Anda di halaman 1dari 30

AKUNTANSI PEMERINTAH

SIKLUS AKUNTANSI PEMERINTAH

DISUSUN OLEH :

1. ARLEN YASNI
2. ERWITA HALIM
3. NELLIAWATI
4. WILDA

PROGRAM STUDI MAGISTER AKUNTANSI


FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS RIAU
2016
SIKLUS AKUNTANSI ANGGARAN, SIKLUS DANA SERTA SIKLUS KOMITMEN

I. PENDAHULUAN
Siklus akuntansi merupakan sistematika pencatatan transaksi keuangan,
peringkasannya dan pelaporan keuangan. Siklus dimulai dari transaksi yang didukung dengan
bukti dan dicatat dijurnal, diposting ke Buku Besar dan Buku Besar Pembantu. Dengan
pengklasifikasian di Neraca Saldo, kertas kerja serta penyesuaian dan eliminasi maka
dihasilkan laporan keuangan yang terdiri dari Laporan Realisasi Anggaran, Laporan Ekuitas
Dana, Neraca, Laporan Surplus/Defisit atau Laporan Aktivitas, Laporan Arus Kas.
2. SIKLUS AKUNTANSI ANGGARAN
Siklus anggaran adalah proses penyusunan anggaran yang terdiri dari persiapan,
persetujuan, pelaksanaan, pelaporan, dan pemeriksaan. Siklus ini tidak berjalan estafet, tetapi
dalam tahap tertentu berjalan simultan karena sebelum anggaran selesai dilaksanakan,
eksekutif harus mengajukan anggaran tahun berikutnya. Siklus anggaran meliputi lima
tahapan, yaitu :
1. Tahap Persiapan
Pada tahap persiapan anggaran dilakukan taksiran pengeluaran atas dasar taksiran
pendapatan yang tersedia terkait dengan masalah tersebut, yang perlu diperhatikan
adalah sebelum menyetujui taksiran pengeluaran, hendaknya terlebih dahulu
dilakukan penaksiran pendapatan secara akurat, selain itu, harus disadari adanya
masalah yang cukup beresiko jika anggaran pendapatan ditaksir pada saat bersamaan
dengan pembuatan keputusan Persiapan Persetujuan Pelaksanaan Pelaporan
Pemeriksaan tentang anggaran pengeluaran.

2. Tahap Persetujuan
Tahap berikutnya adalah persetujuan legislatif. Tahap ini merupakan tahap yang
meletakkan proses politik yang cukup rumit dan cukup berat. Pimpinan eksekutif
dituntut tidak hanya memiliki kemampuan manajerial namun juga harus mempunyai
kemampuan politis, kemampuan menjual dan juga membangun koalisi yang
memadai. Integritas dan kesiapan mental yang tinggi dan eksekutif sangat penting
dalam tahap ini. Hal tersebut penting karena dalam tahap ini pimpinan eksekutif harus
mempunyai kemampuan untuk menjawab dan memberikan argumentasi yang rasional
atas segala pertanyaan-pertanyaan dan bantahan-bantahan dari pihak legislatif.

3. Tahap Pelaksanaan
Setelah anggaran disetujui oleh legislatif, tahap berikutnya adalah pelaksanaan
anggaran. Dalam pelaksanaan anggaran, hal terpenting yang harus diperhatikan oleh
eksekutif keuangan adalah pengumpulan pendapatan yang ditargetkan maupun
pelaksanaan belanja yang telah direncanakan. Bersamaan dengan pelaksanaan ini
dilakukan proses akuntansi dimana di dalamnya termasuk pencatatan realisasi
anggaran (akuntansi anggaran).
4. Tahap Pelaporan
Pada akhir periode atau waktu-waktu tertentu yang telah ditetapkan dilakukan
pelaporan sebagai bagian tak terpisahkan dan proses akuntansi yang telah berlangsung
selama proses pelaksanaan

5. Tahap Pemeriksaan
Laporan yang disusun atas pelaksanaan anggaran kemudian diperiksa oleh lembaga
independen. Hasil pemeriksaan akan menjadi masukan atau umpan balik (feedback)
untuk penyusunan anggaran periode berikutnya.

Ciri khas yang menonjol dari Akuntansi Sektor Publik adalah adanya akuntansi untuk
anggaran. Terkait dengan penggunaan anggaran, akuntansi basis kas digunakan untuk
menunjukkan ketaatan pada batas anggaran. Anggaran memuat perkiraan pendapatan dan
belanja suatu dana dalam periode tertentu. Teknik akuntansi anggaran merupakan teknik
akuntansi yang menyajikan jumlah yang dianggarkan dengan jumlah realisasi yang dicatat
secara berpasangan. Akuntansi anggaran merupakan praktek akuntansi yang banyak
digunakan organisasi sektor publik khususnya pemerintahan, yang mencatat dan menyajikan
perkiraan operasi dalam format yang sama dan sejajar dengan anggarannya. Jumlah belanja
yang dianggarkan dikredit terhadap perkiraan yang sesuai, kemudian apabila belanja tersebut
direalisasikan, maka perkiraan tersebut didebit kembali. Saldo yang ada dengan demikian
menunjukkan jumlah anggaran yang belum dibelanjakan. Teknik akuntansi anggaran dapat
membandingkan secara sistematik dan berkelanjutan jumlah anggaran dengan realisasi
anggaran. Alasan yang melatar belakangi teknik akuntansi anggaran adalah bahwa anggaran
dan realisasi harus selalu dibandingkan sehingga dapat dilakukan tindakan koreksi apabila
terdapat selisih. Tujuan utama teknik ini adalah untuk menekankan peran anggaran dalam
siklus perencanaan, pengendalian dan akuntabilitas. Kelemahan teknik akuntansi anggaran
adalah bahwa teknik ini sangat kompleks. Basis kas ini juga mempunyai kelemahan karena
menghasilkan laporan keuangan yang kurang komprehensif untuk pengambilan keputusan
serta tidak dapat menggambarkan kinerja organisasi yang lebih baik karena tidak mampu
memberikan informasi aset, liabilitas dan ekuitas secara komprehensif

Akuntansi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah merupakan otorisasi kredit


anggaran (allotment) adalah dokumen pelaksanaan anggaran yang menunjukkan bagian dari
appropriasi yang disediakan bagi instansi dan digunakan untuk memperoleh uang dari
Bendahara Umum Negara/Daerah guna membiayai pengeluaran-pengeluaran selama periode
otorisasi tersebut. Akuntansi anggaran diselenggarakan pada saat anggaran disahkan dan
dialokasikan.

2.1. PENCATATAN ANGGARAN

Setelah disetujui DPRD anggaran pemerintah disahkan dengan Peraturan Daerah


Berupa Perda APBD. Perda APBD kemudian diserahkan keunit pembukuan untuk dilakukan
pencatatan anggaran.
Pencatatan Pendapatan:
Estimasi Pendapatan XXX
Surplus/Defisit Tahun 2010 XXX

Pencatatan Belanja:
Surplus/Defisit Tahun 2010 XXX
Apropriasi Belanja XXX

Pencatatan Transfer:
Surplus/Defisit Tahun 2010 XXX
Apropriasi Bagi Hasil XXX

Pencatatan Penerimaan Pembiayaan:


SiLPA Tahun 2009 XXX
Pembiayaan Neto Tahun 2010 XXX
Estimasi Penerimaan Pembiayaan XXX
Pembiayaan Neto Tahun 2010 XXX

Pencatatan Pengeluaran Pembiayaan :


Pembiayaan Neto XXX
Apropriasi Pengeluaran Pembiayaan XXX

Pada saat anggaran dituangkan dalam Dokumen Pelaksanaan Anggaran maka akan dilakukan
pencatatan estimasi pendapatan yang dialokasikan dan allotment sebagai berikut:
Esimasi pendapatan yang dialokasikan XXX
Alokasi Estimasi Pendapatan XXX

Pada saat DPA belanja diterbitkan, unit pembukuan mencatat:


Alokasi Apropriasi Belanja XXX
Allotment Belanja XXX

Pada saat DPA transfer diterbitkan, unit pembukuan mencatat:


Alokasi Apropriasi Bagi Hasil XXX
Allotment Bagi Hasil XXX

Perkiraan Allotment Bagi Hasil digunakan untuk mencatat bagi hasil yang ditetapkan
guna direalisasikan sesuai dengan DPA, sedangkan alokasi apropriasi bagi hasil merupakan
perkiraan pasangan dari perkiraan allotment bagi hasil.

