Anda di halaman 1dari 11

Nama : Ilham Wahyu

Nim :160204058
Kelas :PSIK 4.2

SKENARIO PENGARAHAN (PENDELEGASIAN)


Skenario :Pengarahan (Pendelegasian) KarudanKatim

Kepala RuanganMemberikanPengarahan
di Ruang Rawat Dalam Rumah Sakit Sari Mutiara

Pemeran :
Kepala Ruangan : Sofan Hardi Fratama
Perawat Primer 1 : Imas Nurwati
Perawat Primer 2 : Resti Rizkika Aftortia
Perawat 1 : Joannisa Rismawati Arisona
Perawat 2 : Nur Fazriany
Perawat 3 : Iskandar Zulkarnaen Sababa
Perawat 4 : Emira Saidah Nurfildzah
Perawat 5 : Wilva Ulva Latifah
Perawat 6 : Fitriani Fauziyah Zein
Perawat 7 : Asri Mariparilah Permanasari
NASKAH ROLEPLAY

Di sebuah rumah sakit Surya Kencana di Ruang Penyakit Dalam kelas 3


yang terdiri dari 30 bed , pasien pria 12 orang dan pasien wanita 14 orang.
Terdapat pasien yang minimal care 5 orang, intermediate 14 orang dan total care 7
orang.

Terdapat pasien dengan penyakit gangguan sistem pernafasan dan


membutuhkan perawatan intermediate care. Setelah dilakukan beberapa
pemeriksaan ternyata pasien tersebut menderita BTA positif. Pasien seharusnya di
pindahkan ke ruang isolasi tetapi di ruangan tersebut penuh. Karena kejadian ini
sudah berulang beberapa kali maka diadakan rapat ruangan untuk memecahkan
masalah ini agar tidak terulang kembali.

Diruang Perawat..

Perawat 1 : Bu, pasien bernama Tn. X telah keluar hasil


pemeriksaan Radiologi dan laboratorium ternyata pasien
ini positif TBC paru dengan BTA positif, menurut ibu
bagaimana ? soalnya ruangan isolasi sudah penuh.

Perawat Primer 1 : Oh gitu yah, boleh saya lihat hasil pemeriksaannya ?


kalau gitu nanti saya bicarakan dengan kepala ruangan

Perawat primer menghampiri ruang kepala ruangan

Perawat Primer 1 : (mengetuk pintu) Assalammualaikum wr. wb

Kepala Ruangan : Waalaikumsalam, Masuk... Silahkan Duduk, ada apa ?


Perawat Primer 1 : Terimakasih Pak, begini Pak pasien bernama Tn. X
sudah ada hasil pemeriksaannya dan hasilnya pasien
positif TBC paru dengan BTA positif, sedangkan Ruang
Isolasi sudah penuh. Bagaimana pendapat Bapak
mengenai hal ini karena sudah sering terjadi kasus
seperti ini ?

Kepala Ruangan : Oh Begitu, Yasudah untuk sementara diruangan itu saja


dulu, karena tidak memungkinkan untuk dipindahkan ke
ruang Isolasi.

Perawat Primer 1 : Baik pak, terimakasih. Assalammualaikum wr. wb

Kepala Ruangan : Ya, Waalaikumsalam wr. wb

Perawat primer 1 meninggalkan ruangan.....

Di Ruangan Perawat, perawat primer 1 membicarakan dengan perawat


associate mengenai pasien bernama Tn. X yang didiagnosa menderita TBC paru
BTA positif

Perawat Primer 1 : Saya sudah konfirmasi dengan kepala ruangan, menurut


kepala ruangan pasien bernama Tn. X dirawat diruangan
itu saja, pasien dipindahkan apabila ruangan isolasi ada
yang kosong.

Perawat 1 : Bagaimana dengan pasien yang berada di ruangan


tersebut ?

Perawat 2 : Lalu bagaimana dengan perawat sendiri, sedangkan


untuk penggunaan masker dibatasi yaitu hanya untuk
ruangan isolasi saja ?

