Anda di halaman 1dari 10

TEORI KEBUTUHAN DASAR MANUSIA

Mata Kuliah Keperawatan Kebutuhan Dasar Manusia 1

Disusun Oleh :

Wahyu Istiqomah (22020117140006)

A17

DEPARTEMEN ILMU KEPERAWATAN


FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS DIPONEGORO
SEMARANG
2019
11 POLA KEBUTUHAN DASAR MANUSIA
MENURUT GORDON

Gordon (1994) dalam Rahmah (2013) menyatakan bahwa asuhan keperawatan menggunakan
pola kesehatan fungsional berfokus pada fungsi normal klien, perubahan atau risiko terjadinya
perubahan fungsi normal tubuh. Teori Gordon lebih menggunakan istilah fungsional yang bermakna
berkaitan dengan fisiologis tubuh seperti pernapasan, detak jantung, fungsi saraf yang
dimanifestasikan sebagai respon manusia secara menyeluruh. (Siswoyo, 2007).

1. Pola Persepsi Kesehatan dan Manajemen Kesehatan


Mendeskripsikan pola kesehatan dan kesejahteraan klien dan bagaimana kesehatan
dikelola. Termasuk persepsi individu tentang status kesehatan dan relevansinya
dengan kegiatan saat ini dan perencanaan masa depan. Yang termasuk manajemen
risiko kesehatan individu dan kesehatan umum perawatan perilaku, seperti praktek-
praktek keselamatan dan kepatuhan terhadap promosi kegiatan kesehatan mental dan
fisik, resep medis atau perawat, dan tindak lanjut perawatan. Contohnya: keluhan
sewaktu mendapatkan perawatan, melakukan aktivitas untuk meningkatkan
kesehatan seperti latihan secara teratur, dan general check up.

2. Pola Nutrisi dan Metabolisme


Mendeskripsikan pola konsumsi makanan dan cairan berhubungan dengan kebutuhan
metabolisme dan pola petunjuk dari kebutuhan nutrisi. Termasuk pola konsumsi
makanan dan cairan individu: berapa kali makan sehari, jenis dan jumlah konsumsi
makanan dan cairan, preferensi makanan tertentu, dan penggunaan suplemen nutrien
atau vitamin. Menjelaskan pola menyusui dan pemberian makanan bayi. Mencakup
laporan dari setiap lesi kulit, kemampuan untuk menyembuhkan, dan ukuran suhu
tubuh, tinggi, dan berat badan. Contohnya: kondisi kulit, gigi, mulut, kuku, kesulitan
menelan, mual muntah, nafsu makan, diet, pola makan, membran mukosa; tinggi
badan dan berat badan.

3. Pola Eliminasi
Mendeskripsikan pola fungsi ekskresi (bowel, perkemihan, dan kulit). Mencakup
keteraturan individu merasakan fungsi ekskretoris, penggunaan rutinitas atau
pencahar untuk eliminasi usus, dan setiap perubahan atau gangguan dalam pola
waktu, cara ekskresi, kualitas, atau kuantitas eliminasi. Setiap perangkat yang
digunakan untuk mengontrol ekskresi juga termasuk di dalamnya. Contohnya:
frekuensi BAB, BAK, nyeri saat berkemih, warna urin dan feces, penggunaan
kateter, pola inout cairan, masalah bau badan, perspirasi berlebih.

4. Pola Aktifitas dan Latihan


Mendeskripsikan pola latihan, aktifitas, waktu luang, dan rekreasi. Termasuk
kegiatan sehari-hari yang memerlukan pengeluaran energi, seperti kebersihan,
memasak, belanja, makan, bekerja, dan pemeliharaan rumah. Yang termasuk adalah
jenis, jumlah, dan kualitas olahraga, termasuk olahraga, yang menggambarkan pola
khas untuk individu. Penekanan pada kegiatan penting atau signifikan dan ada
pembatasan. Faktor-faktor yang mengganggu dengan keinginan atau kegiatan yang
diharapkan untuk individu (seperti defisit dan kompensasi neuromuskular, dypsnea,
angina, atau otot kram saat aktivitas, dan klasifikasi jantung/paru, jika sesuai) juga
termasuk.
Kemampuan klien dalam menata diri dengan tingkat kemampuan mandiri :
a. Menggunakan alat bantu
b. Dibantu orang lain
c. Dibantu orang dan alat
d. Tergantung dalam melakukan ADL
e. Kekuatan Range of Motion.

