Anda di halaman 1dari 16

1.

5 Macam Permainan Tradisional


1.1. Permainan Tradisonal Balap Karung

Sejak dulu permainan ini sering dimainkan oleh anak sekolah yang berumur 6-12
tahun, lalu menjadi populer dan dimainkan oleh anak-anak desa. Di Indonesia sendiri,
permainan ini dimainkan saat ada acara-acara tradisional, yang awalnya hanya anak-anak desa
saja yang memainkan tapi makin lama menyebar ke seluruh pelosok negeri.

Peraturan dan Cara Bermain :


Buatlah garis awal dan akhir dengan jarak 7-10 meter.
a. Gunakan karung sampai menutupi semua bagian kaki.
b. Berjalan dengan melompat dan cepat untuk mencapai garis akhir.
c. Siapa yang tercepat sampai ke garis akhir dialah pemenangnya.
d. Peserta terdiri dari 3 sampai 6 orang.
e. Permainan bisa dengan kerja tim atau sendirian.

1.2. Permainan Tradisonal Benteng

Permainan ini mencerminkan tentang perjuangan bangsa Indonesia pada saat melawan
pejajah, karena permainan ini menggunakan strategi dan perjuangan. ini akan dimenangkan
oleh suatu kelompok jika berhasil merebut atau menyentuh benda yang dijadikan benteng
oleh kelompok lainnya. Nama bentengan sendiri diambil dari nama markas yang dulu dikenal
dengan sebutan benteng.
Peraturan dan Cara Bermain :
a. Pemain di bagi menjadi dua kelompok, setiap kelompok beranggotakan minimal 4-5
orang.
b. Setiap kelompok mempunyai benda yang nantinya akan dijadikan sebagai benteng, bisa
terbuat dari tiang, bambu ataupun potongan batu bata.
c. Setiap kelompok mempunyai kawasan kekuasaan, yang disepakati di awal permainan.
d. Pemain yang memasuki kawasan lawan jika tersentuh oleh pemain lawan akan ditahan di
sebelah benteng lawan dengan jarak sekitar 3-5 meter.
e. Pemain itu dapat kembali lolos jika pemain yang satu kelompok menyentuhnya kembali.
f. Pemenang adalah kelompok yang berhasil menyentuh benteng lawan tanpa terkena
sentuhan dari pemain lawan.
g. Skor bisa ditentukan sesuai kesepakatan.

1.3. Permainan Tradisonal Bola Bekel

Permainan ini dulunya hanya dijadikan kegiatan mengisi waktu kekosongan yang ada,
tapi sekarang permainan ini dijadikan hiburan bagi anak-anak pedesaan khususnya anak-anak
perempuan. Seperti halnya permainan boi-boian permainan ini tidak memiliki catatan sejarah
yang baik, tapi walaupun begitu permainan ini masih bisa kita temui sampai saat ini meskipun
sudah sangat jarang.

Peraturan dan Cara Bermain :


a. Alat yang digunakan dalam permainan ini adalah bola bekel serta 10 biji kuwuk.
b. Pemain terdiri dari 3 sampai 5 orang anak.
c. Duduklah dan Buatlah lingkaran atau menyerupai lingkaran yang nanti bola bekel dan
kuwuk berada di tengah, pemainpun memainkannya di tengah atau di depannya.
d. Permainan dimulai oleh satu orang pemain dan yang lainnya mengamati, pemain akan
bergantian setelah pemain yang sedang bermain melanggar peraturan.
e. Peraturan disepakati di awal permainan.
f. Gengam biji kuwuk dan peganglah bola bekel menggunakan jari telunjuk dan ibu jari,
dipegang di satu tangan yang sama.
g. Lemparkan bola bekel ke atas dan jatuhkan semua biji, lalu setelah bola bekel memantul
tangkaplah kembali bola bekel.
h. Lempar kembali bola bekel, sebelum bola bekel memantul ambilah satu biji kuwuk lalu
tangkap kembali bola bekel.
i. Begitu seterusnya hingga biji kuwuk sudah diambil semua lalu, dibabak ke dua ambil dua
biji kuwuk dalam satu lemparan, begitu seterusnya.

1.4. Permainan Tradisonal Congklak

Permainan ini dikenal dan populer di Indonesia sendiri karena masuknya bangsa Arab
ke Indonesia. Dengan tujuan berdagang, menetap dan menikahi orang-orang pribumi. Jumlah
lubang yang terdapat dalam papan congklak berjumlah 16 lubang, dibagi menjadi tujuh
lubang kecil dan dua lubang besar, lubang yang menjadi tujuan dengan masing-masing
pemain memiliki satu lubang.

Peraturan dan Cara Bermain :


a. Permainan ini dimainkan oleh dua orang pemain.
b. Permainan ini menggunakan alat papan congklak dan biji congklak.
c. Terdapat 49 biji congklak yang di bagi ke 14 lubang kecil, setiap lubang berisikan 7 biji
congklak.
d. Suitlah untuk menentukan giliran main.
e. Pemain pertama, membagikan biji congklak yang ada di daerahnya, pilihlah salah satu
lubang untuk dibagikan biji congklaknya kepada setiap lubang kecil, dan satu lubang besar
yang mmenjadi milik kamu, atau tabungan biji kamu.
f. Membagikan secara berputar setiap melewati lubang isilah dengan 1 biji congklak.
g. Begitu setterusnya hingga biji congklak habis, jika sudah habis barulah giliran bergantian
bermain.
1.5. Permainan Tradisonal Engrang

Permainan yang menggunakan alat dari 2 batang bambu, masing-masing bambu


berukuran 4-5 meter, dengan pijakan yang terdapat di bawah bambu, sekitar 50 cm dari ujung
bambu.

Peraturan dan Cara Bermain


a. Permainan ini menggunakan 1 batang bambu yang berpasangan.
b. Permaian ini dimainkan oleh 2 atau lebih pemain.
c. Cara bermainnya siapa yang cepat sampai ke garis finish dialah pemenangnya.
d. Dalam memainkan permainan ini diperlukan keseimbangan dan kecepatan melangkah.

2. 5 Macam Rumah Adat


2.1. Rumah Adat Krong Bade Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam

Rumah adat krong bade merupakan rumah adat provinsi Aceh. Rumah ini juga dikenal
dengan sebutan rumoh aceh.
Ciri khas rumah krong bade adalah mempunyai tangga didepan rumah yang digunakan
sebagai jalan masuk kedalam rumah. Pada umumnya rumah ini mempunyai jumlah anak
tangga yang ganjil.Rumah adat krong bade mempunyai bentuk persegi panjang dan dibuat
memanjang dari arah timur ke barat. Dinding rumah terbuat dari kayu dan dihiasi dengan
lukisan. Atap rumah adat krong bade terbuat dari daun rumbia serta lantainya terbuat dari
bambu atau enau.
2.2. Rumah Adat Bolon Provinsi Sumatera Utara

Rumah adat bolon merupakan rumah adat provinsi Sumatera Utara. Rumah bolon
terbagi menjadi beberapa jenis, antara lain rumah Bolon Simalungun, rumah Bolon Toba,
rumah Bolon Karo, rumah Bolon Mandailing, rumah Bolon Angkola dan rumah Bolon
Pakpak.
Ciri khas rumah bolon adalah bentuknya panggung yang terdiri dari beberapa tiang
bergaris tengah yang menjadi penyanggahnya. Dinding rumah bolon dihiasi dengan ornamen
khas Simalungun yang berwarna merah, putih, dan hitam. Ornamen ini menggambarkan
pendangan kosmologis dan filosofi budaya suku Batak.

2.3. Rumah Adat Gadang Provinsi Sumatera Barat

Rumah adat gadang merupakan rumah adat yang berasal dari provinsi Sumatera Barat.
Nama lain dari rumah adat gadang adalah rumah bagonjong, rumah baanjuang, dan rumah
godang.
Ciri khas rumah gadang adalah mempunyai keunikan dalam bentuk arsitekturnya
dengan atap yang menyerupai tanduk kerbau yang terbuat dari bahan ijuk. Rumah ini
berfungsi sebagai tempat kediaman keluarga, tempat merawat anggota keluarga yang sakit,
tempat melakasanakan upacara, dan sebagai lambang kehadiran suatu kaum.

