Anda di halaman 1dari 18

BAB.

I
PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang


Terselenggaranya merupakan prasyarat bagi setiap organisasi untuk mewujudkan aspirasi
masyarakat dan tuntutan masyarakat dalam rangka mencapai tujuan serta cita cita berbangsa dan
bernegara. Dalam rangka itu diperlukan pengembangan dan penerapan sistem
pertanggungjawaban yang tepat, jelas, terukur, dan sehingga penyelenggaraan pelayanan
kesehatan dapat berlangsung secara berdayaguna, berhasilguna, bersih dan bertanggungjawab
serta bebas dari kurupsi, kolusi dan nepotisme. yang dimaksud adalah merupakan proses
penyelenggaraan dalam melaksanakan penyediaan, sedangkan praktek terbaik di komitmen dan
keterlibatan semua pihak yaitu RS. Royal Prima Medan dan pelanggan. Terselenggaranya
merupakan prasyarat utama untuk mewujudkan aspirasi masyarakat dalam mencapai tujuan dan
cita-cita RS. Royal Prima Medan. Untuk penyelenggaraannya diperlukan pengembangan dan
penerapan Laporan Akuntabilitas Kinerja RS. Royal Prima Medan dengan sistem
pertanggungjawaban yang tepat, jelas dan nyata sehingga pelayanan kesehatan dapat menerima
pelayanan yag konprehensif dengan sumber daya dapat berdayaguna, berhasil guna dan dapat
memberikan kepuasan bersih serta bertanggungjawab serta bebas KKN. Konsep dasar
akuntabilitas didasarkan pada klasifikasi resposibilitas managerial pada tiap lingkungan dalam
organisasi yang bertujuan untuk pelaksanaan kegiatan pada tiap bagian. Masing-masing individu
pada setiap unit kerja bertanggungjawab atas kegiatan yang dilaksanakan pada bagiannya.
Konsep inilah yang membedakan adanya kegiatan terkendali dan kegiatan yang tak
terkendali. Kegiatan yang terkendali merupakan kegiatan yang secara nyata dapat dikendalikan
oleh seseorang atau suatu pihak. yang berarti bahwa kegiatan tersebut benar-benar direncanakan,
dilaksanakan dan dinilai hasilnya oleh pihak berwenang dan tidak sebaliknya. Akuntabilitas
didefinisikan sebagai sesuatu perwujudan kewajiban untuk dipertanggungjawabkan keberhasilan
atau kegagalan misi organisasi dalam mencapai tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan melalui
media birokrasi.
Sebagai perwujudan kewajiban suatu organisasi untuk mempertanggungjawabkan
keberhasilan atau kegagalan pelaksanaan misi agar organisasi dalam mencapai tujuan-tujuan dan
sasaran yang telah ditetapkan melalui alat pertanggungjawaban secara periodik setiap akhir
anggaran. Laporan Akuntabilitas Kinerja RS. Royal Prima Medan dibuat dalam rangka
perwujudan pertanggungjawaban pelaksanaan tugas pokok dan fungsi serta pengelolaan sumber
daya dan pelaksanaan kebijaksanaan yang dipercayakan kepada setiap organisasi, berdasarkan
suatu sistem akuntabiilitas yang memadai. Laporan Akuntabilitas Kinerja RS. Royal Prima
Medan juga berperan sebagai alat kendali, alat penilaian Kineraja dan alat pendorong
terwujudnya . Dalam persfektif yang lebih luas, maka Laporan Akuntabilitas Kinerja RS. Royal
Prima Medan berfungsi sebagai media pertanggungjawaban kepada pemilik. Semua itu

1
merupakan dukungan dan peran aktif seluruh unit kerja RS. Royal Prima Medan serta partisipasi
masyarakat sekitar. Bertitik tolak dari Renstra menjadi salah satu aspek dasar dalam penyusunan
Keterangan Pertanggungjawaban Semester Tahun 2015 penyusunan berdasarkan pada indikator
(Inputs, Outputs, Outcomes dan Benefits), juga diatur mengenai metode, mekanisme dan tatacara
pelaporannya. Oleh karena itu laporan Laporan Akuntabilitas Kinerja RS. Royal Prima Medan
merupakan realisasi dari hasil kegiatan Semester Tahun 2015

1.2. Aspek Strategis RS. Royal Prima Medan.


Program dan indikasi kegiatan RS. Royal Prima Semester Tahun 2015 ditujukan dalam
upaya pencapaian visi dan misi RS. Royal Prima Medan yang dapat memberikan kontribusi
kepada pencapaian visi Kota Medan, program dan kegiatan prioritas yang terakomodir di setiap
lini pelayanan diharapkan mampu mencerminkan pelayanan kesehatan secara komprehensif,
efektif, efesien dapat diakses dengan mudah dan terjangkau masyarakat Kota Medan khususnya,
sehingga dapat memberikan kepuasan terhadap para pengguna jasa rumah sakit. Adapun prioritas
pelayanan kesehatan sesuai dengan Rencana Strategis RS. Royal Prima Medan 2011-2015 adalah
sebagai berikut:
1. Perluasan akses dan peningkatan kualitas pelayanan
2. Peningkatan kualitas sarana, prasarana dan peralatan
3. Peningkatan kapasitas sumberdaya
4. Peningkatan kesejahteraan pegawai RSU.Bunda Thamrin
5. Penguatan system manajemen RSU.Bunda Thamrin
Sasaran dan Strategi Rumah Sakit Semester Tahun 2015
1. Optimalisasi pendapatan revenue center dari berbagai jenis layanan dan tindakan, serta
diversifikasi layanan dengan adanya Rawat jalan Hemodialisa.
2. Mempertahankan dan meningkatkan Pola Kerja Sama dan Kemitraan bersama Pihak Ketiga
baik Pemerintah (Lintas Sektor ), Swasta (Perusahaan), Organisasi maupun Masyarakat secara
Perorangan.
3. Penetapan target penerimaan berdasarkan perhitungan berbagai tarif kelas pelayanan
4. Memberdayakan dan meningkatkan peran SDM dengan memberikan pelayanan profesional
berupa kunjungan pelayanan (home Care) terhadap pasien pasca perawatan .

1.3. Struktur orgqanisasi


Susunan Organisasi Rumah Sakit Umum, terdiri dari :
a. Direktur
b. Bagian Umum dan Keuangan, membawahkan :
1. Sub Bagian Sekretariat, membawahkan :
a) Tata Usaha Umum ;
b) Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia ;
c) Rumah Tangga dan Logistik Rumah Sakit.