Perawat 3 : Jadi kalau keputusannya seperti itu maka APD kita


harus ditambah
Perawat Primer 1 : Iya , untuk sementara keputusan ini yang akan kita
laksanakan untuk yang lainnya saya akan konsultasi
kembali dengan kepala ruangan.

Pada saat sedang membicarakan hal itu perawat jaga siang sudah berada
diruangan dan mendengar apa yang dibicarakan dan mereka pun ikut berbicara.

Perawat 4 : Tapi bagaimana apabila Rumah Sakit menolak untuk


menambah jumlah Stok APD kita ?

Perawat 5 : Belum lagi, keluarga pasien yang lain komplain apabila


mengetahui ruangannya disatukan dengan pasien yang
memiliki penyakit menular.

Perawat primer 2 : iya kan hal ini sedang dibicarakan lagi kepada kepala
ruangan, kita tunggu saja hasilnya.

Diruang kepala ruangan...

Perawat primer 1 : Assalamualaikum wr. wb

Kepala ruangan : Waalaikumsalam wr. wb silahkan masuk

Perawat primer 1 : Pak bagaimana masalah pasien yang terkena penyakit


TBC ? perawat-perawat kita sudah komplain kalau harus
tetap diruangan itu, karena APD bagi perawat dibatasi,
Mereka takut tertular.

Kepala ruangan : Yasudah jika hal ini menjadi masalah bagi perawat
mungkin baiknya kita adakan rapat saja untuk mencari
penyelesaian masalah ini, mungkin waktunya besok saja
agar semua perawat hadir. Kira-kira jam 12.00 diruang
perawat.

Perawat primer 1 : Baik pak akan saya sampaikan kepada rekan-rekan saya
yang lain.
Perawat primer 1 meninggalkan ruang kepala ruangan dan menghampiri
perawat primer 2.

Perawat primer 1 : Bu kepala ruangan akan mengadakan rapat besok jam


12.00 siang untuk membahas masalah ini, tolong nanti
rekan-rekan yang lain beri tahu.

Perawat primer 2 : Iya baik nanti saya akan kasih tau kepada tim saya

Keesokan harinya diruang perawat rapat dimulai....

Kepala ruangan : (membuka acara rapat) assalamualaikum wr.wb

Staf : waalaikumsalamm wr.wb

Kepala ruangan : Terimakasih kepada rekan-rekan sejawat yang telah


beresedia hadir dalam rapat kali ini, hari ini kita akan
membahas beberapa hal mengenai masalah yang perawat
sampaikan kepada perawat primer diantaranya tentang
APD dan ruang isolasi. Baiklah kita langsung saja, disini
kita mempunyai pasien yang seharusnya dirawat diruang
isolasi tetapi ruangannya penuh sehingga pasien tersebut
masih dirawat bersama dengan pasien lain yang tidak
berpenyakit menular serta APD yang disediakan pihak
rumah sakit terbatas bagi perawat. Bagaimana pendapat
rekan-rekan mengenai masalah ini ? Agar ada jalan
keluar dan tidak ada masalah bagi kita semua.

Perawat 6 : Begini Pak, apakah kasus seperti ini harus selalu


dibiarkan dan pastinya akan berdampak untuk kita semua
dan juga para pasien disini.

Perawat 7 : Iya Pak, jika terus dibiarkan seperti ini BOR rumah
sakit akan semakin turun khususnya di ruang penyakit
dalam karena kurangnya ruangan isolasi
Perawat 3 : Lalu apabila Tn. X di biarkan di ruangan itu, maka
APD kita harus ditambah, masalahnya apakah rumah
sakit mengizinkannya ?

Perawat 1 : Terus nanti apabila keluarga pasien yang lain tahu


bahwa keluarganya disatukan dengan pasien yang
menderita TBC bagaimana ?

Perawat 4 : Terus apabila perawat disini tertular bagaimana ?

