Anda di halaman 1dari 17

1.

Pengertian Produktivitas dan Mutu

Produktivitas adalah ukuran kinerja perekonomian. Produktivitas


membandingkan seberapa banyak yang dapat diproduksi dengan sumber daya yang
digunakan untuk memproduksinya. Dengan demikian, semakin banyak output
produksi yang menggunakan sumber daya yang lebih sedikit, produktivitas semakin
bertumbuh dan semakin banyak orang diuntungkan. Produktivitas juga mengacu pada
kuantitas dan kualitas dari apa yang kita produksi. Bila sumber daya digunakan secara
lebih efisien, kuantitas hasil tentu saja lebih besar. Namun jika produk yang
dihasilkan itu tidak mempunyai kualitas yang memuaskan, konsumen akan
menolaknya. Sendangkan mutu adalah tingkat baik buruknya atau taraf atau derajat
sesuatu.

2. Sumber Daya yang digunakan dalam Proses Produksi

Saat perusahaan memproduksi sebuah barang dan jasa, mereka akan


membutuhkan yang namanya proses produksi atau proses konversi. Proses ini
merupakan serangkaian pekerjaan di mana sumber daya digunakan untuk
memproduksi suatu barang atau jasa. Kemudian dalam mengembangkan proses
produksi yang efektif dan barang atau jasa yang dihasilkan bermutu tinggi dibutuhkan
suatu manajemen yang mengurusnya, yaitu manajemen produksi atau manajemen
operasi. Manajemen produksi akan dapat mencapai efisiensi dengan cara menentukan
secara tepat jumlah bahan baku yang akan digunakan, kombinasi sumberdaya yang
tepat, pembagian kerja yang tepat dan urut-urutan pekerjaan yang tepat.

Adapun berbagai sumber daya yang digunakan dalam proses produksi untuk
menghasilkan produk yang lebih spesifik meliputi:

a. Sumber Daya Manusia


Perusahaan harus mengidentifikasi jenis karyawan yang dibutuhkan untuk
proses produksi. Untuk beberapa bentuk produksi dibutuhkan tenaga ahli.
Kemudian berkaitan dengan perekrutan karyawan, beban gaji yang akan
ditanggung perusahaan tergantung dengan kualitas karyawannya. Semakin
banyak tenaga ahli yang dibutuhkan dalam suatu proses produksi maka
semakin tinggi beban operasi yang terkait dengan perekrutan sumber daya
manusia.
b. Bahan Baku
Bahan baku di sini tergantung terhadap jenis perusahaannya. Jika pada
perusahaan manufaktur maka bahan baku yang dibutuhkan adalah bahan
yang nantinya akan diolah atau digunakan dalam proses produksi sehingga
menjadi barang akhir yang sudah siap untuk dijual. Namun pada
perusahaan jasa, mereka tidak membutuhkan bahan baku karena hanya
menyediakan jasa, seperti perusahaan biro perjalanan.
c. Sumber Daya Lain
Sumber daya lain yang dimaksud adalah sumber daya selain SDM dan
bahan baku yang akan diproduksi. Sumber daya lain merupakan sumber
daya pendukung, misal bangunan yang ditempati suatu perusahaan, mesin,
teknologi, dll.
d. Mengombinasikan Berbagai Sumber Daya untuk Produksi
Para manajer mencoba untuk memanfaatkan berbagai sumber daya yang
ada dengan cara yang memungkinkan tercapainya produksi dengan biaya
yang rendah. Mereka menggabungkan berbagai sumber daya dengan
menggunakan stasiun-stasiun kerja dan lini perakitan. Stasiun kerja
merupakan area di mana satu atau beberapa orang karyawan diberi
pekerjaan tertentu. Dalam stasiun kerja dibutuhkan mesin, peralatan,
bahan baku dan karyawan. Sedangkan lini perakitan terdiri atas
serangkaian stasiun kerja di mana setiap stasiun kerja dirancang untuk
mengerjakan tahapan-tahapan tertentu dari proses produksi.
3. Memilih Lokasi
1) Faktor-faktor yang Maempengaruhi Keputusan Lokasi

