Anda di halaman 1dari 88

SPESIFIKASI TEKNIS DAN GAMBAR

A. SPESIFIKASI UMUM

1.1. LATAR BELAKANG DANLINGKUP.


1.1.1 Latar Belakang
Gunung Merapi yang mempunyai ketinggian + 2968 m DPAL, merupakan salah satu
gunung api aktif yang ada di Indonesia. Dari data 200 tahun yang lalu periode letusan
terjadi dengan kurun waktu antara 5-14 tahun, 5 tahun sekali untuk letusan
kecil/sedang dan 14 tahun sekali untuk letusan besar. Pada 50 tahun terakhir data
menunjukkan dengan kurun waktu antara 3-9 tahun, sedang antara 1992 – 2001
letusan hampir terjadi setiap 2 tahun (1992, 1994, 1997, 1998, 2001, 2006 dan 2010),
dari data tersebut dapat diartikan bahwa terjadi perubahan peningkatan kegiatan
gunungMerapi.

Kegiatan G. Merapi yang terjadi pada letusan Juni 2006 terpantau guguran lava pijar
kearah Selatan-Tenggara menuju K. Gendol, K. Woro dan K. Boyong, arah Barat
daya-Barat menuju kehulu K. Bedog/ K. Krasak/K.Bebeng, dan K. Putih , sedang data
terakhir menunjukan bahwa letusan pada tanggal 3 Nopember 2010 terjadi luncuran
awan panas ke arah Selatan-Timur dominan ke arah K. Gendol dengan jarak luncur
mencapai 15 km dari puncak.

Akibat letusan 3 Nopember 2010 selain korban jiwa manusia, beberapa rumah, hutan
lindung, beberapa sarana prasarana bangunan umum hangus dan rusak berat. Selain
korbanjiwa dan harta benda juga terjadinya ± 150 juta m3 endapan material dihulu
sungai sungai yang berasal dari G. Merapi yang berpotensi dan mengancam sarana
prasarana bangunan umum, hunian,daerah pertanian dan fasilitas bangunan pengendali
banjir yang telah ada bila musim hujan tiba.

Selain Bahaya Primer dan Bahaya Sekunder yang merupakan masalah pokok, pasca
letusan 3 Nopember 2010 mengakibatkan kerusakan yang sangat berat di beberapa
fasilitas bangunan pengendali banjir lahar dan sarana prasarana umum lainnya di
beberapa sungai utama yang berasal dari G. Merapi.

Curah hujan berkisar antara 1.320 mm – 1.600 mm / tahun, sedang curah hujan harian
berkisar 23 – 126 mm/hari. Dengan curah hujan yang cukup tinggi serta dengan
topografi daerah menunjukkan adanya relief yang semakin terjal dan aliran sungai
yang semakin rapat, maka daerah Gunung Merapi mempunyai tingkat erodibilitas
yang cukuptinggi.

Data banjir pasca letusan 3 Nopember 2010 terjadi beberapa kali banjir lahar antara
bulan Desember 2010 s/d Mei 2011, mengakibatkan kerusakan di beberapa fasiltas
bangunan Sabo Dam yang telah dibangun pada K. Pabelan, K. Apu, K. Trising, K.
Senowo, K. Blongkeng, K. Putih, K. Lamat, K. Krasak, K. Bebeng, K. Batang, K.
Boyong, K. kuning, K. Gendol dan K. Woro
1.1.2 Kawasan G. Merapi pasca letusan 3 Nopember2010
(1) Kondisi Umum:

Terjadinya endapan material ± 150 juta m3 dihulu sungai-sungai utama yang berasal
dari G. Merapi pada radius 15 km dqri puncak, yang sewaktu-waktu menjadi ancaman
bahaya banjir lahar dingin apabila terjadinya hujan di daerah hulu dan akan
menimbulkan kerusakan pada daerah yang dilanda.

(2) Kerusakan Fasilitas dari Bangunan Sabo Dam

Sampai akhir tahun anggaran 2009 fasilitas bangunan pengendali banjir lahar pada
setiap system sungai yang berupa Sabo Dam, Dam Konsolidasi, Groundsill,
Revetment dan Tanggul telah dibangun, namun pasca letusan terjadi banjir lahar
antara bulan Desember 2010 sampai dengan Mei 2011 menyebabkan kerusakan Sabo
Dam sebanyak 77 buah dan beberapa kerusakan fasilitas pengendali banjir lahar
lainnya. Akibat kerusakan 77 Sabo Dam dan fasilitas lainnya tersebut menimbulkan
terganggunya sistim penanggulangan dan pengendalian banjir lahar pada setiap sistim
sungai, juga terganggunya transoprtasi, penyediaan air untuk irigasi dibeberapa
tempat.

1.1.3 Pekerjaan yang akan dilakukan :


Untuk mengantisipasi pada musim hujan yang akan datang perlu kiranya melakukan
perbaikan pada bangunan Sabo yang rusak, dengan tujuan mengembalikan fungsi dari
Sabo Dam dalam system pengendalian sedimen atau banjir lahar sesegera mungkin.

1.1.4 Lokasi dan lingkup pekerjaan:

Lingkup pekerjaan utama terdiri dari:


1. Pekerjaan Galian tanah
2. Pekerjaan Beton dan Begisting
3. Pekerjaan Pasangan batu kali
Lingkup Pekerjaan Lainnya
1. kerjaanPersiapan
2. Pekerjaan Pembersihan danKupasan
3. Pekerjaan Bongkaran
4. Pekerjaan TimbunanTanah
5. Pekerjaan Urugan Kembali

Lokasi Bangunan Sabo pada masing-masing sungai dapat dilihat pada Tabel-1.1 dan
PETA LOKASI PEMBANGUNAN SABO DAM MERAPI KALI LAMAT DAN
KALI SENOWO KABUPATEN MAGELANG PROVINSI JAWA TENGAH.
Tabel 0-1 Lokasi Pekerjaan Sabo Dam TA.2020
No. Nama Nama Sisi Kanan Sisi Kiri
Sungai Bangunan
Sabo

Ds. Dukun, Kec Dukun, Ds. Kalibening, Kec. Dukun,


1 Kali Lamat LA-RRD1
Kab. Magelang Kab. Magelang

Ds. Mangunsoko, Kec. Ds. Sumber, Kec. Dukun,


2 Kali Senowo SE-D3
Dukun, Kab. Magelang Kab. Magelang
Gambar 0-1 Peta Lokasi Pekerjaan
1.2. KONDISI RENCANA PEKERJAAN.

1.2.1 Pencapaian dan Jalan Masuk keLokasi

Secara umum seluruh lokasi pekerjaan dapat dicapai dengan kendaraan roda 4 dilokasi
masing – masing. Penyedia Jasa harus membayar seluruh biaya kerusakan jalan yang
diakibatkan oleh pengangkutan bahan- bahan dan peralatan serta hal – hal lain yang
diperlukan untuk pekerjaan. Seluruh biaya perbaikan jalan masuk akibat untuk
pengangkutan bahan-bahan dan peralatan yang diperlukan untuk pelaksanaan pekerjaan
harus dimasukkan kedalam harga-harga satuan sesuai dengan item-item di dalam Bill of
Quantity.

1.2.2 Meteorologi danHidrologi

(1) Iklim
Lereng Gunung Merapi sebelah Selatan dan Barat termasuk daerah beriklim tropis,
dimana musim hujan umumnya terjadi pada bulan Nopember-April dan musim panas
pada bulan Mei-Oktober. Temperatur rata-rata adalah 25oC, dengan fluktuasi temperatur
maksimum bulanan yang relatif kecil, yakin berkisar 2-3oC sedangkan fluktuasi harian
kurang dari 5oC.
Angin bertiup dari arah Barat pada musim hujan dan dari arah Tenggara pada musim
panas. Kecepatan angin hanya 2-3 m/det. Kelembaban udara diperkirakan 85 % pada
musim hujan dan 75 % pada musim panas. Penguapan harian rata-rata kurang lebih 5
mm dan matahari 60 % bersinar sepanjang tahun.

(2) Hujan
Terdapat 26 buah stasiun pengamat hujan disekitar wilayah kerja Satker PL Gunung
Merapi. Hujan tahunan berkisar antara 2.000 mm sampai 3.500 mm dan hujan tahunan
ini meningkat sebanding dengan ketinggian tempat sampai ketinggian 1.300 m di atas
permukaan laut. Penyebaran hujan bulanan rata-rata 80 % terkosentrasi pada musim
hujan. Lama hujan relatif cukup pendek antara 3 sampai 6 jam.

(3) Debitrencana
Debit Rencana dalam perencanaan Sabo Dam dihitung berdasarkan debit 100 tahunan
(Q100) untuk semua sistim sungai yang ada di area G. Merapi, sedang perkiraan debit
untuk kekuatan kistdam diperhitungkan untuk Q2. Penyedia Jasa wajib menghitung dan
memperkirakan sendiri untuk debit 2 tahunan yang digunakan untuk kekuatan Kistdam.
Perkiraan Debit rencana pada setiap sungai tertuang dalam Tabel-1.2, sedang Titik
perkiraan debit ada pada Gambar 1.2

1.2.3 Geo-Tehnik

Kondisi Geologi lereng Gunung Merapi terdiri dari guguran lava volkanik dan endapan
dari Merapi tua dan muda di atas lapisan batuan volkanik tersier.

Secara sederhana kondisi Geologi pada lokasi pekerjaan terdiri dari material hasil
letusan dan endapan yang terjadi sejak tahun 1888 dan endapan sejak tahun 1930 dan
sesudahnya. Pada umumnya tanah galian dasar sungai tersebut tergolong baik untuk
timbunan.
Tabel 0-2 Probabilitas Debit Puncak

unit : m3/det

Periode Ulang ( th )
Sungai Titik Anak
Utama Tinjauan Sungai 2 3 5 10 20 30 50 100

PA-RP1' 319 367 421 490 556 595 643 708

PA-RP2 495 566 645 744 839 894 963 1,055

PA-RP3 578 660 752 867 977 1,041 1,120 1,228

747 856 961 1,021 1,096 1,198


Pabelan PA-RP4
582 660 (752) (867) (977) (1,041) (1,120) (1,228)

AP-RP1 Apu 73 83 95 110 124 132 142 156

TR-RP1 Trising 101 116 132 153 172 184 198 218

SE-RP1 Senowo 87 99 113 131 148 158 170 186

BL-RP1 66 76 87 100 113 120 129 142

BL-RP2 341 391 446 515 580 618 665 728

BL-RP3 555 634 722 830 934 993 1,067 1,167

BL-RP4 558 637 724 833 936 996 1,070 1,169


Blongkeng
LA-RP1 Lamat 78 89 101 117 132 140 151 166

LA-RP2 Lamat 114 130 148 171 192 205 220 242

PU-RP1 Putih 112 128 146 168 190 202 218 239

PU-RP2 Putih 228 260 296 341 383 407 437 478

BA-RP1 72 82 94 108 122 130 140 154


Batang
BA-RP2 228 256 289 328 367 388 416 452

KR-RP1 127 144 164 189 213 227 244 268

KR-RP2 282 322 368 425 479 511 551 604

276 316 361 417 470 500 538 590


Krasak KR-RP3
(282) (322) (368) (425) (479) (511) (551) (604)

BE-RP1 Bebeng 101 115 131 151 171 182 196 216

BE-RP2 Bebeng 122 140 159 184 209 222 240 263

BO-RP1 120 136 154 178 201 214 230 252


Boyong
BO-RP2 200 238 281 334 385 414 451 501

KU-RP1 103 117 133 153 173 184 198 218


Kuning
KU-RP2 235 272 312 364 414 442 478 525

GE-RP1 111 126 143 163 183 195 209 228


Gendol
GE-RP2 399 459 524 608 688 734 791 869

WO-RP1 93 106 119 136 152 162 174 189


Woro
WO-RP2 99 115 133 156 178 190 206 227
Ket : Sumber diambil dari Supporting Report ( D ) Hydrology for Review Master Plan
1.2.4 Sumber Bahan-Bahan Konstruksi

Penyedia Jasa bertanggung jawab atas penyedian bahan-bahan konstruksi untuk


pekerjaan tersebut dengan kualitas dan kuantitas yang mencukupi dan dengan biaya
sendiri.
Endapan dasar sungai yang umumnya terdiri atas pasir, kerikil dan batu-batu yang
tersedia untuk bahan-bahan konstruksi. Kualitas bahan-bahan yang akan dipergunakan
tersebut harus mendapat persetujuan dari Direksi Teknik. Bahan-bahan yang tidak
memenuhi spesifikasi tidak boleh digunakan.
Penyedia Jasa diperbolehkan membeli agregat dari pemasok-pemasok agregat dengan
ketentuan agregat tersebut dinyatakan lulus pengujian yang telah ditetapkan sesuai
spesifikasi.
Tanah, pasir, kerikil atau bahan-bahan lain yang diperoleh melalui didalam areal tempat
pelaksanaan pekerjaan atau bahan-bahan yang tersedia diareal tempat pengambilan
yang ditunjukkan oleh Direksi Teknik dapat digunakan dapat digunakan oleh Penyedia
Jasa tanpa dipungut biaya dengan syarat bahwa bahan tersebut hanya boleh digunakan
untuk pekerjaan konstruksi yang telah tercantum didalamkontrak.
Biaya galian, pemuatan, pengangkutan, pembongkaran, pemadatan dan penyelesaian
atas bahan-bahan tersebut harus telah dimasukkan dalam harga satuan pekerjaan yang
ada pada Bill Of Quantity.

Gambar 0-2 Peta Lokasi Titik Tinjauan Debit Puncak


1.2.5 Penyediaan lahan.

Pemilik akan menyediakan lahan yang digunakan untuk bangunan tetap. Lahan ini akan
diberitahukan kepada Penyedia Jasa segera setelah penerbitan Surat Penetapan
Pemenang Pelelangan, selambat-lambatnya sebelum pelaksanaan pekerjaan dimulai.
Penyedia Jasa tidak dibebani biaya untuk pembebasan lahan tersebut.
Tetapi untuk lahan yang akan digunakan bangunan sementara seperti kantor lapangan,
bengkel, jalan kerja, pengadaan air, listrik, saluran pengelak dan pengeringan, Penyedia
Jasa bertanggung jawab untuk pembebasannya

.
1.3. GAMBAR KERJA, BUKUPEDOMAN.

1.3.1 Gambar-gambarkontrak.

Gambar-gambar yang terdapat di dokumen tender merupakan bagian dari dokumen


kontrak setelah Perjanjian Kontrak ditanda tangani.
Selama pelaksanaan pekerjaan, gambar-gambar susulan akan dikeluarkan oleh Direksi,
sesuai kebutuhan yang timbul, untuk menambah, mengganti atau menyempurnakan
lebih detail dari gambar-gambar yang ditunjukkan dalam DokumenTender.

1.3.2 Gambar-gambar yang harus dibuat oleh PenyediaJasa

Semua gambar yang dibuat oleh Penyedia Jasa, harus disiapkan dalam bentuk maupun
dimensinya yang disetujui oleh Direksi Teknik dan diajukan jauh sebelumnya, sehingga
Direksi Teknik dapat memeriksa dan menyetujui tanpa mengakibatkan penundaan
pelaksanaan pekerjaaan dilapangan. Penyedia Jasa harus menyediakan Juru Gambar dan
pembantu-pembantunya dalam jumlah yang cukup serta SDM yang mampu
menghasilkan gambar yang diperlukan yang terdiri dari :
(1). Gambar Pelaksanaan ( Construction Drawings).
Penyedia Jasa harus membuat semua gambar-gambar yang digunakan untuk
pelaksanaan. Gambar-gambar dan gambar detail itu harus berdasarkan gambar yang
terdapat pada Dokumen tender dan menunjukkan detail-detail yang cukup untuk tujuan
pelaksanaan. Gambar-gambar pelaksanaan harus mencakup semua pekerjaan, tetapi
tidak dibatasi hal-hal sebagai berikut :

• Gambar situasi yang harus menunjukkan detail-detail alignementhorizontal.


• Gambar potongan memanjang yang menunjukkan elevasi permukaan tanah asli,
profil-profildesign.
• Gambar potongan melintang yang menunjukkan elevasi permukaan tanah asli,
design akhir permukaan tanah keras dan data yang relevanlainnya.
Demikian pula gambar-gambar pelaksanaan untuk setiap bangunan harus dibuat dengan
cara yang sama, didasarkan pada gambar-gambar dalam dokumen tender ( yang
menampakkan kriteria umum atau bentuk typical ) dan disesuaikan dengan kondisi-
kondisi setempat.
Disamping akan digunakan untuk pelaksanaan pekerjaan, gambar-gambarpelaksanaan
akan digunakan sebagai dasar untuk pengukuran kuantitas dan pembayaran. Penyedia
Jasa harus yakin bahwa gambar tersebut berisi detail-detail yang cukup, dan semua
elevasi permukaan tanah asli yang digambarkan adalah elevasi-elevasi yang telah
disetujui oleh Direksi Teknik.

(2). Gambar-gambar kerja ( Working Drawing).


Gambar Kerja akan dipersiapkan oleh Penyedia Jasa untuk menunjukkan detail
lengkapdari jenis pekerjaan, yang belum tergabung dalam pekerjaan permanen, seperti
acuan kayu atau perancah baja dan sebagainya.
Gambar kerja seperti itu harus diserahkan kepada Direksi Teknik untuk mendapatkan
persetujuan Direksi Teknik.

(3). Gambar Tata letak (Layout) untuk pekerjaan Persiapan/Sementara.


Penyedia jasa harus menyerahkan 3 (tiga) set gambar yang menunjukkan rancangan
persiapan pekerjaan persiapan kepada Direksi Teknik untuk diperiksa dan mendapatkan
persetujuannya.
Gambar tersebut akan menunjukkan lokasi dan detailyang bersangkutan lainnya dari
komponen utama seperti constructional plant, gudang, fasilitas perumahan, area untuk
penyimpanan dan lain sebagainya, yang oleh Penyedia Jasa direncanakan untuk
dibangun pada lokasi pekerjaan atau area lain yang telah disetujui. Pada sebagian
gambar akan menunjukkan fasilitas bongkar muat material dan perlengkapan yang
diusulkan untuk dibawa ketempat pekerjaan dan kapasitas dari masing-masing plant
(instalasi) utama.
Jika terjadi perubahan, selama pelaksanaan atau setelah hal tersebut dilaksanakan,
Penyedia Jasa harus menyerahkan gambar revisi yang menunjukkan perubahan tersebut
kepada dan untuk diperiksa serta persetujuan Direksi Teknik.

(4). Gambar-gambar purna laksana( As Built Drawings).


Sepanjang waktu pelaksanaan, pemilik perlu menyusun kumpulan gambar yang purna
laksana dari bermacam-macam jenis pekerjaan yang telah selesai dikerjakan. Gambar-
gambar seperti itu akan menunjukkan sesuatu perubahan resmi yang mungkin dibuat
terhadap gambar kontrak pada pelaksanaan pekerjaan dengan kondisi “senyatanya” dari
masing-masing pekerjaan permanen. Format gambar yang dilaksanakan harus
mengikuti persetujuan Direksi Teknik, yang akan ditentukan oleh opnam inspeksi
bulanan ditempat pekerjaan yang dilakukan oleh Wakil direksi dan jika tidak dibuat
secara memuaskan atau bukan kondisi yang terbaru, Penyedia Jasa harus mengecek
kembali secepatnya. Segera sesudah pekerjaan detail untuk masing-masing gambar
kontrak selesai, gambar telah purna laksana yang berkaitan, setelah disetujui oleh
Direksi, akan ditandatangani bersama oleh Direksi Teknik dan Pejedia Jasa atau wakil-
wakil mereka. Gambar purna laksana harus dibuat dalam Program Auto Cad dan
diserahkan pada Pengguna Jasa dalam bentuk CD untuk Soft copydi dan Hard Copy .
Jumlah gambar yang harus diserahkan kepada Pengguna Jasa/ Direksi dapat dilihat pada
Spesifikasi Teknik. Gambar purna laksana lengkap yang sudah selesai harus diserahkan
kepada Direksi Teknik untuk diperiksa dan disetujui dalam waktu 15 hari setelah
pelaksanaan pekerjaandiselesaikan.
(5). Gambar-gambar lain.
Gambar-gambar lain dari yang tersebut diatas, adalah umum, seperti usulan cara-cara
pelaksanaan skema test diagram, bagan dari berbagai jenis pekerjaan yang akan
diselenggarakan dan sebagainya, harus diserahkan kepada Direksi Teknik untuk
diperiksa dan atau disetujui waktu 30 hari sebelum kegiatan yang terkait dimulai

1.3.3 Persetujuan gambar-gambar dan Dokumen dari Penyedia Jasa.

Penyedia Jasa diwajibkan telah menyiapkan gambar-gambarnya dan mengajukan seawal


mungkin guna menghindari penundaan pekerjaan lapangan yang memerlukan gambar-
gambar yang telah diperiksa atau disetujui Direksi Teknik. Penyedia Jasa harus
menyerahkan gambar-gambar konstruksi dan gambar detail kepada Direksi Teknik
untuk peninjauan atau persetujuan paling sedikit 7 (tujuh) hari kalender sebelum
memulai pelaksanaan dari salah satupekerjaan.
Sistem penyerahan, tinjauan dan/atau persetujuan dari gambar-gambar, direncanakan
adalah sebagi berikut ; meskipun Direksi Teknik dapat saja membuat perubahan sistem
tersebut secara umum selama pelaksanaan kontrak, apabila Direksi Teknik menganggap
hal tersebut memang penting.
Apabila Penyedia Jasa telah mempunyai gambar-gambar tertentu yang telah diperiksa
atau disetujui Direksi Teknik. Penyedia Jasa harus menyerahkan 3(tiga) copy dari
masing-masing-gambar tersebut yaitu gambar gambar cetak biru yang mudah dibaca
disertai lembar/blamko standart pengiriman dimana pada nomor agendanya telah
ditandatangani. Bentuk lembar kirim perlu disetujui sebelumnya oleh Direksi Teknik.
Dalam waktu 7 (tujuh) hari setelah gambar-gambar cetakan diserahkan oleh Direksi
Teknik.

1.3.4 Brosur-brosur diagaram dan data serupa untuk bahan dan peralatan.

Penyedia Jasa harus menyerahkan kepada Direksi 2 (dua) set katalogus brosur,
spesifikasi pabrik, diagram, gambar-gambar atau data penunjang lainnya, untuk semua
peralatan dan bahan yang harus disediakan menurut kontrak atau yang diusulkan untuk
digunakan oleh Penyedia Jasa, bila diperlukan Direksi Teknik.
Persetujuan Direksi Teknik untuk data-data tersebut tidak akan melepaskan Penyedia
Jasa dari tanggung jawabnya menurut kontrak.

1.3.5 Standarisasi dan Spesifikasi, Petunjuk-petunjuk test (Pengujian).

Seluruh material dan peralatan yang disediakan berdasarkan kontrak atau untuk
fasilitasi peralatan yang dimaksudkan dalam pekerjaan harus memenuhi standarisasi
dan spesifikasi masing-masing yang ditunjukkan dalam dokumen dan dalam hal ini
standarisasi dan spesifikasi memberi alternatif seperti yang ditafsirkan dan disetujui
DireksiTeknik.
Bila standar-standar untuk material dan perlengkapan alat-alat tidak dinyatakan dalam
spesifikasi, maka harus menyesuaikan dengan standar yang sesuai dengan umum
digunakan seperti standar dari Inggris yang paling benar dan sesuai, standar Amerika
untuk test material (ASTM), standar Indonesia SNI, PUPBI, PBI dan lainnya yang
disetujui Direksi Teknik.

1.4. PROGRAM PELAKSANAAN DAN LAPORAN.

1.4.1 ProgramPelaksanaan.

Dalam 7 (tujuh) hari setelah menerima surat penunjukan, Penyedia Jasa harus
mengajukan kepada Direksi Teknik, jadual waktu pelaksanaan untuk seluruh pekerjaan
dan pekerjaan sementara yang akan dilaksanakan berdasar kontrak, dengan memakai
methode CPM (Critical Part Methode) dan Barchart. Urutan kegiatan harus
menunjukkan usulan urutan pelaksanaan dan hubungan yang sesuai antara kegiatan-
kegiatan dalam jaringan kerja dan harus memasukkan kelonggaran waktu dan sumber-
sumber untuk melengkapai pekerjaaan. Urutan kegiatan harus mencakup :
a. Namakegiatan.
b. Jangka waktu kegiatan.
c. Mulai tanggal paling awal,
d. Mulai tanggal paling akhir,
e. Waktu yang diperlukan
f. Waktu float
g. Sumber tenaga kerja, peralatan dan bahan yang diperlukan

Hal-hal berikut harus sudah termasuk dalam perhitungan waktu yang diperlukan untuk
menyelesaikan kegiatan dan daftar dari semua kelonggaran waktu dan jangka waktu
yang dapat dipakai :
❑ Pengukuran,pematokan.
❑ Persiapan dan persetujuangambar-gambar.
❑ Persetujuan benda-benda uji atau uji coba.
❑ Pengepakanbahan-bahan.
❑ Pemasangan item-itemkhusus.
❑ Kemungkinan penundaan dikarenakan banjir atau kondisi cuacaburuk.
❑ Libur keagamaan.
❑ Beberapa faktor lain yang mempengaruhi jangka waktu.
Sumber-sumber yang dipekerjakan termasuk:
❑ Jumlah tenaga kerja termasuk perincian oleh perusahaan, tenaga ahli atau pengawas
apa saja, pengawas tenaga asingdsb.
❑ Sarana konstruksi dan peralatan termasuk type, buatan, kapasitas danjumlah.

Jadual waktu pelaksanaan harus dipersiapkan sedemikian rupa sehingga keseluruhan


pekerjaan akan diselesaikan dalam waktu yang telah ditentukan dalam penawaran.
Sesudah disetujui oleh Direksi jadual waktu pelaksanaan beserta lembar-lembar
lampirannya harus digunakan sebagai acuan progam pelaksanaan dan tidak diijinkan
diadakan perubahan, kecuali ada perpanjangan waktu yang diperbolehkan berdasarkan
kontrak. Program yang disetujui harus menjadi dasar acuan untuk membandingkan
kemajuan yang dicapai terhadap yang direncanakan. Juga akan digunakan untuk
mengetahui apakah suatu pekerjaan telah selesai tepat pada waktunya.
Program pelaksanaan yang disetujui akan dimonitor secara ketat dan semua kemajuan
kegiatan diperbarui dalam kurun waktu tertentu.

Bila menurut pendapat Direksi Teknik, kemajuan pekerjaan tidak sesuai dengan
program pelaksanaan yang disetujui, Direksi Teknik mempunyai hak meminta Penyedia
Jasa untuk menambah item-item atau waktu kerja yang sesuai. Untuk selanjutnya atas
permintaan Direksi Penyedia Jasa akan membuat jadual yang telah diperbaiki untuk
mengejar ketinggalan program pelaksanaan yang telah disetujui, harus secara terus
menerus dijadikan dasar monitor kemajuan pekerjaan dan syarat untuk penentuan
penyesuaian penambahan ataupengurangan.

1.4.2 Laporan KemajuanPekerjaan.

Setiap bulan sebelum tanggal sepuluh Penyedia Jasa harus menyerahkan 5(lima)
laporan bulanan menurut form yang telah disetujui oleh Direksi Teknik. Secara rinci
tentang kemajuan pelaksanaan selama bulan sebelumnya. Laporan tersebut harus
mencakup, tetapi tidak dibatasi hal-hal sbb:
❑ Prosentase pekerjaan secara total yang diselesaikan sampai dengan akhir laporan
bulanan dengan memakai kegiatan dan sub kegiatan dalam jaringan kerja CPM
yang telah ditetapkan dandisetujui.
❑ Jumlah waktu yang tersisa untuk menyelesaikan keseluruhan pekerjaaan dan untuk
setiap kegiatan jaringankerja.
Pada setiap kegiatan atau sub kegiatan dalam jaringan kerja dibuat daftar yang
menunjukkan :
❑ Prosentase rencana akan diselesaikan sampai akhir periodepelaporan.
❑ Prosentase aktual yang diselesaikan sampai akhirn periodelaporan.
❑ Jangka waktu yang tersisa untuk menyelesaikan kegiatan atau subkegiatan.
❑ Penjelasan yang tepat tentang kemajuan pekerjaan termasuk methoda perbaikan.
Daftar tenaga kerja berdasarkan perusahaan atau posisi yang digunakan selama periode
laporan.
Daftar sarana pelaksanaan, peralatan dan bahan-bahan dilapangan yang digunakan
dalam pelaksanaan pekerjaan termasuk yang tiba/datang darilapangan.
Total volume pekerjaan untuk item-item seperti berikut tetapi tidak dibatasi untuk :
❑ Total volume pekerjaan galian yangdiselesaikan.
❑ Total volume pekerjaan berbagai klsifikasi timbunan yangdiselesaikan.
❑ Total volume pekerjaan berbagai klas mutu beton yangdiselesaikan.
❑ Total volume pekerjaan pasangan batu yangdiselesaikan.
❑ Total jumlah volume bangunan-bangunan dari item-item lain menurut klasifikasi
dantempatnya.
Item-item utama untuk pekerjaan sementara yang dilaksanakan selama periode
pelaporan.
Daftar jumlah pembayaran yang diterima per tanggal dan jumlah tagihan yang diajukan
tetapi belum dibayarkan.
Uraian secara rinci semua faktor-faktor yang mempengaruhi kemajuan pekerjaan dan
solusi yang diusulkan Penyedia Jasa.
Masalah-masalah lain yang mungkin diperlukan berdasarkan kontrak atau pernyataan
tentang masalah-masalah yang timbul dari atau sehubungan dengan pelaksanaan
pekerjaan selama periode pelaporan.
Photo kemajuan pelaksanaan pekerjaan sebagaimana diuraikan pada sub pasal 4.5.

1.4.3 Jadwal ( Schedulle ) Mingguan dan Bulanan.

Penyedia Jasa harus menyerahkan lima copy jadual mingguan dalam format yang
disetujui oleh Direksi Teknik pada akhir setiap minggu untuk minggu berikutnya. Jadual
tersebut akan berisi, tetapi tidak dibatasi, item-item berikut : pekerjaan tanah, pekerjaan
beton dan pekerjaan kontruksi lainnya yang berhubungan dengan pelaksanaan
pekerjaan, penyediaan bahan, pengangkutan bahan-bahan dan peralatan dan jadual
lainnya yang diperlukan oleh DireksiTeknik.
Penyedia Jasa harus mempersiapkan jadual bulanan dalam bentuk “ bar chart “ pada
akhir tiap bulan untuk bulan berikutnya. Jadual ini akan menunjukkan lamanya waktu
dari mulai sampai selesai tiap kegiatan dengan perkiraan volume pekerjaan. Jadual akan
disampaikan pada Direksi Teknikpada hari ketiga tiap bulan untuk perbaikan dan
komentarnya. Diagram garis bulanan harus dipersiapkan dalam hubungannya dengan
dan harus konsisten dengan seluruh kegiatan dalam Barchart yang telah disetujui
dengan maksud untuk mencapai keseluruhan kemajuan yang direncanakan pada periode
itu.