2
2. Sub Bagian Perencanaan dan Informasi, membawahkan :
a) Perencanaan Program dan Evaluasi ;
b) SIM RSU/Rekam Medik ;
c) Informasi, Pemasaran, Publikasi dan Hukum.
3. Sub Bagian Keuangan, membawahkan :
a) Penyusunan Program ;
b) Perbendaharaan dan Mobilisasi Dana ;
c) Akutansi dan Verifikasi.
c. Bidang Pelayanan, membawahkan :
1. Sub Bidang Pelayanan Medik, membawahkan :
a) Seksi Pemeliharaan dan Pengembangan Fasilitas Pelayanan Medik ;
b) Seksi Ketenagaan dan Pengembangan Mutu Pelayanan Medik.
2. Sub Bidang Penunjang Medik, membawahkan :
a) Seksi Pemeliharaan dan Pengembangan Fasilitas Penunjang Medik ;
b) Seksi Ketenagaan dan Pengembangan Mutu Penunjang Medik.
3.Sub Bidang Keperawatan, membawahkan :
a) Seksi Pemeliharaan dan Pengembangan Fasilitas Keperawatan
b) Seksi Ketenagaan, Etika dan Pengembangan Mutu Keperawatan.
d. Unit Pelaksana Teknis ;
e. Kelompok Jabatan Fungsional.

3
BAB II
RENCANA STRATEGIS DAN RENCANA KERJA

2.1. Rencana Strategis


Dalam system Akuntabilitas Kinerja RS. Royal Prima Medan, perencanaan merupakan langkah
awal yang harus dilakukan oleh managemen RS. Royal Prima. Dengan pendekatan perencanaan
strategis yang jelas dan sinergis, RS. Royal Prima lebih dapat menyelaraskan visi dan misinya
dengan potensi, peluang dan kendala yang dihadapi dalam upaya peningkatan akuntabilitas
kinerjanya. Renstra RS. Royal Prima Medan Semester Tahun 2014-2019 yang menggambarkan
Visi, Misi, Tujuan, Sasaran dan Program dengan strategi kebijakan dan rencana pengembangan
yang terarah dan dapat diimplementasikan secara bertahap dengan skala prioritas dan
kemampuan anggaran pembiayaan. Adapaun tujuan penyusunan Renstra RS. Royal Prima Medan
Semester Tahun 2014-2019 adalah untuk menetapkan prioritas program dan kegiatan pelayanan
kesehatan yang strategis selama lima tahun melalui sumber pembiayaan kas dan modal rumah
sakit.

2.2 Visi, Misi dan Tujuan

Visi RS. Royal PrimaMedan di yakini mampu memacu pelaksanaan tugas yang di berikan,
termasuk merancang rencana strategi secara keseluruhan, pengelolaan sumber daya, mengukuran
kinerja dan evaluasi bagi seluruh pelaksana pelayanan kesehatan. Atas dasar kebutuhan
pelaksanaan pelayanan kesehatan, maka dirumuskan visi sebagai berikut;

“ Menjadi rumah sakit yang terdepan dalam memberikan pelayanan yang bermutu “

Misi RS. Royal PrimaMedan sebagai suatu pernyataan yang memberitahukan kepada
seluruh petugas rumah sakit jalan kemana tujuan, sasaran, dan bagaimana strategi untuk
mewujudkan mimpi ( visi ) RS. Royal PrimaMedan yang akan datang. Dengan adanya
pernyataan misi tersebut di harapkan seluruh pegawai dan pihak yang berkepentingan dapat
mengenai instansi pemerintah, dan mengetahui peran dan program-programnya, serta hasil yang
akan diperoleh RS. Royal PrimaMedan. di waktu-waktu yang akan datang.

Berdasarkan pemahaman tersebut, Misi RS. Royal PrimaMedan dirumuskan sebagai berikut :

“ Melaksanakan kegiatan pelayanan kesehatan yang bermutu, terpadu, waktu

tanggap yang cepat dan tepat, dan komitmen kinerja yang professional disertai

dengan peningkatan mutu berkelanjutan sehingga dapat memberikan kepuasan

kepada pasien, pelaksana, pemilik, dan pemerintah”

Misi RS. Royal Prima Medan sebenarnya telah membentuk tujuan dan sasaran yang hendak
dicapai, yang terukur, objektif dan khusus. Misi itu menyatakan produk dan pelayanan kesehatan
4
yang harus disediakan RS. Royal Prima Medan, juga mencerminkan kebutuhan seluruh lapisan
masyarakat. Sebagai penjabaran misi yang akan dicapai RS. Royal Prima Medan, maka tujuan
lebih merupakan hasil akhir yang diinginkan untuk satu sampai lima tahun ke depan. Oleh
karenanya, tujuan RS. Royal Prima Medan dirumuskan dengan pertimbangan faktor-faktor kunci
keberhasilan yang dimiliki RS. Royal Prima Medan sehingga dapat menggambarkan arah dan
strategi RS. Royal Prima Medan. Berdasarkan pemahaman ini tujuan RS. Royal Prima Medan
dirumuskan sebagai berikut :

1. Mewujudkan pelayanan kesehatan yang bermutu, terpadu, waktu tanggap yang cepat dan
tepat, untuk semua golongan masyarakat sesuai dengan tugas pokok dan fungsi serta
peraturan yang berlaku.
2. Menciptakan peningkatan penyelenggaraan pelayanan kesehatan yang bersifat spesialistik
dan sub spesialistik, bermutu, professional dan etis.
3. Menghasilkan semgat kerja yang tinggi, komitmen, produktifitas lebih besar, serta
member peluang inovatif dan meningkatkan peran serta pegawai dalam memajukan
organisasi.

2.3. SASARAN ATAU ARAH PENGEMBANGAN

Sebagai implementasi dari misi yang telah dirumuskan maka tujuan RSU.Bunda Thamrin
Medan lebih menggambarkan apa yang hendak dicapai, sebaliknya sasaran RSU.Bunda Thamrin
Medan pada dasarnya lebih diorientasikan, kapan tujuan tersebut dapat dicapai. Dengan
demikian, sasaran merupakan penjelasan lebih lanjut dari tujuan yang ingin dicapai oleh
RSU.Bunda Thamrin Medan di masa depan.
Fokus sasaran adalah tindakan dan alokasi sumber daya yang dimiliki, dengan
menggambarkan hal-hal yang ingin dicapai dan dihasilkan dalam jangka waktu tahunan,
semesteran dan seterusnya.
Sasaran organisasi RSU.Bunda Thamrin Medan Sebagi bagian yang tidak terpisahkan dari
Rencana Strategi RSU.Bunda Thamrin Medan, merupakan hal-hal yang ingin dicapai dalam
waktu paling lama 1 (satu) tahun ke depan. Berdasarkan pengertian serta pemahaman diatas maka
sasaran yang akan dilaksanakan RSU.Bunda Thamrin Medan, dirumuskan sebagai berikut :
Tujuan 1. Mewujudkan pelayanan kesehatan yang bermutu, terpadu, waktu tanggap yang cepat
dan tepat, untuk semua golongan masyarakat sesuai dengan tugas pokok dan fungsi serta
peraturan yang berlaku

