Anda di halaman 1dari 12

HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN KESEMBUHAN

KLIEN GANGGUAN HALUSINASI DI DESA KUDAILE WILAYAH


PUSKESMAS SLAWI KABUPATEN TEGAL 2019

Filadelfia Nindya Mangatta1), Firman Hidayat2), Khodijah 3)


1)
Program Studi Sarjana Keperawatan dan Ners, STIKes Bhakti Mandala
Husada Slawi 52416, Tegal Indonesia
2) 3)
Dosen STIKes Bhakti Mandala Husada Slawi 52416, Tegal Indonesia

Email: delfiamangatta21@gmail.com

ABSTRAK

Halusinasi merupakan hilangnya kemampuan manusia dalam membedakan


rangsangan pikiran dan dunia luar, sehingga perlu penanganan yang baik agar
membantu proses kesembuhan klien. Proses kesembuhan klien ini tidak hanya
tergantung pada terapi farmakologi saja, tetapi perlu adanya dukungan keluarga
sebagai pemberi solusi apabila ada masalah. Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui dukungan keluarga dengan kesembuhan klien gangguan halusinasi di
Desa Kudaile Wilayah Puskesmas Slawi Kabupaten Tegal. Penelitian ini
merupakan penelitian kuantitatif dengan desain korelasi dengan pendekatancross
sectional. Teknik sampling yang digunakan total sampling dengan besar sampel
40 responden. Hasil analisis data menggunakan chi-square menunjukkan p value
0,013 (p<0,005) yang berarti ada hubungan antara dukungan keluarga dengan
kesembuhan klien gangguan halusinasi. Diharapkan keluarga memberikan
dukungan kepada anggota keluarga yang mengalami gangguan halusinasi untuk
membantu kesembuhan klien.

Kata Kunci: Dukungan Keluarga, Kesembuhan, Halusinasi.


RELATIONSHIP OF FAMILY SUPPORT WITH HEALING OF
HALUSINATION DISORDERS CLIENTS IN KUDAILE VILLAGE
SLAWI HEALTH CENTER DISTRICTS 2019

Filadelfia Nindya Mangatta1), Firman Hidayat2), Khodijah 3)


1)
Program Studi Sarjana Keperawatan dan Ners, STIKes Bhakti Mandala Husada
Slawi 52416, Tegal Indonesia
2) 3)
Dosen STIKes Bhakti Mandala Husada Slawi 52416, Tegal Indonesia

Email: delfiamangatta21@gmail.com

ABSTRACT

Hallucinations are the ability of humans to distinguish the stimulation of the mind
and the outsida world, need goo help so that the healing process client. This
client’s recovery process does not only depend on pharmacological therapy, but
also needs family support as the solution provider if there is a problem. This study
aims to determine family support by healing clients of hallucinatory disorders in
Kudaile Village, Slawi Community Health Center, Tegal Regency. This research
is a quantitative study with a correlation design with a cross sectional design. The
sampling technique used is total sampling technique with a sample size of 40
respondents. Data was taken using questionnaires and observations and
observations and analyzed by alternative hypothesis chi-square tests accepted if
the significance level was ≤ 0.05. The results of data analysis using chi-square
showed p value 0.013 (p <0.005) which means that there is a relationship between
family support and the healing of hallucinatory disorder clients. It is expected that
the family provides support to family members who experience hallucinatory
disorders to help clients recover.

Keywords: Family Support, Healing, Hallucinations.


PENDAHULUAN
Proses globalisasi dan WHO di 14 negara menunjukkan
pesatnya kemajuan teknologi bahwa negara-negara berkembang
memberikan dampak terhadap nilai ada sekitar 76-85% kasus gangguan
sosial dan budaya pada masyarakat. jiwa parah tidak dapat pengobatan
Disisilain, tidak semua orang apapun pada tahun utama (Nasution,
memiliki kemampuan yang sama 2015).
untuk menyesuaikan dengan
berbagai perubahan konflik dan stres Data rekam medik
tersebut. Menurut data dari World Rumah Sakit Jiwa Daerah Dr.Amino
Health Organization (WHO) Gondohutomo Jawa Tengah (2017),
masalah gangguan kesehatan jiwa di menunjukkan bahwa 68% klien
seluruh dunia memangsudah menjadi rawat inap dari tahun 2013 sampai
masalah yang sangat serius.WHO 2016 adalah klien yang mempunyai
menyatakan paling tidak ada satu riwayat pernah masuk kerumah sakit
dari empat orang di dunia mengalami jiwa sebelumnya, sebagian besar
masalah mental (Direktorat Bina klien mengalami halusinasi. Klien
PelayananKeperawatandan dengan halusinasi di perkirakan akan
Pelayanan Medik Departemen sembuh 50% padatahun pertama,
Kesehatan, 2015). 70% pada tahun kedua, dan 100%
pada tahun kelima setelah pulang
Data yang dikeluarkan oleh
dari rumah sakit. Hal ini
Badan Kesehatan Dunia (WHO)
menunjukkan bahwa fenomena
pada tahun 2011 menyebut bahwa
kesembuhan pada klien gangguan
diperkirakan ada 27 juta penduduk
jiwa di wilayah kota semarang sangat
Indonesia mengalami gangguan
tinggi di bandingkan dengan jumlah
kejiwaan dari tingkat ringan hingga
klien baru yang belum pernah
berat. Sebaliknya departemen
mengalami gangguan jiwa
kesehatan menyebut jumlah
sebelumnya (Ryandini, 2017).
penderita ganggan jiwa berat sebesar
2,6 juta jiwa, yang diambil dari data
Pada tahun 2017
RSJ Se-Indonesia. Pada studi terbaru
pemerintah kabupaten Tegal
melakukan program penanganan Slawi data pasien yang memerlukan
terhadap orang dengan gangguan perawatan pada tahun 2018 dari
jiwa. Total temuan dari 29 bulan Februari sampai sekarang
puskesmas di Kabupaten Tegal yakni terdapat 60 klien gangguan jiwa
mencapai 1.161, dengan total dengan halusinasi yang melakukan
gangguan jiwa ringan 244 orang rawat jalan.
dengan gangguanjiwaberat 863
orang.Tahun 2017 ada 140 orang Hasil wawancara dari
pengidap penyakit gangguan jiwa di petugas kesehatan jiwa di puskesmas
Puskesmas Slawi. Puskesmas Slawi slawi mengatakan bahwa dukungan
mencatat ada 59 orang gangguan keluarga terhadap klien gangguan
jiwa berat dan 81 gangguan jiwa jiwa di slawi sangatlah kurang
ringan. Untuk mencapai kesembuhan karena banyak keluarga yang
yang optimal, makaperlupenanganan membiarkan anggota keluarganya
yang baik bagi Klien gangguan jiwa yang mengalami gangguan jiwa tidak
ini. Penanangan ini dapat berjalan mempedulikan klien keluar dan tidak
dengan baik, apabila ada dukungan kembali lagi ke rumah, dan ada juga
dari berbagai pihak, salah satunya keluarga yang tidak mengakui klien
dari keluarga. sebagai keluarganya.

Dari data rekapitulasi dari Dari penjelasan tersebut,


bulan Januari sampai September dapat disimpulkan bahwa dampak
tahun 2015 di Puskesmas Slawi yang ditimbulkan dari dukungan
Kecamatan Slawi Kabupaten Tegal keluarga dengan kesembuhan klien
terdapat klien gangguan jiwa dengan halusinasi dapat memunculkan
masalah halusinasi sebanyak 50 berbagai macam reaksi bagi klien.
klien, dengan klien laki-laki ada 30 Reaksi yang ditunjukkan klien dapat
orang pasien, sedangkan yang berupa reaksi positif maupun reaksi
perempuan sebanyak 20 orang. Hasil negatif terhadapa proses
wawancara dengan salah satu kesembuhannya.
petugas kesehatan di Puskesmas
Ada beberapa peneliti umpan yang balik tentang apa yang
yang sudah melakukan penelitian dilakukan seseorang. Kedua yaitu
mengenai dukungan keluarga dengan Dukungan Penilaian, keluarga
kesembuhan klien gangguan bertindak sebagai sebuah bimbingan
halusinasi namun didalam penelitian umpan balik, membimbing dan
in terbukti jelas bahwa dukungan menangani pemecahan masalah dan
keluarga sangat penting bagi klien sebagai sumber dan validator
untuk dijadikan motivasi untuk identitas keluarga. Ketiga yaitu
menjalani proses kesembuhan, yang Dukungan Instrumental, dukungan
merupakan metode penelitian yang ini meliputi penyediaan dukungan
terbukti dalam meningkatkan jasmani seperti pelayanan, bantuan
dukungan keluarga dalam proses finansial dengan menyediakan dana
kesembuhan klien sehingga mampu untuk biaya pengobatan dan material
memberikan perubahan pada berupa bantuan nyata, Instrumental
masalah perilaku klien, memperbaiki support/material support merupakan
hubungan keluarga dengan klien, suatu kondisi dimana benda atau jasa
serta dapat meredukasi dampak akan membantu memecahkan
negatif dari disfungsi pikiran klien masalah kritis, termasuk didalamnya
seperti stres dalam menjalani bantuan langsung seperti saat
pengobatan, seseorang membantu pekerjaan
sehar-hari, menyediakan informasi
Menurut Chaplan dan fasilitas, menjaga dan merawat
menerangkan dukungan keluarga saat sakit serta dapat membantu
oleh beberapa faktor yang pertama dapat menyelesaikan masalah.
yaitu Dukungan Informasi, keluarga Keempat yaitu Dukungan Emosional,
sebagai kolektor dan penyebar keluarga sebagai sebuah tempat yang
informasi tentang dunia. Dukungan aman dan damai untuk istirahat dan
ini meliputi jaringan komunikasi dan pemulihan serta membantu
tanggung jawab klien dirumah atau penguasaan terhadap emosi.
di rumah sakit jiwa, memberikan Dukungan emosional memberikan
nasehat, penghargaan, saran, atau pasien perasaan nyaman, merasa
dicintai meskipun saat mengalami Halusinasi di Desa Kudaile Tahun
masalah, bantuan dalam bentuk 2019
semangat, empati, rasa percaya, Dukung Frekue Perse
an nsi (n) ntase
perhatian sehingga individu yang
menerimanya merasa berharga. Keluarg
a
Tinggi 11 27,5
METODE PENELITIAN Sedang 25 62,5
Jenis penelitian ini yaitu Rendah 4 10
kuantitatif menggunakan pendekatan Total 40 100
cross sectional dengan menggunakan
desain korelasi. Penelitian ini Berdasarkan hasil penelitian
dilaksanakan pada 8 – 10 Juli 2019 didapatkan bahwa sebagian
di Desa Kudaile dengan populasi dukungan keluarga yang diberikan
keluarga klien . Sampel berjumlah 40 kepada klien halusinasi tinggi 11
keluarga klien gangguan halusinasi. responden (27,5%)sedang 25
responden (62,5%), dan yaang
Pengambilan data di Desa memberikan dukungan keluarga
Kudaile dengan menggunakan rendah 4 responden (10%).
kuesioner dan obsevasi yang dibuat
oleh Munir Muttar pada tahun 2011. Tabel 2 Distribusi Frekuensi
Analisis univariat ditampilkan Kesembuhan Klien Gangguan
dengan distribusi frekuensi yaitu Halusinasi di Desa Kudaile Tahun
penyajian data berupa jumlah dan 2019
prosentase. Analisis bivariat Kesembuha Frekuens Prosentas
menggunakan uji Chi-Square untuk n i (n) e (%)
Sembuh 32 80
mengetahui hubungan dukungan Tidak 8 20
keluarga dengan kesembuhan klien Sembuh
T.otal 40 100
gangguan halusinasi.
HASIL PENELITIAN
Hasil penelitian menunjukkan
Tabel 1 Distribusi Frekuensi
bahwa terlihat dari 40 klien
Dukungan Keluarga Klien Gangguan
gangguan halusinasi paling banyak
dinyatakan sembuh selama proses (80%) dan 8 klien (20%) dinyatakan
pengobatan dengan jumlah 32 klien tidak sembuh.

Tabel 3 Hubungan Dukungan Keluarga dengan Gangguan Jiwa Halusinasi di


Desa Kudaile Tahun 2019
Dukungan Kesembuhan Klien Halusinasi Total Sig P value
Sembuh Tidak Sembuh
Keluarga
n % N % N %
Tinggi 10 25 1 2,5 11 27,5 8,631 0,013
Sedang 21 52,5 4 10 25 62,5
Rendah 1 2,5 3 7,5 4 10
Total 32 80 8 20 40 100
kontrol ke puskesmas sesuai jadwal
Tabel 3 menjelaskan hasil kontrol. Sedangkan dari dukungan
penelitian menunjukkan bahwa dari keluarga yang rendah 1 responden
40 responden, mayoritas dari (2,5%) dinyatakan sembuh dan
dukungan keluarga yang sedang dinyatakan tidak sembuh dengan
terdapat 21 responden (52,5%) dukungan keluarga rendah ada3
dinyatakan sembuh dan dinyatakan responden (7,5%). Responden yang
tidak sembuh dengan dukungan memiliki dukungan keluarga rendah
keluarga yang sedang ada 4 sebanyak 1 responden dinyatakan
responden (10%). Dari dukungan sembuh meskipun dari dukungan
keluarga tinggi terdapat 10 (25%) keluarga rendah karena klien
dinyatakan sembuh dan dinyatakan mendapatkan motivasi dari
tidak sembuh dengan dukungan lingkungan tempat tinggal dan sering
keluarga tinggi ada 1 responden mengontrolkan kesehatannya ke
(2,5%)karena klien tersebut tidak puskesmas secara teratur.Untuk
mengonsumsi obat secara teratur dan menilai hubungan dukungan
rajin mengontrol meskipun keluarga keluarga dengan klien gangguan jiwa
sudah mengingatkan untuk selalu halusinasi di wilayah kerja
Puskesmas Slawi, maka dilakukan
analisIS bivariat dengan
menggunakan uji statistik chi-square penyembuhan dan pemulihan.
dengan tingkat kemaknaan 5% (α : Apabila dukungan semacam ini tidak
0,05) maka diperoleh hasil pvalue ada, maka keberhasilan program
0,013, artinya Ho ditolak dan Ha penyembuhan dan pemulihan akan
diterima. Hal ini menunjukkan sangat berkurang. Namun untuk
bahwa ada hubungan antara penyakit yang serius atau penyakit
dukungan keluarga dengan yang mengancam jiwa, krisis
kesembuhan klien gangguan jiwa keluargapun bisa terjadi, dimana
halusinasi di Desa Kudaile. keluarga mengalami kekacauan
sebentar sebagai respon terhadap
PEMBAHASAN kekuatan stressor (Keliat, 2013).
Tabel 1 menyebutkan Peneliti berpendapat bahwa
bahwa sebagian besar dukungn dukungan keluarga yang lebih
keluarga yang diberikan pada klien banyak adalah dukungan keluarga
gangguan halusinasi adalah yang sedang dibandingkan dengan
dukungan keluarga sedang dengan dukungan keluarga yang tinggi dan
jumlah 25 responden (62,5%) rendah. Responden mempunyai
sisanya dukungan keluarga tinggi ada dukungan keluarga yang tinggi
11 responden (27,5%), dan dukungan dimana keluarga memiliki kewajiban
keluarga rendah 4 responden (10%). untuk saling memberi dukungan
Dukungan keluarga dengan anggota keluarga yang
merupakan bagian dari dukungan lainnya karena tanpa dukungan dari
sosial yang berfungsi sebagai sistem keluarga individu merasa sendiri dan
pendukung anggota-anggotanya dan tidak memiliki siapa-siapa sehingga
ditujukan untuk meningkatkan meningkatkan pikiran yang memicu
kesehatan dan proses tingkat stres dan menurunkan