5. Pola Kognitif dan Persepsi


Mendeskripsikan pola persepsi sensori dan pola kognitif. Termasuk kecukupan
model sensorik, seperti penglihatan, pendengaran, rasa, sentuhan, dan bau, dan
kompensasi atau prostesis yang saat ini digunakan. Laporan persepsi rasa sakit dan
bagaimana rasa sakit yang dikelola. Termasuk juga kemampuan fungsional kognitif
seperti bahasa, memori, penilaian, dan pengambilan keputusan. Contohnya:
penglihatan, pendengaran, pengecapan, sentuhan, manajemen nyeri; fungsi kognitif
seperti bahasa, memori terhadap peristiwa yang telah lama atau baru terjadi,
kemampuan menilai nyeri dengan skala 0-10, serta pengambilan keputusan.

6. Pola Tidur dan Istirahat


Mendeskripsikan pola tidur, istirahat, dan relaksasi. Termasuk pola periode tidur dan
istirahat / relaksasi selama 24 jam. Termasuk persepsi kualitas dan kuantitas tidur dan
istirahat, persepsi tingkat energi setelah tidur, dan setiap gangguan tidur. Termasuk
juga alat bantu untuk tidur seperti obat atau waktu malam, rutinitas yang digunakan
individu. Contohnya: persepsi klien mengenai persepsi kualitas tidur (ada masalah
atau tidak, insomnia tidak, mimpi buruk, efek penggunaan obat, kuantitas tidur dan
energi, serta alat-alat bantu tidur yang biasa digunakan.

7. Pola Persepsi Diri dan Konsep Diri


Mendeskripsikan pola persepsi diri dan konsep diri (contoh, kenyamanan tubuh,
gambaran diri, keadaan perasaan). Termasuk sikap individu tentang diri, kemampuan
persepsi (kognitif, afektif, atau fisik), citra tubuh, identitas, pengertian umum dari
nilai, dan pola umum emosional. Postur tubuh dan gerakan, kontak mata, suara, dan
termasuk pola bicara.

8. Pola Peran dan Hubungan


Mendeskripsikan pola keterlibatan peran dan hubungan. Termasuk persepsi individu
dari peran utama dan tanggung jawab dalam situasi kehidupan saat ini. Kepuasan
atau gangguan dalam keluarga, pekerjaan, atau hubungan sosial dan mencakup
tanggung jawab yang terkait dengan peran-peran ini. Contohnya: persepsi terhadap
peran utama dan tanggung jawab (ayah, suami, pedagang, dll), kepuasan terhadap
keluarga, pekerjaan atau hubungan sosial, tingkah laku yang agresif/ pasif terhadap
orang lain, masalah keuangan.

9. Pola Seksualitas dan Reproduksi


Menjelaskan pola kepuasan atau ketidakpuasan dengan seksualitas; menggambarkan
pola reproduksi. Sertakan kepuasan yang dirasakan individu atau laporan gangguan
dalam seksualitasnya. Mencakup juga tahap reproduksi wanita (premenopause atau
pascamenopause) dan setiap masalah yang dirasakan. Contohnya: jumlah anak dan
riwayat kehamilan dan persalinan, kesulitan terhadap fungsi seksual; kepuasan
terhadap hubungan seksual.

10. Pola Koping dan Toleransi Stess


Menjelaskan pola koping umum dan efektivitas pola dalam hal toleransi stres.
Termasuk cadangan individu atau kapasitas untuk menolak tantangan untuk integritas
diri, cara penanganan stres, keluarga atau sistem pendukung lainnya, dan kemampuan
yang dirasakan untuk mengelola situasi penuh tekanan. Contohnya: cara klien dalam
menangani stress bisa dengan menangis, bercerita, makan, curhat, berlibur,
ketersediaan sistem pendukung, kemampuan untuk mengontrol atau mengatur situasi.