1.4.4 Pertemuan Gabungan untuk membicarakan kemajuan.

Pertemuan rutin antara personil inti dari Direksi Teknik dan Penyedia Jasa harus
diadakan setiap minggu atau tiap dua mingguan, pada waktu yang telah disetujui oleh
kedua belah pihak. Tujuan dari pertemuan itu membicarakan kemajuan yang dicapai,
rencana kerja minggu berikutnya dan masalah-masalah yang ada dan berakibat langsung
terhadap kegiatan kerja yang segera dilaksanakan.

1.4.5 Photo-photo kemajuanpelaksanaan.

Penyedia Jasa harus melengkapi semua laporan kemajuan pelaksanaan dengan photo
berwarna, setiap kemajuan pekerjaan yang dicapai, pada lokasi yang ditentukan oleh
Direksi Teknik. Photo akan diambil pada awal, selama berlangsung dan tahap
selesai(0%,25%,50%,75%,100%) untuk masing-masing bagian utama pekerjaan atau
bagian pekerjaan dan pada saat lain yang langsung ditentukan oleh Direksi Teknik.
Uraian singkat dan tanggal masing-masing photo akan disertakan photo negatifnya akan
menjadi milik Negara. Dan cetak ulang dari negatif ini tidak boleh diberikan kepada
orang lain kecuali diijinkan.

1.5. SURVEY DANPENGUKURAN.

1.5.1 Bench Mark ( Titik Kontrol )BM.

Bench Mark (BM) dasar untuk proyek haruslah BM yang ditunjukkan oleh Direksi.
Penyedia Jasa harus melakukan konfirmasi terhadap ketelitian dari setiap BM yang lain
dengan melakukan survai pengecekan terhadap BM dasar tersebut. Dalam hal BMyang
rusak yang disebabkan oleh aktifitas pelaksanaan, BM tersebut harus disimpan oleh
Penyedia Jasa dengan biaya sediri. Penyedia Jasa akan membuat BM sementara dengan
interval 250 m sepanjang lokasi pekerjaan. Design dan lokasi dari masing-masing BM
sementara harus disetujui oleh Direksi Teknik. Elevasi BM sementara harus dibuat dan
disetujui oleh Direksi Teklnik sebelum BM sementara digunakan untuk survei pra-
pelaksanaan atau kemajuan pekerjaan.

1.5.2 Survei pra-pelaksanaan.

Penyedia Jasa bertanggung jawab untuk membuat gambar-gambar yang


menggambarkan semua perubahan yang diperlukan karena kondisi-kondisi lokal. Setiap
survei akan mencakup tetapi tidak terbatas hal-hal sbb:
❑ Pekerjaan pematokkan secara umum sesuai dengan gambar kontrak, termasuk
setiap pematokkan kembali yang diperlukan karena perubahan alignemen yang
timbul pada saat pembuatan gambarpelaksanaan.
❑ Penyedia Jasa harus melakukan survai penampang melintang atas permukaan tanah
asli dan permukaan tanah galian untuk perhitungan volume yang digunakan untuk
kepentingan pembayaran kemajuanpekerjaan.

1.5.3 Bantuan staf Direksi Teknik untuksurvei.

Penyedia Jasa wajib bekerja sama dengan Direksi Teknik dalam melakukan uitzet serta
melaksanakan pengukuran survai dan pengukuran opnam untuk catatan Penyedia Jasa
akan menyediakan segala sesuatu yang diperlukan oleh Direksi Teknik dan
menyediakan patok kayu, penggaris, pelantar kerja, cetaan, template, profil dan
keperluan lain dalam jumlah yang cukup untuk melakukan cek uitzet Penyedia Jas dan
pengukuranpekerjaan.

1.6. PEKERJAANSEMENTARA.

1.6.1 Umum.

Semua pekerjaan sementara akan dioperasikan, dipelihara dan secara bertahap


dibongkar oleh Penyedia Jasa, kecuali ditentukan lain dalamKontrak.

1.6.2 Lokasi /Lapangan.

Penyedia Jasa harus membatasi, sejauh dapat dilakukan, perpindahan para pekerja dan
peralatan ke lapangan termasuk rute jalan masuk yang sudah disetujui oleh Direksi
Teknik dengan maksud untuk meminimalkan tanaman dan hak milik, dan akan berusaha
sekuat tenaga untuk menghindari kerusakan tanah. Bekas roda kendaraan dan guratan
roda kendaraan harus diperbaiki dan kerusakan lahan harus dikembalikan semaksimal
mungkin seperti kondisi aslinya.
Penyedia Jasa akan bertanggung jawab langsung pada pemilik pekerjaan untuk
beberapa pelanggaran atau kerusakan yang tidak perlu atau kerusakan tanaman atau
lahan sebagai akibat pengoperasian, apakah tanaman atau lahan tersebut milik Pemilik
Pekerjaan atau orang lain dan akan mengganti rugi kepada Pemilik atau oranglain
terhadap semua kerugian-kerugian dan tuntutan untuk setiap kerusakan dan kerugian,
sebagaimana yang ditentukan.

1.7. MOBILISASI DANDEMOBILISASI

1.7.2 RuangLingkup.

Mobilisasi dan Demobilisasi dalam daftar Kuantitas dan Harga (“Bill of Quantity”)
dimaksudkan pengangkutan Sarana Pelaksanaan yang akan digunakan ke lapangan
berdasarkan pada jadwal pelaksanaan yang disampaikan setelah penerimaan Surat
Perintah Kerja. Mobilisasi peralatan berat dan peralatan lainnya, sesuai dengan jadwal
yang diserahkan juga termasuk dalam mobilisasi.
Penyedia Jasa, dengan ijin dari Direksi Teknik diperbolehkan, setiap saat selama
pelaksanaan pekerjaan, melakukan perubahan, pengurangan/peningkatan sarana
pelaksanaan dan personil. Mobilisasi untuk semua peralatan yang diperlukan untuk
memulai pekerjaan harus selesai dalam waktu 7 hari sesudah Surat
Penunjukan.Demobilisasi juga termasuk pemindahan semua peralatan dari lokasi.

1.7.3 Pengukuran Pembayaran Mobilisasi Demobilisasi.

Subpasalinimengacuuntukmobilisasi demobilisasisepertiyangdijelaskandalamSubpasal
1.7.Harga“lumpsump”(LS)akandibayarkansbb:
❑ Sebesar 70 % apabila semua perlengkapan ditunjukkan dalam jadual Pelaksanaan
yang telah disetujui sampai di lokasipekerjaan.
❑ Sebesar 30 % apabila kegiatan-kegiatan telah selesai dan peralatan telah
dipindahkan dari lokasipekerjaan.
Harga “lumpsum” akan sudah dianggap termasuk kompensasi penuh untuk setiap biaya
yang dikeluarkan oleh Penyedia Jasa untuk mobilisasi dan demobilisasi.
Semua biaya yang dikeluarkan oleh Penyedia Jasa dalam memenuhi kebutuhan pada
pasal ini yang dianggap sudah termasuk dalam jumlah “lump sump” (LS) yang
dimasukkan dalam Daftar Kuantitas dan Harga.

1.8. KANTOR LAPANGAN, GUDANG DAN BARAKKERJA.

Penyedia Jasa akan menyediakan, menjaga, mengoperasikan semua bangunan-


bangunan, halaman-halaman kerja seperti Kantor Penyedia Jasa, kantor lapangan,
gudang, bengkel, barak tenaga kerja serta, bangunan/halaman lainnya yang diperlukan
untuk menunjang pelaksanaan pekerjaan dan memindahkannya pada saat selesai
pekerjaan.

Kantor Penyedia Jasa harus mempunyai luas yang cukup, termasuk ruang pertemuan.
Penyedia jasa akan menyampaikan perencanaan lapangan/lokasi dan secara umum
untuk bangunan-bangunan sementara serta permanen pada Direksi Teknik untuk
persetujuannya dalam periode ditentukan dengan proposal. Pelaksanaan bangunan
tersebut tidak boleh dimulai sebelum proposal tersebut disetujui Direksi Teknik dan
fasilitas kantor yang memadai akan disediakan di lokasi untuk Wakil Direksi serta
stafnya.
Kantor staf Penyedia Jasa di lapangan, barak tenaga kerja akan disediakan dengan
semua pelayanan yang diperlukan untuk drainase, lampu penerangan jalan, jalan
setapak, tempat parkir, pagar, sanitasi, dapur masak, pencegahan kebakaran,
perlengkapan pemadamkebakaran.

Penyedia Jasa juga harus menyediakan system penyediaan air bersih yang memadai
untuk kantor Penyedia Jasa, kantor staf, barak tenaga kerja, bengkel dan tempat-tempat
lain di lapangan/lokasi pekerjaan. Penyedia Jasa akan mengatur sendiri untuk
penyediaan listrik, telephon untuk kebutuhan kantor Penyedia Jasa serta seluruh
personilnya di lapangan.

Semua biaya yang dikeluarkan oleh Penyedia Jasa dalam memenuhi persyaratan sub
pasal ini harus sudah dianggap termasuk dalam jumlah “lump sump” (LS) yang
dimasukkan sesuai dalam Daftar Kuantitas dan Harga (BOQ).

1.9. JALAN MASUK SEMENTARA.

Penyedia Jasa akan melaksanakan dan memelihara jalan-masuk sementara termasuk


drainasi, bangunan silang untuk fasilitas aliran yang diperlukan untuk pelaksanaan
pekerjaan. Pembongkaran dan pemindahan dari bangunan-bangunan sementara ini akan
dilaksanakan dengan persetujuan Direksi Teknik.
Setiap jalan eksisting yang akan digunakan sebagai jalan kerja harus direhabilitasi dan
dipelihara oleh Penyedia Jasa.
Setiap jalan masuk yang dibangun baru harus mempunyai total lebar 5.00 m dan
dilaksanakan dengan perkerasan pasir-batu.
Sedikitnya tidak kurang dari 7 hari sebelum Penyedia Jasa memulai pelaksanaan
pekerjaan beberapa bagian jalan sementara, Penyedia Jasa akan menyampaikan secara
rinci kepada Direksi untuk persetujuannya termasuk :
❑ Perencanaan jalan kerja sementara termasuk drainasi dan fasilitas persilangan
dengan aliran;dan
❑ Methode dan pelaksanaan dan jadual waktu pelaksanaan dari semua jalan kerja
sementara.
Penyedia Jasa tidak boleh memulai pelaksanaan dari setiap jalan-masuk sementara
sebelum mendapatkan persetujuan dari Direksi Teknik. Persetujuan tersebut tidak akan
membebaskan Penyedia Jasa dari tugas atau tanggung jawabnya sesuai dalam Kontrak.
Penyedia Jasa akan melaksanakan jalan-masuk sementara sesuai dengan gambar-
gambar dan program pelaksanaan yang telah disetujui Direksi Teknik. Penyedia Jasa
akan bertanggung jawab untuk memperbaiki dengan biayanya sendiri atas beberapa
kerusakan pada jalan masuk termasuk jalan-jalan eksisting pada rute-rute jalan-masuk
yang disebabkan oleh lalu lintas dari peralatan berat dan truk-truk yang digunakan oleh
Penyedia Jasa untuk pelaksanaan pekerjaan. Dalam menyelesaikan pekerjaan jalan-
masuk sementara, kecuali ditentukan lain harus dibongkar, lokasi dikembalikan seperti
kondisi semula sesuai dengan perintah dari Direksi Teknik.
1.10. PENGUKURAN DANPEMBAYARAN.

Semua biaya yang dikeluarkan oleh Penyedia Jasa dalam memenuhi persyaratan dari
sub pasal 1.9. s/d 1.14 yang berkaitan dengan pembuatan, pembongkaran/pemindahan
jalan-masuk sementara sudah dianggap termasuk dalam jumlah “lump sump”(LS) yang
dimasukkan sesuai dengan item pekerjaan dalam Daftar Kuantitas danHarga.

1.11. JEMBATANSEMENTARA

Dalam hal dipandang perlu dan atau diperintahkan oleh Direksi Teknik, Penyedia Jasa
akan melaksanakan dan memelihara jembatan sementara serta akan menyediakan semua
tenaga kerja juga bahan-bahan yang diperlukan, maupun pembongkaran jembatan
sementara tersebut setelah pekerjaan selesai.
Semua biaya yang dikeluarkan oleh Penyedia Jasa dalam memenuhi persyaratan dari
sub pasal 1.11. ini yang berkaitan dengan pembuatan, pembongkaran/pemindahan
sudah dianggap termasuk dalam jumlah “lump sump”(LS) yang dimasukkan dalam
Daftar Kuantitas danHarga.

1.12. PENGELAKAN DAN PENGENDALIAN ALIRANSUNGAI.

Penyedia Jasa akan bertanggungjawab atas pemindahan aliran air yang mengganggu
pekerjaan selama pelaksanaan seluruh pekerjaan sesuai dengan ketentuan dari
Spesifikasi Teknik, Kistdam dan Pengaturan Alur
Semua biaya yang dikeluarkan oleh Penyedia Jasa dalam memenuhi persyaratan dari
sub pasal 1.12. ini sudah dianggap termasuk dalam jumlah “lump sump”(LS) yang
dimasukkan dalam Daftar Kuantitas danHarga.
Kecuali untuk pelaksanaan bangunan Jembatan serta bangunan Terjun yang
membutuhkan penutupan dan pengeringan yang terus menerus selama pelaksanaan.
Untuk bangunan tersebut biayanya sudah dianggap termasuk dalam jumlah “lump
sump”(LS) dimasukkan dalam Daftar Kuantitas dan Harga dan dibayarkan sbb :
❑ Sebesar 40 % apabila penggalian pondasiselesai.
❑ Sebesar 40 % apabila pekerjaan selesai 100%.
❑ Sebesar 20 % apabila semua bangunan-bangunan pengelak dan peralatan yang
berkenaan dengan pengamanan air telah dipindahkan dari lokasipekerjaan.
Biaya sudah dianggap termasuk kompensasi penuh untuk menyediakan semua tenaga
kerja, bahan-bahan, perlengkapan, bangunan-bangunan peralatan dan lain-lain untuk
menyelesaikan pekerjaan yang menyesuaikan pelaksanaan teknik terbaik dan
sepenuhnya sesuai dengan persyaratan yang dijelaskan dalam Spesifikasi tersebut.

1.13. PEMBUANGAN SAMPAH YANGMENGAPUNG

Pembuangan sampah yang mengapung di sungai selama pelaksanaan pekerjaan akan


menjadi tanggung jawab Penyedia Jasa. Perhatian khusus yang dibutuhkan pada
jembatan-jembatan yang ada, pada galian sudetan dimana hambatan aliran sungai akan
menyebabkan dibagian hulu banjir atau runtuhnya bangunan.
Semua sampah yang mengapung diambil dari sungai harus dibakar atau dipindahkan
dari lokasi atau dibuang dengan cara lain yang disetujui olehpemilik.
Semua biaya yang dikeluarkan oleh Penyedia Jasa dalam memenuhi persyaratan dari
sub-pasal 1.13. ini sudah dianggap termasuk dalam jumlah “lump sump”(LS) yang
dimasukkan dalam Daftar Kuantitas dan Harga.

1.14. TEST LABORATORIUM DAN PEKERJAANEXPLORASI.

Penyedia Jasa akan bertanggungjawab atas pemilihan dan pengaturan dari laboratorium
yang sesuai untuk melaksanakan test pada beton, material tanah dan test-test lain yang
diperlukan untuk pekerjaan.
Penyedia Jasa akan bertanggungjawab atas ketelitian peralatan laborat, peralatan test
dan laporan test yang akan disampaikan kepada Direksi Teknik untuk diperiksa pada
akhir tiap minggu. Peralatan test dan peralatan laboratorium harus sesuai dengan
persyaratan dan harus tersedia dan dapat dijalankan untuk Direksi Teknikpada setiap
saat.
Semua biaya yang dikeluarkan oleh Penyedia Jasa untuk penyediaan, pengoperasian
laboratorium, peralatan test, laporan test maupun hasil test, perlengkapan serta material-
material test, personil tenaga kerja, biaya-biaya pengangkutan benda-benda uji dalam
uji (test) semen, batu-batu pecah, contoh tanah/pasir, pencatatan dan lain-lainnya sudah
dianggap termasuk dalam jumlah “lump sump”(LS) yang dimasukkan dalam Daftar
Kuantitas danHarga.

1.15. PENGATURAN KESELAMATAN DAN KESEHATAN(K3).

Semua pengawasan terhadap keselamatan, kesehatan dan keamanan yang diperlukan


untuk pelaksanaan seperti, dan tidak dibatasi, antara lain pengaturan sanitasi,
pembersihan lahan di lokasi, bahan peledak dan bahan bakar minyak, pagar sementara,
peraturan-peraturan keamanan dan pencegahan kebakaran akan dibangun serta
dipelihara oleh Penyedia Jasa dengan biaya sendiri. Penyedia Jasa akan
bertanggungjawab atas semua keselamatan, kesehatan, pengawasan keamanan dan akan
menyampaikan pada Direksi Teknik untuk mendapatkan persetujuan, organisasi serta
aturan-atruran untuk tujuantersebut.
Penyedia Jasa akan membuat pengaturan untuk pertolongan setiap kecelakaan yang
secara kebetulan terjadi di lapangan dalam bentuk unit pertolongan pertama yang sesuai
dengan persyaratan-persyaratan. Dan harus bertanggungjawab serta menanggung semua
biaya yang berhubungan dengan pelayanan pertolongan pertama tersebut termasuk
pengiriman, pengangkutan dengan ambulan untuk pekerja yang terluka atau sakit ke
Rumah Sakit. Pertolongan pertama juga harus disediakan untuk Pemilik dan Direksi
Teknik tanpa dipungut biaya, juga untuk pekerja-pekerjanya di lapangan.

1.15.1 Sistem PengaturanKeamanan.

Penyedia Jasa akan membangun sebuah sistem keamanan dan organisasinya untuk
pekerjaan-pekerjaan serta menyampaikan program kepada Direksi Teknik untuk
persetujuannya. Sistem kontrol keamanan akan mempunyai kapasitas peralatan, fasilitas
dan personil yang memadahi untuk menghindari kecelakaan dan kerusakan bagi orang-
orang dan harta benda terkait.
Sistem kontrol keamanan akan dioperasikan sesuai dengan program yang disetujui dan
disusun berdasarkan aturan-aturan serta hukum di Indonesia.
Direksi Teknik atau Wakil Direksi berhak untuk memerintah Penyedia Jasa dalam
pengoperasian sistem tersebut dari waktu ke waktu, jika dianggap perlu menurut Direksi
Teknik.
1.15.2 Pengaturan Sanitasi dan PembersihanLapangan.

Penyedia Jasa harus menjaga lokasi dalam keadaan bersih dan akan menyediakan,
menjaga kenyamanan sanitasi untuk digunakan orang-orang yang dipekerjakan dalam
pekerjaan, dengan tingkat serta cara dan pada tempat-tempat yang disetujui oleh Direksi
Teknik serta oleh instansi lokal yang berwenang, dan semua orang yang berhubungan
dengan pekerjaan akan diwajibkan untuk menggunakan kesepakatan-kesepakatan ini.
Penyedia Jasa akan mengumumkan pelarangan dan melakukan cara pencegahan lain
yang mungkin diperlukan untuk menjaga kebersihan lokasi.
Pembersihan lahan oleh Penyedia Jasa tidak boleh dilakukan tanpa persetujuan tertulis
dari Direksi Teknik dan akan dibatasi pada lokasi dimana secara tegas perlu, karena
penebangan pohon pada umumnya tidak diijinkan.
1.15.3 Bahan BakarMinyak.

Penyedia Jasa akan membuat pengaturan pengangkutan, gudang dan penanganan bahan
bahan bakar minyak dengan cara yang aman untuk melindungi personil lapangan dan
masyarakat umum sesuai hukum serta peraturan keamanan yang berlaku.
Penyedia Jasa harus memperoleh semua ijin yang diperlukan serta akan membayar
semua biaya yang mungkin diperlukan untuk memindahkan bahan bakar minyak dari
satu tempat ke tempat lain dan penyimpan, serta akan melaksanakan semua permohonan
yang diperoleh untuk mendapat persetujuan dari instansi yang berwenang dari
Pemerintah Indonesia.
Penyedia Jasa akan menyediakan dan memasang sistem peringatan yang cukup,
sehingga peringatan yang memadai dapat diberikan kepada semua orang dalam keadaan
berbahaya. Disamping akan menempatkan pembawa bendera pada setiap jalan-masuk
daerah yang disebutkan, untuk menghentikan dan mencegah semua lalu-lintas yang
akan masuk sampai dengan pengumuman amandiberikan.
Lokasi-lokasi bahan-bakar minyak harus disetujui oleh Direksi Teknik, tangki BBM
yang dibangun diatas tanah dan gas minyak tanah cair tidak boleh di lokasi yang
berdekatan dengan kantor lapangan atau lebih dekat dari 100 m terhadap bangunan-
bangunan di lapangan. Penyedia Jasa tidak boleh menggunakan bahan-peledak tanpa
persetujuan tertulis dari Direksi Teknik. Persetujuan oleh Direksi Teknik tidak akan
membebaskan Penyedia Jasa dari kewajiban serta tanggungjawabnya untuk semua
operasi peledakkan.
1.15.4 Pencegahan untukKeselamatan.

Penyedia Jasa harus mengambil semua tindakan yang diperlukan untuk pencegahan
terhadap resiko-resiko kehilangan nyawa atau kecelakaan bagi orang-orang yang
dipekerjakan serta pekerja dari staf Direksi Teknik dan Direksi Teknik juga pengunjung-
pengunjung yang mempunyai alasan cukup berada di lokasi pekerjaan, dan terakhir
harus mengadakan penjagaan seperlunya pada Pekerjaan sesuai dengan perintah Direksi
Teknik.
Penyedia Jasa akan mengambil semua pencegahan yang perlu terhadap kerusakan pada
harta-benda pemilik atau selain pemilik yang letaknya berdekatan atau berada di lokasi.
Penyedia Jasa akan memenuhi peraturan-peraturan pencegahan adanya kecelakaandan
peraturan-peraturan keselamatan baik lokal atau nasional dari instansi yang berwenang
di Indonesia.
Penyedia Jasa harus menunjuk Petugas keselamatan yang mampu, berkualitas,
berpengalaman yang perannya termasuk mempromosikan secara aktif konsep-konsep
keselamatan kerja kepada seluruh pekerja dari Penyedia Jasa. Petugas tersebut akan
melaporkan kondisi-kondisi yang kurang aman kepada Site Manager Penyedia Jasa
yang harus segera melakukan tindakan koreksi terhadap setiap kondisi yang kurang
aman tersebut. Petugas Keselamatan harus memegang peran utama dalam pertemuan
secara periodik tentang keselamatan kerja dengan Pemilik dan pertemuan dengan
pengawas-pengawas Penyedia Jasa, mandor dan pekerja. Penyedia Jasa akan segera
melaporkan kepada Direksi Teknik semua kecelakaan akibat dari operasional Penyedia
Jasa.
1.15.5 PencegahanKebakaran.

Penyedia Jasa akan mengambil setiap tindakan pencegahan terhadap kebakaran di atau
di dekat lokasi serta akan menyediakan apapun yang menurut pertimbangan Direksi
mencukupi, perlengkapan pemadam kebakaran yang siap dipakai pada semua bangunan,
gedung atau tempat Pekerjaan yang sedang dilaksanakan, termasuk tempat tinggal,
barak pekerja dan lokasi kantor yang disediakan untuk Wakil Direksi. Penyedia Jasa
akan menjaga perlengkapan alat-alat kerja serta segala tambahan perlengkapan
pemadam kebakaran yang diperlukan, dalam kondisi yang baik sampai pekerjaan
diterima olehpemilik.
Penyedia Jasa harus segera memadamkan api yang terjadi di lokas, dimanapun api
berasal. Dengan memperhatikan ini, Penyedia Jasa akan menggunakan semua
kebutuhan peralatan dan tenaga-kerja guna memadamkan kebakaran sampai batas
kemampuan perlengkapannya serta tenaga-kerja yang dipekerjakannya pada lokasi
termasuk perlengkapan dari Sub-PenyediaJasa.
Semua biaya yang dikeluarkan oleh Penyedia Jasa dalam memenuhi persyaratan dari
sub-pasal 7.6. ini sudah dianggap termasuk dalam jumlah “lump sump”(LS) yang
dimasukkan dalam Daftar Kuantitas danHarga.
1.16. PEMBONGKARAN (“Demolition”).

Pada umumnya lokasi dari proyek/ pekerjaan pada umumnya adalah terletak pada
sungai-sungai dimana sungai melewati daerah yang sudah berkembang. Di daerah
seperti ini Pemilik akan bertanggung jawab untuk memindahkan penduduk,
pembongkaran bangunan yang kosong pada lokasi sampai rata dengan permukaan tanah
serta pemutusan utilitas pelayanan umum.
1.16.1 Pembongkaran dari Konstruksi yang ada.

Pekerjaan ini terdiri dari pemindahan dan pembuangan ketempat yang telah ditentukan
dari semua kaki pondasi, pagar, pipa, kabel, angkur blok, gulungan kawat navigasi,
tiang, tumpukan, bagian-bagian struktur bawah yang ada serta beberapa struktur lain
yang tidak diijinkan untuk tertinggal atau diperlukan untuk dibongkar/dipindahkan
dengan tujuan pelaksanaan pekerjaan pada garis-garis dan ketinggian yang ditunjukkan
dalam gambar-gambar sesuai dengan Kontrak. Semua hasil bongkaran menjadi milik
proyek dan Penyedia Jasa menyerahkannya ke tempat yang telah ditentukan.

1.16.2 Pengukuran danPembayaran.

Sub-pasal ini mengacu pada pembongkaran bangunan eksisting seperti yang dijelaskan
pada sub-pasal 1.16.1. ini dari spesifikasi tersebut diatas.
Kecuali ditentukan lain dan disetujuioleh Direksi Teknik pengukuran untuk pembayaran
akan didasarkan atas analisa-biaya yang diajukan oleh Penyedia Jasa untuk disetujui
oleh DireksiTeknik.
Semua biaya yang dikeluarkan oleh Penyedia Jasa dalam memenuhi persyaratan dari
sub-pasal 1.16.2. ini sudah dianggap termasuk dalam jumlah “lump sump”(LS) yang
dimasukkan dalam Daftar Kuantitas dan Harga.

1.17. RELOKASI DARI UTILITAS PELAYANANUMUM

1.17.1 RuangLingkup.

Semua utilitas pelayanan umum yang sudah ada (contoh : persediaan air, persediaan
listrik serta fasilitas komunikasi) akan direlokasi diluar batas-batas Pekerjaan atau
secara langsung ditunjukkan oleh Direksi Teknik. Penyedia Jasa akan berhubungan
dengan perusahaan utilitas yang bersangkutan dan membuat kesepakatan awal tentang
biaya serta waktu untuk relokasi, kepada pemakai dan berhubungan dengan Pemilik
yang akan bertanggung-jawab atas pemutusan dan penyambungankembali.

1.17.2 Pengukuran danPembayaran.

Semua biaya yang dikeluarkan oleh Penyedia Jasa dalam memenuhi persyaratan dari
sub-pasal 1.17. ini sudah dianggap termasuk dalam jumlah “lump sump”(LS) yang
dimasukkan dalam Daftar Kuantitas dan Harga.
1.18. KONTROL POLUSI DAN PERLINDUNGANLINGKUNGAN.

1.18.1 Umum.

Penyedia Jasa sebaiknya merencanakan, melaksanakan, memelihara dan


mengoperasikan fasilitas pengontrol polusi yang sesuai untuk mencegah pembuangan
air yang mengandung bahan polusi atau material suspensi ke sungai-sungai, aliran air
atau pada sistem pembuangan air yang ada. Fasilitas ini harus disetujui oleh Direksi
Teknik yang termasuk beberapa atau semua hal-hal sebagaiberikut:

a. Kontrol terhadap aliran permukaan:


❑ Pembuatan sarana pengalihan saluran atau drainase “cut-off”keliling untuk
memotong aliran air permukaan dari daerah yang tak terusik dan mengalirkan
aliran tersebut mengelilingi daerahkerja.
❑ Pemasangan sarana pencegah saluran stabil yang dibuat tegak lurus terhadap
gariskontour.
❑ Pembuatan kolam pengendapsedimen.
❑ Pembuatan bangunan bendung daribronjong.

b. Membatasi se-minimal mungkin ruang gerak sarana transport danperalatan.

c. Me-minimalkan daerah dibuka karena:


❑ Tahap operasi;
❑ Stabilisasi segera sesudahpekerjaan;
❑ Penanaman rumput sementara atau perbaikan lain pada daerah yangterusik.

d. Pembuatan sarana pengendapanlumpur.


❑ Menggunakan jerami-jerami yang dipak diletakkan pada saluran air atau
tempat lain yangdiperlukan;
❑ Menggunakan pagar penahan endapanlumpur.

Semua air yang dialihkan alirannya ataupun dipompa harus dibuang keluar ke lokasi
yang disetujui oleh Direksi Teknik dan dijaga agar aliran tidak dapat kembali lagi ke
lokasi pekerjaan, dan dengan cara yang tidak menimbulkan erosi, polusi, atau gangguan
pada lahan penahannya, Penyedia Jasa lain dipekerjakan oleh Pemilik atau orang lain di
atau berdekatan dengan lokasi pekerjaan.
Pembuangan limbah minyak dari bengkel ataupun dari tempat lain sebaiknya tidak
menyebabkan polusi pada sungai-sungai atau aliran air lainnya.
Sebelum pekerjaan dilaksanakan pada suatu daerah lokasi, semua sarana penunjang
pengukuran pengontrol polusi, yang ditentukan atau diarahkan atau disetujui sudah
dipasang dan dioperasikan.

