Anda di halaman 1dari 7

1.

MM Zoonosis
1.1 Definisi
1.2 Klasifikasi (Agen penyebab)
1.3 Siklus Hidup (Bentuk infektif)
1.4 Cara penularan/ transmisi
1.5 Cara pencegahan

2. MM One Health
2.1 Konsep
2.2 Tujuan
2.3 Sejarah
2.4 Ruang lingkup
2.5 Hubungan One Health dengan Zoonosis

3. MM Pandangan Islam mengenai hewan kurban


3.1 Al-Qur’an
3.2 Al-Hadist
3.3 Ulama

MM ZOONOSIS
1. Definisi

Penyakit dan infeksi yang secara alamiah yang secara alamiah dipindahkan antara vetrebrata
dan manusia.

2. Klasifikasi berdasarkan Agen Penyebab.

a. Viral zoonosis
1. Rabies
2. Pseudowcopox
3. Japanese B Enchepalitis
4. Orf
5. Ebola
b. Bakterial zoonosis (termasuk Mycal zoonosis)
1. Antrhax
2. Erysipelas pada Hewan dan Manusia
3. Brucellosis
4. Salmonellosis
5. Streptococcosis
6. Zoonotic Tuberculosis
7. Campylobacteriosis
8. Leptospirosis
9. Listeriosis

c. Chlamidial dan Ricketsial zoonosis


1. Q Fever
d. Parasitical zoonosis
d.1. Protozoal zoonosis
1. Toxoplasmosis
2. Cryptosporidiosis
d.2. Helminth zoonosis
1. Taeniasis dan Cysticercosis
2. Fascioliasis
3. Schistosomiasis
d.3. Arthropodal zoonosis
a. Zoonotic Scabies

3 Siklus Hidup (Bentuk infektif)


a. Virus, contoh : Rabies.
Didalam siklus hidupnya, virus rabies akan melekat atau menempel pada dinding sel
inang, kemudian secara endositosis virus dimasukkan ke dalam sel inang. Pada tahap
penetrasi, virus masuk dan melakukan penyatuan diri dengan sel inang, kemudian terjadi
proses transkripsi dan translasi. Kompartemen struktural virus sudah terbentuk, dilanjutkan
dengan proses perakitan dan pelepasan virus dari sel inang untuk selanjutnya menginfeksi
inang lainnya. Keseluruhan proses dalam siklus hidup virus rabies ini berlangsung di dalam
sitoplasma.
b. Bakteri, contoh : Antrhax.
Bentuk infektif pada Bacillus Antrhaxis adalah spora.

c. Clamidial dan Ricketsia


d. Parasitical Zoonosis
d.1 Protozoa

d.2 Helmint
d.3 Antropodal Zoonosis
4. Cara penularan/ cara transmisi
a. Zoonosis Langsung (Direct Zoonosis)
Penularan penyakit dari satu vetebrata saja dan agen tidak mengalami perubahan bentuk
selama penularan. Contoh ; Rabies, Brucellosis, Leptospirosis d.l.l.

b. Cyclo Zoonoais
Siklo-zoonosisini dalam penularannya memerlukan lebih dari satu vertebrata, tetapi tidak
melibatkan invertebrata. Siklo Zoonosis dibagi menjadi dua :

b.1 Obligatory-Siklozoonosis
Pada jenis trnasmisi ini, manusia mutlak diperlukan sebagai tempat perindukan antara.
Contoh: T.saginata dan T. Solium

b.2 Cyclo-anthropozoonosis
Pada jenis transmisi ini manusia bukan merupakan suatu keharusan, malahan sering
merupakan pengecualian.

c. Meta-Zoonosis
Suatu transmisi penyakit yang di dalam penularannya memerlukan vertebrata mau pun
invertebrata. Di dalam invertebrata, agen penyebab dapat berkembang biak (sebagai
reservoir) atau bisa berkembang jadi phase lain (bukan reservoir). Metazoonosis ini
memerlukan periode ekstrinsik di dalam invertebrata sebelum berpisah ke induk semang
vertebrata. Berdasarkan jumlah induk semang vertebrata/invertebrata yang diperlukan maka
Metazoonosis dapat dibedakan atas 4 subtipe yaitu:
d. Sapro-zoonosis

5. Pencegahan
 Prosedur vaksinasi pre dan post exposure. (pada agen virus, Rabies).
 Mengisolasi hewan terjangkit penyakit.
 Memerhatikan higiene selama pemerahan (hewan penghasil susu).
 Pemberian disinfektan.
 Memasak dengan benar daging sapi, daging unggas, dan makanan laut serta
menghindari mengonsumsi makanan mentah atau daging yang kurang masak.
 Menjaga makanan agar tidak terkontaminasi hewan piaraan atau serangga.
 Mengendalikan zoonosis pada hewan dengan eradikasi atau eliminasi hewan yang
positif secara serologis dan melalui vaksinasi.
 Memantau kesehatan ternak dan tata laksana peternakan di tingkat peternak.
 Mensosialisasikan gejala klinis awal penyakit zoonosis di peternakan atau rumah
potong hewan dan sesegera mungkin melaporkan dan mengambil tindakan terhadap
ternak maupun pekerja yang tertular penyakit.
 Memperketat pengawasan lalu lintas ternak dengan menerapkan sistem karantina yang
ketat, terutama dari negara tertular.
 Melarang impor sapi dan produknya, pakan ternak, hormon, tepung tulang, dan gelatin
yang berasal dari sapi dari negara yang belum bebas penyakit menular.
 Menjaga kebersihan kandang dengan menyemprotkan desinfektan.
 Menggunakan alat pelindung seperti sarung tangan, masker hidung, kaca mata
pelindung, sepatu boot yang