Beberapa faktor harus dipertimbangkan ketika akan menentukan lokasi yang


optimal. Faktor-faktor yang peling relevan akan disebutkan dibawah ini :

a. Biaya Ruang Kerja

Biaya atau menyewa ruang kerja (sepeji di lurti misalnya bangunan atau
kantor) dapat sangat bervariasi di setiap lokasi. Biaya ini kemungkinan besar
akan tinggi di pusat-pusat wilayah bisnis dimana harga tanahnya memang
tinggi di beberapa daerah tertentu.

b. Biaya Tenaga Kerja

Biaya perekrutan karyawan sangat bervariasi di berbagai lokasi. Gaji di kota


besar cenderung akan lebih tinggi dari pada gaji di luar kota besar untuk satu
pekerjaan yang sama.

c. Intensif Pajak

Beberapa pemerintah daerah mungkin bersedia memberikan kredit pajak


untuk menarik perusahaan ke daerah mereka. Pemerintah memberikan intensif
ini untuk menaikkan tingkat kerja dan meningkatkan kondisi perekonomian di
daerahnya.

d. Sumber Permintaan

Jika sebuah perusahaan berencana untuk menjual produknya di lokasi tertentu,


maka perusahaan tersebut dapat mendirikan pabriknya disana. Biaya
transportasi dan pelayanan produk tertentu akan dapat diminimalisasi dengan
melakukan produksi di lokasi yang dekat dengan sumber permintaan.
e. Akses Transportasi

Ketika perusahaan menjual produk-produknya secara internasional, mereka


dapat memilih lokasi yang dekat dengan sumber utama transportasinya.
Perusahaan juga hendaknya mudah di akses sehingga memudahkan
pengiriman bahan baku. Bebrapa pabrik dan kantor yang didirikan dekat
dengan jalan tol antarnegara bagian, sungai, atau bandara karena alasan ini.

f. Pasokan Tenaga Kerja

Perusahaan yang berencana untuk memperkerjakan tenaga kerja khusus harus


mampu menarik tenaga kerja yang dibutuhkannya. Mereka mungkin akan
memilih lokasi dimana terdapat sejumlah besar pasokan tenaga kerja dengan
spesialisasi tertentu tersebut. Misalnya, perusahaan-perusahaan berteknologi
tinggi cenderung berlokasi di dekat perguruan tinggi dimana terdapat tenaga
kerja terdidik dalam jumlah yang melimpah.

2) Mengevaluasi Kemungkinan-kemungkinan Lokasi

Ketika sebuah perusahaan mengevaluasi berbagai lokasi, perusahaan harus


mempertimbangkan setiap faktor yang dapat mempengaruhi daya tarik dari setiap
lokasi. Pemilihan lokasi dalam suatu kota juga merupakan hal yang sangat penting.

Ketika perusahaan telah mengidentifikasi seluruh faktor yang sebaiknya


dipertimbangkan, perusahaan akan dapat memberikan bobot pada masing-masing
faktor yang menunjukkan arti penting faktor tersebut.

Perusahaan yang mengandalakn tenaga kerja secara intensif kemungkinan


memberikan bobot yang tinggi pada biaya sumber daya manusia, sedangkan
perusahaan-perusahaan lain mungkin tidak perlu memikirkan faktor ini. Perusahaan-
perusahaan yang menjual barang atau jasa di tempat akan memberikan bobot yang
tinggi pada tingkat keramaian lalu lintas. Setelah perusahaan menentukan
pembobotan yang diberikan untuk masing-masing faktor, perusahaan akan
mengevaluasi setiap kemungkinan lokasi atas seluruh faktor yang relevan guna
menentukan peringkat pembobotan untuk masing-masing faktor. Selanjunya,
peringkat tersebut di kombinasikan untuk menentukan peringkat keseluruhan dari
setiap kemungkinan lokasi.