11. Pola Nilai dan Kepercayaan


Data mengenai pola nilai-kepercayaan menjelaskan pola nilai-nilai, tujuan, atau
keyakinan (termasuk spiritual) yang memandu pilihan atau keputusan. Termasuk apa
yang dianggapi penting dalam hidup, kualitas hidup, dan setiap konflik yang
dirasakan dalam nilai-nilai, keyakinan, atau harapan yang terkait dengan kesehatan.
Contohnya: kegiatan keagamaan; nilai keyakinan yang tidak sesuai dengan
kesehatan.
14 KEBUTUHAN DASAR MANUSIA MENURUT VIRGINIA HEDERSON

Virgina Henderson memperkenalkan Defenition of Nursing (defenisi keperawatan). Ia


menyatakan bahwa defenisi keperawatan harus menyertakan prinsip-prinsip kesetimbangan
psikologis. Kemudian Henderson mengemukakan sebuah defenisi keperawatan yang ditinjau
dari sisi fungsional. Menurutnya, tugas unik seorang perawat adalah membantu individu, baik
dalam keadaan sakit ataupun sehat, melalui upaya melaksanakan berbagai aktivitas guna
mendukung kesehatan dan penyembuhan individu atau proses meninggal dengan damai, yang
dapat dilakukan secara mandiri oleh individu saat ia memiliki kekuatan, kemampuan,
kemauan, atau pengetahuan untuk melakukannya.

Definisi keperawatan Henderson yang menyatakan “Keperawatan yang utamanya


adalah membentu individu baik sakit maupun sehat dengan tindakan-tindakan yang
memebrikan kontribusi bagi kesehatan atau kesembuhan atau bahkan suatu kematian yang
didorong dengan kekuatan, keinginan, dan pengetahuan. Keperawatan merupakan kontribusi
yang bersifat unik untuk membantu individu agar mandiri dengan memberikan bantuan
seperlunya” (Harmer dan Henderson, 1955; Henderson, 1996).

Selain itu, Henderson juga mengembangkan sebuah model keperawatan yang dikenal
dengan “The Activities of Living”. Model ini menjelaskan bahwa tugas seorang perawat
adalah membantu individu dalam meningkatkan kemandiriannya secepat mungkin.
Henderson menyatakan bahwa kebutuhan dasar manusia terdiri dari 14 komponen. Keempat
belas komponen tersebut adalah sebagai berikut :

1. Bernapas dengan normal


a) Kemampuan klien dalam melakukan inspirasi dan ekspirasi tanpa adanya alat
bantu pernapasan
b) Frekuensi pernapasan klien baik
c) Volume tidal normal
d) Klien tidak mengalami sesak napas

2. Kebutuhan akan nutrisi (Makan dan minum dengan cukup)


a) Kemampuan klien dalam memenuhi kebutuhan makan dan minumnya sesuai
dengan porsi yang dibutuhkan
b) Menentukan makanan dan minuman yang memenuhi syarat kesehatan, seperti
makanan yang berserat, bergizi, dan minuman yang mengandung berbagai
mineral yang dibutuhkan oleh tubuh
c) Kemampuan klien untuk mengolah/memasak dan menyiapkan makanannya
sendiri

3. Eliminasi (Membuang kotoran tubuh)


a) Klien dapat melakukan BAK dan BAB teratur dan normal
b) Fungsi organ-organ yang digunakan untuk eliminasi normal
c) Keseimbangan asupan dan keluaran cairan setiap harinya

4. Mobilisasi (Bergerak dan menjaga posisi yang diinginkan)


a) Kemampuan klien dalam menjalankan aktivitas seperti duduk, berjalan
maupun gerakan lainnya
b) Latihan dan toleransi aktivitas fisik untuk membuat kondisi tubuh
meningkatkan kesehatan dan mempertahankan kesehatan jasmani
c) Melakukan latihan atau olahraga untuk dapat meningkatkan kemampuan otot

5. Tidur dan istirahat


a) Pola tidur yang baik
b) Jumlah/waktu yang dibutuhkan untuk tidur tercukupi
c) Kualitas tidur yang baik
d) Intensitas istirahat tidur pasien yang baik
e) Terciptanya lingkungan yang nyaman agar klien dapat beristirahat dengan
tenang.