1.1. Menurunnya keluhan pasien atas pelayanan yang telah diberikan.


1.2. Kunjungan pasien baru rawat jalan dan rawat inap semakin meningkat.
1.3. Performance rumah sakit semakin baik di kalangan masyarakat
1.4. Meningkatkan efisiensi dan efektifitas pelayanan
1.5. Meningkatkan status akreditasi rumah sakit
1.6. Menurunkan angka kematian
5
1.7. Menurunkan angka kecacadan

Tujuan 2. Menciptakan peningkatan penyelenggaraan pelayanan kesehatan yang bersifat


spesialistik dan sub spesialistik, bermutu, professional dan etis.
2.1 Meminimalisasi keluhan pelanggan di bidang pelayanan medis / dokter
2.2 Meningkatkan rujukan pasien dari rumah sakit di sekitar RSU.Bunda Thamrin Medan
khususnya dan rumah sakit di luar kota Medan umumnya.
2.3. Menurunkan angka pasien pulang paksa karena di bidang pelayanan medis / dokter .
2.4. Tercapainya pelaksanaan standar pelayanan medis sesuai dengan Keprofesiannya.
Tujuan 3. Menghasilkan semangat kerja yang tinggi, komitmen, produktifitas lebih besar, serta
memberi peluang inovatif dan meningkatkan peran serta pegawai dalam memajukan organisasi.
3.1. Meningkatkan profesionalisme tenaga medis / paramedis / non paramedis
/ non medis dalam memberikan pelayanan kepada pelanggan
3.2. Berkurangnya keluahan pelanggan terhadap pelayanan perawatan / non
perawatan / administrasi / keamanan.
3.3. Terlaksananya asuhan keperawatan dengan baik dan memuaskan
3.4. Tercapainya pelayanan yang efisien dan efektif kepada pelanggan
3.5. Berkurangnya angka absensi dan terlambat masuk kerja pegawai
3.6. Berkurangnya angka turnover pegawai
3.7. Meningkatnya pendapatan atau insentif pegawai.

6
BAB. III
AKUNTABILITAS KINERJA

Dalam pencapaian kinerja melalui kegiatannya RS. Royal Prima Medan diharapkan dapat
meningkatkan penerimaan rumah sakit. Sebagai salah satu kinerja keuangan yang dapat dilihat
dari indikator-indikator seperti tercapainnya cost recovery, Evectivenes, efesiensi, efisien,
liquiditas, solvabilitas, menurunya bed debt. Sedangkan untuk kinerja pelayanan diharapkan
dapat tecapainya volume kegiatan serta bertambahnya diberbagai unit layanan termasuk. Untuk
kepuasan terhadap pasien RS. Royal Prima Medan disamping menyediakan fasilitas sarana dan
prasarana juga dapat memberikan pelayanan prima serta dapat memberikan jaminan keselamatan
pasien dan kenyamanan seperti semakin berkurangnya tingkat komplain serta kecelakaan pasien.
Peningkatan mutu berkelanjutan yang diwujudkan dalam carreer planning dan peningkatan
pendidikan pegawai terbukti dapat memberikan pelayanan terbaik, sehingga RS. Royal Prima
Medan mendapat Image positif dari masyarakat kota Medan khususnya serta masyarakat sekitar
bahkan secara nasional. Hal ini dapat dibuktikan dengan banyaknya perusahaan BUMN maupun
BUMS yang berkerja sama dengan RS. Royal Prima Medan. Penurunan biaya sebagai salah satu
upaya efesiensi / yang dilakukan secara terus menerus / oleh rumah sakit dalam setiap
perbelanjaan rumah sakit. Laporan Akuntabilitas Kinerja RS. Royal Prima Medan. Tercapainya
kinerja RS. Royal Prima Medan tidak terlepas dari disiplinya SDM yang semakin meningkat
dalam hal ini kepatuhan terhadap SOP semakin meningkat.
Hal ini dapat dilihat pada lampiran Output Pelayanan sebagai berikut :

PERBANDINGAN REALISASI OUT PUT PELAYANAN


RS. ROYAL PRIMA MEDAN
SEMESTER I TAHUN 2015

INDIKATOR   Standar Tahun    


KINERJA Satuan Rasio 2010 2011 % Ket
PELAYANAN            
Pertumbuhan Produktivitas            
Kunjungan R. Jalan Orang   9.735 18.252 187 Naik
Kunjungan R. Darurat/ Hari Orang   7.541 11.338 150 Naik
Rata - rata Kunjungan R. Jalan / Hari Orang   27 50 185 Naik
Rata - rata Kunjungan R. Darurat/ Hari Orang   21 31 148 Naik
             
Efisiensi Pelayanan            
Bed Occupancy Ratio (BOR) % 60 - 85 77,5 77,01 -1 Turun
Average Length of Stay (ALOS) Hari 6-9 4,2 4,3 2 Naik
Turn Over (BTO) Kali 40 - 50 5,6 5,4 -4 Turun
Turn Over Internal (TOI) Hari 1-3 1,2 1,3 8 Naik
             
Mutu Pelayanan            
Angka Kematian > 48 Jam (NDR)(‰) (‰) < 25 8,63 10,79 25 Naik
Angka Kematian Umum (GDR)(‰) (‰) < 30 14,32 17,09 19 Naik
             