4. Memilih Desain dan Tata Ruang

Setelah perusahaan memeilih satu lokasi untuk pabrik manufakur atau


kantornya, maka langkah selanjutnya adalah menentukan desain dan tata ruangnya.
Desain menunjukkan ukuran dan struktur dari pabrik atau kantor. Tata ruang adalah
pengaturan mesin dan peralatan dalam pabrik atau kantor tersebut.

 Faktor-faktor yang Mempengaruhi Desain dan Tata Ruang

Keputusan desain dan tata ruang akan dipengaruhi oleh karakterstik-


karakteristik sebagai berikut:

1) Karakteristik Lokasi

Keputusan desain dan tata ruang tergantung pada beberapa karakterstik dari
lokasi yang dipilih. Sebagai contoh, jika lokasi berada di daerah dengan harga tanah
yang tinggi, maka perusahaan mungkin mendesain bangunan bertingkat sehingga
hanya membutuhkan sedikit tanah. Tata ruang pabrik selanjutnya akan dipengaruhi
oleh desain bangunan ini.

2) Proses Produksi

Desain dan tata ruang juga tergantung pada proses produksi yang akan
digunakan. Jika perusahaan menggunakan operasi lini perakitan, seluruh pekerja yang
terdapat dalam operasi seharusnya ditempatkan dalam area umum yang sama. Tata
ruang produk memposisiskan pekerjaan-pekerjaan dalam masing-masing urutan yang
telah diberika. Sebagai contoh, satu orang yang dapat khusus melakukan pembuatan
kompenen, sedangkan orang berikutnya merakit komponen tersebut, dan orang yang
berikutnya lagi mengemas produk.
Lini Produk. Sebagian besar perusahaan memproduksi lebih dari satu produk
atau jasa di lokasinya. Perusahaan-perusahaan dengan lini produk yang sempit akan
memusatkan perhatian pada produksi satu atau sedikit produk saja, yang
memungkinkan perusahaan melakukan spesialisasi. Perusahaan dengan lini produk
yang luas menawarkan beragam jenis produk.

3) Kapasitas Produksi yang Diinginkan

Ketika merencanakan baik itu desain maupun tata ruang, kapasitas produksi
yang diinginkan oleh perusahaan harus ikut dipertimbangkan. Kebanyakan
perusahaan mencoba untuk merencanakan pertumbuhan dengan memberikan
fleksibilitas untuk meningkatkan kapasitas produksi dari waktu ke waktu. Desain
bangunan memungkinkan ditambahkannya tingkat. Tata ruang yang baik dapat
membuka lebih banyak tempat yang dapat digunakan dalam peningkatan produksi.
Jika perusahaan tidak merencanakan pertumbuhan, perusahaan terpaksa harus
mencari lokasi baru ketika permintaan roduk telah melebihi kapasitan produksinya.
Ketika perusahaan teap mempertahankan lokasinya yang telah ada dan
mengembangkan lokasi kedua untuk ekspansi, perusahaan tersebut harus
menduplikasikan mesin dan posisi-posisi jabatan yang berada di lokasi awal.

Sebuah perusahaan dapat mencapai kapasitas produksi yang lebih besar tanpa
harus mengubah desain dan tata ruang jika para karyawannya dapat melakukan
sebagian atau seluruh pekerjaan mereka di rumah. Ketika karyawan yang bekerja di
rumah perlu datang ke tempat kerja, mereka dapat menggunakan ruang kerja yang
tidak diberikan ke seseorang secara permanen. Sebagai contoh, sebuah perusahaan
dapat tetap menyediakan kantor berikut meja, komputer, dan telepon bagi setiap
karyawan yang biasanya bekerja di rumah namun perlu menggunakan tempat kerja
sementara di perusahaan.
5. Pengendalian Produksi

Setelah pabrik dan desain selesai dipilih, perusahaan selanjutnya dapat


melakukan pengendalian produksi, yang antara lain meliputi:

1) Pembelian Bahan Baku

Para manajer akan melakukan pekerjaan-pekerjaan berikut ini ketika membeli


persediaan. Pertama, mereka harus memilih pemasok. Kedua, mereka mencoba untuk
mendapatkan potongan harga. Ketiga, mereka akan memutuskan apakah sebagian
pekerjaan produksi dapat didelegasikan kepada pemasok.

 Memilih Pemasok Bahan Baku

Dalam melakukan pilihan diantara beberapa pemasok, perusahaan melakukan


piihan diantara beberapa pemasok, perusahaan akan mempertimbangkan berbagai
karakteristik seperti misalnya harga, kecepatan, mutu, pelayanan dan ketersediaan
kredit. Pendekatan umum dalam mengevaluasi pemasok adalah pertama-tama
mendapatkan harga dari masing-masing pemasok. Kemudian, masing-masing
pemasok akan diminati satu contoh produk dan diperiksa mutunya. Lalu pemasok-
pemasok ini dimintai informasi lebih lanjut mengenai kecepatan pengiriman dan
jaminan pelayanan jika terjadi masalah dalam pengiriman. Perusahaan kemudian
dapat menguji salah satu pemasok dan mengevaluasi keadaannya selama beberapa
waktu.

 Mendapatkan Potongan Harga

Perusahaan yang membeli bahan baku dalam jumlah besar kepada


pemasoknya mungkin dapat memperoleh harga diskon atas bahan baku tersebut
sekaligus tetap dapat mempertahankan mutu.
 Mendelegasikan Produk kepada Pemasok.

Perusahaan- perusahaan manufaktur pada umumnya menggunakan


outsourcing, yaitu perusahaan membeli bagian-bagia produk dari pemasok dan
bukannya memproduksi bagian-bagian tersebut sendiri. Outsourcing dapat
mengurangi beban perusahaan jika pemasok dapat memproduksi bagian tersebut pada
harga yang lebih murah dibandingkan perusahaan itu sendiri.

Meskipun outsourcing dapat menguntungkan, ia akan menempatkan tanggung jawab


yang besar pada perusahaan-perusahaan manufaktur lain. Jadi, ketika sebuah
perusahaan melakukanoutsourcing, kemampuannya dalam memenuhi jadwal
produksi menjadi tergantung pada perusahaan-perusahaan lain tesebut. Karena alasan
ini, perusahaan yang melakukan outsourcing harus sangat berhati-hati dalam memilih
pemasok yang dapat diandalkannya.

Strategi mendelegasikan sebagian pekerjaan produksi kepada pemasok dikenal


dengan istilah deintegrasi. Proses produksi di dalam pabrik tidak lagi terintegrasi,
karena sebagian produksi telah diselesaikan oleh pemasok sebelum pemasokan
kompenen dikirim ke pabrik manufaktur. Dengan cara seperti ini, perusahaan dapat
menghemat ratusan dolar per mobil karena biaya tenaga kerja pemasok tersebut lebih
rendah daripada biaya yang dikeluarkan.

Pembayaran secara Elektronik Pemasok. Semakin banyak perusahaan yang


melakukan pembayaran kepada para pemasoknya secara elektronik dibandingkan
dengan melalui cek. Hal ini memungkinkan dilakukan sistem produksi yang lebih
efisien. Untuk bisa menggunakan pembayaran elektronik, perusahaan harus memiliki
saldo yang mencukupi dalam rekeningnya. Setelah menerima pesanan persediaannya,
perusahaan akan memberikan instruksi kepada pihak bank untuk mentransfer
pembayaran dari rekeningnya ke rekening pemasok. Teknologi terkini bahkan
memungkinkan bisnis-bisnis kecil sekalipun secara efisien mengirimkan pembayaran
dengan cara seperti ini daripada menuliskan cek.
2) Pengendalian Persediaan

Pengendalian persediaan adalah pengendaliaan adalah proses pengelolaan


persediaan pada tingkat yang akan meminimalkan biaya. Pengendalian ini
mengharuskan adanya manajemen persediaan bahan baku, persediaan barang dalam
proses dan oersediaan barang jadi. Berikut penjelasannya:

Pengendaliaan Persediaan Bahan Baku. Ketika perusahaan menanggung


persediaan barang baku yang berlebihan, mereka mungkin perlu meminjam tambahan
dana untuk mendanai persediaan tersebut.