6. Kebutuhan berpakaian
a) Klien dapat memakai pakaiannya sendiri tanpa kesulitan
b) Mampu memilih pakaian yang sesuai untuknya
c) Kerapian dalam berpakaian

7. Suhu tubuh
a) Suhu tubuh normal antara rentang 36,50C-37,50C
b) Menjaga suhu tubuh dalam batas normal dengan meningkatkan atau
mengurangi aktivitasnya
c) Klien mampu menyesuaikan suhu tubuhnya dengan lingkungan
d) Terciptanya kelembapan dan pergerakan udara yang baik

8. Kebersihan tubuh
a) Tidak mengalami kesulitan dalam memelihara dirinya tetap bersih dan terawat
b) Dapat melindungi integument
c) Mengetahui dan memahami tentang konsep-konsep kesehatan
d) Mampu dalam melakukan rutinitas perawatan diri (mandi dan keramas)

9. Kebutuhan rasa aman dan nyaman (Menghindari bahaya lingkungan yang


bisa melukai)
a) Terciptanya lingkungan yang aman dan nyaman bagi klien
b) Adanya pencegahan terhadap aktivitas yang dapat melukai dan mencelakai
c) Adanya perlindungan klien dari trauma dan bahaya yang timbul dan faktor-
faktor yang membuat klien merasa tidak nyaman
f) Pencahayaan yang adekuat dapat mengurangi bahaya fisik

10. Berkomunikasi dengan orang lain dalam mengungkapkan emosi, kebutuhan,


rasa takut, atau pendapat
a) Berkomunikasi dengan orang lain dapat mengekspresikan emosi, keinginan,
rasa takut dan pendapat
b) Mampu bertutur kata dengan baik
c) Kemampuan dalam menemukan kata dan menyusun kata agar pesan yang
disampaikan dapat dimengerti
d) Dapat bersosialisasi dengan baik

11. Spiritual (Beribadah sesuai dengan keyakinan)


a) Toleransi dalam memenuhi kebutuhan spiritual
b) Terpenuhinya kebutuhan spiritual sebelum dan ketika sakit
c) Adanya lingkungan yang mendukung klien dalam memenuhi kebutuhan
spiritualnya
d) Terciptanya keyakinan bahwa agama dan keyakinan sangat berpengaruh
terhadap upaya penyembuhan klien
e) Mengetahui pedoman dalam hidupnya

12. Bekerja dengan tata cara yang mengandung prestasi


a) Bekerja sesuai dengan potensi diri yang dimiliki
b) Dapat beradaptasi dengan lingkungan kerja
c) Melakukan segala tanggung jawab pekerjaan dengan baik
d) Pekerjaan yang dilakukan dapat memenuhi target/tujuan
e) Pekerjaan yang dilakukan dapat diharagai dan diapresiasi oleh orang lain
f) Mendapat hasil yang maksimal

13. Bermain atau terlibat dalam berbagai kegiatan rekreasi


a) Kegiatan rekreasi harus sesuai dengan umur, kecerdasan, pengalaman, selera
klien, kondisi, serta keadaan penyakit
b) Melakukan aktivitas dan hobi untuk mengisi waktu luang
c) Melakukan kegiatan yang menyenangkan

14. Kebutuhan belajar


a) Dapat belajar mengetahui atau memuaskan rasa penasaran
b) Belajar dalam mendorong usaha penyembuhan dan meningkatkan status
kesehatannya
c) Adanya rasa ingin tahu
d) Mampu belajar dari keselahan sebelumnya
e) Dapat menyesesaikan masalah dan memperbaiki kesalahan
Daftar Pustaka

Anonim.2011. Di akses pada tanggal 17 Februari 2020 di


http://repository.usu.ac.id/bitstream/handle/123456789/65999/Chapter
Dyah Setyorini. 2007. Teori dan Model Keperawatan Virginia Henderson. Bandung: Fakultas
Ilmu Keperawatan–Universitas Padjadjaran
Potter, P.A. Perry, A.G. 2002. Fundamental Keperawatan. ECG; (1)4
Potter, P.A. Perry, A.G. 2002. Fundamental Keperawatan. ECG; (2)4
Rosmalawati, Dwi.2016.Kebutuhan Dasar Manusia 1.Kemenkes.

Rosmalawati, Dwi.2016.Kebutuhan Dasar Manusia 2.Kemenkes.

Siswoyo., Rondhianto., & Ardiana. (2007). Gambaran kemudahan penggunaan format


pengkajian model pola kesehatan fungsional gordon dan model adaptasi roy di RSI PKU
Muhammadiyah Kab. Tegal. Jurnal penelitian kesehatan dan farmasi, 2(2), 155-167
Tiara G. P., Awaliya R., Dwi N. A., Aliyah A. R., et al. 2013. Foundation Of Nursing I
(Teori Maslow, Teori Henderson, dan Teori Gordon). Malang: Jurusan Keperawatan
Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya