. Royal Prima Medan berfungsi
sebagai media pertanggungjawaban kepada pemilik. Semua itu merupakan
dukungan dan peran aktif seluruh unit kerja RS. Royal Prima Medan serta
partisipasi masyarakat sekitar. Bertitik tolak dari Renstra menjadi salah satu aspek
dasar dalam penyusunan Keterangan Pertanggungjawaban Semester Tahun 2015
penyusunan berdasarkan pada indikator (Inputs, Outputs, Outcomes dan Benefits),
juga diatur mengenai metode, mekanisme dan tatacara pelaporannya. Oleh karena
itu laporan Laporan Akuntabilitas Kinerja RS. Royal Prima Medan merupakan
realisasi dari hasil kegiatan Semester Tahun 2015

1.2. VISI, MISI DAN TUJUAN


Visi Rumah Sakit Royal Prima Medan di yakini mampu memacu
pelaksanaan tugas yang di berikan, termasuk merancang rencana strategi secara
keseluruhan, pengelolaan sumber daya, mengukuran kinerja dan evaluasi bagi
seluruh pelaksana pelayanan kesehatan. Atas dasar kebutuhan pelaksanaan
pelayanan kesehatan, maka dirumuskan visi sebagai berikut;

“Menjadi Rumah Sakit yang memberikan pelayanan kesehatan terbaik,


standar kualitas tinggi serta memenuhi kebutuhan pasien dan keluarga
pasien”

2
Misi Rumah Sakit Royal Prima Medan sebagai suatu pernyataan yang
memberitahukan kepada seluruh petugas rumah sakit jalan kemana tujuan,
sasaran, dan bagaimana strategi untuk mewujudkan mimpi ( visi ) Rumah Sakit
Royal Prima Medan yang akan datang. Dengan adanya pernyataan misi tersebut di
harapkan seluruh pegawai dan pihak yang berkepentingan dapat mengenai instansi
pemerintah, dan mengetahui peran dan program-programnya, serta hasil yang
akan diperoleh Rumah Sakit Royal Prima Medan di waktu-waktu yang akan
datang.

Berdasarkan pemahaman tersebut, Misi Rumah Sakit Royal Prima Medan


dirumuskan sebagai berikut :

“Melaksanakan kegiatan pelayanan kesehatan yang bermutu dan


komitmen kinerja yang professional disertai dengan peningkatan mutu secara
menyeluruh dan berkesinambungan yang berfokus pada keselamatan dan
kepuasan pasien”

Misi RS. Royal Prima Medan sebenarnya telah membentuk tujuan dan
sasaran yang hendak dicapai, yang terukur, objektif dan khusus. Misi itu
menyatakan produk dan pelayanan kesehatan yang harus disediakan RS. Royal
Prima Medan, juga mencerminkan kebutuhan seluruh lapisan masyarakat.
Sebagai penjabaran misi yang akan dicapai RS. Royal Prima Medan, maka tujuan
lebih merupakan hasil akhir yang diinginkan untuk satu sampai lima tahun ke
depan. Oleh karenanya, tujuan RS. Royal Prima Medan dirumuskan dengan
pertimbangan faktor-faktor kunci keberhasilan yang dimiliki RS. Royal Prima
Medan sehingga dapat menggambarkan arah dan strategi RS. Royal Prima Medan.
Berdasarkan pemahaman ini tujuan RS. Royal Prima Medan dirumuskan sebagai
berikut :

1. Memberikan pelayanan sesuai dengan kebutuhan pasien dan keluarga


pasien untuk menjadikan RS Royal Prima sebagai mitra yang terpercaya.
2. Menciptakan peningkatan penyelenggaraan pelayanan kesehatan yang
bersifat spesialistik dan sub spesialistik, bermutu, professional dan etis.

3
3. Mewujudkan budaya organisasi rumah sakit yang bermutu serta berfokus
pada keselamatan dan kepuasan pasien disegala aspek kegiatan.