Pengendalian Persediaan Barang dalam Proses. Perusahaan juga harus mengelola


persediaan barang dalam proses nya, yaitu persediaan barang-barang setengah jadi.

Pengendalian Persediaan Barang Jadi. Seiring dengan perubahan yang terjadi pada
permintaan akan produk perusahaan dari waktu ke waktu, para manajer perlu
memonitor perbedaan antara penawaran-permintaan yang telah diantisipasi.
Keputusan pengendalian dapat mengalami penyesuaian sepanjang tahun akibat
adanya permitaan musiman.

Dampak Teknologi pada Pengendalian Persediaan. Perusahaan dapat


menggunakan internet untuk meningkatkan pengendalian persediaannya.

3) Pengaturan Rute

Pengaturan rute adalah urut-urutan pekerjaan yang dibutuhkan untuk


menyelesaikan produksi suatu produk. Bahan baku biasaya dikirim ke berbagai
stasiun kerja sehingga mereka dapat digunakan sesuai dengan spesifikasinya dalam
proses produksi. Salah satu bagian produksi yang khusus dari proses produksi akan
diselesaikan di masing-masing stasiun kerja. Sebagi contoh, produksi sepeda dapat
membutuhkan (1) penggunaan bahan baku untuk memproduksi rangka sepeda di satu
stasiun kerja, (2) merakit roda di stasiun kerja kedua, serta (3) mengemas rangka dan
roda yang telah dirakit di stasiun kerja ketiga.

Proses pengaturan rute secara berkala dievaluasi untuk memastkan apakah proses
tersebut dapat ditingkatkan sehingga memungkinkan dilakukannya proses poduksi
yang lebih cepat atau lebih murah.

4) Penjadwalan

Penjadwalan merupakan penentuan periode waktu untuk masing-masing


pekerjaan dalam proses produksi. Jadwal produksi merupakan rencana penentuan
waktu dan volume pekerjaan-pekerjaan produksi. Penjadwalan akan dapat
meramalkan jumlah produksi yang diharapkan yang seharusnya dapat dicapai di
setiap stasiun kerja selama satu hari atau satu minggu. Jika perusahaan tidak dapat
memenuhi jadwal produksinya maka perusahaan tersebut tidak akan dapat memenuhi
pesanan para pelanggannya secara tepat waktu dan akibatnya akan kehilangan para
pelanggannya.

a. Dampak Teknologi terhadap Penjadwalan Produksi


Banyak perusahaan menggunakan teknologi untuk meningkatkan penjadwalan
produksinya. Dengan adanya teknologi ini akan mempermudah dalam
menerima pesanan dengan spesifikasi yang jelas, memperbarui sistem secara
keseluruhan, otomatisasi akuntansi, menyesuaikan persediaan bahan baku
hingga menjadwalkan pengiriman.
b. Penjadwalan Proyek-proyek Khusus
Penjadwalan memiliki arti penting terutama pada proyek-proyek khusus
jangka panjang yang harus diselesaikan dalam tenggang waktu tertentu. Jika
terdapat banyak pekerjaan saling terkait yang harus diselesaikan dalam urutan
yang spesifik, penjadwalan dapat menunjukkan kapan waktu masing-masing
pekerjaan harus diselesaikan. Salah satu metode penjadwalan pekerjaan untuk
proyek khusus adalah dengan menggunakan diagram Gantt yang
menggambarkan perkiraan waktu untuk setiap pekerjaan dalam proses
produksi. Metode penjadwalan pekerjaan yang lain bagi proyek khusus adalah
teknik evaluasi dan peninjauan program (PERT). Teknik evaluasi dan
peninjauan program adalah metode penjadwalan pekerjaan untuk
meminimalkan penjadwalan terjadinya penundaan-penundaan dalam proses
produksi.
5) Pengendalian Mutu

Mutu dapat didefinisikan sebagai tingkat sampai sejauh mana produk atau jasa
dapat memenuhi keinginan atau harapan para pelanggan. Mutu berkaitan dengan
kepuasan pelanggan. Pengendalian mutu adalah proses untuk memastikan apakah
mutu dari suatu produk telah memenuhi tingkat mutu yang diinginkan dan
mengidentifikasi perbaikan-perbaikan (jika ada) yang perlu dilakukan dalam proses
produksi. Tindakan mengawasi dan meningkatkan mutu produk dan jasa yang
dihasilkan pada umumnya disebut sebagai manajemen mutu total. (TQM).

a. Pengendalian oleh Teknologi


Pengendalian mutu dilakukan oleh teknologi, misal seperti Motorola yang
menggunakan computer untuk menilai mutunya. Perusahaan mengandalkan
jaringan computer yang dimilikinya untuk melacak produk-produknya mulai
dari titik kontak penjualan awal hingga saat produk tersebut dikirim ke
pelanggan.
b. Pengendalian oleh karyawan
Banyak perusahaan misal seperti IBM menggunakan lingkaran pengendalian
mutu, di mana sekelompok karyawan diminta untuk menilai mutu dari suatu
produk dan menawarkan saran-saran untuk peningkatannya.
c. Pengendalian melalui Pengambilan Contoh
Pengambilan contoh secara acak untuk memilih sebagian produk yang
diproduksi dan melakukan pengujian untuk memastikan apakah produk telah
memenuhi standar mutu.
d. Pengendalian melalui Pengawasan Keluhan
Mutu produk yang telah terjual dapat dinilai melalui pengawasan proporsi
produk yang dikembalikan atau dengan melacak keluhan-keluhan dari
pelanggan.
e. Memperbaiki Kekurangan
Tujuan dari proses pengendalian mutu tidak hanya untuk mendeteksi
kekurangan mutu namun juga untuk memperbaikinya. Jika bahan baku tidak
memenuhi syarat menjadi penyebab kekurangan mutu, perusahaan dapat
meminta pemasok yang ada memperbaiki mutunya atau bahkan dapat
memperoleh bahan baku dari pemasok lain di masa mendatang. Jika
penyebabnya adalah hasil kerja karyawan, perusahaan perlu melatih ulang
atau memperingatkan karyawan tersebut. Jika penyebab kekurangan mutu
adalah mesin yang digunakan saat proses produksi maka perusahaan perlu
mengganti mesin tersebut atau melakukan perbaikan.
f. Para Pemenang Malcolm Baldrige National Quality Awards
Perusahaan-perusahaan yang memenangkan National Quality Awards
menggunakan inovasi untuk meningkatkan mutunya. Stoner adalah bisnis
terkecil yang pernah memenangkan Baldrige Quality Awards. Perusahaan ini
hanya memiliki 48 karyawan. Stoner menciptakan suatu sistem peranti lunak
untuk mengintegrasikan produksi, persediaan dan distribusinya. Jadi,
keputusan-keputusan distribusinya dapat dibuat dengan informasi terbaru
mengenai produksi dan persediaan.

6. Metode-Metode Untuk Meningkatkan Efisiensi Produksi

Perusahaan selalu berusaha untuk meningkatkan efisiensi produksi


(production efficiency)nya, yaitu diindikasikan engan biaya yang lebih rendah untuk
jumlah output dan tingkat mutu tertentu. Para manjaer teerus mencari jalan untuk
mengelola manusia dan berbagai sumber daya lainnya dengan cara yang dapat
meningkatkan efisiensi produksi. Perusahaan menyadari adanya kebutuhan untuk
terus melakukan peningkatan karena pesaing-pesaing lain dapat menjadi lebih efisien
dan akhirnya mampu mengambil alih bisnis

Efisiensi produksi adalah hal yang penting bagi perusahaan-perusahaan jasa sekaligus
pula perusahaan manufaktur. Sebagai contoh, maskapai penerbangan memerlukan
efisiensi dalam memberikan jasa menerbangkan para penumpang dari satu lokasi ke
lokasi lainnya sehingga mereka dapat menimbulkan beban yang rendah.