Pada saat DPA penerimaan pembiayaan diterbitkan, unit pembukuan mencatat:


Estimasi penerimaan pembiayaan yang dialokasikan XXX
Alokasi Estimasi Penerimaan Pembiayaan XXX

Pada saat DPA pengeluaran pembiayaan diterbitkan, unit pembukuan mencatat:


Alokasi Apropriasi Pembiayaan XXX
Allotment Pembiayaan XXX

Note : Pencatatan anggaran dalam praktiknya dilakukan terinci sesuai nama perkiraan
anggaran, baik pendapatan belanja maupun pembiayaan.
Contoh : Allotment pembiayaan; bila pembiayaan diperoleh dari penerimaan kembali
pinjaman kepada Pemda lainnya.

3. SIKLUS AKUNTANSI DANA

Pada organisasi sector public masalah utama yang dihadapi adalah pencarian sumber
dana dan alokasi dana. Penggunaan dana dan peran anggaran sangat penting dalam organisasi
sector public. Dalam tahap awal perkembangan akuntansi dana, pengertian “dana (fund)”
dimaknai sebagai dana kas (cash fund). Tiap-tiap dana tersebut harus ditempatkan pada laci
(cash drawer) secara terpisah; beberapa tagihan harus diambilkan dari satu laci dan tagihan
lain dari laci yang lainnya. Namun saat ini, “dana” dimaknai sebagai entitas anggaran dan
entitas akuntansi yang terpisah, termasuk sumber daya nonkas dan utang diperhitungkan
didalamnya.

Teori akuntansi dana pada awalnya dikembangkan oleh Vatter (1947) untuk tujuan
organisasi bisnis. Pada waktu itu ia melihat bahwa antara perusahaan pribadi dengan
perusahaan badan memiliki beberapa kelemahan. Kelemahan tersebut adalah, pertama
perusahaan perorangan (milik pribadi) kurang menguntungkan dibandingkan dengan
perusahaaan yang dimiliki pubik (perseroan terbatas). Kedua, adanya kesalahan dalam
memahami makna entitas. Berdasarkan kedua hal tersebut Vatter berpendapat bahwa
reporting unit harus diperlakukan sebagai dana (fund) dan organisasi harus dilihat sebagai
satu dana atau satu rangkian dana. Hal ini berarti jika suatu organisasi dilihat sebagai suatu
rangkaian dana (series of fund), maka laporan keuangan organisasi tersebut merupakan
penggabungan (konsolidasi) dari laporan keuangan dana yang menjadi bagian organisasi.

Pengertian “dana” berdasarkan GASB (1999 par.208) adalah :

“A fiscal and accounting entity with a self-balancing set of accounts recording cash and
other financial resources, together with all related liabilities and residual equities or
balances, and changes therein, which are segregated fot the purpose of carrying on specific
activities or attaining certain objectives in accordance with special regulations, restrictions,
and limitations.”
Perbandingan antara akuntansi dana pada organisasi bisnis dengan organisasi sector
public dapat digambarkan sebagai berikut :

ORGANISASI BISNIS ORGANISASI SEKTOR PUBLIK

DANA 1 DANA 2
A= U+SD A= U+SD

A= U+KB DANA 3 DANA n


A= U+SD A= U+SD

Utang jangka
Aktiva tetap panjang

Keterangan :
A=aktiva KB = Kekayaan bersih
SD= Saldo dana U= utang
--- = organisasi secara keseluruhan yang mana laporan konsolidasi biasanya tidak tersedia

Sistem akuntansi pemerintah yang dilakukan dengan menggunakan konsep dana,


memperlakukan suatu unit kerja sebagai entitas akuntansi (accounting entity) dan entitas
anggaran (budget entity) yang berdiri sendiri. Penggunaan akuntansi dana merupakan salah
satu perbedaan utama antara akuntansi pemerintahan dengan akuntansi bisnis. Sistem
akuntansi dan dibuat untuk memastikan bahwa uang public dibelanjakan untuk tujuan yang
telah ditetapkan. Dana dapat dikeluarkan apabila terdapat otorisasi dari dewan legislative,
pihak eksekutif, atau karena tuntutan peraturan perundangan. Sistem akuntansi dan adala
metode akuntansi yang menekankan pada pelaporan pemanfaatan dana, buka pelaporan
organisasi itu sendiri.

Akuntansi Dana adalah sistem akuntansi yang sering digunakan oleh organisasi-


organisasi nirlaba dan institusi sektor publik. Sistem tersebut merupakan metode pencatatan
dan penampilan entitas dalam akuntansi seperti aset, dan kewajiban yang dikelompokkan
menurut kegunaannya masing-masing. Aplikasi akuntansi dana juga kita dapat lihat dalam
praktik akuntansi universitas sebagai salah satu jenis organisasi nirlaba. Terdapat tiga jenis
dana (funds) yaitu:

(1) Governmental Funds (Dana Pemerintah)


- General Funds, membukukan seluruh dana, kecuali memerlukan buku
dana lain
- Special Revenue Funds, membukukan pendapatan khusus yang
belanjanya telah ditetapkan
- Capital project Funds, membukukan sumber keuangan untuk memperoleh
aset tetap, kecuali yang dibukukan dalam proprietary Funds dan trust
Funds.
- Debt Servise Funds, membukukan pengumpulan sumber keuangan untuk
membayar pokok dan bunga pinjaman jangka panjang.
- Special Assesment Funds (dana Pungutan Khusus) membukukan
pembelanjaan pembangunan kepentingan umum yang menyangkut
kepentingan pemilik sekitarnya. (SAF ini telah dihapus berdasarkan
GASB-6/1987)
(2) Proprietary Funds :
- Enterprise Funds (dana Usaha), mencatat sumber, pendapatan dan biaya
operasi seperti perusahaan komersial, laba yang diperoleh untuk
kepentingan umum
- Internal service fund (Dana Jasa antar bagian Anggaran), membukukan
barang dan jasa dari satu instansi untuk instansi pemerintah lain, dengan
perhitungan penggantian Harga pokok Yang dikeluarkan
(3) Fiduciary Fund (Dana perwalian / gadai)
Trust and Agency Funds (Dana perwalian), membukukan dana yang
dikuasai oleh unit pemerintah sebagai wali (Trustee) atau perwakilan baik
pribadi atau unit pemerintah lainnya meliputi :
- Expendable funds (Dana yang dapat dibelanjakan), digunakan untuk
mencatat nilai aktiva, utang, perubahan aktiva bersih, dan saldo dana
yang dapat dibelanjakan untuk kegiatan yang tidak bertujuan mencari
laba. Jenis akuntansi dana ini digunakan pada organisasi pemerintahan
(governmental funds).
- Non expendable Funds (dana yang tidak dapat dibelanjakan), untuk
mencatat pendapatan, biaya aktiva, utang, dan modal untuk kegiatan
yang sifatnya mencari laba. Jenis dana ini digunakan pada organisasi
bisnis (proprietary funds)
- Pension Trust Fund dan Agency funds (Dana Pensiun dan Perwakilan).