7
Berdasarkan tabel diatas bahwa capaian indikator pada:
1. Kunjungan Rawat Jalan pada Semester Tahun 2015 meningkat 8.517 orang (87%) artinya
rawat jalan mampu meningkatkan kinerja dari tahun sebelumnya hingga mencapai persentase
187%.
2. Kunjungan IGD pada Semester Tahun 2015 meningkat 3.797 orang (50%) artinya IGD mampu
meningkatkan kinerja dari tahun sebelumnya hingga mencapai persentase 150%.
3. BOR pada Semester Tahun 2015 menurun 0,49 (- 1%) artinya persentase penggunaan tempat
tidur sebenarnya tidak ada penurunan dibandingkan tahun sebelumnya oleh karena ada
pengurangan jumlah tempat tidur sebanyak
4. ALOS pada Semester Tahun 2015 peningkatan 0,1 hari artinya kinerja rumah sakit tetap sama
baik dengan tahun sebelumnya oleh karena angka tersebut masih dalam standar rasio normal dan
kenaikan yang tidak signifikan
5. TOI pada Semester Tahun 2015 meningkat 0,1 hari dari tahun 2010 artinya interval
penggunaan tempat tidur Semester Tahun 2015 lebih lambat dari tahun 2010 namun masih ada
pada ratio (1 -3 hari)
6. BTO pada Semester Tahun 2015 menurun menjadi 54 dari tahun 2010 (56 kali) artinya
frekuensi penggunaan tempat tidur lebih sedikit 20 kali dibandingkan dengan tahun 2010
dikhawatirkan sterilisasi tempat tidur lebih terjamin karena masih dibawah standar ratio (40-50
kali)
7. NDR pada Semester Tahun 2015 meningkat 25 % artinya rumah sakit mampu meningkatkan
kinerja disertai fasilitas yang tersedia walaupun ada sedikit peningkatan angka NDR dari tahun
sebelumnya yang menunjukan banyak pasien yang kondisi berat di rujukan dari rumah sakit
sekitarnya.
8. GDR pada Semester Tahun 2015 meningkat 19 % artinya pelayanan rumah sakit semakin
meningkat sehingga banyak pasien dengan kondisi berat di rawat di rumah sakit Bunda Thamrin
dan tidak dirujuk karena tersedia tenaga medis dan peralatan.

3.1. Kerangka Pengukuran Kinerja


Media Pengukuran Kinerja dalam Laporan Akuntanbilitas Kinerja adalah :
Formulir Pengukuran Kinerja Kegiatan dilakukan dengan menggunakan indicator kinerja
kegiatan .
Beberapa jenis indikator kinerja yang digunakan dalam pelaksanaan pengukuran kinerja kegiatan
adalah :
3.1.1. Indikator masukan ( input ) adalah segala sesuatu yang dibutuhkan agar pelaksanaan
kegiatan dapat berjalan untuk menghasilkan keluaran.
3.1.2. Indikator keluaran ( output ) adalah suatu yang diharapkan langsung dicapai dari suatu
kegiatan yang dapat berupa fisik dan atau non fisik. Indikator output yang digunakan bervariasi
mulai dari output terselenggaranya kegiatan yaitu Jumlah kegiatan, Jumlah orang, jumlah laporan

8
dan jumlah barang jasa lainnya dari hasil pelayanan ataupun pelaksanaan tugas lainnya, dengan
satuan kegiatan orang, paket, buah,unit, rupiah dan sebagainya.
3.1.3. Indikator hasil ( outcome) adalah sesuatu yang mencerminkan berfungsinya output
kegiatan pada jangka menengah (efek langsung).
3.2. Pengukuran Pencapaian sasaran ( PPS )
Pengukuran tingkat pencapaian sasaran didasarkan pada data hasil pengukuran Kinerja Kegiatan.
Perhitungan persentase pencapaian rencana tingkat capaian ( target ) baik dalam PKK maupun
PPS memperhatikan karakteristik komponen realisasi dalam kondisi :
Semakin tinggi realisasi menunjukan semakin baiknya pencapaian kinerja maka
menggunakan rumus :
Realisasi
% Pencapaian Rencana Tingkat Capaian = ---------------- x 100 %
Target
Berdasarkan Pengukuran Kinerja Kegiatan dan Pengukuran Pencapaian Sasaran , dilakukan
evaluasi terhadap pencapaian setiap indikator kinerja untuk memberikan penjelasan
keberhasilan / kegagalan pelaksanaan suatu kegiatan dan pencapaian sasaran. Evaluasi bertujuan
agar diketahui pencapaian realisasi, kemajuan pencapaian visi dan misi, serta agar dapat dinilai
dan dipelajari guna perbaikan pelaksanaan program/kegiatan dimasa yang akan datang. Laporan
Akuntanbilitas Kinerja RS. Royal Prima Medan, Setelah evaluasi kinerja, selanjutnya dilakukan
analisis efisiensi dan efektifitas. Analisis efisiensi dilakukan dengan membandingkan antara
dengan baik untuk rencana maupun realisasi. Analisis ini menggambarkan tingkat efisiensi
yang dilakukan dengan memberikan data nilai output per unit yang dihasilkan oleh suatu input
tertentu. Efisiensi terjadi karena dengan realisasi masukan yang lebih kecil dari target, realisasi
keluaran tetap diperoleh keluaran sesuai dengan targetnya, ataupun realisasi masukan yang sesuai
dengan targetnya, diperoleh realisasi keluaran yang lebih besar dari targetnya. Hal ini juga
menunjukkan bahwa realisasi melampaui target. Analisis efektifitas yang menggambarkan
tingkat kesesuaian antara sasaran dan tujuan dengan hasil ), selain itu analisis ini juga
dilakukan terhadap setiap perbedaan kinerja ( ferformance gap ) yang terjadi baik terhadap
penyebab terjadinya gap maupun strategi pemecahan masalah yang telah dan akan dilaksanakan.

9
3.3. Evaluasi dan Analisa Pencapaian Sasaran
RS. Royal Prima Medan telah melaksanakan tugas dalam rangka mencapai tujuan dan sasaran
yang telah ditetapkan dalam Renstra RS. Royal Prima Medan. Semester I Tahun 2015.
Evaluasi dan Analisa Pencapaian sasaran dapat dilihat dari table dibawah ini :
INDIKATOR   Standar Proyeksi Realisasi Prpgnosis  
Tahun Semester I
KINERJA Satuan Rasio Ket
2015 Tahun 2015
PELAYANAN          
Pertumbuhan Produktivitas            
Kunjungan R. Jalan Orang   14.601 18.252 125 Naik
Kunjungan R. Darurat Orang   9.070 11.338 125 Naik
Rata - rata Kunjungan R. Jalan /
Hari Orang   40 50 125 Naik
Rata - rata Kunjungan R. Darurat/
Hari Orang   25 31 124 Naik
         
Efisiensi Pelayanan            
Bed Occupancy Ratio (BOR) % 60 - 85 70 77,01 10 Naik
Average Length of Stay (ALOS) Hari 6-9 4 4,3 8 Naik
Turn Over (BTO) Kali 40 - 50 6 5,4 -10 Turun
Turn Over Internal (TOI) Hari 1-3 2 1,3 -35 Turun
             
Mutu Pelayanan            
Angka Kematian > 48 Jam (NDR) (‰) < 25 < 25 10,79 -56,84 Turun
Angka Kematian Umum (GDR) (‰) < 30 < 30 17,09 -43,03 Turun
             

Dalam pencapaian sasaran pelayanan yang dijadikan dasar ukuran adalah indikator kunjungan
Rawat Jalan, Kunjungan IGD Rawat Inap melalui perhitungan BOR, ALOS, TOI, BTO, NDR
dan GDR dengan menggunakan standar pelayanan Minimal (SPM) sebagai dasar ratio kelayakan.
Jumlah Kunjungan pasien baik kunjungan ke rawat jalan maupun IGD sangat berpengaruh
terhadap kredibilitas rumah sakit dalam optimalisasi dan responsifitas pelayanan, sedangkan
indikator BOR sangat menentukan tingkat kepadatan penggunaan tempat tidur, ALOS
menggambarkan rata-rata lamanya perawatan, TOI menggambarkan interval pemakaian tempat
tidur dengan kekosongannya, BTO menunjukan frekuensi pemakaian tempat tidur dalam setahun,
NDR merupakan gambaran angka kematian >48 jam artinya kinerja pelayanan rumah sakit
setelah pasien dirawat diharapkan dapat menurunkan angka tersebut, demikian pula halnya
dengan GDR dengan menggambarkan angka kematian umum diharapkan setiap tahunnya
menurun.
1. Dalam pencapaian indikator kunjungan rawat jalan mencapai 18.252 orang dari target
14.601 orang artinya unit pelayanan rawat jalan mampu meningkatkan kinerja hingga
mencapai 125%.
2. Untuk mencapai target kunjungan IGD dapat meningkatkan jumlah kunjungan dari 9.070
orang menjadi 11.338 orang artinya IGD dapat meningkatkan responsifitas pelayanan
hingga 125%.

10
3. BOR dalam target capaian indikator 70%, namun realisasinya mencapai 77.01 % artinya
rumah sakit dapat meningkatkan kinerja dalam pemanfaatan kapasitas tempat tidur hingga
mencapai 110%.
4. ALOS dari target capaian indikator 4 hari, realisasi mencapai 4,3 hari artinya lama rawat
pasien meningkat namun masih ada dibawah standar norman (6-9 hari) artinya rumah
sakit masih dapat memberikan pelayanan lebih cepat hingga mencapai persentase 108%
5. Dalam pencapaian target indikator TOI dari 2 hari realisasinya 1,3 hari ( 135 % )artinya
rumah sakit mampu bekerja dengan interval penggunaa tempat tidur lebih cepat
6. Untuk mencapai indikator BTO rumah sakit sudah mampu menurunkan frekuensi
pemakaian tempat tidur dari 60 kali hingga mencapai angka 54 kali ( - 10%) artinya
sterilisasi fasilitas tempat tidur hampir mendekati pada standar ratio (40-50 kali).
7. NDR dari target capaian indicator < 25 , realisasinya mencapai 10,79 artinya rumah sakit
dapat menekan angka kematian > 48 jam dengan fasilitas dan kapasitas yang tersedia dan
ada pada standar ratio <25 per 1000 penderita keluar.
8. Demikian pula untuk GDR rumah sakit telah mampu menekan angka kematian umum
dibawah angka < 30 .

3.4. Akuntabilitas Keuangan


Dalam rangka penyelenggaraan pelayanan kesehatan secara berkesinambungan (survival) RSU
Bunda Thamrin Medan pada awal Semester Tahun 2015, dituntut harus lebih mandiri dalam
melaksanakan fungsinya sebagai Rumah Sakit Swasta yang bergerak di Bidang Pelayanan
Kesehatan. Hal ini tentunya sangat terkait dengan kemampuan keuangan/pendapatan fungsional
yang diperoleh dalam Tahun Anggran 2011 maupun dalam pengalokasian anggaran perbelanjaan
untuk kontinuitas penyelenggaraan fungsinya dalam memberikan layanan terhadap masyarakat
Pada Tahun Anggaran 2011 merupakan kebijakan Renstra RS. Royal Prima Medan Semester
Tahun 2015 – 2015 yang secara bertahap harus mampu menjawab tuntutan masyarakat melalui
Program Pemeliharaan Sarana dan Prasarana Rumah Sakit dalam Kegiatan Peningkatan,
Pengadaan dan Pemeliharaan Sarana dan Prasarana Rumah Sakit yang dapat diimplementasikan
melalui berbagai jenis pelayanan dalam upaya peningkatan pendapatan dan mempertahankan
kualitas/ kuantitas pelayanannnya melalui pengalokasian belanja yang efektif dan efesien dan
berhasil guna untuk masyarakat secara optimal. Paradigma perubahan yang sangat menonjol
dalam pola Penyusunan Anggaran dari pendekatan Tradisional ke Penganggaran Berbasis
Kinerja. Dimana dalam Anggaran berbasis Kinerja lebih berorientasi kepada proses apa yang
akan dihasilkan dalam suatu kegiatan (output). Renstra RS. Royal Prima Medan Semester Tahun
2015 – 2015 yang disusun dan digali dengan top down secara manajemen dan buttom up dari
setiap unit yang ada di RS. Royal Prima Medan yang dikoordinir oleh Bidang/Bagian akan
menjadi Pedoman dalam Perencanaan, Pelaksanaan dan Pengendalian, karena telah diselaraskan
dengan Renstra RS. Royal Prima Medan Semester Tahun 2015 – 2015

11
3.4.1. Pendapatan RS. Royal Prima Medan
    Proyeksi Realisasi  
Semester I
NO. PENDAPATAN Tahun 2015 Prognosis %
Tahun 2015
           
A. Instalasi Gawat Darurat        
  Honor Dokter 313.328.214 379.108.050 65.779.836 21,0
  SMF IGD 366.427.469 443.354.913 76.927.444 21,0
     
B. Rawat Jalan  
  Honor Dokter / Konsultasi 1.197.597.604 1.290.908.902 93.311.298 7,8
  Tindakan non Operatif / SMF 564.386.750 608.361.170 43.974.420 7,8
           
C. Rawat Inap        
  Administrasi Keperawatan 221.664.175 238.935.228 17.271.053 7,8
  Visite Medis / Konsul 2.829.320.990 3.049.768.671 220.447.681 7,8
  Akomodasi / Kamar Rawatan  
  a. Eksekutif 141.571.591 152.602.198 11.030.607 7,8
  b. SVIP 652.381.774 703.212.362 50.830.588 7,8
  c. VIP 1.788.284.732 1.927.619.655 139.334.923 7,8
  d. Kelas I Plus 220.208.293 237.365.910 17.157.618 7,8
  e. Kelas I 2.080.915.648 2.243.051.027 162.135.378 7,8
  f. Kelas II 775.184.645 835.583.467 60.398.823 7,8
  g. Kelas III 117.094.945 126.218.445 9.123.500 7,8
     
     
E. Kamar Bedah  
  Tindakan Operatif  
  a. Khusus 887.427.224 956.571.473 69.144.249 7,8
  b. Besar 1.182.242.761 1.274.357.681 92.114.920 7,8
  c. Sedang 627.583.019 676.481.402 48.898.383 7,8
  d. Kecil 55.502.795 59.827.317 4.324.523 7,8
  f. Upgrade Fee 21.106.125 22.750.617 1.644.492 7,8
     
  Sewa Kamar Operasi  
  a. Khusus 511.672.457 551.539.622 39.867.165 7,8
  b. Besar 629.082.999 678.098.253 49.015.255 7,8
  c. Sedang 137.593.994 148.314.685 10.720.691 7,8
  d. Kecil 21.628.465 23.313.656 1.685.191 7,8
  Anastesi Umum 716.676.432 772.516.564 55.840.132 7,8
     
     
G. Radiologi  
  Radio Diagnostik  
  a. Rontgen 255.017.861 274.887.680 19.869.819 7,8
  b. USG 244.881.690 263.961.745 19.080.055 7,8
  c. CT Scan / MRI 413.145.602 445.336.008 32.190.406 7,8
  d. Radiotherapy 41.084.713 44.285.845 3.201.132 7,8
  e. Mamograhpy  
     
H. Unit Pelayanan Hemodialisa  
  a. Hemodialisa Reguler 831.008.784 895.757.167 64.748.383 7,8
  b. Hemodialisa HFR 112.898.247 121.694.759 8.796.512 7,8

12
     
I. ODC / ODS (One Day Care / Surgery)  
  a. One Day Care  
  b. One Day Surgery  
     
J. Rehabilitasi Medik  
  a. Fisiotherapy 65.874.701 71.007.355 5.132.654 7,8
  b. Home Care  
  c. Lainnya 2.962.752 3.193.597 230.844 7,8
     
Pelayanan Kedokteran Forensik dan
K. Mediko Legal  
  Pemulasaran Jenazah / Formalin 5.306.052 5.719.475 413.423 7,8
  Visum Et Repertum 123.973 133.633 9.659 7,8
     
L. Farmasi  
  a. Obat Rawat Jalan/ Inap 12.581.182.466 13.473.391.714 892.209.248 7,1
  b. Alat Medis / Alat Kesehatan 3.083.817.040 3.324.093.883 240.276.843 7,8
  c. Susu, Suplemen, Obat Luar 29.433.311 31.726.619 2.293.308 7,8
     
M. Fisiologi Klinis  
  a. Treadmill 2.272.842 2.449.931 177.089 7,8
  b. Spirometri / UBT 11.172.773 12.043.304 870.531 7,8
  c. Gastroscopy 92.513.336 99.721.550 7.208.214 7,8
  d. Colonoscopy 20.735.694 22.351.324 1.615.630 7,8
     
N. Operasional Lainnya  
  a. Jasa Perawat Ruangan 287.079.169 309.447.058 22.367.889 7,8
  b. Jasa Perawat OK 242.960.734 261.891.118 18.930.383 7,8
  c. Extra Discount Obat  
  d. Gas Medis 399.589.934 430.724.144 31.134.210 7,8
  e. Ambulance 80.500.748 86.772.996 6.272.248 7,8
  f. Sewa Ruangan  
  g. Pendapatan Sumbangan  
  h. Instalasi Gizi  
  i. Laundry 8.265 8.909 644 7,8
  j. Transfusi Darah 290.192.752 312.803.237 22.610.485 7,8
  k. Pemeriksaan Kesehatan Lainnya 3.687.169 3.974.456 287.287 7,8
     
O. Administrasi Lainnya  
  Administrasi / Kartu Berobat 228.668.766 246.485.585 17.816.819 7,8
  Surat Akte Lahir 826.488 890.884 64.396 7,8
  Surat Keterangan Lahir 4.379.559 4.720.794 341.235 7,8
  Surat keterangan sehat 190.092 204.903 14.811 7,8
  Biaya Materai 3.468.026 3.738.238 270.213 7,8
  JANGAN DIPAKE Tindakan 9.917.855 10.690.608 772.754 7,8
  LAIN-LAIN 36.761.615 39.625.911 2.864.296 7,8
     
P. Peralatan Medik  
  Blanket Warmer / Hari 1.301.718 1.403.142 101.424 7,8
  CPAP / Jam 1.613.304 1.739.006 125.701 7,8
  CPAP / hari 6.479.665 6.984.531 504.866 7,8
  Defribillator - DC Shock / x kejutan 2.297.636 2.476.658 179.021 7,8
  E M G ( ELECTRO MISTACGRAFI) 826.488 890.884 64.396 7,8
13
  EEG ( Elektro Encephalography) 5.359.774 5.777.383 417.609 7,8
  EKG/Kali 23.003.927 24.796.287 1.792.360 7,8
  Fototerapi (Blue Light)/Jam 15.475.573 16.681.358 1.205.785 7,8
  Infant Warmer 165.298 178.177 12.879 7,8
  Infusion Pump / Hari 183.210.878 197.485.827 14.274.949 7,8
  Infusion Pump / Jam 2.914.610 3.141.703 227.093 7,8
  Matras Anti Decubitus  
  Monitoring / Hari 104.391.620 112.525.335 8.133.715 7,8
  Monitoring / Jam 3.485.299 3.756.858 271.559 7,8
  Nebulizer / Kali 29.812.245 32.135.078 2.322.833 7,8
  Oxymetri / Hari 6.540.205 7.049.788 509.583 7,8
  SewA Alat URS 28.927.076 31.180.941 2.253.865 7,8
  Sewa Alat Cystoscopy 8.264.879 8.908.840 643.961 7,8
  Sewa Alat DJ STENT 3.305.952 3.563.536 257.585 7,8
  Sewa Alat Laparascopy 3.305.952 3.563.536 257.585 7,8
  Sewa Alat Laparascopy 46.283.322 49.889.506 3.606.184 7,8
  Sewa Alat TUR 30.993.296 33.408.151 2.414.855 7,8
  Sewa Alat URS + DJ ST 26.034.369 28.062.847 2.028.478 7,8
  Sewa Matras Antidecub 3.694.401 3.982.252 287.851 7,8
  Spirometer / Kali 99.179 106.906 7.728 7,8
  Suction / Hari 20.113.409 21.680.554 1.567.144 7,8
  Suction / Jam 326.173 351.587 25.414 7,8
  Syringe Pump / Hari 100.343.895 108.162.230 7.818.335 7,8
  Syringes Pump / Jam 2.943.743 3.173.106 229.363 7,8
  Thorax Pump / Hari 7.826.840 8.436.672 609.831 7,8
  Treadmill Test / Kali 1.547.599 1.668.180 120.582 7,8
  Ventilator / Hari 308.965.970 333.039.178 24.073.208 7,8
  Ventilator / Jam 18.057.934 19.464.925 1.406.991 7,8
     
