Anda di halaman 1dari 5

Uji Validitas

Langkah awal yang perlu dilakukan sebelum analisis adalah uji validitas data.

Validitas adalah ketepatan atau kecermatan suatu instrumen dalam mengukur apa

yang ingin dukur. Dalam pengujian instrumen pengumpulan data, validitas bisa

dibedakan menjadi validitas faktor dan validitas item. Validitas faktor diukur bila item

yang disusun menggunakan lebih dari satu faktor (antara faktor satu dengan yang

lain ada kesamaan). Pengukuran validitas faktor ini dengan cara mengkorelasikan

antara skor faktor (penjumlahan item dalam satu faktor) dengan skor total faktor

(total keseluruhan faktor), sedangkan pengukuran validitas item dengan cara

mengkorelasikan antara skor item dengan skor total item. Tujuan uji validitas adalah

untuk mengetahui apakah angket yang digunakan benar-benar valid untuk

mengukur variabel yang diteliti. Rumus uji validitas yang digunakan adalah :
Dengan menggunakan rumus diatas diperoleh nilai r hitung masing-masing

pertanyaan sebagai berikut:

Catatan Sampel 20

Item Pertanyaan Nilai r hitung Keterangan


1 0.4756 Variabel X
2 0.6117 Variabel X
3 0.4905 Variabel X
4 0.5047 Variabel X
5 0.2554 Variabel X
6 0.5826 Variabel X
7 0.4760 Variabel X
8 0.5247 Variabel X
9 0.5141 Variabel X
10 0.5805 Variabel X
11 0.5826 Variabel Y
12 0.4760 Variabel Y
13 0.5247 Variabel Y
14 0.5141 Variabel Y
15 0.5805 Variabel Y
16 0.4756 Variabel Y
17 0.6117 Variabel Y
18 0.4905 Variabel Y
19 0.5047 Variabel Y
20 0.2554 Variabel Y

Untuk menilai validitas masing-masing item maka nilai r hitung akan

dibandingkan dengan nilai r tabel, dimana berdasarkan tabel koefisien korelasi nilai r

tabel untuk df (N-2) atau df (18) adalah 0,4683 uji (2 sisi dengan sig. 0,05). Jika r

hitung ≥ r tabel (uji 2 sisi dengan sig. 0,05) maka instrumen atau item-item

pertanyaan berkorelasi signifikan terhadap skor total (dinyatakan valid).


Item Pertanyaan Nilai r hitung Nilai r tabel Simpulan
1 0.4756 0.4683 Valid
2 0.6117 0.4683 Valid
3 0.4905 0.4683 Valid
4 0.5047 0.4683 Valid
5 0.2554 0.4683 Tidak Valid
6 0.5826 0.4683 Valid
7 0.4760 0.4683 Valid
8 0.5247 0.4683 Valid
9 0.5141 0.4683 Valid
10 0.5805 0.4683 Valid
11 0.5826 0.4683 Valid
12 0.4760 0.4683 Valid
13 0.5247 0.4683 Valid
14 0.5141 0.4683 Valid
15 0.5805 0.4683 Valid
16 0.4756 0.4683 Valid
17 0.6117 0.4683 Valid
18 0.4905 0.4683 Valid
19 0.5047 0.4683 Valid
20 0.2554 0.4683 Tidak Valid

Dari uraian tabel diatas terdapat 2 item pertanyaan tidak valid, dan

sisanya valid semua. Pada uji berikutnya 2 item yang tidak valid tersebut tidak

ikut dihitung.

Uji Reliabilitas

Dalam penelitian ini, uji reliabilitas setiap variabel diukur dengan

menggunakan Cronbach’s alpha. Ada tiga alasan peneliti menggunakan uji

Cronbach’s alpha. Pertama, karena teknik ini merupakan teknik pengujian

keandalan kuesioner yang paling sering digunakan (Bryman dan Bell, 2007:

176). Kedua, dengan melakukan uji  Cronbach’s alpha maka akan terdeteksi

indikator-indikator yang tidak konsisten (Malhotra, 2012: 289). Ketiga, pada


penelitian sebelumnya oleh Elsingerich dan Rubera (2010), uji keandalan

yang digunakan dengan menggunakan Cronbach’s alpha.

  Ganjil Genap
Ganjil 1
Genap 1 1

Dari hasi hitung diperoleh hasil uji reliabilitas sebesar 1, yang berarti sangat

andal.

Nilai Cronbach’s Alpha Tingkat Keandalan

0.0 - 0.20 Kurang Andal

>0.20 – 0.40 Agak Andal

>0.40 – 0.60 Cukup Andal

>0.60 – 0.80 Andal

>0.80 – 1.00 Sangat Andal