Governmental Funds (Dana Pemerintah, di USA, Beams, et.al.,2006), yang digunakan


biasanya hanya 3 funds saja, yaitu General Fund, Capital Project Fund dan Debt Service
Fund.

1. General Funds (GF), membukukan seluruh dana, kecuali yang memerlukan buku
dana lain. Akuntansi General Funds.
General funds merupakan fund yang paling utama. Dalam General Fund (GF)
dibukukan sumber – sumber keuangan yang tidak dibatasi penggunaannya, terutama
yang bersifat belanja operasional (current operating expenditures) untuk pengadaan
barang dan jasa keperluan masyarakat. Jika unit pemerintahan hanya
menyelenggarakan satu akuntansi dana saja, maka disebut GF. Akuntansi unutk GF
sama dengan akuntansi Special Revenue Funds (SRF).

2. Capital Project Funds (CPF), membukukan sumber keuangan untuk memperoleh atau
membangun asset tetap, kecuali yang dibukukan dalam Proprietary Funds dan Trust
Funds. Dana CPF dibentuk dengan peraturan untuk membukukan : pengadaan,
pembelian, dan pembangunan aset tetap ( besar ). Aset kecil dibukukan melalui GF.
CPF menggunakan modified accrual basis. Sumber dana dari obligasi, hibah, share
revenue serta transfer dari fund lain ( misalnya dari GF )

3. Debt Service Funds (DSF), membukukan pengumpulan sumber keuangan untuk


membayar pokok dan bunga pinjaman jangka panjang. Hutang jangka panjang
sendiri dibukukan dalam GLTDAG. Basis akuntansinya modified accrual basis.

4. Special Revenue Funds( SRF ) membukukan pendapatan khusus yang belanjanya


telah ditetapkan, sudah jarang digunakan.
5. Special assesment fund ( SAF ) Dana pemungutan khusus. Membukukan
pembelanjaan pembangunan kepentingan umum yang menyangkut kepentingan
pemilik sekitarnya ( SAF telah dihapus Berdasarkan GASB -6/1987)

Berikut contoh jurnal udan buku besar ntuk ketiga jenis dana di AS :
1. Kabupaten leveid $ 9,0 juta dari umum pajak properti ogf yang sebenarnya
dikumpulkan $ 8.8 million . mereka mengharapkan untuk mengumpulkan
keseimbangan lama setelah akhir tahun . pajak ini tidak dibatasi ; mereka dapat
digunakan untuk tujuan pendidikan yang sah . Oleh karena itu , kabupaten harus
mencatat mereka dalam dana umum .
General Fund
Cash $8.8
Property taxes receivables 0.2
Property taxes revenues $9.0
2. Kabupaten menerima hibah keadaan $0.2 million untuk membeli komputer.
Hibah ini dibatasi untuk tujuan tertentu dan karena itu harus dicatat dalam dana
terbatas, dana pendapatan khusus

Special revenue fund


Cash $0.2
Grant revenue $0.2
3. Kabupaten mengeluarkan $12 juta dalam obligasi jangka panjang untuk
membangun sebuah gedung sekolah. Hasil harus digunakan untuk tujuan yang
dimaksud dan karena itu harus dicatat dalam dana proyek-proyek modal. Karena
kabupaten adalah atas dasar akrual modifikasi dari akuntansi, yang tidak temasuk
pengakuan dari kedua aset jangka panjang dan kewajiban jangka panjang, hasil
diakui dalam pendapatan jenis account yang akan menyebabkan saldo dana
bukan kewajiban, meningkatkan. Tentu saja kabupaten harus mempertahankan
catatan dari aset dan kewajiban dalam aset modal dan buku besar kewajiban
jangka panjang
Jurnal : (capital projects fund)
Cash $12.0
Proceeds from borrowing $ 12.0
4. district dibangun gedung sekolah sebesar $11.0 juta. Pembangunan gedung
sekolah harus diperhitungkan sebagai beban daripada aset modal. Aset harus
dicatat dalam buku besar tambahan atau mendaftar.

Capital projects fund


Construction of building (expenditure) $ 11.0
Cash $11.0

5. Dikabupaten terjadi pengeluaran sebesar $ 6 juta padaa pengeluaran operasional


umum yang kabupaten benar benar membayar $5.5 juta
Jurnal : (general fund)
General operatingexpenditures $6
Cash $ 5.5
Acoount payable $ 0.5
6. menggunakan hibah keadaan, kabupaten dibeli komputer untuk $0.1 million.
Seperti pembangunan gedung, kabupaten akan mengakui akuisisi sebagai
pengeluaran, tetapi mencatat aset dalam buku besar tambahan atau daftar

Special revenue fund


Acquisition of computers (expenditures)$0.1
Cash $0.1
7. kabupaten ditransfer $1.1 million dari dana umum untuk dana utang untuk
melakukan pembayaran pertama dari kedua pokok dan bunga yang jatuh tempo
pada tahun berikutnya. Dipecah menjadi komponen-komponennya ‘transaksi ini
sangat mudah, yang melibatkan entri sederhana untuk masing-masing dua dana.
General fund
Transfer – out to debt service fund $1.1
Cash $1.1

Debt Service fund


Cash $1.1
Transfer – in from general fund $1.1
Tabel 2-1
School District's Fund Balance Sheet (in million)

  General Special Revenue Capital Project Debt service


Assets
Cash $2.2 $0.1 $1.0 $1.1
Property taxes receivable 0.2 - - -
Totals 2.4 0.1 1.0 1.1
Liabilities and fund balances
Accounts payable $0.5 - - -
Fund balances (net assets) 1.9 $0.1 $1.0 $1.1
Totals 2.4 0.1 1.0 1.1

Tabel 2-2
School District's Statement of Fund Revenues, Expenditures and Other Changes in Fund Balances (In Millions)

Genera Debt
  l Special Revenue Capital Project service
Property tax revenue $9.0 - - -
Revenue from state grant - $0.2 - -
Total revenues 9.0 0.2 - -
Operating expenditures 6.0 - - -
Construction of building - - $11.0 -
Acquisition of computers - 0.1 - -
Total expenditures 6.0 0.1 11.0 -
Excess of revenues over expenditures 3.0 0.1 (11.0) -
Other increases and decreases in fund balance
Transfer in/ (out) (1.1) - - $1.1
Proceeds from borrowing - - 12.0 -
Increase in fund balance $1.9 $0.1 $1.0 $1.1