3.091.677.06
  TOTAL 39.658.293.344 42.749.970.404 0 7,8
     

Anggaran Pendapatan dan Belanja RS. Royal Prima Medan merupakan penjabaran Rencana
Strategis yang diimplementasikan kedalam RBA Semester Tahun 2015 dan merupakan Rencana
Kerja Tahunan. Seperti kita ketahui bersama bahwa Anggaran Pendapatan merupakan kinerja
revenue center dalam upaya mendapatkan penghasilan unit dimana realisasi empiris riil pada
Bagian Keuangan mencapai Rp 42.749.970.404. dari target Rp 39.658.293.344.sSehingga adanya
kenaikan sebesar Rp 3.091.677.060 (7,8%) dari target 2011.
Arah kebijakan umum Pendapatan dan penambahan asset RS. Royal Prima Medan dapat
digambarkan sebagai berikut :
1. Optimalisasi pendapatan revenue center dari berbagai jenis layanan dan tindakan, serta
diversifikasi layanan dengan adanya Rawat jalan Hemodialisa.
2. Mempertahankan dan meningkatkan Pola Kerja Sama dan Kemitraan bersama Pihak
Ketiga baik Pemerintah (Lintas Sektor ), Swasta (Perusahaan), Organisasi maupun
Masyarakat secara Perorangan.
3. Penetapan target penerimaan berdasarkan perhitungan berbagai tarif kelas pelayanan

14
4. Memberdayakan dan meningkatkan peran SDM dengan memberikan pelayanan
profesional berupa kunjungan pelayanan (home Care) terhadap pasien pasca perawatan .

3.4.2. Belanja RS. Royal Prima Medan


    Proyeksi Realisasi  
Semester I
NO. BIAYA Tahun 2015 Prognosis %
Tahun 2015
           
I. BIAYA OPERASIONAL        
A. Biaya Pegawai / Beban SDM        
  1. Gaji Karyawan 5.360.102.436 5.844.273.140 484.170.704 9,0
  2. Fee Karyawan 30.345.156 33.086.200 2.741.044 9,0
  3. T H R 425.500.000 401.041.281 (24.458.719) -5,7
  4. Pengobatan 160.603.476 175.110.579 14.507.103 9,0
  5. Tunj Cuti 7.875.420 8.586.800 711.380 9,0
  6. Jamsostek 183.124.632 199.666.040 16.541.408 9,0
  7. Transport 1.648.032 1.796.900 148.868 9,0
  8. Insentif 7.714.452 8.411.300 696.848 9,0
  9. Seragam 102.023.140 111.238.750 9.215.610 9,0
  10. Lembur Karyawan 70.845.048 77.244.392 6.399.344 9,0
  11. Pendidikan & Pelatihan 147.546.300 47.885.800 (99.660.500) -67,5
  12. Bonus Karyawan 331.076.787 360.982.500 29.905.713 9,0
  13. Jasa Outsorching
  a. Kebersihan 475.116.384 518.033.000 42.916.616 9,0
  b. Keamanan 169.137.072 184.415.000 15.277.928 9,0
   
Biaya Bahan / Beban Alat Habis
B. Pakai (BAHP)
  1. BAHP Penunjang Medis
  a. Laboratorium 2.200.288.584 2.399.037.640 198.749.056 9,0
  b. Transfusi Darah 285.923.880 311.751.000 25.827.120 9,0
1.016.262.73
  2. BAHP Pokok Obat 11.897.477.999 12.913.740.729 0 8,5
  3. BAHP Alat Medis / Alat Kesehatan
  a. Pemakaian di Ruangan 1.021.133.520 1.113.371.120 92.237.600 9,0
  b. Peralatan Aminties Pasien 10.163.908 11.082.000 918.092 9,0
  4. BAHP Gas Medis
  a. Oksigen, Udara Tekan dan N2O 215.970.564 235.478.900 19.508.336 9,0
   
C. Biaya Umum
  I. Biaya Pemeliharaan
  1. Peralatan Umum
  a. Pemeliharaan Komputer 9.468.420 10.323.700 855.280 9,0
  b. Pemeliharaan Mesin dan Genset 15.160.560 16.530.000 1.369.440 9,0
  c. Pemeliharaan Sumur BOR 39.579.810 43.155.000 3.575.190 9,0
  2. Peralatan Medis
  a. Alat dan Instrumen Medis 16.912.680 18.440.390 1.527.710 9,0
  b. Pemeliharaan Gas Medis 9.171.540 10.000.000 828.460 9,0
  3. Kendaraan
  a. Service dan Sparepart Kendaraan 8.459.376 9.223.500 764.124 9,0
  b. Asuransi Kendaraan 5.869.788 6.400.000 530.212 9,0
  c. Parkir 2.042.772 2.227.300 184.528 9,0

15
  d. STNK 4.599.528 5.015.000 415.472 9,0
  4. Pemeliharaan dan Sarana
  a. Maintenance Program 58.055.880 63.300.000 5.244.120 9,0
  b. AC 29.975.820 32.683.500 2.707.680 9,0
  c. Pemeliharaan Inventaris Lainnya 166.122.480 132.840.000 (33.282.480) -20,0
  5. Rumah Tangga dan Lingkungan
  a. Limbah Medis 17.334.216 18.900.000 1.565.784 9,0
  b. Pemakaian Sanitasi 3.480.600 3.795.000 314.400 9,0
  II. Biaya Rutin
  1. Biaya Makan Dokter 117.587.016 128.208.500 10.621.484 9,0
  2. Biaya Makan Pasien 987.508.692 1.076.709.000 89.200.308 9,0
  3. Biaya Bahan Makanan
  a. Air Minum 64.860.252 70.719.000 5.858.748 9,0
  b. Lobi 11.362.752 12.389.145 1.026.393 9,0
  4. Biaya Bahan Tenun
  5. Biaya Bahan Pencuci
  6. Biaya Alat Tulis Kantor
  a. ATK dan Fotocopy 20.905.776 22.794.175 1.888.399 9,0
  b. Materai 42.090.972 45.893.000 3.802.028 9,0
  7. Biaya Cetakan 14.490.384 15.799.292 1.308.908 9,0
  8. Biaya Alat Rumah Tangga
  a. Perlengkapan Dapur 3.067.692 3.344.800 277.108 9,0
  b. Perlengkapan RSU 515.444.880 562.004.316 46.559.436 9,0
  9. Biaya Teknik
  a. Rekening Air 43.979.028 47.951.600 3.972.572 9,0
  b. Rekening Listrik 1.156.119.436 1.260.550.020 104.430.584 9,0
  c. BBM 20.224.896 22.051.786 1.826.890 9,0
  d. Rekening Telp dan Internet 133.457.556 145.512.600 12.055.044 9,0
  10. Biaya Humas dan Pemasaran
  a. Iuran Masyarakat 14.582.748 15.900.000 1.317.252 9,0
  b. Promosi 221.420.208 241.420.800 20.000.592 9,0
  c. Perjalanan 35.392.812 38.589.800 3.196.988 9,0
  d. Iklan dan Koran 2.697.804 2.941.500 243.696 9,0
  e. Entertaiment 457.844 499.200 41.356 9,0
  11. Biaya Laundry 35.086.656 38.255.992 3.169.336 9,0
   