1.18.2 Rencana PengontrolanPolusi.

❑ Penyedia Jasa sebaiknya menyiapkan dan menyampaikan Rencana Pengontrolan


Polusi kepada Direksi Teknik sekurang-kurangnya 30 (tiga puluh) harisebelum
memulai pekerjaan dilapangan.Pentingnya perencanaan dan pemeliharaan
pengontrolan erosi dan sedimen yang memadai perlu ditekankan. Bersamaan
dengan pembuatan rancana tersebut, pada waktu yang sama pula, Penyedia Jasa
sebaiknya juga mendapatkan surat ijin dari instansiyang berwenang untuk
membuang air dari lokasi kesaluran-saluran air yangada.
❑ Rencana pengontrolan polusi sebaiknya termasuk juga mengenai methode cara
kerja, aliran drainase, alat pengendali lumpur, penanganan air permukaan serta juga
termasuk cara pemeliharaan alat-alat, perawatan pada berbagai tahappekerjaan
sesuai Kontrak. Sesudah penerbitan ijin dari yang berwenang rencana ini harus
dengan ketatditaati.
1.18.3 KualitasAir.

❑ Kualitas limbah cair yang dibuang ke sungai harus sesuai dengan standart yang
dianjurkan pada ijinpembuangan;
❑ Selain ijin perihal pembuangan harus diberikan kepada Direksi Teknik sebelum
memulai pembuangan limbahcair.

1.18.4 Pengujian.

❑ Penyedia Jasa harus mengadakan pengujian untuk kualitas limbah yang sesuai
dengan syarat-syarat pada ijin perihal pembuangan. Penyedia Jasa harus
menyampaikan hasil dari pengujian tersebut kepada Direksi Teknik dalam waktu
7(tujuh) hari setelah penerimaan hasiltest;
❑ Jika Direksi Teknik mempertimbangkan bahwa kualitas air mengalami penurunan
bersamaan dengan segala aktifitas pada daerah tersebut, maka Penyedia Jasa
sebaiknya menambahkan pengujian lain, pada kualitas air tersebut sesuai petunjuk
DireksiTeknik;
❑ Pengujian tersebut sebaiknya mencakup dan tidak dibatasi, pengujian untuk zat
yang menumpuk dan pengujian pH, meskipun tidak hanya terbatas pada pengujian
itu saja, pengujian tersebut sebaiknya dilakukan oleh Penyedia Jasa, dan pengujian
zat oksigen yang larut (DO) dan pemenuhan oksigen biologi (BOD) sebaiknya
dibuat oleh laboratorium Bio-Kimia yang legal.
1.19. PENYIMPANAN BAHAN BAKAR DAN PEMELIHARAANUMUM

1.19.1 Syarat.

Penyedia Jasa sebaiknya menyediakan serta memelihara dinding pembatas sekeliling


tempat penyimpanan bahan-bakar daerah tempat kerja. Dinding tersebut sebaiknya
mempunyai ketinggian yang cukup untuk dapat menampung volume dengan kapasitas
1,50 kali dari jumlah fasilitas tempat penyimpanan bahan-bakar yang ada.
1.19.2 Drainase.

Drainase ditempat penyimpanan bahan-bakar serta tempat pemeliharaan alat mesin


sebaiknya dipelihara dan untuk pembuangan minyak serta sisa pelumas. Dimana saluran
air yang melewati atau memotong dinding pembatas, Penyedia Jasa akan menyediakan
sarana untuk mencegah aliran itu sehingga bila terjadi bocoran semua tumpahan bahan-
bakar dan/atau cairan-cairan akan ditahan dinding pembatas diatas.
1.19.3 KontaminasiTanah.

Tanahyang terkontaminasi oleh bocoran bahan-bakar sebaiknya dibuang sejauh


mungkin dan ditempatkan pada daerah pembuangan sesuai petunjuk Direksi Teknik.

1.20. PERLINDUNGAN LINGKUNGAN.

1.20.1 Umum.

Kontrol lingkungan yang ketat juga berlaku pada pekerjaan serta kegiatan yang
dilakukan Penyedia Jasa dan Sub-Penyedia Jasanya;
Dalam pelaksanaan pekerjaan, Penyedia Jasa sebaiknya :
❑ Melaksanakan semua pekerjaan dengan mempertimbangkan perlakuan pada
lingkungan dengan perilaku yangsensitive;
❑ Tidak mengerjakan pekerjaan di luar daerah kerja tanpa persetujuan tertulis lebih
dahulu dari DireksiTeknik;
❑ Mengambil segala tindakan yang dianggap perlu untuk memastikan bahwa kualitas
air pada sungai tidaktercemar;
❑ Mengerjakan pekerjaan untuk meminimalkan pengaruh aliran permukaan dan erosi
di Daerah Aliran Sungai (DAS) serta memastikan bahwa setiap saat lokasi
pekerjaan dijaga kondisinya agar tetap rapi, teratur danbersih.
Direksi mungkin, sesuai dengan kebijaksanaannya, memberi petunjuk tambahan pada
Penyedia Jasa, yang perlu diperhatikan Penyedia Jasa mengenai larangan-larangan yang
berhubungan dengan lingkungan.
1.20.2 Perlindungan pada DaerahPerbatasan.

Penyedia Jasa harus memastikan bahwa semua pekerjaan yang dilaksanakan seminimal
mungkin dampaknya pada lingkungan di luar daerah kerja. Hal-hal tersebut harus
dilaksanakan berkaitan dengan perlindungan daerah hutan di dekat lokasi pekerjaan :
❑ Tidak boleh ada pohon, semak-semak yang ada di luar daerah pekerjaan yang
dipotong, dirobohkan/ditebang tanpa persetujuan lebih dahulu dengan Direksi
Teknik;
❑ Tidak boleh ada pohon, semak-semak yang ditebang/dirobohkan sampai ditandai
dengan jelas sasarannya serta ditentukan oleh Direksi Teknik, Penyedia Jasa akan
diberitahu secaratertulis;
❑ Tidak boleh ada pohon, semak-semak di luar daerah kerja dibakar tanpa tujuan
yangpasti.

1.20.3 Pengaturan dan PerlindunganFauna.

Penyedia Jasa harus memastikan bahwa semua pekerjaan dilaksanakan dengan cara
yang berdampak seminimal mungkin terhadap fauna lokal serta melaksanakan hal-hal
berikut berkaitan dengan pengaturan dan perlindungan fauna:
❑ Dalam hal apapun kehidupan fauna tidak boleh ditangkap, dipindahkan, dimatikan,
atau diganggu oleh Penyedia Jasa/Sub-PenyediaJasa/armadanya;
❑ Penyedia Jasa akan memastikan bahwa daerah pekerjaannya dalam kondisi tetap
rapi, teratur dan bersih, bebas dari sampah yang dapat menarik hewanpengganggu.
1.20.4 Perjanjian PengamananLingkungan/Sekitarnya.

Semua personil pekerja di lapangan bagi Penyedia Jasa/Sub-Penyedia Jasa harus


berpengalaman bertugas dengan waspada untuk pengamanan lingkungan/sekitarnya.
Semua biaya yang dikeluarkan oleh Penyedia Jasa dalam memenuhi persyaratan dari
sub-pasal 1.20.1 s/d 1.20.3 ini sudah dianggap termasuk dalam jumlah “lump
sump”(LS) yang dimasukkan dalam Daftar Kuantitas danHarga.

1.21. PEMELIHARAAN SEMUA JALANMASUK/KERJA

1.21.1 Umum.

Semua jalan eksisting yang digunakan untuk jalan masuk, jalan kerja harus diperbaiki /
direhabilitasi dan dipelihara selama atau sampai pekerjaan selesai. Pada akhir pekerjaan
Penyedia Jasa harus memperbaiki semua jalan yang dipakai sebelum meninggalkan
pekerjaan.

1.21.2 Pembayaran.

Pembayarannya harus dibuat harga satuan “ Lump Sump”(LS) yang dimasukkan


didalam Daftar Kuantitas dan Harga, yang mana harga satuan “Lump Sump” akan
termasuk seluruh biaya penyelesaian pekerjaan termasuk material-material, pekerja,
peralatan, perlengkapan dan biaya lainnya yang terkait untuk menghasilkan pekerjaan
yang lengkap dengan teknik pelaksanaan terbaik serta sesuai dengan semua persyaratan
yang dijelaskan dalam Spesifikasi.

1.21.3 Toleransi Pengukuran.

Methode pengukuran harus sesuai dengan methode dan prosedur yang ditentukan dalam
pasal khusus dan sebagaimana yang tercantum disini. Pasal ini mencakup toleransi
dalam pengukuran dimensi dari pekerjaan dan methode perhitungan kuantitas pekerjaan
yang dibagi dalam 6(enam) kategori sbb :

1.21.4 Kategori-1 ( meter panjang, m').

Kelompok pekerjaan ini harus diukur dengan angka 2 (dua) desimal tiap meter
panjangnya, dan disetujui oleh Direksi Teknik pada setiap tahapan pekerjaan
dicantumkan didalam lembar inspeksi.
Jumlah pembayaran akan ditentukan dengan mengalikan jumlah panjang dengan harga
satuan pekerjaan dan dibulatkan pada bilangan bulat terdekat
1.21.5 Kategori-2 ( meter persegi, m2).

Kelompok pekerjaan ini harus diukur dengan angka 2 (dua) desimal tiap meter
perseginya, dan dengan mengalikan dua ukuran yang diukur dengan dua angka desimal
serta dibulatkan, hasilnya dibulatkan dan disetujui oleh Direksi Teknik pada setiap
tahapan pekerjaan dan dicantumkan di dalam lembar inspeksi.
Jumlah pembayaran akan ditentukan dengan mengalikan jumlah panjang dengan harga
satuan pekerjaan dan dibulatkan pada bilangan bulat terdekat.
Jenis pekerjaan yang termasuk dalam kategori ini sbb:
❑ Pembersihan lapangan; pengupasan lapisan permukaan;plesteran;
❑ Siaran, lapisan ijuk; geotekstil,bekisting;
❑ batu muka/baturai.

1.21.6 Kategori-3 ( meter kubik , m3).

Kelompok pekerjaan ini harus diukur dengan angka 2 (dua) desimal tiap meter
kubiknya, dan dengan mengalikan tiga ukuran yang diukur dengan dua angka desimal
serta dibulatkan, hasilnya dibulatkan dan disetujui oleh Direksi Teknik pada setiap
tahapan pekerjaan dan dicantumkan di dalam lembarinspeksi.
Jumlah pembayaran akan ditentukan dengan mengalikan isi terukur dengan harga satuan
pekerjaan dan dibulatkan pada bilangan bulat terdekat.
Jenis pekerjaan yang termasuk dalam kategori ini sbb:
Timbunan tanah, galian tanah, urugan kembali;
Pasangan batu kali, pasangan bronjong, beton, beton bertulang.

1.21.7 Kategori-4 ( satu kesatuan/satu unit).

Kelompok pekerjaan ini harus diukur dengan angka bulat yang dipasang dan disetujui
oleh Direksi Teknik pada setiap tahapan pekerjaan dan dicantumkan di dalam lembar
inspeksi.
Jumlah pembayaran akan ditentukan dengan mengalikan jumlah harga per-unit dengan
harga satuan pekerjaan dan dibulatkan pada bilangan bulat terdekat.
Jenis pekerjaan yang termasuk dalam kategori ini sbb:
Pintu intake, pintu penguras, patok beton pengaman jalan.

1.21.8 Kategori-5 ( masa ).

Kelompok pekerjaan ini harus diukur dengan angka 2 (dua) desimal dan mengalikan
dengan jumlah pekerjaan per-satuan panjang atau cakupan serta hasilnya dibulatkan dan
disetujui oleh Direksi Teknik pada setiap tahapan pekerjaan dan dicantumkan di dalam
lembar inspeksi. 1 ( satu ) ton diartikan = masa 1.000 kg.
Jumlah pembayaran akan ditentukan dengan mengalikan jumlah terukur dengan harga
satuan pekerjaan dan dibulatkan pada bilangan bulat terdekat.
Jenis pekerjaan yang termasuk dalam kategori ini sbb:
Pembesian, Pekerjaan logam.
1.21.9 Kategori-6 (“Lump Sump”, LS).

Kelompok pekerjaan ini harus diukur/dihitung per-satuan/unit dan mengalikan dengan


harga satuan pekerjaan atau cakupan dan dibayar sebagai satu kesatuan pekerjaan.
Jenis pekerjaan yang termasuk dalam kategori ini sbb:
Mobilisasi dan Demobilisasi; Penutupan dan pengeringan/kistdam; pemeliharaan jalan
yang ada; Papan nama proyek.

1.22. PENGHIJAUAN.

Penyedia Jasa wajib melaksanakan penghijauan disekitar lokasi bangunan yang


dilaksanakan, penanaman penghijauan dikerjakan setelah pelaksanaan bangunan
konstruksi selesai atau sesuai petunjuk Direksi Teknik.
Jenis tanaman dan lokasi /tempat serta jarak tanaman dilakukan sesuai gambar rencana
land scoping yang harus dibuat oleh Penyedia Jasa dan telah disetujui oleh Direksi
Teknik.
Tanaman penghijauan yang digunakan harus dalam keadaan segar, berakar baik, serta
dapat tumbuh secara normal.
Jumlah tanaman disesuaikan dengan lokasi yang ada, areal tanah yang akan ditanami
penghijauan harus sedemikian rupa, sehingga tanah tersebut cukup baik untuk tumbuh
tunasnya tanaman.
Penyedia Jasa harus bertanggungjawab untuk pemeliharaan tanaman penghijauan
tersebut sampai dengan Berita Acara Penerimaan Seluruh Pekerjaan Kedua diterbitkan
oleh Direksi Teknik.
Penyedia Jasa harus mengganti adanya kerusakan tanaman penghijauan yang mengering
/ mati, serta jenis tanaman penghijauan yang tidak sesuai dengan yang sudah ditentukan
oleh Direksi Teknik.

1.23. SISTEM MANAJEMEN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA(SMK3)

Penyedia Jasa wajib melaksanakan dan bertanggung jawab terhadap Penyelenggaraan


Sistim Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) Konstruksi Bidang
Pekerjaan Umum., sesuai SE No : 66/SE/M/2015. Penyedia Jasa wajib
menyelenggarakan kegiatan :
1. Penyiapan Rencana Keselamatan dan Kesehatan Kerja Kontrak(RK3K);
2. Sosialisasi dan Promosi Keselamatan dan Kesehatan Kerja(K3);
3. Alat pelindung kerja;
4. Alat pelindung diri;
5. Asuransi dan perijinan;
6. PersonilK3;
7. Fasilitas sarana kesehatan;
8. Rambu- rambu;dan
9. Lain- lain terkait pengendalian risikoK3,
Penyedia Jasa harus memperhitungkan dan bertanggung jawab segala biaya yang timbul
akibat penyelenggaraan SMK3.

Semua biaya yang dikeluarkan oleh Penyedia Jasa dalam memenuhi persyaratan dari
sub-pasal 1.23 ini sudah dianggap termasuk dalam jumlah “lump sump”(LS) yang
dimasukkan dalam Daftar Kuantitas dan Harga.
SPESIFIKASI TEKNIK.
2.1 PEKERJAAN PERSIAPAN.

2.1.1 Umum

Pekerjaan persiapan yang dimaksud dalam spesifikasi ini adalah pekerjaan bantu yang
diperlukan dan untuk dilaksanakan sebelum pekerjaan pokok dimulai, misalnya
pembuatan Kantor lapangan, Motor Pool dan Bengkel lapangan, Pengukuran Jalan
masuk dan lain-lain.
Bangunan yang dibuat untuk pekerjaan persiapan ini akan dibongkar setelah pekerjaan
pokok selesai, kecuali diminta oleh Konsultan Supervisi dan Direksi Teknik untuk tetap
dibiarkan bagi kepentingan lebih lanjut.Penyedia Jasa harus membuat sendiri rancangan
dan rencana yang sesuai dengan syarat-syarat dan harus menyerahkan kepada Konsultan
Supervisi dan Direksi Teknik untuk mendapatkan persetujuan dan petunjuknya sebelum
memulai pekerjaan ini.

2.1.2 Barak Sementara dan Fasilitasnya

(1) Kantor Lapangan


Kantor lapangan dengan luas lantai dan perlengkapan yang cukup sebagai Kantor
penghubung harus dibuat dari bahan-bahan dengan kwalitas cukup, atau dapat menyewa
rumah penduduk dilokasi yang disetujui atau ditunjukkan oleh Konsultan Supervisi dan
Direksi Teknik. Kantor lapangan ini terdiri dari Kantor untuk menempatkan meja kerja
dan pertemuan lapangan, sebuah gudang untuk alat peralatan kecil serta barang-barang
lainnya, sebuah kamar tidur untuk Penjaga Malam, fasilitas sanitasi dan lain-lain.
Kantor lapangan tersebut disediakan untuk keperluan Konsultan Supervisi dan Direksi
Teknik pada saat pelaksanaan inspeksilapangan.
Luas Kantor lapangan setiap lokasi pekerjaan minimum adalah 78 m2.

(2) Motor Pool dan Bengkel Lapangan


Motor Pool dan Bengkel Lapangan dengan luas yang cukup untuk operasinya akan
ditempatkan dekat Kantor Lapangan. Luas untuk Motor Pool dan Bengkel disesuaikan
dengan jumlah peralatan/ Alat berat yang diusulkan dan sesuai dengan kebutuhan.

(3) Gudang untuk Penyimpan Minyak danPelumas


Tempat untuk penyimpanan minyak/bahan bakar dan pelumas untuk alat- alat berat
dibuat dengan luas yang mencukupi. Bangunan tersebut harus dilengkapi dengan atap
untuk melindungi minyak dan pelumas terhadap hujan dan debu serta aman dari bahaya
kebakaran.

(4) Gudang
Gudang untuk menyimpan bahan-bahan dan lainnya, harus dibuat dengan luas yang
mencukupi dan tempat penyimpan material seperti halnya semen perlu diberi atap,
sedang untuk penyimpanan bahan baja boleh tidak diberi atap tetapi perlu ditutup
dengan plastik tahan air untuk melindungi terhadap karatan. Seluruh lantai gudang ini
harus diplester dengan ketebalan minimum 2 cm dengan pasangan batu merah di
bawahnya.

(5) Laboratorium
Penyedia Jasa harus menyediakan Laboratorium untuk pengujian beton untuk kontrol
kualitas pekerjaan. Laboratorium yang tersedia di Lingkungan Kementrian PU bila
memungkin dapat digunakan oleh Penyedia Jasa atau dengan menggunakan
Laboratorium Perguruan Tinggi Setempat jika disetujui oleh Konsultan Supervisi dan
Direksi Teknik.

(6) Penginapan
Tempat untuk menginap bagi pekerja harus disediakan dengan layak.

(7) Lain-lain
Pembersihan tanah atau mencari lokasi adalah perlu dikerjakan sebelum pelaksanaan
pembuatan barak sementara. Pembersihan lahan diperlukan sebelum pelaksanaan kon-
struksi atas bangunan-bagunan sementara ini dan pengembalian lahan keasalnya juga
diperlukan setelah pembongkaran bangunan-bangunan sementara tersebut.
Fasilitas, perlengkapan dan peralatan untuk tiap barak, supaya diadakan sesuai dengan
petunjuk atau persetujuan Konsultan Supervisi dan Direksi Teknik.
Tanah untuk keperluan tersebut diatas 2.1.2 (1) sampai dengan (6) disediakan sendiri
oleh Penyedia Jasa.

2.1.3 Pengadaan Bahan Bakar danPelumas

Pengadan bahan bakar dan Pelumas untuk peralatan yang digunakan dalam
pelaksanaan, supaya dilaksanakan oleh Penyedia Jasa. Peralatan serta fasilitas lainnya
misalnya Tangki penyimpan bahan bakar, Pompa minyak, Truck Tangki bahan bakar
dan mobil pelumas, juga harus disediakan oleh Penyedia Jasa.Kapasitas dan kwalitas
fasilitas tersebut harus cukup untuk lancarnya operasi alat-alat berat dan harus menurut
persetujuan Konsultan Supervisi dan DireksiTeknik.

2.1.4 PenyediaanAir

Penyedia jasa harus menyiapkan dan menyediakan kebutuhan air, baik di lokasi
pekerjaan maupun di kantor lapangan. Fasilitas sementara penyediaan air harus
diadakan seperti mobil tangki air, pompa dan instalasinya. Kapasitas dan kualitas
fasilitas tersebut harus dibuat secukupnya untuk memperlancar pelaksanaan di lapangan
dan untuk memenuhi kebutuhan kantor lapangan, bengkel dan lain-lain di barak
sementara. Pelaksanaan penyediaan air tersebut bisa dilakukan dengan kerjasama
dengan fihak ketiga atau sewa/langganan.

2.1.5 Sistem Penyediaan Tenaga ListrikSementara

Penyedia Jasa harus menyediakan dan memelihara sistem penyediaan tenaga listrik
sementara yang akan digunakan untuk penerangan dan peralatan yang
pengoperasiannya membutuhkan tenaga listrik. Tenaga listrik ini akan dipergunakan
untuk penerangan diluar , didalam barak sementara dan untuk pengoperasian alat-alat
bengkel serta untuk keperluan penyediaan air. Sumber tenaga listrik bisa digunakan
dengan sewa generator atau dari PLN Kapasitas peralatan dan fasilitas sumber tenaga
listrik tersebut harus cukup dan aman untuk kelancaran pekerjaan. Kapasitas peralatan
dan sistem penyediaan Tenaga Listrik tersebut harus mencukupi untuk menghindari
kelambatan kemajuan pekerjaan konstruksi. Rencana dan perincian pekerjaan
penyediaan sistem tenaga listrik ini harus disetujui atau ditunjukkan kepada Konsultan
Supervisi dan Direksi Teknik

2.1.6 Sistem Telekomunikasi InternalSementara

Sistem telekomunikasi internal sementara harus disediakan dan tetap dipelihara untuk
komunikasi lokal di lapangan, diantara kantor-kantor sementara, dengan Penyedia Jasa,
motor-pool, bengkel, tempat alat-alat mesin dan tempat kerja, Konsultan Supervisi dan
Direksi Teknik, wakilnya dan Pemilik serta Station Pengamat Banjir. Sistem
komunikasi radio harus disediakan guna melakukan komunikasi diantara masing-
masing kantor lapangan, stasiuan pengamat lahar dan kantor Satker Sementara
PL.Gunung Merapi untuk pengamanan jika sewaktu-waktu terjadi banjir. Sistem
komunikasi ini bisa digunakan HT dan pada setiap lokasi pekerjaan harus ada pengeras
suara (sirine) untuk pemberitahuan kepada para pekerja apabila terjadi banjir ataupun
kejadian lainnya yang mengancam keselamatan para pekerja. Sistem komunikasi juga
harus mendapat persetujuan dari Konsultan Supervisi dan DireksiTeknik.

2.1.7 Angkutan Alat-alatBerat

Penyedia Jasa harus menyiapkan dan mengangkut alat-alat berat ke lokasi pekerjaan
dari tempat penyimpanannya. Sebelum memindahkan alat-alat berat tersebut melalui
jalan dan jembatan, Penyedia Jasa harus melakukan pengaturan sebaik- baiknya dengan
penguasa mengenai dan diperolehnya persetujuan sehingga alat-alat berat yang akan
digunakan diijinkan lewat. Penyedia Jasa supaya mempertimbangkan cara yang paling
aman dalam pengangkutan sehingga tidak menimbulkan kerugian bagi penduduk.
Segala kerusakan dan kerugian fasilitas umum lain yang timbul akibat kesalahan cara
pengangkutan alat menjadi tanggung jawab PenyediaJasa.

2.1.8 SaranaTransportasi

a. Jalan KerjaSementara
Penyedia Jasa harus mengusahakan sendiri jalan kerja mulai dari jalan aspal / desa yang
ada menuju lokasi pekerjaan, memelihara dan memperbaiki bila terjadi kerusakan pada
jalan dan jembatan yang digunakan untuk jalan kerja tersebut.

Bilamana harus membuat jalan kerja maka jalan kerja supaya dibuat dengan lebar
secukupnya dan permukaannya lebih tinggi dari tanah sekitarnya. Material tanah yang
diperlukan untuk jalan kerja ini dapat diambil dari dasar sungai di dekatnya atau dari
tempat lain yang dutunjuk oleh Konsultan Supervisi dan Direksi Teknik.
b. Pemeliharaan JalanUmum

Konsultan Supervisi dan Direksi Teknik bersama-sama Penyedia Jasa wajib


menginventarisir seluruh jalan yang akan digunakan sebagai jalan logistik untuk
menunjang kelancaran selama dalam pelaksanaan pekerjaan dengan disertai foto kondisi
saat itu sebagai dokumen. Penyedia Jasa wajib memelihara jalan tersebut selama
pelaksanaan pekerjaan. Pada akhir pekerjaan Penyedia Jasa harus memperbaiki jalan
dan atau jembatan, serta fasilitas lain yang rusak paling sedikit sama dengan kondisi
semula (seperti kondisi pada waktu akan mulai pekerjaan). Biaya pemeliharaan dan
perbaikan jalan masuk menjadi tanggung jawab PenyediaJasa.

2.1.9 Pengalihan dan PemeliharaanSungai

Sebelum memulai pekerjaan di lapangan Penyedia Jasa harus menyerahkan rencana /


usaha pengendalian air dan menunjukkan cara yang akan dilakukan untuk pengalihan
dan pemeliharaan sungai, termasuk pengeringan (dewatering) tempat kerja selama
waktu pelaksanaan untuk mendapat persetujuan Konsultan Supervisi dan Direksi
Teknik.
Rencana dan cara pengalihan alur sungai ini harus sesuai dengan waktu yang
ditunjukkan oleh Program Pelaksanaan yang direncanakan, kecuali sudah mendapatkan
pengesahan Konsultan Supervisi dan Direksi Teknik.
Pekerjaan yang diperlukan bagi pengalihan dan pemeliharaan sungai ini akan terdiri dari
tanggul penangkis (kistdam) dan galian alur sementara, dimensi pengelak harus mampu
menampung debit dua tahunan ( Q2 ). Untuk pengeringan selama pelaksanaan,
digunakan pompa rendam (submersible pump) .
Usaha ini dapat dilaksanakan setelah mendapat persetujuan dari Konsultan Supervisi
dan Direksi Teknik, akan tetapi hal ini tidak membebaskan Penyedia Jasa dari tanggung
jawab penuh untuk memperhatikan dan terhadap pekerjaan pengalihan ini. Penyedia
Jasa harus mempertimbangkan tidak hanya pada aliran biasa saja tetapi juga terhadap
adanya banjir selama dalampelaksanaan.
Sesudah pekerjaan pokok selesai, maka seluruh bangunan sementara untuk pekerjaan
pemindahan alur dan kist dam ini dibongkar sesuai dengan petunjuk Konsultan
Supervisi dan DireksiTeknik.

2.1.10 Survey
(1). TitikReferensi
Titik referensi yang dipergunakan dalam pelaksanaan pekerjaan adalah titik referensi
milik PPK PL.Gunung Merapi, SNVT PJSA, BBWS-SO. Untuk memudahkan
pelaksanaan pekerjaan, Penyedia Jasa memperbanyak titik referensi sendiri yang
menyebar di area pekerjaan.

(2). ConstructionDrawing
Sebelum pekerjaan phisik dilaksanakan, Penyedia Jasa menerapkan/memasang kembali
gambar di lapangan (pengukuran uitzet). Pelaksanaan uitzet / pengukuran di lapangan
harus seijin atau atas petunjuk Konsultan Supervisi dan Direksi Teknik.
Setelah uitzet selesai, Penyedia Jasa diwajibkan membuat dan menyerahkan gambar
uitzet dan construction drawing pada kertas kalkir ukuran A1 dengan skala sesuai petun-
juk Konsultan Supervisi dan Direksi Teknik. Construction drawing harus mencakup
seluruh perubahan yang dijelaskan pada saat Aanwizing (Penjelasan Pekerjaan) dan
seluruh gambar detail yang diperlukan sesuai skala yang benar dan disetujui Konsultan
Supervisi dan Direksi Teknik.
Hasil uitzet dan construction drawing nantinya akan dipakai sebagai acuan dasar
bersama antara Penyedia Jasa dan Konsultan Supervisi dan Direksi Teknik dalam
perhitungan volum pekerjaan MC 0 (Mutual Check 0 Persen). Hasil uitzet dituangkan
dalam Berita Acara dan dilampiri gambar uitzet.
Hasil gambar uitzet, construction drawing dan perhitungan MC 0% harus sudah
diserahkan kepada Konsultan Supervisi dan Direksi Teknik paling lambat 10 (sepuluh)
hari setelah diterbitkannya Surat Perintah Mulai Kerja (Gunning).

(3). Pengukuran Elevasi HasilGalian


Setelah galian tanah diperkirakan telah mencapai peil, Penyedia Jasa bersama-sama
Konsultan Supervisi dan Direksi Teknik, Konsultan Supervisi dan Team Penerima
Pekerjaan mengadakan cek bersama apakah elevasi galian tersebut benar-benar telah
mencapai peil. Bila telah mencapai, maka Konsultan Supervisi dan Direksi Teknik dan
Team Penerima Pekerjaan membuat Berita Acara hasil pengecekan tersebut dan
selanjutnya Penyedia Jasa mengajukan permohonan ijin pasang.

(4). As BuiltDrawing
Sesudah pekerjaan phisik selesai dilaksanakan, Penyedia Jasa mengukur kembali
bangunan phisik yang telah dilaksanakan dan dicek oleh Konsultan Supervisi dan
Direksi Teknik, Konsultan Supervisi dan Team Penerima Pekerjaan. Bila selesai,
Penyedia Jasa diwajibkan membuat dan melaporkan data cek elevasi akhir, dan
kemudian Penyedia Jasa membuat gambar "As Built Drawing" dengan Program
“AUTO CAD”yang dipakai sebagai dasar penghitungan MC 100 (Mutual Check
100%), dan diserahkan kepada Konsultan Supervisi dan Direksi Teknik paling lambat
10 (sepuluh) hari setelah penyerahan pekerjaan yang pertama dalam bentuk CD untuk
soft copy dan Penyedia Jasa wajib menyerahkan as built drawing sebanyak 8 (delapan)
rangkap dalam bentuk Hard copy yang terdiri dari:

1 (satu) set pada kertas kalkir ukuran A1


1 (satu) set pada kertas kalkir ukuran A3 yang merupakan pengecilan dari A1
3 (tiga) set cetakan gambar ukuran A1 yang dijilid rapi
3 (tiga) set cetakan (foto copy) gambar ukuran A3, yang dijilid rapi menjadi buku
berukuran A4
3 (tiga) CD soft copy gambar purna laksana (As built drawing)

(5). Alat Ukur dan TenagaUkur


Penyedia Jasa harus menyediakan alat ukur yang handal dan siap pakai, berupa
seperangkat Theodolit yang dilengkapi centering optis dan seperangkat alat sipat datar
otomatis dengan segala perlengkapannya. Tenaga ukur yang menangani haruslah tenaga
ukur yang berpengalaman khusus dibidang pengukuran.

(6) Pemeriksaan Hasil Pengukuran


Semua hasil pengukuran yang merupakan produk Penyedia Jasa diperiksa oleh petugas
dari Konsultan Supervisi dan Direksi Teknik dan Konsultan Supervisi yang mempunyai
predikat "ahli" dalam bidang Survey dan Pemetaan topografi.

2.1.11 Mutual Check(MC)

1) Pembayaran PelasanaanPekerjaan
System Pembayaran Pelaksanaan Pekerjaan ini adalah berdasarkan kontrak harga
satuan, dengan harga satuan setiap jenis pekerjaan sesuai yang tercantum dalam Bill Of
Quantity (Daftar Kuantitas dan Harga) dalam kontrak, sedangkan volume pekerjaan
sesuai dengan volume yangdilaksanakan

2) Pelaksanaan Mutual Check I(MC-0)


▪ Pelaksanaan Mutual Check I dilaksanakan berdasarkan pada tender Drawing/
Gambar tender yang merupakan lampiran Kontrak dan dilaksanakan sebelum
pekerjaan fisik dimulaidilapangan.
▪ Pelaksana untuk Pekerjaan Mutual Check adalah terdiri dari Kontraktor bersama-
sama dengan pihak Direksi dan Konsultan Supervisi bilaada.
▪ Uraian Pekerjaan Mutual Check yang dilaksanakan Kontraktor adalah sebagai
berikut:
- Pengukuran kembali semua kegiatan-kegiatan pekerjaan dengan mencocokkan
kembali pada titik tetap dengan ketelitian 10 Lmm.
- Membuat gambar-gambar hasil pengukuran kembali (Uitsetten) profil
memanjang dan melintang dengan mengikuti Standar Penggambaran yang
mengacu pada TenderDrawing.
- Membuat gambar-gambar bangunan/ konstruksi (Construction Drawing) dengan
mengikuti Standar Penggambaran yang mengacu pada Tender Drawing
(termasuk gambar detail).
- Membuat perhitungan Hidrolis, apabila ada perubahanbentuk.
- Membuat perhitungan Kuantitas (Volume pekerjaan) dan Rencana Anggaran
Biaya atas perubahan bilamana terjadi pekerjaan tambah dankurang.
▪ Semua produk-produk hasil Mutual Check (data Pengukuran kembali, gambar-
gambar, perhitungan kuantitas, Rencana Anggaran Biaya (tambahan
biaya/pengurangan biaya) dituangkan dalam Berita Acara Pemeriksaan Mutual
Check 0% dan disampaikan kepada Pemberi Tugas untuk selanjutnya
diteliti/diperiksa kebenarannya dan setelah mendapat persetujuan dari Team Direksi
maka Kontraktor dapat melaksanakan pekerjaan tersebut.
▪ Gambar-gambar hasil Mutual Check (Construction Drawing) adalah sebagai dasar
acuan untuk Pelaksanaan Konstruksidilapangan.
▪ Semua gambar-gambar hasil Mutual Check (MC-0) dibuat rangkap 3(tiga)

3). Pelaksanaan Mutual Check ke II(MC-100)


3.1 Mutual Check ke II (MC-100) dilaksanakan untuk mendapatkan pekerjaan yang
sebenarnya dilaksanakan dilapangan setelah gambar terpasang (As Built Drawing)
dibuat.
3.2 Hasil Mutual Check ke II (MC-100) berdasarkan acuan gambar terpasang (As
Built Drawing) dibuatkan Berita Acara MC-100 dan ditanda tangani oleh Team
Direksi sebagai dasar pembayaran volume pekerjaan yang telah selesai
dikerjakan.
3.3 Semua gambar-gambar terpasang (As Built Drawing) yang akan diserahkan
mengacu pada pasal2.9.4

4). Jangka Waktu Pelaksanaan Mutual Check.


4.1 Jangka Waktu Pelaksanaan Mutual Check akan diatur/ditentukanDireksi
4.2 Jika tidak ditentukan lain pengajuan biaya tambahan/pengurangan biaya, paling
lambat 1 bulan sebelum jangka waktu pelaksanaan berakhir sudah harus
disampaikan kepada Pemberi Tugas dan instansi yang berwenang.
4.3 Segala ketentuan-ketentuan yang belum diatur dalam Mutual Check ini akan
ditentukan kemudian oleh Direksi.

2.1.12 Pembuatan dan Pemasangan Papan NamaProyek


Kontraktor harus membuat papan nama proyek sesuai ukuran dan dengan tulisan
sebagaimana tercantum dalam album gambar. Papan Nama Proyek harus/wajib
dipasang sebagai informasi kepada masyarakat, di lokasi pekerjaan pada tempat yang
disetujui oleh Direksi

2.1.13 Pengujian
Penyedia Jasa harus melaksanakan pengujian material/ bahan yang akan digunakan
sebagai bahan utama untuk konstruksi.
Program pengujian termasuk di dalamnya mengenai lingkup pengujian, jadwal waktu,
materi yang diuji, metode pengujian dan metode analisa dan evaluasi, harus disetujui
atau diperintahkan oleh Konsultan Supervisi dan Direksi Teknik. Sesuai dengan hasil
pengujian timbunan, spesifikasi untuk material dan metode penimbunan harus
dimodifikasi atau ditambah sesuai pengarahan dari Konsultan Supervisi dan Direksi
Teknik.

2.1.14 Laporan
Penyedia Jasa harus menyampaikan laporan-laporan seperti tersebut dalam Tabel-1.4
dibawah ini dalam waktu yang tepat dan bentuk sesuai dengan pengarahan dari
Konsultan Supervisi dan Direksi Teknik.
Tabel 0-1 Daftar Laporan

No. Jenis Laporan Waktu Penyerahan


Laporan Rutin
1. Laporan Kemajuan Harian Setiap hari berikutnya
2. Laporan Kemajuan Mingguan Setiap hari Senen berikutnya
3. Laporan Kemajuan Bulanan Setiap bulan berikutnya
4. Laporan uji kwalitas kontrol Segera setelah pelaksanaan
5. Laporan harian perbaikan dan Setiap hari berikutnya
pemeliharaan
6. Laporan Mingguan perbaikan Setiap hari senin berikutnya
7. Laporan Bulanan perbaikan dan Setiap bulan berikutnya
pemeliharaan
8. Foto dokumentasi kemajuan Sesuai dengan syarat-syarat umum
pekerjaan.

Laporan Tertentu
9. Laporan Uji Timbunan Sebelum pelaksanaan pekerjaan
10. Laporan percobaan camp. Beton Sebelum pelaksanaan pekerjaan
beton/pasangan
11. Laporan kecelakaan peralatan Segera setelah kejadian
12. Dokumen Lainnya
13. Foto lampiran pembayaran Setiap penagihan

2.2 PEMBERSIHAN LAHAN DANKUPASAN

2.2.1 Pembersihan Lahan (LandClearing)

Semua daerah yang perlu dibersihkan ditunjukkan dalam gambar rencana atau akan
ditunjukkan oleh Konsultan Supervisi dan Direksi Teknik.
Pekerjaan ini pada umumnya terdiri atas pembabatan dan pembersihan pohon- pohon,
semak, tonggak pohon, akar, tumbuh-tumbuhan, sampah dan lainnya, di lokasi
pekerjaan sampai Konsultan Supervisi dan Direksi Teknik menganggapnya cukup.
Material hasil pembersihan ini harus dibakar atau dibuang menurut persetujuan
Konsultan Supervisi dan DireksiTeknik.
Penebangan pohon diluar dari lokasi yang tersebut di atas harus mendapat ijin khusus
dari Konsultan Supervisi dan Direksi Teknik. Kayu hasil penebangan pada pekerjaan ini
menjadi milik Proyek atau Pemilik pohon. Semua material yang akan dibakar harus
ditumpuk rapi, untuk nantinya harus dibakar habis.
Pembakaran harus dilaksanakan sedemikian sehingga semuanya terbakar habis menjadi
abu, namun dengan resiko kebakaran sesedikit mungkin, serta dilaksanakan pada waktu
yang disetujui Konsultan Supervisi dan Direksi Teknik sehubungan dengan peraturan
yang berlaku. Penyedia Jasa harus mengambil tindakan pencegahan khusus, agar api
tidak menyebar keluar batas daerah yang dibersihkan, dan harus selalu menyediakan
peralatan dan perlengkapan secukupnya untuk pemadam api.

2.2.2 Kupasan(Stripping)

Semua permukaan yang perlu dikupas akan ditunjukkan dalam gambar rencana atau
ditunjukkan oleh Konsultan Supervisi dan Direksi Teknik. Pekerjaan ini pada dasarnya
terdiri dari membuang permukaan atas tanah, batu-batu besar, akar-akar pohon yang ada
dalam tanah dan lain-lain yang tidak diinginkan sampai kedalaman ditunjukkan dalam
gambar atau akan ditentukan oleh Konsultan Supervisi dan Direksi Teknik.
Kedalaman minimum lapisan tanah atas yang dikupas harus tidak kurang dari 10 cm.,
kecuali ditentukan lain oleh Konsultan Supervisi dan Direksi Teknik.
Material buangan hasil pengupasan harus dikumpulkan ke tempat yang disetujui dan
diratakan/disusun pada tempat-tempat yang teratur dan tidak lebih tinggi dari pada yang
ditentukan oleh Konsultan Supervisi dan Direksi Teknik.

2.3 PEMBONGKARAN

2.3.1 Pembongkaran Bangunan yangada


Sebagian atau seluruh bangunan lama yang berhubungan dengan rencana pekerjaan
yang akan dilaksanakan yang memerlukan bangunan itu harus dibongkar, maka
pembongkaran harus dilakukan dengan cara hati-hati danteliti.

2.3.2 Pengasaran Permukaan Bangunan pada Bangunanlama


Permukaan bangunan yang ada dimana akan diletakkan beton atau pasangan batu yang
baru harus dikasarkan (dipahat rata) terlebih dahulu. Adapun kemungkinan bagian
pasangan batu yang akan dikasarkan adalah sebagai berikut :
• Pengasaran permukaan pasangan batu pada mercu dari lapislindung.
• Kedalaman minimum dari pengasaran pasangan batu adalah 0,5 cm, kecuali kalau
ada petunjuk lain dari Konsultan Supervisi dan DireksiTeknik.

2.3.3 Lain-lain
Keperluan, metode, dan volume pembongkaran harus disetujui atau atas petunjuk dari
Konsultan Supervisi dan Direksi Teknik. Biaya pembongkaran dari bangunan yang ada
dapat dimasukkan kedalam biaya lain didalan harga satuan.

2.4 PENGGALIAN

2.4.1 KlasifikasiPenggalian

Perkiraan volume galian untuk masing-masing galian tertuang dalam Dafta Kuantitas
dan Harga (BOQ). Klasifikasi penggalian untuk bahan/material yang digali adalah
dibedakan sebagai berikut :
(1) Penggalian di dasar sungai dan areal galian/ keprasantebing
(a) Galian Pasir dan kerikil campur batu-batu menggunakan mesin/ alat berat dan pada
bagian yang tidak bisa digunakan dengan alat digunakan tenagamanusia.
(b) Kedalaman galian ≤ 3m dan galian tanah pasir berbatu kedalaman > 3m dengan
jarak buang (hauling) adalah 50 m < L ≤ 200 m dengan alatberat
(c) Acuan titik referensi 0 (nol) yang digunakan adalah elevasi dasar sungai rata-rata
pada arah as potongan melintang sungai pada masing-masing bagian seperti pada
main dam, appron dan Sub dama atau sub subdam.

(2) Penggalian untuk tapakbangunan-bangunan


(a) Pasir dan kerikil campur batu-batu menggunakan mesin/ alatberat
(b) Tanah cadas keras dan berbatu menggunakan mesin/ alatberat.
(c) Tanah biasa dengan menggunakan mesin/alatberat
(d) Tanah biasa dengan menggunakan tenagamanusia.

2.4.2 Umum

Semua galian terbuka yang diperlukan untuk pelaksanaan harus dilaksanakan menurut
garis, kedalaman dan dimensi seperti terlihat pada gambar pelaksanaan atau menurut
petunjuk Konsultan Supervisi dan Konsultan Supervisi dan Direksi Teknik. Didalam
pelaksanaan pekerjaan, Konsultan Supervisi dan Direksi Teknik dapat saja menganggap
perlu untuk mengubah kemiringan, kedalaman atau dimensi galian dari yang tertera, dan
Penyedia Jasa tidak berhak untuk mendapatkan tambahan biaya diluar harga satuan
penggalian dalam penawaran dengan alasan perubahan-perubahan tadi.

Galian terbuka lainnya, dilaksanakan atas pilihan Penyedia Jasa sendiri, misalnya untuk
pengamanan jalan masuk ke pekerjaan, untuk pembuangan material hasil galian, atau
untuk kepentingan lainnya, yang harus diatur masih dalam batas yang disetujui
Konsultan Supervisi dan Konsultan Supervisi dan Direksi Teknik, tetapi biaya tersebut
menjadi tanggungan Penyedia Jasa sepenuhnya. Dan tidak ada biaya yang dibebankan
kepada Pemberi Kerja. Langkah-langkah seperlunya perlu dilaksanakan untuk menjaga
material dibawah atau dibalik garis batas penggalian dalam kondisi yang mungkin
serupa. Semua kelebihan penggalian yang dilaksanakan oleh Penyedia Jasa dengan
maksud atau alasan apapun, kecuali atas perintah tertulis dari Konsultan Supervisi dan
Konsultan Supervisi dan Direksi Teknik, adalah penggalian tidak sah yang sepenuhnya
menjadi beban Penyedia Jasa.

Semua penggalian tidak sah termasuk kelebihan penggalian bila dikehendaki oleh
Direksi, harus diisi kembali menurut petunjuk Konsultan Supervisi dan Konsultan
Supervisi dan Direksi Teknik dan atas biaya Penyedia Jasa.
Semua penggalian untuk pondasi-pondasi bangunan harus dilaksanakan dalam keadaan
kering. Perkecualian diberikan atas persetujuan Konsultan Supervisi dan Konsultan
Supervisi dan Direksi Teknik.
Penggalian harus dilaksanakan untuk memenuhi dimensi yang diperlukan dan harus
diselesaikan sampai garis dan elevasi yang tercantum, kecuali untuk titik atau tempat
terpisah pada batuan asli, akan diijinkan, tetapi tidak melebihi 20 (dua puluh) sentimeter
dan permukaan tanah galian ini tidak akan ditutup oleh beton. Apabila akan tertutup
oleh pasangan beton, dalam keadaan seperti tersebut akan ditentukan oleh Konsultan
Supervisi dan Konsultan Supervisi dan DireksiTeknik.
Saat-saat waktu penggalian harus benar-benar diperhatikan sehingga alat-alat konstruksi
dapat segera dipindahkan/ diselamatkan pada saat terjadi banjir atau lahar yang tak
terduga.

2.4.3 Penggalian untukBangunan

Dasar dan lereng sisi dari galian untuk pondasi atau tepian dimana beton akan dicor
harus digali sampai elevasi garis dan dimensi yang diperlukan seperti yang ditunjukkan
oleh Konsultan Supervisi dan Konsultan Supervisi dan Direksi Teknik. Harus tidak ada
material lain yang berbeda dalam garis batas untuk pasangan beton.

Kelebihan galian yang dibuat oleh Penyedia Jasa untuk maksud dan dengan alasan
apapun tanpa perintah tertulis dari Konsultan Supervisi dan Direksi Teknik, harus diisi
kembali dengan adukan beton atas tanggungan/biaya Penyedia Jasa.

Kecuali disebutkan lain, batuan yang tampak sebelum mencapai kedalaman yang
diperlukan, penggalian bisa dianggap cukup sampai dengan permukaan batuan, yang
disetujui Konsultan Supervisi dan Direksi Teknik. Penjelasan terinci akan diuraikan
didalam gambar.

2.4.4 Kemiringan dan Toleransi Penggalian untukBangunan


Diluar yang telah ditunjukkan dalam gambar rencana atau ditentukan oleh Konsultan
Supervisi dan Direksi Teknik, lereng galian terbuka yang diperlukan harus tidak lebih
curam dari lereng yang ditentukan didalam Tabel II-2.

Tabel 0-2 Kemiringan Galian dan Toleransi

No. Material Kemiringan Keterangan


1 Batuan 1:0.5 Untuk Lereng tetap
2 Batuan 1:0.3 Untuk Lereng sementara
3 Batuan 1:0.3 Untuk urug kembali
4 Batuan Lapuk 1:0.8 Untuk Lereng tetap
5 Batuan Lapuk 1:0.5 Untuk Lereng sementara
6 Batuan Lapuk 1:0.5 Untuk urug kembali
7 Pasir dengan kerikil 1:1.5 Untuk Lereng tetap
8 Pasir dengan kerikil 1:1 Untuk Lereng sementara
9 Tanah biasa 1:2 Untuk yang terendam air
10 Tanah biasa 1:1 Untuk Lereng tetap
11 Tanah biasa/pasir 1:0.5 Untuk Lereng sementara
Penyedia Jasa harus melindungi permukaan lereng yang terbuka pada penggalian yang
diperlukan, bila menurut pertimbangan, batuan atau permukaan tanah pada lereng
tersebut akan lapuk atau tererosi di kemudian hari. Perlu dan tidaknya, serta cara untuk
melindungi harus atas persetujuan atau petunjuk Konsultan Supervisi dan Direksi
Teknik.
Pada lereng galian, berm harus diadakan pada setiap perbedaan ketinggian tertentu,
yang akan ditentukan oleh Konsultan Supervisi dan Direksi Teknik. Dimana diperlukan
dan kapanpun ditunjukkan oleh Konsultan Supervisi dan Direksi Teknik, Penyedia Jasa
harus menggali tanah untuk parit drainasi untuk menyalurkan air permukaan/tanah
keluar dari galian.Seluruh biaya untuk ini menjadi tanggungan Penyedia Jasa, kecuali
bila parit drainasi ini merupakan bagian dari pekerjaan tetap dimana pembayaran
penggalian akan dibuat memakai harga satuan penawaran.Didalam semua pekerjaan
yang berkaitan dengan galian terbuka, Penyedia Jasa harus melaksanakan usaha-usaha
konservasi tanah seperti kehendak Konsultan Supervisi dan Direksi Teknik, dan biaya
untuk pekerjaan ini sudah diperhitungkan dalam harga satuan galian dalam harga satuan
RAB.

2.4.5 Perlindungan PermukaanGalian


Perlu diperhatikan adanya hal-hal yang dapat meminimumkan kemungkinan alternation
atau gangguan terhadap lapisan material bawah dan dekat dengan garis galian terbawah.
Permukaan lereng yang telah digali harus dilindungi oleh Penyedia Jasa, jika lereng
tersebut dipertimbangkan dapat rusak atau tererosi pada kemudian hari. Keperluan dan
metode perlindungan tersebut harus disetujui atau ditunjukkan oleh Konsultan Supervisi
dan Direksi Teknik. Sebuah berm akan disiapkan pada interval yang ditunjukkan
Konsultan Supervisi dan Direksi Teknik. Dalam hal terjadi longsoran selama pekerjaan
tanah, maka seluruh kerusakan tersebut harus diganti oleh Penyedia Jasa.

Dimana diperlukan dan kapan ditunjukkan oleh Konsultan Supervisi dan Direksi
Teknik, Penyedia Jasa harus melakukan penggalian, pembuatan saluran pada
permukaan jalan air pengalihan dari bidang potongan. Seluruh biaya pekerjaan ini harus
ditanggung oleh Penyedia Jasa, kecuali saluran-saluran dari bagian pekerjaantetap.

Seluruh pekerjaan yang berhubungan dengan penggalian, Penyedia Jasa harus


melaksanakan perlindungan tanah untuk mengikuti petunjuk Konsultan Supervisi dan
Direksi Teknik dan melakukan hal-hal yang perlu untuk melindungi terhadap
kontaminasi lingkungan pada areal bagian hilir galian tersebut.

2.4.6 StockpileSementara
Telah diperkirakan bahwa kwalitas material yang harus digali dari berbagai type
penggalian sebagian besar akan diangkut ke tempat pekerjaan pemadatan. Akan tetapi
bila Konsultan Supervisi dan Direksi Teknik menentukan sejumlah tertentu material
hasil galian supaya tidak langsung ditempatkan pada konstruksi tetap (permanen),
maka material ini harus ditimbun sementara ditempat yang layak untuk dapat
dipergunakan nanti, menurut petunjuk Konsultan Supervisi dan DireksiTeknik.
2.4.7 Pembuangan Material hasil Galian yang tidakTerpakai

Material galian yang kualitasnya kurang baik untuk timbunan atau yang tersisa,
termasuk batu-batu dengan diameter melebihi 60 cm, harus diangkut ke tempat yang
akan ditunjukkan oleh Konsultan Supervisi dan DireksiTeknik.
Material sisa atau tak terpakai ditempat pembuangan harus ditempatkan sedemikian
sehingga tidak akan menghambat aliran dalam sungai, tidak akan mengganggu fungsi
kerja dari bangunan/tanggul yang kita buat, atau tidak pula mengurangi kerapian bentuk
dari Bangunan yang sudah selesai. Bila dikehendaki oleh Konsultan Supervisi dan
Direksi Teknik, material sisa ini harus diratakan, untuk pengeringan, dilindungi dari
erosi dan diatur sehingga membentuk garis yang teratur rapi.
Perubahan atau penambahan lokasi untuk daerah pembuangan disesuaikan dengan
keinginan Penyedia Jasa sendiri, dibuat atas biaya Penyedia Jasa tetapi harus atas
persetujuan Konsultan Supervisi dan Direksi Teknik.
Apabila Penyedia Jasa akan melaksanakan penggalian dan atau pengurugan kembali
untuk setiap jenis kegiatan harus disampaikan kepada Direksi untuk mendapat
persetujuannya sebelum mulai pekerjaan tersebut. Harga satuan untuk pelaksanaan
seluruh tipe galian seperti pula pengurugan kembali, untuk berbagai kegiatan harus ditun-
jukkan sebagaimana dalamBOQ

2.5 TIMBUNANTANAH

2.5.1 Umum
Timbunan tanah yang dimaksud dalam syarat-syarat ini akan dibatasi hanya timbunan
untuk bangunan-bangunan, seperti tanggul, sayap dam, siedewall dam atau perkuatan
tebing lainnya. Timbunan tanah dibedakan atas:
(1) Timbunan tanah yang material timbunan diambil dari hasil galian dasar sungai atau
tapak bangunan. Pekerjaan timbunan ini meliputi pengangkutan penghamparan,
pemadatan danperapihan.
(2) Timbunan tanah yang material timbunan diambil dari Borrow Area.Pekerjaan
timbunan ini meliputi galian di Borrow Area, pengangkutan, penghamparan,
pemadatan danperapihan.

2.5.2 Langkah-langkah sebelumPenimbunan

Permukaan tanah pondasi dimana timbunan baru atau pekerjaan timbunan lainnya akan
dibuat harus dikupas (stripping). Rumput, batu-batu, akar-akar serta kotoran lainnya
harus disingkirkan. Kedalaman stripping permukaan tanah ditentukan kira-kira 10 cm,
kecuali jika telah ditentukan lain oleh gambar rencana atau petunjuk Konsultan Supervisi
dan Direksi Teknik. Bongkaran permukaan tanah dan benda lainnya harus disingkirkan
ketempat yang ditunjukkan Direksi. Bila pondasi dari tanggul baru ini terletak di sawah,
maka permukaan sawah harus dikeringkan dulu sebelum stripping dimulai. Sesudah
permukaan tanah distripping, pondasi tanggul harus digaruk sampai kedalaman dan
dengan cara seperti yang akan ditunjukkan Konsultan Supervisi dan Direksi Teknik, agar
terjadi kontak yang kuat antara tanggul baru dengan pondasi yangada.
Apabila terdapat lapisan tanah jelek pada saat stripping, pondasi tanggul atau pekerjaan
timbunan lainnya harus digali sedalam 0,50 m dari muka tanah atau sampai kedalaman
ditemukan tanah baik yang diperintahkan oleh Direksi. Lubang pada pondasi ini harus
diisi kembali dengan tanah sejenis untuk timbunan tanggul seperti tanah yang ditunjuk-
kan oleh Konsultan Supervisi dan Direksi Teknik.
Jika tanggul ini dibuat untuk memperkuat timbunan yang sudah ada, bidang talud dari
tanggul yang ada harus dikupas membentuk tangga untuk memungkinkan terjadinya
ikatan yang kuat antara tanggul baru dan tanggul lama. Detail dari kupasan tersebut harus
sesuai dengan gambar rencana atau petunjuk Direksi.
Dalam hal timbunan dibuat diatas bangunan lainnya misalnya saluran intake (tertutup),
Penimbunan harus dilakukan dengan hati-hati dan dilakukan dengan tenaga manusia
untuk 1 m dari kedua sisinya dan sampai ketinggian 1,5 kali tinggi bangunan yang
bersangkutan. Pemilihan bahan dan metode penimbunan akan ditunjukkan oleh
Konsultan Supervisi dan DireksiTeknik.

2.5.3 Pengambilan Tanah BahanTimbunan


Bahan-bahan timbunan harus memperoleh persetujuan dari Konsultan Supervisi dan
Direksi Teknik, dan tidak boleh mengandung balok-balok kayu, tunggul-tunggul, belukar,
semak-semak, akar-akar, kepingan-kepingan dan bahan organik lainnya, serta batu-batu
berdiameter lebih besar dari 20 cm, endapan lumpur dan bahan-bahan lainnya.
Tanah bahan timbunan dapat diambil dari penggalian dasar sungai atau tempat
pengambilan ( borrow area ) sampai batas dan elevasi ditunjukkan dalam gambar rencana
atau oleh Konsultan Supervisi dan Direksi Teknik. Dasar galian harus dibuat datar.
Material tanah dari bagian alur sungai yang tergenang diambil mulai dari hilir ke arah
hulu dengan tetap menjaga permukaan dasarnya rata. Material tanah yang akan
digunakan untuk tanggul terbatas sampai kedalaman yang ditunjukkan oleh Konsultan
Supervisi dan Direksi Teknik. Bila terjadi perubahan menyolok dalam hal kwalitas
material tanah didaerah pengambilan, maka hal tersebut supaya dilaporkan kepada
Konsultan Supervisi dan Direksi Teknik untuk mendapatkan instruksi yangtepat.
Tanah timbunan harus diangkut melewati rute yang terpendek antara tempat galian di
rencana alur sungai atau tempat pengambilan tanah dan lokasi timbunan, atau menurut
rute yang ditunjukkan oleh Konsultan Supervisi dan Direksi Teknik. Tanah hasil galian
ini setelah diangkut harus langsung dihamparkan atau ditebarkan dan dipadatkan sesuai
dengan pasal 5.4 dan 5.5 tanpa harus menimbun dulu di lokasi timbunan kecuali ada hal-
hal yang memerlukannya misalnya untuk effisiensi pelaksanaan, pemeriksaan kwalitas
material dan alasan-alasan lain yang dianggap perlu olehDireksi.

2.5.4 Penghamparan atauPenebaran


Material timbunan yang diangkut dari dasar sungai, tempat pengambilan atau dari
penimbunan sementara menggunakan dump truck atau lainnya harus langsung
dihamparkan ke daerah yang akan ditimbun. Tanah timbunan harus dihampar mendatar
menggunakan Bulldozer atau tenaga manusia.
Tebal hamparan maksimum 40 cm dan hanya 30 cm untuk lapis penutup. Untuk
mendapatkan pemadatan yang cukup pada bagian tepi atau bagian lereng tanggul, maka
dimensi penimbunan harus ditambah 20 cm panjang ke arah luar dari penampang lintang
rencana yang terlihat dalam gambar rencana.
Bila pada saat menghampar didapati batu-batu dengan diameter lebih dari 20 cm, batu-
batu ini harus disingkirkan. Bila terjadi hujan lebih dari 5 mm/jam pada saat menghampar
pekerjaan ini harus ditunda sampai ada persetujuan Konsultan Supervisi dan Direksi
Teknik untuk melanjutkannya kembali. Jika pekerjaan lanjutan diijinkan hamparan tanah
yang basah harus dikeringkan atau ditunggu sampai kering atau dibuang menurut
petunjuk Konsultan Supervisi dan Direksi Teknik.

2.5.5 Pemadatan
Material tanah yang sudah terhampar harus dipadatkan secara mendatar menggunakan
Vibrator Roller 8 ton. Jumlah lintasan harus melebihi 4 (empat) atau menurut percobaan
lintasan standar, kecuali ditentukan lain oleh Konsultan Supervisi dan Direksi Teknik.
Jika lebar dari area yang harus dipadatkan dalam arah tampang melintang kurang dari 1
m, pemadatan harus menggunakan Rammer 80 kg atau alat pemadat sejenis. Tebal tiap
lapis sesudah pemadatan tidak boleh lebih tebal dari 30 cm untuk tubuh tanggul dan tidak
lebih dari 20 cm untuk lapispenutup.
Uji kepadatan lapangan untuk menguji kerapatan kering (dry density) setelah pemadatan
tanah harus dilaksanakan satu kali untuk tiap luasan hamparan 5.000 m2 atau volume
yang akan ditentukan oleh Konsultan Supervisi dan Direksi Teknik. Terdiri dari 3 sample
dalam sekali test. Kepadatan kering dan kadar air tanah diukur di lapangan harus
memenuhi standar sebagai berikut:

(i) Kadar air yang diijinkan : Kadar air yang menghasilkan kepadatan kering lebih dari
90% kepadatan kering maksimum ( dmax) Optimum Moisture Content (OMC) yang
dicapai dalam uji pemadatan standar ProctorTest.
(ii) Kepadatankeringstandar:Kepadatankering(d)lebihdari90%dmax,ataud
1,77 t/m3 untuk material dasar sungai.
Uji kepadatan lapangan sekurang-kurangnya harus menggunakan sand cone atau
metode kerucut pasir. Kadar air di lapangan sekurang-kurangnya harus diukur
dengan alat Speedy Moisture Tester yang menggunakan bubuk karbit.
Bila terjadi hujan pada saat pemadatan, pekerjaan harus dihentikan sesudah
sebelumnya mengadakan usaha-usaha melindungi pekerjaan tersebut dari curah
hujan.
Pekerjaan pemadatan tidak boleh dilanjutkan sampai lapis tanah yang basah telah
mengering mencapai tingkat kadar air tertentu atau dibongkar sesuai dengan
petunjuk Konsultan Supervisi dan Direksi Teknik. Untuk mengatasi penurunan
(settlement), harus dilaksanakan penimbunan ekstra 10 cm atau menurut petunjuk
Konsultan Supervisi dan Direksi Teknik.
Setelah seluruh pekerjaan pemadatan selesai, kelebihan timbunan pada kedua
lerengnya harus dibuang dengan Bulldozer atau cara lain yang ditunjukkan oleh
Konsultan Supervisi dan Direksi Teknik. Bidang / permukaan talud tanggul
kemudian harus diratakan sehingga membentuk profil seperti pada gambar rencana.
Bentuk akhir tanggul harus mempunyai toleransi  0,05 m untuk tinggi dan 0,1 m
untuk lebarnya.