2.4. Rumah Adat Melayu Selaso Provinsi Riau

Rumah adat melayu selaso merupakan rumah adat yang berasa dari provinsi Riau.
Ciri khas rumah adat ini adalah memiliki kolong atau yang biasa kita sebut dengan
rumah panggung. Terdiri dari beberapa tiang dengan bentuk bangunan persegi panjang. Selain
itu rumah adat selaso jatuh kembar mempunyai ukiran melayu seperti lebah bergayut,
selembayung, pucuk rebung dan lain-lain. Selaso jatuh kembar sendiri mempunyai makna
rumah yang memiliki dua selaso yang artinya lantai rumah lebih rendah dari pada ruang
tengah.

2.5. Rumah Adat Limas Provinsi Sumatera Selatan

Rumah adat limas merupakan rumah adat yang berasal dari provinsi Sumatera Selatan.
Ciri khas rumah adat ini adalah atapnya yang berbentuk limas. Selain itu, rumah limas
juga mempunyai lantai yang bertingkat-tingkat yang disebut sebagai Bengkilas dan hanya
digunakan untuk acara-acara penting keluarga saja.
3. 5 Macam Tarian Daerah
3.1 Tari Tradisional Serimpi Yogyakarta

Tari serimpi merupakan tarian tradisional yang berasal dari Yogyakarta. Pada awalnya
tarian ini dipertunjukkan saat pergantian raja di beberapa istana Jawa Tengah. Seiring dengan
perkembangan zaman, tarian serimpi ini mengalami sedikit perubahan dari segi durasi tarian,
dan kostumnya.Walaupun begitu, tarian ini bertujuan untuk menunjukkan wanita yang sopan
dan santun serta sangat lemah gemulai.
Tarian ini biasanya dilakukan oleh 4 orang anggota penari wanita. Hal ini memberikan
sebuah makna unsur api, angin, air, dan bumi. Namun seiring dengan perkembangan zaman,
jumlah pernaripun menjadi 5 anggota.
Pakaian yang digunakan untuk menari adalah pakaian yang biasa di pakai oleh
pengantin putri keraton. Sedangkan musik yang mengiringi adalah alat musik tradisional
gamelan.

3.2 Tari Tradisional Bambang Cakil Jawa Tengah


Tari bambang merupakan tarian tradisional yang berasal dari Jawa Tengah. Tarian ini
diadobsi oleh salah satu adegan dalam cerita pewayangan.
Dalam tari bambangan cakil ini menceritakan peperangan antara kejahatan dan
kebaikan. Kedua sifat ini digambarkan dalam gerakan penari dalam tarian tersebut. Dalam
pertunjukannya, tarian ini tidak hanya dimainkan oleh dua orang saja. Melainkan ada
beberapa peran pendukung seperti pasukan raksasa dan penari wanita sebagai pasangan
kesatrianya.
3.3 Tari Tradisional Gambyong Surakarta

Tari gambyong merupakan tarian yang berasal dari daerah Surakarta. Pada awalnya
tarian ini hanya dipertunjukkan pada saat memasuki musim panen padi. Namun seiring
dengan perkembangan zaman, tarian ini dipertunjukkan pada saat acara sakral dan sebagai
penghormatan tamu.
Untuk jumlah penari tidak mempunyai ketentuan tertentu. Namun, untuk kostum yang
digunakan adalah kostum kemben yang sebahu dilengkapi dengan selendang. Pada dasarnya
tarian ini sangat identik dengan warna kuning dan hijau. Namun seiring perkembangannya
zaman warna pun tidak menjadi patokan khusus. Musik pengiring tarian gambyong ini adalah
gamelan seperti gong, kenong, gambang, dan kendang.

3.4 Tari Tradisional Kuda Lumping Jawa Tengah

Tari kuda lumping merupakan tarian tradisional yang berasal dari Jawa Tengah. Tarian
ini menggunakan boneka kuda sebagai properti pendukungnya.
Tarian ini tidak menunjukkan tarian seperti pada umumnya. Ada beberapa syarat yang
harus disediakan selama pertunjukan seperti sesajen dan menyan. Musik yang mengiringi
tarian ini adalah gamelan banyumasan, bendhe, dan gending.

3.5 Tari Tradisional Kecak Bali

Tari kecak merupakan pertunjukkan tarian seni khas Bali. Tarian ini menceritakan
mengenai Ramayana dan dimainkan oleh penari laki-laki.
Tari kecak merupakan hasil karya Wayan Limbak yang bekerja sama dengan pelukis
Jerman Walter Spies pada tahun 1930an.

4. 5 Macam Baju Adat


4.1 Baju Adat Ulee Balang Aceh

Pakaian tradisional yang berasal dari Aceh ini bernama Ulee Balang. Untuk pria,
pakaian adat ini dinamakan dengan Linto Baro dan untuk perempuan dinamakan dengan Daro
Baro. Pada awalnya Ulee Balang ini hanya dipakai oleh orang-orang terpandang seperti
sultan, raja dan pengantin.
Pakaian adat Aceh ini sudah ada sejak zaman kerajaan Samudra Pasai dan Perlak. Salah
satu ciri khas dari pakaian adat ini adalah terdapat penutup kepala berupa kopiah yang
bernama Meukeutop. Aceh merupakan Kota Serambi Mekkah sehingga sangat kental
pengaruh Islam di Provinsi ini.

4.2 Baju Adat Ulos Sumatera Utara

Provinsi Sumatera Utara adalah salah satu provinsi yang memiliki suku yang cukup
beragam. Mulai dari suku Melayu, suku Nias dan yang paling dominan adalah suku Batak
yang merupakan leluhur dari Provinsi Sumatera Utara ini.
Pakaian adat dari suku ini adalah Ulos. Kain ulos merupakan kain yang dihasilkan dari
menenun secara manual, kain ulos ini berasal dari kain sutra yang berwarna putih, hitam,
merah serta terdapat manik-manik dan hiasan berwarna emas atau perak.
Dilihat dari coraknya, kain ulos terdapat bebrapa macam jenis seperti Ulos Bintang
Maratur, Ulos Padang Ursa, Ulos Pinan Lobu-lobu dan Ulos Pinuncaan.

4.3 Baju Adat Bundo Kanduang Sumatera Barat

Jika berbicara mengenai Sumatra Barat maka hal pertama yang terlintas adalah kisah
Malin Kundang dan makanan nasi Padang. Tanah Minangkabau adalah salah satu suku yang
sangat menjunjung tinggi adat serta istiadat dari nenek moyang mereka.
Pakaian adat dari Sumatra Barat ini bernama Bundo Kanduang. Pakaian tradisional ini
memiliki filosofi yang sangat tinggi. Bundo Kanduang memiliki artian peranan seorang ibu
dalam keluarga serta kehidupan.
Bundo Kanduang memiliki berbagai macam perlengkapan seperti tingkuluak, baju
batabue, gelang, dukuah, lambak dan selempang. Sedangkan untuk pria sendiri pakaian
adatnya bernama Pakaian Penghulu yang memiliki beberapa perlengkapan seperti deta, baju
hitam, sesamping, sarawa, cawek, keris, tungkek dan sandang.
4.4 Baju Adat Aesan Gede Sumatera Selatan

Palembang menjadi kota yang ikonik di Sumatera Selatan ini, serta peninggalan
bersejarah dari Kerajaan Sriwijaya. Pengaruh Kerajaan Sriwijaya sangat kental bagi
masyarakat di Sumatra Selatan ini. Salah satunya adalah pakaian adat.
Pakaian tradisional dari Sumatra Barat ini bernama Aesan Pasangko dan Aesan Gede,
dalam bahasa Palembang aesan memiliki arti pakaian. Aesan Gede adalah pakaian yang
melambangkan suatu kebesaran. Sulaman yang berwarna emas melambangkan bahwa
Sumatra adalah pulau emas atau julukan lainnya adalah Swarnadwipa.
Aesan Gede ini akan dilengkapi beberapa aksesoris seperti mahkota, kelapo standan,
kembang goyang, baju dodot serta songket. Sedangkan Aesan Pasangko adalah pakaian yang
melambangkan sebuah keanggunan bagi pemakainya.