4. SIKLUS AKUNTANSI KOMITMEN


Akuntansi Komitmen adalah system akuntansi yang mengakui transaksi dan
mencatatnya pada saat order dikelurkan. Sistem akuntansi akrual mengakui biaya pada saat
faktur diterima dan mengakui pendapatan pada saat faktur dikeliurkan. Akuntansi komitmen
dapat digunakan bersama – sama dengan akuntansi kas atau akuntansi akrual. Akuntansi
komitmen terkadang hanya menjadi subsistem dari system akuntansi utama yang dipakai
organisasi. Akuntansi komitmen mengakui transaksi ketika organisasi melakukan transaksi
tersebut. Hal ini berarti transaksi tidak diakui ketika kas telah dibayarkan atau diterima, tidak
juga ketika faktur diterima atau dikeluarkan, akan tetapi pada waktu yang lebih awal, yaitu
ketika order dikeluarkan atau diterima.
Tujuan utama akuntansi komitmen adalah untuk pengendalian anggaran. Agar manajer
dapat mengendalikan anggaran, ia perlu mengetahui berapa besar anggaran yang telah
dilaksanakan atau dikeluarkan jika dihitung berdasarkan order yang telah dikeluarkan.
Dengan menerima akun atas faktur yang diterima atau dibayarkan, ia dapat dengan mudah
menghabiskan anggaran (overcommit). Tentu saja manajer yang teliti akan tahu bahwa akun
– akun tidak memasukkan order yang dikeluarkan yang mana faktur belum diterima dan oleh
karena itu ia membuat catatan sendiri agar ia tidak melakukan pemborosan anggaran (over
commit the budget).
Akuntansi komitmen berfokus pada order yang dikeluarkan. Order yang diterima yang
terkait dengan pendapatan tidak akan dicatat sebelum faktur dikirimkan. Meskipun akuntansi
komitmen dapat memperbaiki pengendalian terhadap anggaran, namun terdapat masalah
dalam pengadopsian system tersebut ke dalam akun – akun keuangan. Akun yang dicatat
hanya didukung oleh order yang dikeluarkan. Pada umunya tidak ada kewajiban hokum
(legal liability) untuk patuh terhadap order yang terjadi dan order tersebut dapat dengan
mudah dibatalkan.

4.1 AKUNTANSI KOMITMEN PADA PEMERINTAHAN MALAYSIA


Komitmen adalah tahap antara pembentukan  dari kesepakatan antara pihak (apakah
yang menjadi menandatangani kontrak atau lewat legi slation) dan pemenuhan persyaratan
perjanjian oleh salah satu pihak atau lebih, menciptakan kewajiban untuk melakukan pada
bagian dari pihak-pihak yang tersisa.

Contoh yang paling umum dari komitmen adalah kontraktor untuk barang atau jasa.
Setelah kontrak antara entitas dan pemasok telah menjadi en ditandatangani, ada komitmen
pada bagian dari entitas untuk melakukan bagiannya dari kontrak, yang, secara umum, adalah
untuk membayar pemasok.

Komitmen ada sampai pemasok telah melakukan bagian mereka dari kontrak, (yaitu,
barang atau jasa yang bersifat tertentu dan / atau kualitas, dll disampaikan). Setelah barang
atau jasa yang diterima, komitmen lagi ada dan entitas memiliki kewajiban atau tanggung
jawab untuk membayar pemasok.
Dimana entitas masuk ke dalam setiap komitmen yang signifikan atau kewajiban
kontinjensi setelah akhir tahun, pengungkapan acara non-penyesuaian ini diperlukan di
bawah MPSAS 14 - Peristiwa setelah tanggal pelaporan. Contoh ini akan menjadi tempat
entitas menerbitkan jaminan signifikan setelah tanggal pelaporan.

4.2. JENIS – JENIS KOMITMEN

Ini adalah satu-satunya persyaratan pengungkapan khusus mengenai komitmen bawah


MPSAS 14 - Peristiwa setelah tanggal pelaporan. standar lain lakukan termasuk kebutuhan
untuk pengungkapan komitmen yang ada pada tanggal laporan posisi keuangan yang akan
mempengaruhi masa mendatang. Ini termasuk:

• komitmen Capital
• komitmen sewa operasi
• Komitmen dalam hal properti investasi
• komitmen lain termasuk komitmen pinjaman

Meskipun jumlah berkomitmen tidak muncul di muka laporan keuangan, perlu untuk
benar menyajikan informasi yang sesuai untuk pengungkapan dalam catatan. Pengakuan awal
dan pengukuran komitmen. Komitmen awal senilai nilai wajar atau biaya yang jumlah di
mana komitmen diselesaikan. pengukuran Setelah pengakuan awal, entitas harus mengukur
komitmen pada biaya perolehan diamortisasi menggunakan metode suku bunga efektif. Suku
bunga efektif adalah suku bunga yang diskon diperkirakan pembayaran kas masa depan
dalam jangka dikontrak dari kewajiban keuangan.

4.3. PERSYARATAN PENGUNGKAPAN AKUNTANSI KOMITMEN

Jika tidak ada penyesuaian peristiwa di mana komitmen bisa eksis setelah tanggal
pelaporan yang material, non-disclosure dapat mempengaruhi keputusan ekonomi pengguna
yang diambil atas dasar laporan keuangan. Dengan demikian, suatu entitas harus
mengungkapkan hal berikut untuk setiap kategori bahan acara non-penyesuaian setelah
tanggal pelaporan:

(A) Sifat acara


(B) Perkiraan efek keuangan, atau pernyataan bahwa perkiraan tersebut tidak dapat dibuat.
Referensi
• MPSAS 13 - Sewa
• MPSAS 14 - Peristiwa Setelah Tanggal Pelaporan
• MPSAS 16 - Investasi Properti
• MPSAS 17 - Aset Tetap
• MPSAS 29 - Instrumen Keuangan, Pengakuan dan Pengukuran
• Kebijakan Akuntansi dan Interpretasi

Properti, pabrik dan peralatan: Entity memasuki komitmen untuk membeli kendaraan
Entitas memutuskan 28 20X3 November bahwa perlu untuk membeli 5 kendaraan untuk
melaksanakan persyaratan penyampaian program. entitas melakukan kontrak RM800,000
dengan pihak luar untuk pembelian 5 kendaraan di 28 20X3 Desember. Kendaraan itu
disampaikan pada 4 20X4 Januari.

4.4. JURNAL AKUNTANSI KOMITMEN

1) Untuk merekam keputusan pada 28 20X3 November

Tidak ada jurnal yang diperlukan. Tidak ada catatan pengungkapan diperlukan. Tidak ada
komitmen pada saat ini. entitas satu-satunya telah memutuskan mereka membutuhkan
kendaraan tapi belum menandatangani perjanjian.

2) Untuk merekam pesanan pembelian pada tanggal 28 Desember 20X3 Entitas telah
menandatangani perjanjian untuk membeli kendaraan, dan telah berkomitmen dana untuk
memperoleh barang-barang ini. Karena kendaraan belum diterima, tidak ada kewajiban ada
untuk membayar barang tersebut. Akibatnya, tidak ada jurnal yang diperlukan, tetapi
pengungkapan catatan mengenai sifat dan jumlah komitmen diperlukan pada akhir tahun 20
X 3 laporan keuangan.

Tidak ada jurnal yang diperlukan. Catatan pengungkapan diperlukan. Jumlah komitmen
kontrak untuk akuisisi PPE diperlukan.

3) Untuk merekam kewajiban (pembelian dan penerimaan kendaraan) pada 4 Januari 20X4
Pada titik ini entitas memiliki kewajiban kini untuk membayar vendor kendaraan. Sejak
entitas belum membayar untuk kendaraan, kewajiban dari M800,000 harus dicatat untuk
jumlah terhutang.

Jumlah (RM) Kode Akun


DR Properti, pabrik dan peralatan - Kendaraan 800,00 A1434102
Akun CR hutang 800,00 L0134100

Accrual accounting in government: Is fund accounting still relevant?