2.6 PENANAMAN GEBALAN RUMPUT


Untuk melindungi lereng supaya tidak rusak oleh air hujan atau aliran air, permukaan
berumput harus disediakan sebagaimana ditunjukkan dalam gambar-gambar atau
sebagaimana pengarahan dari Konsultan Supervisi dan Direksi Teknik. Gebalan rumput
persegi yang digunakan untuk melindungi lereng harus dalam keaadaan segar, padat dan
berakar baik.
Pekerjaan ini terdiri atas persiapan, pemotongan, pemuatan dan penempatan tanah
penutup dan penanaman rumput serta pemeliharaan lereng agar rumput-rumput tersebut
tumbuh secara normal dan merata (seragam).
Konsultan Supervisi dan Direksi Teknik akan memeriksa dan menyetujui tanah penutup
dan rumput-rumput tersebut. Bila perlu gebalan rumput dan tanah atas tidak dipisahkan
selama pemotongan dan pengangkutannya. Penanaman rumput harus dilaksanakan dalam
waktu 24 jam setelah pemotongan dan dapat disimpan hanya dengan persetujuan
Konsultan Supervisi dan Direksi Teknik.
Penyimpanan dan pengangkutan rumput harus dikerjakan dengan cara dua bidang
permukaan rumput atau dua bidang permukaan tanah harus membentuk papan catur. Jika
rumput-rumput sebelum dipotong dalam keadaan kering, maka harus disiram secukupnya
terlibih dulu. Rumput-rumput yang berkualitas jelek dan keadaannya tidak baik atau
terdiri atas rumput-rumput liar atau rumput yang tidak sesuai, tidak dapat diterima.
Seluruh areal yang ditanami dengan rumput harus diratakan sedemikian sehingga
mempunyai permukaan yang rata (seragam) dan harus digemburkan pada kedalaman 2
cm dibawah permukaan tanah. Rumput-rumput harus ditanam secara berurutan. Setelah
penanaman, harus dilakukan pemadatan agar terhindar dari hal-hal yang menimbulkan
akibat lepasnya rumput-rumput tersebut oleh airhujan.
Setelah pemadatan, celah antara gebalan yang satu dengan gebalan yang lain harus diisi
dengan rumput dan tanah penutup yang berkualitas baik.
Penyedia Jasa harus bertanggung jawab untuk pemeliharaan dan pembersihan areal
permukaan rumput sampai ketentuan Kontrak dan selanjutnya sampai Berita Acara
Penyelesaian seluruh
Pekerjaan diterbitkan oleh Konsultan Supervisi dan Direksi Teknik. Penyedia Jasa harus
mengganti adanya kerusakan areal dimana rumput-rumput mengering atau tidak
mengakar pada permukaan lereng, jenis tanamannya tidak dikehendaki, atau tidak teratur
atau tidak sesuai dengan pendapatDireksi.

2.6.1 PercobaanTimbunan
Sebelum pelaksanaan penimbunan pada tempat yang sebenarnya, Penyedia Jasa harus
mengadakan percobaan penimbunan, untuk mengevaluasi kebutuhan-kebutuhan untuk
penggalian, pengangkutan dan penghamparan, dan pemadatan material tertentu untuk
timbunan menggunakan alat-alat yang memang telah dicadangkan untuk pelaksanaan
pekerjaan penimbunansebenarnya.
Program percobaan, yang didalamnya termasuk lingkup bagan waktu, jenis, metode
percobaan dan metode penganalisaan & evaluasi, harus mendapat persetujuan atau atas
petunjuk Konsultan Supervisi dan Direksi Teknik. Sehubungan dengan hasil dari
percobaan penimbunan tersebut, specifikasi dari material dan metode penimbunan dapat
mengalami perubahan atau penambahan yang akan ditentukan oleh Konsultan Supervisi
dan Direksi Teknik.
Untuk pekerjaan percobaan tersebut tidak boleh ada biaya tersendiri. Biaya untuk
percobaan dan pengujian supaya sudah diperhitungkan dalam harga satuan dari item
penimbunan pada Bill of Quantity.

2.6.2 Toleransi Konstruksi

Seluruh timbunan yang diperlukan untuk pekerjaan harus dilakukan pada garis-garis,
tingkatan dan dimensi sebagaimana ditunjukkan didalam gambar-gambar atau diarahkan
oleh Konsultan Supervisi dan Direksi Teknik. Toleransi konstruksi untuk penimbunan
dapat ditunjukkan dalam Tabel II-3 sebagai berikut.

Tabel 0-3 Toleransi Konstruksi untuk Penimbunan

Toleransi Kedalaman Jarak dari Titik yang


Uraian
Ditetapkan

Ketinggian atas timbunan - 5 cm


Lebar atas timbunan - 10 cm
Panjang lereng - 20 cm
Deformasi tegak lurus lereng - 10 cm

Penyedia Jasa harus memberi kelonggaran untuk konsolidasi dan pemampatan/penurunan


timbunan, untuk menjamin suatu keadaan bahwa ketinggian puncak timbunan pada
permukaan yang telah diselesaikan pada waktu penerbitan Berita Acara serah terima
pekerjaan ke-2, harus tidak kurang dari 10 cm.
Biaya atas kelonggaran yang demikian harus telah diperhitungkan dalam harga satuan
timbunan yang telah tercantum dalam Bill of Quantity

2.6.3 Pengawasan Mutu atauKualitas

Untuk melaksanakan pengawasan kwalitas material tanah sampai batas yang diijinkan,
pengujian yang berikut harus dilaksanakan sesuai dengan Tabel II-4 di bawah ini :
Tabel 0-4 Pengujian Kualitas

Pengujian Waktu Pengujian


Kepadatan kering (Dry density/Proctor) Satu kali untuk 5000 m2 luas hamparan
untuk setiap jenis tanah bahan timbunan
Kadar air (moisture content) Satu kali per hari untuk satu tempat
pengambil dan diikuti dengan pegujian
kepadatan kering
Berat jenis (specific gravity) Dalam hal terdapat penggantian kualitas
material/bahan tanah
Ukuran butir (Grain Size) Dalam hal terdapat penggantian kualitas
material/bahan tanah
Pemadatan (Compaction/ Sand cone + Satu kali untuk 5.000 m2 luashamparan
Speedy Moisture Tester) atau setiap lapisan pemadatan
Pergeseran langsung (Direct Shear) Satu kali untuk 5.000 m2 luashamparan
atau setiap lapisan pemadatan
Permeabilitas Satu kali untuk 5.000 m2 luashamparan
atau setiap lapisan pemadatan

Konsultan Supervisi dan Direksi Teknik dapat mengubah atau menghapus jenis pengujian
serta waktu pengujian tersebut di atas. Pengujian tanah tersebut harus sesuai dengan
Japanese Industrial Standard ("JIS") atau Standard Industri Jepang atau standard jenis
lainnya yang disetujui Konsultan Supervisi dan Direksi Teknik. Standart pengujian tanah
menurut JIS dapat disampaikan dalam Tabel-5.3.

Kadar air yang tepat untuk timbunan tanggul pada prinsipnya ditentukan mulai dari
tempat pengambilannya. Untuk hal tersebut maka pekerjaan penimbunan harus dibatasi
selama musim kemarau atau kira-kira 6 bulan. Meskipun pada musim kemarau , bila ada
hujan lebih dari 5 mm/jam, pekerjaan pengambilan tanah harus dihentikan juga, sampai
pekerjaan selanjutnya diijinkan oleh Konsultan Supervisi dan Direksi Teknik. apabila
material tanah yang baru digali dari tempat pengambilan dalam kondisi terlalu kering,
sejumlah air dapat disiramkan, setelah mendapat ijin Konsultan Supervisi dan Direksi
Teknik.

Dalam hal terjadi perubahan yang menyolok atas sifat-sifat tanah pada waktu penggalian,
maka hal tersebut harus dilaporkan kepada Konsultan Supervisi dan Direksi Teknik.
Pengujian di Laboratorium untuk memastikan layak tidaknya material tanah tersebut,
harus dilaksanakan menurut petunjuk Konsultan Supervisi dan Direksi Teknik.
Tabel 0-5 Jenis Pengujian Tanah

Jenis Pengujian Standart Pengujian


Kepadatan kering (Dry density) SNI 03-2832-1992 (Proctor) SK.SNI-M-18-1991-03
Kadar air (Moisture content) SNI 03-1965-1990 & SK SNI M-05-1989-F
Berat jenis(Specific gravity) SNI 03-1964-1990 & SK SNI M-04-1989-F
Ukuran butir(Grain Size) SNI 03-1968-1990 & SK SNI M-08-1989-F
Pemampatan(Compaction) SNI 03-2828-1992 (Sand cone+ Speedy SK SNIM-
13-1991-03 Moisture Tester)
Pergeseran langsung (Direct SNI 03-3420-1994 & SK SNI M-20-1993-03
Shear)
Permeabilitas -

Bila material tanah diharuskan untuk diambil dari tempat selain yang ditentukan dalam
gambar rencana, material tanah dari tempat tersebut harus diuji dahulu, kecuali ada
persetujuan tanpa test dari Konsultan Supervisi dan Direksi Teknik, menurut standart
dalam Tabel-5.4 berikut :

Tabel 0-6 Pengujian untuk Tempat Pengambilan

Pengujian Pengujian untuk satu tempat


pengambilan

Pengujian lapangan
Pengeboran tanah ( 3 m ) (soil auger) 4 titik
Kerapatan lapangan pada sumur 1 titik
coba(field density)
Pengujian laboratorium
Kadar lengas 10 x
Berat jenis 10 x
Ukuran butir 10 x
Pemadatan 12 x
Pengujian geser langsung 12 x
Permeabilitas 2x

2.6.4 Survey danPemeriksaan

Seperti halnya pada kemajuan pekerjaan penimbunan, Penyedia Jasa harus melakukan
survey/pengukuran penampang melintang pada tempat-tempat tertentu sesuai yang ada
didalam gambar-gambar atau sebagaimana diarahkan oleh Konsultan Supervisi dan
Direksi Teknik untuk menyatakan kemajuan pekerjaan sesungguhnya.
Didasarkan pada hasil survey/pengukuran penampang melintang yang demikian itu
Konsultan Supervisi dan Direksi Teknik akan mempertimbangkan apakah pekerjaan telah
diselesaikan dengan baik dan memuaskan, dalam keadaan yang dapat ditolerir sesuai
dengan pasal 2.6.2

2.7 URUGAN KEMBALI

2.7.1 Umum

Penyedia Jasa harus memperoleh dan menempatkan berbagai macam bahan timbunan di
tempat-tempat seperti ditunjukkan pada Gambar dan tempat-tempat lain seperti
ditunjukkan oleh Konsultan Supervisi dan Direksi Teknik. Kualitas bahan harus disetujui
oleh Konsultan Supervisi dan Direksi Teknik dan terbebas dari bahan-bahan organik atau
bahan bahan lainnya yang tidak terpakai.

2.7.2 Urugan Kembali denganBatu

Urugan kembali dengan batu harus ditempatkan pada jalur dan ukuran seperti
ditunjukkan dalam gambar, pada tembok/dinding penguat dan tempat- tempat lain yang
diperlukan untuk kestabilan dan keamanan atau yang ditunjukkan oleh Konsultan
Supervisi dan DireksiTeknik.
Bahan-bahan yang dipakai untuk urugan kembali dengan batu harus dari batu yang
disediakan atau batu yang digali. Kualitas batu harus disetujui Konsultan Supervisi dan
Direksi Teknik dan harus bebas dari bahan-bahan organik atau tidak terpakai lainnya
seperti halnya yang mengandung gumpalan tanah atau batu-batu lapuk dan lain-lain.
Ukuran diameter minimum kira-kira 8 cm dan ukuran maximum kira-kira 20 cm.
Bahan tersebut harus ditangani dan ditempatkan dengan berbagai cara untuk memperoleh
kepadatan dan kerapatan maksimum. Cara pemasangan atau penempatan harus mendapat
persetujuan dari Konsultan Supervisi dan Direksi Teknik.

2.7.3 Urugan kembali dengan bahanpasir

Urugan kembali dengan bahan pasir harus ditempatkan pada jalur dan ukuran seperti
ditunjukkan dalam gambar untuk dinding penahan, tembok penguat dan tempat-tempat
yang ditunjukkan oleh Konsultan Supervisi dan Direksi Teknik.
Bahan yang dipakai untuk urugan kembali dengan bahan pasir harus dipilih bahan lepas
yang berbutir baik dengan ukuran maksimum 5 mm dan tidak lebih dari 5 %. Ukuran
yang lebih dari 5 mm bisa dipakai jika mendapat persetujuan dari Konsultan Supervisi
dan Direksi Teknik atau telah ditunjukkan dalam gambar. Penyediaan bahan timbunan
yang terdiri atas bermacam-macam jenis harus dibagi rata didalam timbunan
(pemakaian).
Bahan tersebut harus ditangani dan ditempatkan dengan cara sedemikian rupa untuk
mencegah bertebarankemana-mana.Cara penempatan urugan kembali tersebut
harus mendapat persetujuan dari Konsultan Supervisi dan DireksiTeknik.
Cara penghamparan dan pemadatan dilaksanakan seperti pada pasal-pasal pemadatan di
atas, atau 90 % pemadatan standard.
2.8 PEKERJAANBETON

2.8.1 Umum

Semua pekerjaan beton harus dilaksanakan seperti yang telah disyaratkan didalam
Spesifikasi ini, dan seperti ditunjukkan dalam gambar atau seperti ditunjukkan oleh
Konsultan Supervisi dan Direksi Teknik.
Pekerjaan beton dipakai pada bangunan/tempat-tempat seperti dijelaskan di bawah :

a). Beton dengan mutu K225, untuk bagian mercu main dam dan sub dam pada Dam
Penahan Sedimen.

b). Beton dengan mutu K175, untuk tubuh main dam, sub dam dan apron dam penahan
sedimen dan grillage (regel beton) kalau ada.

Semua pekerjaan beton, harus dilaksanakan dan dihasilkan dari produk Batching Plan
(Readymix) atau dari alat pengaduk beton massa lainnya seperti (Car mix dan atau site
mix) yang disetujui oleh Konsultan Supervisi dan Direksi Teknik. Pekerjaan beton hanya
boleh dilaksanakan bila Konsultan Supervisi dan Direksi Teknik hadir di lokasi.
Sebagian dari spesifikasi yang dijelaskan dalam pasal 2.8 ini, untuk pekerjaan beton, bisa
ditunda (dibatalkan) atau diubah jika disetujui atau diperintahkan secara tertulis oleh
Konsultan Supervisi dan Direksi Teknik.
Penyedia Jasa berhak untuk mengajukan permohonan kepada Konsultan Supervisi dan
Direksi Teknik untuk pembatalan atau perubahan dari beberapa spesifikasi dimana
terlihat terlalu ketat atau terlalu sukar untukdilaksanakan.

Konsultan Supervisi dan Direksi Teknik akan menjawab permohonan tersebut dengan
pertimbangan tersedianya alat pengujian (test facilities), ukuran dan macamnya
bangunan beton, dan lainsebagainya.

2.8.2 Persyaratan Administrasi Beton Ready Mix


(1). Guna mejaga mutu dan kualitas beton yang akan digunakan, di dalam dokumen penawaran
penyedia jasa wajib menyampaikan surat dukungan dari Batching Plan (Ready Mix) yang
berlokasi di sekitaran lokasi pekerjaan (Wilayah Kab. Magelang, Prov. Jawa Tengah atau
wilayah DI.Yogyakarta). Batching Plan (ready mix) harus memiliki perizinan sesuai dengan
ketentuan dan peraturan yang berlaku.
(2). Surat dukungan berisi keterangan mengenai :
• Sanggup untuk mensuplai beton sesuai dengan waktu yang telah ditentukan dalam
dokumen kontrak
• Sanggup untuk mensuplai beton sesuai dengan kuantitas dan kuwalitas yang telah
dipersyaratkan dalam dokumen kontrak
2.8.3 Semen dan Bahan CampuranTambahan
(1) Semen
Semen yang dipakai pada pekerjaan ini harus mempunyai kualitas sama dengan Portland
Cement, ordinary type (Type I) yang dispesifikasikan dalam SNI 2049-90-A atau (JIS R
5210 atau ASTM Designation C 150), dan/atau yang telah disetujui oleh Direksi.
Sebelum semen didatangkan, Penyedia Jasa harus memberitahukan kepada Konsultan
Supervisi dan Direksi Teknik tentang data dari jenis (type) semen yang akan dibeli.
Semen yang akan didatangkan ke lokasi (site) harus sesuai dengan kualitas pabrik dan
spesifikasi pengujian. Tanda penerimaan dan sertifikat-sertifikat harus disampaikan
kepada Konsultan Supervisi dan Direksi Teknik.
Penyedia Jasa harus menyediakan penanganan dan fasilitas gudang yang cukup untuk
semen. Semen yang disetujui oleh Konsultan Supervisi dan Direksi Teknik, harus
ditempatkan dalam gudang yang kedap air dengan perlengkapan yang cukup untuk
mencegah masuknya udara lembab.
Penimbunan harus diatur sedemikian rupa supaya pemakaian semen dilaksanakan
menurut urutan waktu penyimpanan.
Semen yang ditempatkan dalam gudang lebih dari 90 hari tidak akan dipakai pada
pekerjaan ini, jika tidak diadakan suatu percobaan tes untuk memastikan kualitasnya.
Penyedia Jasa akan mengambil tindakan untuk menjamin persediaan yang cukup untuk
pemakaian.
Semen yang akan dipakai harus mempunyai kantong asli yang masih baik belum ada
cacat-cacat, berlobang, robek, bocor. Semen yang kantong aslinya telah cacat berlobang,
robek tidak boleh dipakai dan harus dikeluarkan dengan segera, keluar dari tempat
pekerjaan.
(2) Bahan CampuranTambahan
(a) Umum
Penyedia Jasa dapat menyediakan dan memakai bahan campuran untuk memudahkan
pengecoran dan penyelesaian beton dan adukan (mortar).
Bahan tambahan yang akan dipakai harus mendapat persetujuan oleh Konsultan
Supervisi dan Direksi Teknik.
Penyedia Jasa akan memberitahu Konsultan Supervisi dan Direksi Teknik tentang
sumber dari mana bahan campuran akan dibeli serta akan menyediakan spesifikasi
teknis dan contoh-contoh untuk pengujian lebih lanjut sewaktu-waktu bila
dinyatakan untukdipakai.
Semua test admixture harus dilakukan oleh dan atas biaya Penyedia Jasa, dan hasil
test harus diserahkan kepada Konsultan Supervisi dan Direksi Teknik untuk
mendapatpersetujuan.
Semua biaya tambahan pemakaian admixture ini harus dimasukkan ke dalam harga
satuan penawaran.
Takaran yang akan dipakai dalam tiap-tiap campuran beton dan tiap-tiap bagian dari
pekerjaan akan ditentukan oleh Konsultan Supervisi dan Direksi Teknik.
(b) Zat tambah gelembung udara (Air-EntrainingAdmixture)
Zat tambah gelembung udara ini dapat dipakai untuk semua jenis beton jika telah
disetujui oleh Konsultan Supervisi dan Direksi Teknik.
Bahan campuran tambahan yang dipakai harus sesuai dengan ASTM Designation C
260 atau standar-standar lain yang bersesuaian.
Bahan campuran harus dari buatan dan kualitas yang seragam dalam tiap pengiriman.
Banyaknya air entraining admixtures yang digunakan pada tiap adukan beton dapat
dilihat dalam daftar berikut :
Tabel 0-7 Zat tambah gelembung udara (Air Entraining Admx)

Ukuran maximum Agregat kasar Jumlah Air entraining agent


(mm) ( presentase volume terhadap beton)
20 5.0 + 1
40 4.0 + 1
80 3.0 + 1
Admixture cairan harus selalu tetap dijaga dalam kekuatan yang seragam dan harus
ditambahkan ke penakar sebagai bagian dari air adukan. Sejumlah kandungan
gelembung udara seperti keperluan tersebut diatas dapat dipenuhi, air entraining
admixture akan diijinkan.

(3) Bahan Campuran Zat Pelambat Pengerasan (Set RetardingAdmixture)


Sumber, merk dan type dari bahan campuran ini harus dipilih dan dikirimkan oleh
Penyedia Jasa kepada Konsultan Supervisi dan Direksi Teknik untuk dimintakan
persetujuannya.
Bahan campuran zat pelambat pengerasan dapat digabungkan dengan bahan campuran
zat tambah gelembung udara di atas dan akan dipakai dan ditambahkan pada campuran
beton dengan cara yang sama, seperti yang telah ditentukan untuk penambahan Zat
tambah gelembung udara (Air-Entraining admixture). Takaran dari bahan campuran
penghambat pengerasan harus sesuai dengan petunjuk pabrik pembuatnya, seperti yang
telah disetujui oleh Konsultan Supervisi dan DireksiTeknik.

(4) Penyimpanan Bahan Campuran(Admixture)


Bahan campuran beton, baik berupa cairan ataupun bubuk harus ditempatkan dalam
gudang yang tahan air dengan perlengkapan yang cukup untuk pencegahan dari
penyerapan air.

Gudang juga harus diatur bahwa bahan yang akan dipakai, yang dalam pemesanan harus
tepat waktunya sampai di lapangan. Jika ada bahan campuran yang mempunyai waktu
kedaluarsa, itu harus dikeluarkan dari gudang/ lokasi proyek dan tidak boleh digunakan
lagi untuk bahan pekerjaan beton untuk menjamin agar tidak mengganggu pengecoran
beton.
Persediaan admixtures yang cukup digudang harus pula tetap diperhatikan, supaya
pengecoran beton tidak terhenti karena admixtures habis.

2.8.4 Agregat
(1) Umum

Bahan untuk agregat kasar (split) dan agregat halus (pasir) dapat diperoleh dari dasar
sungai atau sumber lain, sedang split dihasilkan dengan cara memecah dari batu/kerikil
alam ataupun dari hasil mesin pemecah batu (stone crushers) dan semua bahan harus
disetujui oleh Konsultan Supervisi dan Direksi Teknik.
Agregat halus (pasir) harus ditempatkan berupa tumpukan pada suatu tempat yang
mempunyai alas yang basah untuk selama 24 jam dan kemudian akan ditangani (handled)
untuk menjamin bahwa pasir yang telah didatangkan ke batching plant akan mempunyai
kadar air yang agak seragam dan stabil (tetap).
Bila permukaan tumpukan pasir yang telah dikirim langsung ke batching plant adalah
berupa lebih kering atau lebih basah dari pasir yang telah ada dalam persediaan, penan-
ganan diperlukan adalah, yaitu mengeluarkan pasir permukaan ini dari persediaan
batching plant.
Biaya pengadaan agregat yang diperlukan dalam spesifikasi ini harus dimasukkan
didalam harga satuan yang telah ditawarkan didalampelelangan.
Harga satuan ini harus juga termasuk semua pengeluaran-pengeluaran oleh Penyedia Jasa
untuk menggali, menangani, memproses, pajak galian gol.c, mengangkut dan
menempatkan bahan tersebut.
Penyedia Jasa tidak berhak terhadap beberapa penggantian biaya tambahan untuk bahan-
bahan yang terbuang dari sungai atau tempat pengambilan lain yang telah disetujui,
tempat pemecah batu, bahan yang salah ukuran butirnya dan diperoleh biaya pemisahan
dan bahan yang dibuang yang disebabkan oleh ukuran butir maksimum melebihi
spesifikasi untukdipakai.
Agregat halus dan kasar yang akan dipergunakan harus memenuhi standart test sesuai
dengan :

- SNI-1968-1990-F dan SK SNI.M-01-1991-F (AnalisaSaringan)


- SK SNI.M-01-1991-03 (Bahan Organik)
- SNI-1987-1990-F dan SK SNI.M-01-1989-F (Untuk beratjenis)

Bermacam-macam pengujian agregat yang ditentukan didalam pasal 2.6.3 akan


diperlukan, bila Konsultan Supervisi dan Direksi Teknik memerlukan sesuai dengan
macam dan volume pekerjaan.

(2) Pasir (agregathalus)


Agregat halus (pasir) yang digunakan, ukuran butir dibatasi maksimum adalah 5 mm.
Pasir untuk beton, adukan (mortar) dan adukan encer (grouting) harus disediakan oleh
Penyedia Jasa.
Konsultan Supervisi dan Direksi Teknik akan melakukan pengujian terhadap pasir dan
Penyedia Jasa harus membantu Konsultan Supervisi dan Direksi Teknik untuk
mengadakan pengujian tersebut.

Pasir harus mempunyai butiran keras, padat, tahan, tidak hancur atau pecah oleh
pengaruh cuaca, butiran dengan gradasi yang baik, tidak berlapisbahan-bahan
dari fragmen batuan dan bebas dari kotoran, debu, tanah dan bahan organik atau bahan
lain yang tak berguna.
Kadar air dari pasir waktu dikirim ke tempat mesin pencampur beton bervariasi tidak
lebih dari 1% dalam 1 jam dan tidak akan berubah lebih dari 3% selama waktu kerja
untuk 1 shift (khusus pada pemakaian BatchingPlant).

Pasir harus betul-betul terdiri dari butiran-butiran dan dengan bentuk yang memenuhi
syarat. Butiran-butiran dengan bentuk yang memenuhi syarat adalah butiran-butiran yang
mempunyai ukuran maksimum tidak lebih dari tiga kali ukuran minimum.

Pasir yang akan dipakai harus sesuai SIN 1968-90 F atau AASHTO T27 atau JIS A-1102,
mempunyai gradasi yang baik dan sesuai dengan batasan-batasan berikut seperti ditun-
jukkan dalam Tabel II-8, tetapi ini bisa bervariasi jika dipakai dalam percobaan 5 kali
pengujian kekerasan Sodium Sulfat harus tidak lebih dari 10%. Gradasi dari pasir harus
selalu diawasi agar setiap saat Modulus Kehalusan paling sedikit 9 dari 10 deretan contoh
percobaan yang telah disetujui.
Tabel 0-8 Gradasi Pasir

Ukuran Saringan (mm) Persentase Berat Lolos (%)


10 100
5 90~100
2.5 80~100
1.2 50~90
0.6 25~65
0.3 10~35
0.15 2~10

Modulus Kehalusan dari Aggregate harus berada antara 2.5 sampai dengan 3.3

Tabel 0-9 Bahan tak Berguna Dalam Pasir

Bahan dan Tes Presentase berat (%)

Tanah lempung/ lumpursesuai 1,0


AASHTO-T-112
Bahan lolos saringan 0,088 mm 3
Persentase bahan yang memiliki berat 1.0
jenis kurang dari 1,95
Catatan:
*) Jika butiran yang lolos saringan 0,088 terdiri dari abu batu dan bebas lempung dan
lumpur, persentase bisa ditambah sampai1,5.

Bila contoh-contoh diambil setiap jam, hendaknya tidak menyimpang lebih dari
0,20 dari Modulus Kehalusan rata-rata dari 10 contohtersebut.
Bila pasir yang dipakai dari sumber yang berbeda pada saat yang bersamaan, pasir
tersebut harus dicampur untuk menjamin gradasi yang seragam dalam pemakaian
berikutnya.
Tabel 0-10 Sifat phisik Agregat

Kharakteristik dan Standar Tes Yang di ijinkan


Berat Jenis (specific gravity) sesuai
> 2.55
AASHTO T-84
Penyerapan air sesuai AASHTO T-84 < 3.0 %
Kehilangan berat pengujian keausan sesuai
< 30 %
AASHTO T-96
Kehilangan berat pengujian kekerasan
< 10 %
sesuai AASHTO T-104
(3) Split (Agregat Kasar)
Split yang dipakai mempunyai ukuran minimum 5 mm dan mempunyai gradasi yang baik
dari 5 mm sampai ukuran maksimum 40 mm.
Split untuk beton harus disediakan oleh Penyedia Jasa.
Konsultan Supervisi dan Direksi Teknik akan meminta kepada Penyedia Jasa, untuk
menguji kerikil tersebut dan Penyedia Jasa harus melaksanakan pengujian sebaik-
baiknya.
Pengujian akan dilakukan sesuai dengan keperluan pada pasal 2.6.3
Split harus bersih, keras, segar, tidak lapuk, dihasilkan dari memecah batu bulat, split
alam yang dipecah atau hasil dari mesin pemecah batu (Stone crushers), berbentuk baik,
padat, tidak berlapis-lapis, tidak mudah pecah dan bebas dari bahan-bahan yang tidak
berguna, bahan-bahan organik atau bahan- bahan yang merugikan.

Gradasi dari split (standa


rt persentase berat yang lolos masing- masing saringan) harus mengikuti SIN 03-3795-
1995 atau AASHTO T 27 seperti Tabel II-11, tetapi ini dapat berubah jika disetujui oleh
Konsultan Supervisi dan Direksi Teknik dan dalam hal ini Penyedia Jasa tidak berhak
terhadap tambahan biaya.

Tabel 0-11 Gradasi Split (aggregat kasar)

Presentase Berat lolos Saringan (%)


Ukuran Saringan (mm)
Ukuran butir 40 mm Ukuran butir 20 mm
50 100 -
40 95~100 -
25 - 100
20 35~70 90~100
10 10~30 20~55
5 0~5 0~10
2.5 - 0~5

Persentasi bahan-bahan tak berguna dalam split harus tidak melebihi batas seperti yang
dijelaskan dalam Tabel-2-12 berikut.

Tabel 0-12 Bahan tak Berguna Dalam Split.

Macam bahan Max. Presentase Berat

Tanah&lumpur (AASHTO112) 0.25


Butiran lunak 5,0
Bahan lolos saringan 0,088 mm 1,0 *)
Persentase bahan yang memiliki berat jenis 0,5
kurang dari 1,95
Keterangan:*) Jika butiran yang lolos saringan 0,088 terdiri dari abu batu dan bebas
tanah dan lumpur, persentase bisa ditambah sampai1,5.
Jumlah persentase bahan yang tidak berguna yang dimasukkan ke pengadukan (mixer)
harus tidak melibihi 5% dari berat.