1.3. SASARAN ATAU ARAH PENGEMBANGAN


Sebagai implementasi dari misi yang telah dirumuskan maka tujuan RS.
Royal Prima Medan lebih menggambarkan apa yang hendak dicapai, sebaliknya
sasaran RS. Royal Prima Medan pada dasarnya lebih diorientasikan, kapan tujuan
tersebut dapat dicapai. Dengan demikian, sasaran merupakan penjelasan lebih
lanjut dari tujuan yang ingin dicapai oleh RS. Royal Prima Medan di masa depan.
Fokus sasaran adalah tindakan dan alokasi sumber daya yang dimiliki,
dengan menggambarkan hal-hal yang ingin dicapai dan dihasilkan dalam jangka
waktu tahunan, semesteran dan seterusnya.
Sasaran organisasi RS.Royal Prima Medan Sebagi bagian yang tidak
terpisahkan dari Rencana Strategi RS.Royal Prima Medan, merupakan hal-hal
yang ingin dicapai dalam waktu paling lama 1 (satu) tahun ke depan. Berdasarkan
pengertian serta pemahaman diatas maka sasaran yang akan dilaksanakan
RS.Royal Prima Medan, dirumuskan sebagai berikut :

Tujuan 1. Memberikan pelayanan sesuai dengan kebutuhan pasien dan keluarga


pasien untuk menjadikan RS Royal Prima sebagai mitra yang terpercaya.
1.1. Menurunnya keluhan pasien atas pelayanan yang telah diberikan.
1.2. Kunjungan pasien baru rawat jalan dan rawat inap semakin meningkat.
1.3. Performance rumah sakit semakin baik di kalangan masyarakat
1.4. Meningkatkan efisiensi dan efektifitas pelayanan
1.5. Meningkatkan status akreditasi rumah sakit
1.6. Menurunkan angka kematian
1.7. Menurunkan angka kecacatan

Tujuan 2. Menciptakan peningkatan penyelenggaraan pelayanan kesehatan yang


bersifat spesialistik dan sub spesialistik, bermutu, professional dan etis.
1.1. Meminimalisasi keluhan pelanggan di bidang pelayanan medis / dokter
1.2. Meningkatkan rujukan pasien dari rumah sakit di sekitar RS Royal Prima
Medan khususnya dan rumah sakit di luar kota Medan umumnya.

4
1.3. Menurunkan angka pasien pulang paksa karena di bidang pelayanan medis/
dokter.
1.4. Tercapainya pelaksanaan standar pelayanan medis sesuai dengan
Keprofesiannya.

Tujuan 3. Mewujudkan budaya organisasi rumah sakit yang bermutu serta


berfokus pada keselamatan dan kepuasan pasien disegala aspek kegiatan.
a. Meningkatkan profesionalisme tenaga medis/ paramedis/ non paramedis/non
medis dalam memberikan pelayanan kepada pelanggan.
b. Berkurangnya keluhan pelanggan terhadap pelayanan perawatan/ non
perawatan/ administrasi/ keamanan.
c. Terlaksananya asuhan keperawatan dengan baik dan memuaskan.
d. Tercapainya pelayanan bermutu yang berfokus pada keselamatan dan
kepuasan/ Pasien
e. Meningkatnya pendapatan atau insentif pegawai.

5
BAB. II
AKUNTABILITAS KINERJA

Dalam pencapaian kinerja melalui kegiatannya RS. Royal Prima Medan


diharapkan dapat meningkatkan penerimaan rumah sakit. Sebagai salah satu
kinerja keuangan yang dapat dilihat dari indikator-indikator seperti tercapainnya
cost recovery, Evectivenes, efesiensi, efisien, liquiditas, solvabilitas, menurunya
bed debt. Sedangkan untuk kinerja pelayanan diharapkan dapat tecapainya volume
kegiatan serta bertambahnya diberbagai unit layanan termasuk. Untuk kepuasan
terhadap pasien RS. Royal Prima Medan disamping menyediakan fasilitas sarana
dan prasarana juga dapat memberikan pelayanan prima serta dapat memberikan
jaminan keselamatan pasien dan kenyamanan seperti semakin berkurangnya
tingkat komplain serta kecelakaan pasien. Peningkatan mutu berkelanjutan yang
diwujudkan dalam carreer planning dan peningkatan pendidikan pegawai terbukti
dapat memberikan pelayanan terbaik, sehingga RS. Royal Prima Medan mendapat
Image positif dari masyarakat kota Medan khususnya serta masyarakat sekitar
bahkan secara nasional. Hal ini dapat dibuktikan dengan banyaknya perusahaan
BUMN maupun BUMS yang berkerja sama dengan RS. Royal Prima Medan.
Penurunan biaya sebagai salah satu upaya efesiensi / yang dilakukan secara terus
menerus / oleh rumah sakit dalam setiap perbelanjaan rumah sakit. Laporan
Akuntabilitas Kinerja RS. Royal Prima Medan. Tercapainya kinerja RS. Royal
Prima Medan tidak terlepas dari disiplinya SDM yang semakin meningkat dalam
hal ini kepatuhan terhadap SOP semakin meningkat.
Hal ini dapat dilihat pada lampiran Output Pelayanan sebagai berikut :

6
2.1. Evaluasi dan Analisa Pencapaian Sasaran
RS. Royal Prima Medan telah melaksanakan tugas dalam rangka mencapai
tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan dalam RBA RS. Royal Prima Medan.
Tahun 2015.
Evaluasi dan Analisa Pencapaian sasaran Tahun 2015 dapat dilihat dari
table dibawah ini :
NO SATUA Standar Proyeksi Realisasi Kenaika
INDIKATOR PELAYANAN
. N rasio 2015 2015 n%
123.68
1 Pasien Rawat Jalan Orang 14,601 32,660 %
  Umum Orang 3,942 8,656 119.57%
  BPJS Orang 10,659 24,004 125.21%
2 Pasien Rawat Inap Orang 6,552 8,285 26.45%
  Umum Orang 1,769 3,063 73.14%
  BPJS Orang 4,783 5,222 9.18%
3 Pasien Instalasi Gawat Darurat Orang 9,070 9,337 2.94%
4 Pasien Penunjang  
  - Radiologi item 3,773 5,391 42.88%
  - Laboratorium item 42,697 60,997 42.86%
  - Rehabilitasi Medik kali 3,591 5,985 66.67%
  - Haemodialisa kali 1,041 1,736 66.76%
  - Endoscopy kali 161 230 42.86%
  - Bedah Central kali 2,086 2,980 42.86%
7 Jumlah Tempat Tidur Unit 130 181 39.23%
9 BOR % 60-85 70 63 -10.00%
10 ALOS Hari 6 s/d 9 4 5 25.00%
11 BTO Kali 40-50 40 40 0.00%
12 TOI Hari 1 s/d 3 2 4 100.00%
NDR ( Angka Kematian > 48
13 jam %o < 25 < 25 16
GDR ( Angka Kematian
14 Umum %o < 30 < 30 26  

Dalam pencapaian sasaran pelayanan yang dijadikan dasar ukuran adalah


indikator kunjungan Rawat Jalan, Kunjungan IGD, Rawat Inap dan Penunjang
melalui perhitungan BOR, ALOS, TOI, BTO, NDR dan GDR dengan
menggunakan standar pelayanan Minimal (SPM) sebagai dasar ratio kelayakan.
Jumlah Kunjungan pasien baik kunjungan ke rawat jalan maupun IGD sangat
berpengaruh terhadap kredibilitas rumah sakit dalam optimalisasi dan
responsifitas pelayanan, sedangkan indikator BOR sangat menentukan tingkat

7
kepadatan penggunaan tempat tidur, ALOS menggambarkan rata-rata lamanya
perawatan, TOI menggambarkan interval pemakaian tempat tidur dengan
kekosongannya, BTO menunjukan frekuensi pemakaian tempat tidur dalam
setahun, NDR merupakan gambaran angka kematian >48 jam artinya kinerja
pelayanan rumah sakit setelah pasien dirawat diharapkan dapat menurunkan angka
tersebut, demikian pula halnya dengan GDR dengan menggambarkan angka
kematian umum diharapkan setiap tahunnya menurun.
1. Dalam pencapaian indikator kunjungan rawat jalan mencapai 32.660 orang
dari target 14.601 orang artinya unit pelayanan rawat jalan mampu
meningkatkan kinerja hingga mencapai 123.68%.
2. Untuk mencapai target kunjungan IGD dapat meningkatkan jumlah
kunjungan dari 9.070 orang menjadi 9.337 orang artinya IGD dapat
meningkatkan responsifitas pelayanan hingga 2.94%.
3. Untuk mencapai target Rawat Inap dapat meningkatkan jumlah rawat inap
dari 6.552 orang menjadi 8.285 orang artinya IGD dapat meningkatkan
responsifitas pelayanan hingga 26.45%.
4. BOR dalam target capaian indikator 70%, namun realisasinya mencapai 63
% artinya terjadi penurunan 10% dari target, dimana target 70% adalah
dari 130 tempat tidur. Sedangkan realisasi 63% dikarenakan adanya
penambahan tempat tidur sebanyak 51 menjadi 181 tempat tidur di
pertengahan tahun 2015. Ini menunjukkan terjadi peningkatan kinerja
dalam pemanfaatan kapasitas tempat tidur .
5. ALOS dari target capaian indikator 4 hari, realisasi mencapai 5 hari
artinya lama rawat pasien meningkat namun masih ada dibawah standar
norman (6-9 hari) artinya rumah sakit masih dapat memberikan pelayanan
lebih cepat.
6. Dalam pencapaian target indikator TOI dari 2 hari realisasinya 4 hari ( 100
% ) artinya rumah sakit mampu bekerja dengan interval penggunaa tempat
tidur lebih lama disebabkan perubahan jumlah tempat tidur dipertengahan
tahun dan BOR di semester I relatif kecil.
7. Untuk mencapai indikator BTO rumah sakit sudah mampu
mempertahankan frekuensi pemakaian tempat tidur dari 40 kali pertahun.

8
Artinya sterilisasi fasilitas tempat tidur hampir mendekati pada standar
ratio (40-50 kali).
8. NDR dari target capaian indicator < 25 , realisasinya mencapai 16 artinya
rumah sakit dapat menekan angka kematian > 48 jam dengan fasilitas dan
kapasitas yang tersedia dan ada pada standar ratio <25 per 1000 penderita
keluar.
9. Demikian pula untuk GDR rumah sakit telah mampu menekan angka
kematian umum dibawah angka < 30 .

2.2. Akuntabilitas Keuangan


Dalam rangka penyelenggaraan pelayanan kesehatan secara
berkesinambungan (survival) RS. Royal Prima Medan pada Tahun 2015, dituntut
harus lebih mandiri dalam melaksanakan fungsinya sebagai Rumah Sakit Swasta
yang bergerak di Bidang Pelayanan Kesehatan. Hal ini tentunya sangat terkait
dengan kemampuan keuangan/pendapatan fungsional yang diperoleh dalam
Tahun Anggran 2015 maupun dalam pengalokasian anggaran perbelanjaan untuk
kontinuitas penyelenggaraan fungsinya dalam memberikan layanan terhadap
masyarakat.
Pada Tahun Anggaran 2015 merupakan kebijakan Renstra RS. Royal
Prima Medan. Secara bertahap harus mampu menjawab tuntutan masyarakat
melalui Program Pemeliharaan Sarana dan Prasarana Rumah Sakit dalam
Kegiatan Peningkatan, Pengadaan dan Pemeliharaan Sarana dan Prasarana Rumah
Sakit yang dapat diimplementasikan melalui berbagai jenis pelayanan dalam
upaya peningkatan pendapatan dan mempertahankan kualitas/ kuantitas
pelayanannnya melalui pengalokasian belanja yang efektif dan efesien dan
berhasil guna untuk masyarakat secara optimal. Paradigma perubahan yang sangat
menonjol dalam pola Penyusunan Anggaran dari pendekatan Tradisional ke
Penganggaran Berbasis Kinerja. Dimana dalam Anggaran berbasis Kinerja lebih
berorientasi kepada proses apa yang akan dihasilkan dalam suatu kegiatan
(output). Renstra RS. Royal Prima Medan Tahun 2014 - 2019 yang disusun dan
digali dengan top down secara manajemen dan buttom up dari setiap unit yang ada
di RS. Royal Prima Medan yang dikoordinir oleh Bidang/Bagian akan menjadi

9
Pedoman dalam Perencanaan, Pelaksanaan dan Pengendalian, karena telah
diselaraskan dengan Renstra RS. Royal Prima Medan Semester Tahun 2014 –
2019.

