Anda di halaman 1dari 1

Wanita yang paling mulia adalah yang meminta Mahar paling sedikit dan

Pria yang paling mulia adalah yang memberikan mahar banyak meskipun diminta sedikit

Di dalam agama, “Sebaik-baiknya pernikahan adalah yang serendah-rendahnya Mahar”

Realita dalam kehidupan saat ini yaitu adat selalu menjadi keutamaan dari pada agama,
sehingga menjadikan anak wanitanya itu sebagai alat pemuas untuk menunjukkan kekayaan
dan kemewahan, terutama pada saat pernikahan”

Sekarang dosa nya anak bapak yang nanggung, tp setelah menikah nanti sdh saya yg
menanggung dosanya setelah ijab qabul saya lafadzkan

Janji Allah surah an-nur: 32

“dan nikahkanlah orang-orang yang masih membujang di antara kamu, dan juga orang-orang
yang layak (menikah) dari hamba-hamba sahayamu yang laki-laki dan perempuan. Jika
mereka miskin, Allah akan member kemampuan kepada mereka dengan karunia-Nya, dan
Allah Maha Luas (pemberian-Nya), Maha Mengetahui”.

An-nisa: 4

“Berikanlah mahar kepada wanita-wanita yang kalian nikahi sebagai pemberi dengan penuh
kerelaan.”

Tidak boleh mempersulit pernikahan hanya karena MAHAR

Melengkapi/menyempurnakan separuh agama

Dimata Allah hanyalah orang bertakwa yang dimuliakan

Ana hanya perlu pendamping dan pembimbing untuk anak-anak ana kelak

Allah lebih menyukai wanita yang cantik akhlaknya

Perbedaan akan membuat kita saling melengkapi dan saling mengisi kekurangan