Tabel 0-13 Sifat phisik Agregat

Kharakteristik dan Standar Tes Yang di ijinkan

Berat Jenis (specific gravity) sesuaiSNI


> 2.55
1969-90-F/ AASHTOT-85/JIS-A-1110
Kehilangan berat pengujian keausan sesuai
< 30 %
SNI-1969-90-F/ AASHTO T-96/JIS-1121
Kehilangan berat pengujian kekerasan
sesuai SNI-1758-90-A/ AASHTO T- < 12 %
104/JIS-A-1122

2.8.5 Air
Air yang dipakai untuk beton, adukan encer (grouting), adukan pasangan, pencuci bahan
dan pembasahan beton harus bersih, bebas dari bahan yang tidak berguna seperti lumpur,
bahan-bahan organik, alkali, garam, asam dan bahan kotoran lainnya.
Fasilitas tangki air yang cukup harus disediakan untuk menjamin kelancaran pengecoran
beton.

2.8.6 CampuranBeton

(1) Komposisi (SusunanCampuran)


Beton harus tersusun dari Portland Cement, air, pasir, split dan bahan campuran
tambahan (admixture) dalam perbandingan tertentu yang disetujui Konsultan
Supervisi dan Direksi Teknik dan dalam keaadaan kekentalan yang tepat.

(2) Perbandingan Campuran dan Klas Beton


Perbandingan campuran beton akan ditentukan oleh Konsultan Supervisi dan
Direksi Teknik, setelah dilakukan trial mix sehingga dengan trial mix akan didapat
proporsi campuran beton yang mempunyai kekuatan yang cukup memadai (K=
Karakteristik) dalam waktu dan pembebanan yang direncanakan.

Maksimum ukuran bahan 40 mm untuk beton :


- Mutu K350, dengan tegangan rencana 350 kg/cm2 (28hari)
- Mutu K225, dengan tegangan rencana 225 kg/cm2 (28hari)
- Mutu K175, dengan tegangan rencana 175 kg/cm2 (28hari)
- Mutu K125, dengan tegangan rencana 125 kg/cm2 (28hari)
Konsultan Supervisi dan Direksi Teknik akan menetapkan perbandingan campuran beton,
sebelum pekerjaan dimulai sebagai hasil percobaan (trial mix) yang harus dilaksanakan
oleh Penyedia Jasa.

Perkiraan perbandingan campuran beton yang akan dipakai untuk bermacam-macam klas
beton mengacu pada Permen PU No. 11/PRT/M/2013 dengan komposisi perbandingan
campuran untuk klas beton seperti terlihat pada Tabel II-14.

Tabel 0-14 Perbandingan Campuran Beton

Mutu beton Max. Tegangan Air/semen Perkiraan Batasan


K=Karakteristik Ukuran Rencana rasio Kadar semen Slump
butir (mm) pada 28 hari maksimum (kg/m3) (cm)
(kg/cm2)
K350 25 350 0.48 448 12 ± 2
K225 25 225 0.58 371 12 ± 2
K175 25 175 0.66 326 12 ± 2
K125 37.5 125 0.78 276 12 ± 2

Meskipun jumlah perkiraan semen telah diberikan dalam tabel di atas, Konsultan
Supervisi dan Direksi Teknik dapat mengubah jumlah semen tersebut untuk salah satu
klas beton selama masa pelaksanaan, dan Penyedia Jasa tidak dapat meminta biaya
tambahan untuk perubahan jumlah semen ini.
Perbandingan campuran dan perbandingan air semen (water-cement ratio) akan
ditentukan oleh Konsultan Supervisi dan Direksi Teknik untuk memperoleh beton yang
mempunyai kemudahan dikerjakan, kepadatan, tidak bocor, ketahanan dan kekuatan yang
diperlukan tanpa kelebihan pemakaiansemen.
Kekuatan tekan rencana (Karakteristik) beton akan ditunjukkan pada gambar-gambar dan
dimana kekuatan tekan beton itu menjadi patokan yang akan dibandingkan agar 80% dari
hasil tegangan tekan sama atau lebih besar dari tegangan yang ditetapkan dan hubungan
berikut akan dipakai untuk menentukan tegangan minimum rata-rata :

dimana:
fav = tegangan tekan minimum rata-rata yang diperlukan
f'c = tegangan tekan rencana
V = koefisien penyimpangan yang dinyatakan dalam desimal

Penentuan perbandingan campuran oleh Konsultan Supervisi dan Direksi Teknik, tidak
akan mengurangi tanggung jawab Penyedia Jasa untuk melaksanakan pengadukan dan
pengecoran beton sesuai dengan syarat yang telah ditentukan.
Sebelum pengadukan beton untuk bangunan atau sebagian dari bangunan tersebut,
Penyedia Jasa harus merasa puas bahwa campuran beton dengan perbandingan yang
ditentukan oleh Konsultan Supervisi dan Direksi Teknik akan memungkinkan Penyedia
Jasa membuat adukan beton sesuai dengan spesifikasi yang diperlukan.
Penyedia Jasa perlu memberitahu Konsultan Supervisi dan Direksi Teknik tentang
beberapa keberatan jika Penyedia Jasa mempunyai usulan perbandingan campuran beton
yang lain dan perlu disampaikan kepada Konsultan Supervisi dan Direksi Teknik untuk
persetujuannya. Jika disetujui oleh Konsultan Supervisi dan Direksi Teknik maka harus
dipakai untuk pembuatan beton.
Penyedia Jasa tidak berhak terhadap penggantian biaya tambahan atas perubahan
perbandingan campuran tersebut. Ukuran maksimum kerikil dalam beton untuk tiap
bagian pekerjaan seperti ditentukan pada Tabel-II-14 kecuali ditentukan lain pada gambar
atau ditunjukkan oleh Konsultan Supervisi dan Direksi Teknik.
Test uji dan cara pembuatan campuran beton harus memenuhi SK SNI-T-15-1990-03
dan SKSNI-M-14-1989-F.

2.8.7 Kadar Air dan Slump


Banyaknya air yang dipakai dalam adukan beton ditentukan oleh Konsultan Supervisi dan
Direksi Teknik dalam batas-batas yang akan ditetapkannya untuk perbandingan kadar air
(water content ratio) yang diperlukan untuk menjamin kekentalan yang layak, juga
mempertimbangkan pengaruh pemakaian dari bahan tambahan khusus (admixture) dan
beberapa variasi pada salah satu atau keduanya yaitu kadar air atau gradasi bahan yang
dipakai. Penambahan air untuk mengencerkan beton sebelum digunakan untuk
pengecoran tidak akan diijinkan. Keseragaman kekentalan beton pada tiap-tiap
pengadukan sangat diperlukan.
Pemeriksaan pengujian turun (slump) akan diambil sesudah beton dicor, tetapi sebelum
beton mengeras. Konsultan Supervisi dan Direksi Teknik akan menentukan harga slump
yang dapat disetujui untuk tiap-tiap type beton seperti dalam Tabel-II-14 dan Penyedia
Jasa harus menyetujuinya.
Konsultan Supervisi dan Direksi Teknik dapat memerintahkan untuk membuat adukan
dengan slump yang lebih rendah (lebih kental) bila adukan dengan slump sedemikian
masih dapat dengan mudah dicorkan dan dipadatkan dengan alat penggetar yang
digunakan.
Penggunaan bucket, talang corong tuang atau alat pengangkut/pembawa lainnya yang
tidak memungkinkan mengecor beton dengan slump yang demikian rendah, tidak
diijinkan.

2.8.8 Campuran beton

Sebelum memulai pekerjaan beton Penyedia Jasa harus membuat campuran percobaan
untuk tiap-tiap type beton yang telah ditentukan dengan pengawasan Konsultan Supervisi
dan Direksi Teknik, memakai semen, pasir, split, penakar dan pengaduk yang disesuaikan
untuk pelaksanaan pekerjaan tersebut.
Beberapa campuran percobaan harus dilaksanakan sampai didapatkan beton yang sesuai
dengan spesifikasi.
Tidak ada pembayaran tersendiri untuk pekerjaan ini yang akan dilakukan dan semua
biaya untuk campuran percobaan harus sudah termasuk dalam Pekerjaan Persiapan
didalam Bill of Quantity.

2.8.9 Pengujian Beton dan Bahan material

Jika Konsultan Supervisi dan Direksi Teknik menghendaki contoh-contoh dan pengujian
bahan-bahan untuk beton, adukan beton dan beton yang sudah mengeras akan
dilakukan oleh Konsultan Supervisi dan Direksi Teknik dan dibantu oleh Penyedia Jasa
sesuai dengan JIS atau ASTM atau lain-lainnya yangsesuai.
Pengujian bahan untuk beton, adukan beton dan kekerasan beton akan termasuk, tetapi
tidak akan terbatas pada yang terdaftar dalam Tabel II-15 danII-16

Tabel 0-15 Pengujian Beton.

Macam pengujian Petunjuk No.

Beton percobaan SNI 03-2428-1991 (SK SNI M-26-1990-F)


Tegangan Tekan SNI 03-1974-1990 (SK SNI M-14-1989-F)
Pengujian turun(Slump) SNI 03-1972-1990 (SK SNI M-12-1989-F)
Berat Satuan SNI 03-1973-1990 (SK SNI M-13-1990-F)

Tabel 0-16 Pengujian Bahan.

Pengujian Petunjuk No.

Bahan lolos saringan 0,074 mm SK SNI M-02-1994-03


(Saringan No.200)
Kadar air permukaan agregat SNI 03-1971-1990 (SK SNI M-11-1989-F)
Kekotoran oleh bahan organik SNI 03-2816-1992 (SK SNI M-01-1990-03)
Kekerasan dengan Sodium Sulfat ASTM C 88
Gradasi SNI 03-1968-1990 (SK SNI M-08-1989-F)
Berat Isi ASTM C29
Berat jenis dan daya serap SNI 03-1969-1990 (SK SNI M-09-1989-F) SNI 03-
1970-1990 (SK SNI M-10-1989-F)

Penyedia Jasa harus melaksanakan pengujian terus menerus secara teratur untuk
mengetahui kekuatan tekan, slump dan berat satuan beton dibawah petunjuk Konsultan
Supervisi dan Direksi Teknik.
Konsultan Supervisi dan Direksi Teknik dapat memerintahkan Penyedia Jasa untuk
melakukan pengujian bahan, adukan beton dan beton yang telah dicor bila dianggap
perlu. Penyedia Jasa harus memenuhi perintahtersebut.
Kekuatan tekan beton harus ditentukan dengan benda uji berbentuk silinder dengan
diameter 15 cm dan tinggi 30 cm atau kubus ukuran 15cm x 15cm x 15xcm. Agregat
yang lebih besar dari 40 mm dalam adukan beton harus disingkirkan sebelum silinder
percobaandibuat.

Tidak ada pembayaran terpisah untuk contoh-contoh beton baik untuk bahan maupun
untuk pengujian yang akan dilakukan.

2.8.10 Penakaran

Penyedia Jasa harus memasang, memelihara dan mengoperasikan peralatan takaran


(Batching Plant) untuk keperluan menentukan dan pengawasan ketelitian dalam batas-
batas tertentu mengenai takaran dari berbagai bahan termasuk air, semen, bahan
campuran tambahan, kerikil yang dipakai untuk beton.

Takaran air, semen, pasir dan kerikil harus ditentukan dengan berat. Takaran bahan
campuran tambahan (admixture) harus ditentukan dengan ukuran volume dengan alat
yang disetujui atau dalam berat dengan peralatan yang disetujui juga.

Peralatan untuk mengantar (conveyor) bahan yang akan ditakar dengan alat penakar
(batcher) atau corong (hopper) didalam pengaduk (mixer) harus juga dibuat, dipelihara
dan dioperasikan agar tidak bertumpahan dan mencampuri bahan yang telah ditakar atau
terjadi penakaran berganda.
Peralatan yang rusak untuk keperluan ini harus segera diperbaiki atau diganti.
Pelaksanaan dan ketelitian dari alat timbangan dan alat ukur tersebut dipertahankan
ketelitiannya kira-kira 0,4% dari skala kapasitas. Alat itu harus mampu menyesuaikan
untuk berbagai kadar air didalam agregat dan untuk perbandingan campuranbeton.

2.8.11 Pengadukan(Mixing)

Bahan-bahan untuk beton harus diaduk dengan sempurna didalam mesin pengaduk
(mixer) sampai betul-betul seragam seluruhnya.
Terkecuali ditentukan lain oleh Konsultan Supervisi dan Direksi Teknik, pengadukan tiap
takaran (batch) akan dilakukan dalam waktu tidak kurang seperti dinyatakan dalam
Tabel-7.8, sesudah semua bahan kecuali air dan bahan campuran tambahan berada dalam
pengaduk.

Tabel 0-17 Batas Waktu Pengadukan.

Kapasitas Pengaduk Waktu Pengadukan


(m3) (menit)
3 -2 2,5
2 -1,5 2
<1,5 1,5
Ketentuan khusus waktu untuk mencampur akan ditentukan oleh Konsultan Supervisi dan
Direksi Teknik setelah pengujian efisiensi campuran yang didasarkan pada perbandingan
contoh- contoh yang diambil dari permulaan dan akhir percampuran seperti dinyatakan
pada permulaan pasal ini.

Konsultan Supervisi dan Direksi Teknik berhak untuk mengubah waktu pengadukan atau
ukuran takaran bila pengoperasian alat pengaduk gagal untuk menghasilkan beton sesuai
dengan ketentuan. Beton, yang dikeluarkan dari pengadukan harus tercampur seragam
(sempurna) dan mantap.

Air harus dimasukkan/ditambahkan sebelum dan selama pengisian bahan bahan ke dalam
mesin pengaduk berputar. Pengadukan yang terlalu lama sehingga diperlukan
penambahan air, tidak dibenarkan.

Beton yang terlalu lama dalam pengaduk melebihi 1 jam tidak boleh dipakai dan harus
dibuang.
Mesin pengaduk yang tidak baik atau sering rusak harus segera diperbaiki atau harus
diganti. Pengadukan harus diisi sesuai dengan kapasitasnya seperti ditentukan dalam
petunjuk alat ini.

2.9 PENGECORANBETON

2.9.1 Umum
Tidak diijinkan mengadakan pengecoran beton sebelum seluruh cetakan (bekisting) dan
pekerjaan persiapan lainnya termasuk penempatan barang yang perlu ditanam dalam
beton diselesaikan terlebih dahulu, serta harus diperiksa dan disetujui oleh Konsultan
Supervisi dan DireksiTeknik.
Pengecoran beton pada waktu hujan atau dalam air tergenang dan dalam air yang
mengalir tidak akan diijinkan oleh Konsultan Supervisi dan DireksiTeknik.
Perlengkapan penghubung antara instalasi beton aduk dan tempat pengecoran harus
disediakan, dioperasikan dan dirawat oleh Penyedia Jasa atau alat lain yang bisa disetujui
Konsultan Supervisi dan Direksi Teknik. Tidak ada pembayaran khusus untuk
perlengkapan ini.

2.9.2 Persiapan Pengecoran

Segera sebelum pengecoran beton semua permukaan bidang pengecoran/cetakan harus


dibersihkan dari minyak, lumpur, bahan-bahan organik, potongan-potongan kayu,
lapisan-lapisan yang merugikan, longsoran, batu lepas, bahan yang dapat merusak dengan
memakai kompresor atau semprotan air atau alat lain yang disetujui Konsultan Supervisi
dan Direksi Teknik.
Semua permukaan cetakan (bekisting) yang terlapisi oleh adukan beton yang telah
mengering pada waktu pengecoran terdahulu harus dibersihkan sebelum pangecoran
betondimulai.
Permukaan pondasi di atas batu harus dengan sungguh-sungguh dikeringkan sebelum
pengecoran dan air yang menggenang harus dibuang.
Permukaan pondasi di atas tanah atau pada lapisan pasir berbatu (sand gravel),
pengecoran beton harus bebas dari genangan air atau dari aliran air, potongan-potongan
kayu, bahan-bahan lain yang tidak berguna seperti disebutkandiatas.
Untuk pondasi beton diatas tanah atau pada pasir berbatu permukaannya harus dalam
kondisi lembab sebelum pegecoran. Semua permukaan penghentian pengecoran beton
harus dibersihkan dan dibasahi sebelum pengecoran beton baru dimulai/dilanjutkan
dengan ijin Konsultan Supervisi dan Direksi Teknik.
Pembersihan akan terdiri dari pembuangan semua lapisan kapur yang keluar bersama air
beton, kerikil, atau beton-beton yang hampir lepas, lapisan-lapisan adukan dan benda-
benda lainnya.
Juga, permukaan beton lama yang akan disambung dengan beton baru harus dipahati atau
cara lain yang disetujui seperti melapisi dengan adukan yang perbandingan campurannya
sama seperti perbandingan campuran beton yang akan dicorkan dengan seijin Direksi
sebelum pengecoran beton baru tersebut.

2.9.3 Temperatur Beton Selama Pengecoran

Pada saat pelaksanaan pengecoran, temperatur beton harus tidak lebih dari 35o C. Bila
pada pengecoran dikehendaki temperatur beton tetap di bawah 35o C, Penyedia Jasa harus
melakukan usaha-usaha, seperti pra pendinginan agregat, pendinginan air pencampur,
pengecoran pada waktu malam atau kombinasi dari cara-cara tadi atau cara-cara lain
yang disetujui oleh Konsultan Supervisi dan DireksiTeknik.
Bila cuaca saat pengecoran menyebabkan temperatur beton akan melampaui 35o C seperti
yang ditentukan, Penyedia Jasa harus menggunakan admixture penyusut air (water
reducing admixture), zat pelambat (zat retarding type) untuk menghindari pengaruh-
pengaruh jelek pada beton akibat temperatur tinggi.

2.9.4 Peralatan untuk Pengangkutan dan Pengecoran Beton

Cara-cara dan peralatan yang dipergunakan untuk pengangkutan adukan beton dan
peralatan pengecoran dan waktu selama pengangkutan adukan, harus tidak menyebabkan
terpisahnya butiran kerikil kasar (Segregation), kehilangan slump lebih dari 25 mm atau
kehilangan kandungan udara lebih dari 1% dalam beton sebelum mengeras.
Dalam hal adukan beton diangkut dari/atau dicorkan dengan macam-macam alat
seperti daftar peralatan berikut, harus dipasang dan dilaksanakan sesuai dengan
ketentuan-ketentuanberikut.

(1) Truk Tangki Aduk (AgitatorTruck)


Kecepatan putaran drum harus diantara 2 sampai 4 rpm. Volume adukan beton didalam
drum harus tidak melebihi kapasitas yang ditentukan oleh pabriknya, atau tidak melebihi
70 % isi drum.
Atas persetujuan Konsultan Supervisi dan Direksi Teknik, truck mixer dapat digunakan
menggantikan truk tangki aduk untuk pengangkutan beton. Lama antara pengisian air
kedalam drum pengaduk dan penumpahan akhir beton dari truk tangki aduk tidak boleh
melebihi 1 jam. Selama jangka waktu tersebut beton harus tetap diaduk dengan putaran
seperti tersebut diatas.

(2) Truk Tangki Tanpa Aduk (Non-agitatorTruck)


Tubuh dari truk tangki tanpa aduk harus halus dan rapat. Untuk melindungi terhadap
hujan perlu disediakan tutup. Truk tangki tanpa aduk ini akan membawa adukan beton
ketempat pengecoran dalam bentuk masa yang tetap seragam.
Keseragaman adukan akan dianggap memuaskan bila dari sample yang diambil pada
kira-kira seperempat dan tiga perempat bagian muatan beton, tidak menunjukkan
perubahan slump lebih dari 2,5 cm.
Pengecoran harus telah selesai dikerjakan 1 jam sesudah pencampuran air ke dalam
semen danagregat.

(3) Talang Miring ( Chutes)


Memindahkan adukan beton dengan perantaraan talang miring (chutes) hanya dapat
dilakukan setelah disetujui Konsultan Supervisi dan Direksi Teknik. Dalam hal demikian
alat tersebut harus berpenampang bulat pada sudut-sudutnya, dan mempunyai kemiringan
yang cukup, supaya mempermudah pemindahan adukan, tetapi tidak sampai
menyebabkanpemisahan.
Alat talang miring, pada ujung bagian bawahnya harus dilengkapi penghantar jatuh
adukan beton dengan ketinggian tidak lebih dari 1,5 m untuk menghindari pemisahan
bahan-bahannya. Talang harus dilindungi dari sinar matahari langsung.

(4) Pompa Beton (ConcretePump)

Pipa pengangkut harus dipasang sedemikian rupa untuk memudahkan gerakan adukan
dan dipasang selurus mungkin. Sebelum memulai pengoperasian pompa atau pengecoran,
kira-kira satu meter kubik adukan dengan perbandingan campuran yang sama antara air,
bahan adukan tambahan, semen dan pasir seperti campuran beton yang akan dipakai
harus dilewatkan melalui pipatersebut.
Pendorong Udara (air-booster) tidak akan dipakai keculai dalam kondisi dimana ujung
pipa buntu oleh adukan beton sekurang-kurangnya 2 meter.

(5) Alat Angkut Ban (Belt Conveyor).

Pengangkutan adukan beton dengan alat angkut ban (belt conveyor) tidak akan diijinkan
jika tidak disetujui oleh Konsultan Supervisi dan Direksi Teknik. Jika disetujui, alat
angkut ban (belt conveyor) harus dipakai dengan beberapa tindakan pencegahan, yaitu
ban (belt) dilindungi dari hujan, angin dan terik matahari, dan talang tegak (corong) harus
dipakai pada ujung tiap-tiap alat angkut (conveyor) untuk membatasi kejatuhan dari
adukan beton di tempat pengecoran dengan tinggi maksimun 1,5meter.
Perincian lengkap (full detail) dari catalog pabrik, gambar-gambar dan lain-lain untuk
masing-masing peralatan yang dijelaskan di atas harus dikirimkan kepada Konsultan
Supervisi dan Direksi Teknik. Semua peralatan tersebut harus dioperasikan dan dipelihara
sesuai dengan petunjuk pabrik.
Jenis peralatan yang lain dari yang disebutkan di atas harus dimintakan persetujuan
terlebih dulu kepada Konsultan Supervisi dan Direksi Teknik jika akan dipakai.

2.9.5 Pengecoran Beton


Penyedia Jasa harus memberitahukan kepada Konsultan Supervisi dan Direksi Teknik
sebelum pengecoran beton dimulai. Pengecoran beton akan dilakukan hanya bila
dihadiri/diikuti oleh Konsultan Supervisi dan Direksi Teknik atau wakilnya yang
ditunjuk. Adukan beton yang telah menjadi keras yang masih layak dipakai, tidak dapat
dijamin jika tidak diencerkan kembali atau dimana slump telah berkurang 2,5 cm atau
lebih seperti ditentukan oleh Konsultan Supervisi dan Direksi Teknik, harus dibuang ke
tempat sesuai petunjuk Konsultan Supervisi dan Direksi Teknik dan harus dibiayai oleh
PenyediaJasa.
Sejauh dapat dikerjakan, adukan beton harus langsung ditempatkan pada posisi akhir
tanpa pengerjaan kembali dan tanpa segregasi. Metode dan peralatan yang dipergunakan
untuk pengecoran beton ke dalam acuan harus dipilih sedemikian rupa supaya agregat
tidak akan terpisah dari mas betonnya.
Penyedia Jasa harus membuat cara-cara yang cocok untuk membatasi atau mengontrol
jatuhnya adukan beton agar tidak menyebabkan terjadi pemisahan butiran (segregation)
atau tumbukan keras terhadap besi beton (tulangan) dan cetakan (bekisting). Jatuhnya
adukan beton harus tidak lebih dari 1,5 m.
Semua pengecoran beton harus ditempatkan/dicorkan pada lapisan horisontal dengan
ketebalan tidak lebih dari 40 cm. Konsultan Supervisi dan Direksi Teknik berhak untuk
mengurangi ketebalan lapisan dimana lapisan 40 cm tidak dapat dicor sesuai dengan
keperluan dalam spesifikasi ini. Tingginya satu kali pengecoran beton harus seperti yang
ditunjukkan pada gambar atau seperti yang ditentukan oleh Konsultan Supervisi dan
Direksi Teknik.
Penyedia Jasa tidak berhak atas pembayaran tambahan terhadap harga satuan yang telah
ditawarkan dalam pelelangan untuk beton yang disebabkan oleh pembatasan cara-cara
pengecoran seperti ditentukan dalam pasal ini.

2.9.6 Pemadatan (Consolidation)

Tiap-tiap lapis pengecoran harus segera dipadatkan dengan memakai peralatan yang
cocok untuk pemadatan beton sampai kepadatan maksimum dan semua permukaan
cetakan (bekisting) tertutup dan penuh adukan beton.
Lapisan berikutnya tidak akan dicor sampai lapisan terdahulu telah betul-betul mengikat
seperti yang ditentukan. Umumnya, beton dipadatkan dengan alat yang digerakkan oleh
tenaga listrik atau air compressor, alat penggetar (internal type vibration). Ujung
penggetar harus dimasukkan didalam beton secara tegak/vertikal sedikitnya 5 cm masuk
pada lapisan beton yang baru dicor tersebut.
Bila memakai alat getar intern (internal vibration) mendapat kesulitan, maka dipadatkan
dengan alat getar tongkat (hand plunger) seperti ditunjukkan Konsultan Supervisi dan
Direksi Teknik.
Pengawasan perlu diambil untuk menjamin bahwa pemadatan harus dibuat secara
sistematis dan pada beberapa selang waktu didiamkan untuk mendapatkan daerah overlap
dengan penggetaran pada daerah sampingnya untuk mendapatkan adukan beton betul-
betul padat.
Di tempat dimana adukan beton baru dicor pada lapisan yang telah dicor terlebih dahulu
dan telah mulai mengeras, penggetaran lebih dari yang biasa perlu dilakukan, pemadat
(vibrator) dimasukkan lebih dalam pada adukan sepanjang daerah kontak ini. Kontak
langsung antara ujung alat pemadat (vibrator-head) dengan permukaan cetakan
(bekisting) harusdihindarkan.

2.9.7 Tinggi Pengecoran (ConcreteLift)

Adukan beton harus dicorkan pada ketinggian seperti ditunjukkan dalam gambar atau
ditentukan oleh Konsultan Supervisi dan Direksi Teknik. Pada tempat-tempat dimana
ketinggian pengecoran tidak ditunjukkan dalam gambar atau dijelaskan oleh Direksi,
Penyedia Jasa perlu menyampaikan kepada Konsultan Supervisi dan Direksi Teknik
untuk disetujui suatu rencana tinggi pengecoran selambat- lambatnya 30 hari sebelum
mulai pengecoran. Tidak diijinkan mengecor beton tanpa sepengetahuan Konsultan
Supervisi dan Direksi Teknik terlebihdulu.
Pengecoran harus dilakukan sedemikian rupa sehingga seolah-olah sambungan beton
(cold-joint) tidak terjadi. Kecuali disetujui oleh Konsultan Supervisi dan Direksi Teknik,
sekurang-kurangnya dalam waktu 24 jam harus dilakukan pengecoran pada lapisan
berikutnya. Jika lebih dari 30 menit dari waktu yang ditetapkan tersebut harus tidak ada
pengecoran lagi.
Bila penghentian operasi pengecoran terjadi oleh karena sesuatu hal, suatu construction
joint (sambungan konstruksi) harus diadakan pada salah satu sisi (horisontal atau vertikal)
seperti diperlukan, diberi gigi untuk menahan geseran dan angkur untuk menahan
pemuaian dan penyusutan, seperti ditunjukkan oleh Konsultan Supervisi dan Direksi
Teknik.

2.9.8 Rawatan Keras(Curing)

Penyedia Jasa perlu melindungi semua beton terhadap kerusakan atau akibat buruk yang
disebabkan oleh pengeringan yang mendadak, pembebanan, tumbukan atau getaran
sampai beton tersebut belum cukup keras untuk menahan kerusakan itu. Dimana perlu,
terbukanya permukaan beton dari cahaya langsung matahari harus dihindari sekurang-
kurangnya selama 3 hari sesudah pengecoran.
Semua permukaan beton harus disiram dengan air atau ditutupi dengan lembaran basah
(goni basah) sesuai keperluan seperti disebutkan dalam spesifikasi ini. Permukaan beton
dari penghentian-penghentian pengecoran atau konstruksi sambungan (joint) harus
dibasahi juga.
Permukaan beton yang tidak ada cetakan (bagian atas) dari dinding beton, plat beton dan
pier harus dibasahi dengan bahan penutup yang penuh dengan air atau dengan cara lain
secepat mungkin setelah beton cukup mengeras untuk melindungi kerusakan pengecoran
oleh air hujan.
Permukaan beton, bidang-bidang yang miring dan permukaan yang tegak harus dijaga
dan dibasahi terus-menerus dengan air sebelum/selama cetakan belum dibuka dan dapat
dengan mengalirkan air pada permukaan beton antara cetakan-cetakan. Cara ini harus
diikuti dengan pembasahan air yang telah ditentukan atau dengan lembaran basah. Beton
yang telah dibasahi harus dijaga kebasahannya sekurang-kurangnya selama 14 hari segera
sesudah pengecoran atau sampai ditutup dengan pengecoran baru yang ditutupi dengan
lembaran basah (mechanical springkler) atau dengan cara-cara yang disetujui Konsultan
Supervisi dan Direksi Teknik untuk menjaga semua permukaan beton agar terus menerus
basah.
Penyediaan air yang dipakai untuk pembasahan harus memenuhi persyaratan dari pasal
2.8.4 Air pembasah harus dijaga sedemikian untuk mencegah terjadinya bintik-bintik
pada permukaan beton yang akan selalukelihatan.
Semua konstruksi sambungan harus terus menerus dibasahi dengan air, sampai
permukaan itu ditutup dengan adukan beton baru, jika menjadi perlu untuk menunda
pengecoran beton baru atau terhadap konstruksi sambungan untuk suatu perpanjangan
waktu, pembasahan permukaan bisa dihentikan pada waktu selesainya masa pembasahan;
tetapi jika pembasahan tidak dilanjutkan, itu harus dimulai lagi tidak lebih dari 48 jam
sebelum pengecoran beton baru pada sambungan.
Biaya untuk penyediaan dan pemakaian bahan-bahan yang dipakai untuk pembasahan
beton harus sudah dimasukkan dalam harga satuan yang ditawarkan dalam pelelangan
untuk pekerjaan beton.

2.10 CETAKAN(BEKISTING)

2.10.1 Umum

Cetakan dibuat untuk membentuk permukaan beton seperti yang ditentuka gambar
rencana. Dimana perlu, cetakan perlu disokong dengan perancah (scaffolding).
Penyedia Jasa akan menentukan, memikirkan effisiensi dan keamanan, apakah type
cetakan dan perancah yang diperlukan harus dibuat dari baja atau kayu dan akan
mengirimkan rencananya kepada Konsultan Supervisi dan Direksi Teknik untuk disetujui
lebih dulu.
Cetakan dan perancah yang diperlukan harus mempunyai kekuatan yang cukup dan kaku
untuk menahan beton dan untuk melawan tekanan yang dihasilkan dari pengecoran dan
getaran tanpa penurunan dari permukaan yang diperlukan.
Permukaan semua cetakan yang berhubungan langsung dengan beton harus bersih, kaku
dan cukup rapat untuk mencegah kebocoran adukan beton.
Sebelum memulai pembuatan cetakan, Penyedia Jasa harus mengirimkan untuk disetujui
Konsultan Supervisi dan Direksi Teknik cara-cara yang diajukan untuk pemasangan
cetakan guna mendapatkan macam permukaan yang ditentukan.
2.10.2 Bahan untuk Cetakan

Bahan untuk perancah/profil terdiri dari besi siku 50.50.5 yang dirangkai sedemikian
rupa sehingga kuat dan kaku serta mampu menahan beban/ tekanan beton yang akan
dicor, sedangkan untuk cetakan/ begisting dipakai multiplek atau plywood.
Semua bahan apakah baja atau kayu harus mendapat persetujuan dari Konsultan
Supervisi dan Direksi Teknik.
Kayu harus keras dan lurus, bebas dari cacat, busuk dan lubang-lubang, permukaan rata,
lebar dan ketebalannya seragam.
Cetakan yang akan dipakai dalam air yang mengalir dan untuk permukaan beton yang
akan selalu tampak (expose concrete) permukaan kontak harus memakai plywood dan
harus bebas dari semua cacat yang akan menghasilkan noda pada permukaan beton.
Bila digunakan multiplex tebal minimum adalah 18 mm dengan perkuatan dari usuk 5/7
sebagai regel-regel (bingkai) kalau digunan besi hollow ukuran jarak disesuaikan, jarak
minimum regel vertikal satu dengan lainnya yang menggunakan kayu adalah 0.5 m.
Ukuran begisting tiap lembarnya adalah 1.2 x 2.40 m untuk begisting pada pembuatan
dam penahan sedimen, sedang untuk beton grillage ukuran begisting dan perkuatannya
disesuaikan.
Plywood yang dipakai, harus tidak ada lapisan, tidak berkerut dan dibuat dengan lem
khusus tahan air. Diusahakan lembaran plywood adalah seragam dalam ketebalan dan
panjang.

Kayu lapis harus dari jenis dan kualitas yang baik, yang telah diawetkan atau dilapisi
dengan bahan kimia yang tidak akan mengakibatkan pengaruh buruk dan mengubah
warna permukaan beton. Macam dan persyaratan dari cetakan yang terbuat dari kayu
lapis, mempunyai kemampuan untuk menahan perubahan bentuk yang diakibatkan oleh
pengecoran, getaran dan orang-orang yang bekerja. Cetakan kayu harus sesuai dengan
keperluan yang ditentukan oleh Konsultan Supervisi dan Direksi Teknik.

Lapis logam pelindung kayu harus dari jenis dan kwalitas atau perlu pengerjaan tertentu
yang tidak akan menimbulkan pengtoran kimiawi atau warna yang kotor pada
permukaan beton nantinya. Type dan kondisi bahan lapis pelindung acuan serta
kemampuan acuan, dalam hal menahan lendutan karena pengecoran dan penggertaran
beton serta orang-orang yang bekerja diatasnya, harus dibuat sedemikian rupa sehingga
bila acuan dibongkar nanti, permukaan beton akan dalam bentuk dan kerataan sesuai
dengan spesifikasi.
Jenis bahan pelapis dan lapis logam pelindung yang dipakai harus sesuai dengan
ketentuan Konsultan Supervisi dan Direksi Teknik.

2.10.3 Pemasangan Cetakan

Cetakan akan dipasang sedemikian rupa agar bekas sambungan pada permukaan beton
kelihatan lurus baik pada arah mendatar maupun pada arah tegak, dan sambungan antara
permukaan harus rata. Semua pinggiran atau sudut beton exposed harus rapi seperti
ditunnjukkan pada gambar atau seperti yang ditentukan oleh Konsultan Supervisi dan
Direksi Teknik.
Sebelum memulai pengecoran semua cetakan harus kokoh dan rapat dan harus betul-
betul bersih dari potongan-potongan kayu, debu gergaji, adukan kering, benda-benda
lain dan air yang tergenang harus dibuang dari dalam cetakan. Permukaan dalam
cetakan harus diminyaki dengan minyak pembersih yang telah disetujui Konsultan
Supervisi dan Direksi Teknik. Peminyakan cetakan harus dilakukan sebelum
pengecoran dimulai.
Cetakan yang telah lama dipasang dan telah mengering harus diperbaiki seperti
ditunjukkan oleh Konsultan Supervisi dan Direksi Teknik. Cetakan untuk permukaan
tegak yang luas dan naiknya pengecoran berurutan, perhatian harus diambil terhadap
kerapatan seluruh permukaan untuk mencegah kebocoran adukan beton dan untuk
memelihara ketepatan dan kerataan permukaan.
Cetakan yang akan dipakai lebih dari sekali harus dipelihara sampai pada suatu kondisi
baik dan harus betul-betul bersih sebelum dipakai. Cetakan untuk permukaan dinding
luar harus dijaga kebersihannya dari percikan-percikan bila mana perlu dipasang papan
pelindung/penutup. Segera sebelum beton dicor tindakan pencegahan harus diambil
untuk melihat bahwa semua cetakan telah lurus seperti rencana dan bahwa semua
penahan cetakan dan perancah dalam keadaan aman dan rapat. Bahan dan cara-cara
pemasangan pengikat-pengikat dalam untuk memegang cetakan harus disetujui atau
ditentukan oleh Konsultan Supervisi dan Direksi Teknik.

2.10.4 Pembongkaran Cetakan

Cetakan tidak boleh dibongkar sampai beton mengeras dan cukup kuat untuk menahan
beratnya sendiri dengan aman dan beban rencana yang bisa terjadi di atasnya. Cetakan
akan dibongkar hanya dengan persetujuan Konsultan Supervisi dan Direksi Teknik.
Pengecualian yang ditunjukkan di sini, cetakan harus dibongkar secepat mungkin
setelah beton betul-betul mengeras, dengan hati-hati cetakan dibongkar untuk mencegah
kerusakan, memudahkan pembasahan dan mudah dilakukan perbaikan permukaan yang
tidak sempurna. Bagaimanapun, bahwa Penyedia Jasa harus dapat memastikan bahwa
pembongkaran cetakan tidak menyebabkan beton akan runtuh.
Begisting pada permukaan beton yang miring, lengkungan bidang transisi, harus segera
dibongkar setelah mempunyai kekerasan yang cukup kuat untuk menahan
longsoran/guguran dan segera diikuti dengan pembasahan.
Perbaikan seperlunya pada permukaan lereng harus dikerjakan pada hari itu juga. Agar
terhindar dari tegangan yang berlebihan dalam beton, yang diakibatkan oleh
membengkaknya cetakan, cetakan kayu untuk diding luar harus dilepas (dibongkar)
sesegera mungkin, ini dapat dilakukan tanpa merusak beton.
Cetakan untuk bagian luar akan dibuat sedemikian rupa supaya memudahkan
pembongkarannya. Cetakan pada permukaan beton kearah galian batu bisa ditinggalkan
(tidak usah dibongkar). Jika jarak antara beton dan galian kurang dari 50 cm, hal ini
perlu persetujuan Konsultan Supervisi dan Direksi Teknik. Cetakan harus dibongkar
dengan hati-hati untuk menghindari kerusakan beton, dan beton yang rusak harus
diperbaiki sesuai dengan petunjuk pasal 2.11.
2.11 PENYELESAIAN (FINISHING) BETON

2.11.1 Umum
Penyimpangan yang diijinkan untuk ketepatan tegak lurus atau ketinggian rencana,
penampang, kualitas dan ukuran-ukuran seperti yang ditunjukkan dalam gambar dan
ditentukan dalam pasal 7.14 adalah sebagai toleransi dan dibedakan dari pekerjaan
penyelesaian seperti dijelaskan di sini.
Jenis-jenis penyelesaian dan keperluan penyelesaian permukaan beton harus seperti
ditunjukkan pada gambar atau seperti yang telah ditentukan oleh Konsultan Supervisi
dan Direksi Teknik. Dalam hal bahwa penyelesaian tidak ditentukan di sini atau pada
gambar, penyelesaian yang dipakai harus ditentukan seperti petunjuk Konsultan
Supervisi dan Direksi Teknik.

Penyelesaian permukaan beton harus dikerjakan hanya oleh pekerja ahli (tukang).
Penyedia Jasa akan memberitahukan kepada Konsultan Supervisi dan Direksi Teknik
mengenai penyelesaian beton yang akan dilaksanakan. Jika tidak ada ketentuan lain
maka penyelesaian beton harus dilaksanakan hanya jika dihadiri oleh Konsultan
Supervisi dan Direksi Teknik. Jika perlu permukaan beton akan dites (diuji) oleh
Konsultan Supervisi dan Direksi Teknik untuk menentukan apakah permukaan beton
tersebut menyimpang masih dalam batas-batas yang telah ditentukan.

Penyimpangan permukaan diklasifikasikan sebagai menonjol atau sedikit demi sedikit.


Kerugian yang disebabkan oleh salah pengecoran atau salah penempatan cetakan atau
bagian-bagian dari cetakan atau oleh kehilangan pengikat atau oleh kerusakan cetakan
lainnya dipertimbangkan sebagai penyimpangan dan akan diuji dengan pengukuran
langsung. Penyimpangan lainnya akan diuji dengan memakai penggaris. Panjang
penggaris kira-kira 1,5 m, untuk mengetes permukaan yang memakai cetakan dan 3 m
untuk mengetes permukaan yang tidak memakaicetakan.

2.11.2 Permukaan dengan Cetakan (Formed Surfaces)


Cara-cara penyelesaian untuk permukaan dengan cetakan tidak dittentukan. Sand
blasting atau penggosok (grinda) tidak diperlukan untuk penyimpangan permukaan ini,
selain untuk perbaikan dari permukaan yang tidak sempurna. Penyedia Jasa perlu
mencoba untuk mengikuti ketentuan-ketentuan berikut.
Pada penyelesaian permukaan dengan cetakan dimana bahan pengisi atau beton yang
dicor, tidak termasuk pada konstruksi sambungan, permukaan tidak perlu diperbaiki
sesudah cetakan dibongkar, kecuali untuk perbaikan kerusakan beton dan mengisi
lubang-lubang setelah pembongkaran ujung batang-batang pengikat seperti yang
ditentukan dalam pasal 2.10.4 dan ketentuan-ketentuan tentang pembasahan (curing).
Perbaikan pada permukaan yang tidak teratur akan diperlukan hanya untuk bagian yang
menyimpang bila diukur seperti dijelaskan dalam butir (a) pasal ini yang melampaui 25
mm.
Pada penyelesaian yang dilaksanakan untuk permukaan yang kena cetakan yang akan
selalu terlihat dan mempunyai permukaan yang tidak teratur, yang diukur seperti telah
dijelaskan terdahulu tidak akan melebihi 6 mm untuk permukaan yang menonjol dan 15
mm untuk permukaan transisi.
2.11.3 Permukaan yang Tidak Pakai Cetakan
Tingkatan perbaikan untuk jenis permukaan ini tidak ditentukan. Permukaan bagian
dalam harus dimiringkan untuk drainage seperti ditunjukkan dalam gambar atau
ditentukan oleh Konsultan Supervisi dan Direksi Teknik. Permukaan yang akan selalu
terbuka terhadap cuaca dan yang mempunyai ketinggian tertentu harus dimiringkan
untuk drainase.
Jika tidak ada kemiringan atau permukaan datar seperti ditunjukkan pada gambar atau
ditentukan oleh Konsultan Supervisi dan Direksi Teknik harus dimiringkan kira-kira
1/200 (1 tegak dan 200 mendatar), kearah lebar (jarak yang terpendek) dari tengah-
tengah ke samping.
Pelaksanaan penyelesaian akan terdiri dari pekerjaan meratakan dan meluruskan untuk
mendapatkan kerataan, keseragaman permukaan.
Permukaan yang tidak teratur akan tidak melebihi 20 mm.
2.11.4 Perbaikan Kerusakan Permukaan Beton
Ketidaksempurnaan dan kerusakan beton oleh suatu hal harus dibongkar dan diganti
dengan beton yang dapat disetujui tanpa tambahan biaya kontrak. Ketidaksempurnaan
yang disebabkan oleh penyelesaian yang tidak baik harus diperbaiki oleh dan atas beban
biaya Penyedia Jasa.
Sebelum penyerahan terakhir dari pekerjaan, Penyedia Jasa perlu membersihkan semua
permukaan beton dari semua bekas yang mengeras seperti semen adukan dan lain-lain.
Perbaikan beton harus dikerjakan oleh pekerja yang ahli (tukang). Penyedia Jasa harus
memberitahukan kepada Konsultan Supervisi dan Direksi Teknik apabila perbaikan
tersebut telah dilaksanakan. Syarat-syarat tertentu dan terperinci tentang perbaikan
kerusakan atau ketidaksempurnaan permukaan beton harus disetujui atau ditunjukkan
oleh Konsultan Supervisi dan Direksi Teknik. Beton yang rusak oleh sesuatu sebab dan
beton yang keropos, pecah atau tidak sempurna harus dibongkar dan diganti dengan
adukan/mortar atau beton seperti yang ditentukan. Pengisian lendutan permukaan ini
akan lebih dalam dari 25 mm pada dinding yang tebalnya kurang dari 30 cm, dan untuk
dinding tebal 30 cm atau lebih tidak diperlukan. Biaya untuk semua bahan, tenaga dan
peralatan pada perbaikan beton harus dibayar oleh Penyedia Jasa.

2.12 TEST PEKERJAANBETON.


Pengujian pada pekerjaan beton, silinder uji dan sampel inti dilakukan di laboratorium
Kontraktor kecuali dinyatakan lain dalam Spesifikasi atau diperintahkan oleh Direksi
Pekerjaan. Kecuali ditentukan lain, pekerjaan beton harus diuji sesuai dengan standar
dan pada frekuensi seperti yang ditentukan di bawah ini. Namun, Direksi Teknis atau
Konsultan Supervisi dapat menginstruksikan Kontraktor untuk melakukan tes lebih, jika
dalam hasil tes tidak tercapai.
Standar uji harus dilakukan sesuai dengan Standar diberikan dalam Tabel II-18 berikut
atau JIS setara pada frekuensi yang ditunjukkan atau ditunjukkan oleh Direksi
Pekerjaan.
Tabel 0-18 Test Pekerjaan Beton
Mahan material & Tes Test Standard* Jumlah tes (Frequency test)
Cement (PC)
• Millcertificate ASTM C151 Sesuai ketentuan
• Soundness ASTM C191
• Time ofsetting ASTMC109
• Compressive strength
• Falseset ASTM C451
• Firmness tests ASTMC184
Coarse Aggregate (Split)
• Gradation ASTM C136 1. Sebelum trial mix,dan
• Loss test(washing) ASTM C128 2. setiap 500 m3material, pada stok
• Specificgravity ASTM C131 bahan, pada lokasi pekerjaan,dan
• Loss byabrasion ASTM C535 3. Setiap ada perubahan/ tambahan
• Soundness ASTM C88 material datingdilokasi
Fine Aggregate (Pasir)
• Gradation ASTM C136 1. Sebelum trial mix,dan
• Loss test(washing) 2. setiap 500 m3material, pada stok
• Specificgravity ASTM C128 bahan, pada lokasi pekerjaan,dan
• Loss byabrasion ASTM C131 3. Setiap ada perubahan/ tambahan
• Soundness ASTM C535 material datingdilokasi
• Waterabsorption ASTM C88
Concrete (Beton)
• Slumptest ASTM C143 1. Dua kali sehari untuk setiap jenis
SNI 03-1972 beton ditempatkan diPekerjaan,
91-100-30 2. Setiap segmen bekerja untuk
menempatkanbeton,
3. Setiap batching dari Mencampur
beton,
4. Setiap maksimum 100 m³ volume
beton.
• Compressive strength ASTM C39 1. Satu sample terdiri dari 6 (enam)
ASTM C192 cylinder untuk setiap tipe beton, 2
SNI03-1974- (dua) untuk tes usia 7 hari, 2 (dua)
1990 untuk tes usia 14 hari dan 2 (dua)
97-100-30 utk usia 28hari.
2. Untuk setiap maximum 100
m³volumebeton
• Aircontent ASTM C231 Pada setiap trial mix ,dan sekali
SNI03-3418- setiap3bulanuntuksetiaptipebeton.
1994
97-100-30
Surface tolerances See Clause 3.14 Setelah menyelesaikan elemen
struktur
Batching Plant - 1. Berat dan uji volumetrik oleh
kontraktor sebulansekali.
2. Kalibrasi oleh produsensetiap
enam (6)bulan.
2.13 BESIBETON

2.13.1 Umum :

Besi beton yang dipergunakan baik besi bulat ataupun besi ulir harus memenuhi SII
0136-84 atau ASTM A615. Untuk pekerjaan beton stándar besi beton yang digunakan
harus memenuhi syarat seperti Tabel II-19

Tabel 0-19 Persyaratan Umum Besi beton.

Tegangan Besi Ulir Besi Bulat


Tegangan Tarik/ Tensile strength 450 - 570 450 - 570
(N/mm2)
Titik leleh/ Yield point (N/mm2) 300 atau lebih 300 atau lebih
Elongation (%)/ Muai 16 atau lebih 18 atau lebih

Ketika besi beton dikirim ke lokasi Kontraktor harus melaksanakan pengambilan


sampel acak dari besi beton tersebut dan memeriksa diameter batang. Besi beton harus
bebas dari, minyak, kotoran, cacat struktural dan tidak akan bervariasi dalam diameter
lebih dari 2% (dua persen) dari diameter yang ditentukan. Baja tulangan beton yang
dikrim ke Site harus mendapat persetujuan Konsultan Supervisi dan Direksi Teknik.
Ukuran diameter besi beton yang akan digunakan harus memenuhi SNI 07-2052-2002
seperti Tabel2.20

Tabel 0-20 Tabel berat besi tulangan beton.

Besi Ulir

Diameter
D10 D13 D16 D19 D22 D25 D29 D32
Nominal (mm)

Berat (kg/m) 0.617 1.04 4.58 2.23 2.98 3.85 5.18 6.31

Besi Bulat/Polos

Diameter
8  10  12  14  16  19  22  25  28  32
Nominal (mm)

2.23
Berat (kg/m) 0.395 0.617 0.888 1.12 1.580 2.980 3.85 4.83 6.31
0

2.13.2 Pembengkokan dan Pemasangan.

Besi beton akan dipasang seperti ditunjukkan dalam gambar atau ditunjukkan oleh
Direksi Teknik. Jarak bersih antara batang-batang atau antara batang dan cetakan
(bekisting), dan rincian pembengkokan ujung dan pembengkokan harus sesuai dengan
standar rinci seperti ditunjukkan dalam gambar atau ditentukan oleh Konsultn Supervisi
dan Direksi Teknik.
Sebelum besi beton dipasang, batang-batang besi beton harus dibersihkan dari karat,
debu, minyak dan benda-benda lainnya yang mengganggu. Jika perlu, seperti ditentukan
oleh Konsultan Supervisi dan Direksi Teknik, besi beton yang dipasang terlalu lama
perlu dibersihkan dari karat dan kotoran sebelum pengecoran beton.
Jika tidak ditentukan yang lain, besi beton harus dipasang dengan tepat pada tempat
yang benar dengan suatu jarak bersih sekurang-kurangnya 25 mm diantara besi beton
dan antara besi beton dengan besi pada pekerjaan besi yang terpasang sehingga tidak
terjadi penggeseran besi beton selama pengecoran. Dalam satu bagian pekerjaan tidak
boleh dilakukan pemasangan besi bersamaan dengan pengecoran beton. Jika tidak
ditentukan dalam gambar rencana, panjang sambungan tulangan tidak boleh kurang dari
40 kali diameter tulangan yang disambung atau sesuai SK SNI T-15-1991-03.

Besi-besi pembantu seperti cakar ayam, penggantung, pengatur jarak dan besi-besi
lainnya atau beton panutup (beton deking) perlu disediakan dan dipakai oleh Penyedia
Jasa untuk menyangga besi beton dan memelihara jarak yang diperlukan dari
permukaan cetakan atau pondasi. Beton deking yang dipakai harus mempunyai
kekuatan (kualitas) yang sama seperti beton yang diperlukan dalam spesifikasiini.

Besi beton harus diikat pada semua persilangan dengan besi beton lainnya dan pada
sambungan pada beberapa tempat, dengan memakai kawat beton dengan diameter lebih
dari 0,9 mm atau dengan penjepit yang sesuai. Sambungan besi-besi beton harus dibuat
pada posisi yang ditunjukkan oleh Direksi Teknik. Kecuali bila pemakaian skrup
kopling (coupling screw) disetujui seperti ditentukan dalam gambar, besi beton harus
mempunyai overlap pada semuasambungan.

Sambungan las hanya akan dilaksanakan dengan persetujuan Direksi Teknik dan harus
sesuai dengan ASTM 185. Tidak ada pembayaran terpisah untuk sambungan las ini.
Penyedia Jasa akan bertanggung jawab untuk ketepatan pemotongan pembengkokan
dan pemasangan besi beton. Besi beton akan diperiksa tentang keperluan diameter,
bentuk, panjang, penempatan sambungan dan jumlah besi beton sesudah dipasang. Bila
besi beton telah lama dipasang, harus diperiksa kembali oleh Direksi Teknik sebelum
pengecoranbeton.

2.13.3 Besi Angkur.

Besi angkur dipergunakan untuk ; perkuatan sambungan beton lama dan beton baru,
sambungan beton selimut untuk lapis bawah dengan lapis atasnya dilakukan dengan
memasang Besi Angkur (Angkur Bolt) dengan dimeter dan panjang angkur sesuai yang
tertuang dalam gambar rencana. Besi Angkur harus memenuhi syarat-syarat besi 2.13.1
dan 2.13.2.

2.13.4 Selimut beton pada besi tulangan.


Seluruh besi tulangan harus terselimuti oleh spesi beton setebal sesuai dengan yang
ditunjukkan dalam gambar rencana atau atas instruksi dari Konsultan dan Direksi
Teknis dan kalau tidak ditentukan maka selimut beton minimum setebal 5cm.
2.13.5 Toleransi Penyimpangan
Penyimpangan yang diperbolehkan untuk ketepatan tegak lurus, elevasi, penampang,
grade dan dimensi yang ditunjukkan pada gambargambar yang ditetapkan, sebagai
toleransi harus termasuk ketidakteraturan permukaan, seperti yang ditetapkan didalam
sub-paragrap 7.12.5.
Maksud paragrap ini adalah menetapkan toleransi yang sesuai dengan pelaksanaan
konstruksi modern dan pengaruh dari penyimpangan yang diperbolehkan berdasarkan
pada aksi struktural atau fungsi operasional bangunan.
Penyimpangan dari garis, tingkat dan dimensi yang direncanakan sesuai dengan batas-
batas yang ditetapkan dalam paragrap ini, namun Konsultan Supervisi dan Direksi
Teknik dapat mengurangi toleransi yang ditetapkan tersebut jika toleransi itu
mengganggu aksi struktural atau fungsi operasional bangunan.
Bila toleransi tidak ditetapkan didalam spesifikasi atau gambar-gambar untuk beberapa
bangunan atau pandangan, penyimpangan yang diperbolehkan akan diinterpretasikan
sesuai dengan ketentuan paragrap ini. Notasi pada gambar-gambar atau hal-hal lain
yang dimasukkan didalam spesifikasi, teloransi khusus yang berkaitan dengan beberapa
dimensi, harus dipertimbangkan sebagai tambahan untuk toleransi yang disebutkan
didalam paragrap ini. Penyedia Jasa harus bertanggung jawab pada pemasangan dan
pemeliharaan cetakan beton secukupnya didalam batas toleransi dan akan menjamin
pekerjaan itu diselesaikan didalam ketentuan toleransi ini. Pekerjaan beton yang
melampaui batas-batas toleransi ini harus diperbaiki, dibongkar dan diganti dengan
biaya PenyediaJasa.
(a) Toleransi Konstruksi untuk KonstruksiBeton
Penyimpangan dari ketepatan tegak lurus, atau dari permukaan belokan didalam
garis dan permukaan kolom, pilar, dinding, pelengkung, lekuk lipatan tegak lurus
dan garis yang menyolok lainnya adalah :
12 mm dalam 3m
18 mm dalam 6m
30 mm dalam 12 m
(Konstruksi yang terbenam, dua kali lipat toleransi)
Penyimpangangaris strukturlinier dari bagian yang telah ditetapkan pada
bagian instalasi untuk stop log:
1 mm dalam 1 m

Penyimpangan dimensi penampang melintang dari kolom, balok dan tebal plat
dan dinding adalah:
Minus 6 mm
Plus 12 mm

Penyimpanan dari garis unting-unting dan level pada ambang dan tembok
samping untuk stop log atau pintu:
1 mm dalam 1 m

(b) Toleransi untuk Pemasangan Batang Tulangan


Penyimpangan dengan lapis pelindung:
6 mm dengan penutup 50 mm atau kurang
9 mm dengan penutup 51 - 60 mm
12 mm dengan penutup lebih dari 60 mm

Penyimpangan jarak diantara besi beton : 25 mm

(c) Toleransi untuk Warna Beton

Perubahan warna yang menyolok dari permukaan beton bagian luar yang terlihat
tidak akan diijinkan. Penyedia Jasa harus menjamin bahwa sejauh mungkin
permukaan ini harus mempunyai warna yang seragam.

2.14 SAMBUNGAN KONSTRUKSI DAN DAN SAMBUNGANMUAI

2.14.1 Sambungan Konstruksi (ConstructionJoint)


Bidang permukaan beton, dari pengecoran terdahulu, yang akan tertutup atau
berhubungan dengan beton baru dan yang akan menjadi sedemikian keras sehingga
beton baru tidak dapat bergabung menjadi satu dengan beton yang dicor terdahulu,
disebut "sambungan konstruksi".
Sambungan tertentu yang tertera dalam gambar rencana dengan garis menerus atau garis
putus-putus merupakan sambungan konstruksi wajib yang harus dilaksanakan.
Sambungan konstruksi ini tidak boleh diubah letaknya. Sambungan beton baru dan lama
untuk setiap lapis/ layer baik arah vertical dan arah horizontal harus dipasang angkur
dari besi beton ulir dia 19 mm dengan panjang minimum L = 50 cm. Jarak angkur pada
arah horizontal setiap 1 m’ minimum 2 batang, sedang pada arah vertical setiap luasan 1
m2 minimum harus ada 4 batang angkur. Tinggi layer setiap pengecoran minimum 1,20
m. Pengecoran baru boleh dilaksanakan setidak-tidaknya setelah siar ini berumur 3 hari
untuk bagian konstruksi dengan tebal sampai 90 cm dan 7 hari untuk yang tebal lebih
dari 90 cm, kecuali jika ditentukan lain oleh Konsultan Supervisi dan Direksi Teknik.
Urutan pengecoran pada sambungan konstruksi wajib yang tertera Gambar Rencana
tidak boleh mengalami perubahan, kecuali jika ditentukan lain oleh Konsultan Supervisi
dan Direksi Teknik.
Sambungan konstruksi yang lainnya dapat berubah letaknya tergantung persetujuan
Konsultan Supervisi dan Direksi Teknik, Penyedia Jasa dapat mengubah lokasi dan
urutan pengecoran dari sambungan konstruksi type ini yang tertera dalam Gambar
Rencana, dengan catatan Penyedia Jasa harus membuat perubahan-perubahan penulan-
gan beton yang perlu, dan Konsultan Supervisi dan Direksi Teknik dapat menerima
akan perubahan tersebut, serta biaya sepenuhnya menjadi tanggungan PenyediaJasa.
Sebagai tambahan atas sambungan konstruksi yang tertera dalam Gambar Rencana,
Penyedia Jasa harus mempesiapkan gambar yang menunjukkan usulan perubahan lokasi
termasuk urutan pengecoran beton. Penulangan yang diperlukan harus pula diperjelas
dalam gambar usulan tersebut. Bila disetujui, seluruh pekerjaan yang berhubungan
dengan perubahan tadi tidak menjadi beban Pemilik.
Sambungan konstruksi harus tegak lurus atau mendatar, kecuali tertera lain dalam
Gambar Rencana atau petunjuk Konsultan Supervisi dan Direksi Teknik, dan bila perlu,
harus menggunakan acuan untuk membentuk seperti yang ditentukan, atau dengan cara-
cara lain yang dapat menjamin kecocokan sambungan dengan pekerjaan lanjutnya;
dengan tambahan, bila tidak ditentukan lain dalam Gambar Rencana, alur sambungan
(key ways) tidak diperlukan untuk sambungan konstruksi. Semua pertemuan
sambungan konstruksi dengan permukaan beton yang akan selalu tampak (exposed)
harus dibuat lurus, rata atau tegak lurus.
Permukaan dari sambungan konstruksi harus dalam keadaan bersih dan lembab pada
saat pengecoran beton baru dilaksanakan. Pembersihan meliputi membuang lapis lemah
(karena buih), beton, beton yang rusak atau terlepas, pelapis, pasir, zat kedap (bila beton
menggunakan zat ini) dan benda kotoranlainnya.

Permukaan sambungan konstruksi harus dikasarkan/dipahat dan kemudian


dicuci/dibersihkan dengan air. Pekerjaan ini merupakan persiapan akhir dilaksanakan
sesaat sebelum pengecoran dilaksanakan. Semua permukaan siar cor, termasuk
permukaan di dekatnya harus dibersihkan dengan penyemprotan air bertekanan sesaat
sebelum pengecoran beton baru disampingnya. Semua air yang menggenang harus
dibuang dari permukaan sambungan konstruksi sebelum pengecoran beton baru
dilaksanakan.