Kalsom Salleh*, Rozainun Ab Aziz, Y. Nurli Abu Bakar

Faculty of Accountancy, Universiti Teknologi


MARA, Shah Alam 40450, Malaysia

Abstrak

Tujuan utama dari akuntansi sektor publik adalah untuk bertindak sebagai wali amanat untuk
melindungi dan mengelola uang publik dan debit akuntabilitas. Akuntansi dana digunakan
sebagai respon rasional untuk melayani sebagai teknik kontrol yang handal untuk tujuan
tersebut. Dengan penekanan akuntansi akrual yang lebih dapat diandalkan dibandingkan
akuntansi kas dalam mengukur kinerja keuangan kegiatan pemerintah, penelitian ini karena
mencoba untuk mengevaluasi relevansi Akuntansi Dana di adopsi direncanakan akuntansi
akrual oleh Pemerintah Federal di Malaysia. Dengan demikian, tujuan dari makalah ini
adalah untuk memberikan bukti literatur untuk mendukung pada relevansi Akuntansi Dana
untuk adopsi basis akrual pelaporan keuangan di Pemerintah Federal Malaysia.

1. Pendahuluan

Secara tradisional, sistem penganggaran berbasis input dan sistem akuntansi berbasis kas
yang digunakan oleh pemerintah di Amerika Serikat (AS) untuk akuntansi dan pelaporan
keuangan dengan tujuan untuk melindungi dan mengelola uang publik dan debit
akuntabilitas. Namun, sistem tradisional tidak memberikan informasi akuntansi yang
diperlukan bagi pemerintah untuk beroperasi secara efisien dan efektif. Ada banyak negara,
seperti Australia, Selandia Baru, dan Inggris yang telah berubah dari masukan berdasarkan
sistem penganggaran berbasis hasil dan dari akuntansi berbasis kas ke beberapa bentuk sistem
akuntansi akrual.

Tujuan utama dari sektor publik akuntansi di hari-hari awal adalah untuk menunjukkan
ketentuan hukum dan kontrak dari pemerintah. Pemerintah bertindak sebagai wali amanat
untuk melindungi / mengelola uang publik dan debit akuntabilitas dan karena itu Akuntansi
Dana digunakan untuk melayani sebagai teknik kontrol yang handal untuk tujuan tersebut.
Sebuah Akuntansi Dana adalah sistem akuntansi menekankan akuntabilitas daripada
profitabilitas yang digunakan oleh pemerintah dan organisasi non-profit. Ini adalah satu set
self-balancing account, terpisah untuk tujuan tertentu sesuai dengan hukum dan peraturan
atau larangan khusus dan keterbatasan (Wikipedia, 2013).

Pembentukan tumbuh cepat dari jenis usaha instansi pemerintah dan reformasi keuangan
sektor publik, perlunya penerapan akuntansi akrual di sektor publik diperlukan untuk
pengukuran kinerja, informasi keuangan hasil operasi dan manajemen fiskal yang efektif
(Freeman & Shoulders, 1999 dan Akuntan Hari ini, 2011). Di antara banyak perubahan dalam
pemerintahan akuntansi dalam beberapa tahun terakhir adalah penerapan akuntansi akrual
berdasarkan Standar Internasional Akuntansi Sektor Publik (IPSAS). Laporan keuangan
disusun atas dasar akrual menginformasikan pengguna dari transaksi masa lalu yang
melibatkan pembayaran dan penerimaan kas. Mereka juga menunjukkan kewajiban
membayar tunai di masa depan dan sumber daya yang merupakan kas yang akan diterima di
masa depan (Chan, 2003).

Dalam mengevaluasi konsep relevansi Akuntansi Dana untuk Pemerintah Federal


Malaysia di lingkungan akuntansi akrual, suatu kajian literatur dan fakta yang luas temuan
pendekatan yang digunakan sebagai metodologi penelitian mendukung untuk mencapai dua
tujuan berikut studi ini:

1. Untuk menguji apakah Akuntansi Dana masih relevan dalam perjalanan transformasi
Pemerintah Federal di Malaysia untuk lingkungan akuntansi akrual.
2. Untuk meninjau literatur tentang relevansi Akuntansi Dana di basis akrual Pemerintah
Federal
3. sistem pelaporan keuangan di kedua negara maju yaitu Amerika Serikat dan Selandia
Baru.

Diharapkan bahwa temuan penelitian melalui kajian literatur yang luas akan memberikan
kontribusi untuk studi empiris masa depan yang akan dilakukan. Penelitian ini dapat
memberikan bukti literatur untuk mendukung pada relevansi konteks Dana Akuntansi
ctohnecMepatlainysian untuk adopsi direncanakan Pemerintah Federal dasar akuntansi akrual
untuk sistem pelaporan keuangan. Temuan Fakta pendekatan untuk penelitian ini juga dapat
membantu untuk mendukung kepercayaan strategis dan kebijakan Akuntan Umum
Departemen (AGD) menuju transformasi akuntansi akrual.
2. Literatur Latar Belakang Penelitian

Akuntansi dana digunakan untuk meningkatkan kontrol dan akuntabilitas atas sumber
daya terbatas. Pemerintah telah membentuk sumber daya yang terpisah menjadi beberapa
jenis dana untuk memastikan bahwa mereka mematuhi pembatasan ditempatkan atas mereka
oleh legislator, pemberi hibah, donor dan pihak luar lainnya (Lynn & Freeman, 1983).
Akuntansi dana mengakui perbedaan politik, ekonomi dan hukum yang ada antara layanan
yang disediakan dan kegiatan yang dilakukan di dalam organisasi sektor publik (dikutip
dalam Kalsom, Rozainun, & Y. Nurli, 2012). Menjadi sebagai entitas akuntansi, masing-
masing dana memiliki sendiri set self-balancing-nya dari akun yang laporan keuangan
tersendiri dapat disiapkan. Akuntansi dana adalah entitas akuntansi mandiri dengan nya aset
sendiri, kewajiban, pendapatan, pengeluaran dan saldo dana. Beberapa dana yang umum
digunakan oleh pemerintah dan organisasi non-profit untuk memperhitungkan sumber daya
dan kegiatan mereka.

Tujuan dari Akuntansi Dana yang menunjukkan kondisi keuangan dan perubahan
dalam organisasi, hasil usaha organisasi dan kepatuhan dengan pembatasan hukum. Menurut
Razek dan Hosch (1995), efek praktis mengadopsi Akuntansi Dana tergantung pada sejauh
mana dana yang berbeda yang digunakan dan bentuk dan sejauh mana rekening dana individu
dikonsolidasikan dalam rekening akhir.

Berikut ini adalah beberapa argumen terhadap Akuntansi Dana berdasarkan tinjauan literatur
(dikutip dalam Ingram, 1986):

1. gagal untuk menggambarkan hasil operasi dari pemerintah secara keseluruhan.


2. Hal ini terlalu rumit bagi pengguna eksternal untuk memahami.
3. Ini berfokus terlalu banyak pada kepatuhan hukum dan terlalu sedikit evaluasi
efisiensi.
4. tidak mengizinkan pembayar pajak untuk menentukan kebutuhan untuk pajak.
5. Hal ini memungkinkan manajer untuk mendistorsi kinerja dan dengan demikian
menyalahgunakan sumber daya dan penyalahgunaan dana.

Namun dengan munculnya basis akrual berdasarkan Standar Internasional Akuntansi


Sektor Publik (IPSAS), laporan keuangan disusun atas dasar akrual memberikan keuntungan
sebagai berikut (Chan, 2003 dan Raygan, Parviz, Nazari & Emami, 2012):
1. Ini menunjukkan bagaimana sebuah entitas yang dibiayai kegiatannya dan memenuhi
persyaratan kas.
2. Hal ini memungkinkan pengguna untuk mengevaluasi kemampuan berkelanjutan
entitas untuk membiayai kegiatannya dan untuk memenuhi kewajiban dan komitmen.
3. Ini menunjukkan posisi keuangan suatu entitas dan perubahan posisi keuangan.
4. Menyediakan suatu entitas dengan kesempatan untuk menunjukkan keberhasilan
pengelolaan sumber daya.
5. Hal ini berguna dalam mengevaluasi kinerja entitas dalam hal biaya layanan, efisiensi,
danprestasi.