2.2.1. Pendapatan dan Belanja Tahun 2015 RS. Royal Prima Medan

Keterangan Proyeksi 2015 Realisasi 2015 Kenaikan

Pendapatan 54,119,894,627.19 68,434,573,715.85 26.45%


Pendapatan Rumah Sakit 19,203,147,732.21 24,282,368,583.85  
Kamar 3,583,426,166.61 4,531,240,200.00  
Jasa Perawatan Ruangan 349,362,246.96 441,768,348.00  
Administrasi 258,662,490.24 327,078,561.00  
Sewa Peralatan Medis RS 1,416,452,301.10 1,791,103,070.00  
Sewa VK 77,736,294.55 98,297,497.00  
Sewa O K / Kamar Operasi 1,043,255,533.34 1,319,195,985.00  
Laboratorium 1,742,085,318.74 2,202,865,822.00  
Hemodialisa 231,419,645.14 292,630,000.00  
Konservasi Jenazah 123,072,420.04 155,625,000.00  
USG Radiologi 763,105,834.62 964,946,862.00  
Tindakan Keperawatan 335,957,671.10 424,818,270.00  
Gas Medis 227,641,651.23 287,852,729.00  
Ambulance 134,217,304.82 169,717,700.00  
Fisioterapi 130,600,827.78 165,144,667.00  
Jasa Perawatan OK 234,747,921.17 296,838,603.00  
Penunjang Medis 277,198,575.11 350,517,429.00  
Obat-obatan 6,167,926,626.75 7,799,339,454.00  
Alkes 2,104,462,133.47 2,661,091,083.00  
Penjualan Materai 1,813,365.84 2,293,000.00  
Pendapatan Rumah Sakit 4,303.85
Lainnya 3,403.60  
Pendapatan Dokter 4,857,279,962.33 6,142,027,547.00  
Honor Visite / Rawat Inap 1,662,464,184.21 2,102,184,946.00  
Honor Konsultasi / Rawat Jalan 580,465,856.37 733,998,721.00  
Honor Bedah Umum 286,499,845.72 362,278,880.00  
Honor Kebidanan 26,104,034.75 33,008,536.00  
Honor Bedah Obgyn 513,492,970.00
(Kebidanan & Kandungan) 406,083,999.93  
Honor Bedah Tumor (Onkologi) 47,699,653.71 60,316,183.00  
Honor Bedah Urologi 59,984,528.76 75,850,400.00  
Honor Bedah Vaskuler 12,726,380.21 16,092,500.00  
Honor Bedah Syaraf 263,054,489.20 332,632,241.00  
Honor Bedah Orthopaedi Dan
Traumatologi 328,554,257.48 415,456,658.00  
Honor Bedah Plastik 106,289,995.17 134,403,634.00  

10
Honor Bedah THT 36,096,571.80 45,644,093.00  
Honor Bedah Mata 254,614,117.39 321,959,396.00  
Honor Bedah Anak 44,409,274.11 56,155,500.00  
Honor Bedah Digesif 145,489,749.96 183,971,700.00  
Honor Bedah Gigi Dan Mulut 31,333,650.56 39,621,382.00  
Honor Tindakan SMF dan 5,423,225.00
Medik 4,288,831.65  
Honor Anastesi 561,120,541.37 709,536,582.00  
Pendapatan BPJS 30,546,701,617.07 38,626,285,546.00  
Pendapatan Rawat Jalan BPJS 4,671,819,584.14 5,907,513,012.00  
Pendapatan Rawat Inap Kelas I 18,423,470,179.00
BPJS 14,569,773,882.05  
Pendapatan Rawat Inap Kelas II 8,038,116,173.00
BPJS 6,356,757,654.25  
Pendapatan Rawat Inap Kelas 5,321,554,822.00
III BPJS 4,208,428,146.50  
Pendapatan Upgrade BPJS Dan 935,631,360.00
Jasaraharja 739,922,350.12  
Retur Penjualan - -  
Retur Penjualan - -  
Potongan Penjualan (487,234,684.43) (616,107,961.00)  
Potongan Penjualan Rumah (610,272,779.00)
Sakit (482,620,066.14)  
Potongan Honor Dokter (98,853.35) (125,000.00)  
Potongan Bakti Sosial (4,515,764.93) (5,710,182.00)  
Jumlah Pendapatan 54,119,894,627.19 68,434,573,715.85  
Harga Pokok Penjualan -    
Harga Pokok Pendapatan 27,853,193,026.73 35,220,345,577.91  
HPP Rumah Sakit 16,575,050,981.51 20,959,141,847.04  
HPP Kamar 350,920,208.45 443,738,389.35  
HPP Administrasi 90,100,834.20 113,932,449.84  
HPP Sewa Peralatan Medik 16,221,849.55 20,512,518.85  
HPP Ruang VK 1,965,204.59 2,485,000.00  
HPP Ruang OK / Kamar 498,645,136.83
Operasi 394,341,935.61  
HPP Lab 2,257,188,014.78 2,854,212,866.67  
HPP Hemodialisa 636,677,403.16 805,078,187.60  
HPP Konservasi Jenazah 64,878,319.18 82,038,595.00  
HPP CT Scan 378,047,742.52 478,041,139.62  
HPP Tindakan Keperawatan 450,771.57 570,000.38  
HPP Gas Medis 746,862,925.57 944,407,713.42  
HPP Ambulance 89,495,125.85 113,166,532.00  
HPP Fisioterapi 4,586,993.99 5,800,251.10  
HPP Gizi / Makan Pasien 1,023,974,733.20 1,294,815,425.00  
HPP Laundry 100,056,459.54 126,521,332.00  
HPP Penunjang Medis 69,477,649.47 87,854,445.34  
Biaya Lobby 474,496.08 600,000.00  