Banyak perusahaan menentukan tujuan efisiensi produk dengan menggunakan tolok


ukur (benchmark), yaitu metode pengevaluasian kinerja dengan melakukan
perbandingan terhadap beberapa tingkat (tolok ukur) tertentu—biasanya, suatu
tingkat yang telah dicapai oleh perusahaan lain. Manajer puncak di beberpa
perusahaan menentukan targer (tujuan) efisiensi produksi yang dapat dicapai dengan
kondisi yang ada sekarang. Target-targe ini disebut sebagai target regang (stretch
target) karena mereka tertarik dengan hal yang di luar biasanya. Target renggang
dapat dibuat sebagai jawaban atas adanya penurunan pangsa pasar atau kinerja
perusahaan.

Perusahaan dapat meningkatkan efisiensi produksi melalui metode-metode berikut:

1) Teknologi

Perusahaan dapat meningkatkan efisiensi produksinya dengan menerapkan teknologi


baru. Mesin-mesin baru yang menggunakan teknologi yang telah dikembangkan
dapat melakukan pekerjaan dengan lebih cepat.

Banyak proses produksi telah terotomatisasi (automated) atau dengan kata lain,
pekerjaan –pekerjaannya telah diselesaikan oleh mesin tanpa menggunakan tenaga
manusia, maka otomatisasi dapat meningkatkan efisiensi produksi.

a. Untuk dapat secara efektif memanfaatkan keuntungan dari otomatisasi berikut


beberapa panduan yang sebaiknya dipertimbangkan :
1. Rencana. Otomatisasi pada umumnya tidak akan mempercepat pekerjaan
begitu saja, sebagai gantinya otomatisasi mengharuskan perusahaan
menghilangkan beberapa langkah produksi. Perencanaan adalah hal yang
perlu dilakukan untuk memutuskan bentuk otomatisasi yang paling tepat.
2. Menggunakan otomatisasi di tempat yang memberikan manfat terbesar.
Melakukan alokasi otomatisasi secara merata pada seluruh bagian proses
produksi bisa jadi merupakan hal yang kurang efisien. Beberapa pekerja
tidak mampu menggunakan komputer untuk jenis pekerjaan yang mereka
lakukan
3. Pelatihan. Untuk memastikan otomatisasi yang telah ditetapkan dapat
dimanfaatkn secara efektif, setiap pekerja yang menggunaka kmputer atau
mesin baru seharusnya mendapat pelatihan.
4. Terus melakukan evaluasi biaya dan manfaat. Dengan memperhitungkan
biaya dan manfaat otomatisasi, sebuah perusahaan dapat memutuskan
untuk menerapkan tambahan otomatisasi atau mengubah otomatisasi yang
sudah ada.

Internet. Kebanyakan peningkatan produktivitas yang terjadi belakangan ini dapat


dikaitkan dengan internet. Khususnya pada kemempuannya untuk meningatakn arus
informasi dan komunikasi di antara karyawan perusahaan, dan juga diantara
perusahaan dengan para pemasoknya.

2) Skala Ekonomis

Perusahaan juga dapat mengurangi biaya dengan mencapai skala ekonomis


(economics of scale), yaitu biaya rata-rata yang lebih rendah yang timbul akibat
melakukan produksi dalam jumlah yang lebih besar. Dua jenis biaya yang terkait
dalam produksi suatu produk :

a. Biaya tetap (fixed cost) adalah beban-beban oerasi yang tidak dapat
mengalami perubahan ebagai akibat dari jumlah poduk yang di produksi.
b. Biaya variabel (variable costs) adalah beban-beban operasi yang berubah
secara angsung mengikuti jumlah produk yang di produksi. Seiring dengan
kenaikan output, maka biaya variabel juga akan ikut mengalami kenaikan,
tetapi biaya tetap akan konstan. Biaya rata-rata per unit umunya akan
menurun seiring dengan meningkatnya output bagi perusahaan-perusahaan
yang memiliki biaya tetap yang tinggi.

Jumlah unit terjual dimana total pendapatan sama dengan total biaya disebut sebagai
titik impas (break-even point—BEP)

3) Restrukturisasi

Restrukturisasi (restructurization) berkaitan dengan perubahan proses produksi


sebagai salah satu usaha untuk meningkatkan efisiensi. Kerika restrukturisasi
mengurangi beban produksi barang atau jasa, maka restrukturisasi dapat
meningkatkan laba perusahaan dan oleh karena itu meningkatkan nilai perusahaan
tersebut.

Rekayasa ulang (reengineering), yaitu perencanan ulang struktur organisasi dan


operasi sebuah perushaan. Rekayasa ulang dapat mengakibatkan terjadinya beberapa
perubahan kecil.

Perampingan. Ketika perusahaan melakukan restrukturisasi, pada umumnya


perusahaan juga akan melakukan perampingan (downsizing) atau dengan kata lain
pengurangan umlah karyawan. Perusahaan akan menentukan berbagai posisi jabatan
yang dapat dihilangkan tanpa memengaruhi volume atau mutu produk yang dihasilan.
Beberpa perampingan terjadi sebagai akibat dari teknologi karena proses produksi
yang terotomatisasi telah menggantikan sumber daya manusia. Akan tetapi banyak
perusahaan melakukan perampingan bahkan ketika mereka idak memiliki rencana
unk megotomatisasi proses produksinya
Akibat-akibat yang merugikan bagi perampingan :

1. Mungkin ada biaya yang terkait dengan penghilangan posisi-posisi jabatan


2. Mungkin akan terdapat biaya yang dapat dikaitkan dengan biaya pelatihan
beberapa karyawan yang masih ada mengalami perluaan tanggung jawab.
3. Jika karyawan yang masih ada merasa yakin bahwa posisi mereka saat ini
mungkin nantinya akan dihapuskan, moral akan turun, sehingga
mengakibatkan turunnya kinerja
4. Perampingan dapat mengakibatkan penurunan mutu, karena para karyawan
yang masih tersisa dapat diberkan lebih banyak pekerjaan dan mungkin tidak
dapat mendeteksi terjadinya kekurangan dalam proses produksi.

Anoreksia perusaaan (corporate anorexia) adalah perusahaan yang terobsesi untuk


menghilangkan komponen-komponennya yang tidak efisien sehingga melakukan
perampingan yang berlebihan.

Integrasi pekerjaan-pekerjaan produksi

proses produksi terdiri atas pekerjaan pekerjaan yang saling berkaitan, sehingga
masing-masing pekerjaan dapat diselesaikan hanya jika pekerjaan pekerjaan lainnya
telah diselesaikan. Oleh sebab itu, perusahaan akan mengawasi apa yang disebut
sebagai rantai pasokan (supply chain) atau proses dari sejak awal proses produksi
hingga produk sampai ke tangan pelanggan. Perusahaan yang menghasilkan produk
akan menentukan lokasi untuk melakukan produksi, mempekerjakan karyawan,
membuat stasiun kerja, serta menentukan desain dan tata ruang yang akan
memastikan produksi secara efisien.

Bagaimana Kerusakan Dapat Mengganggu Jalannya Proses Produksi

1. Mesin yang digunakan oleh karyawan dalam proses produksi dapat


mengalami kerusakan
2. Bahan baku yang dibutuhkan di beberapa stasiun yang berbeda di sepanjang
lini perakitan tidak diterima pada tepat waktunya, sehingga menghentikan
produksi di stasiun tersebut dan di stasiun-stasiun setelahnya dalam lini
perakitan
3. Beberapa orang karyawan yang diberi tugas melakukan pekerjaan pada lini
perakitan tersebut jatuh sakit atau berhenti, sehingga produksi mengalami
kelambatan kecuali jika cepat ditemuakan penggantinya
4. Pengendalian mutu atau proses dapat meminta suatu pekerjaan dilakukan
ulang, sehingga mengganggu jalannya proses karena pekerjaan sesudahnya
tidak akan diselesaikan sampai pekerjaan yang diminta telah dilakukan
dengan benar