Perawat Primer 2 : Baik, kita pecahkan bersama-sama, bagaimana baiknya


agar tidak terjadi kesalahpahaman di antara kita. Saya
serahkan kepada bapak bagaimana baiknya.

Kepala Ruangan : Baik, saya tampung pendapat rekan-rekan, terimakasih


sudah mau menyampaikan pendapatnya. Kita akan bahas
satu persatu, untuk masalah APD mungkin saya akan
mengajukan kepada pihak rumah sakit apakah boleh
untuk menambah jumlah APD. Untuk pasien yang
disatukan dengan pasien yang terisolasi mungkin kita
menyekat bed dengan bed yang lain, jadi ada salahsatu
bed yang kosong. Untuk keluarga pasien sendiri kita
akan bicarakannya dengan musyawarah agar keluarga
pasien menggunakan masker pada saat berada dalam
ruangan.

Perawat 1 :
lalubagaimanajikasaatkitamemberitahutentangpenggunaa
n masker kepadakeluargapasien,
dankeluargapasienbertanyauntukapa masker itu,
kitaharusmenjawabapa?

Perawat 2 : Nah iya, apabilakitamemberitahukepadakeluargapasien


yang ada di ruanganitubahwaadapasien lain yang
mempunyaipenyakitmenularapatidakmelanggarprivasikli
en?

KepalaRuangan : Mungkinadarekan-rekandisini yang


dapatmemberikanmasukanuntukmengatasimasalah yang
ditanyakanolehperawat 1 dan 2?

Perawat 6 :
kalaumasukandarisayasaatkitaberitahusajabahwapenggun
aan masker
iniuntukmencegahterjadinyainfeksinosokomialkarenateta
pitidakmenuntutkemungkinanbahwakitatidaktertularpeny
akit yang ada di lingkunganruanganrumahsakit.

Perawat 7 : sayacukupsependapatdenganperawat 6,
intinyabagaimanacaranyakitamenjelaskankepadakeluarga
pasien yang sedangmenunggubahwapenggunaan masker
di lingkuprumahsakitadalahpenting agar
tidakterjadipenularanpenyakit.

Perawat 4 : tapikanmasalahnyauntuk APD


sendiribelumadakejelasandaripihakrumahsakitapakahRu
mahSakitbersediauntukmenambah APD.

KepalaRuangan : baik, terimakasihkepadarekan-rekan yang


telahmemberikanmasukannya.
InsyaAllohdarihasilrapatinisayaakanmengutarakansemua
pertanyaandankeluhandariapa yang kitabahashariini.

PerawatPrimer 2 : baiklah,
untukrapathariinimungkinkitacukupkansampaidisini,
apabilamasihadapertanyaanmaupunkeluhandapatditampu
ngduludandapatdibahas di
rapatselanjutnyasetelahadakeputusan yang
jelasuntukpenggunaan APD daripihakRumahSakit.

KepalaRuangan :
untukrapatselanjutnyanantisayaakanberitahusecepatnyam
elewatiperawat primer 1.
Terimakasihataswaktuluangnyamenghadirirapathariinida
nsemogaadatitikterangdarimasalahini.baiklah,
sayacukupkanrapathariini, wassalamualaikum. wr. wb

Staf : wa’alaikumsalam. wr. wb

Setelahkepalaruanganmembahasmasalah yang sedangterjadi di


ruangpenyakitdalamkelas 3 dengankepalaRumahSakit, kepalaruangan pun
memberitahukankepadaperawat primer 1 agar diadakanrapatkembali.

Perawat primer 1 : Bu, tadikepalaruangantelahmembahasmasalah yang


kemarinkitabahasdalamrapatbersamakepelaRumahsakit,
dankepalaruanganmemintahariini jam 14.00
diadakanrapat yang kedua,
tolongsampaikankepadasemuaperawatdiruangpenyakitda
lamkelas 3.

Perawat primer 2 : baikbusayaakaninformasikankepadasemuaperawat yang


ada di ruangpenyakitdalamkelas 3 agar
menghadirirapathariini.

Saatrapat

Kepala ruangan : (membuka acara rapat) assalamualaikum wr.wb

Staf : waalaikumsalamm wr.wb

Kepala ruangan : terimakasih kepada rekan-rekan sejawat yang telah


beresedia hadir dalam rapatkeduahari ini, hari ini kita
akan membahas dan memecahkan semua masalah yang
telah kita diskusikan saat rapat kemarin, untuk itu saya
persilahkan kepada perawat Primer 1 untuk menjadi
notulen rapat hari ini.

PerawatPrimer 1 : terimakasihkepadaBapakkepalaruangan,
baiklahmungkin yang pertamakitabahasmasalah APD,
bagaimana
pakapakahdaripihakrumahsakitmenyetujuitentangpenam
bahan APD terutama masker?

KepalaRuangan : untukpihakRumahSakit, Alhamdulillah setelah kami


berdiskusimerekamenyetujuipenambahan APD
karenadarurat, tetapisetelahmasalahiniselesai,
mungkinperaturan APD bahwadigunakanhanya di
ruangisolasiakanberlakukembali.

Perawat 2 : nah untukmasalah APD sudahdipecahkan

Perawat 3 :
berartitinggalkitamenginformasikankepadasetiapkeluarga
pasien agar menggunakan masker selamaada di
ruanganrumahsakit.

Perawat 7 : kalaubegitumasalahnyatinggalpasien yang


seharusnyadiisolasitetapiberada di
ruangpenyakitdalambagaimana,
apakahsudahadakeputusandarikepalarumahsakit?

Kepalaruangan : yamasalahitujugasudahibubicarakan,
daripihakrumahsakitakanmemberikanbeberaparuanganta
mbahanuntukkamar di ruangisolasi.

Perawat 6 : tetapiuntukpenambahanruangankanperluwaktu?
Sedangkanpasien yang seharusnya di
ruangisolasimasihada di ruangpenyakitdalam?
Kepalaruangan : yaitujugasudahsayapikirkan, nanti di
ruangpenyakitdalamkitabuatsekatuntukpasien yang
mengalamipenyakitmenularuntuksementarawaktusebelu
mdibuatruangisolasi yang baru. Mungkinkurangefektif,
dancukupsedikitmembuat repot perawat,
tetapidengancaraitumungkinpenyebaranpenyakitakanlebi
hbisadiminimalisir.

Perawat Primer 1 : bagaimana forum?


Apakahsetujudenganusulankepalaruangan,
atauadasanggahanataumemberitambahan?

Perawat 2 :
kalosayapribadisetujukarenamenurutsayamungkindengan
caraitu yang paling
efektifuntuksementarainiselagipihakrumahsakitmenyedia
kanruangantambahanuntukruangisolasi.

PerawatPrimer 1 : untukteman-teman yang lainbagaimana?

Staff : setuju ..

Perawat associate : baik,


telahdiputuskandaninitelahdisepakatibersamauntukmasal
ahinikitaanggap clear.
Sayakembalikankepadakepalaruangan

Kepalaruangan : terimakasihuntukperawat associate yang


telahmengaturjalannyarapathariini,
mungkintelahdisepakatibersamadansayaanggapmasalahi
ni clear dandapatjalankeluarnya. Apabiladarirekan-
rekansejawatada ide yang
lebihbaikbisalangsungbicaradengansaya.

Staff : BaikPak..
KepalaRuangan :nah sekarang, rekan-
rekanbisakembaliuntukmenyelesaikantugasnyamasing-
masing.

Setelahditemukanjalankeluarnyaperawat di ruangpenyakitdalam pun


tidakkhawatirtertularpenyakitlagikarenasudahmendapattambahan APD
daripihakRumahSakit. Sementaraituuntukpasiennyasendiritetapberada di
ruanganbiasanamundisekat, dankeluargapasien di beritahuuntukmengggunakan
masker saatsedangberkunjungataumenunggupasien agar tidaktertularpenyakit.