Anda di halaman 1dari 22

AKUNTANSI PERTANGGUNGJAWABAN SOSIAL

NAMA : TELTIN AMELIA. LATUPEIRISSA

NPM : 12162201170017

PROGRAM STUDI AKUNTANSI

FALKUTAS EKONOMI

UNIVERSITAS KRISTEN INDONESIA MALUKU

2020

1
KATA PENGANTAR

Puji syukur kita kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena atas rahmat dan karunia-
Nya penulis dapat menyelesaikan tugas makalah ini yang berjudul ‘’Akuntansi
Pertanggungjawaban Sosial di Perusahaan’’. Adapun tujuan dari pembuatan makalah
ini adalah untuk memenuhi tugas Mata Kuliah Teori Akuntansi.

Meskipun dalam penyusunan makalah ini penulis banyak menemukan hambatan


dan kesulitan, tetapi karena motivasi dan dorongan dari berbagai pihak makalah ini dapat
terselesaikan. Penulis menyadari bahwa pada penulisan makalah ini masih banyak
terdapat kekurangan. Oleh karena itu penulis mengharapkan saran dan kritik dari semua
pihak yang membaca makalah ini yang bersifat membangun untuk kesempurnaan
makalah ini.

Harapan penulis semoga makalah ini bermanfaat bagi semua pihak yang
membacanya.

                                                                                                              

Ambon, 2 April 2020

Penulis

DAFTAR ISI

2
KATA PENGANTAR......................................................................................................1
DAFTAR ISI...................................................................................................................... 2
BAB I PENDAHULUAN..................................................................................................3
1.1 Latar Belakang..........................................................................................................3
1.2 Rumusan Masalah.....................................................................................................4
1.3 Tujuan Penulisan.......................................................................................................4

BAB II PEMBAHASAN...................................................................................................6
2.1 Definisi Corporate Social Responsibility..............................................................6
2.2 Sejarah dan Perkembangan Corporate Social Responsibility................................7
2.3 Permasalahan social dalam Dunia bisnis di Indonesia..........................................7
2.4 Dampak Positif dan Negatif terhadap Corporate Social Responsibility................9
2.5 Pentingnya Pelaksanaan Corporate Social Responsibility..................................10
2.6 Bentuk-bentuk kegiatan dari Corporate Sosial Responsibility............................11
2.7 Metode Pengukuran dari Corporate Sosial Responsibility..................................13
2.8 Teknik Pelaporan Tanggung Jawab Sosial..........................................................14
2.9 Manfaat Pelaksanaan Corporate Sosial Responsibility.......................................14
2.10 Pengaruh Penerapan Akuntansi Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (CSR)......16

BAB III PENUTUP.........................................................................................................18


3.1 Kesimpulan.............................................................................................................18
3.2 Saran......................................................................................................................19

Daftar Pustaka..................................................................................................................20

BAB I

3
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Perusahaan adalah sebuah entitas ekonomi yang konsep utamanya adalah
menghasilkan laba untuk kemakmuran pemegang saham (stockholders). Operasional
sehari-hari perusahaan bersifat murni bisnis. Para pemegang saham atau investor adalah
stakeholder  utama. Sementara stakeholder  lainnya berasal dari internal dan eksternal
perusahaan dengan kepentingan yang berbeda-beda, namun masih terkait operasi bisnis
perusahaan, misalnya manajer dan karyawan, kreditor, anak/mitra perusahaan, supplier,
distributor, pelanggan, otoritas bursa, dan pemerintah. Manajemen perusahaan berusaha
menerapkan tata kelola yang baik dengan cara menghormati kepentingan semua stakeholder 
secara proporsional sesuai kontribusi dan kewenangannya terhadap perusahaan.
Dalam perkembangannya, konsep tata kelola ini mengalami penyempurnaan
terkait respon masyarakat terhadap aktivitas perusahaan. Beberapa aktivitas perusahaan
terkadang memiliki dampak kurang menguntungkan atau bahkan merugikan terhadap
kondisi sosial dan lingkungan di sekitartempat perusahaan beroperasi. Tanggung jawab
pengelolaan organisasi yang semula hanya kepada stockholders bergeser pada stakeholders.
Dari sinilah konsep tanggung jawab sosial atau CSR (Corporate Social Responsibility)
mulai muncul. 
Akuntansi adalah ilmu untuk mencatat aktivitas bisnis perusahaan dan
menghasilkan informasi keuangan sebagai outputnya yang berguna bagi pengambilan
keputusan oleh dewan perusahaan. Seiring perubahan konsep aktivitas perusahaan, maka
akuntansi dituntut untuk mampu mencatat tidak hanya aktivitas bisnis, namun juga sejauh
mana aktivitas perusahaan terkait CSR dilakukan. Oleh karena itu kemudian muncul istilah
Akuntansi Corporate Social Responsibility.
Akuntansi untuk pertanggungjawaban sosial merupakan perluasan
pertanggungjawaban organisasi (perusahaan) diluar batas-batas akuntansi keuangan
tradisional, yaitu menyediakan laporan keuangan tidak hanya kepada pemilik modal
khususnya pemegang saham. Perluasan ini didasarkan pada anggapan bahwa perusahaan

