Anda di halaman 1dari 11

MAKALAH

HUBUNGAN PEMERINTAH DAERAH DAN DPRD


Disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Hukum Pemerintahan Daerah
Dibawah bimbingan dosen
DEMI HAMZAH, S.H., M.H

Disusun oleh :
Heni Marlina (430200183414)

SEKOLAH TINGGI HUKUM GALUNGGUNG TASIKMALAYA


Jl.Lukmanulhakim No. 17 Tugujaya , Kec. Cihideung Tasikmalaya, Jawa Barat 46126 telp.
(0265) 330092
KATA PENGANTAR

Assalamualaikum wr.wb.
Bismillahirrahmanirrahim, puji syukur saya panjatkan kehadirat illahi rabbi, dengan
rahmatnya saya bisa menyelesaikan makalah mengenai Hubungan Pemerintah Daerah dan
DPRD, salah satu tugas untuk memenuhi mata kuliah Hukum Pemerintahan Daerah.
Tidak lupa saya sampaikan terimakasih kepada dosen pengampu mata kuliah Hukum
Internasional, DEMI HAMZAH, S.H., M.H dengan bimbingannya saya bisa memahami apa isi
dari makalah yang saya kerjakan.
Saya selaku penyusun mohon maaf apabila dalam isi makalah terdapat
kata/kalimat/maksud yang kurang tepat dari apa yang seharusnya, semoga makalah ini
bermanfaat bagi penyusun khusunya dan juga bagi pembaca umumnya, terimakasih
Wassalamualaikum, wr.wb.

Tasikmalaya, 2020
Penyusun

Heni Marlina
DAFTAR ISI
DAFTAR ISI.........................................................................................................................
KATA PENGANTAR..........................................................................................................
BAB I.....................................................................................................................................
PENDAHULUAN ...............................................................................................................
1.1 Latar Belakang.........................................................................................................
1.2 Rumusan Masalah...................................................................................................
1.3 Tujuan Penulisan.....................................................................................................
BAB II ..................................................................................................................................
PEMBAHASAN...................................................................................................................
2.1 Pengertian Pemerintah Daerah dan DPRD...........................................................
2.1.1 Tugas dan Wewenang....................................................................................
2.2 Hubungan Pemerintah Daerah dan DPRD...........................................................
2.3 Kondisi Objektif Kota/kabupaten Tasikmalaya...................................................
BAB III ...............................................................................................................................
3.1 Kesimpulan ..............................................................................................................
3.2 Saran.........................................................................................................................
DAFTAR PUSTAKA...........................................................................................................
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Menurut UU Pemerintah Daerah, Pemerintah Daerah adalah kepala daerah sebagai unsur
penyelenggara Pemerintahan daerah yang memimpin pelaksanaan urusan pemerintahan yang
menjadi kewenangan daerah otonom.
Dewan Perwakilan rakyat Daerah yang disingkat DPRD adalah lembaga perwakilan
rakyat daerah yang berkedudukan sebagai unsur penyelenggara Pemerintahan Daerah.
Jadi, kedua itu tentunya memiliki hubungan yang erat karena saling berhubungan antara satu
sama lain. Dimana pemerintah daerah akan terlaksana dengan adanya orang yang
menjalankannya salah satunya yaitu oleh DPRD, selaku lembaga perwakilan yang
menjalankan tugas pemerintah daerah. Sementara pemerintah daerah ini sebagai
penyelenggara pemerintahan dalam ruang lingkup daerah otonom.

1.2 Rumusan Masalah


1. Apa yang dimaksud Pemerintah Daerah dan DPRD?
2. Apa hubungan diantara keduannya?
3. Bagaimana kondisi objektif Kota/kabupaten Tasikmalaya?

1.3 Tujuan Penulisan


Supaya penyusun dapat memhami materi hubunngan pemerintah daerah dan DPRD, dan
mengetahui kondisi di daerah Tasikmalaya.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Penegrtian Pemerintah Daerah dan DPRD
Pemerintah Daerah di Indonesia adalah penyelenggara pemerintahan daerah menurut asas
otonomi dan tugas pembantuan dengan prinsip otonomi seluas-luasnya dalam sistem dan
prinsip Negara Kesatuan Republik Indonesia sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang
Dasar 1945. Pemerintah daerah adalah Gubernur, Bupati, atau Wali kota, dan Perangkat
Daerah sebagai unsur penyelenggara pemerintahan daerah.
Negara Kesatuan Republik Indonesia dibagi atas daerah-daerah provinsi. Daerah provinsi
itu dibagi lagi atas daerah kabupaten dan daerah kota. Setiap daerah provinsi, daerah
kabupaten, dan daerah kota mempunyai pemerintahan daerah yang diatur dengan undang-
undang.
Menurut UU Pemerintah Daerah, Pemerintah Daerah adalah kepala daerah sebagai unsur
penyelenggara Pemerintahan daerah yang memimpin pelaksanaan urusan pemerintahan yang
menjadi kewenangan daerah otonom. Dewan Perwakilan rakyat Daerah yang disingkat
DPRD adalah lembaga perwakilan rakyat daerah yang berkedudukan sebagai unsur
penyelenggara Pemerintahan Daerah.
2.1.1 Tugas dan Wewenang
Tugas dan wewenang pemerintah daerah tentunya ada banyak, berikut adalah
sebagian tugas dan wewenangnya :
 Pemerintah daerah bersama-sama DPRD mengatur (regelling) urusan pemerintahan
daerah yang menjadi kewenangannya. Pemerintah daerah mengurus (bestuur) urusan
pemerintahan daerah yang menjadi kewenangannya. Pemerintah daerah wajib
menyebarluaskan Perda yang telah diundangkan dalam Lembaran Daerah dan
Peraturan Kepala Daerah yang telah diundangkan dalam Berita Daerah.
 Pemerintah daerah dengan persetujuan DPRD dapat menerbitkan obligasi daerah
untuk membiayai investasi yang menghasilkan penerimaan daerah. Pemerintah
daerah dalam meningkatkan perekonomian daerah dapat memberikan insentif
dan/atau kemudahan kepada masyarakat dan/atau investor yang diatur dalam Perda
dengan berpedoman pada peraturan perundang-undangan.
 Pemerintah daerah wajib melaporkan posisi surplus/defisit APBD kepada Menteri
Dalam Negeri dan Menteri Keuangan setiap semester dalam tahun anggaran berjalan.
Pemerintah daerah mengajukan rancangan Perda tentang perubahan APBD, disertai
penjelasan dan dokumen-dokumen pendukungnya kepada DPRD.
 Pemerintah daerah dengan persetujuan DPRD dapat menerbitkan obligasi daerah
untuk membiayai investasi yang menghasilkan penerimaan daerah. Pemerintah
daerah dalam meningkatkan perekonomian daerah dapat memberikan insentif
dan/atau kemudahan kepada masyarakat dan/atau investor yang diatur dalam Perda
dengan berpedoman pada peraturan perundang-undangan. 1

2.2 Hubungan Pemerintah Daerah dan DPRD

Hubungan antara pemerintah daerah dan DPRD merupakan hubungan kerja yang
kedudukannya setara dan bersifat kemitraan. Kedudukan yang setara bermakna bahwa diantara
lembaga pemerintahan daerah itu memiliki kedudukan yang sama dan sejajar, artinya tidak
saling membawahi.

Hal ini tercermin dalam membuat kebijakan daerah berupa Peraturan Daerah. Hubungan
kemitraan bermakna pula bahwa antara Pemerintah Daerah dan DPRD adalah sama-sama mitra
kerja dalam membuat kebijakan daerah untuk melaksanakan otonomi daerah sesuai dengan
fungsi masing-masing sehingga antara kedua lembaga itu membangun suatu hubungan kerja
yang sifatnya saling mendukung bukan merupakan lawan ataupun pesaing satu sama lain dalam
melaksanakan fungsi masing-masing.

Undang-Undang No. 22 tahun 1999 tentang pemerintahan daerah direvisi dengan


Undang-Undang No. 32 tahun 2004 pada prinsipnya adalah mengatur penyelenggaraan
Hubungan DPRD dan Pemerintah Daerah dalam pemerintahan daerah yang lebih mengutamakan
pelaksanaan asas desentralisasi. Hal-hal yang mendasar dalam UU. No. 32 tahun 2004 tentang
pemerintahan daerah adalah mendorong untuk memberdayakan masyarakat, menumbuhkan
prakarsa dan kreativitas, meningkatkan peran serta masyarakat, mengembangkan peran dan
fungsi dewan perwakilan rakyat daerah. Salah satu replikasi dari Undang-Undang No. 32 tahun

1
https://id.wikipedia.org/wiki/Pemerintah_daerah_di_Indonesia
2004 tentang pemerintahan daerah adalah menyangkut hubungan antara lembaga legislatif dan
lembaga eksekutif di daerah yang peluangnya menjadi sangat dinamis. Undang-Undang No. 32
tahun 2004 memberikan tempat yang berbeda antara lembaga legislatif dan lembaga eksekutif.
Penyelenggaraan pemerintahan di pusat yang terdiri atas lembaga eksekutif, legislatif, dan
yudikatif, penyelenggaraan Pemerintahan Daerah dilaksanakan oleh DPRD dan kepala daerah.
DPRD dan kepala daerah berkedudukan sebagai unsur penyelenggara pemerintahan daerah yang
diberi mandat rakyat untuk melaksanakan Urusan Pemerintahan yang diserahkan kepada Daerah.
Dengan demikian maka DPRD dan kepala daerah berkedudukan sebagai mitra sejajar yang
mempunyai fungsi yang berbeda.

Di dalam pasal 24 ayat (1) dinyatakan setiap daerah dipimpin oleh kepala pemerintah
daerah yang disebut kepala daerah. Pada pasal 40 dinyatakan DPRD merupakan lembaga
perwakilan rakyat daerah dan berkedudukan sebagai unsur penyelenggara pemerintahan daerah.
Pemerintahan daerah adalah pelaksanaan fungsi-fungsi pemerintahan daerah yang dilakukan oleh
lembaga pemerintahan daerah yaitu pemerintah daerah dan dewan perwakilan rakyat daerah
(DPRD).Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah memberi
penegasan bahwa fungsi Pemerintah Daerah sebagai badan eksekutif dan DPRD sebagai badan
legislatif daerah. Ketegasan berkaitan dengan fungsi kedua lembaga ini memberi manfaat bagi
proses demokratisasi dalam penyelenggaraan pemerintahan di daerah. Ketegasan fungsi ini pula
memungkinkan terjadinya "check and balances" menuju tercapainya tata pemerintahan yang baik
(good governance), yakni pemerintahan yang partisipatif. adil, transparan dan akuntabel. 2

Pemerintah Daerah dan DPRD memiliki kedudukan yang sama dan sejajar. Itulah
sebabnya dalam pelaksanaan fungsi-fungsi keduanya secara bersama-sama membuat Peraturan
Daerah termasuk pembuatan kebijakan APBD. DPRD mempunyai fungsi pembentukan Perda,
anggaran dan pengawasan,. Dalam mengatur dan mengurus Urusan Pemerintahan yang menjadi
kewenangan Daerah tersebut, DPRD dan kepala daerah dibantu oleh Perangkat Daerah. Ini
berarti keduanya memiliki hubungan yang saling mendukung, bukan merupakan lawan atau
pesaing satu sama lainnya.

2
Jurnal Ilmu Pemerintahan Volume 8, Nomor 1, Januari 2015 (27-42)ISSN 1979-5645
Sebagai konsekuensi posisi DPRD sebagai unsur penyelenggara Pemerintahan Daerah
maka susunan, kedudukan, peran, hak, kewajiban, tugas, wewenang, dan fungsi DPRD tidak
diatur dalam beberapa undang-undang namun cukup diatur dalam Undang-Undang ini secara
keseluruhan guna memudahkan pengaturannya secara terintegrasi.3

2.3 Kondisi Objektif Kabupaten/Kota Tasikmalaya

Pada kondisi saat ini wilayah Tasikmalaya sedang digemparkan pada masalah Covid-19.
Yang tentunya sangat mempengaruhi pada perkembangan dalam segala aspek. Dalam masalah
pendidikan pembelajaran dilakukan melalui belajar online, pada tingkat kesehatan tentunya lebih
meningkat mengenai kebutuhan kesehatan dan untuk masalah perekonomian terjadi penurunan
untuk kaum buruh. Tetapi masyarakat tidak perlu mengkhawatirkan kondisi pangan terutama
beras apalagi sampai melakukan pembelian bahan pokok besar-besaran karena sampai dengan
bulan Mei 2020 kondisinya aman.

Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Tasikmalaya, Demi Hamzah Rahadian, memandang


eksekutif harus didorong agar bergerak lebih cepat untuk memutus rantai penyebaran Covid-19.
Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Tasikmalaya menegaskan bahwa saat ini sedang dihadapkan
pada persoalan kemanusiaan yang krusial, menurut Ketua Komisi I DPRD Kabupaten
Tasikmalaya ini untuk memutus rantai penyebaran covid-19 di Kabupaten Tasikmalaya,
anggaran apapun boleh dipakai untuk penanganan covid-19 selama tidak menyinggung
kepentingan rakyat.

Keputusan Bupati Tasikmalaya Nomor: 360/Kep. 98-BPBD/ 2020 Tentang Pembentukan


Gugus Tugas Percepatan Penanganan Corona Virus Disease (Covid-19) Kabupaten Tasikmalaya.
Salah satu tugas dan fungsi dari Gugus Tugas tersebut yaitu mempercepat penanganan Covid-19
melalui sinergi antar institusi, lembaga, dan perangkat daerah. Percepatan penanganan covid-19
tersebut salah satunya penyemprotan desinfektan ke tiap-tiap desa di Kabupaten Tasikmalaya.
Selain itu juga Bupati memerintah untuk mendirikan Posko Tim Reaksi Cepat Covid-19
Kampung Siaga Bencana, posko siap siaga selama 24 Jam yang bertujuan apabila ada
masyarakat yang mudik dari perantauan. Pihak Desa menyarankan agar masyarakat dapat
melakukan Isolasi Mandiri untuk berdiam diri dirumah.

3
https://www.jogloabang.com/pustaka/uu-23-2014-pemerintahan-daerah
Untuk wilayah Kota Tasikmalaya di bagian perbatasan dijaga ketat selama karantina
wilayah parsial. Di hari pertama karantina wilayah parsial yang ditetapkan Pemerintah Kota
(Pemkot) Tasikmalaya, Selasa (31/3/2020), sejumlah perbatasan kota dijaga ketat petugas
gabungan dari TNI, Polri, Satpol PP, Dinas Perhubungan, dan Dinas Kesehatan. Setiap
kendaraan baik kendaraan pribadi, kendaraan logistik maupun kendaraan umum yang memasuki
Kota Tasikmalaya, diperiksa petugas. Seperti yang nampak di pos penjagaan Karangresik,
Kecamatan Cipedes, yang merupakan wilayah perbatasan Kota Tasikmalaya dan Kabupaten
Ciamis. Petugas memeriksa kondisi kesehatan pengemudi dan penumpang kendaraan. Mereka
juga didata dan ditanya keperluan masuk wilayah Kota Tasikmalaya. Sementara itu, Wakil Wali
Kota Tasikmalaya Muhammad Yusuf menuturkan, pihaknya menerapkan karantina wilayah
parsial semata untuk menekan peredaran Covid-19 di Kota Tasikmalaya dengan memeriksa
kendaraan dan masyarakat yang hendak masuk wilayah Kota Tasikmalaya.4

4
https://www.ayobandung.com/read/2020/04/01/84509/perbatasan-kota-tasikmalaya-dijaga-
ketat-selama-karantina-wilayah-parsial
BAB III

PENUTUP

3.1 Kesimpulan

Hubungan antara pemerintah daerah dan DPRD merupakan hubungan kerja yang
kedudukannya setara dan bersifat kemitraan. Kedudukan yang setara bermakna bahwa diantara
lembaga pemerintahan daerah itu memiliki kedudukan yang sama dan sejajar, artinya tidak
saling membawahi. Itulah sebabnya dalam pelaksanaan fungsi-fungsi keduanya secara bersama-
sama membuat Peraturan Daerah termasuk pembuatan kebijakan APBD. DPRD mempunyai
fungsi pembentukan Perda, anggaran dan pengawasan,. Dalam mengatur dan mengurus Urusan
Pemerintahan yang menjadi kewenangan Daerah tersebut, DPRD dan kepala daerah dibantu oleh
Perangkat Daerah. Dan untuk kondisi objektif Tasikmalaya saat ini sedang digemparkan pada
masalah Covid-19. Yang tentunya sangat mempengaruhi pada perkembangan dalam segala
aspek. Masyarakat banyak mengeluh atas adanya masalah ini, sebab menurutnya memperlambat
kinerja yang sedang dijalankan. Maka dari itu pemerintah daerah dan DPRD sebagai wakil
rakyat nya harus dapat mengayomi masyrakat lebih baik.

3.2 Saran

Menurut penyusun menegnai hukum pemerintah daerah supaya dapat membaca sumber
dari yang lainnya, untuk tidak mengacu hanya pada makalah ini. Sehingga dapat memahami
pemerintah daerah lebih jelas.
DAFTAR PUSTAKA

https://id.wikipedia.org/wiki/Pemerintah_daerah_di_Indonesia
Jurnal Ilmu Pemerintahan Volume 8, Nomor 1, Januari 2015 (27-42)ISSN 1979-5645
https://www.jogloabang.com/pustaka/uu-23-2014-pemerintahan-daerah
https://www.ayobandung.com/read/2020/04/01/84509/perbatasan-kota-tasikmalaya-dijaga-
ketat-selama-karantina-wilayah-parsial