D. Biaya Operasional Lain
  1. Beban Penyusutan Aset Tetap 1.958.654.148 2.135.576.691 176.922.543 9,0
2. Beban Amortisasi Aset Tidak
  Berwujud
  3. Dana Sosial / Solidaritas
  a. Discount 246.171.024 268.407.320 22.236.296 9,0
  b. Sosial 90.356.964 98.518.790 8.161.826 9,0
  4. Beban Penghapusan Obat 11.612.512 12.661.455 1.048.943 9,0
  5. Beban Penghapusan Piutang 48.202.464 52.556.530 4.354.066 9,0
  6. Beban Peningkatan Mutu 183.383.216 65.500.000 (117.883.216) -64,3
  7. Beban Honor Dokter
  a. Fee Dokter (Komite Medik) 8.162.677 8.900.000 737.323 9,0
  b. Honor Dokter 7.537.463.688 8.218.312.438 680.848.750 9,0
  b. Sewa Alat Medis Dokter 14.247.998 15.535.000 1.287.002 9,0
  8. Beban Operasional Rupa - rupa
  a. Biaya SIP Dokter 712.537 776.900 64.363 9,0
  b. Biaya Surat Izin 385.829.546 420.681.000 34.851.454 9,0

16
  c. Pengiriman Surat 7.052.460 7.689.500 637.040 9,0
  d. Serba-Serbi 48.820.320 53.230.200 4.409.880 9,0
   
II. BIAYA NON OPERASIONAL
  1. Biaya bunga pinjaman Bank 1.551.303 1.691.430 140.127 9,0
2. Biaya administrasi dan provisi
  bank 97.773.324 106.605.057 8.831.733 9,0
  3. Biaya PPH 464.157.400 506.084.101 41.926.701 9,0
  4. Biaya Pajak Bumi Bangunan 44.524.008 48.545.800 4.021.792 9,0
  5. Biaya Lain-lain 3.379.866 3.685.165 305.299 9,0
  6. PPH Final (Bank) 4.536.900 4.946.717 409.817 9,0
   
3.023.325.06
  TOTAL 38.087.180.019 41.110.505.081 2 7,9
   

Anggaran Belanja merupakan jumlah kebutuhan setiap unit yang harus dipenuhi, yang semula
dialokasikan Rp 38.087.180.019. realisasi mencapai Rp 41.110.505.081, adanya kenaikan
perbelanjaan sebesar Rp 3.023.325.062 (7,9%).
Dalam Pengalokasian Belanja Fungsional RS. Royal Prima Medan Tahun Anggaran 2011
meningkat Rp 3.023.325.062 (7,9%). dari proyeksi Semester Tahun 2015 di karenakan
peningkatan jumlah pasien dan penambahan peralatan kesehatan diluar perencanaan.

BAB IV
PENUTUP

Sebagai bagian penutup Laporan Akuntabilitas Kinerja RS. Royal Prima Medan Semester
Tahun 2015 disimpulkan bahwa secara umum RS. Royal Prima Medan telah memperlihatkan
pencapaian kinerja yang baik. Hal ini sekaligus menunjukan adanya komitmen RS. Royal Prima
Medan untuk mewujudkan Visi RS. Royal Prima Medan. Pada tahun 2015 menjadi rumah sakit
terdepan dalam memberikan pelayanan yang bermutu. Seluruh capaian kinerja tersebut, telah
memberi pelajaran yang sangat berharga untuk meningkatkan kinerja dimasa-masa mendatang.
Oleh sebab itu, sesuai dengan hasil analisa atas capaian kinerja 2011, kami merumuskan beberapa
langkah penting sebagai strategi pemecahan masalah yang akan dijadikan bahan pertimbangan
dimasa mendatang, yaitu sebagai berikut:
1. Lebih mendorong pengembangan kebijakan RS. Royal Prima Medan berfokus pada
perencanaan, pelaksanaan, pengawasan dan evaluasi.
2. Penyusunan kinerja yang lebih baik dengan merumuskan sasaran yang tidak terlalu
banyak namun dapat menggambarkan rencana kinerja tahunan yang merupakan tahapan
untuk mencapai visi dan misi RS. Royal Prima Medan secara lebih baik dan mudah
dipahami dan tidak semata-mata merupakan kumpulan dari sasaran yang ditetapkan RS.
Royal Prima Medan.

17
3. Mekanisme pengumpulan data kinerja akan diperbaiki secara bertahap akurat. Selain itu,
agar perencanaan pelayanan disusun dapat dievaluasi dan diperbandingkan kinerjannya.
Maka perencanaan Pelayanan RS. Royal Prima Medan lebih didasarkan kepada informasi
yang terukur, sehingga pencapaian hasil hasil potensi RS. Royal Prima Medan yang ada
dapat lebih dimanfaatkan oleh masyarakat.
4. Lebih meningkatkan disiplin anggaran yang mencakup pada ketaatan terhadap
ketentuan/peraturan perundang-undangan yang berlaku serta ketepatan waktu
pelaksanaan.
5. Tetap konsisten untuk melakukan koordinasi dengan unit-unit kerja yang berada dalam
lingkungan RS. Royal Prima Medan.
6. Mekanisme untuk pengadaan barang/jasa dilakukan berdasarkan prinsip efesiensi, efektif,
transparan, bersaing, adil / tidak diskriminatif, akuntable dan praktek bisnis yang sehat
serta fleksibilitas bila terdapat alas an efektivitas atau efesiensi.
Sebagai akhir kata, RS. Royal Prima Medan mengharapkan agar Laporan Akuntabilitas Kinerja
RS. Royal Prima Medan ini dapat memenuhi kewajiban akuntabilitas kepada para khususnya dan
sebagai sumber informasi penting dalam mengambil keputusan guna peningkatan kinerja RS.
Royal Prima Medan.

18