Jenis pemerintah dana didefinisikan sebagai dana di mana penekanan akuntansi


(pengukuran fokus) ditempatkan pada kegiatan belanja. Dasar pengukuran yang digunakan
untuk sistem akuntansi pemerintah tergantung pada dana atau dana yang terlibat dan dipandu
oleh penilaian keuangan yang sehat (Hepworth, 2003). Di Amerika Serikat (AS), dana
pemerintah seperti Dana Umum, Dana Pendapatan khusus, Debt Service Dana, dan Proyek
Dana Modal menggunakan basis akrual modifikasi akuntansi dengan fokus pengukuran pada
sumber daya keuangan saat ini (Governmental Accounting Standards Board (GaSb), 1998).
Untuk dimodifikasi basis akuntansi akrual, pendapatan diakui jika mereka diukur dan tersedia
untuk digunakan selama tahun sementara pengeluaran diakui pada periode yang terjadinya
kewajiban jika diukur, kecuali untuk bunga atas umum utang jangka panjang yang diakui
pada saat jatuh tempo pembayaran kepada pemegang obligasi. Basis akrual penuh akuntansi
digunakan untuk dana proprietary seperti dana perusahaan dan dana layanan internal. Dengan
dasar akuntansi ini, pendapatan diakui pada periode yang diperoleh dan beban diakui pada
periode yang terjadinya kewajiban. GaSb 34 di AS mengharuskan pemerintah untuk terus
menerbitkan laporan dana pemerintah disusun secara akrual dimodifikasi dan pernyataan
pemerintah secara luas disusun atas dasar akrual. Dalam merevisi Akuntansi Dana di AS,
GaSb No 34-Governmental Pelaporan Keuangan Model memerlukan persiapan berikut
laporan dana pemerintah:

1. Pernyataan Dana Pemerintah berfokus pada akuntabilitas fiskal suatu pemerintah,


kepatuhan anggaran dan kesehatan keuangan jangka pendek dengan menggunakan
akuntansi akrual yang dimodifikasi.
2. Keterangan Pemerintah-lebar membutuhkan dua laporan keuangan baru: 1) laporan
aktiva bersih (neraca) dan 2) laporan aktivitas (laporan laba rugi) menggunakan
akuntansi akrual untuk semua kegiatan pemerintah laporan keuangan terpisah
disediakan untuk dana pemerintah, dana milik dan dana fidusia. dana pemerintah
individidual besar dan dana perusahaan individu utama dilaporkan sebagai kolom
terpisah dalam laporan keuangan dana
3. Laporan Rekonsiliasi saldo dana dana pemerintah 'ke laporan Aktiva Bersih dan
Rekonsiliasi pernyataan Pendapatan, Belanja dan perubahan Saldo Dana dari dana
pemerintah untuk pernyataan Aktivitas

Negara Federal dan Pemerintah di Malaysia telah mengadopsi secara cash dimodifikasi
akuntansi dalam penyusunan laporan keuangan tahunan. Di bawah dimodifikasi dasar kas
akuntansi, pengeluaran yang dikeluarkan pada tahun keuangan sebelumnya akan dibayar
pada bulan Januari tahun keuangan baru dan dilaporkan sebagai beban untuk tahun keuangan
sebelumnya. Adapun Pemerintah Daerah, Badan Hukum dan Pemerintahan Linked
Perusahaan di Malaysia, mereka telah mengadopsi dasar akrual dalam penyusunan tujuan
umum atas laporan keuangan. adopsi direncanakan akuntansi akrual oleh Pemerintah
Malaysia pada tahun 2015 akan menciptakan lebih banyak komitmen keuangan pemerintah
dibandingkan dengan sistem akuntansi kas mana pengungkapan penuh kewajiban dan
kewajiban kontinjensi yang wajib dilaporkan dalam menilai implikasi ekonomi sebenarnya
dari manajemen keuangan sektor publik (Akuntan Hari ini 2011).

Dalam konteks Pemerintah Malaysia, ketentuan keuangan Konstitusi Federal tahun 1957
dan Prosedur Keuangan Act 1957 menjelaskan secara rinci ketentuan keuangan berkaitan
dengan hal-hal akuntabilitas dan penegakan (Zakiah, 2007 dan Zauwiyah, Junaini & Aziz,
2009). Tujuan dari Prosedur Keuangan Act 1957 dinyatakan sebagai berikut:

1. Untuk memberikan bimbingan untuk kontrol & manajemen keuangan publik


untuk seluruh bangsa:
2. Untuk menyediakan prosedur keuangan dan akuntansi
3. Untuk memberikan pedoman untuk pengumpulan, hak asuh dan pembayaran uang
publik
4. Untuk menyediakan prosedur untuk pembelian, hak asuh & pembuangan properti
publik
5. Untuk memberikan kewenangan untuk investasi uang berdiri di dana konsolidasi
6. Untuk menentukan dan menjelaskan tiga rekening dana konsolidasi
7. Untuk menegakkan ketentuan Konstitusi Federal yang berkaitan dengan
keuangan.
Standar Akuntansi Pemerintahan (GAS) No: 3, 4 & 5 yang dibentuk oleh BERUMUR
di Malaysia juga menjelaskan tiga jenis Dana Konsolidasi (Pendapatan Konsolidasi,
Kepercayaan dan Rekening Pinjaman) sesuai dengan Federal dan Pemerintah Negara dalam
menyiapkan Public Accounts mereka. organisasi sektor publik memproduksi laporan
keuangan sebagaimana diatur dalam Pasal 16 (1) Prosedur Keuangan Act 1957 (Revisi 1972).
Hal ini dikenal sebagai Akuntan Publik. Federal Public Accounts memuat Neraca, Laporan
Penerimaan Kas dan Pembayaran, Laporan Rekening Memorandum dan Catatan Account.
Neraca terdiri dari Laporan Arus, Pernyataan Investasi, Pernyataan Rekening Pendapatan
Konsolidasi, Pernyataan Rekening Pinjaman Konsolidasi dan Laporan Trust Account
Konsolidasi.

3. Metodologi Penelitian

Sebuah ekstensif tinjauan literatur dan fakta temuan pendekatan yang digunakan
sebagai metodologi penelitian mendukung untuk mencapai dua tujuan dari penelitian ini.
tinjauan ekstensif dari literatur bersama dengan serangkaian diskusi dengan peserta kunci di
AGD dilakukan untuk mengumpulkan data untuk tujuan review analitis sastra dan Pencari
Fakta pendekatan penyelidikan awal.

Dalam literatur ulasan perspektif, penulis (s) membandingkan berbagai metode yang
diadopsi oleh negara-negara maju yang dipilih berkaitan dengan Akuntansi Dana di dasar
akrual masing-masing dari sistem pelaporan keuangan.

Dalam konteks penelitian dari AGD, metode penelitian studi ini mengambil bentuk
sebagai berikut:

1. Analisis Konten untuk mengidentifikasi dua rekening kepercayaan dari Trust Account
Konsolidasi Pemerintah Federal
2. Wawancara dengan pejabat kunci di-charge dari kepercayaan konsolidasi
diidentifikasi rekening di aparat pemerintah AGD

4. Temuan dan diskusi

Bagian ini terdiri dari dua bagian untuk menyajikan tinjauan literatur dan hasil pencarian
fakta dengan rekomendasi dalam menanggapi dua tujuan (2) penelitian studi ini.

