Anda di halaman 1dari 3

STRUKTUR PERKEMBANGAN TUBUHAN I (SPT I)

TUGAS INDIVIDU 2

NAMA : PUTRI JAUHARO TUHFATUL IZZAH

NIM : 182500018

SOAL

1. Beri gambar dan keterangan struktur tumbuhan Gymnospermae


2. Uraikan perkembangan dr Gymnospermay
3. Uraikan peranan Gymnospermae bagi manusia hubunkan dg struktur tubuhnya

JAWABAN

1. Struktur Gymonspermae

Gambar pada tumbuhan pinus

Tumbuhan Gymnospermae ialah tumbuhan berkayu dengan bentuk tubuh pada


umumnya ialah pohon besar. Bagian kayu tersebut adalah berkas pembuluh angkut
kolateral terbuka. Ketika batang dipotong secara melintang atau penampang melintang
batang tumbuhan Gymnospermae, berkas angkut tersebut akan terlihat seperti
tersusun dalam suatu lingkaran. Batang pun mengalami penebalan atau pertumbuhan
sekunder, karena batang pada tumbuhan Gymnospermae mempunyai kambium.
Salah satu ciri tumbuhan Gymnospermae ialah mempunyai berkas pengangkut
yakni berupa xylem serta floem. Tapi, xylem pada Gymnospermae tidak mempunyai
pembuluh kayu melainkan hanya trakeid saja. Trakeid ialah sel xylem yang berfungsi
sebagai penunjang. Sementara, floem pada tumbuhan Gymnospermae tak ada sel
pengiring.

2. Perkembangan gymnospermae

Pohon pinus merupakan suatu sporofit. Sporofit pada sebagian besar spesies
mengandung konus serbuk sari dan konus yang berevolusi. Konus serbuk sari
mengandung ratusan mikrosporangia yang disimpan dalam daun reproduksi kecil
yang disebut sporofit. Sel-sel dalam mikrosporangia mengalami pembelahan meiosis
yang menghasilkan mikrospora haploid yang berkembang menjadi butiran serbuk sari.
Suatu konus yang berevolusi terdiri atas banyak sisik (sporofil) yang masing-masing
sporofil mengandung dua bakal biji. Masing-masing bakal biji memiliki sporangium
yang disebut nuselus yang terbungkus dalam lapisan integumen dengan sebuah
mikropil.

Selama penyerbukan, serbuk sari yang dihembuskan oleh angin jatuh pada
konus yang berevolusi dan ditarik ke dalam bakal biji melalui mikropil. Butiran
serbuk sari berkecambah dalam bakal biji. Pembuahan umumnya terjadi lebih dari
satu tahun setelah penyerbukan. Selama satu tahun, sel induk megaspora mengalami
pembelahan meiosis untuk menghasilkan empat sel haploid. Salah satu dari sel itu
bertahan hidup sebagai megaspora yang kemudian menjadi gametofit betina. Dua atau
tiga arkegonia masing-masing dengan sebuah sel telur berkembang di dalam gametofit
tersebut. Saat sel telur sudah siap dibuahi, dua sel sperma telah berkembang pada
gametofit jantan (butiran serbuk sari) dan tabung serbuk sari telah tumbuh melalui
nuselus sampai ke gametofit betina.

3. Peranan
1. Sebagai bahan makanan, misalnya pada Melinjo
2. Sebagai tanaman hias, misalnya pada tumbuhan Cemara
3. Sebagai bahan pembuat korek api, misalnya pada Pinus
4. Sebagai bahan pembuat obat dan kosmetik, misalnya pada tumbuhan Ginkgo
5. Sebagai bahan pembuat cat dan obat-obatan, misalnya pada tumbuhan Damar