11
Biaya Akte Lahir 4,460,263.13 5,640,000.00  
HPP Obat -    
HPP Obat Rawat Inap 1,885,559,126.92 2,384,288,364.85  
HPP Obat Rawat Jalan 703,792,326.51 889,944,967.21  
HPP Obat 5,068,283,743.92 6,408,841,700.00  
HPP Alkes -    
HPP Alkes Rawat Inap 930,038,716.25 1,176,033,388.91  
HPP Alkes Rawat Jalan 90,550,297.94 114,500,796.46  
HPP Alkes 1,666,599,445.49 2,107,413,981.36  
Biaya Rumah Sakit Lainnya 46,394.05 58,665.25  
HPP Dokter 11,278,142,045.22 14,261,203,730.87  
HPP Honor Visite / Rawat Inap 2,896,979,594.91 3,663,228,929.16  
HPP Honor Konsultasi / Rawat 1,224,944,294.53
Jalan 968,718,771.00  
HPP Honor Standby 926,011,885.11 1,170,941,463.39  
HPP Honor Bedah Umum 529,050,878.77 668,984,513.22  
HPP Honor Kebidanan 1,981,225.30 2,505,258.18  
HPP Honor Bedah Obgyn 1,056,016,191.69
( Kebidanan & Kandungan) 835,125,900.78  
HPP Honor Bedah Tumor 76,570,928.53
(Onkologi) 60,554,342.03  
HPP Honor Bedah Urologi 194,511,174.92 245,959,261.94  
HPP Honor Vaskuler 43,934,854.94 55,555,597.25  
HPP Honor Bedah Thorak - -  
HPP Honor Bedah Syaraf 290,882,323.83 367,820,520.90  
HPP Honor Bedah Orthopaedi 872,636,716.96
Dan Traumatologi 690,104,498.43  
HPP Honor Bedah Plastik 73,593,296.49 93,058,678.48  
HPP Honor Bedah THT 72,638,092.72 91,850,823.90  
HPP Honor Bedah Mata 144,340,342.59 182,518,275.09  
HPP Honor Bedah Anak 58,095,956.92 73,462,302.06  
HPP Honor Bedah Digesif 140,687,376.97 177,899,102.29  
HPP Honor Bedah Gigi Dan 90,751,507.67
Mulut 71,768,723.99  
HPP Honor Tindakan SMF dan 737,422,480.56
Medik 583,173,457.17  
HPP Honor Penunjang Medis 706,430,351.93 893,280,748.74  
HPP Honor Sewa Alat Medis 1,056,501,581.02
Dokter 835,509,759.67  
HPP Honor Hemodialisa 156,654,947.56 198,090,085.55  
HPP Honor Anastesi 972,766,558.83 1,230,062,719.76  
Biaya Makan Dokter 24,627,730.36 31,141,750.00  
Jumlah Harga Pokok
Penjualan 27,853,193,026.73 35,220,345,577.91  
LABA KOTOR 26,266,701,600.46 33,214,228,137.94  
Beban Operasi -    
Biaya Operasional, Umum &
Adm 15,387,252,220.14 19,457,171,038.44  

12
Biaya SDM 10,566,287,193.14 13,361,063,705.00  
Biaya Gaji Karyawan 7,716,599,028.86 9,757,634,761.00  
Biaya Lembur Karyawan 176,531,454.15 223,223,916.00  
Biaya THR Karyawan 456,845,218.59 577,680,500.00  
Biaya Fee Karyawan 7,509,691.25 9,496,000.00  
Biaya Makan Karyawan 458,643,697.91 579,954,676.00  
Biaya Jamsostek & BPJS 230,181,507.73 291,064,376.00  
Biaya Insentive 251,067,736.87 317,475,000.00  
Biaya Pendidikan & Pelatihan 73,503,080.17 92,944,600.00  
Biaya Tunjangan & Pakaian 5,172,000.00
Dinas 4,090,156.19  
Biaya Pengobatan 306,712,584.62 387,837,876.00  
Biaya Transport Karyawan 63,266.14 80,000.00  
Biaya Jasa Outsorsing 884,539,770.67 1,118,500,000.00  
Biaya Pemeliharaan 335,535,758.37 424,284,761.61  
Biaya Pemeliharaan Bangunan 38,618,207.65 48,832,700.00  
Biaya Pemeliharaan Kendaraan 37,234,375.43 47,082,845.00  
Biaya Pemeliharaan Inventaris 140,561,372.73 177,739,770.00  
Biaya Pemeliharaan Mesin Dan 108,211,599.61
Instrumen Medis 85,576,632.55  
Biaya Pemeliharaan Gas Medis 11,241,523.81 14,214,900.00  
Biaya Pemeliharaan 28,202,947.00
Maintenance Program 22,303,646.20  
Biaya Perlengkapan 303,400,913.73 383,650,270.18  
Biaya Perlengkapan & 275,400,962.18
Keperluan Rumah Sakit 217,794,460.37  
Biaya Perlengkapan & 43,027,558.00
Keperluan Dapur 34,027,345.81  
Biaya Perlengkapan & 63,536,150.00
Keperluan Kantor 50,246,089.90  
Biaya Perlengkapan & 1,685,600.00
Keperluan Quest House 1,333,017.65  
Biaya Teknik 2,038,235,376.31 2,577,347,389.00  
Biaya Air 9,239,251.59 11,683,028.00  
Biaya Listrik 1,707,820,903.62 2,159,538,490.00  
Biaya Telepon & Internet 137,922,933.33 174,403,465.00  
Biaya Limbah Medis 183,252,287.76 231,722,406.00  
Biaya Humas Dan Pemasaran 1,441,168,534.86 1,822,356,732.50  
Biaya Sosial 469,343,923.71 593,485,105.00  
Biaya Iklan & Koran & Promosi 81,018,498.59 102,447,842.00  
Biaya Entertaiment 704,720,543.88 891,118,697.50  
Biaya Perjalanan 11,493,946.24 14,534,088.00  
Biaya Pembuatan Blanko & 220,771,000.00
Cetak 174,591,622.45  
Biaya Mutu Dan izin Lainnya 38,261,502.85 48,381,647.00  
Biaya SIP Dokter 6,105,182.86 7,720,000.00  
Biaya Surat Izin 32,156,319.99 40,661,647.00  
Biaya Pajak 109,233,496.79 138,125,690.00  