4
memiliki tanggung jawab yang lebih luas  dan tidak sekedar mencari uang untuk para
pemegang saham tetapi juga bertanggung jawab kepada seluruh stakeholders
Dalam penerapannya, akuntansi pertanggungjawaban sosial mengalami berbagai
kendala, terutama dalam masalah pengukuran elemen-elemen sosial dan dalam rangka
penyajiannya di laporan keuangan yang bersifat kuantitatif. Masalah pengukuran timbul
terutama karena tidak semua elemen sosial dapat diukur dengan satuan uang serta belum
terdapatnya standar akuntansi yang baku mengenai pengukuran dan pelaporan pelaksanaan
tanggung jawab sosial perusahaan.

1.2 Rumusan Masalah


Berdasarkan latar belakang masalah yang telah diuraikan diatas maka, penulis merumuskan
beberapa permasalahan antara lain :
1. Apa Definisi dari Corporate Social Responsibility?
2. Bagaimana Sejarah dan Perkembangan Corporate Social Responsibility?
3. Apa saja Permasalahan social dalam Dunia bisnis di Indonesia?
4. Bagaimana Dampak Positif dan Negatif terhadap Corporate Social Responsibility?
5. Bagaimana Pentingnya Pelaksanaan Corporate Social Responsibility ?
6. Bagaimana Bentuk-bentuk kegiatan dari Corporate Sosial Responsibility ?
7. Bagaimana Metode Pengukuran dari Corporate Sosial Responsibility ?
8. Bagaimana Teknik Pelaporan Tanggung Jawab Sosial?
9. Apa Manfaat Pelaksanaan Corporate Sosial Responsibility?
10. Bagaimana Pengaruh Penerapan Akuntansi Tanggung Jawab Sosial Perusahaan
(CSR) ?
1.3 Tujuan Penulisan
1. Untuk mengetahui Definisi dari Corporate Social Responsibility
2. Untuk mengetahui Sejarah dan Perkembangan Corporate Social Responsibility
3. Untuk mengetahui Permasalahan social dalam Dunia bisnis di Indonesia
4. Untuk mengetahui Dampak Positif dan Negatif terhadap Corporate Social
Responsibility
5. Untuk mengetahui Pentingnya Pelaksanaan Corporate Social Responsibility
6. Untuk mengetahui Bentuk-bentuk kegiatan dari Corporate Sosial Responsibility 

5
7. Untuk mengetahui Metode Pengukuran dari Corporate Sosial Responsibility 
8. Untuk mengetahui Teknik Pelaporan Tanggung Jawab Sosial
9. Untuk mengetahui Manfaat Pelaksanaan Corporate Sosial Responsibility
10. Untuk mengetahui Pengaruh Penerapan Akuntansi Tanggung Jawab Sosial Perusahaan
(CSR)

6
BAB II
PEMBAHASAN

2. 1 Definisi Corporate Social Responsibility 


Menurut ISO 26000 dalam Cheng dan Christiawan (2011), Corporate Social
Responsibility  adalah tanggung jawab sebuah organisasi terhadap dampak-dampak dari
keputusan-keputusan dan kegiatan-kegiatannya pada masyarakat dan lingkungan yang
diwujudkan dalam bentuk perilaku transparan dan etis yang sejalan dengan pembangunan
berkelanjutan dan kesejahteraan masyarakat; mempertimbangkan harapan pemangk
ukepentingan, sejalan dengan hukum yang ditetapkan dan norma-norma perilaku
internasional, serta terintegrasi dengan organisasi secara menyeluruh.
Dari pengertian ini dapat dilihat bahwa bentuk Pertanggungjawaban Sosial
Perusahaan atau Corporate Social Resposibility (CSR) adalah adalah perilaku transparan
dan etis yang mendukung kesejahteraan semua stakeholder,termasuk masyarakat dan
lingkungan, yang terintegrasi dalam keseluruhan praktik operasional organisasi. CSR
merupakan kepedulian perusahaan yang didasari tiga prinsip dasar yang dikenal dengan
istilah Triple Bottom Lines, yaitu: Profit (Keuntungan), People (Masyarakat) dan Planet
(Lingkungan)
Akuntansi pertanggungjawaban sosial (Social Responsibility
Accounting) didefinisikan sebagai proses seleksi variabel-variabel kinerja sosial tingkat
perusahaan, ukuran dan prosedur pengukuran, yang secara sistematis mengembangkan
informasi yang bermanfaat untuk mengevaluasi kinerja sosial perusahaan dan
mengkomunikasikan informasi tersebut kepada kelompok sosial yang tertarik, baik di
dalam maupun di luar perusahaan. Akuntansi pertanggungjawaban sosial dapat
memberikan informasi mengenai sejauh mana organisasi atau perusahaan memberikan
kontribusi positif maupun negatif terhadap kualitas hidup manusia dan lingkungannya

2. 2 Sejarah dan Perkembangan Corporate Social Responsibility

7
Pertanggungjawaban Sosial Perusahaan (CSR) telah menjadi pemkiran para
pembuat kebijakan sejak lama. Bahkan dalam kode Hammurabi (tahun1700-an SM) yang
berisi 282 hukum telah memuat sanksi bagi para pengusaha yang lalai dalam menjaga
kenyamanan warga atau menyebabkan kematian bagi pelanggannya. Dalam kode
Hammurabi disebutkan bahwa hukuman mati diberikan kepada orang-orang yang
menyalahgunakan ijin dalam penjualan minuman, pelayanan yang buruk, dan melakukan
pembangunan gedung di bawah standar sehingga menyebabkan kematian orang lain.
Pada tahun 1950-an, literatur-literatur awal menyebutkan bahwa CSR
sebagai Social Responsibility (SR bukan CSR). Pelaksanaan CSR yang terjadi diantara
negara-negara di Asia, penetrasi aktivitas CSR di Indonesia masih tergolong rendah. CSR
Pada tahun 2005 baru ada 27 perusahaan yang memberikan laporan mengenai aktivitas
CSR yang dilaksanakannya. Dalam hal kebijakan pemerintah, perhatian pemerintah
terhadap CSR tertuang dalam Undang-Undang Perseroan Terbatas (UU Nomor 40 Tahun
2007) Bab V Pasal 74.
Walaupun baru hanya mewajibkan pelaksanaan aktivitas CSR untuk perusahaan
di bidang pertambangan, Undang-Undang tersebut menimbulkan kontrovesi dikarenakan
kebijakan mewajibkan aktivitas CSR bukan merupakan kebijakan umum yang dilakukan di
negara-negara lain. Kontrovesi juga timbul dari adanya kekhawatiran munculnya peraturan
pelaksanaan yang memberatkan para pengusaha

2. 3 Permasalahan sosial dalam dunia bisnis di Indonesia


Contoh Permasalahan Sosial pada dunia Bisnis

No Contoh kasus Lokasi Permasalahan Sosial


01. PT.Inti Indo Rayon Porsea Dihentikan operasional karena
Utama adanya masalah lingkungan
Propinsi . dan masalah dengan
Sumatera Utara masyarakat sekitar industri
02. PT. Exxon mobils Lhokseumawe Menghentikan kegiatan
Aceh utara produksi karena faktor
stabilitas keamanan
Prop . DI Aceh
03. PT.Ajinamoto Indonesia Jakarta Penarikan distribusi,

8
pemasaran, dan aktifitas
produksi karena masalah
sertifikasi halal oleh MUI
04. Beberapa Perusahaan Propisi Riau Mendapatkan protes dari
kertas di Riau masyarakat setempat
sehubungan permasalahan
limbah industri dan lingkungan
05. PT.Maspion Indonesia Sidoarjo Permasalahan demo buruh dan
isu kesejahteraan karyawan
Surabaya

Jawa Timur
06. PT.Telkom Indonesia Divre IV Serikat Karyawan (Sekar)
PT.Telkom menolak penjualan
Jateng dan DIY Divre IV Kepada PT.Indosat
07. PT. BCA Jakarta Serikat Pekerja menolak
Divestasi saham BCA
08. PT.Kereta Api Indonesia Jakarta Serikat Pekerja menolak
kembalinya Dewan Direksi
lama, karena dianggap
bertanggung jawab atas
beberapa kasus kecelakaan
kereta api yang terjadi di
Indonesia
09. Bank Internasional Jakarta Tuntutan Karyawan atas gaji,
.Indonesia (BII) upah dan peningkatan
kesejahteraan pekerja
10. PT.Gudang Garam Kediri Mogok Kerja Massal karyawan
menuntut perbaikan gaji dan
Jawa Timur kesejahteraan pekerja.

Sumber : Review berbagai sumber

Sederetan data lain sebenarnya masih banyak lagi mengenai permasalahan-permasalahan


sosial yang dihadapi oleh perusahaan PMA maupun PMDN di Indonesia. Tentunya gambaran ini
semakin menunjukkan betapa dunia usaha sangat rentan dengan berbagai masalah sosial.
Beberapa kasus maraknya aksi demo buruh, penjarahan gudang, perusakan gedung kantor dan
pabrik, dan penggarapan lahan perusahaan karena masyarakat menyakini tanah ulayat dan hak–
hak rakyat yang dirampas oleh penguasa pada masa lalu, semakin menguatkan fakta tentang
stabilitas sosial yang tidak kondusif.