4.5 Baju Adat Kurung Tanggung Jambi

Hampir sama dengan provinsi lainnya yang berada di Pulau Sumatera, Provinsi Jambi
memiliki mayoritas masyarakat dari Suku Melayu. Pada kehidupan sehari-harinya, pakaian
adat dari Jambi in sangatlah sederhana. Pria menggunakan celana berwarna hitam dengan
ukuran yang lebar hingga betis, serta memakai penutup kepala atau kopiah. Sedangkan untuk
wanita menggunakan baju tanpa lengan.
Sedangkan untuk kegiatan resmi, pakaian tradisional Jambi ini bernama Pakaian
Tradisional Melayu Jambi. Baju untuk pria adalah baju kurung tanggung dengan lengan yang
lebih dari siku tapi tidak mencapai pergelangan tangan. Menurut kepercayaan Jambi, baju
tanggung ini memiliki filosofi bahwa pria harus cekatan serta tangkas dalam bekerja.
Untuk kaum wanita menggunakan baju kurung yang memiliki bahan dasar beludru.
Aksesoris yang digunakan adalah teratai dada, selendang, pending, sabuk dan selop. Terdapat
pula tambahan berupa mahkota yang diberi hiasan berupa logam berwarna kuning dengan
bentuk yang mirip duri pandan.

5. 5 Makanan Indonesia
5.1 Makanan Mie Aceh

hidangan tradisional khas provinsi Serambi Mekah yang terkenal dengan rasa pedas,
segar dan lezat ternyata mudah untuk dibuat. Resep Mie Aceh kali ini menggunakan daging
kambing, tapi bila Anda kurang suka kambing, elemen ini boleh diganti dengan daging sapi.

5.2 Makanan Bika Ambon Sumatera Utara

Sumatra utara atau lebih tepatnya medan adalah kota yang memiliki makanan khas
yang sangat banyak dan enak-enak, salah satunya bika ambon ini yang biasa disajikan ketika
lebaran datang. Kenapa namanya menjadi bika ambon tidak bika medan, konon katanya kue
ini awalnya berasal di jalan ambon yang berada di kota medan, sehingga dinamaknlah kue ini
menjadi bika amboni. 

5.3 Makanan Rendang Sumatera Barat

Masakan daging bercita rasa pedas yang menggunakan campuran dari berbagai bumbu
dan rempah-rempah. Masakan ini dihasilkan dari proses memasak yang dipanaskan berulang-
ulang dengan santan kelapa.
 
5.4 Makanan Gulai Ikan Patin Jambi

Gulai Ikan Patin adalah makanan khas daerah Jambi. Keunikan dari masakan ini adalah
cara masak yang dicampur dengan daging buah durian yang biasa disebut tempoyak,
walaupun terkadang tempoyak ini digantikan dengan santan

5.5 Makanan Pempek Sumatera Selatan


Pempek merupakan makanan khas yang berasal dari Sumatera Selatan, khususnya kota
Palembang. Makanan ini terbuat dari olahan ikan yang dicampur dengan sagu.

6. 5 Alat Musik
6.1 Alat Musik Serune Kalee

Serune kalee berasal dari daerah Aceh yang mempunyai jenis bunyi Aerofon, alat
digunakan dengan cara ditiup dan pada lubang yang terdapat pada serune kalee berfungsi
untuk mengatur nada dengan menggunakan jari-jari kita.

6.2 Alat Musik Aramba Sumatera Utara

Alat musik Aramba ini berasal dari daerah Sumater Utara yang memiliki jenis bunyi
yakni Ideofon, untuk penggunaannya yaitu dengan cara dipukul dengan memakai pemukul
yang khusus.
6.3 Alat Musik Gambus Riau

Alat musik Gambus ini juga termasuk berasal dari daerah Jambi yang mempunyai jenis
bunyi Kordofon dengan cara penggunaan lewat dipetik di bagian senarnya.

6.4 Alat Musik Accordion Sumatera Selatan

Alat musik Accordion ini berasal pada daerah Sumatera Selatan yang memiliki jenis
bunyi Aerofon, adapun cara penggunaannya dengan memakai kedua tangan kita, pada tangan
yang satu difungsikan sebagai pengatur alunan suara, sedangkan pada tangan yang kedua
digunakan untuk mengatur nada.

6.5 Alat Musik Angklung Jawa Barat

Angklung termasuk alat musik yang memiliki jenis suara Ideofon yang berasal dari
daerah Jawa barat dengan cara pemakaian yakni dengan menggetarkan menggunakan tangan
kita.