Temuan dari perspektif Pemerintah Federal di Malaysia


Penelitian Tujuan No: 1

Menguji apakah Akuntansi Dana masih relevan dalam proses transformasi untuk diadopsi
akuntansi akrual oleh Pemerintah Federal di Malaysia.

Penelitian Pertanyaan No: 1

1. Harus Akuntansi Dana terus?


2. Harus Akuntansi Dana dilaporkan dalam bentuk tunai atau accrual basis piutang
konsolidasi lebih dapat diandalkan?

Pertama, adopsi direncanakan akuntansi akrual pada tahun 2015 untuk Pemerintah
Federal di Malaysia (Akuntan hari ini, 2011) ditandai dengan pembentukan Tim Pelaksana
Akuntansi Akrual di AGD untuk merumuskan Standar Akuntansi Publik Malaysia (MPSASs)
dengan mengadopsi IPSAS dengan amandemen . Akuntansi Dana ditemukan untuk tetap
relevan dalam perjalanan transformasi Pemerintah Federal di Malaysia untuk lingkungan
akuntansi akrual. Masalah relevansi Akuntansi Dana akrual Pemerintah Federal dasar
pelaporan keuangan terutama karena alasan berikut:

1. Akuntansi Dana masih relevan dalam hal persyaratan hukum dan prosedur keuangan
(Art 97 (1) dari Konstitusi Federal, Bagian 7, 9 dan 10 dari Prosedur Keuangan Act
1957; Development Fund Act 1965, Dana Perumahan Kredit Act 1971 (revisi) dan
Trust Akta.
2. Tidak ada aturan dan prosedur yang tercantum dalam Konstitusi Federal 1957
(diubah) dan Undang-Undang Prosedur Keuangan 1957 (diubah) untuk basis
akuntansi khusus yang akan digunakan untuk penyajian laporan keuangan dana
3. Untuk akun kepercayaan dan rekening kepercayaan konsolidasi, Akuntansi Dana
harus terus dipertahankan dan akan masih secara hukum diwajibkan oleh Konstitusi
Federal 1957 (diubah) dan bagian 7, 9 dan 10 dari Prosedur Keuangan Act 1957
(diubah) bahkan jika Pemerintah Federal memiliki untuk mengadopsi basis akuntansi
akrual dalam penyusunan rekening publik tahunan. Rekening kepercayaan konsolidasi
adalah rekening di mana semua rekening kepercayaan yang terkandung di dalamnya
seperti dana kepercayaan publik dan dana perwalian pemerintah untuk menyimpan
semua uang kepercayaan yang diterima yang harus diterapkan sesuai dengan
ketentuan kepercayaan. Dana Akuntansi secara tunai untuk rekening kepercayaan
konsolidasi mungkin dapat diubah menjadi basis akrual sejalan dengan adopsi
direncanakan akuntansi akrual oleh Pemerintah Federal pada tahun 2015 dan masih
dapat digunakan untuk mekanisme kontrol yang handal untuk pengelolaan sumber
daya dan kinerja evaluasi.

Kedua, paparan rancangan 1/2012 untuk Sektor Publik Malaysia Standar Akuntansi 1
(MPSAS 1) berisi informasi yang berkaitan dengan relevansi Akuntansi Dana di basis
akuntansi akrual laporan keuangan dari Pemerintah Federal. Seperti yang dinyatakan oleh
MPSAS 1 Akuntansi Akrual Pemerintah Federal, Akuntansi Dana masih ditemukan relevan
di mana presentasi untuk saldo ringkasan rekening trust (bagian 9 dan 10 Prosedur Keuangan
Act 1957) ditampilkan dalam Laporan Perubahan Aktiva Bersih /Keadilan. Para 118 dari
draft paparan 1/2012 untuk MPSAS 1 menyatakan bahwa suatu entitas harus menyajikan
laporan perubahan net asset / ekuitas (juga dikenal sebagai Dana Konsolidasi) menunjukkan
di muka laporan keuangan tahunan dengan nama judul yang dikenal sebagai Summary Trust
Account saldo.

Paparan rancangan 1/2012 untuk Sektor Publik Malaysia Standar Akuntansi 1 (MPSAS
1) sudah termasuk laporan perubahan net asset / ekuitas di set lengkap laporan keuangan
Pemerintah Federal. Sebuah set lengkap akrual berdasarkan laporan keuangan terdiri dari
berikut (MPSAS 1 - Penyajian Laporan Keuangan):

1. laporan posisi keuangan;


2. Sebuah pernyataan dari kinerja keuangan;
3. Sebuah laporan perubahan net asset / ekuitas;
4. Sebuah laporan arus kas;
5. Ketika entitas membuat tersedia untuk umum anggaran disetujui, perbandingan
anggaran dan jumlah aktual baik sebagai laporan keuangan tambahan yang terpisah
atau sebagai kolom anggaran dalam laporan keuangan; dan
6. Catatan, terdiri ringkasan kebijakan akuntansi penting dan catatan penjelasan lainnya.

Temuan dari tinjauan analitis Sastra

Penelitian Tujuan No: 2

Untuk meninjau literatur tentang relevansi Akuntansi Dana di basis akrual Pemerintah
Federal keuangan sistem pelaporan di kedua negara maju yaitu 1) Amerika Serikat dan 2)
Selandia Baru.
Penelitian Pertanyaan No: 2

1. Relevansi Akuntansi Dana yang dipilih dari negara-negara maju di adopsi mereka dari
basis akrual Laporan Keuangan
2. Format Presentasi dalam bentuk rekening konsolidasi atau sebagai pelaporan
keuangan yang terpisah (laporan pelengkap) sebagai yang dilaporkan dalam Laporan
Keuangan negara-negara maju yang dipilih.

Sebagian besar pemerintah tujuan umum di AS terlibat dalam tiga kategori luas dari kegiatan
di bawah tiga jenis dana pemerintah dengan dasar yang berbeda dari akuntansi dan fokus
pengukuran. Berikut Tabel 4.1 menunjukkan struktur dana lokal dan Negara Pemerintah di
Amerika Serikat.

Table 4.1. Fund Structure of Local and State Government in U.S. of America

Types of Fund Government Funds Proprietary Funds Fiduciary Funds


Maksud Akuntansi dan Akuntansi dan sumber akuntansi
pelaporan operasi pelaporan kegiatan dan pelaporan yang
pemerintah dan pemerintah 'yang diselenggarakan oleh
keuangan kegiatan mirip dengan yang pemerintah sebagai
yang dibiayai dilakukan di sektor wali atau agen untuk
didominasi oleh swasta dan dibiayai partai atau pihak lain
pajak dan hibah terutama melalui
antar pemerintah retribusi
Dasar Akuntansi Modified accrual Full accrual Full accrual
Fokus pengukuran sumber keuangan sumber daya sumber daya
saat ini ekonomi ekonomi
contoh dana umum, dana dana perusahaan dana perwalian (trust
pendapatan khusus, (misalnya listrik pensiun, trust
dana utang, modal utilitas), dana investasi dan trust
proyek dana, dana layanan internal tujuan pribadi) dan
permanen (misalnya (mis fungsi dana Badan (pajak
pemeliharaan taman pembelian terpusat yang dikumpulkan
umum atau kuburan) atau kolam renang atas nama
bermotor) pemerintah lain)
GaSb 34 mengharuskan pemerintah di Amerika Serikat untuk terus menerbitkan laporan dana
pemerintah disusun secara akrual dimodifikasi dan pernyataan pemerintah secara luas disusun
atas dasar akuntansi akrual. Dalam merevisi Dana Akuntansi, yang GaSb No 34 -
Governmental Pelaporan Keuangan Model memerlukan persiapan berikut Akuntansi Dana di
dasar akrual pelaporan keuangan:

1. Membutuhkan pemerintah untuk terus menerbitkan Pernyataan Governmental Dana


yang disiapkan secara akrual dimodifikasi dan pernyataan pemerintah secara luas
disusun atas dasar akrual.
2. Pernyataan Dana Pemerintah berfokus pada kepatuhan anggaran pemerintah,
akuntabilitas fiskal dan kesehatan keuangan jangka pendek dengan menggunakan
akuntansi akrual yang dimodifikasi.
3. Pernyataan Pemerintah-lebar membutuhkan dua laporan keuangan baru: 1) laporan
aktivitas (laporan laba rugi) dan 2 laporan aktiva bersih (neraca) dengan
menggunakan akuntansi akrual untuk semua kegiatan pemerintah

Selain itu, Merevisi Akuntansi Dana bawah GaSb No 34 - Governmental Pelaporan


Keuangan Model juga memerlukan format persiapan berikut:

1. Laporan keuangan terpisah disediakan untuk dana pemerintah, dana fidusia dan dana
milik. kolom terpisah dalam laporan keuangan dana wajib melaporkan dana
pemerintah individu besar dan dana perusahaan individu utama
2. Rekonsiliasi Laporan saldo dana dari dana pemerintah untuk pernyataan Aktiva
Bersih dan Rekonsiliasi laporan pendapatan, pengeluaran dan perubahan saldo dana
dana pemerintah untuk pernyataan Aktivitas

Dalam konteks pemerintah Selandia Baru, laporan keuangan tahunan telah termasuk
Pernyataan Kepercayaan Uang untuk cukup mencerminkan uang kepercayaan dikelola oleh
pemerintah. Percaya uang di Selandia Baru didefinisikan oleh sekte 66 Keuangan Publik Act
1989 sebagai berikut:

1. Uang yang disimpan oleh Crown sambil menunggu penyelesaian transaksi atau
sengketa dan yang mungkin menjadi dibayar untuk deposan atau dibayarkan kepada
Crown atau orang lain
2. Semua uang yang dibayarkan ke pengadilan untuk pembayaran mungkin untuk
penerima pembayaran atau pihak ketiga atau otoritas
3. Semua uang yang dibayarkan kepada Crown di percaya untuk tujuan apapun
4. Uang milik atau karena setiap orang dan dikumpulkan oleh Crown sesuai dengan
kesepakatan antara Crown dan orang yang
5. uang Diklaim yang disebabkan atau milik orang dan disimpan dengan Crown

Pernyataan Kepercayaan Uang termasuk dalam set lengkap laporan keuangan yang telah
diaudit dari Pemerintah Selandia Baru yang terdiri dari:

1. laporan kinerja keuangan


2. analisis biaya dengan klasifikasi fungsional
3. laporan laba rugi komprehensif
4. laporan arus kas
5. Laporan perubahan kekayaan bersih
6. laporan posisi keuangan
7. Pernyataan segmen
8. catatan atas laporan keuangan
9. laporan tambahan
10. Pernyataan pengeluaran yang belum ditentukan penggunaannya
11. Pernyataan biaya atau belanja modal yang dikeluarkan dalam keadaan darurat
12. Pernyataan uang kepercayaan

Berikut Tabel 4.2 menunjukkan Format pernyataan presentasi tambahan untuk Selandia Baru

Pernyataan pemerintah Trust Uang dimana uang kepercayaan dikelola oleh kementerian yang
bertanggung jawab.

Table 4.2. New Zealand (NZ) – Statement of Trust Money

SUPPLEMENTARY STATEMENT PROFORMA

Trust Dept Opening Contribu Distribu Reve Expe Closing


Ministry of xx xx (xx) xx (xx) xx
Ministry of xx xx (xx) xx (xx) xx
Dept of Labour xx xx (xx) xx (xx) xx
NZ Police xx xx (xx) xx (xx) xx
Balance Carried xx xx (xx) xx (xx) xx

5.Rekomendasi
Berdasarkan data penelitian yang diperoleh dari tinjauan analitis sastra dan pendekatan
fakta-temuan, berikut ini adalah beberapa rekomendasi yang disediakan untuk relevansi
Akuntansi Dana di dasar akrual Laporan Keuangan Pemerintah Federal Malaysia:

1. Penyajian laporan keuangan dana berbasis akrual rekening kepercayaan khususnya


harus sejalan dengan MPSAS atau IPSAS aplikasi.
2. Untuk menguji angka dalam penerimaan dan pembayaran rekening rekening
kepercayaan dari basis kas ke basis akrual untuk laporan keuangan berdasarkan dana
dan perubahan yang dibuat untuk akta kepercayaan dalam hubungan dengan
perubahan basis akuntansi.
3. Ikhtisar saldo Rekening Trust (jika basis akrual diadopsi) harus ditampilkan dalam
Laporan Perubahan Aktiva Bersih / Ekuitas (IPSAS Exposure Draft 1/2012 Penyajian
Laporan Keuangan: Tidak ada 118)
4. Ikhtisar saldo Rekening Trust (jika cash basis diadopsi) harus ditampilkan dalam
Laporan Perubahan Aktiva Bersih / Ekuitas (MPSAS Exposure Draft 1/2012
Penyajian Laporan Keuangan: Tidak ada 118)
5. Gunakan Tambahan Pernyataan - Pernyataan Kepercayaan Uang (lihat Laporan
Keuangan Pemerintah Selandia Baru)
6. Tinjau aplikasi USA untuk yang Merevisi Dana Akuntansi bawah GaSb No 34 -
Governmental Pelaporan Keuangan Model untuk persiapan Akuntansi Dana di dasar
akrual pelaporan keuangan:
7. Penelitian lebih lanjut untuk Gap Analysis Studi dan Konversi Data (Migrasi ke
Akuntansi Akrual)
8. Pelatihan dan pendidikan program untuk memotivasi faktor untuk pelaksanaannya.

6. Kesimpulan

Model Ekonomi Baru Malaysia (NEM) merekomendasikan adopsi dari akrual akuntansi
untuk manajemen fiskal dan kinerja langkah-langkah bijaksana dalam sektor publik. Dengan
adopsi direncanakan akuntansi akrual untuk Pemerintah Federal di Malaysia pada tahun
2015, diharapkan bahwa temuan penelitian ini dapat membantu AGD untuk mengevaluasi
relevansi konsep Akuntansi

Dana untuk proses transformasi menuju basis akrual pemerintah dan pelaporan
keuangan . akuntansi akrual secara efektif dapat melengkapi penganggaran berbasis hasil
dalam rangka hasil untuk menyediakan data biaya yang relevan dan informasi untuk
membuat keputusan kebijakan publik yang memaksimalkan hasil sumber daya yang langka.

Ucapan Terima Kasih

Para penulis ingin mengakui Akuntan Umum Departemen (AGD) di Malaysia untuk
dukungan keuangan dari proyek penelitian ini.
Referensi

http://docplayer.net/3831995-Government-of-malaysia-federal-government-accrual-
accounting-manual.html di lihat tanggal 11 April 2015.

Kalsom Salleh*, Rozainun Ab Aziz, Y. Nurli Abu Bakar, Accrual accounting in


government: Is fund accounting still relevant?.International Conference on
Accounting Studies 2014, ICAS 2014, 18-19 August 2014, Kuala Lumpur, Malaysia

Hendra F. Santoso, Akuntansi Penganggaran,Fakultas Ekonomi Universitas Kristen


Krida Wacana, Jurnal Akuntansi, Volume 10, Nomor 3, September 2010 : 231 – 256.