9
2. 4 Dampak Positif dan Negatif terhadap Corporate Social Responsibility
Dalam perkembangannya tidak semua perusahaan menerima konsep pelaksanaan
tanggung jawab sosial ini, Sofyan Syafri Harahap dalam bukunya yang berjudul Teori
Akuntansi mengemukakan argumen menerima mengenai perusahaan agar memiliki sikap
dan tanggung jawab sosial antara lain:
1. Keterlibatan sosial merupakan respon terhadap keinginan dan harapan masyarakat
jangka panjang. Hal ini sangat menguntungkan perusahaan.
2. Meningkatkan nama baik perusahaan akan manimbulkan simpati langganan, simpati
karyawan, investor dan lain-lain.
3. Keterlibatan sosial akan mempengaruhi perbaikan lingkungan, masyarakat, yang
mungkin akan menurunkan produksi.
4. Menghindari campur tangan pemerintah dalam melindungi masyarakat. Campur tangan
pemerintah cenderung membatasi peran perusahaan, sehingga jika perusahaan memiliki
tanggung jawab sosial mungkin dapat menghindari pembatasan kegiatan perusahaan.
5. Dapat menunjukkan respon positif perusahaan terhadap norma dan nilai yang berlaku
dalam masyarakat, sehingga mendapat simpati masyarakat.
6. Sesuai dengan keinginan para pemegang saham dalam hal publik.
7. Mengurangi tensi kebencian masyarakat kepada perusahaan yang kadang-kadang
melakukan kegiatan yang dibenci masyarakat tidak mungkin dihindari.
8. Membantu kepentingan nasional, seperti konservsi alam, pemeliharaan barang seni
budaya, peningkatan pendidikan rakyat, lapangan kerja, dan lain-lain

Adapun argumen yang menolak keterlibatan perusahaan dalam kegiatan sosial antara
lain:
1. Mengalihkan perhatian perusahaan dari tujuan utamanya dalam mencari laba. Ini
akan menimbulkan pemborosan.
2. Memungkinkan keterlibatan perusahaan terhadap permainan kekuasaan atau politik
secara berlebihan yang sebenarnya bukan lapangannya.
3. Dapat menimbulkan lingkungan bisnis yang monolitik bukan yang bersifat
pluralistik.

10
4. Keterlibatan sosial memerlukan dana dan tenaga yang cukup besar yang tidak dapat
dipenuhi oleh dana perusahaan yang terbatas, yang dapat menimbulkan
kebangkrutan atau menurunkan tingkat pertumbuhan ekonomi.
5. Keterlibatan pada kegiatan sosial yang demikian kompleks membutuhkan tenaga
dan para ahli yang belum tentu dimiliki oleh perusahaan.

Dari kedua argumen di atas dapat dilihat bahwa perusahaan yang menjalankan konsep
pelaksanaan tanggung jawab sosial selain mereka merasa peduli terhadap masyarakat
dan lingkungan sekitar, tetapi perusahaan juga mengharapkan timbal balik yang positif
dari pelaksanaan tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) tersebut. Juga terdapat
argumen yang menolak pelaksanaan tanggung jawab sosial perusahaan tersebut tidak
lain dikarenakan ketakutan mereka dalam tujuan utama perusahaan yaitu mendapatkan
laba yang maksimal akan berkurang

2. 5 Pentingnya Pelaksanaan Corporate Social Responsibility


Ada enam kecenderungan utama, yang semakin menegaskan arti penting CSR. Yaitu: 
1. Posisi negara yang semakin berjarak pada rakyatnya
2. Semakin mengemukakan arti kesinambungan
3. Semakin gencarnya sorotan kritis dan resistensi dari publik, bahkan yang bersifat anti-
perusahaan
4. Perkembangan ke arah transparansi
5. Harapan-harapan bagi terwujudnya kehidupan yang lebih baik dan manusiawi pada era
milenium baru.”
Diharapkan perusahaan-perusahaan saat ini lebih sadar akan tanggung jawabnya selain
kepada pemegang saham, juga pada masyarakat, lingkungan dan alam disekitar tempat
usahanya.

2. 6 Bentuk-bentuk kegiatan dari Corporate Sosial Responsibility 


Bentuk keterlibatan perusahaan tergantung pada lingkungan sosial masyarakat, sifat dan
keadaan yang berbeda dari satu masyarakat dengan masyarakat lain. Menurut Sofyan

11
Syafri Harahap dalam bukunya yang berjudul Teori Akuntansi bentuk-bentuk kegiatan
yang dapat dilakukan oleh perusahaan adalah sebagai berikut:
 Lingkungan Hidup:
a. Pengawasan terhadap efek polusi
b. Riset dan pengembangan lingkungan
c. Pengelolaan sampah dan limbah
d. Perbaikan pengrusakan alam dan konversi alam
e. Keindahan lingkungan
f. Pengurangan suara bisingPenggunaan tanah
g. Kerjasama dengan pemerintah danUniversitas
h. Pembangunan lokasi rekreasi

 Energi:
a. Penghematan energi dalam proses produksi
b. Konservasi energy

 Sumber Daya Manusia dan Pendidikan:


a. Keamanan dan kesejahteraan karyawan
b. Beasiswa
c. Menambah dan memperluas hak-hak karyawan
d. Pendidikan karyawan
e. Kebutuhan keluarga da rekreasi karyawan
f. Usaha untuk mendorong partisipasi
g. Perbaikan pensiun
h. Membantu perguruan tinggi
i. Riset dan pembangunan
j. Pengangkatan pegawai dari kelompok miskin dan minoritas
k. Peningkatan karir karyawan

 Praktek Bisnis yang Jujur:


a. Memperhatikan hak-hak karyawan

12
b. Jujur dalam iklan
c. Mengontrol kualitas produk
d. Pemberian kredit
e. Servis yang memuaskan
f. Produk yang sehat
g. Jaminan kepuasan pelanggan

 Membantu Masyarakat Lingkungan:


a. Tidak campur tangan dalam struktur masyarakat
b. Sumbangan untuk kegiatan sosial masyarakat
c. Perbaikan perumahan desa
d. Jalinan kemitraan kerja
e. Memanfaatkan tenaga ahli perusahaan dalam mengatasi masalah sosial di lingkungan
f. Membangun klinik kesehatan, sekolah dan rumah sakit
g. Perbaikan desa/kota
h. Bantuan dana
i. Perbaikan sarana pengangkutan dan pasar

 Kegiatan Seni dan Kebudayaan:


a. Sponsor kegiatan seni dan budaya
b. Perekrutan tenaga kerja yang berbakat seni dan budaya
c. Membantu lembaga seni dan budaya
d. Penggunaan seni dan budaya dalam iklan

 Hubungan dengan Pemegang Saham:


a. Pengungkapan informasi dalam laporan keuangan ditingkatkan
b. Pengungkapan keterlibatan perusahaan dalam kegiatan sosial
c. Sifat keterbukaan direksi pada semua persero

 Hubungan dengan Pemerintah:


a. Menaati peraturan pemerintah

13
b. Mengontrol kegiatan politik perusahaan
c. Membantu proyek dan kebijakan pemerintah
d. Membatasi kegiatan lobbying
e. Membantu lembaga pemerintah sesuai dengan kemampuan perusahaan
f. Membantu secara umum usaha perningkatan kesejahteraan masyarakat
g. Meningkatkan produktivitas sektor informasi
h. Pengembangan dan investasi manajemen

2. 7 Metode Pengukuran dari Corporate Sosial Responsibility 


Dalam akuntansi konvensional jelas bahwa setiap transaksi baru dapat dicatat jika
sudah mempengaruhi posisi keuangan perusahaan. Dalam  Socio Economic
Accounting (SEA) kita harus mengukur dampak positif (Social Cost) dan dampak negatif
(Social Negatif) yang ditimbulkan oleh kegiatan perusahaan, di sinilah rumitnya
menghitung dampak ekonomis pelaksanaan tanggung jawab social. Metode pengukuran
tanggung jawab sosial sebagai informasi yang akan dilaporkan dalam Socio Economic
Reporting misalnya:
1. Menggunakan penelitian dengan menghitung Opportunity Cost Approach.
Misalnya dalam menghitung social cost dari pembuangan, maka dihitung berapa
kerugian manusia dalam hidupnya : berapa berkurang kekayaannya, berapa
kerusakan wilayah rekreasi, dan lain sebagainya akibat pembuangan limbah. Total
kerugian itulah yang menjadi Social cost perusahaan
2. Menggunakan daftar kuesioner, survey,di mana mereka yang merasa dirugikan
ditanyai berapa besar jumlah kerugian yang ditimbulkan atau berapa biaya yang
harus dibayar kepada mereka sebagai kompensasi kerugian yang dideritanya.
3. Menggunakan hubungan antara kerugian massal dengan permintaan untuk barang
pengurangan dalam menghitung jumlah kerugian masyarakat.
4. Menggunakan reaksi pasar dalam menentukan harga. Misalnya vonis hakim akibat
pengaduan masyarakat akan kerusakan lingkungan dapat juga dianggap sebagai
dasar perhitungan.

2. 8 Teknik Pelaporan Tanggung Jawab Sosial

14
Walaupun teknik pelaporan mengenai pelaksanaan tanggung jawab sosial
perusahaan (CSR) belum mempunyai pedoman yang resmi, ada beberapa teknik pelaporan
yang menurut para ahli bisa digunakan perusahaan seperti yang diungkapkan oleh Diller
yang diterjemahkan oleh Sofyan Syafri Harahap dalam buku Teori Akuntansi adalah
sebagai berikut:
1. Pengungkapan dalam surat kepada pemegang saham baik dalam laporan tahunan
atau bentuk laporan lainnya.
2. Pengungkapan dalam catatan atau laporan keuangan.
3. Dibuat dalam perkiraan tambahan, misalnya melalui adanya perkiraan (akun)
penyisihan kerusakan lokasi, biaya pemeliharaan lingkungan dan sebagainya.”

Meskipun teknik pelaporan setiap perusahaan berbeda, tetapi pelaporan ini sangat
berguna bagi perusahaan terutama untuk menambah kepercayaan para pemegang saham,
selain bagi perusahaan pelaporan ini juga bermanfaat bagi pemerintah dalam
pengambilan keputusan dan berbagai kebijakan

2. 9 Manfaat Pelaksanaan Corporate Sosial Responsibility


Bertambahnya kesadaran perusahaan-perusahaan terhadap pelaksanaan CSR
tentunya tidak lepas dari manfaaat yang mereka dapatkan dari pelaksanaan CSR tersebut.
Menurut  Business Sosial Responsibility (BSR), berikut ini adalah manfaat yang dapat
diperoleh perusahaan dengan adanya tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) :
1. Reduced Operating Cost (Mengurangi biaya operasional).
Dengan adanya tanggung jawab sosial perusahaan mampu mengurangi beban atau
biaya operasional perusahaan, misalnya jadwal kerja yang fleksibel dan program
keselamatan kerja berdampak pada menurunnya absensi pekerja dan menambah
simpanan uang perusahaan dari pekerja melalui peningkatan produktivitas kerja.

2. Improved Financial Performance (Meningkatkan kinerja keuangan).


Hubungan antara tanggung jawab sosial dengan kinerja keuangan yang positif dapat
dilihat dari kriteria melalui total return, sales growth and profit growth selama lebih
dari satu periode sebaik net profit margin dan return on equity.

15
3. Enhanced Brand Image and Reputation (Meningkatkan citra produk dan reputasi).
Perusahaan menyadari adanya tanggung jawab sosial bermanfaat bagi meningkatnya
reputasi, baik perusahaan di mata publik sebagaimana sebaik reputasi di dalam
komunitas bisnisnya sehingga dapat menarik rekan bisnis baru dan mendapat
keuntungan.

4. Increased Sales and Customer loyalty (Meningkatkan Penjualan dan Kesetiaan


Konsumen).
Dengan memproduksi barang yang dapat memenuhi kebutuhan masyarakat dan
ditunjang pelaksanaan tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) akan menumbuhkan
kepercayaan masyarakat terhadap perusahaan tersebut, dan diharapkan masyarakat
tetap setia menggunakan hasil produksi perusahaan tersebut.

5. Increased Produktivity and Quality (Meningkatkan produktivitas dan kualitas).


Usaha perusahaan dalam menciptakan kondisi kerja yang produktif, mengurangi
dampak buruk bagi lingkungan atau melibatkan pekerja dalam peningkatan
produktivitas dan mengurangi angka kesalahan yang terjadi.

6. Increased Ability to Attract and Retain Employees (Meningkatkan kemampuan untuk


mempekerjakan dan mengupah pekerja).
Perusahaan menyadari dengan komitmen tinggi atas tanggung jawab sosial perusahaan
akan lebih mudah dalam merekrut dan mengupah pekerja, berdampak pada penurunan
perputaran biaya perekrutan dan pelatihan. Orang akan memilih bekerja pada
lingkungan kerja dimana tidak ada konflik sosial yang tercitpta terutama masalah
ketenagakerjaan.

7. Reduced Regulatory Oversight (Mengurangi penyimpangan tindakan dari undang-


undang).
Pemerintah memiliki peranan dalam pembuatan kebijakan perundangan yang dijadikan
pedoman bagi perusahaan dalam kegiatan operasionalnya. Pemerintah memberikan

16
penghargaan bagi perusahaan yang bertindak proaktif terhadap lingkungan, misalnya
keberhasilan dalam pengolahan limbah pabrik serta menjaga akelestarian lingkungan.

8. Access to Capital (cara mendapatkan modal).


Pertumbuhan investasi terhadap tanggung jawab sosial yang tinggi telah memberi jalan
bagi masuknya tambahan modal yang mungkin telah tersedia.

Dari pernyataan diatas dapat dilihat bahwa pelaksanaan tanggung jawab sosial
perusahaan tidak hanya bermanfaat bagi masyarakat atau lingkungan sekitar tetapi juga
bermanfaat bagi perusahaan tersebut dalam menghasilkan laba.

2. 10 Pengaruh Penerapan Akuntansi Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (CSR)


Pengaruh penerapan Akuntansi CSR telah banyak diteliti oleh para ahli maupun
akademisi, baik terhadap kinerja perusahaan, nilai perusahaan, maupun respon investor.
Pengaruh Akuntansi CSR terhadap kinerja keuangan perusahaan misalnya diungkapkan
oleh Kurnianto (2011), bahwa pengungkapan aktivitas CSR (CSR disclosure) tidak terbukti
berpengaruh positif terhadap Return on Equity (ROE) perusahaan satu tahun ke depan
(ROEt+1) perusahaan.
Sementara hasil penelitian Caroline Flammer (2013) menemukan bahwa adopsi
dan penerapan CSR berhubungan dengan peningkatan produktivitas karyawan dan
pertumbuhan penjualan. Penelitian Rosiana, Juliarsa, dan Sari(2013) menunjukkan bahwa
pengungkapan CSR berpengaruh positif dan signifikan terhadap nilai perusahaan dan
profitabilitas mampu memperkuat pengaruh pengungkapan CSR terhadap nilai perusahaan.
Temuan senada diungkapkan Elliott et. al. (2012) yaitu bahwa kinerja CSR yang lebih baik
meningkatkan meningkatkan estimasi investor atas nilai dasar perusahaan.
Dari beberapa hasil penelitian terkait dampak penerapan Akuntansi CSR di atas,
dapat dilihat bahwa sebagian besar menyatakan bahwa penerapan Akuntansi CSR tidak
berdampak baik positif maupun negatif terhadap variabel-variabel kinerja keuangan
perusahaan. Namun penerapan CSR dan akuntansinya terbukti berdampak terhadap
peningkatan produktivitas karyawan dan pertumbuhan penjualan. Selain itu,pengungkapan
CSR juga terbukti dapat meningkatkan nilai perusahaan dan mempengaruhi reaksi investor.

17
Analisis atas hal ini adalah bahwa potensi manfaat
penerapan Akuntansi CSR secara umum berlaku untuk jangka panjang. 
Dalam jangka pendek, penerapan CSR hanya mempengaruhi detail kecil dari kinerja
keuangan perusahaan seperti pertumbuhan penjualan dan produktivitas karyawan.

BAB III

PENUTUP

3.1 Kesimpulan

18
Corporate Sosial Responsibility (CSR) merupakan suatu konsep terintegrasi yang
menggabungkan aspek bisnis dan sosial agar perusahaan dapat mencapai kesejahteran
stakeholders, serta dapat mencapai profit maksimum sehingga dapat meningkatkan harga
saham. CSR merupakan kepedulian perusahaan yang didasari tiga prinsip dasar yang
dikenal dengan istilah Triple Bottom Lines, yaitu: Profit (Keuntungan), People
(Masyarakat) dan Planet (Lingkungan)

Corporate Sosial Responsibility merupakan salah satu hal yang memiliki peranan yang
cukup penting dalam hal keberlangsungan hidup suatu perusahaan. Apabila perusahaan
mengabaikan tanggung jawab sosialnya, maka hal tersebut dapat mengganggu going
concern perusahaan yang berupa tuntutan dari lingkungan internal dan eksternal
perusahaan khususnya masyarakat. Oleh sebab itu untuk mengantisipasi terganggungnya
going concern perusahaan perlu sikap yang tegas dan komitmen yang tinggi dari pihak
perusahaan untuk menjaga hubungan yang baik dan berkesinambungan terhadap
stakeholders nya. Perubahan-perubahan yang terjadi setelah perusahaan memperhatikan
tanggung jawab sosialnya biasanya akan tampak pada kinerja perusahaan dan penampilan
finansialnya dimana kondisi dan posisi keuangan perusahaan mengalami perubahan dan
hal ini tercermin dalam laporan keuangan perusahaan yang sadar akan pentingnya
memperhatikan tanggung jawab sosial bagi pertumbuhan dan keberlangsungan usahanya.

Dengan adanya pelaksanaan tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) yang dikelola
dengan baik maka secara langsung maupun tidak langsung akan mempengaruhi
profitabilitas perusahaan. Selain itu perusahaan dapat pula melindungi lingkungan sekitar
agar terjadi keharmonisasian antara perusahaan dengan lingkungan sekitar dan masyarakat.

3.2 Saran
Dari uraian makalah ini, penulis dapat memberikan saran bagi praktisi maupun  akademisi
bahwa perusahaan seharusnya memberikan perhatian lebih kepada
penerapan Akuntansi CSR.  Bukan karena penerapannya secara ekonomi akan memberikan

19
keuntungan bagi perusahaan, namun lebih kepada konsep keseimbangan yang perlu
perusahaan jaga antara aktivitas laba dan kompensasi dampaknya melalui aktivitas sosial
dan lingkungan. Dalam  jangka  panjang,  keseimbangan  inilah  yang  akan menjaga
keberlanjutan operasi perusahaan

Daftar Pustaka

1. Cheng, Megawati, Yulius Jogi Christiawan, “Pengaruh Pengungkapan Corporate Social


Responsibility Terhadap Abnormal Return” , Jurnal Akuntansi dan Keuangan,Vol. 13, No.1,
2011

20
2. Kurnianto, Eko Adhy, “Pengaruh CorporateSocial Responsibility Terhadap KinerjaKeuangan
Perusahaan., Universitas Diponegoro,Semarang, 2011
3. Sofyan Syafri Harahap. 2007. Teori Akuntansi, Edisi Revisi 9. Jakarta :Raja Grafindo
Persada
4. Samudra, Agung.2011. Jurnal Akuntansi Sosial. Diakses pada tanggal 5 November 2016
di https://resum.wordpress.com/2011/01/16/jurnal-akuntansi-sosial/
5. Elliott, W. Brooke, Kevin E. Jackson, Mark E.Peecher, Brian J. White, “Mitigating the
Unintended Effect of Corporate Social Responsibility Performance on Investors’ Estimates of
Fundamental Value”, University of Illinois at Urbana-Champaign, Illinois, 2012
6. Desmal, Irvan. 2012. Pertanggungjawaban Sosial dan Akuntansi Pertanggungjawaban
Sosial. Diakses pada tanggal 3 November 2016 di
https://irvandesmalcpa.wordpress.com/2012/05/02/pertanggungjawaban-sosial-dan-
akuntansi-pertanggungjawaban-sosial/
7. Hasanuddin. 2012. Peranan Perilaku Sosial pada PT X sebagai bentuk
pertanggungjawaban social perusahaan terhadap lingkungan. Diakses pada tanggal 4
November 2016 di http://zonaskripsi.blogspot.co.id/2012/03/skripsi-akuntansi-3.html
8. Rosiana, Gusti Ayu Made Ervina, Gede Juliarsa,Maria M. Ratna Sari, “Pengaruh
Pengungkapan CSR Terhadap Nilai Perusahaan Dengan Profitabilitas Sebagai Variabel Pemoderasi”,
E-Jurnal Akuntansi Universitas Udayana,Denpasar, 2013
9. Flammer, Caroline, “Does Corporate SocialResponsibility Lead to Superior
FinancialPerformance? A RegressionDiscontinuity Approach” , University of Western Ontario,
Ontario, 2013.
10. Liputo, Badria. 2013 . Akuntansi Sosial dan Lingkungan. Diakses pada tanggal 31
Oktober 2016 di http://kelascakuntansi2011.blogspot.co.id/2013/01/akuntansi-sosial-dan
lingkungan_2978.html
11. Dianingtyas, Lucia. 2013. Analisis Penerapan Akuntansi Pertanggungjawaban Sosial
terhadap Lingkungan dan Masyarakat untuk mengukur kinerja social pada PT. Astra
International, TBK. Diakses pada tanggal 31 Oktober 2016 di
http://eprints.uny.ac.id/16172/1/Skripsi%20Lucia%20Dianingtyas.pdf

21
12. Miantini, Y.  2013. Pengaruh tanggung Jawab Sosial Terhadap Kinerja
Perusahaan.http://milamashuri.wordpress.com/ /pengaruh-tanggung-jawab-sosial-
terhadap-kinerja-perusahaan/.
13. Qurlita,, Cindy. 2013. Konsep Akuntansi Pertanggungjawaban social. Diakses pada
tanggal 31 Oktober 2016 di http://cinndyrq.blogspot.co.id/2013/11/konsep-akuntansi
pertanggungjawaban_17.html
14. Yaningwati, Fransisca. 2014 .Penerapan Akuntansi Pertanggungjawaban social sebagai
bentuk tanggung jawab perusahaan terhadap lingkungan sekitarnya. Diakses pada tanggal
31 Oktober 2016di http://download.portalgaruda.org/article.php?
article=276354&val=6468&title=PENERAPAN%20AKUNTANSI
%20PERTANGGUNGJAWABAN%20SOSIAL%20SEBAGAI%20BENTUK
%20TANGGUNG%20JAWAB%20PERUSAHAAN%20TERHADAP
%20LINGKUNGAN%20SEKITARNYA%20%20(Studi%20pada%20PT%20Petrokimia
%20Gresik
15. Umar, Utami. 2014. Akuntansi Pertanggungjawaban social. Diakses pada tanggal 3
November 2016 di http://mimiakuntansi.blogspot.co.id/2014/10/akuntansi-
pertanggungjawaban-sosial.html
16. Setiaji, Danang. 2014. Konsep implementais dan pengaruh Akuntansi CSR terhadap
kinerja perusahaan. Diakses pada tanggal 5 November 2016 di
https://www.academia.edu/7995844/Konsep_Implementasi_dan_Pengaruh_Akuntansi_C
SR_Corporate_Social_Responsibility_terhadap_Kinerja_Perusahaan
17. Fuadi, Wifqi. 2015. Akuntansi Pertanggungjawaban social. Diakses pada tanggal 3
November 2016 di http://www.masterakuntansi.com/2016/01/akuntansi-
pertanggungjawaban-sosial.html

22