13
Biaya STNK 6,040,770.02 7,638,550.00  
Biaya PBB 61,520,788.90 77,793,000.00  
Biaya PPh 21 38,666,796.05 48,894,140.00  
Biaya Pajak lainnya 3,005,141.82 3,800,000.00  
Biaya BBM Dan Parkir 109,367,518.20 138,295,160.00  
Biaya BBM Mesin 67,220,277.61 85,000,000.00  
Biaya BBM Kendaraan 38,259,773.32 48,379,460.00  
Biaya Parkir & Tol Kendaraan 3,887,467.28 4,915,700.00  
Biaya Operasional, Umum
Dan Adm Lainnya 445,761,925.89 563,665,683.15  
Biaya ATK Dan Fotocopy 132,179,950.73 167,141,467.00  
Biaya Materai 30,741,810.02 38,873,000.00  
Biaya Pos & Telegram 4,299,859.73 5,437,170.00  
Biaya Keamanan 8,737,449.85 11,048,500.00  
Biaya Piutang Tak Tertagih 252,460,069.69 319,235,604.00  
Biaya Kompensasi Pasien 7,316,334.10 9,251,500.00  
Biaya Asuransi 10,020,503.06 12,670,920.00  
Biaya Operasional, Umum Dan 7,522.15
Adm Lainnya 5,948.72  
Selisih Kurs (220,851,965.07) (279,267,175.00)  
Realize Gain or Loss IDR (229,173,736.58) (289,790,050.00)  
Unrealize Gain or Loss IDR 8,321,771.51 10,522,875.00  
Jumlah Beban Operasi 15,166,400,255.05 19,177,903,863.42  
PENDAPATAN OPERASI 11,100,301,345.40 14,036,324,274.52  
Pendapatan dan Beban Lain -    
Pendapatan lain -    
Pendapatan Diluar Usaha 32,815,101.95 41,494,676.38  
Pendapatan Jasa Giro 14,403,306.35 18,212,972.09  
Pendapatan Sewa 5,931,200.97 7,500,000.00  
Pendapatan Lain-Lain 12,480,594.63 15,781,704.29  
Jumlah Pendapatan lain 32,815,101.95 41,494,676.38  
Beban lain-lain -    
Biaya Diluar Usaha 46,527,094.37 58,833,482.43  
Biaya Adm Bank & Buku 49,510,620.50
Cek/Giro 39,154,325.35  
Biaya Pajak Jasa Giro / PPH 3,440,983.43
Final 2,721,221.90  
Biaya Sumbangan 4,207,198.55 5,320,000.00  
Biaya Lain-lain 444,348.57 561,878.50  
Jumlah Beban lain-lain 46,527,094.37 58,833,482.43  

Jumlah Pendapatan dan


Beban Lain (13,711,992.42) (17,338,806.05)  
LABA(RUGI) BERSIH
Sebelum Penyusutan 11,086,589,352.98 14,018,985,468.47 26.45%

14
Anggaran Pendapatan dan Belanja RS. Royal Prima Medan merupakan
penjabaran Rencana Strategis yang diimplementasikan kedalam RBA Tahun 2015
dan merupakan Rencana Kerja Tahunan. Seperti kita ketahui bersama bahwa
Anggaran Pendapatan merupakan kinerja revenue center dalam upaya
mendapatkan penghasilan unit dimana realisasi empiris riil pada Bagian Keuangan
mencapai Rp 68,434,573,715.85. dari target Rp 54,119,894,627.19. Sehingga adanya
kenaikan sebesar Rp 14,314,679,088.66 (26.45%) dari target 2015.

Arah kebijakan umum Pendapatan dan penambahan asset RS. Royal Prima
Medan dapat digambarkan sebagai berikut :
1. Optimalisasi pendapatan revenue center dari berbagai jenis layanan dan
tindakan, serta diversifikasi layanan dengan adanya Rawat jalan Hemodialisa.
2. Mempertahankan dan meningkatkan Pola Kerja Sama dan Kemitraan
bersama Pihak Ketiga baik Pemerintah (Lintas Sektor), Swasta (Perusahaan),
Organisasi maupun Masyarakat secara Perorangan.
3. Penetapan target penerimaan berdasarkan perhitungan berbagai tarif kelas
pelayanan.
4. Memberdayakan dan meningkatkan peran SDM dengan memberikan
pelayanan profesional terhadap pasien.

BAB III
PENUTUP

15
Sebagai bagian penutup Laporan Akuntabilitas Kinerja RS. Royal Prima
Medan Tahun 2015 disimpulkan bahwa secara umum RS. Royal Prima Medan
telah memperlihatkan pencapaian kinerja yang baik. Hal ini sekaligus menunjukan
adanya komitmen RS. Royal Prima Medan untuk mewujudkan Visi RS. Royal
Prima Medan “Menjadi Rumah Sakit yang memberikan pelayanan kesehatan
terbaik, standar kualitas tinggi serta memenuhi kebutuhan pasien dan keluarga
pasien”
Seluruh capaian kinerja tersebut, telah memberi pelajaran yang sangat
berharga untuk meningkatkan kinerja dimasa-masa mendatang. Oleh sebab itu,
sesuai dengan hasil analisa atas capaian kinerja 2015, kami merumuskan beberapa
langkah penting sebagai strategi pemecahan masalah yang akan dijadikan bahan
pertimbangan dimasa mendatang, yaitu sebagai berikut:
1. Lebih mendorong pengembangan kebijakan RS. Royal Prima Medan
berfokus pada perencanaan, pelaksanaan, pengawasan dan evaluasi.
2. Penyusunan kinerja yang lebih baik dengan merumuskan sasaran yang tidak
terlalu banyak namun dapat menggambarkan rencana kinerja tahunan yang
merupakan tahapan untuk mencapai visi dan misi RS. Royal Prima Medan
secara lebih baik dan mudah dipahami dan tidak semata-mata merupakan
kumpulan dari sasaran yang ditetapkan RS. Royal Prima Medan.
3. Mekanisme pengumpulan data kinerja akan diperbaiki secara bertahap akurat.
Selain itu, agar perencanaan pelayanan disusun dapat dievaluasi dan
diperbandingkan kinerjannya. Maka perencanaan Pelayanan RS. Royal Prima
Medan lebih didasarkan kepada informasi yang terukur, sehingga pencapaian
hasil hasil potensi RS. Royal Prima Medan yang ada dapat lebih
dimanfaatkan oleh masyarakat.
4. Lebih meningkatkan disiplin anggaran yang mencakup pada ketaatan
terhadap ketentuan/peraturan perundang-undangan yang berlaku serta
ketepatan waktu pelaksanaan.
5. Tetap konsisten untuk melakukan koordinasi dengan unit-unit kerja yang
berada dalam lingkungan RS. Royal Prima Medan.
6. Mekanisme untuk pengadaan barang/jasa dilakukan berdasarkan prinsip
efesiensi, efektif, transparan, bersaing, adil/ tidak diskriminatif, akuntable dan

16
praktek bisnis yang sehat serta fleksibilitas bila terdapat alasan efektivitas
atau efesiensi.

Sebagai akhir kata, RS. Royal Prima Medan mengharapkan agar Laporan
Akuntabilitas Kinerja RS. Royal Prima Medan ini dapat memenuhi kewajiban
akuntabilitas kepada para khususnya dan sebagai sumber informasi penting dalam
mengambil keputusan guna peningkatan kinerja RS. Royal Prima Medan.

17