adaptasi.Keluarga memainkan motivasi klien untuk sembuh. Hasil
sebuah peran yang sangat penting darikuesioner yang telah diberikan
dalam menentukan perilaku anggota kepada klien sebagian besar klien
keluarganya yang sakit, bersifat yang mendapatkan dukungan
mendukung selama masa keluarga kategori sedang dan tinggi
mendapatkan dukungan emosional menghentikan sendiri obat tanpa
yang tinggi pula dari keluarga, persetujuan dari dokter, kurangnya
ditandai dengan keluarga yang selalu dukungan darikeluarga dan
menunggu klien ketika kontrol dan masyarakat, serta adanya masalah
berobat ke puskesmas, keluarga yang kehidupan yang berat yang membuat
selalu memperhatikan keadaan klien stres (Akbar, 2008).
selama sakit, keluarga yang selalu Peneliti berpendapat dari
berusaha mendengarkan setiap kali hasil penelitian terlihat bahwa di
klien mengeluh mengenai Desa Kudaile kebanyakan klien
penyakitnya atau keadaannya dan gangguan halusinasi dinyatakan
keluarga selalu ramah dalam sembuh. Dimana klien menerima
membantu klien dalam memenuhi atau diberikan dukungan yang baik
kebutuhan klien. dari anggota keluarganya seperti
Tabel 2 menjelaskan bahwa memberi suport mengingatkan klien
dari 40 klien gangguan halusinasi untuk teratur dalam proses kontrol
terdapat 32 klien (80%) dinyatakan dan menggunakan obat secara teratur
sembuh selama proses pengobatan sehingga memotivasi klien untuk
dan 8 klien (20%) dinyatakan tidak sembuh kembali. Dukungan keluarga
sembuh. dapat memperkuat setiap individu,
Untuk mencapai kondisi menciptakan kekuatan keluarga,
sembuh dan dapat berfungsi, seorang memperbesar penghargaan terhadap
pasien halusinasi memerlukan diri sendiri, dan mempunyai
medikasi, konsultasi psikologis, potensise bagai strategi pencegahan
bimbingan social, latihan yang utama bagi seluruh keluarga
keterampilan kerja, dan kesempatan dalam menghadapi tantangan
yang sama untuk semuanya seperti kehidupan sehari-hari. Klien yang
anggota masyarakat lainnya. paling beresiko untuk sulit sembuh
Beberapa hal yang bisa memicu adalah klien yang berasal dari
kesembuhan halusinasi, antara lain keluarga dengan suasana
tidak minum obat dan tidak kontrol permusuhan keluarga yang
ke dokter secarateratur,
berlebihan dan terlalu protektif tidak mengonsumsi obat secara
terhadap penderita. teratur dan rajin untuk mengontrol
Tabel 3 menjelaskan hasil meskipun keluarga sudah
analisis data dengan uji chi- mengingatkan untuk selalu kontrol
squareyang dilakukam kepada 40 ke puskesmas., Responden yang
responden yang telah mengisi memiliki dukungan keluarga renda
kuesioner menunjukkan pvalue = sebanyak 1 responden (2,5%)
0,013<0,05 berarti terdapat dinyatakan sembuh meskipun dari
hubungan antara dukungan keluarga dukungan keluarga rendah karena
dengan kesembuhan klien gangguan klien mendapatkan motivasi dari
halusinasi di Desa Kudaile Wilayah lingkungan tempat tinggal dan sering
Kerja Puskesmas Slawi Kabupaten mengontrolkan kesehatannya ke
Tegal.Hasil penelitian yang Puskesmas secara teratur.
didapatkan bahwa dukungan Untuk mencapai kondisi