2.14.2 Sambungan Muai


Sambungan muai harus dipasang ditempat tertera dalam Gambar Rencana atau seperti
yang ditunjukkan oleh Konsultan Supervisi dan Direksi Teknik. Sambungan dibuat
dengan memasang acuan untuk menghentikan pengecoran beton tepat pada sisi rencana
sambungan, dan kemudian membiarkannya mengeras sebelum pengecoran beton
disisi lain dari sambungan tersebut dilaksanakan. Permukaan beton dari pengecoran
terdahulu pada sambungan tersebut harus dibersihkan kemudian dilapis dengan bahan
yang disetujui Konsultan Supervisi dan Direksi Teknik untuk pemisah ikatan dengan
beton pada sisi sambungan yang akan dicorberikutnya.
Biaya untuk sambungan muai ini harus dimasukkan dalam harga satuan pekerjaan beton
yang memerlukan sambungan pada penawaran yang diajukan.

2.15 PEKERJAAN PASANGANBATU

2.15.1 Umum
Ketentuan-ketentuan ini digunakan untuk pekerjaan-pekerjaan pasangan batu pada
pelindung tebing dan pada sidewall. Pekerjaan pasangan batu dapat dikelompokan sbb :
(1) Pasangan batu kali dengan spesi campuran 1Pc: 4 Ps dengan spesi digunakan
untukbangunan-bangunan
(a) SaboDam

- Dinding Samping(sidewall)
- Sayap
(b) Tanggul
- Lereng sisi dalam (riverside)
- Pelindungtebing
(c) Dan bangunan pelengkap lainnya seperti saluran danlain-lain.

(2) Pasangan tanpa spesi (batu kosong) digunakan untuk perkuatan tanggul lereng sisi
luar (landside)
(3) Plaster dengan spesi campuran 1Pc:3Ps digunakan untuk melapisi permukaan dari
pasangan batu kali pada berman dan penutup sayap dan bagian lainnya sesuai
gambar.
Batu-batu untuk pasangan harus bersih, keras, padat dan bebas dari retak, tidak
berbenjal-benjol, organik atau kotoran-kotoran lain yang merusak dan disetujui
oleh Konsultan Supervisi dan Direksi Teknik.

2.15.2 Bahan-Bahan
Kualitas, pengangkutan dan cara penyimpanan semen, pasir dan syarat air harus sesuai
dengan pasal 2.8.2.1 dan 2.8.3.

2.15.3 Klasifikasi dan Komposisi Adukan


Adukan untuk pasangan batu dibedakan menurut perbandingan semen-pasir. Tegangan
tekan rencana 28 hari akan ditentukan berdasarkan harga tekan tertinggi dari hasil tes
campuran (trial mix).
Spesi dengan campuran 1Pc : 4Ps dan 1Pc : 3 Ps pada umur 28 hari harus mempunyai
Tegangan Tekan Rencana >100 Kg /cm2.
Adukan spesi campuran 1Pc : 2 Ps digunakan untuk pekerjaan siar .

2.15.4 Test Adukan dan Material

Test adukan dan material harus sesuai dengan pasal 7.7 dan 7.13 dengan
perubahan-perubahan sebagai berikut:
- Pengujian turun (Slump)ditiadakan
- Dimensi contoh untuk kekuatan tekan adukan berukuran 5 x 5 x 5 cm
Sampling untuk test diambil setiap volume mínimum 200 m3 pasangan batukali.

2.15.5 Penakaran, Pencampuran dan Pengangkutan


Metode penakaran, pencampuran dan pengangkutan dari adukan harus sesuai dengan
pasal 2.15.4 dan pasal 2.15.5.

2.15.6 Pemasangan Batu Kali

(1) Umum.
Penyedia Jasa harus menempatkan seorang tukang batu senior pada setiap lokasi
pekerjaan pasangan batu, untuk mengontrol kualitas kebutuhan semen harian dan
volume seluruh batu harus dilaporkan kepada Konsultan Supervisi dan Direksi
Teknik dalam laporan harian.
(2) BatuKali.
Batu digunakan dalam kondisi lembab dan harus bersudut tajam yang didapatkan
dari lapangan, sungai atau dari tempat pengambilan yang telah disetujui
kualitasnya, tidak berlapis-lapis dan cacat lainnya. Batu-batu harus mempunyai
berat jenis tidak kurang dari 2,5 (t/m3). Semua batu yang ada pada stockpile harus
dijaga sedemikian rupa agar sedikit lembab pada saat digunakan.
Batu sebaiknya berdiameter tidak seragam untuk menghindarkan ruang kosong
yang terlalu besar diantara batu-batu.
Garis tengah batu pasangan batu kali 1Pc:4Ps harus tidak kurang dari 20 cm dan
60% dari seluruhnya harus bergaris tengah lebih dari 25 cm. Batu-batu bulat
hanya diijinkan dalan jumlah yang terbatas bila dipakai bersamaan dengan batu
belah. Sedangkan batu-batu yang digunakan untuk pasangan kosong diameter
minimum batu 20 cm dan 60% diameter batu yang dipakai harus lebih dari 30 cm.
Permukaan pasangan batu kali 1pc:4ps adalah merupakan batu muka, sehingga
untuk memenuhi kebutuhan pasangan batu kali ini batu harus disortir/dipilih. Batu
muka berbentuk tidak beraturan (beras mawut) dengan diameter 20 cm dan tebal
minimum 15 cm. Kualitas hasil test laboratorium tidak memenuhi syarat teknik,
maka segala biaya untuk perbaikannya menjadi tanggungan PenyediaJasa.

(3) Pemasangan Pasangan Batu kali1Pc:4ps


Batu harus diletakkan dengan tangan sedemikian rupa sehingga setiap batu
seluruhnya dikelilingi oleh adukan spesi 1pc:4ps. Batu harus dipasang sedemikian
rupa sehingga adukan menjadi pengikat antara batu-batu dan pengisi rongga
tersebut. Batu-batu harus dibenamkan diantara perekat dan batu-batu yang pecah
harus diambil, dibersihkan dan dapat dipasang kembali dengan perekat baru.
Celah antara batu harus dengan mudah dapat diisi dengan perekat, dan
kedalamannya dapat ditambahkan batu pecahan sebagai baji penguat. Pemasangan
batu pecah ini harus hati-hati supaya tiap permukaan batu harus tetap cukup
terbungkus dengan perekat. Celah pada permukaan luar pasangan harus dibuat
tidak lebih dari 2 cm. Batu-batu yang akan digunakan untuk pasangan tidak boleh
ditimbun diatas pasangan.

(4) Siaran
Celah antara batu-batu pada permukaan luar pasangan yang akan nampak harus
disiar rapi. Perekat pada pasangan harus sebelumnya dikupas sedalam kira-kira 3
cm, kemudian dibersihkan menggunakan sikat baja untuk menghilangkan semua
material yang lepas. Siaran dilaksanakan dengan memasukkan perekat type 1 ke
sela-sela tadi dan diisi sampai rata dengan permukaan batu kemudian dikorek lagi
sedalam 1.5 sampai 2 cm dengan lebar siar 2 sampai 3 cm membentuk siar
dalam. Perekat yang menempel pada permukaan batu harus segera dibersihkan.
Sedangkan pada pasangan type B bentuk siar adalah siar timbul dengan tebal siar
1 - 2cm.

(5) Lubang Drainase(Weephole)


Weephole atau lubang drainase dipasang pada pasangan tembok perkuatan talud.
Pipa memakai polyvinyl chlorida (PVC) dengan diameter tidak kurang dari 50
mm, kecuali bila ditentukan lain. Mutu pipa harus mengikuti petunjuk Direksi.
Pipa harus tertanam dalam pasangan beton atau bahan lainnya seperti tertera
dalam Gambar Rencana atau petunjuk Konsultan Supervisi dan Direksi Teknik.
Letak serta jarak antara pipa juga tertera dalam Gambar Rencana atau petunjuk
Konsultan Supervisi dan Direksi Teknik. Ujung pipa PVC bagian dalam harus
dibungkus dengan material pasir, kerikil danijuk.

(6) Pemasangan BatuKosong


Batu kali dipasang dalam posisi kop dan tegak lurus terhadap bidang / lereng kaki
tanggul. Batu kali dipasang sedemikian rupa dan diatur satu dengan lainnya harus
saling bersinggungan dan tidak boleh ada nat dari tanah / pasir. Permukaan
pasangan batu rata-rata sama dengan permukaan beton regel / grillage. Siar (nat)
pada pasangan batu tidak boleh bareh (segaris), batu kali yang pipih (tipis) tidak
diperkenankan untuk dipasang pada arah strek (melebar).

(7) Konblok
Bataco atau konblok harus berkwalitas baik, keras dengan tebal rata-rata 8 cm
untuk konblok dan 10 cm untuk bataco, dengan bentuk akan ditentukan sesuai
dengan petunjuk Konsultan Supervisi dan Direksi Teknik. Bataco atau konblok
dipasang dan disusun rapi, rata dan lurus tanpa menggunakan perekat/spesi.
Kedudukan bataco atau konblok sesudah dipasang tidak boleh goyah (labil).

(8) Plesteran
Plesteran digunakan untuk menghaluskan ban pada pasangan batu type A sebagai
ban. Lokasi secararinci untuk plesteran tersebut akan ditunjukkan dalam gambar
rencana atau ditunjukkan Konsultan Supervisi dan Direksi Teknik. Ketebalan
plesteran dengan bahan adukan, minimum 30 mm, dengan perbandingan semen:
pasir sama dengan adukan spesi type 3

2.16 PEKERJAAN PERKUATAN MERCU SABODAM

2.16.1 Umum.
Pekerjaan perkuatan mercu sabo dam ini dimaksudkan untuk melindungi mercu
bangunan sabo dam dari abrasi (gerusan) pada saat terjadi banjir lahar. Perkuatan
mercu menggunakan beton mutu tinggi yang dilengkapi dengan penulangan yang
dirangkai sebagai tulangansusut.

2.16.2 Rangkaian tulangan susut.


Sebelum dipasangan Kontraktor harus memotong, melubangi.merangkai dan memasang
besi angkur untuk perkuatan. Besi angkur yang digunakan adala besi ulir dan besi yang
akan digunakan harus memenuhi syarat umum besi sesuai Tabel II-19 dan Tabel II-20
Pemasangan angkur harus ditempatkan sedemikian dengan jarak dan kedalaman anker
sesuai gambar rencana.
2.17 PEKERJAAN PASANGAN BRONJONGKAWAT.

2.17.1 Umum
Ketentuan-ketentuan ini digunakan untuk pekerjaan pasangan bronjong kawat untuk
tubuh dam pengendali banjir lahar, dam konsolidasi dan pelindung tebing.
Semua jenis bronjong kawat dengan diameter kawat 3 mm hasil dari anyaman pabrik
yang memenuhi SNI .03-0090-1999 dan bergalvanis dengan ketebalan sesuai SNI. 03-
6154-1999. Bronjong akan dirangkai dan disusun sesuai bentuk bangunannya, sehingga
akan berfungsi sebagai bangunan pengendali banjir lahar atau perlindungan tebing.

2.17.2 Syarat Bronjongkawat.:


Diameter kawat adalah 3 mm dan memenuhi SIN 03-0090-1999 dan SIN 03-6154-
1999, lapisan seng kawat diameter 3 mm minimum 275 kg/m2.
Ukuran anyaman 80 x 100 mm dengan lilitan ganda.
Kuat tarik minimum 41 kgf/mm2
Ukuran bronjong bisa digunakan 2 x 1 x 0,5 atau disesuaikan dengan gambar konstruksi
dan apabila volume bronjong lebih dari 1 m3 bronjong harus dlengkapi dengan
diafragma atau sekat.

2.17.3 Cara menyetel Bronjong:

1. Bentangkan masing-masing bronjong pada


permukaan datar, regangkan ke luar sehingga
didapat permukan yang rata/plat dan pada posisi
yang benar diantara semua lipatan dan, apabila
masing-masing sisi lipatan dan sekat/ diapragma
dilipat akan membentuk kotak. (lihatgambar-1).
Gambar-1

2. Lipat setiap sisi dan diapragma


dengan arah tegak lurus sehingga
didapat bentuk akhir berupa kotak
(lihatgambar-2).

Gambar-2

3. Ikat sudut sisi sisi panel dengan kawat pengikat yang


dimulai dari sisi atas kearah bawah dengan dimulai 2
lilitan (double), kemudian 1(satu) lilitan dan kemudian
2(dua) lilitan atau disebut (double-singgle-double loops)
seterusnya baik arah tegak ataupun pada arah horizontal
dari bronjong tersebut. (lihatgambar-3)
Gambar-3
4. Susun bronjong sesuai dengan bentuk bangunan yang direncanakan sebagai contoh
lihatgambar-4

Gambar-4

5. Penarikanbronjong/Peregangan.
Untuk dapat menghasilakan pasangan bronjong yang baik, lurus dan kencang, maka
sebelum bronjong diisi terlebih dahulu harus :
• dirangkai/susun untuk beberapa buah bronjong, diikat pada sisi-sisi samping
danatas,
• kemudian ikatkan rangkaian bronjong
kosong yang paling awal dengan bronjong
yang telah terisi sebagai pangkal penarikan/
atauperegangan.
• Pada ujung rangkaian pasang balok kayu
atau besi sebagai frame untuk pusat
penarikan.
• Gunakan alat tarik/ takel (lihatgambar-5)
• Setelah penarikan cukup lakukan pengikatan lapis Gambar-5
bronjong tersebut dengan lapisdibawahnya.

2.17.4 Cara mengisibronjong

1. Isi bronjong yang telah siap dengan batu kali dengan diameter tidak boleh lebih dari
25 cm dan minimum diameter batu tidak boleh lebih kecil dari ukuran anyaman
bronjong ( 8 cm), Jumlah persentase batu kali yang diameter kecil tidak boleh lebih
dari 10 % volumebronjong.
2. Cara penempatan batu kali, batu dengan
diameter besar ditempatkan/ disusun
keliling pada sisi luar, sedang batu kali
dengan diameter kecil disusun pada bagian
dalam (lihatgambar-6)

Gambar-6
Agar didapat pasangan bronjong yang
tegak (vertical) khusunya untuk brojong
dengan tinggi 1 m, maka untuk menjaga
supaya tidak terjadi gelembung
tambahkan spanner dengan
menggunakan kawat pengikat dan tarik
sesuai bentuknya. (lihat gambar-7)

Gambar-7
2.17.5 Cara Penguncian PenutupBronjong.

1. Setelah bronjong terisi sampai dengan2,5


~ 5 cm sebelum penuh, maka tahap
berikutnya adalah cara mengunci
danmengikat tutup bronjong.
2. Lakukan pengikatan untuk penguncian
tutup bronjong dengan cara yang sama
dengan pada waktu pengikatanrangkaian
Gambar-8 bronjong yaitu double, singgle, double loop (lihat
gambar-8)

2.17.6 Batukali
Untuk pengisian bronjong batu kali yang digunakan harus bersih, keras, padat dan bebas
dari retak, tidak mengandung bahan organik atau kotoran-kotoran lain yang merusak
dan semua batu kali yang akan digunanakan harus disetujui oleh Konsultan Supervisi
dan DireksiTeknik.
Batukali yang digunakan harus mempunyai diameter lebih dari 15 cm atau lebih besar
dari ukuran anyaman bronjong kawat.

2.17.7 Ijuk atauGeotexstill.


Agar supaya sediment yang mengalir diantara batu dalam bronjong bisa tertahan maka,
bronjong perlu dilapisi ijuk atau geotekstil pada sisi paling luar bagian hulu dam.
Ijuk/getekstill yang digunakan harus kwalitas baik dan memenuhi syarat dan tidak
mudah rusak/membusuk akibat pengaruh aliran.

2.18 PEKERJAANLAIN-LAIN
2.18.1 U m um.
Pekerjaan lain-lain pada paragrap ini merupakan pekerjaan kecil-kecil yang tidak
disebutkan sebelumnya, seperti tercantum dibawah ini :
- Lubang Drainase/Weephole
- Pintu air
- Tanggapemeliharaan
- Stop log /Skotbalk
Jenis pekerjaan-pekerjaan tersebut di atas akan dilaksanakan bila masing-masing
pekerjaan konstruksi utama sudah dilaksanakan.

2.18.2 Lubang Drainase /Weep Hole


Weep Hole harus ditempatkan/dipasang pada tembok samping, revetment dan tembok
penahan tanah. Ini harus dibuat dari pipa PVC dan diameternya harus tidak kurang dari
50 mm (diameter dalam), kecuali ditentukan lain Konsultan Supervisi dan Direksi
Teknik. Mutu pipa harus mendapat persetujuan dari Konsultan Supervisi dan Direksi
Teknik.
Pipa harus ditanam didalam beton atau tembok pasangan batu atau lain-lain bahan
seperti ditunjukkan dalam gambar atau seperti ditunjukkan oleh Konsultan Supervisi
dan DireksiTeknik.
Jarak-jarak dan titik-titik penempatannya juga harus ditunjukkan seperti dalam gambar
atau ditunjukkan oleh Konsultan Supervisi dan Direksi Teknik.

2.19 PENGUKURAN DAN PEMBAYARAN

2.19.1 PekerjaanPersiapan
Tidak ada pembayaran tersendiri yang dilakukan untuk pelaksanaan pekerjaan persiapan
kecuali :
(1) Mobilisai dan demobilisasi alat berat(lumpsum)
(2) Pengalihan aliran sungai / kist dam(lumpsum)
(3) Pengeringan,
(4) Kantorsementara
(5) Sistim peringatan dini/ komunikasi
(6) Penyiapan airbersih
(7) Penyediaanlistrik
(8) Dokumentasi
(9) Papan namainventarisasi

Biaya pekerjaan persiapan lainnya yang tidak tertuang dalam Bill of Quantity harus
sudah diperhitungkan / dimasukkan dalam tiap jenis harga satuan pekerjaan.

2.19.2 Pembersihan Lahan dan Pengupasan


Pengukuran untuk pembayaran pekerjaan pembersihan dan pengupasan (stripping)
merupakan jumlah dari luas permukaan yang ditunjukkan yang telah dilaksanakan
pembersihannya dan yang telah disetujui Konsultan Supervisi dan Direksi Teknik.
Pembayaran pekerjaan pembersihan (clearing) dan pengupasan (stripping), dibuat dalam
harga satuan per m2 dalam Bill of Quantity, dimana harga satuan tersebut sudah
termasuk biaya tenaga kerja, bahan-bahan dan peralatan yang diperlukan untuk
melaksanakan pekerjaan. Jumlah pembayaran harus tidak melampaui jumlah yang
tercantum dalam Bill of Quantity.
2.19.3 Pembongkaran
Pengukuran untuk pembayaran pembongkaran adalah seluruh areal permukaan yang
ditunjukkan pada gambar rencana yang telah dilakukan pembongkaran sebagai
tercantum dalam pasal 2.3 dan disetujui Konsultan Supervisi dan Direksi Teknik.
Pembayaran pembongkaran atas permukaan bangunan lama akan dilakukan sesuai
dengan harga satuan per meter persegi yang sudah ditetapkan dalam Bill of Quantity.
Harga satuan harus termasuk biaya seluruh pekerja, bahan dan peralatan dan lain-lain
untuk pelaksanaan pekerjaan.
- Pembongkaran bangunan lama
(a) Bangunan pasangan batulama
(b) Bangunan betonlama
Tidak ada pembayaran tersendiri akan dilakukan untuk pekerjaan pengasaran
permukaan bangunan yang ada. Biaya pekerjaan pengasaran permukaan harus sudah
diperhitungkan dalam harga satuan pekerjaan pasangan batu /beton.

2.19.4 Penggalian
Pengukuran untuk pembayaran pekerjaan galian diklasifikasikan sebagaimana tersebut
dalam paragraph 4.1 mnegenai klasifikasi galian.

2.19.5 Pengukuran dengan Survey


Pengukuran untuk pembayaran, dari tiap macam tanah galian pondasi, akan
diperhitungkan menurut garis, elevasi dan dimensi yang tercantum dalam gambar
rencana atau seperti ditunjukkan Konsultan Supervisi dan Direksi Teknik. Macam tanah
galian akan ditentukan berdasarkan atas analisa butiran dan sifat tanah. Cara
pengukuran untuk tiap jenis penggalian harus disetujui atau ditentukan oleh Konsultan
Supervisi dan DireksiTeknik.
Biaya untuk timbunan cadangan sementara dan material buangan tanah seperti tertulis
dalam sub paragraph 4.3 dan 4.4 supaya dimasukkan dalam harga satuan pekerjaan yang
berkaitan dengan penggalian dalam Bill of Quantity.
Sebelum memulai dan segera setelah selesai penggalian dimana pembayaran didasarkan
pada jumlah volume yang didapat dengan cara pengukuran, Penyedia Jasa harus
melaksanakan pengukuran yang teliti untuk menentukan dimensi dan elevasi semula
dan posisi akhir(rencana).
Pengukuran ini akan diperiksa oleh Konsultan Supervisi dan Direksi Teknik. Catatan
asli atau data ukur dari lapangan pada saat uitzet harus diserahkan kepada Konsultan
Supervisi dan Direksi Teknik bersama dengan catatan pada saat menghitung volume
pekerjaanini.
Pengukuran yang akan dijadikan dasar perhitungan volume untuk permintaan
pembayaran harus diketahui Konsultan Supervisi dan Direksi Teknik. Penyedia Jasa
harus memberi tahu Konsultan Supervisi dan Direksi Teknik jika akan mengadakan
pengukuran.
Pembayaran untuk berbagai jenis penggalian akan diperhitungkan dengan harga satuan
penawaran per meter kubik untuk tiap macam tanah pada galian terbuka, seperti
tercantum dalam Bill of Quantity. Harga satuan ini harus termasuk biaya semua tenaga
kerja, peralatan dan bahan yang diperlukan untuk penggalian, pengangkutan,
pembuangan, peledakan, pencegahan longsoran, penanggulangan erosi dan pekerjaan
lain yang diperlukan untuk menjaga galian dalam kondisi yang baik selama pelaksanaan
pekerjaan. Harga satuan penawaran dalam Bill of Quantity untuk tiap macam tanah
galian terbuka, juga termasuk seluruh biaya untuk mengangkut tanah ini dari lokasi
penggalian ke lokasi penempatan yang telah ditunjukkan dan disetujui Konsultan
Supervisi dan Direksi Teknik.

2.19.6 Transportasi dan Pembuangan Bahan Galian


Tidak ada pembayaran tersendiri yang dilakukan. Seluruh biaya yang timbul untuk
melaksanakan pekerjaan yang telah disebutkan dalam 4.8 harus diestimasi oleh
Penyedia Jasa dan dimasukkan dalam harga satuan yang tercantum dalam Bill of
Quantity.

2.19.7 Survey dan Pemeriksaan


Tidak ada pembayaran tersendiri akan dilakukan untuk pelaksanaan survey dan
pemeriksaan yang tercantum dalam pasal 2.12 pada harga lump sum dalam Bill of
Quantity. Biaya survey harus sudah diperhitungkan/dimasukkan pada tiap-tiap jenis
harga satuan pekerjaan.

2.19.8 TimbunanTanah
(1) Perawatan Sebelum Penimbunan.

Tidak ada pembayaran tersendiri yang dilakukan untuk melaksanakan pekerjaan


"perawatan sebelum penimbunan" yang disebutkan didalam pasal 5.2, kecuali
pembersihan dan pengupasan yang pembayarannya dilakukan sesuai dengan pasal
12.2. Seluruh biaya yang timbul untuk melaksanakan pekerjaan yang telah
disebutkan dalam pasal 2.3 harus diestimasi oleh Penyedia Jasa dan dimasukkan
dalam harga satuan yang tercantum dalam Bill of Quantity.

(2) Bahan Timbunan.

Tidak ada pembayaran tersendiri yang dilakukan untuk memperoleh bahan


timbunan dan pengangkutannya ke lokasi penimbunan. Seluruh biaya harus
dimasukkan dalam harga satuan untuk berbagai timbunan yang ditetapkan dalam
pasal 5.3.

(3) Timbunan.
Pengukuran untuk pembayaran masing-masing tipe timbunan akan dilakukan
sesuai garis, elevasi dan dimensi yang ditunjukkan pada gambar
rencana/pelaksanaan atau sesuai dengan pengarahan Konsultan Supervisi dan
Direksi Teknik, dan pengukuran tersebut harus didasarkan pada permukaan tanah
asli dan permukaan tanah yang telah ditimbun sesungguhnya sesuai gambar
rencana/pelaksanaan atau metode yang disetujui oleh Konsultan Supervisi dan
Direksi Teknik.
Pembayaran untuk semua macam pekerjaan timbunan harus dilakukan
berdasarkan harga satuan per meter kubik yang ditetapkan untuk masing-masing
timbunan didalam Bill ofQuantity.
Harga satuan tersebut harus termasuk biaya pekerja, peralatan dan bahan yang
diperlukan untuk pekerjaan penimbunan termasuk, perawatan pondasi dan
permukaan timbunan, penghamparan dan pemadatan bahan-bahan, perawatan
lereng, timbunan ekstra, timbunan khusus dekat bangunan dan lain-lain.
Pembayaran atas harga satuan pekerjaan akan dilakukan berdasarkan jenis
timbunannya.

(4) Penanaman Rumput.


Pengukuran untuk pembayaran akan dilakukan sesuai tempat-tempat penanaman
yang ditunjukkan pada gambar rencana/pelaksanaan atau sesuai pengarahan
Konsultan Supervisi dan Direksi Teknik.
Pembayaran harus dilakukan menurut harga satuan per meter persegi yang
ditetapkan dalam Bill of Quantity. Harga satuan tersebut harus telah termasuk
biaya seluruh pekerja, bahan dan peralatan termasuk penyediaan, pemotongan,
pengangkutan, penanaman rumput dan pemeliharaannya sampai penerbitan Berita
Acara serah terima pekerjaan ke dua.

(5) Percobaan Penimbunan dan Kontrol Kualitas.


Pembayaran untuk melaksanakan percobaan penimbunan dan kontrol kualitas
yang disebutkan dalam pasal 5.7 dan 5.9, harus sudah termasuk dalam harga
satuan pekerjaan pemadatan yang ditetapkan dalam Bill ofQuantity.

(6) Survey dan Pemeriksaan.


Pembayaran untuk melaksanakan survey dan pemeriksaan yang disebutkan
dalam pasal 5.10 harus sudah diperhitungkan dalam harga satuan yang
terkait dalam Bill of Quantity.

(7) Urugan Kembali


Pengukuran untuk pembayaran pekerjaan urugan kembali akan didasarkan pada
volume dalam meter kubik tiap macam tanah urugan. Cara tersebut akan
ditunjukkan oleh Konsultan Supervisi dan Direksi Teknik.
Pembayaran untuk urugan kembali berdasrkan harga satuan penawaran per meter
kubik dalam Bill of Quantity, dimana harga satuan tersebut mencakup biaya
semua tenaga kerja bahan-bahan danperalatan.

2.19.9 Pekerjaan Beton


(1) Pekerjaan Beton
Pengukuran untuk penghitungan pembayaran, untuk tiap type beton yang
diperlukan, yang pengecorannya langsung pada permukaan dasar galian akan
diperhitungkan mulai dari garis batas galian yang terbayar.
Dalam melaksanakan pengukuran beton untuk pembayaran, volume semua sela,
sponeng alur, pipa yang tertanam, pekerjaan kayu dan besi yang penampang
lintangnya lebih dari 0,05 m2 akan diperhitungkan sebagai pengurangan volume.
Jika tidak ada ketentuan lain, pembayaran untuk tiap klas beton dari semua bagian
pekerjaan akan diperhitungkan dengan harga satuan per meter kubik dalam
Rencana Anggaran Biaya, terkecuali untuk pekerjaan bekisting dan penyelesaian
serta penulangan beton telah diperhitungkan tersendiri seperti tersebut masing-
masing dalam ayat 12.7.(2) dan 12.7.(3). Pembayaran untuk tiap klas beton
termasuk pekerjaan begisting dan perancah harus sudah diperhitungkan semua
biaya bahan untuk beton (semen, agregat, air dan bahan campur), penakar,
pengadukan, pengangkutan, pengecoran, perawatan, siar, pengecoran tahap akhir
untuk pengisi (blockout), pengujian dan pekerjaan lain yang berkaitan, seperti
yang ditetapkan dalam spesifikasiini.

(2) Perancah
Perancah akan diukur untuk pembayaran berdasarkan besi yang digunakan untuk
membuat profil/bentuk dam body sebagai perletakan dari begisting untuk
pengecoran dilapangan dalam jumlah Kg.

(3) Pekerjaan Cetakan/Bekisting.


Pembayaran pekerjaan cetakan/bekisting, perancah diperhitungkan dalam harga
satuan per m3 beton seperti tersebut dalalam 12.7.1

(4) Baja Tulangan dan Baja Perkuatan mercu sabodam

Pengukuran untuk pembayaran penyediaan, pemotongan, pembengkokan dan


penyetelan/pemasangan tulangan akan diperhitungkan dengan harga satuan per kg
yang diajukan dalam penawaran, dimana telah termasuk dalam harga satuan
adalah biaya tenaga kerja, peralatan dan material yang diperlukan untuk
pelaksanaan pekerjaan yang tersebut dalam paragrap ini. Harga satuan termasuk
pula biaya untuk kawat beton, beton dekking (ganjal) atau blok beton,
permbersihan, penyokong atau penguat agar tulangan tetap dalam posisinya, dan
biaya untuk sekerup kopel (screwed coupling) bila inidigunakan.

2.19.10 Pekerjaan Pasangan Batu.

Pengukuran untuk pembayaran pekerjaan pasangan batu didasarkan garis atau dimensi
bangunan seperti tertera dalam Gambar Rencana atau seperti petunjuk Konsultan
Supervisi dan Direksi Teknik. Pembayaran untuk pasangan batu akan diperhitungkan
sesuai harga satuan per meter kubik yang diajukan dalam penawaran didalam Bill of
Quantity. Harga satuan sudah termasuk biaya tenaga kerja, bahan-bahan dan peralatan
yang diperlukan untukpelaksanaan.
2.19.11 Lubang Drainase (WeepHole).
Untuk pemasangan lubang drainase (weep hole) didalam dinding pelindung perkuatan
tebing merupakan item tersendiri lubang drainase . Cara pembayaran diperhitungkan per
buah lubang drainase sesuai yang tertuang dalam harga penawaran..
Pekerjaan ini meliputi penyediaan dan pemasangan bahan saringan yang sesuai dengan
rencana / pelaksanaan yang diperlukan sebagaimana ditunjukkan dalam gambar dan
pengarahan dari Konsultan Supervisi dan Direksi Teknik.