keluarga tinggi mayoritas memiliki sembuh dan dapat berfungsi, seorang
dukungan keluarga yang sedang pasien halusinasi memerlukan
sebanyah 21 responden (52,5%) medikasi, konsultasi psikologis,
dimana responden cenderung bimbingan sosial, latihan
menerima dukungan yang baik dari keterampilan kerja, dan kesempatan
anggota keluarga pada dirinya. yang sama untuk semuanya seperti
Individu klien mengalami perhatian anggota masyarakat lainnya. Selain
yang dapat memotivasi klien untuk itu ada program terapi residensial,
melakukan sesuatu hal yang lebih yaitu tempat semacam asrama bagi
banyak jika diberikan arahan oleh pasien halusinasi yang sudah relatif
keluarga. Responden yang memiliki tenangtetapi masih memerlukan
dukungan keluarga tinggi sebanyak rehabilitasi, latihan keterampilan
10 responden (25%) dimana sebagian lebih lanjut dapat hidup dalam
responden mengalami dukungan suasana lingkungan seperti keluarga
keluarga yang tinggi terdapat 1 (Supit, 2011).
responden yang dinyatakan tidak Peneliti menyimpulkan
sembuh karena responden tersebut bahwa dukungan keluarga memiliki
pengaruh yang besar terhadap sedang, klien gangguan halusinasi di
kesembuhan. Semakin tinggi atau Desa Kudaile mayoritas sembuh dan
positif dukungan keluarga seseorang terdapat hubungan dukungan
maka semakin banyak klien yang keluarga dengan kesembuhan klien
akan sembuh dan semakin rendah halusinasi di Desa Kudaile Wilayah
dukungan keluarga maka semakin Puskesmas Slawi Kabupaten Tegal.
tinggi klien tidak sembuh. Dukungan
keluarga yang baik merupakan hal SARAN
penting dalam proses kesembuhan 1. Sebaiknya keluarga yang memiliki
penyakit seseorang. Untukitu anggota keluarga dengan
diharapkan keluarga harus gangguan halusinasi memberikan
memberikan dukungan pada semua dukungan yang baik agar
seseorang yang dalam keadaan lemah meningkatkan kesembuhan klien
dan sakit agar bisa sembuh kembali. halusinasi.
Dukungan keluarga yang membuat 2. Dapat menjadi bahan masukan
keyakinan klien akan kesembuhan yang bermanfaat untuk
tentang dirinya meningkat, perkembangan ilmu keperawatan
menyebabkan klien mempunyai yaitu dukungan keluarga
semangat dan motivasi dalam proses merupakan salah satu faktor yang
penyembuhan dan rehabilitasi mempengaruhi kesembuhan klien
dirinya, karena menurut teori suasana halusinasi.
keluarga yang mendukung, 3. Bagi peneliti selanjutnya
menghargai dan mempunyai diharapkan agar dapat meneliti
pandangan positif menghasilkan tingkat kesembuhan klien
perasaan positif yang berarti. halusinasi dengan diperbanyak
lagi sampel yang akan digunakan
SIMPULAN untuk menyempurnakan hasil
Dalam penelitian ini dapat penelitian.
disimpulkan bahwa dukungan
keluarga yang diberikan kepada klien UCAPAN TERIMA KASIH
gangguan halusinasi mayoritas
Terlaksananya penelitian ini
karena bantuan dari banyak pihak,
untuk itu peneliti mengucapkan
terimakasih kepada:
1. Kedua orang tua dan keluarga
atas doa dan motivasinya
yang diberikan.
2. Dosen pembimbing serta
penguji STIKes Bhamada
Slawi.
3. Puskesma Slawi
4. Sahabat dan teman
seperjuangan.

DAFTAR PUSTAKA